Hoyak Tabuik Ramaikan Pawai Ta'aruf Pembukaan MTQ Sumbar di Solok
Kafilah Pariaman tampilkan Hoyak Tabuik dan gandang tambue di Pawai Ta'aruf. Foto: istimewa
Pariaman - Ikuti pawai ta'aruf pada MTQ ke-38 tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Solok, Sabtu (15/6), kafilah Kota Pariaman suguhkan arak-arak paling meriah.

Arak-arakan pawai ta'aruf tersebut dimeriahkan gandang tambue dan hoyak Tabuik piaman. Rute yang dilalui mulai dari kantor Walikota Solok hingga ke lapangan Merdeka tempat pelaksanaan pembukaan MTQ ke-38.

Sebelumnya, seluruh kafilah berkumpul di halaman Kantor Walikota Solok dan dilanjutkan dengan pelepasan pawai secara langsung oleh Wakil Walikota Solok, Reiner yang ditandai dengan pengibaran bendera start tanda pawai dimulai.

Turut mendampingi pawai kafilah Kota Pariaman, Kakankemenag Kota Pariaman, M Nur, Kabag Kesra Kota Pariaman, Armaizal, Asisten Walikota Pariaman, Sumiramis, beserta seluruh ofisial kafilah Kota Pariaman.

Kabag Kesra Kota Pariaman, Armaizal mengatakan pawai kafilah Kota Pariaman disambut antusiasme oleh masyarakat Kota Solok.

"Kita sengaja berikan suguhan yang meriah untuk mengarak kafilah. Kita mengusung konsep pawai yang membawa tradisi budaya Pariaman yakni gandang tambue dan hoyak tabuik, karena budaya ini sudah melekat dengan Kota Pariaman dan tidak asing lagi bagi masyarakat di Sumatera Barat," kata dia.

Selain itu, peserta pawai juga menyuguhkan baju tradisional adat Pariaman dengan anak daro dan marapulainya yang menambah semangat peserta pawai ta'aruf kafilah.

Armaizal berpesan kepada kafilah mampu memberikan hasil terbaik bagi Kota Pariaman karena tahun kemarin Pariaman peroleh raihan juara umum II sekaligus sebagai tuan rumah.

"Maka setidaknya pertahankan juara tersebut dan bukan tidak mungkin kita akan meraih juara umum I pada MTQ di Kota Solok ini," ungkapnya. (Erwin)
[Berita Utama] Pemkab Padangpariaman Tindak Puluhan Usaha Tambak Ilegal
DPMPTP dan Pol PP datangi tambak yang tak memiliki izin. Foto: istimewa
Pariaman - Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman, Rudy Rilis tindak usaha tambak illegal di sepanjang Pantai Padangpariaman, Jumat (14/6).

Menurutnya, sejak 2017 DPMPTP telah melakukan berbagai langkah persuasif dalam mengajak dan mensosialisasikan kepada para pengusaha tambak agar segera melakukan pengurusan semua perizinan usaha yang mereka lakukan.

Mulai dari peneguran pertama, teguran lanjutan, sampai melakukan rapat koordinasi bersama, terakhir tindakan penghentian kegiatan tambak ilegal.

“Kita telah melakukan berbagai upaya dan berbagai langkah agar para pengusaha melakukan pengurusan izin hingga akhirnya kita keluarkan tindakan penghentian kegitan bagi usaha yang tidak berizin," kata dia.

Namun dari upaya tersebut tidak terlihat progres yang signikan. Tercatat dari sekitar 20 titik usaha tambak udang tersebut hanya baru ada 3 yang terlihat memiliki itikat baik untuk melakukan pengurusan izinnnya.

"Oleh karena itu ini tidak bisa kita biarkan,” imbuh Rudy

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa perintah penghentian dilakukan atas surat Bupati Padangpariaman Nomor 300/312/DPMPTP/VI-2019 tentang penghentian usaha tambak illega di Padangpariaman yang merupakan tindak lanjut dari surat Setdaprov Nomor 660/627/P2KL&PHL/DLH-2019, tentang hal yang sama.

“Inti dari surat tersebut adalah meminta kepada pengusa untuk melakukan pengurusan izin tambak undang yang dimiliki sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, menghentikan semua kegiatan usaha tambak udang bagi yang belum memiliki izin, dan baru bisa dilanjutkan setelah memilki semua jenis perizinan yang dibutuhkan untuk usaha tambak pembesaran udang,” tegas alumni STPDN itu.

Ia mengaku pihaknya terbuka dan mendukung setiap investasi yang masuk di wilayah Padangpariaman termasuk investasi di bidang tambak pembesaran udang yang saat ini sangat berkembang. Namun dalam pelaksanaannya, kata dia juga harus diikuti dengan dokumen perizinan dan disesuiakan dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Padangpariaman, Rianto mengatakan siap mengawal proses penertiban itu. Sebagai penegak Peraturan Daerah, pihaknya siap mengawal semua proses penindakan.

"Dan kita minta kepada semua pengusaha tambak yang baru akan dimulai untuk menghentikan semua aktivitasnya sebelum mendapatkan izin atau legalisasi. Sementara bagi yang sudah berjalan namun belum juga memiliki izin, kita beri tenggat waktu sampai selesai panen. Dan jika setelah selesai panen, maka segera hentikan dulu aktivitas tambaknya sampai memperoleh izin,” sebutnya.

Kepala Bidang Perizinan DPMPTP Padangpariaman, Heri Sugianto menjelaskan usaha pembesaran udang dengan luas lebih 1 hektar dan di bawah 5 hektare harus mengurus perizinannya agar memberikan kenyamanan dalam berusaha.

Beberapa perizinan yang harus dimiliki, kata Heri Sugianto antara lain Tanda Daftar Perusahaan (TDP)/Nomor Induk Berusaha (OSS), Izin Prinsip kesesuaian tata ruang, Izin Lingkungan, Izin Mendirikan Bangunan, dan izin Pencatatan Usaha Perikanan atau izin usaha perikanan.

“Kita siap memfasilitasi perizinan mereka namun harus sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang diatur oleh undang undang yang berlaku,“ kata dia.

Dio Helza Pratama, salah seorang pemilik usaha tambak yang berlokasi di Nagari Ketaping Kecamatan Ulakan Tapakis, menyatakan siap untuk menghentikan aktivitas tambaknya sementara sampai dengan semua perizinannya selesai.

Bagi tambaknya yang sudah beroperasi berjanji akan menghentikannya sampai setelah panen nantinya - sekitar 3 bulan ke depan. (Tim/Nanda)

Operator Jetsky BPBD Pariaman Kecelakaan Saat Patroli di Gandoriah
Foto ilustrasi/istimewa
Pariaman -  Seorang petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman alami kecelakaan saat melakukan patroli di Pantai Gondariah, Kota Pariaman, Jumat (14/6) sore.

Kecelakaan terjadi saat jetsky BPBD Kota Pariaman yang dioperatori oleh Ronal Natalindo terbalik, karena dihempas gelombang tinggi persis idekat Dermaga Apung Pantai Gondariah.

Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin menerangkan, peristiwa nahas itu terjadi saat Ronal Natalindo melakukan penyisiran di pinggir Pantai Gondariah guna memastikan tidak ada lagi wisatawan atau warga berenang atau bermain di bibir pantai karena gelombang yang membahayakan pengunjung.

"Namun malang, setiba di lokasi jetsky yang digunakannya anggota kami dihembas gelombang tinggi. Akibatnya jetsky tersebut terbalik dan korban terjatuh ke dalam laut," kata Mardison.

Mengetahui kejadian itu, rekan-rekan korban yang melihat kejadian cepat melakukan pertolongan. Korban dievakuasi ke RSUD Pariaman untuk penanganan medis.

Dikatakannya, tindakan yang dilakukan korban merupakan prosedur BPBD Kota Pariaman memastikan tidak ada lagi pengunjung atau wisatawan beraktivitas di dalam pantai. 

Meskipun telah dilakukan patroli manual dengan berjalan kaki, patroli menggunakan jetsky juga dilakukan.

"Kondisi sore hari gelombang cukup tinggi, namun kita tetap harus melakukan sterilisasi pantai dari pengunjung atau masyarakat. Karena jika tidak dilakukan bisa membahayakan," katanya.

Setelah mendapatkan pertolongan awal, korban dirujuk ke RSUP M. Djamil Kota Padang guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Kita instruksikan dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan agar penangannya lebih maksimal. Dari pemeriksaan, paru-parunya banyak kemasukan air laut," kata Mardison yang langsung menyaksikan korban saat dirawat di RSUD Pariaman. (Nanda)
Fitri Nora Ajak Pendukung Prabowo Tonton Sidang MK, Ini Kata Warga
Foto: Nanda
Pariaman - Badan Pemenangan Kota Pariaman (BPK) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ajak pendukung dan simpatisan Prabowo dan Sandiaga Uno menyaksikan sidang permohonan perselisihan pemilihan umum (PHPU) Presiden tahun 2019 yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi, Jakarta hari ini. 

Anggota BPK Prabowo-Sandiaga Kota Pariaman, Fitri Nora mengatakan tim pemenangan, relawan dan pendukung dapat menyaksikan jalannya sidang PHPU di MK melalui siaran yang ditayangkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi swasta di Indonesia.

"Ini salah satu bentuk atau upaya mengawal dan memastikan sidang di MK berlangsung adil. Semua pihak bisa menyaksikan karena ditayangkan di televisi. Nanti kita semua bisa menilai, apakah sidangnya berjalan dengan adil atau tidak," kata di Pariaman, Jumat (14/6).

Ia mengatakan bahwa fakta yang dibacakan BPN Prabowo-Sandi dalam sidang permohonan PHPU, memperjelas bahwa ada indikasi pelanggaran pemilu yang merugikan pasangan Prabowo-Sandiaga.     

"Itu bisa dilihat nanti di persidangan. Banyak fakta yang diungkapkan pada PHPU yang diajukan ke MK," lanjut dia.

Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman ini, mengajak tim, pendukung dan masyarakat di Kota Pariaman tetap tenang dan menunggu putusan akhir oleh Mahkamah Konstitusi.

"Kita taat hukum, kita tetap tunggu dan berikan dukungan kepada kawan-kawan di Jakarta yang sedang berjuang di MK. Kita berdoa saja," imbaunya.

Mahkamah Konstitusi menggelar sidang perdana permohonan perselisihan pemilihan umum (PHPU) Presiden tahun 2019 atau sengketa Pilpres 2019, sejak pagi tadi.

Yos, 41, salah seorang simpatisan Prabowo-Sandi di Pariaman menyebut dirinya tak tertarik lagi pada isu pilpres.

Kata dia, dirinya memilih lebih fokus pada pekerjaan guna menghidupi keluarganya.

"Pilpres sudah usai. Siapapun presiden terpilih itulah presiden kita. Ibarat pepatau Minang, sia laki induak, itu ayah awak (siapa suami ibu dialah ayah saya)," katanya. (Nanda)
Janjikan Bonus Setara Medali Olahraga, Ali Mukhni Lepas 115 Kafilah MTQ Padangpariaman
Foto: Masrudi Suryanto
Pariaman - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni melepas Kafilah Padangpariaman menuju Kota Solok untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-XXXVIII, Kamis malam (13/6). Rombongan kafilah dilepas secara resmi di hotel Al madinah, Pariaman.

Ali Mukhni dalam sambutannya menyampaikan apresiasi bagi pelatih, ofisial dan para orang tua qori dan qoriah yang telah menyiapkan dan mensupport kafilah MTQ Padangpariaman selama ini.

"Terima kasih kepada pelatih dan ofisial serta orang tua yang sudah mendukung dan menyiapkan qori qoriah kita menghadapi iven bergengsi tingkat Sumbar nanti," kata Ali Mukhni.

Bupati yang diprediksi calon kuat BA 1 itu juga apresiasi Pengurus LPTQ Padangpariaman, Bagian Kesra dan seluruh pihak yang ikut mendukung kafilah MTQ.

Ali Mukhni berharap MTQ ke-38 di Kota Solok sebagai puncak pencapaian usaha yang selama ini sudah dirintis kontingen Padangpariaman.

"Bukan hal yang mustahil mencapai posisi puncak MTQ Sumbar karena lintasan sejarah menunjukkan prestasi Padangpariaman selalu naik setiap pelaksanaan MTQ. Tahun 2014 Padangpariaman menepati urutan 15, kemudian tahun 2016 peringkat 8 dan terakhir tahun 2018 meraih peringkat 3," jelas Ali Mukhni.

Peningkatan prestasi tersebut, imbuhnya, tidak terlepas dari keseriusan pihaknya membangun bidang keagamaan di daerahnya. Religius juga merupakan bagian dari visi misi Ali Mukhni.

"Sejak 2014, pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Padangpariaman dari dua kali setahun menjadi satu kali setahun. Pembangunan rumah ibadah serta bantuan kepada guru mengaji menjadi perhatian khusus kami selama dua periode," kata Ali Mukhni yang juga Ketua Umum LPTQ Padangpariaman itu.

Selama perlombaan, ia mengimbau kafilah menjaga nama baik Padangpariaman. Ali Mukhni juga mengingatkan para kafilah untuk selalu menjaga kesehatan dan mengatur pola makan.

"Agar bisa fit selama mengikuti perlombaan. Waktu istirahat jga dijaga," pesannya.

Ia juga mengingatkan qori qoriah meminta restu dari orang tua dan melakukan salat sunat sebelum mengikuti lomba.

Ali Mukhni juga menjanjikan bonus yang nilainya hampir sama dengan bonus peraih medali di bidang olahraga.

Ketua Harian LPTQ, Idarussalam, menyatakan kontingen MTQ Padangpariaman berjumlah 115 orang, terdiri dari 70 qori dan qoirah, 20 pelatih, 22 ofisil, 3 pendamping. 

“Dengan 11 cabang lomba yang akan diikuti,” ungkapnya.

Sebelas cabang lomba yersebut yakni Tilawah, Tartil, Tafsir, Tahfidz, Syarhol, Qira’at, Khutbah Jumat,  M2IQ, Bintang Khasidah, Khat Naskah dan Khat Kontemporer. (Tim)
Asik Berjudi, Walinagari di Kayutanam Diciduk Polisi
Foto: Nanda
Pariaman - HS, 60 tahun, oknum walinagari di Kecamatan 2X11 Kayutanam, diciduk aparat Polsek 2X11 Enam Lingkung Polres Padangpariaman, saat tengah bermain judi kartu remi.

Tidak sendirian, HS diamankan bersama tiga orang pelaku lainnya yakni, M, 45 tahun W, 62 tahun dan S, 56 tahun.  

HS bersama tiga orang pelaku lainnya diamamkan di salah satu warung milik warga di Korong Pasa Tangah Nagari Kayu Tanam Kecamatan 2 X11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, Jumat (14/6) dini hari.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Riski Nugroho mengatakan penangkapan dilakukan di warung milik tersangka S sekitar pukul 00.10 Wib. Penangkapan merupakan hasil penyelidikan kepolisian yang sebelumnya telah memetakan titik rawan terjadinya tindak kriminalitas dan penyakit masyarakat.

"Selanjutnya kami menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan mendapati keempat pelaku. Kita amankan pelaku dan barang bukti," ujarnya.

Menurut AKBP Riski, keempat pelaku tidak dapat mengelak saat anggota kepolisian mendapati keempat pelaku tengah asik bermain kartu remi. Dari meja pelaku, ditemukan sejumlah barang bukti uang tunai sebanyak Rp190 ribu dan puluhan lembar kartu remi.

"Semestinya pejabat harus jadi contoh tauladan bagi masyarakat. Apapun jabatannya, karena ia adalah panutan," pungkas Riski.

Terpisah, Camat 2X11 Kayutanam, Syamsunar melalui sambungan teleponnya membenarkan kabar penangkapan oknum walinagari di Kecamatan 2X11 Kayutanam itu.

Namun, ia belum mendapatkan kabar pasti perihal siapa walinagari yang dimaksud. Pagi ini ia akan berkoordinasi dengan Kapolsek 2X11 Enam Lingkung untuk mendapatkan keterangan terkait penangkapan itu.

"Kita dapat kabar bahwa ada walinagari yang ditangkap kepolisian di Kecamatan 2X11 Kayutanam, tapi saya belum dapat informasi pastinya. Kami ini hendak ke Polsek untuk konfirmasi," katanya. (Nanda)
Penuh Inovasi, Dinas Sosial Padangpariaman Mulai Jadi Rujukan Daerah Lain
Kepala DSP3A Hendra Aswara bersama rombongan studi tiru DPPPA Kota Solok di ruang layanan DSP3A, Pariaman, Rabu (12/6).

Pariaman - Inovasi yang diluncurkan Dinas Sosial Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Padangpariaman mendapat respon positif dari kabupaten dan kota di Sumatera Barat. 

DSP3A dikunjungi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan  Perlindungan Anak Kota Solok yang langsung diterima oleh Kepala DSP3A Hendra Aswara. 

"Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat dari Bapak Kadis Hendra dan jajaran. Kesan pertama kami kantornya luar biasa nyaman, disainnya seperti hotel yang sangat representatif untuk melayanali masyarakat," ujar pimpinan rombongan, Yusnel Faroza du Pariaman, Rabu (12/6).

Dijelaskannya bahwa rombongan sebanyak 10 orang tersebut terdiri dari Kepala Bidang, Kepala Seksi dan staf DPPPa Kota Solok. Adapun maksud kedatangan untuk silaturahim dan berbagi informasi mengenai inovasi dalam percepatan Pengarusutamaan Gender (PUG), Lapau Emak (Layanan Pengaduan Kekerasan Perempauan dan Anak) dan Pusat Layanan Terpadu Penanganan Kemiskinan (Please Care Papa).

"Kami tahu dari media massa dan media sosial bahwa DSP3A Padangpariaman telah melakukan perubahan yang cepat  dibawah kepemimpinan Bapak Hendra," tambahnya. 

Kepala DSP3A Hendra Aswara mengatakan kedatangan DPPPA Kota Solok sebagai bentuk kolaborasi dalam mewujudkan komitmen melayani masyarakat.

"Seperti sering disampaikan Bapak Bupati, bahwa kita menjalin kolaborasi bukan berkompetisi antar kabupaten dan kota di Sumbar," ujar Hendra.

Hendra menyampaikan bahwa desain kantornya memang sudah berstandar sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 mengenai Pelayanan Publik. 

Adanya fasilitas ruang front office, ruang tunggu full AC, bermain anak, ruang, laktasi, ruang pengaduan, ramah disabilitas, kursi bagi berkebutuhan khusus, perpustakaan, minibar dan survey indek kepuasan masyarakat.

"Kita ingin sebagai OPD yang menjadi role model pelayanan publik di Sumbar," ungkapnya. 

Di Padangpariaman, tambah Hendra, terdapat empat OPD yang telah melakukan percepatan PUG dan telah diberikan penghargaan oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Keempat OPD tersebut adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian dan DSP3A. 

"Bapak Bupati memberi reward kepada OPD sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Daerah dalam percepatan PUG dan pelayanan publik terbaik," kata mantan Kabag Humas itu.

Inovasi terbaru, lanjut Hendra, untuk menekan angka kekerasan perempuan dan anak telah dibentuknya Layanan Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak atau Lapau Emak. 

Layanan jni berkolaborasi dengan penegak hukum, psikiater, LSM, pekerja sosial, ruang dunia anak, dalam membantu mengatasi persoalan terkait kekerasan perempuan dan anak.

"Selain menerima pengaduan di kantor, kita juga jemput bola dalam menolong masyarakat yang butuh bantuan," ujarnya didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan, Yultafitri. (Tim).
Bundo Kanduang Sumbar Ingatkan Peran Perempuan Minang Sesungguhnya
Foto: Nanda
Pariaman - Sistim kekerabatan matrilineal di Minangkabau menempatkan perempuan minang terhormat. Untuk itu perempuan minang seharusnya tak lupa dengan karakter dan peran sebagai perempuan di Minangkabau.

Hal itu diungkapkan Bundo Kanduang Provinsi Sumatra Barat Puti Reno Raudha Thaib dalam Kegiatan Halal Bi Halal GOW Kota Pariaman di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (12/6).

"Perempuan minang itu terhormat, seimbang dan berimbang dengan laki-laki. Ibarat dua sisi mata uang, keduanya berdampingan,"ujarnya.

Hal ini sebutnya sesuai dengan ajaran Islam, perempuan pakaian bagi laki-laki (suami) dan laki-laki pakaian bagi perempuan (istrinya).

Hal itulah yang menyebabkan pola pe ndidikan terhadap perempuan minang itu keras. Karena ia merupakan basis atau puncak dalam sistim matrilineal itu.

"Tak salah jika karakter perempuan minang itu perempuan yang tidak cengeng, mandiri, tahu hak dan kewajibannya, tidak menyampaikan permasalahan kaumnya kepada pihak lain. Berwawasan luas dan cerdas," sambungnya.

Jadi, imbuh dia, konsep perempuan Minangkabau akan tercermin dari kelakuannya yang sesuai dengan norma agama, akhlak dan nilai adat atau etika. Perempuan minang orang yang berakhlak keislaman. 

"Intinya pemantapan konsep perempuan Minangkabau mengikuti Adat Basyandi Syara'-Syara' Basandi Kitabullah.  Syara' Mangato Adat Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru," sebutnya.

Dia bilang perempuan minang limpapeh rumah nan gadang, tonggak tuo di keluarganya. Selain itu perempuan minang umbuan puruak pagangan kunci, pemegang harta pusaka di Minangkabau serta pusek jalo penerus yang melahirkan generasi selanjutnya.

Pemaparan Bundo Kanduang yang merupakan keturunan Rajo Pagaruyuang ini disambut antusias Anggota Organisasi Perempuan di Kota Pariaman yang tergabung dalam GOW Kota Pariaman.

Ketua GOW Kota Pariaman, Indriati menyebut sengaja mengangkat tema penguatan karakter perempuan Minangkabau untuk kembali mengingatkan sesama anggota organisasi.

"Kemajuan zaman saat ini memaksa kita serba praktis dan cepat. Terkadang hal ini malah melupakan peran kita sebagai perempuan Minangkabau, dengan kehadiran Bundo Kanduang kita kembali diingatkan tentang hal ini," ujarnya.

Sementara itu Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyudin mengapresiasi kegiatan GOW Pariaman. Karena menurutnya perempuan sangat penting dalam pembangunan Kota Pariaman. 

"Bahkan kesuksesan kami kaum pria tak lepas dari dukungan dari kaum perempuan," ujarnya. (Nanda)
Tinjau Lokasi Longsor, Ali Mukhni Santuni Keluarga Korban
Bupati Ali Mukhni melayat ke rumah korban yang meninggal akibat longsor di Korong Kampung Pinang Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging, Rabu (12/6).

Pariaman - Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni tinjau lokasi longsor dan banjir bandang akibat hujan deras yang terjadi Selasa lalu di Korong Kampung Pinang Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Rabu (12/6).

Akibat longsor mengakibatkan satu orang meninggal dunia tertimbun tanah di rumahnya. Korban bernama Syaril (41), wiraswasta, berhasil dievakuasi tim BPBD dan Tagana dari tumpukan tanah yang jatuh dari tebing belakang rumahnya. 

"Atas nama Pemerintah Daerah dan DPRD, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga khusnul khotimah," kata Ali Mukhni didampingi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hendra Aswara. 

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan logistik, makanan, beras, tenda, matras, selimut untuk korban longsor. 

Usai melayat, Ali Mukhni juga meninjau Cek Dam yang tersumbat di aliran sungai tersebut. Pohon dan sisa kayu menutup penuh aliran sungai yang mengakibatkan air melimpah menggenangi rumah warga hingga satu meter. 

Terlihat Ali Mukhni bersama masyarakat bergotong royong membersihkan kayu-kayu dan memotong menggunakan mesin chainsaw. 

Ia berharap pemerintah provinsi Sumatera Barat segera membangun pengaman tebing sehingga air tidak lagi menggenangi rumah warga. 

Tingginya curah hujan, Ali Mukhni menghimbau masyarakat tetap siaga. Apabila hujan berdurasi lama, maka diharapkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana seperti di pinggir tebing agar segera mengungsi ke tempat yang aman.

"Kepada warga, kami mengingatkan karena masih tingginya curah hujan, dan apabila ada hujan dengan intensitas yang lama agar segera evakuasi diri ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

Kepala BPBD, Budi Mulia mengatakan bahwa jumlah kerugian materi sedang dalam proses pendataan. Hingga saat ini sudah tercatat Rp300 juta kerugian yang ditimbulkan bencana banjir dan longsor.

"Kerugian masih dihitung dan saat ini kita masih standby di lokasi mengingat curah hujan masih tinggi," kata Budi. 

Kepala DSP3A Hendra Aswara mengatakan bahwa terdapat sembilan rumah yang terkena banjir. Saat ini, kata dia sudah diberikan nasi bungkus dan bantuan beras serta lainnya. 

"Kepada korban meninggal kita berikan santunan dan kepada korban banjir kita berikan bantuan logistik," ungkap Hendra. (Tim)
Mardison Imbau Kades Garap Potensi Wisata Desa
Foto: Nanda
Pariaman - Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin minta pemerintah desa serius mengembangkan potensi pariwisata yang ada di wilayah masing-masing. 

Hal itu disampaikan saat Wawako menghadiri serah terima jabatan dari Pejabat Kepala Desa Apar, Afwandi ke Kepala Desa Apar terpilih Hendrick, Kamis (13/6).

"Banyak desa yang memiliki potensi wiasata, tapi perlu dikembangkan. Kita harapkan, pemerintah desa saat ini bisa mengembangkan potensi itu," ujarnya.

Menurut dia, pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat, dapat disinergikan dengan Pemerintah Kota Pariaman.

"Pengembangan dilakukan dengan bersama-sama, Pemko dan desa bisa berbagi tanggungjawab mambangun infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata," katanya.

Mardison menegaskan salah satu arah pembangunan daerah adalah menjadikan Pariaman sebagai kota wisata. Keseriusan itu dapat dilihat dari pembagunan infrastruktur pariwisata yang terus dilakukan.

"Pemko telah mengupayakan menjemput dana pusat untuk pembangunan fisik pengembangan destinasi wisata. Kita terus upayakan mengembangkan potensi wisata yang ada di desa lainnya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Mardison menyebut Desa Apar yang memiliki hutan hutan manggrove di pesisir pantainya, merupakan potensi wisata. Jika dikembangkan dengan serius, bakal memberi dampak ekonomi untuk masyarakat setempat.

"Jika pemerintah desa dan masyarakat serius mengembangkannya, tempat itu akan ramai dikunjungi wisatawan. Tentu ada dampak ekonominya juga di sana, ada peluang usaha masyarakat," sebutnya. 

Di kesempatan sertijab itu, mantan Ketua DPRD Kota Pariaman periode 2014-2018 itu, kembali menekankan agar penyusunan RPJMDesa sinergi dengan RPJMD Kota Pariaman 2018-2023 dan penyusunannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat masing-masing desa. (Nanda)