Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :

Berita Terpopuler

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Membangun Kepercayaan Diri Daerah

Written By oyong liza on Senin, 22 September 2014 | 22.45




Menjadi warga negara yang baik mudah terucap namun sulit dalam aplikasinya. Menjadi warga negara yang baik ada sejumlah hak dan kewajiban yang harus kita terima dan jalankan. Menjadi warga negara yang baik akan menumbuhkan sikap-sikap negarawan. Jiwa bernegara atau yang disebut negarawan tersebut bukan hanya milik pemangku kebijakan atau kalangan politisi saja, namun bersikap vertikal (tanggungjawab kita kepada Tuhan YME) dan horisontal (ke sesama masyarakat) bagi seluruh rakyat atau bersikap umum dan masif dalam satu kesatuan.

Sebagai warga yang berdomisili di suatu daerah, sikap negarawan dapat kita aplikasikan untuk membangun daerah dimana kita bermukim. Sikap kritis musti kita miliki semata atas dasar kecintaan kita pada daerah bukan demi kepentingan pribadi atau pada satu kelompok saja, tidak boleh di dasari rasa subjektif atau atas dasar suka dan tidak suka yang mengarah pada pribadi perorangan yang kebetulan menjabat sebagai pemangku kebijakan. Jika demikian, apapun yang dilakukan orang tersebut tak pernah elok di matanya jika dia sentimen, atau sebaliknya jika dia orang yang diuntungkan. Orang tipe demikian, bak pepatah, kuniang dek kunik, kambang dek minyak seumpama kajai (gelang karet).

Sikap mengkritisi harus dibarengi sumbangsih pemikiran yang benar-benar murni (pure) untuk memajukan daerah menurut pemikiran kita sebagai orang di luar sistem yang tidak terikat mancaragam aturan yang tentunya praktis menurut pandangan kita namun belum tentu demikian dari sudut pandang pemangku kebijakan yang bekerja menurut aturan undang-undang. Lalu jangan pula bersikap apatis, kemudian hanya pandai mencibir saja seumpama beruk pemanjat kelapa. Rasa memiliki daerah musti kita tuahkan. Peraturan daerah bisa dibuat atas kesepakatan kita bersama, apalagi kurangnya?

Kebenaran yang kita sampaikan baik lisan atau melalui berbagai sarana yang tersedia, jika itu benar, paling tidak akan menjadi bahan pertimbangan utama bagi pemangku kebijakan sebelum mereka terlanjur mengambil keputusan keliru atau bersifat lebih meluruskan bahasa halusnya. Dulu saya pernah mendengar kalimat elok dari berbagai tokoh masyarakat tentang perlunya Spirit Piaman untuk mengembalikan nama daerah sesuai sebutan asli lokal daripada menggunakan bahasa Indonesia yang membelotkan arti lokalnya, seperti nama desa Naras=Nareh, Manggung=Mangguang, dsb sebagai contoh kecil. Namun entah hal tersebut telah mereka sampaikan pada pemangku kebijakan atau belum saya juga tidak tahu, bersebab mereka adalah orang-orang yang memiliki akses langsung ke pemangku kebijakan daerah.

Orang Piaman yang dikenal selalu mengasah dialetika seharusnya melahirkan para pemikir-pemikir daerah produktif. Jangan hanya sekedar menguap di palanta saja bersikeras kareh-mareh arang tanpa ada langkah-langkah aplikatif.

Orang Piaman acap berkata merindukan kemajuan daerahnya dan berharap pemerintah melakukan berbagai upaya terobosan untuk menuju kesana. Hal itu bagus dan sangat memungkinkan diwujudkan di era otonomi daerah sekarang ini. Jika demikian sekarang sudah saatnya satu kesatuan utuh dihimpun untuk menuju ke arah sana agar kesamaan visi tersebut lekas terwujud ibarat lewat di jalur tol. Bebagai kesadaran harus ditumbuhkan bersama-sama se sadar-sadarnya seumpama contoh, jika suatu daerah ingin ekonominya maju, maka daerah tersebut harus ramai dikunjungi terlebih dahulu, setelahnya barulah regulator ekonomi akan berputar. Di daerah yang ramai dikunjungi, musti banyak hal menarik untuk disuguhkan, baik itu alamnya, budayanya, masakannya, keramahtamahan warganya yang saling tunjang-menunjang. Kita sebagai warga daerah semestinya memiliki kesadaran akan hal itu.

Setiap daerah haruslah memiliki keunikan sebagai ciri khas daerahnya. Keunikan bisa bersifat endemik, bisa juga building mark seumpama Jakarta dengan tugu Monasnya, Bukittinggi dengan Jam Gadangnya, dll. Kemudian agar terus menjadi daerah yang tidak membosankan untuk dikunjungi tiap-tiap daerah musti selau berinovasi dengan melakukan berbagai terobosan. Bicara Piaman, orang hanya mengenal Tabuik. Pesta budaya sekali setahun yang sekaligus menjadi ikon utama dan penyedot wisatawan untuk berkunjung. Setelahnya sepi, sebagaimana judul lagu "Piaman Tadanga Langang Batabuik Mangkonyo Rami".
 

Namun demikian, seiring berjalannya waktu, satu persatu spot mulai dibangun di Kota Pariaman yang semoga kelak menjadi ikon baru. Pariaman yang dulunya benar-benar sepi jika tak ada tabuik, sekarang mulai menggeliat ramai meskipun belum bisa dikatakan selalu ramai jika dibandingkan daerah tujuan wisata ternama di tanah air. Kecendrungan positif dan jalan menuju terang mulai terlihat tak terpungkiri. Namun untuk membangun sebuah tradisi baru diperlukan tenaga ekstra karena sebagian dari masyarakat kita beranggapan daerah yang indah dan elok adalah perantauan. Mereka melihat kampung halaman sebagai daerah pelarian semata jika mereka gagal mengadu untung di rantau orang. Mereka selalu mengukur segala sesuatu dengan prinsip-prinsip semu, padahal jika dilihat secara jernih, di daerah seperti kota besar katakanlah Jakarta tingkat orang sangat miskinnya sangat jauh lebih banyak dibandingkan di daerah kita. Oleh karenanya mereka tidak sadar akan potensi daerahnya yang jika optimal mampu jadi ranah sekaligus rantau idaman bagi mereka.

Membangun pemahaman tradisi baru untuk sebuah perubahan bagi kalangan pragmatis kadang persoalan tersulit dibanding pembangunan fisik untuk menuju perubahan itu sendiri. Meskipun kalangan pragmatis terhitung minoritas yang tidak terlalu beresiko jika dilindas, akan tetapi semangat membangun di daerah sekecil Kota Pariaman ini alangkah baiknya berjalan dengan penuh kasih sayang dengan tetap mempertahankan ritme kecepatan.

Catatan Oyong Liza Piliang


Jika Hujan, Solat Idul Adha di Halaman Balaikota Pariaman Akan Dialihkan ke Mesjid Ini




PHBI Pemko Pariaman dengan serius mengadakan rapat pelaksanaan tekhnis menyambut Hari Raya Idul Adha 1435 H/2014 M yang dipimpin oleh Staf Ahli  bidang pemerintahan Setdako Pariaman Efendi Jamal dalam kapasitas mewakili Walikota Pariaman, Senin (22/09/2014) di ruang rapat Balikota Pariaman.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh 
para kepala SKPD dilingkungan Pemko Pariaman, Kepala Kamenag Hendri beserta jajaran, dan Kapolres Pariaman yang diwakili oleh AKP Iswarman (Kasubag Sumda).

Rapat tekhnis yang membahas tentang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1435 H itu memutuskan bahwa Pemko akan melaksanakan dua kegiatan, antara lain, saat malam takbiran dan pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha. 


Disimpulkan, pada malam sebelum pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha, akan diadakan acara takbiran keliling di sepanjang jalan utama Kota Pariaman. Dan pada pagi berikutnya, akan dilaksanakan Sholat Hari Raya Idul Adha di lapangan terbuka halaman kantor balaikota Pariaman yang sangat luas akan diimami oleh KH. Awaluddin, A.MA dengan khatib Drs. KH. Ali Fuddin El- Islami dari Jakarta.

Namun jika cuaca tidak memungkinkan atau turun hujan, kata Efendi Jamal, Shalat Idul Adha akan dilaksanakan di tiga mesjid yaitu, di Mesjid Raya Nurul Islam Kelurahan Jl. Kereta Api, Mesjid Nurul Bahari Kel. Pasir, serta Mesjid Nurul Huda di Kampung Pondok. 


"Meskipun begitu, hari pelaksanaannya Pemko Pariaman menunggu dan mengikuti hasil sidang Isbat pada Kamis, 25 Okober 2014 nanti oleh pemerintah pusat," tuntasnya.     

Salam Pulungan/OLP

Mukhlis dan Ali Mukhni Hadiri Pembukaan Lomba Hitung Uang Cepat

 Pembukaan Pekan Olahraga (POR) BPR Perbarindo se-Sumatera Barat dihadiri oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin, Ketua DPD Perbarindo Sumbar H. Parman, SE,MM dan Koordinator Acara Mardiswar serta atlit BPR se Sumbar.


Walikota Pariaman Mukhlis Rahman membuka secara resmi Pekan Olahraga (POR) BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Perbarindo se-Sumatera Barat di Sport Center Karan Aur Kota Pariaman, Sabtu, (20/9). Iven berlangsung selama dua hari dar tanggal 20 s/d 21 September 2014, memperlombakan enam cabang olahraga dan satu cabang khusus. Kegiatan ini diadakan disamping memupuk semangat sportivitas di kalangan insan BPR sekaligus ajang silaturrahmi tahunan antar karyawan BPR se Sumbar.

Pembukaan POR BPR Perbarindo se-Sumatera Barat itu dihadiri oleh Walikota Mukhlis Rahman,
Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Wakil Walikota Genius Umar, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Ketua DPD Perbarindo Sumbar H. Parman dan koordinator acara Mardiswar, serta para atlit BPR se Sumbar.

Mukhlis dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada Perbarindo yang telah mempercayakan Kota Pariaman sebagai tuan rumah pada POR BPR tingkat Sumbar ini. Kata dia, Pemko Pariaman sangat mendukung berlangsungnya iven ini, sebab menurutnya, membuat Kota Pariaman semakin ramai. Kegiatan seperti ini turut mendukung misi Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata, imbuh Mukhlis.

“Bahkan kalau bisa tahun mendatang, iven ini kembali dilangsungkan di Kota Pariaman. Saat ini olahraga juga merupakan bagian dari pariwisata atau yang lebih dikenal dengan sport tourism," sebut Mukhlis.

Dalam laporan Ketua Panitia Pelaksana POR BPR Perbarindo tingkat Sumbar, M. Ishak menyebutkan iven ini merupakan iven tahunan yang tahun ini berlangsung di Kota Pariaman. Ada enam cabang olahrga yang dipertandingkan pada tahun ini, yakni, Bola Voli, Tenis Meja, Bulutangkis, Futsal, Takraw dan tarik tambang serta cabang khusus lomba hitung uang cepat.

Perlombaan yang berlangsung mulai 20 s/d 21 September 2014 tersebut diikuti utusan dari 99 BPR se Sumbar yang tergabung dalam 9 Dewan Perwakilan (DPK) se Sumbar. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan lomba jalan santai dan malam hiburan dendang kim.


Reza/OLP

Dapat Pelatihan Dari TDC, Komunitas Pemuda Sadar Wisata Siapkan Diri Jadi Tourist Guide Pariaman

Written By oyong liza on Sabtu, 20 September 2014 | 21.40




Komunitas Tabuik Diving Club (TDC) Piaman melakukan kegiatan pelatihan menyelam dasar menggunakan peralatan diving dan snorkeling pada 30 peserta dari berbagai komunitas, diantaranya komunitas surving Pariaman Surver Family, anggota rescue BPBD Kota Pariaman serta tim Ekspedisi Merah Putih Pariaman yang berencana akan mengucapkan ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober di dasar laut Pulau Bando Pariaman. Latihan dilaksanakan di kolam renang Hotel Nan Tongga Pariaman, Sabtu (20/9).

Menurut Ketua TDC Citra Aditur Bahri acara tersebut selain ajang silaturahmi antar komunitas juga menyiapkan generasi muda handal sebagai tenaga pemandu wisata bawah laut, karena menurutnya, Kota Pariaman tidak lama lagi akan menjadi daerah tujuan wisata, dimana wisata bawah laut jadi salah satu primadona.

"Selain ajang silahturahmi kita juga ajang soaialisasi antar komunitas pemuda sadar wisata saling berbagi ilmu dan pengalaman. Harapan kami deman sadar wisata harus ditularkan kepada generasi muda dengan cara merangkul mereka dalam banyak kegiatan bertemakan wisata. TDC bertekad melatih sebanyak mungkin pemuda Pariaman menyelam agar nantinya dapat menjadi tourist guide," kata Citra yang juga kepala UPTD Konservasi Penyu DKP Kota Pariaman yang telah mengantongi sertifikasi menyelam.

Dia menambahkan, pemuda Pariaman harus ditanamkan jiwa rasa memiliki daerah agar sadar dan ikut terlibat untuk memajukan daerahnya, salah satunya membangun dunia pariwisata dengan gerakan nyata.


Sementara itu, Ketua Tim Ekspedisi Merah Putih Pariaman, Hendri Chaniago mengatakan, dengan kegiatan ini para pemuda diyakini menjadi garda terdepan dalam mempromosikan wisata bahari Kota Pariaman, baik melalui pergaulan komunitas, media sosial, maupun dalam berbagai kegiatan lain yang mereka lakoni.
 

Kegiatan TDC ini, kata Hendri, outputnya sangat positif dimana akan lahir pemuda-pemuda pemandu wisata bahari Pariaman yang tidak prematur. 

"Peserta semuanya para pemuda sadar wisata yang haus akan ilmu pengetahuan dan keterampilan penunjang untuk menjadi tourist guide. Dengan aset wisata terumbu karang dan panorama bawah laut kita yang memukau ditambah lahirnya pemandu selam baru, selain membantu pemerintah dalam mempromosikan wisata juga menghasilkan bagi mereka kelak, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga keterampilan menyelam sebagaimana kita ketahui sertifikat penyelam bertingkat-tingkat mulai dari A, A1, A2, A3 hingga sertifikasi B dan B1," kata Hendri yang juga Kabag Humas Pemko Pariaman.

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar sempat datang untuk memberikan dukungan pada peserta latihan menyelam dasar. Dia datang saat hujan turun sangat lebatnya.

"Rencananya pak wawako (Genius) akan bergabung dengan kita. Namun karena kegiatan beliau cukup padat, hal tersebut beliau pending. Namun ada waktunya beliau akan ikut latihan bersama kita," tuntas Hendri.

Oyong Liza Piliang

40 Peserta Diklat Padangpariaman Dipasangkan Blangkon Oleh Bupati Purwakarta

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menerima cendramata dari Kepala BKD Idarussalam ketika menerima peserta Diklatpim IV di Balai Negeri, Purwakarta, Selasa (16/9)

Sebanyak 40 Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV (Diklatpim IV) Kabupaten Padangpariaman diterima langsung oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam rangka benchmarking di Balai Negeri, Pendopo Bupati, Rabu (16/9). Sebelum acara dimulai, peserta diwajibkan memakai "iket" yang dipakai untuk penutup kepala seperti "blangkon" sebagai ciri khas budaya purwakarta.

Peserta diklat terlihat antusias mendengar ekspose Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ketika melakukan benchmarking di Kabupaten Purwakarta. Rombongan peserta Diklatpim IV diterima sebagai tamu kehormatan di Balai Negeri, Pendopo Bupati, Rabu (16/9).

"Selamat datang kepada peserta Diklatpim IV, Para agen perubahan di Purwakarta. Semoga berkesan dan betah selama berada di sini," kata Dedi Mulyadi didampingi beberapa Kepala SKPD.

Selanjutnya dia mengatakan berbagai kebijakan daerah untuk peningkatan taraf hidup masyarakat. Adapun yang pertama dibenahi dalam menjalankan birokrasi adalah merubah pola pikir aparatur dari pola prosedural ke substansial. Artinya, aparatur benar-benar bekerja secara profesional dan mejadi pelayan masyarakat bukan untuk dilayani. Uniknya, bupati lebih mengangkat nilai-nilai budaya sunda dalam bekerja sehari-sehari yang ia namakan Birokrat Culture.

Aparatur diminta memegang teguh nilai-nilai luhur yang telah dirintis oleh nenek moyang. Ia juga menanamkan aparatur yang berbasis air, tanah, udara dan matahari. Artinya, aparatur yang berguna dan berdaya guna bagi negara dan rakyat.

Kata dia, dengan menanamkan budaya culture maka tercipta birokrasi yang cerdas beretika, produktif dan mencintai pekerjaan.

"Saya harap peserta diklatpim IV sebagai motivator bagi rekan-rekan seprofesi. Karena memberikan pelayanan kepada masyarakat merupakan ukuran keimanan seorang PNS. Mari berbuat yang terbaik untuk masyarakat," kata pria energik yang memasuki periode kedua sebagai bupati.

Ditambahkannya, Kabupaten Purwakarta berpenduduk sekitar 900 ribu jiwa dan memiliki APBD sebesar 1,5 Trilyun. Dengan keterbatasan dana, ia fokus pada bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan. Dengan pendidikan gratis sembilan tahun yang telah berjalan saat ini akan ditingkatkan hingga bangku SMU ke depannya. Untuk bidang kesehatan, seluruh masyarakat berobat gratis dengan syarat diinapkan pada ruang klas tiga di rumah sakit.

Ia juga mengadakan 50 unit mobil ambulance dan ke depan menargetkan penambahan 100 unit mobil untuk ditempatkan di setiap kelurahan. Selain itu juga ada program penyediaan air bersih, listrik dan pembangunan infrastruktur jalan serta fasilitas umumnya lainnya.

Ditempat terpisah, Bupati Ali Mukhni apresiasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang konsisten mengembangkan sumber daya aparatur melalui kegiatan diklat, bintek dan sosialisasi yang tentunya sangat dibutuhkan aparatur sipil negara.

Ia mengatakan bahwa peserta diklatpim mulai dari tingkat eselon II, III dan IV adalah orang-orang pilihan. Buktinya, setiap penyelenggaraan diklat di Pusdiklat Kemendagri dan lembaga Administrasi Negara  maka yang meraih juara satu adalah peserta dari Padangpariaman. Seperti Asisten I Anwar, Kepala Bappeda Hendri Satria, Kadis Capil M. Fadhly,  Kabag Ekbang Teguh Widodo, Sekretaris Inspektorat Khairul Nizam, Kabag PDE Rudi Rilis.

Artinya, Padangpariaman memiliki kekayaan sumber daya aparatur yang unggul dibandingkan daerah lain. Untuk itu ia meminta aparatur yang berprestasi tersebut dapat menjadi inovator terhadap kebijakan daerah. Aparatur diberikan kesempatan untuk berkreatifitas seluas-luasnya untuk berinovasi dan kreatif dalam menjalani tugas pokok dan fungsinya.

"Pejabat Eselon IV dipersiapkan sebagai perencana program dan kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Ciptakan inovasi dan kreatifitas dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dari yang rumit menjadi efektif, yang lama menjadi singkat dan yang tertutup menjadi transparan," kata Bupati usai menerima penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Sumbar.

Bupati Ali Mukhni memiliki harapan besar kepada peserta diklat agar membawa perubahan ketika kembali di SKPD masing-masing.

"Tunjukkan bahwa peserta Diklatpim IV adalah orang pilihan yang ditugaskan daerah untuk menimba ilmu dan mengimplementasikan untuk perbaikan kinerja dalam pelayanan kepada masyarakat."

"Selamat berinovasi para agen perubahan Padangpariaman," tuntas Bupati didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Sebelumnya, Kepala BKD Idarussalam melaporkan bahwa peserta diklatpim IV berjumlah 40 orang mengadakan benchmarking ke Kab. Purwakarta. Adapun yang menjadi lokus sebanyak empat SKPD yaitu Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan dan Badan Pemberdayaan Masyarakat.

"Sesuai persetujuan bapak bupati, kita mengadakan benchmarking ke Kab. Purwakarta. Diharapkan peserta diklat dapat menyerap informasi dan terobosan yang dilakukan oleh masing-masing lokus untuk diterapkan di daerah kita," kata pria yang akrab disapa ustadz ini.


HA

Perihal Strategi Terobosan Peningkatan Ketahanan Pangan, Belajarlah ke Ali Mukhni

Written By oyong liza on Jumat, 19 September 2014 | 22.46

Gubernur Irwan Prayitno menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni atas keberhasilan dalam peningkatan produksi beras diatas 5% pada Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 34 tingkat Provinsi Sumbar, Kamis (18/9).


Pada Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 34 Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan di Halaman Kantor Badan Ketahanan Pangan, Kamis (18/9) Gubernur Irwan Prayitno mengapresiasi seluruh stake holders, pemerintah bersama masyarakat dalam memberi motivasi untuk program peningkatan ketahanan pangan di daerah. Kata Gubernur, ketahanan pangan adalah tugas penting yang harus dikerjakan bersama.

Irwan Prayitno menambahkan, roda pemerintahan bisa jatuh karena ketiadaan pangan. Dia juga meminta kepada bupati dan walikota agar memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap peningkatan produksi beras secara sistematis.

Dia menyebut, diperlukan inovasi dan kreatifitas dalam akselerasi ketahanan pangan dengan tujuan untuk menambah kuantitas dan kualitas suatu produk.
 
"Mari tingkatkan koordinasi dinas terkait untuk persamaan persepsi," kata gubernur.

Disaat sama, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni yang pada kesempatan tersebut menerima penghargaan terbaik mengatakan bahwa semua capaian yang diraih terkait ketahanan pangan adalah berkat dukungan semua masyarakat Padangpariaman.

"Alhamdulillah. Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Padangpariaman, khususnya para petani," kata Bupati yang tempo hari meraih penghargaan WTP dari Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri.

Ke depan, kata bupati,  dia optimis peningkatan produksi beras akan jauh lebih baik lagi. Hal itu, sebagaimana sebutnya, didasari dengan adanya pembangunan Irigasi Anai II yang membagi dua daerah Kabupaten Padangpariaman. Irigasi Anai II, imbuh bupati, akan selesai tahun 2015 yang akan mengairi lebih dari tujuh ribu hektar lahan masyarakat.

"Jadi, peningkatan produksi beras bisa diatas 10 persen nantinya pada tahun 2016," ucap bupati.

Keberadaan irigasi Anai II, terang bupati ditemani Kabag Humas Hendra Aswara, akan mengairi lebih dari tujuh ribu hektar sawah masyarakat. Tentunya, tuntas bupati, akan menambah produksi padi di Kabupaten Padangpariaman secara signifikan.

Sementara itu Kadis Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Yurisman mengatakan bahwa produksi beras di Kabupaten Padangpariaman mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dijelaskannya, bahwa jumlah produksi beras pada tahun 2012 sebanyak 251.317 Ton, sedangkan pada tahun 2013 sebanyak 264.818 Ton. Artinya terjadi peningkatan produksi sebayak 5,37% atau 13.501 Ton.

Adapun upaya yang dilakukan dalam peningkatan produksi beras antara lain perbaikan jaringan irigasi, pemakaian pupuk organik, pemakaian benih unggul, pemanfaatan alsintan dan lain sebagainya.

"Sesuai arahan bupati, kami bersama stakeholders akan terus melakukan inovasi dan kreatif dalam peningkatan produksi pangan di Padangpariaman" sebut Yurisman.


HA/OLP

Di Demo PKL, Mukhlis: Saya Sudah Sediakan Tempat Yang Jauh Lebih Bagus, Gandoriah Bukan Pasar




Area Pantai Gandoriah harus bersih dan tertata rapi, bukan tempat berjualan, wilayah ini adalah merupakan ikon wisata Kota Pariaman Kata Walikota Pariaman Mukhis Rahman, selepas senam kesehatan jasmani, Jumat pagi 19/09/14, di Pantai Gandoriah, saat didatangi puluhan pedagang makanan dan minuman yang kemarin lapak dagangannya dibongkar aparat Satpol PP dan Polres Pariaman.

Kepada para pedagang Mukhlis menerangkan, Pemko sudah menyediakan lokasi berdagang yang representatif di Taman Gandoriah, dan selama ini sudah diingatkan agar para pedagang tidak lagi berjualan di lokasi yang dilarang, dikarenakan akan mengangu ketertiban dan kenyamanan pengunjung.

"Lokasi ini bukan pasar, semua pedagang harus ikut aturan, Pemko telah menyediakan tempat sesuai kapasitas," tegas Mukhlis.

Untuk itu, tambah Mukhlis, tidak ada tawar menawar lagi masalah lokasi berjualan karena semua telah disesuaikan oleh instansi terkait.

Mukhlis kembali mengingatkan, wisatawan berkunjung  ke pantai untuk menikmati keindahan dan kebersihan pantai gandoriah.

“Bagaimana wisatawan akan tertarik jika pantai ini tidak tertata rapi apalagi dipenuhi tenda-tenda dan kursi yang berjejeran di sepanjang pantai, apa yang mau dilihat orang,” imbuhnya.

Untuk itu Mukhlis menghimbau kepada seluruh pedagang untuk mematuhi aturan yang telah di buat pemko yang sudah lama disosialisasikan.

“Manfaatkanlah fasilitas yang sudah ada, penataan ini dilakukan untuk kebaikan kita semua, ditambah kualitas dan kehigienisan makanan harus selalu diperhatikan, dengan sendirinya  pantai ini akan jadi favorit,” tutupnya.

Angga

Meski Lancar, Penertipan PKL di Gandoriah Sempat Diwarnai Adu Mulut

Written By oyong liza on Kamis, 18 September 2014 | 19.24






Puluhan lapak pedagang makanan dan minuman "liar" di sepanjang pantai Gandoriah Kota Pariaman digusur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama anggota Polres Pariman, Kamis, 18/9/14. 

Pedagang yang digusur merupakan pedagang yang berjualan di area pinggir pantai yang sudah beberapa kali diperingati oleh Pemko sebagai kawasan bebas PKL.

Meskipun sempat diwarnai adu mulut dengan para pedagang, penggusuran dan penyitaan perlengkapan PKL berlangsung cukup tertib.

Kepala Satuan (Kasat) Satpol PP Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, Pemko Pariaman telah menyediakan lokasi berjulan yang layak bagi para pedagang, namun dengan berbagai alasan mereka menolaknya.

“Para pedagang yang digusur telah melanggar Perda 06 Tahun 2006 tentang K3, sebelumnya kita sudah memberi surat teguran dan peringatan untuk tidak berjualan di lokasi ini, baru hari ini kita ambil tindakan tegas mengusur dan menyita peralatan mereka,” ujarnya.

Lanjut dia, nama-nama para pedagang sudah di data, selanjutnya barang sitaan diserahkan ke pengadilan dan untuk mempertanggung jawabkannya para pedagang harus mengikuti proses persidangan.

“Bagi yang terbukti melanggar Perda akan dikenakan Taindak Pidana Ringan (Tipiring)  sesuai SK Sprindik/01/PPT/SATPOLPP/2014 dengan denda 0-5 juta atau hukuman kurungan 3-6 bulan, hal ini pengadilan yang memutuskan,” tegas Balad.

Dia berharap dengan adanya sangsi tegas itu akan memberikan shock terapi kepada para pedagang untuk mematuhi Perda. Selain itu, imbuhnya, lokasi pantai yang dimanfaatkan untuk berjualan selama ini tidak sesuai peruntukannya, dikarenakan akan menggangu kenyamanan pengunjung serta merusak tatanan kota. 

Angga/editor: OLP

Polisi Lakukan Olah TKP Perampokan di Perumahan Jati Raya Indah Pariaman




Kasus perampokan di rumah Deswarni (44) warga perumahan Jati Raya Indah Pariaman tahap II telah dilaporkan ke Polres Pariaman dengan nomor laporan LP/223/IX/2014/SPK/Polres Pariaman. Laporan diterima langsung oleh Kanit KSPKB Polres Pariaman Aiptu Ramli.

Menindaklanjuti laporan tersebut Aiptu Ramli bersama empat jajaran anggota Reskrim Polres Pariaman langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk olah TKP.

Menurut Aiptu Ramli yang juga warga perumahan Jati Raya Indah Pariaman, rumah warga di komplek perumahan Jati Raya Indah memang sering kemalingan sebelumnya. Namun kata dia, setelah pelakunya tertangkap beberapa waktu lalu, warga komplek mulai merasa aman.

"Ini kejadian baru setelah pelaku maling di komplek ini tertangkap. Dari olah TKP kesimpulan sementara kami pelaku lebih dari dua orang dan membawa turun hasil jarahannya keluar rumah turun dari lantai atas samping rumah yang bersemak dan lapang," kata Aiptu Ramli di rumah Deswarni, Kamis (18/9).

Ramli menambahkan, setelah menerima laporan pihak kepolisian akan bergerak cepat untuk menelusuri jejak perampok dengan menurunkan reserse setelah mempelajari olah TKP.

"Dan sebagai warga komplek saya berharap pelakunya segera tertangkap. Untuk selanjutnya saya menghimbau kepada warga agar lebih waspada dan jangan gegabah meletakan barang berharga yang mengundang perhatian maling. Kemudian jika warga sepakat, mari kita aktifkan kembali ronda," katanya.


Sebelumnya, Kamis subuh (18/9) ketika bangun tidur Deswarni (44) baru menyadari bahwa rumahnya telah dikupak maling setelah mendapati barang-barang berharga milik mereka lenyap dari rumahnya tersebut.


Des menyebutkan, maling tersebut masuk lewat pintu atas rumahnya dengan cara merompak engsel secara paksa, kemudian masuk ke dalam rumah saat penghuni rumah lelap tertidur.

"Total kerugian lebih lima (5) juta rupiah. Sebuah sepeda, laptop merk Acer 10 inch, dan sebuah HP merk Nokia," sebut Des.

Para maling, imbuh Des, menurunkan barang-barang yang dicuri lewat atap rumahnya menggunakan tali jemuran kain di lantai atas rumahnya.

"Ini buktinya tali jemuran kami di potong. Dan mereka membawa serta pisau milik kami yang mungkin dipergunakan untuk memotong tali tersebut," terangnya.

OLP

3 Alasan Wali Peri Cemburu Pada Ali Mukhni

Bupati Ali Mukhni dan Anggota DPRD Padangpariaman Trisuryadi meninjau lanjutan pembangunan gedung BP2IP di Tiram, Kec. Ulakan Tapakis , Selasa (16/9)


Anggota DPRD Trisuryadi mengaku "cemburu" melihat kinerja Bupati Ali Mukhni dalam menjalankan kegiatan roda pemerintahan untuk pembangunan di Padang Pariaman.

Hal tersebut dia sampaikan ketika melakukan kunjungan kerja ke Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilnu Pelayaran (BP2IP) di Tiram, Kec. Ulakan Tapakis, Selasa (16/9). Pada  kesempatan itu dia juga meninjau lokasi pengalihan jalan lintas BIM - Ulakan.

Jangan salah, kecemburuan anggota Trisuryadi tentunya dalam hal positif. Adapun alasan untuk "cemburu" kepada Bupati Ali Mukhni didasari oleh beberapa alasan.

Pertama, Ia melihat bahwa bupati hampir setiap hari berada ditengah-tengah masyarakat sehingga permasalahan dilapangan lebih cepat dia ketahui dari pada dia sebagai anggota DPRD.

"Saya memonitor selalu bahwa bupati setiap harinya berkeliling hingga pelosok nagari sehingga permasalahan yang ada dapat diketahui secara dini dan kemudian dicarikan solusinya untuk kepentingan masyarakat," kata pria yang akrab disapa Wali Peri itu.

Kedua, kata dia, kemampuan bupati membuat kawasan Tiram yang dulunya hanya sebuah daerah biasa saja menjadi daerah "nan tacelak" dan di ketahui oleh dunia internasional.
Sebagaimana diketahui, di Tiram telah digelar ivent internasional yaitu Grand Opening TDS tahun 2014, Festival Pasie dan juga dilengkapi toilet bertaraf internasional. Lewat tangan dinginnya Ali Mukhi telah menyulap Pantai Tiram sebagai tempat wisata yang sudah mendapat tempat tersendiri di hati para wisatawan dalam maupun luar negeri.

Adapun pembangunan mega proyek seperti MAN Insan Cendikia, Jalan Lingkar Duku Sicincin, Main Stadion, Normalisasi sungai dan lain sebagainya menjadi fakta untuk merubah wajah Padangpariaman.

Ketiga, sebut Wali Peri, walaupun intensitas pekerjaan yang sangat padat ternyata Ali Mukhni memiliki fisik luar biasa. Hampir setiap hari nomor orang satu di Padangpariaman itu selalu memutar wilayah padang pariaman untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan tenaga ekstra.  Alhamdulillah, kata Wali Peri, beliau menjalani dengan ikhlas sehingga Allah SWT memberikan kesehatan dan kekuatan yang prima.

"Pak bupati memiliki kekuatan fisik yang ekstra. Mungkin kekuatan itu datang dari Allah Yang Maha Kuasa. Karena bekerja ikhlas dan bersungguh-sungguh memikirkan masyarakatnya untuk kehidupan yang lebih baik," kata anggota DPRD dari Partai Gerindra ini.

Dia mengakui bahwa Ali Mukhni merupakan sosok yang gigih, cepat tanggap dan religius. Ia sangat kagum dengan karakter Ali Mukhni sejak menjabat Wakil Bupati dan ketika itu Ia menjadi walikorong di Nagari Pilubang Kec. Sungai Limau. Ia pun akan mendukung kebijakan dan program pembangunan dalam percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Padangpariaman.

"Saya mengenal pak bupati ini semenjak saya jadi walikorong, pada saat itu pak Ali Mukhni masih Wakil Bupati. Bersama-sama kita doakan beliau selalu sehat dan sukses memimpin padang pariaman kedepan. Amin," doanya.

Bupati Ali Mukhni apresiasi komitmen DPRD dalam mendukung program dan kegiatan pembangunan dalam bentuk nyata. Ali Mukhni menyadari tanpa dukungan dari DPRD dan seluruh lapisan masyarakat maka ia tak akan bisa berbuat apa-apa. Ali Mukhni bercita-cita ingin menjadikan Padangpariaman sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sumbar.

"Alhamdulillah, kami punya motto "dengan kebersamaan kita bangun padang pariaman" bersama DPRD dan dukungan seluruh masyarakat kita wujudkan Padangpariaman sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sumbar ke depan," kata bupati yang meraih penghargaan  dari Menteri Keuangan baru-baru ini.


HA

Topik Terhangat

postingan terdahulu