Berita Terpopuler

PU/Pimred Oyong Liza Piliang, PJW Iwan Piliang, Reporter, Nesya, Hendra, Angga, Nanda, Hendri, Reza. Diberdayakan oleh Blogger.

Orang Aneh di KLB Partai Demokrat

Written By oyong liza on Minggu, 31 Maret 2013 | 11.06





Memang geli juga kalau melihat gaya Tri Dianto,mantan Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat dalam melakukan manuver politik menjelang KLB Partai Demokrat. Bahkan Sutan Bhatoegana pun menyebut Tri Dianto sebagai orang aneh. Memang agak janggal dan aneh tindakan Tri Dianto,entah siapa yang menjadi pendukung di belakangnya,tetapi yang jelas apa yang dilakukannya cukup memancing emosi kader senior PD seperti Max Sopacua (dalam wawancara Live di sebuah stasiun TV swasta). Masyarakat yang menonton Acara Mata Najwa pun tertawa terpingkal-pingkal melihat gaya Tri Dianto yang “pede” habis mencalonkan diri sebagai Ketua umum di KLB PD mendatang.

Tri Dianto muncul pertama kali di acara ILC (Indonesia Lawyers Club) pada waktu menyangkal semua keterangan Nazaruddin yang mengatakan Anas Urbaningrum terlibat di kasus korupsi Nazar. Namanya terus mencuat seiring dengan penetapan Anas sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK,karena dirinya memfakafkan nyawanya demi membela Anas Urbaningrum. Memang antara sosok orang dan penampilannya saja membuat orang bertanya-tanya,siapakah Tri Dianto ini? Obrolan di warung kopi membuat telinga yang mendengar bisa merah,sebab kata mereka sosoknya yang seperti “wong ndeso” dikasih penampilan pakaian necis gaya “wong kuto” ,begitu kira-kira….!

Pada waktu mendeklarasikan dirinya sebagai calon Ketua Umum PD di warung dekat rumah SBY di Cikeas pun,orang yang menyaksikan Tri Dianto akan tersenyum geli….! Wajah “wong ndeso” dengan penampilan necis “wong kuto” begitu koq berani-beraninya berhadapan dengan SBY yang tinggi dan gagah ,ini guyonan politik atau pelecehan politik di Partai Demokrat…? Tetapi,yang aneh sebenarnya bukan Tri Dianto seorang diri,sebab para kader PD tak satupun memberi komentar atas tindakan Tri Dianto ini. Apakah para kader PD diminta untuk tidak memberi komentar atas tindakan aneh Tri Dianto…? Ataukah Tri Dianto dianggap sebagai orang aneh dan tidak perlu dikomentari…?

Tercatat,ada dua keanehan menjelang KLB PD ini,yaitu sikap aneh Tri Dianto dan sikap aneh para Ketua DPD Dan sebagian besar pengurus DPP PD yang meminta SBY menjadi Ketua Umum PD. Mereka inilah yang sekarang menjadi orang-orang aneh di KLB PD. Kalau sikap aneh Tri Dianto,jelas dan sudah terlihat dimana-mana…..Tetapi sikap aneh politisi PD yang meminta SBY menjadi Ketua Umum PD sampai sekarang belum terbaca dengan baik,walau ada isyarat dari seorang pengamat bahwa pencalonan SBY sebenarnya untuk menjebak SBY ; Nah,aneh kan….!

Apakah politisi juga termasuk mahkluk aneh (selain alien)….? Tunggu jawabannya di KLB PD tanggal 30-31 Maret 2013 nanti.

catatan Mania Telo Freedom Writers Kompasianer

Akhiirnya IJP-Joss Deklarasi Hari Ini Di Pulau Anso





Indra J Piliang - Jose Rizal, pasangan Calon Walikota - Wakil Walikota Pariaman Periode 2013-2018 dari Jalur Independent, sesuai janjinya , Minggu ini Mendeklarasikan diri di Pulau Angso Duo. mereka memilih angka keramat 31-3-13.

Semalam di Nangkodo Baha Institute, Indra yang akrab disapa IJP ini berujar," Besok Minggu ( Hari Ini ) Kita Deklarasi IJP-Joss di Pulau angso duo. kita carter 10 Boat nelayan untuk mengangkut Tim dari Alang Babega ( Tim Sosialisasi IJP ) dan beberapa adik-adik dari Nangkodo Baha Institute." Tutur IJP yang di amini oleh Jose Rizal disampingnya.

" Malam ini, saya ke Radio Damai untuk Wawancara, sedangkan saudara Yos ( panggilan Jose Rizal ) ke Radio Dhara. selain Wawancara juga memberi tahu publik bahwa kami akan deklarasi hari Minggu besok ( kini)." Imbuh IJP.

Sementara itu Jose Rizal menambahkan bahwa semua perizinan sudah diurus, " Kami sudah minta Izin ke Dinas Pariwisata, Pol PP, dan Surat pemberitahuan ke Polres Pariaman . Kita taat azas dan Prosedural." Jelas Yos menerangkan.

DEKLARASI HARI INI DI IRINGI GENDANG TASA

Barusan iring-iringan IJP-Joss dalam Pantauan kami melakukan jalan kaki dari kantor Nangkodo Baha Institute yang beralamat di Simpang Sianik menuju Pantai Gandoriah Pariaman di iringi Gandang Tasa,Simpatisan serta Kru Radio Damai yang meliput langsung Deklarasi di Pulau Angso ini.

Menurut Ajo Boneh, reporter Damai FM ," Kita Siaran langsung Deklarasi IJP-Joss di Pulau Angso , Silahkan station di Damai 101,4 FM. Acara akan dipandu langsung Oleh Uteh di Studio Damai Fm, di Perumahan Jati Raya Indah," ungkap Ajo Boneh yang kelihatan semangat sekali diantara rombongan tersebut.

Bagaimana kelanjutan berita ini ? silahkan Dengar Radio Damai 101,4 fm. bisa juga Streaming dengan Meng Klik Banner Damai Fm di Website ini.

catatan Oyong Liza Piliang

Indra J Piliang Terancam Di Pecat Golkar

Written By oyong liza on Jumat, 29 Maret 2013 | 12.15




Hingga hari ini topik perbincangan hangat di Palanta samping BPD dan Palanta lainnya adalah mengenai siapa Pasangan Calon yang akan di usung oleh Partai Golkar pada Pilkada Kota Pariaman. Karena Aburizal Bakrie berada di Sumbar hari ini banyak kalangan pengamat Politik menduga bahwa Moment ini digunakan untuk memutuskan Pasangan Calon Walikota Pariaman yang akan di usung oleh Partai beringin ini.

" Saya sangat yakin lobi-lobi intensif dilakukan selama Ical disini oleh masing-masing Calon. mengingat Tahapan Pilkada makin dekat mau tak mau Partai Golkar musti segera memutuskan Calonnya." Ujar Sudirman Palo memberi Komentar dan Prediksinya .

Sejauh ini memang belum ada kabar dari Partai Golkar selain pernyataan Indra J Piliang beberapa hari lalu,. IJP Mengatakan bahwa Golkar sudah dipastikan mengusung Mardison Mahyuddin sebagai Calon Walikota maupun Wakil karena dari Hasi survey memang Ia yang tertinggi,.

" Saya yakin Mardison yang akan di usung oleh Partai Golkar untuk maju sebagai Calon Walikota atau Wakil dari Partai Golkar. hal itu sangat saya hargai.Hasil Survey memang Mardison yang tertinggi. Saya akan maju lewat jalur Independent." Ujar IJP.

Dengan banyaknya kader Golkar berniat maju sebagai Calon Walikota maupun Wakil, beberapa kalangan menilai ini sangat merugikan Partai itu sendiri. " Ahmad Yani, Jamohor, Chairul Darwis bahkan Indra J Piliang adalah Kader Golkar, Jika Mardison yang di usung sedangkan Calon lainnya ngotot Maju lewat Partai lain atau Independent seperti yang dilakukan Indra J Piliang, ini akan berdampak buruk pada perolehan suara Golkar. apalagi jika Jamohor dan Yani juga melakukan hal yang sama." Ujar salah seorang Kader Golkar yang minta namanya dirahasiakan.

" Golkar bisa lemah bila hal itu terjadi, saya berpendapat sebaiknya Partai Golkar menduetkan Kadernya sebagai Pasangan Calon Walikota dan Wakil atau tegas dengan memecat Kader yang mencalonkan diri lewat jalur lain tanpa pandang bulu meski IJP Sekalipun.karena PO Golkar mengatur demikian." Ujarnya lagi.

Sementara itu Ahmad Yani melalui sambungan telpon berpendapat, " Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Partai Golkar. saya Pribadi taat azas, siapapun yang ditetapkan Partai Golkar maka itulah yang kita dukung bersama-sama." Tutur Yani diplomatis.

catatan Oyong Liza Piliang


Jangan Terlalu Berharap

Written By oyong liza on Kamis, 28 Maret 2013 | 20.56





Siapakah Calon Walikota Pariaman yang akan Anda pilih?, semua mengaku mengusung perubahan, mengaku Idealis dan Paling solutif mengatasi persoalan Kota Pariaman kekinian.

Dalam memilih Pemimpin memang kita musti punya standar Baku , Kriteria tertentu semacam Integritas, Ketokohan, Performence serta Karakter Inovatif dan Kreatif pada Figur yang akan kita pilih nantinya.

Idealisme seorang Pemimpin bisa terkikis seiring berjalan masa jabatannya, ini perlu kita ingat dan waspadai. karakter kokoh sekalipun akan mudah terjebak dalam buruknya sistem Birokrasi di Negara kita, apalagi Godaan Materi yang ujung-ujungnya Korupsi dan Nepotisme serta mancaragam turunannya.

Saya selalu teringat akan sosok pemimpin besar Pariaman Almarhum Kolonel Anas Malik yang Wafat seusia Rasulullah . Kepemimpinan semasa Ia menjabat patut dijadikan contoh oleh kandidat yang akan berlaga nanti. Godaan Materi jangan ditanya lagi semasa ia memimpin Pariaman ini. ia membuat aturan dan standar tersendiri bagi dirinya dalam memenej kepemimpinannya. Ia bersandar pada Norma Agama Islam yang menjunjung tinggi nilai perjuangan dan kejujuran.

Dimasa kini adakah pemimpin besar semacam beliau yang akan lahir memimpin Kota Pariman ?.. Maaf.. saya dalam hal ini sangat Pesimis . jika mengacu pada biaya Politik yang besar untuk mengantarkan seseorang pada Kursi Pariaman 1, secara Prinsip Ekonomi Pasti banyak  Donatur akan bermain disini. ia menanamkan 'modal' pada Calon paling 'menguntungkan'. pada akhirnya akan terjadi Politik Balas Budi , disinilah benih KKN Menyemaikan diri. pemerintahan yang kita harapkan Bersih ?.. Lupakan saja..




Ingatlah saya akan sebuah Pepatah,' Ada janganlah Harap, Pergipun Janganlah Hiba..'

Catatan Oyong Liza Piliang


Tong Kosong Kudeta Ratna Sarumpaet

13642037121092668377

jumpa pers MKRI. Jika menggulingkan pemerintah adalah keniscayaan, apakah ini bukan kudeta? (foto : www. tribunnews.com)

“Menggulingkan SBY – Boediono adalah sebuah kenicayaan” begitu bunyi tulisan pada banner yang selalu terpasang di berbagai acara atau konpers yang digelar Ratna Sarumpaet, Adhie Massardi, dkk. Begitu pula tulisan pada banner yang terpasang di posko MKRI (Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia) yang selama 2-3 hari terakhir ini sering jadi sorotan media massa. Tulisan pada banner itu jelas menyiratkan tekad MKRI : menggulingkan SBY – Boediono dari kursi Kepresidenan dan menggantinya dengan “pemerintahan transisional” versi mereka. Lucunya, para ‘pendekar’ MKRI menolak keras jika gerakan mereka disebut kudeta. Lalu, kalau bukan kudeta, adakah istilah lain yang maknanya mengganti pemerintahan yang sah di tengah jalan dengan pemerintahan yang disukai/ditunjuk oleh kelompok tertentu yang ingin menggantikan?

Saya sama sekali BUKAN pendukung SBY, bahkan bisa dibilang sangat tak menyukai SBY. Sejak Pilpres 2004, saya tidak memilih SBY karena beberapa tulisan yang saya baca – termasuk cover story majalah Tempo ketika itu – yang menuliskan karakter SBY sebagai sosok yang gamang dan tulisan di sebuah koran besar yang menganalisa SBY sebagai figur yang cenderung suka berperan safety player. Kegamangan dan suka cari aman itu kemudian makin terbukti sepanjang periode pertama pemerintahan SBY. Hanya saja, SBY sangat beruntung waktu itu didampingi Wapres yang risk taker dan cepat mengambil keputusan. Untuk hal-hal yang tak populis, JK-lah yang mengambil alih mengumumkan atau mengambil putusan, sementara untuk hal-hal yang mendulang simpati publik, SBY baru maju sendiri. Sayangnya, tak banyak publik yang jeli memperhatikan ini.

Masyarakat mungkin baru kecewa ketika SBY memasuki periode kedua pemerintahannya, ketika pasangannya – Boediono – justru jadi kerikil dalam sepatu. Sejak awal legitimasi SBY yang terpilih melalui Pilpres cukup dengan 1 putaran dan meraih dukungan 60% suara ini sudah tergerus akibat mencuatnya issu bailout serampangan bank Century yang dicurigai bank tersebut sengaja dibobol dan dibangkrutkan, serta sebagian uangnya mengalir ke kantong pribadi para politisi dan konon katanya ke pundi-pundi Partai Demokrat demi dana Pemilu dan Pilpres. Sampai kini, beban pembuktian kasus Century itu masih menggantung.

Kalau soal SBY tak fokus mengurus negara dan kerap sibuk dengan kesenangannya sendiri – menyanyi dan mencipta lagu – sebenarnya bukan baru terjadi di periode ke dua. Kalau anda masih ingat, ketika terjadi bencana gempa besar di Jogja tahun 2006 lalu, SBY dan istri menginap di lokasi pengungsian tapi tak ada hal berarti yang dilakukan kecuali malamnya main gitar dan bernyanyi-nyanyi bersama Andi Mallarangeng, dll. Kalau soal SBY lebay dan lebih heboh mengurus pencitraan dirinya, kenapa masyarakat baru sadar setelah periode ke dua? Sebab pencitraan itu justru sudah konsisten jadi trade mark SBYsejak periode pertama jadi Presiden.

Jadi, seharusnya memang SBY tak layak untuk dipilih kembali pada Pilpres 2009. Tapi apa boleh buat, mayoritas rakyat yang berhak pilih telah memilihnya dan siapapun di Republik Indonesia ini, suka atau tidak, ikut memilih atau tidak, ya harus mengakui bahwa SBY – Boediono lah Presiden dan Wapres yang sah di negara ini. Mengesalkan memang. Lebih bikin frustasi lagi ketika kemudian keduanya bukannya menyadari harus bekerja ekstra keras, tetapi malah makin jauh dari harapan rakyat. SBY di 3 tahun pertama tetap saja sibuk dengan mencipta lagu dan merilis album lagu-lagu ciptaannya. Sementara di 2 tahun terakhir ini, lebih sibuk mengurusi partainya yang dilanda kemelut. Apalagi issunya KLB Partai Demokrat akan mengusung SBY menjadi Ketua Umum menggantikan Anas Urbaningrum. Makin auto pilot saja Republik ini, jangan berharap banyak dari Boediono.

Hanya saja, benarkah mengkudeta SBY adalah jalan keluar satu-satunya atau setidaknya yang terbaik? Benarkah kudeta akan menyelesaikan semua masalah krisis kepercayaan di negeri ini? Kalau iya, siapa yang punya legitimasi kuat untuk menggulingkan SBY dan menggantikannya? SBY ibarat Foke ketika masih memimpin DKI. Banyak yang sudah frustasi melihat persoalan Jakarta makin carut marut, meski Foke sudah 10 tahun memimpin Jakarta (sejak masih Wagub). Tapi, untuk mencari pengganti Foke yang diakui warga DKI hanyalah melalui cara yang legitimate pula : Pilgub langsung! Lewat Pilgub, terlihat jelas siapa yang didukung mayoritas warga DKI.

Kembali ke soal gerakan MKRI, menilik pemberitaan di Kompas.com, saya makin yakin bahwa ini agenda politik dari sekelompok orang yang bergabung membentuk sebuah organisasi yang entah apa bentuknya (parpol bukan, ormas bukan), namun membawa nama kedaulatan rakyat. Di Kompas.com disebutkan : Target MKRI menjatuhkan pemerintahan yang berkuasa sebelum Pemilu 2014. Berbagai kasus dibawa-bawa untuk mendukung aksinya. Mereka berpandangan tak ada cara lain untuk memperbaiki selain menjatuhkan pemerintahan SBY-Boediono. Setelah jatuh, mereka akan membentuk pemerintahan transisi. Disebutkan, pemerintahan transisi akan dipimpin presidium berisi tiga tokoh yang mereka tunjuk. Nantinya, seluruh pemimpin kementerian/ lembaga, institusi penegak hukum, hingga militer diganti. Mereka juga ingin mengganti semua anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari tingkat pusat sampai daerah. Mereka akan menggelar pemilu yang dibuat oleh pemerintahan transisi.

MKRI tak mau menunggu Pemilu 2014, sebab dinilainya Pemerintahan dan parpol serta KPU tak layak menggelar Pemilu. MKRI tak mengakui perbaikan data daftar pemilih tetap (DPT) yang telah dilakukan. Entah darimana sumber informasinya, mereka menyebut Pemilu 2014 akan menggunakan DPT Pemilu 2009. Tapi lucunya, meski menyebut seluruh UU harus sesuai dengan UUD 1945, MKRI tak mengakui mekanisme memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden yang diatur dalam Konstitusi. Padahal, di dalam Pasal 7A dan 7B UUD 1945 diatur mekanisme pergantian Presiden dan/atau Wakil Presiden. Ironis bukan?

Jika Pemerintahan yang ada sekarang dinilai tak punya otoritas moral, lalu apakah MKRI leboh punya legitimasi moral? Siapa sajakah rakyat yang telah memandatkan kedaulatannya pada orang-orang di MKRI? Mengklaim mampu mengerahkan 3000 – 4000 massa untuk berdemo bukan jaminan didukung oleh seluruh rakyat Indonesia yang 240-an juta lho! Rakyat Indonesia bukan cuma yang di Jakata dan sekitarnya saja. Nama Ratna Sarumpaet pun belum tentu dikenal rakyat.

Terlebih lagi, siapa sebenarnya 3 tokoh yang akan ditunjuk untuk menjalankan pemerintahan transisi? Kenapa tidak sejak awal 3 nama yang diusung itu “dijual” kepada publik untuk mendapat tanggapan masyarakat? Yakinkah 3 nama yang akan ditunjuk MKRI nanti benar-benar sosok yang didukung dan dikehendaki rakyat? Sekarang sudah bukan jamannya lagi membeli kucing dalam karung. Jadi calon legislatif saja harus memperkenalkan nama dan sosoknya di daerah pemilihannya. Apalagi mau menjadi pemimpin negara yang konstituennya 240 juta rakyat dan daerah pemilihannya 33 propinsi. Dikenal rakyat saja tidak cukup, apalagi belum dikenal.

Sebaiknya, jika Ratna Sarumpaet berkeinginan menjadi pemimpin negeri ini, ada 2 hal yang bisa dilakukannya sekaligus membuktikan dirinya benar-benar didukung rakyat. Cara pertama, Ratna bisa membuat parpol, supaya adil dengan parpol baru lainnya, Ratna harus membuktikan parpolnya mamu menggaet massa dan punya cabang di 33 propinsi dan 300-an lebih kabupaten/kota seluruh Indonesia. Bukan soal yang mudah dan butuh dana besar. Tapi ini jelas lebih legitimate ketimbang hanya main klaim aksi “kudeta”nya didukung rakyat di berbagai kota di Indonesia. Kalau Ratna jadi pimpinan parpol, ia bisa memerintahkan kader parpolnya di seluruh penjuru tanah air untuk melakukan aksi yang diinginkannya. Tentu saja jika benar-benar bisa mengumpulkan kader secara riil dan tak hanya mengandalkan fotocopy KTP yang bisa saja ganda.


Cara kedua, mungkin Ratna bisa bercermin dari Pak Faisal Basri. Pasca kegagalannya mencalonkan diri jadi Cagub DKI di tahun 2007 karena kecewa dengan parpol yang dianggap hanya memoroti calon, Faisal Basri menempuh upaya konstitusional dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi agar calon independen bisa dibolehkan ikut Pilgub DKI. Faisal memenangkan gugatan dan ia pun maju dalam Pilgub DKI 2012 sebagai calon independen. Meski syaratnya berat : harus membuktikan dukungan warga melalui KTP, setidaknya Faisal mampu lolos di tahap itu. Bahkan dalam Pilgub DKI putaran pertama, ia memposisikan dirinya di bawah Hidayat Nurwahid yang diusung PKS – partai yang menang Pemilu di DKI pada 2004 – masih di atas Alex Noerdin yang didukung penuh Ical sebagai Ketum Golkar.

Setelah tak lolos ke putaran kedua, Faisal Basri dengan lapang dada menerima hasil Pilgub bahkan sebelum penetapan resmi dari KPU. Faisal tetap menjaga independensinya dengan tidak menyatakan dukungannya pada siapapun pasangan yang didukung parpol. Tapi tidak juga “merusuh” dengan tidak menerima hasil penghitungan suara. Faisal basri adalah contoh calon pemimpin yang rela memperjuangkan jalan untuk bisa ikut masuk ke dalam kekuasaan, tapi juga rela legawa ketika kalah dukungan. Setidaknya Faisal tak merintis jalannya sendiri. Kini, siapapun bisa maju jadi Cagub independen. Meski dalam Pilgub DKI Faisal kalah, ia telah meretas jalan bagi calon independen lainnya.

Mungkin Ratna sudah terlambat untuk membentuk parpol, tapi belum terlambat untuk menggugat UU Plpres bukan? Tentu akan lebih membanggakan kalau pada Pilpres 2014 nanti ada Capres independen yang didukung rakyat dari 33 propinsi yang dibuktikan dengan dukungan riil. Hari ini, gerakan massa yang katanya akan digelar di istana, di ganti dengan aksi bagi-bagi sembako di depan kantor YLBHI. Tapi beberapa media memberitakan, YLBHI keberatan kantornya ditumpangi demo dan belum ada izin dari YLBHI. Bahkan issu pembagian sembako itu juga tidak dari awal dijelaskan teknis nya kepada masyarakat dan kriteria masyarakat yang jadi sasaran bantuan. Bahkan media menulis pembagian sembako itu sendiri mengecewakan masyarakat yang sudah berjubel sejak pagi

Ada warga yang antri membawa kupon, mengaku baru tadi pagi diberi kupon oleh orang yang tak dikenalnya. Warga yang lain menyatakan hal serupa : hanya diberi kupon dan disuruh datang kemari (kantor YLBHI). Tapi pengantri sembako itu menyatakan menolak jika disuruh ikut demo. Mereka hanya berharap sembako, tak lebih! By the way…, bagi-bagi sembako dalam jumlah besar dananya tak sedikit lho. Apakah calon pemegang pemerintahan transisi yang membiayai?
Komentar seputar tak bersedianya YLBHI ditempati demo MKRI

Akhirnya, gembar-gembor menggulingkan SBY – Boediono hanya jadi rame di media massa, hanya memanaskan kuping SBY yang memang tipis dan sensitif, hanya perang urat syaraf dan saling tuduh siapa yang lebih dulu menyebut issu kudeta. Lalu, apa hasilnya kalau sudah begini? Apakah gerakan Ratna dkk akan didukung? Melihat acara dibatalkan mendadak dan tak terlihat mobilisasi massa besar-besaran, jangan-jangan issu demo 3000 – 4000 orang itu juga hanya klaim semata.
Komentar semacam ini menunjukkan Ratna belum didukung masyarakat

Yang jelas, di media massa, komentar miring terhadap aksi Ratna dkk yang menamakan diri MKRI makin menunjukkan bahwa cara-cara inkonstitusional seperti itu tak laku di jual. Masyarakat hanya ingin hidupnya lebih tenang, bekerja lancar, tak terganggu aksi demo, tidak takut dan cemas melihat ribuan orang berkumpul dipanas-panasi orasi yang membakar dan berpotensi secara psikologis berubah jadi anarkhis. Semoga Mbak Ratna, Mas Adhi, dkk lebih bisa mengerti kehendak rakyat dan tidak membungkus kehendak sendiri atas nama rakyat. Saya juga rakyat, bayar pajak, punya KTP, tapi tak pernah merasa menyerahkan kedaulatan saya sebagai warga negara pada MKRI, kumpulan yang baru saya tahu namanya seminggu lalu dan sayangnya tak saya tahu benar siapa saja orang-orang di balik itu hingga kini. Selamat “nyapres” Mbak Ratna, buktikan anda didukung rakyat.

catatan Ira Oemar Freedom Writers Kompasianer

Inilah Jawaban Jose Rizal Tentang Keseriusannya Maju Dengan IJP Pada Pilkada Kota Pariaman

Written By oyong liza on Rabu, 27 Maret 2013 | 23.14





Banyak yang bertanya-tanya kepada kami siapakah Joserizal yang akan jadi Pasangan Indra J Piliang. Ada yang bertanya langsung pada kami, di Facebook bahkan via medium lainnya semacam email dan Twitter yang Ontime kami pantau tiap harinya.

Joserizal sekarang menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman. Pria kelahiran April 1977 ini pada tahun 2009 pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Pemko Pariaman dan Penulis sendiri sering berintegrasi kala itu dengannya di Posko Induk Tanggap darurat Gempa Kota Pariaman medio 2009 tersebut.

Berikut adalah hasil wawancara Penulis dengan Jose Rizal disebuah Palanta kedai Kopi di Kota Pariaman ini.

Banyak yang terkejut dan bertanya-tanya kepada kami tentang siapa anda dan seriuskah anda maju sebagai Calon Wakil Walikota Pariaman melalui Jalur Independent bersama IJP ?

" Jika banyak yang tak mengenal saya, itu betul. hal tersebut demikian adanya . namun hal itu saya rasa relatif, sebab Popularitas berbanding lurus dengan Intensitas. artinya begini.. dengan seriusnya saya maju sebagai salah satu Calon Wakil Walikota, tentu pada akhirnya tingkat pengenalan Publik juga meningkat, hal itu bisa dengan Sosialisasi Intensif ke masyarakat, juga bisa lewat Media."

" Benar, kami telah memantapkan diri maju lewat jalur Independent . Bukti keseriusan tentu dengan aksi nyata. Alhamdulillah saya juga sudah membentuk Tim tersendiri. Kerabat, Kolega dan Para Relawan sudah turun langsung untuk mengumpulkan KTP, bahkan saya sendiri, jika sudah diluar Jam Dinas."

Kami mendapat Kabar bahwa anda sudah mempersiapkan diri mundur dari Jabatan Kasat Pol PP ?

" Betul, itu adalah Etika. surat pengunduran diri sudah saya serahkan kepada Sekda hari ini ( Rabu 27-3-2013 ), dan keputusannya tentu ditangan Pak Wali . ini saya lakukan agar lebih Fokus dalam pencalonan ini walaupun sebenarnya dalam UU KPU Calon tidak boleh menjabat setelah ditetapkan KPU. "

Apa alasan anda Maju sebagai Calon Wakil Walikota dan apa Visi Misi Anda ?

" Pertama-tama saya alasan saya maju tentu didasari oleh sebuah Idealisme sebagai Putra daerah asli Pariaman, saya juga terinspirasi dengan Sosok Amran Nur ketika saya dinas di Sawahlunto,  Ia mengubah Kota tertinggal menjadi Kota Maju dalam berbagai Aspek, sebagai mantan anak buah Beliau saya melihat langsung gebrakan beliau ketika memimpin.. dia adalah Inspirasi saya. Kedua saya melihat Sosok IJP Sebagai Tokoh Intelektual Muda Idealis yang punya Visi Misi tepat untuk Kota Pariaman kekinian. Ia memiliki Integritas dan itu sangat diperlukan untuk Jadi Top Leader."

" Menyangkut Visi Misi pada garis besarnya kami melihat fakta Ril Kota Pariaman. garis besarnya kami sudah Punya dan tentu akan kami jabarkan dengan se Rasional mungkin kepada masyarakat. Intinya saya melihat IJP punya solusi Konkrit untuk Kota Pariaman kedepan."

Anda sering disebut Pamong Muda kaya pengalaman, apa Basic Pendidikan Anda ?

" Saya Lulusan STPDN, disebut kaya pengalaman, itu terlalu berlebihan, hehehe.. lalu mengambil S2 Otoda ( Otonomi Daerah ) di Universitas Indonesia . saya juga suka menulis dan dalam waktu dekat Novel saya akan terbit, ini disein Covernya ( Jose memperlihatkan pada kami foto disein sampul Novel tersebut ). "

Demikianlah wawancara singkat kami dengan Jose Rizal yang kemunculannya di Bursa Cako-Cawako Pariaman sangat menghebohkan dalam seminggu terakhir ini.

catatan Oyong Liza Piliang

WOW ! Mukhlis-Genius Deklarasi Awal April, Mahyuddin Mendukung





Informasi terbaru datang dari DR.Genius Umar,S.Sos,Msi, Bakal Calon Wakil Walikota yang acap disebut akan berpasangan dengan Mukhlis Rahman . Melalui sambungan telpon Genius tak menampik hal tersebut, " Insya Allah , saya siap maju sebagai Calon Wakil Walikota mendampingi Bapak Mukhlis Rahman." Ujar Genius Umar yang bergelar Doktor ini.

Genius menambahkan bahwa urusan Partai sudah selesai dan tidak ada masalah," Kita maju dengan Koalisi Partai PPP - PIB, Sudah Final." Tutur Sekretaris Laode, Wakil Ketua DPD RI ini tenang. Genius yakin tidak akan ada kendala dengan Partai PPP Dan pengusung , " Tidak ada masalah, bahkan bapak Mahyuddin ( Mantan Wako Pariaman ) sudah menyatakan dukungan pada kami, lagian Mahyuddin selain punya hubungan kerabat juga pengurus DPW PPP Sumbar." Imbuh Genius menanggapi Isu Kurang Harmonisnya Hubungan Mukhlis dan Mahyuddin.

" Hubungan Mukhlis dan Mahyuddin Baik-baik saja, Jika dulu dikabarkan Kurang Harmonis saya tidak bisa membantah . namun Faktanya sekarang mereka sangat akrab." Tukuk Genius menambahkan.

Dalam Waktu dekat ini, tepatnya awal Bulan April , Pasangan Mukhlis - Genius akan deklarasi , demikian Ujar Genius, " Insya Allah dalam sepuluh hari kedepan atau awal Bulan April kita akan Mendeklarasikan diri jadi Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pariaman (periode 2013-2018)." Jelas Genius serius.

Sementara itu dari data yang kami kumpulkan sudah beberapa pasang Calon yang sudah Final akan berpasangan dan siap berlaga dalam memperebutkan Kursi Eksekutif Pariaman.

Mereka diantaranya

Helmi Darlis - Efendi Jamal Koalisi PKS - Barnas

Mukhlis Rahman - Genius Umar Koalisi PPP - PIB

Indra J Piliang - Jose Rizal Independent.

Sedangkan beberapa nama lain hingga kini kami belum mendapatkan Informasi, mereka masih melakukan penjajakan Intensif.

catatan Oyong Liza Piliang

Solar Langka Di Pariaman Solusi Tak Ada

Written By oyong liza on Selasa, 26 Maret 2013 | 12.11




Krisis BBM Jenis Solar sudah lebih sebulan di Pariaman . di SPBU Pertamina Jati Pariaman, seorang petugas Mengatakan bahwa jatah mereka hanya sekali tiga hari, " Jatah BBM Solar untuk SPBU Kami hanya sekali dalam tiga hari." Ujar seorang wanita muda berseragam merah berkerudung ini.

" Jika Stok Kami masuk biasanya habis dalam tiga jam." ujarnya lagi.

Dari Pantauan Kami di SPBU Kuraitaji, sejak semalam antrian Truk, Angdes, dan Mobil lainnya yang berbahan bakar Solar terlihat masih mengular.

Petugas SPBU yang kami tanyai mengatakan bahwa stok Solar mereka tinggal 1000 liter lagi, ini sama dengan 30 mobil jika rata-2 mereka mengisi 35 liter, sementara dalam pantauan ,kami melihat antrian Mobil lebih dari 30 termasuk juga Truk yang kapasitas isi tangkinya melebihi 100 liter.

Salah satu kelemahan Pemerintah/berwenang adalah dengan tidak menyediakannya Solar Non Subsidi di SPBU Kota Pariaman ini beda betul dengan pengalaman penulis ketika mengisi di SPBU Kayu Tanam. ketika BBM subsidi habis stok solar masih tersedia yang non Subsidinya seharga Rp.10.700,- untuk mobil pribadi.

"Jika Solar selalu langka di Pariaman ini, yang paling dirugikan adalah angkutan umum masa, dan Truk pembawa berbagai kebutuhan untuk Kota Pariaman, ekonomi bisa lumpuh bila hal tersebut dibiarkan tanpa solusi yang jelas." Ujar salah seorang Sopir Truk yang terlihat resah menunggu antrian di SPBU Kuraitaji.

Seorang pengendara Mobil Jenis Pajero Sport juga berujar," Di Padang dan Bukittinggi pun demikian ( solar langka ) , banyak langkah bisnis luar kota saya tertunda gara-gara hal ini." Ujar Pria berkaos krah warna putih ini ketika kami tanya.

" Seharusnya di setiap SPBU Di jual Solar non Subsidi . ini kan tidak jelas pembatasan BBM Subsidinya, jika dibatasi cari solusi jelas dong, yang dibatasi BBM Subsidi ya jual non subsidi.!" Ujarnya kesal.

Dalam Hal ini media sudah sering memberitakan ihwal kelangkaan BBM Jenis Solar Subsidi, namun untuk beberapa Kota tertentu sudah ada beberapa SPBU yang menjual Solar non Subsidi, sedangkan untuk Kota Pariaman tak ada satupun SPBU yang menjualnya, padahal ini sangat penting untuk pengguna Mobil Pribadi yang berbahan bakar Solar.

Catatan Oyong Liza Piliang

Mardison Dituntut Cepat Putuskan Cako - Cawako Dari Partai Golkar

Written By oyong liza on Senin, 25 Maret 2013 | 16.38




Pasangan Calon Walikota dari Partai Golkar sekarang yang jadi tanya besar bagi pengamat Politik di Pariaman ini pasca diputuskannya Efendi Jamal sebagai Calon Wakil Helmi Darlis dari PKS. 

Sebelumnya berhembus Isu kuat akan dibangun Koalisi Golkar - PKS . dengan Mardison sebagai Calon Wakil dan Helmi Darlis sebagai Calon Walikota. ternyata Koalisi yang akan dibangun itu kandas dipenghujung jalan. " Sekarang semua terserah Mardison. ia musti cepat dalam mengambil keputusan karena tahapan Pilkada sudah di ambang Pintu." Ujar Abdul Latif, salah seorang Tokoh masyarakat Pariaman menyikapi.

" Jika hal ini dibiarkan berlarut, kita kawatir nasib Partai Golkar akan sama dengan Pilkada tahun lalu. ini tidak boleh dianggap sepele." tutur Latif sembari menjelaskan bahwa pada Pilkada 2008 lalu Partai Golkar gagal mengusung Calon.

" Sebelum hal tersebut terjadi sebaiknya Mardison menggandeng Tokoh senior Golkar menyikapi hal ini. bagaimanapun Partai Golkar telah bertekad menyukseskan Pemilukada Pariaman 2013-2018 dan memenangkannya." Imbuh Latif yang juga pengurus Partai berlambang Beringin ini serius.

Sementara itu, H.Leonardy Harmainy.S.ip, MH. Dt Bandaro Basa, mantan Ketua DPD Golkar Sumbar dua Periode ini selalu memantau perkembangan Politik terkait Pilkada Kota Pariaman, dan juga diyakini punya perhatian Kusus kepada Partai Golkar Kota Pariaman. menyikapi..

Melalui Sambungan Telepon, Politisi kawakan ini menuturkan, " Jika memang jalan berkoalisi sudah buntu, saya kira Partai Golkar bisa mengambil langkah Politik cepat dengan mencalonkan Mardison sebagai Calon Walikota. saya mengamati dan dapat Informasi bahwa Polingnya paling tinggi setelah Helmi Darlis, Calon Walikota lebih rasional ketimbang Wakil buat Mardison." Ujar Leonardy ketika kami minta pandangannya dua hari lalu.

Disamping itu, Sudirman Palo, di Palanta samping BPD Juga memberikan pendapatnya," Saya mengenal dekat Sosok Mardison, dia Musti mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan siapa Calon Wakil yang akan di usung jika ia maju sebagai Calon Walikota dari Partai Golkar, namun Jika ia minta masukan kepada saya, Mawardi Samah lah pasangan yang paling cocok untuknya. itu perpaduan antara Politisi dan Pamong senior." Ujar Sudirman . 


Mawardi Samah adalah Sekda Kab Padang Pariaman saat ini yang juga berniat Maju sebagai Calon Walikota Pariaman.


catatan Oyong Liza Piliang


Indra J Piliang - Joserizal Deklarasi Minggu Depan

Written By oyong liza on Minggu, 24 Maret 2013 | 21.37



Isu yang berkembang dalam minggu-minggu terakhir ini sungguh sangat menarik kita cermati, apalagi setelah Mardison dapat mandat dari DPP Maju sebagai calon Walikota atau Wakil Walikota Pariaman. Mardison yang sedianya kami duga akan berpasangan dengan Helmi Darlis lewat Koalisi Golkar-Pks ternyata gagal dan pada akhirnya PKS Meminang Efendi Jamal sebagai Calon Wakil Walikota mendampingi Helmi Darlis pada Pilkada nanti. sudah Final.

Barusan Kami dapat Info dari Syamsuir, Wakil Ketua bidang pemenangan Partai Golkar Kota Pariaman, menurut Win, begitu ia akrab disapa, hingga kini Mardison belum memiliki pasangan, " Hingga kini Mardison belum punya pasangan. kita tunggu dalam waktu dekat apakah Mardison Maju sebagai Walikota atau Wakil." ujar Win yang kami hubungi Via Ponsel.

Sementara itu Isu yang tak kalah hebohnya datang dari Indra J Piliang ( IJP ) , Beberapa hari lalu lewat akun Twitternya, IJP sering memposting bahwa ia akan maju lewat Jalur Independent dengan Pasangan Joserizal, Kepala Polisi Pamong Praja Kota Pariaman.

Barusan IJP Menuturkan kepada kami bahwa ini sangat serius, " Saya tak pernah main-main dalam Politik, jalan saya Lurus-lurus saja. jika Golkar menjatuhkan Pilihan pada Mardison, saya sangat menghormatinya. namun Tekad saya sudah bulat untuk Maju sebagai Calon Walikota Pariaman." Ujar IJP di Nangkodo Baha Institute barusan.

" Independent adalah Pilihan terbaik, saya tak menolak jika nantinya ada Partai pendukung . Saudara Joserizal juga bergerak dengan Timnya mengumpulkan KTP, bukti bahwa ia juga sangat serius dalam hal ini." Tukuk IJP semangat.

" Jose adalah sosok Intelektual muda dan Pamong, ia S2 lulusan UI, cerdas dan sangat paham ilmu pemerintahan, saya pilih dia karena satu Visi untuk Kota Pariaman kedepan ." Imbuh IJP Menilai sosok Joserizal.

Ketika ditanya apakah dengan Majunya IJP tidak dari Partai Golkar akan berdampak pada kariernya di DPP,? IJP menjawab, " Saya sudah memikirkan segala konsekwensinya. fokus saya saat ini adalah untuk Kota Pariaman. Tim yang saya bentuk kian hari makin solid dan Fokus menggalang dukungan, dan itu musti saya hargai dengan bentuk aksi nyata, saya bukan tipe Politisi yang berkelok-kelok." Jelas IJP Serius.

Menurut IJP Dalam waktu dekat ini mereka akan deklarasi," Insya Allah minggu depan kami deklarasi, setelah itu bikin Baliho dan mendaftar ke KPU. Hingga kini KTP Dukungan sudah 7000 lembar terkumpul dan akan terus bertambah." tutup IJP Mantap.

catatan Oyong Liza Piliang

Helmi Darlis - Efendi Jamal Akhirnya Resmi Di Usung PKS


                                 Drs.Efendi Jamal.MM

Ferry Nugrah,SH, Kontributor Pariamantoday.com yang juga Pemimpin Umum Koran Infestigasi News, barusan mengatakan bahwa PKS Telah Resmi mengusung Pasangan Helmi Darlis sebagai Calon Walikota Pariaman periode 2013-2018 berpasangan dengan Efendi Jamal sebagai Calon Wakil Walikota, " PKS Telah menetapkan Efendi Jamal sebagai Calon Wakil Walikota mendampingi Helmi Darlis, dari Informasi yang saya himpun, ini sudah Final keputusan PKS." Jabar Ferry barusan kepada kami di Palanta samping BPD.

Menanggapi Informasi tersebut kami langsung menghubungi Helmi Darlis Via Ponselnya, HD membenarkan dan memberikan verifikasi terkait Informasi yang kami dapatkan, " Benar, ini sudah bisa dikatakan 100% final, saya dan Efendi Jamal telah diputuskan oleh PKS Sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota, kita hanya menunggu SK Saja. namun ini sudah final keputusan dari Partai PKS." tutur HD Menegaskan.

Sementara itu Efendi Jamal ketika kami hubungi senada mengatakan hal tersebut memang benar, " Betul, Insya Allah saya akan mendampingi Helmi Darlis sebagai Calon Wakil Walikota dari Partai PKS ." ujar EJ Membuka percakapan.

" Kita akan mulai persiapkan media Kampanye seperti Baliho Kami berdua, untuk itu saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat ." Jelas EJ yang sudah masuk ke ranah Tekhnis Sosialisasi.

Mengenai Partai Koalisi untuk mencukupi kekurangan satu Kursi PKS untuk mengusung Sepasang Calon, jauh hari Efendi Jamal sudah mengatakan kepada kami, " Partai Koalisi akan diumumkan saat deklarasi saja jika saya jadi berpasangan dengan Helmi Darlis." Ungkap EJ beberapa hari yang lalu kepada kami.

Sementara itu Mardison Mahyuddin yang sebelumnya akan berpasangan dengan Helmi Darlis melalui Koalisi Golkar-PKS , ketika kami hubungi, ponselnya dalam keadaan tidak aktif.

Menurut A Latif, Tokoh masyarakat yang juga kader Partai Golkar yang tau Informasi PKS Mengusung Helmi Darlis - Efendi Jamal, menanggapi serius, " Jika hal tersebut keputusan Resmi PKS, Kami ( Golkar ) tentu sangat menghormati. mengenai siapa pasangan yang akan diusung Partai Golkar, sesuai mandat yang diterima Mardison, tentu Ia yang akan menentukan. Jika ia maju sebagai Calon Walikota maka Wakil yang dicari, begitu juga sebaliknya." Ujar Latif tersenyum.

catatan Oyong Liza Piliang

Tragedi Lapas Sleman

Written By oyong liza on Sabtu, 23 Maret 2013 | 21.45




Membaca berita adanya aksi penyerbuan beberapa orang bertopeng/bercadar dan kemudian menembak mati para “preman” yang diduga mereka melakukan pembunuhan terhadap seorang anggota TNI seperti yang diberitakan di beberapa media sungguh suatu berita yang luar biasa bagi masyarakat. Bayangkan saja,sudah cukup lama masyarakat kurang mendapatkan berita yang terkesan “heroisme” . Berita di tanah air lebih banyak menyuguhkan tontonan politikus yang korup dan bandar narkoba yang bebas atau mendapatkan hukuman seadanya saja. Kasus korupsi terus saja menjadi “headline” media yang membuat masyarakat menjadi bosan dan bahkan telah membawa perubahan pola pikir masyarakat,bahwa korupsi atau sejenisnya adalah halal dan sah.

Kali ini masyarakat mendapat kehangatan berita,bahwa ada anak-2 bangsa yang berani melakukan tindakan “heroic” menumpas para terduga pembunuh anggota TNI. Kejadiannya juga bukan di sembarang tempat,bahkan di dalam Lapas yang notabene ada penjagaan oleh para sipir LP Sleman. Mungkin orang-2 akan bertanya,siapa pelaku penyerbuan,dsb…Tetapi diluar itu,terlepas mereka benar atau salah dalam mengambil tindakan,penyerbuan tersebut merupakan suatu peristiwa heroik yang mungkin perlu menjadi introspeksi para penegak hukum dan politisi di tanah air.

Masyarakat sebenarnya sudah sangat capek sekali dengan permainan kotor para penegak hukum dan politisi bangsa ini yang terus menerus memutar-mutar persoalan hukum sehingga mengakibatkan kepentingan masyarakat umum terabaikan. Kepentingan masyarakat umum adalah penegakan HAM (hak asasi manusia) bagi masyarakat umum,bukan bagi para bandit,koruptor,preman dan bandar narkoba yang merugikan negara. Sekarang ini,apapun di atas namakan HAM,tetapi kepentingan HAM lebih banyak untuk menjaga para penjahat hidup seperti Raja di dalam Lapas atau melepaskan para penjahat yang seharusnya layak mendapatkan hukuman mati.

Para aktivis LSM HAM juga belum tentu murni dalam menegakkan HAM yang meminta penghapusan hukuman mati,bisa jadi di tubuh LSM tersebut sudah disusupi oleh para bandar narkoba atau ideologi mereka mendapatkan dukungan dana dari para penjahat kelas berat dengan menggunakan samaran-2 LSM Internasional. Para aktivis itu seharusnya melihat kepentingan masyarakat umum yang jauh lebih luas dan lebih banyak dirugikan bila para penjahat atau preman dibiarkan hidup merejalela di tanah air. Bisa jadi bangsa ini menjadi bangsa bandit dan TNI lama-kelamaan juga bisa menjadi alat mereka seperti yang terjadi di negara-2 penghasil narkoba di Amerika Latin.

Oleh karena itu,masyarakat justru ada yang senang bila benar penyerbuan itu guna menumpas kelompok gerombolan preman. Kalau perlu tim penyerbu itu supaya diberi medali emas dan diaktifkan kembali seperti zaman “Petrus” untuk menghabisi para preman dan bandit narkoba tanpa ampun. Masyarakat yang senang dengan cara-2 ini bukan tipe masyarakat sakit,tetapi justru seyogyanyalah para penegak hukum dan politisi waspada,kenapa masyarakat senang dengan cara-2 ini…? Karena masyarakat sudah tidak senang lagi dengan hukuman bohong-2an para penegak hukum. Selama para penegak hukum bermain-main dengan rasa keadilan dan HAM untuk masyarakat umum diabaikan,maka masyarakat justru menganggap aksi para penyerbu ini adalah aksi heroik…!

Peristiwa penyerbuan Lapas Sleman harus menjadi momen introspeksi bagi aktivis HAM,jangan cuman sekedar menyalahkan hukuman mati bagi para penjahat atau supaya para penjahat hidup enak di Lapas,tetapi pikirkanlah HAM untuk kepentingan masyarakat umum,juga saudara-2,orang tua para aktivis yang hidupnya selalu terancam dan melarat karena tingkah laku para penjahat.

Tulisan ini didedikasikan untuk keseimbangan agar masyarakat tidak hanya mendengar dari sisi “menyerbu dan membunuh di Lapas” itu salah,tetapi mencoba mengadakan keseimbangan cara berpikir bahwa negara ini bukan milik preman dan penjahat yang dilindungi HAM. Bila negara takut melanggar HAM terhadap para penjahat,maka sebaiknya negara ini harus segera di redefinisi…Bukan lagi singkatan NKRI adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia,tetapi Negara Ketakutan Rakyat Indonesia,rakyat yang hidupnya selalu takut karena tidak aman…!
Bravo pejuang HAM untuk kepentingan masyarakat umum,bukan HAM untuk para penjahat…!

catatan Mania Telo Freedom Writers Kompasianer

Leonardy : Solidaritas PP Untuk Kiprah Nyata Ditengah Masyarakat



Rapat Koordinasi Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Barat ( MPW PP ) yang diselenggarakan di Gedung DPRD Provinsi Sumbar berlangsung Atraktif dan santai namun tetap menitik beratkan pada Materi Esensisial. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua MPW H.Leonardy Harmainy,S.ip,MH. Dt.Bandaro Basa dan didampingi Sekretaris Umum Muhammad Dien. 

Selain dihadiri oleh seluruh jajaran MPW dan MPO ( Majelis Pertimbangan Organisasi ) selain yang berhalangan hadir juga sayap-sayap Ormas semacam LPPH MPW PP Sumbar, SAPMA PW Sumbar juga Srikandi MPW PP Sumbar. dalam sambutannya Leonardy menekankan bahwa PP adalah Organisasi Masyarakat yang berbasiskan Masa perlu mengambil peran untuk kepentingan masyarakat, " PP adalah Organisasi Kemasyarakatan berbasiskan Masa , kita musti solid, berpadu demi membela Masyarakat. Stigma Minor selama ini yang melekat kita jawab dengan Perbuatan nyata." Tutur Leonardy membuka Sambutan.

Dalam Rapat yang dimulai pukul 20.oo wib hingga 23.oo wib tersebut juga dibacakan SK pengurus baru periode 2012-2017.

" Kita musti mengaktifkan Peran ditengah-tengah masyarakat . secara kelembagaan MPW PP Sumbar dan seluruh MPC dikota dan Kabupaten telah menjalin kerjasama tertanda tangani dengan Palang Merah Indonesia ( PMI ) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ). hal tersebut karena daerah kita dikenal daerah rawan bencana, baik itu Gempa, Galodo, banjir dll. Jika Bencana Alam yang sama-sama tidak kita inginkan tersebut terjadi, saya perintahkan setiap Kader PP untuk cepat melakukan aksi tanggap darurat tanpa Koordinasi sampai ada arahan lebih lanjut dari Ketua dari Masing-masing cabang, karena bencana sifatnya tidak bisa diprediksi dan datangnya dari ALLAH SWT." Imbuh Leo yang juga Pimpinan DPRD Sumbar ini serius.

Leo dengan tegas juga mengatakan dalam kepengurusan ini ada beberapa hal yang wajib dipatuhi oleh setiap pengurus MPW Sumbar, " Setiap pengurus musti aktif dan responsif baik ditengah-tengah masyarakat maupun internal, bagi kader yang tidak hadir dalam rapat tanpa alasan yang jelas dan berturut turut, bagi kader yang mencemarkan nama baik PP Saya dengan senang hati mengiliminasi oknum tersebut. sebab dalam sebuah Organisasi kepengurusan, pengurus dibebankan tanggung jawab, bukan sebaliknya pengurus pula minta di urus." Tegas Leo yang telah menjabat Ketua MPW PP Sumbar selama Tiga Periode beturut-turut ini.

Banyak Kader MPW PP Punya jabatan strategis di Lembaga Negara maupun Pemerintahan dan itu PP dulu baru jabatan tersebut ujar Leonardy, " PP akan memperjuangkan kadernya yang Kompeten untuk ditempatkan dilembaga-lembaga Negara maupun Politik, contoh : Mahzul Fery, PP dulu baru Ketua KPU Sumbar, Syahrial Bakhtiar, PP dulu baru Ketum Koni Sumbar bahkan Shadiq Pasadique PP dulu baru Bupati Tanah Datar dan saya sendiri tak jelek-jelek amat, pernah jadi Ketua DPRD Sumbar." Seloroh Leo yang disambut Tawa seluruh peserta yang hadir.

Siapa yang tak kenal kiprah Leonardy Harmainy di Sumbar ini, beberapa organisasi besar tingkat Sumbar, baik Politik , Ormas dan assosiasi pernah ia Gawangi dan itu selalu mentok pada aturan Organisasi yang membatasi Jabatan Ketua hanya beberapa Periode. Ketua DPD Golkar Sumbar ia jabat 2 periode berturut-turut, Ketua Gapensi Juga demikian, dan Jabatan Politis lainnya seperti Ketua DPRD Sumbar,. Leonardy memang dikenal telah mengakar dan punya jaringan kuat serta Politisi Kawakan yang punya style dan skil dalam memenej sebuah organisasi ujar Mahdial Hasan,SH Ketua SAPMA PP Sumbar seusai Rapat.

Dalam kesempatan tersebut Leonardy juga menghimbau, agar setiap Kader PP Sumbar untuk Solid dan menjaga marwah Organisasi demi Stigma PP kedepan sebagai Organisasi bela negara yang dipercaya masyarakat, karena perbuatan Positif dan aksi nyata yang berdampak Positif pula bagi Masyarakat.

catatan Oyong Liza Piliang

Inilah Alasannya PDIP Calonkan Jokowi Di Pilpres 2014

Written By oyong liza on Jumat, 22 Maret 2013 | 19.50




Kamis pagi, 6Maret 2013, saya menghubungi Komarudin Watubun. Ia salah satu Ketua Organisasi dan Hubungan Pemerintahan di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sosok kelahiran 1968 ini,juga Wakil Ketua DPR Papua.Dari beberapa kali berdiskusi dengannya,harapan menggerakkan perubahan kembali berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, berkepribadian di bidang budaya, Trisakti Bung Karno, meninggi.

Masih di ingatan saya bagaimana tegasnya Komarmenandatangani berkas Jokowi ketika hendak dibawa mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI. Komar meneken pencalonan Jokowi ketikaCagub DKI tempo hari.Maka pagi Kamiskemarin itu, saya “provokasi” Komar.

Kapan PDIP berani mengatakan kepada publik begini: Saudara-saudara sebangsa setanah air, menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 sudah diambang pintu, kami tegaskan akan melakukan alih generasi kepemimpinan dengan kader muda terbaikdi rentangusia kelahiran tahun 60-an. Merekalayak memimpin Indonesia baru; Indonesiaberdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkeribadian di bidang budaya. Oleh karena itu, kepada segenap warga bangsa, kami mengharapkan agar di sisa Pemilukada di berbagai daerah hingga 2014, menangkanlahkader-kader terbaik kami. Peralihan generasi pemimpin keniscayaan.

Kalimat itu tentu akan afdol diucapkan oleh Megawati Soekarno Putri. Saya mengistilahkan sebagai pidato booster perubahan.

Dasar saran booster itu,latar bahwa hingga kini rating Jokowi, Gubernur DKI, dari berbagai riset, menunjukkan angka di atas 20, sebagai calon presiden unggulan.Tanpa menyebutkan nama Jokowi, yang kelahiran 1961, sebagai Capres, pidato itu telah mengarahkan sasar.Publik paham. Masyarakat pun dibanggkitkan harapan barunya: kembali ke premis berbangsa bernegara jernih dari Bung Karno.
Sayang hal itu jadi wacana saya saja.Kalimat seharusnya menjadi power untuk bisa memenangkan Pilkada di Sumut,berlanjut nanti di Jateng, Bali, Maluku, setelah kalah di Jabar.Dan hingga detikpemilihan di Sumut, harapan tinggal harapan. Di siang hari Kamis kemarin itu, kita mendengar kekalahan lagi PDIP di Sumut.

Di Jabar, ada Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki. Dari awal saya menyimak Rike-Teten, tidak memiliki kelebihan signifikan bagaikan Jokowi. Ibarat di dunia film, Rieke-Teten sebagai bahan, ia tidak sekaliber film 35 mm. Mereka hanyalah kelas filmformat digital. Tak ada ingatan tajam publik lagi terhadap Oneng. Tak ada kata-kata Rieke buah bibir publik. Tak ada kegembiraan bersalaman tangan wargabergairah bak menemui Jokowi.Terhadap Teten juga demikian. Walaupun sosoknya aktif di gerakan anti korupsi, tetapi, anggapan miring terhadap berbagai gerakan lembaga swadaya masyarakat kini, membuat Teten saya anggap tidak mendongkrak Rieke.

Lalu pidato booster perubahanitu tak kunjung ada. Padahal saran mem-booster tadi,  saya anggap pasword menuju kemenangan.

Pada kasus Sumut. Effendi Simbolon-Jumiran Abdi.Simbolon seusia saya. Kami sama-sama alumni SMA3 Jakarta. Persinggungandekat saya, ketika secara kebetulan berkesempatan menemani Jokowi ke KPUD DKI tempo hari. Simbolon yang anggota Komisi VII DPR RI, selama ini terkesan “merak”. Iake mana-mana di Jakarta dikawal foreder. Sedangkan Jumiran, tidak saya kenal. Namun putra Jumiran, Aulia Andri, mantan wartawan detik.com, sudah sejak lama berkomunikasi dengannya. Auliakini menjadi dosen di Medan. Saya paham bagaimana Jumiran ayah Aulia dekat dengan mereka keturunan Jawa di Sumut.

Untuk mereka berdua, saya menempatkan sama dengan Rieke dan Teten.Mereka berduasejatinya membutuhkan booster pidato perubahan Megawati sebagaimana saran kepada Komar. Lalu Kamis siang kita punmendengar Simbolon-Jumiran kalah.

Dugaan kekalahan berikutnya akan dialami PDIP, Jawa Tengah.Ganjar Pranowo saya anggap juga tak memiliki greget untuk dipilih, selain sebagai lelaki sosok tinggi dan wajah cakapnya disukaikalangan ibu-ibu muda. Belum ada sikap keberpihakan Ganjar signifikan di Jateng. Sementara yang dihadapi lawan incumbent Bibit Waluyo.

Bukan rahasia di banyak Pilkada, sejatinya hanya tiga tiket saja.Yakni; Curang, Aparat, dan Uang.Ganjar akan kesulitan menghadapi incumbent. Juga calon lain yang lebih memiliki basis di daerah.Lagi-lagi, Jateng membutuhkan booster pidato komitmen PDIP Pusat sebagaimana saran kepada Komarudin.
Sebaliknya, yang dilakukan oleh PDIP Pusat terhadap calon-calon mereka di daerah selama inimenurunkan Jokowi berkampanye. 

Warga akhirnya hanya mendapatkan marwah gairah berfoto dengan Jokowi. Bukan ruh kemuliaan calon-calon mereka di daerah itu. Sang calonPDIP tidak adasesignifikan Jokowi pamornya. Maka kuat dugaan saya, di Jateng kelak, jika tak ada pidato booster perubahan itu, maka PDIP akan mengalami kekalahan lagi.

Bali agaknya juga akan mengalami nasib sama. Kendati sosok yang dimajukan Puspayoga, dari kalangan intelektual dan budayawan, namun lawan lagi-lagi incumbent, Mangku Pastika. Walaupun PDIPmemiliki basis kuat di Bali, dan Megawati adalah Bali, tidak menjamin Puspayoga mulus merebut Bali-1. Dan kalau pula Jokowi nanti ikut berkampnye ke Bali, akhirnya hanyalah melakukan repetisimenggergaji angin, men-down-grade pamor Jokowi saja.

Singkatnya bila paparan sayatersebut kian terbukti, maka PDIP telah kufur nikmat.PDIP tidak memanfaatkan aset sebagai mana mestinya, yaknitampil pionir menyampikan kepada publik peralihan generasi pemimpin. Toh mereka punya Jokowi. Dan keinginan publik  alih generasi  itu sebuah fakta nyata yang sulit ditawar kini.

Sulit menjawab mengapa booster pidato perubahan itu tak kunjung mereka lakukan? Dugaan saya di dalam PDIP sendiri banyak oknum penjilat di sekeliling Megawati dan Taufik Kiemas. Sosok-sosok independen dan kredibel seperti Komarudin, bukan pula berasal dari jawa. Komar pria kelahiran Kei, Tual, Maluku Tenggara,dibesarkan di Ranah Papua.

Kalau sudah begitu, maka hampalah harapanbagi perubahan Indonesia baru. Padahal semula saya dan banyak orang berharap banyak ke PDIP.

Iwan Piliang, Capres Re-Install Indonesia; memuliakan ketulusan, menempatkan keinsanan di atas kebendaan.

Rancangan KUHP Mulai Pasal Santet Dan Kumpul Kebo



Pemerintah dan DPR sekarang ini sedang mencoba membuat Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru,salah satu pasal yang mau dibuat adalah untuk menjerat pelaku "kumpul kebo" yang mana merupakan istilah bagi pasangan laki & perempuan yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan.



Secara moral sepertinya pasal tersebut kelihatan baik di negeri yang ideologinya Pancasila. Tetapi secara hak asasi manusia pasal tersebut terlalu masuk ke hak "privacy" individual. Seharusnya hukum negara hanya mengatur hal-hal yang merugikan kepentingan umum atau membuat negara dirugikan secara material maupun immaterial. Justru sangat aneh bila hal-2 yang terkait dengan kerugian negara seperti korupsi,penyalah-gunaan narkoba tidak disentuh atau sanksi hukuman pelaku kejahatan tersebut tidak di maksimalkan. Di negara-2 Barat sanksi hukuman pelaku kriminal bisa mencapai puluhan atau ratusan tahun. Tetapi di Indonesia justru pelaku kriminal hukumannya terlalu ringan.



Pelaku-2 kumpul kebo selama mereka tidak mengganggu kepentingan umum tidak perlu di pidana. Demikian pula dengan perbuatan-2 perzinahan yang dilakukan oleh pasangan-2 yang sudah sah sebagai suami-istri. Hukuman mereka yang melakukan perbuatan itu adalah hukuman moral yang tidak perlu diatur di hukum pidana selama negara tidak ada kerugian apapun. Justru aneh bilamana negara mengatur perbuatan-2 moral hak individu yang tidak merugikan negara dan masyarakat umum. Kasus pernikahan siri akhirnya menjadi praktek kamuflase perzinahan yang di legal kan dengan atas nama agama. Dengan demikian negara menciptakan masyarakat munafik dengan ideologi Pancasila. Sok ber-Tuhan,tetapi kelakuan moralnya sebenarnya bejad.



KUHP yang ada sekarang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dengan situasi dan kondisi zaman,tetapi yang dikutak-kutik justru bukan hukuman maksimalnya pelaku kriminal,tetapi tambahan pasal-pasal aneh yang justru melanggar hak asasi manusia individual. Pemerintah dan DPR menjadi lembaga yang sok moralis,padahal kasus-2 kejahatan korupsi yang dilakukan oleh para penyelenggara negara malah diabaikan. Pelaku kejahatan penyalah-gunaan narkoba yang sangat merugikan masyarakat umum justru tidak diperberat hukumannya...? Ada apakah ini...?



Para pejuang HAM seharusnya mencermati Rancangan KUHP yang sedang digodok oleh DPR & Pemerintah. Bila ada pelanggaran HAM,sebaiknya melangkah ke MK sebagai lembaga tertinggi hukum negeri ini. belum Lagi Pasal Santet yang Kontroversial ,.


catatan Mania Telo Freedom Writers Kompasianer

Musim Rampok Jelang Pemilu

Written By oyong liza on Rabu, 20 Maret 2013 | 20.37

1363653829457840467


Kurang lebih satu tahun lagi Pemilu 2014 akan diselenggarakan di Indonesia,selama satu tahun ini rakyat dipastikan akan mendengar berita-2 yang mendebarkan hati,mulai investasi bodong yang akhirnya uangnya dilarikan oleh penyelenggara investasi seperti yang baru-baru ini terjadi (Golden Traders Indonesia Syariah yang melibatkan nama Ketua MUI dan Ketua DPR Marzuki Alie ,walau dibantah oleh keduanya) sampai dengan perampokan-2 fisik terhadap toko emas,warga yang membawa uang dalam jumlah besar,dsb.


Entah kebetulan atau tidak,kasus "mencari dana" ilegal selalu bertepatan menjelang Pemilu ; Caranya juga bermacam-macam,namun tetap saja bentuknya perampokan uang rakyat. Tercatat di Pemilu 2004 dan 2009 ada kasus-2 kontroversial yang melibatkan "perampokan" uang Bank yang melibatkan orang dalam dan oknum-2 pejabat yang diduga dari partai politik tertentu. Terbesar kasus yang sampai sekarang masih menjadi polemik di masyarakat yaitu Kasus Bank Century. Pemilu 1999 banyak diwarnai dengan kejahatan uang palsu yang sampai sekarang juga belum pernah diungkap dengan jelas siapa dalangnya.


Rasa was-was masyarakat terhadap kejadian demi kejadian perampokan menjelang Pemilu memicu tanda tanya besar,ada apa dibalik semuanya ini? Masyarakat juga disuguhi berbagai isu yang selalu silih berganti untuk mengalihkan isu yang lain,mulai dari penangkapan preman sampai peristiwa-2 lain yang dianggap punya nilai jual untuk mengalihkan isu yang lebih besar,yaitu perampokan uang dengan nilai yang sangat besar. Semua dugaan diarahkan karena para politisi dengan berbagai latar belakang ini sedang membutuhkan uang untuk dana kampanye menuju kursi legislator.


Kekhawatiran masyarakat dengan merebaknya kejahatan ini bisa memicu rasa ketidak-percayaan terhadap aparat penegak hukum,sebab kasus-2 seperti ini sebenarnya sangat mudah dipecahkan tetapi terlihat menjadi sulit. Sangat mudah karena sebenarnya pelaku-2 kejahatan tersebut bersifat lokal dan teknologi memungkinkan pelakunya bisa dikenali. Tetapi menjadi sulit tatkala barang buktinya disita oleh oknum aparat dan kemudian menguap begitu saja kasusnya. Itulah kenapa kejadian demi kejadian menjelang Pemilu sudah dijadikan tren oleh pengusaha untuk berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya.


Rakyat yang bodoh dan tamak selalu menjadi incaran para pelaku yang memanfaatkan situasi ini untuk menebar jaring investasi yang menggiurkan,tetapi dalam waktu singkat investasi yang ditanam lenyap begitu saja. Oleh karena itu masyarakat supaya waspada terhadap segala bentuk investasi yang menjanjikan keuntungan secara tidak wajar,waspada terhadap kejahatan perampokan fisik dengan melakukan pengamanan ekstra serta tidak bepergian dengan membawa harta benda yang bisa membuat para pelaku kejahatan "menjelang pemilu" melirik anda....


Waspada lebih baik daripada menganggap enteng....!


catatan Mania Telo Freedom Writers Kompasianer

Inilah Pesan Politisi Senior Untuk Perebut Kursi Pariaman 1

                                              Yulius Danil dan Syahril Amiruddin

Sepekan terakhir pembahasan Topik Pilkada Pariaman selalu Hot di hampir setiap Palanta yang saya kunjungi. umumnya pertanyaan mereka siapakah calon kuat dan siapa berpasangan dengan siapa.?

Yulius Danil berpendapat hingga saat ini belum jelas dan pasti isu yang beredar, " Dalam Politik semua hal mungkin, sebelum mendeklarasikan diri saya yakin 'tragedi' Politik bisa saja mengubahnya ( pasangan yang di duga berpasangan )." Ungkap YD Di palanta samping BPD Barusan.

Menurut YD hal tersebut terkait peta Politik Pariaman kekinian yang berbeda pada Pilkada lalu, " Calon banyak belajar dari pengalaman Pilkada masa lalu, target menang tentu alasannya. untuk itu musti hati-hati dalam memilih calon Wakil, selain Basis masa ( calon ) tentu juga nama baik mereka dimata masyarakat. elektabilitas bisa turun-naik seiring masa kampanye." Terang YD Menganalisa.

YD Yakin dalam masa kampanye nanti tak bisa dipungkiri akan terjadi serangan demi serangan Politik yang mengarah pada Pribadi Calon, ( Tendensius ) " Calon yang Reputasi masa lalunya dinilai bermasalah, dalam masa kampanye akan dibuka ke Publik lewat berbagai cara, baik itu masalah Hukum maupun Moralitasnya. Jika itu bersifat Fitnah maka orang yang diserang akan naik elektabilitasnya, namun jika ada Fakta pendukung dan empiris,, saat itulah Elektabilitas Calon tersebut akan meroket turun serta berimbas pada pasangannya." Tukuk YD yang di amini oleh H Armay, tokoh masyarakat Pariaman.

Dilain tempat Ajo Syahril Amiruddin, Politisi Senior mantan Ketua PPP Pariaman dan Mantan anggota DPRD Sumbar menjelaskan bahwa masyarakat Pariaman sekarang sudah cerdas dan tidak mudah disetir Opininya, " Masyarakat Pariaman sudah cerdas dan belajar dari Pilkada masa lalu. Mereka takan terbuai dengan janji-janji para Calon serta Kampanye yang menjelek-jelekan lawan Politik." Ujar Politisi yang pernah Tinggal Di Amerika Serikat ini serius.


" Mereka lebih tertarik dengan Pribadi Calon dan tingkat kedewasaan mereka mengemas Isu Politik. Isu perubahan jika ingin diusung, tentu musti dijabarkan secara teknis dan masuk akal kepada Masyarakat dari berbagai lapisan yang tidak sama cara pemahamannya. disinilah Performrnce Calon akan dipertanyakan. karena mengangkat sebuah isu musti dengan elegan dan jelas pula solusi konkrit yang ditawarkan." Jelas Ajo yang juga pernah bertarung pada Pilkada Pariaman 2008 lalu tersenyum.

catatan Oyong Liza Piliang

Pilkada 2 Putaran Lawan Politik Waspadai IJP Maju Dari PAN

Written By oyong liza on Selasa, 19 Maret 2013 | 13.51


Berbagai kalangan banyak menilai Pilkada Kota Pariaman nantinya akan dua Putaran bersebab banyaknya Calon yang akan bertarung, baik dari Parpol, koalisi parpol maupun Independent, " Jika Jumlahnya lebih 6 pasang calon, Pilkada Kota Pariaman akan terjadi dua putaran untuk bisa memperoleh l3bih dari 30% suara." Prediksi Syahril Amiruddin, tokoh masyarakat Pariaman yang juga Politisi Sumbar ini.

Menurut Syahril, " Banyaknya Calon yang akan berlaga adalah karena peluang dari Independent sudah disahkan, beda dengan Pilkada Kota Pariaman lalu. " Tokoh-tokoh yang maju saya lihat punya kapasitas setara, sehingga untuk mendapatkan Prosentase menang satu Putaran sangat kecil." Imbuh Syahril yang akrab disapa Ajo ini.

Kemudian Ajo juga menambahkan kesiapannya untuk maju sebagai Calon Walikota maupun Wakil, " Saya siap maju baik sebagai Cako maupun Wawako. sekarang pada tahap lobi dengan beberapa Tokoh yang se idealisme dengan saya ." Imbuh Ajo yang Pilkada dulunya juga pernah maju sebagai Calon Wakil Walikota Pariaman ini.

Sementara itu menurut Dedi Afrizal ( Dogol ), " Dengan Beralihnya Indra J Piliang ( karena Golkar sudah menetapkan Mardison ) mencari kendaraan lain, ini bisa membuat Suara Golkar akan terpecah, IJP Setahu saya sudah membentuk jaringan yang kuat di akar rumput." Ujar Dogol yang mengaku mengamati pergerakan Tim IJP ini memprediksi.

" Yang paling ditakutkan lawan politik adalah jika IJP berpasangan dengan Ibnu Hajar Ketua PAN. Ibnu punya basis masa militan dan sudah terbukti pada Pileg 2009, Ia memperoleh suara terbanyak secara Individual, belum lagi ke Tokohannya sebagai Ketua DPRD Kota Pariaman, ini yang paling ditakuti lawan Politik." Tukuk dogol via telpon semalam.

" IJP Jika maju, dan jika Calon Walikota lebih dari Lima Pasang, maka dengan keyakinan kuat saya katakan Pilkada Pariaman akan dua Putaran, apalagi jika IJP Maju dari partai PAN." tutup dogol semangat.

catatan Oyong Liza Piliang

Leonardy : Pemimpin Pariaman Ke Depan Mustilah Negarawan Yang Baik

Written By oyong liza on Senin, 18 Maret 2013 | 11.39


H.Leonardy Harmainy.S.ip, MH. Dt Bandaro Basa , Politisi Kawakan Sumbar yang juga Pimpinan DPRD Sumbar ini berpendapat, dalam merebut Jabatan Politik diperlukan niat baik yang melandasinya, " Berpolitik jangan saling menyakiti, mulailah dari niat dan hati yang jernih sebab jika kita sudah menjadi Pejabat Publik, kita milik semua Partai dan Golongan, kita musti taat akan kaedah dari tujuan Berpolitik itu dalam artian yang sesungguhnya." Ujar Leonardy di RM Pauh Raya dihadapan Politisi Kota Pariaman, diantaranya Dewi Fitri Deswati, Ligur, Syafinal Akbar dan Lukman.

" Saya melihat Pembangunan Kota Pariaman relatif Bagus, namun tentu ada beberapa kekurangan yang musti disisip, ingat itu dalam hal pembangunan. saya berharap karena Pilkada Kota Pariaman menjelang, Pemimpin kedepan dituntut lebih Interest lagi dalam segala aspek , baik itu Pembangunan Fisik maupun Budaya serta yang tak kalah penting menjaga etika Politik sebagai Negarawan yang baik." Ujar Leonardy yang juga Suami Hj.Ilya Rosa, Putri Alm Kol Anas Malik Bupati Legendaris Pariaman ini.

Lanjut Leonardy menukuk, " Hubungan Harmonis antara Pasangan Kepala Daerah secara Universal akan berdampak baik pada keseimbangan Politik, jika keseimbangan Politik telah terjaga dengan Baik maka Titik Fokus Kepala Daerah dan Legislatif tentu akan lebih Powerfull pada Masyarakat dan itu berdampak Positif pada Rakyat yang di pimpin baik dari segi pembangunan dan aspek lainnya." Jelas salah satu Politisi yang paling disegani di Sumbar ini.

Leo berharap mulailah menjalin komunikasi searah dan dua arah dengan masyarakat dengan kejernihan hati agar terjalin ikatan emosional dengan masyarakat, " Komunikasi dengan Masyarakat musti terus kita jalin, baik Komunikasi searah maupun dua arah ( diskusi ), sebab masukan dari masyarakat mencerminkan persoalan yang sesungguhnya, dari jalinan komunikasi tersebut kita bisa melihat persoalan secara konkrit dan tentu dapat mencarikan solusi yang paling tepat pula untuk hal tersebut." Imbuh Leo yang di amini oleh Dewi.

Terkait Pilkada Kota Pariaman Leo berpendapat ," Siapapun yang terpilih nantinya jadilah negarawan yang baik, Setelah menjabat Walikota dan Wakil Walikota jagalah ke harmonisan.. lepaskan segala kepentingan Partai dan Kelompok, karena setelah terpilih, kita Pemimpin semua orang dan milik semua orang, dengan begitu Kota Pariaman ini akan Ter Urus dengan lebih baik lagi." Tutup Leo tersenyum.

catatan Oyong Liza Piliang

Helmi-Mardison Sudah Final , IJP Maju Dari PAN

Written By oyong liza on Minggu, 17 Maret 2013 | 11.44


Helmi Darlis mengakui dan sangat menghormati keputusan DPP Golkar menetapkan dirinya berpasangan dengan Mardison Mahyuddin sebagai Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pariaman, namun HD Musti menunggu keputusan DPP PKS dahulu, " Kita tunggu keputusan dulu di PKS " Kata HD Singkat via SMS.

Sementara itu Indra J Piliang juga sangat menghormati keputusan DPP yang menetapkan Helmi dan Mardison, " Selamat.. dan saya sangat menghormati keputusan tersebut, sedikit Koreksi Mandat tersebut diteken oleh Cicip bukan Ical. namun ini keputusan resmi DPP Golkar." tulis IJP via BBM Semalam kepada kami.

Datuak Lenggang Basa, petinggi adat Suku Piliang juga menghormati jika Golkar mengusung Helmi-Mardison, namun dengan tegas lenggang berujar, " Itu haknya Golkar, namun saya minta pada seluruh pendukung IJP agar tidak berkecil hati, masih banyak Kapal untuk IJP menuju Pariaman 1 selain Golkar." Ujar lenggang berapi-api.

Pendukung IJP di ranah Sosial media terlihat tidak begitu terpengaruh dengan keputusan tersebut, bagi mereka IJP Musti memimpin Pariaman kedepan, mancaragam komentar pun terlihat  di twitland kami, " IJP - Ibnu Hajar dari PAN " . tulis mereka.

Hasil penelusuran kami IJP memang pernah mendaftar di Partai PAN. Salah seorang pengurus Provinsi Partai berlambang Matahari terbit , Syahril Amiruddin berpendapat, " Partai PAN hingga kini belum final untuk Calon manapun, peluang Buat IJP sangat terbuka lebar, jika IJP Serius ini adalah berita besar dan kekuatan besar jika IJP dipasangkan dengan salah satu kader Potensial kami." Ujar Syahril via Telpon semalam.

Jika benar IJP Digandeng PAN untuk maju dalam bursa Pariaman 1, maka ini tidak bisa dianggap remeh ujar Dedi Afrizal, " IJP punya tim yang solid, jika ia maju dari PAN , dipastikan Pilkada Pariaman akan seru, kekuatan akan berimbang." ujar Dedi memprediksi.

Catatan Oyong Liza Piliang

Akhirnya Mardison Dapat Mandat Resmi Ical , IJP Terlempar

Written By oyong liza on Sabtu, 16 Maret 2013 | 11.41


Mardison secara resmi telah dapat Mandat dari DPP Golkar untuk maju sebagai calon Walikota maupun Wakil Walikota Pariaman periode 2013-2018, demikian kata narasumber kami yang juga pengurus Senior Partai berlambang beringin ini disuatu tempat, " Saya sudah melihat isi dari mandat tersebut. pada intinya DPP Betul-betul mengambil keputusan sesuai dengan mekanisme survey dan tidak bisa di Intervensi pihak manapun." Ujar Narasumber kami yang mewanti-wanti minta namanya di rahasiakan.

Lanjut ia menjelaskan, " Isi mandat tersebut adalah mengacu pada survey. urutan tertinggi hasil survey adalah Helmi Darlis lalu Mardison Mahyuddin kemudian Mukhlis Rahman. atas dasar itulah turun mandat pada Mardison yang diteken langsung oleh Ketum Aburizal Bakri." Imbuhnya menjelaskan.

Mardison berhak mencalonkan diri baik sebagai Walikota maupun Wakil serta berkoalisi dengan Calon yang hasil survey nya tertinggi," Isi mandat tersebut menyebutkan Mardison boleh berkoalisi dengan Calon lainnya, jika Mardison hendak jadi Calon Wakil tentu ia akan melobi Helmi Darlis sebagai Calon Walikota ." Tukuknya serius.

" Sedangkan dengan Mukhlis Rahman , kemungkinan itu sudah tertutup sebab MR sudah hampir dipastikan berpasangan dengan Genius Umar." Jelas Narasumber kami yang juga Tokoh Masyarakat Pariaman ini.

Menurut Azwir D Tara, salah seorang Politisi Senior Di DPP Golkar, tidak mungkin DPP Bisa dikelabui jika survey tersebut dimanipulasi," Azwir D Tara sempat ngomong ke saya, jika survey DPP ini dimanipulasi rasakan saja akibatnya, mandat akan dicabut. kini DPP Sedang menyelidiki laporan tersebut dan menurunkan Tim kebawah, jika ditemukan kecurangan tentu apa yang dikatakan Azwir D Tara tersebut akan diberlakukan." imbuhnya menjelaskan kepada kami jika hasil survey dimanipulasi oknum tertentu.

Mengenai peluang Indra J Piliang untuk maju sebagai pendamping Mardison, narasumber terpercaya kami ini menjelaskan, " Sepertinya setelah Lobi dengan Helmi gagal baru Mardison melirik IJP. Peluang IJP Sangat Tipis untuk maju sebagai Calon Walikota Pariaman, namun IJP Telah dipersiapkan untuk maju sebagai Calon DPR RI Di Dapil 2 ini." tutupnya memprediksi.

catatan Oyong Liza Piliang

Dibalik Niat Calon Walikota Pariaman

Written By oyong liza on Jumat, 15 Maret 2013 | 13.13


Hidup adalah sebuah perjuangan dan Hidup musti berguna , itu kalimat yang acap kita dengar dari Orang Bijak . Jika kalimat itu kita cerna dengan Baik alangkah banyaknya Anasir yang kita dapatkan dari dua baris kalimat tersebut. semisal kita hendak Jadi Walikota berguna, camat berguna, lurah berguna, Kades berguna bagi masyarakat desanya dan jadi Kepala Rumah tangga yang berguna. untuk jadi berguna perlu sebuah perjuangan dan biasanya perjuangan selalu di iringi dengan berbagai cobaan dan pengorbanan.

Saya masih selalu ingat akan kisah Abe Lincoln, Presiden Amerika ke-16 yang membebaskan perbudakan di Amerika, dia berjuang dan mengorbankan nyawanya untuk tujuan mulia tersebut. 


Disini Juga ada Alm Kol Anas Malik, mantan Bupati legendaris di Pariaman ini. dia meninggalkan banyak sekali teladan serta dampak positif bagi masyarakat Pariaman sebagaimana yang pernah saya tulis sebelumnya. Semua itu karena niat beliau memimpin Pariaman dilandasi ketulusan murni untuk membangun sebuah peradaban serta mengenyampingkan Godaan materi yang tiap hari berhasil beliau lalui. dia Kokoh pada Iman dan keyakinan Mulia yang tertanam dalam dirinya. kini kita perlu sosok pemimpin ber-Integritas tinggi semacam Beliau, karena persoalan Pariaman kekinian tak terlepas dari diri Pemimpinya terlebih dahulu yang diragukan Integritas dan dedikasinya.

Kini jelang Pilkada Kota Pariaman. kita disuguhkan Calon pemimpin yang musti kita sendiri yang memilihnya. alangkah Naifnya jika kita pula yang menyesalinya dikelak hari nanti. untuk itu marilah kita sedikit lebih Peka dan Interes pada Nilai-nilai Kebaikan Budi dari para Calon yang tergambar dari Sikap dan tingkah lakunya sebagaimana pepatah Yang Lahir menunjukan Batin.

Kita belajar dan musti hilangkan kebutuhan sesaat semisal dikasih uang untuk memilih Calon tertentu pada hari pencoblosan padahal niat dihati sudah ada yang hendak kita pilih sesuai arahan Hati Nurani kita.

Kesalahan dalam memilih pemimpin lebih berbahaya daripada salah Obat. salah Obat hanya pada yang meminum merasakan dampak Negatifnya, sedangkan salah Pilih Pemimpin banyak Orang yang kena Imbasnya. kebijakan Tidak memihak rakyat kecil, KKN, Salah satu contoh biang Penyakit Peradaban sesungguhnya.

Jelang Pilkada ini marilah kita minum Obat yang benar untuk penyakit Pariaman ke kinian, Jika salah Obat maka kita semua akan bernasib sama menanggungkannya.

catatan Oyong Liza Piliang

Topik Terhangat

postingan terdahulu