Pemko Pariaman Akan Bangun Mall Pelayanan Publik
Kepala Dinas Kominfo Pariaman berikan miniatur tabuik kepada Plt Kadis Pariwisata Kota Batam di Batam beberapa waktu lalu. Foto: Nanda
Batam - Pemerintah Kota Pariaman berencana akan membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal. Dalam konsepnya, MPP dilakukan dengan memusatkan seluruh pelayanan publik termasuk perizinan satu pintu dan terintegrasi.

Rencana tersebut merupakan salah satu wacana yang akan dibahas secara matang usai dilaksanakannya studi komparatif Dinas Kominfo Kota Pariaman ke Mall Pelayanan Publik Kota Batam pada 5 Desember 2018 silam.

"Selain menempati bangunan yang representatif yang dapat menampung perwakilan instansi yang dengan masing-masing fungsi pelayanannya, MPP ini harus ditunjang dengan teknologi informasi yang terintegrasi. Seluruh akses data pelayanan tersambung dengan Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK)," kata Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Nazifah.

Menurutnya, jika MPP Kota Pariaman terwujud dipastikan seluruh pelayanan publik akan lebih maksimal. Kemudahan pelayanan tersebut, khususnya jenis perizinan akan menjadi pertimbangan investor yang ingin mengembangkan bisnisnya di Kota Pariaman.

"Akses pelayanan publik, khususnya jenis perizinan ini akan jadi pertimbangan investor untuk mengembangkan bisnisnya di Pariaman. Kemudahan dan kepastian akses pelayanan dan perizinan dapat menjadi daya tarik bagi investor," pungkasnya.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal pemerintah Kota Batam Endi Fauzimar mengatakan Mal Pelayanan Publik Batam berdiri sejak Desember 2017, dan baru diresmikan September 2018 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Katanya, Mal Pelayanan Publik Batam memiliki 445 jenis pelayanan dengan 227 petugas yang terdiri dari 35 instansi pemerintah dan swasta, antara lain pemerintah Kota Batam, Badan Pengusahaan Batam, Kantor Imigrasi Kota Batam, Kementerian Agama, serta Perbankan.

"Mal Pelayanan Publik Batam juga dlilengkapi sarana yang dapat membuat masyarakat merasa nyaman saat berurusan," katanya. (Nanda)
Gabungan Penembak Perangi Hama Tupai di Sikapak Barat
Foto: Nanda
Pariaman - Pemerintah Desa Sikapak Barat dan Polres Pariaman beserta Perbakin Kota Pariaman, gelar kegiatan berburu hama tupai dengan melibatkan komunitas pecinta olahraga menembak di Desa Sikapak Barat, Minggu (9/12).

Dalam kegiatan tersebut, hampir seratusan penembak dari berbagai komunitas di Kota Pariaman dan luar Kota Pariaman ikut berpartisipasi. Antara lain, Selaras Shooting Club (SSC) Pariaman, Texas Shooting Club Pariaman, Garuda Sena Shooting Club dan Elang Sniper Shooting Club.

Dalam kegiatan berburu menggunakan senjata angin laras panjang itu, ratusan ekor hama tupai berhasil ditembak peserta. Banyaknya hama tupai yang berhasil ditembak, sedikit banyaknya mengurangi gangguan hama tupai yang menyerang pohon kelapa warga desa setempat.

"Jika diasumsikan 1 ekor berbanding 1 butir kelapa - jika hari ini dibasmi seribu ekor tupai - asumsinya seribu butir kepala milik warga juga terselamatkan. Kegiatan berburu ini sangat bermanfaat," kata pejabat kepala desa Sikapak Barat, Parmiadi.

Di Desa Sikapak Barat memiliki lahan yang ditumbuhi pohon kelapa lebih dari 10 hektare yang masih produktif atau masih berbuah. Serangan hama hewan pengerat, mengurangi panen butir kelapa yang dimanfaatkan untuk santan ini.

Pemerintah Desa Sikapak Barat juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 juta untuk pelaksanaan kegiatan berburu hama tupai pada 2019 mendatang.

"Kita selenggarakan kegiatannya secara rutin. Selain melalui kegiatan rutin ini, kita dapat mengurangi serangan hama tupai setiap pelaksanaan berburu," kata dia.

Pembina Selaras Shooting Club, Priyaldi mengatakan, kehadiran berbagai komunitas menembak khususnya berburu hama tupai, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Berburu hama tupai tidak dilakukan dalam kegiatan berkelompok saja, kadang waktu senggang anggota berkeliling di lokasinya masing-masing," ujarnya.

Banyaknya komunitas shooting club yang bermunculan, kata dia, menandakan olahraga menembak dan berburu makin digemari. Hal ini dapat diangkat menjadi salah satu iven wisata di Kota Pariaman.

"Ada rencana kita untuk melaksanakan kegiatan dengan mengundang shooting club dari luar Sumatera Barat atau tingkat nasional. Tentunya ini bisa menjadi daya tarik wisata baru di daerah kita," kata dia.

Sebagai komunitas olahraga yang menggunakan senjata angin, ia menekankan kepada setiap anggota untuk tidak melakukan tindakan arogan atau gagah-gagahan.

"Senjata yang dimiliki bukan untuk gagah-gahan, manfaatkan untuk menyalurkan hobi dan membantu masyarakat memerangi hama," pungkasnya.

Kasat Binmas Polres Pariaman sekaligus Ketua Harian Perbakin Kota Pariaman, Iptu Kasman mengatakan jika Perbakin Kota Pariaman ikut melakukan pembinaan terhadap 300 orang anggota komunitas menembak di Kota Pariaman.

Pembinaan dilakukan dengan mengumpulkan anggota komunitas dengan diskusi. Perbakin Kota Pariaman juga melakukan pengawasan dan pengontrolan penerbitan kartu keanggotaan Perbakin Kota Pariaman untuk semua anggota komunitas.

"Kita terus lakukan pembinaan agar tidak terjadi penyalahgunaan senjata angin untuk olahraga berburu. Kami juga kontrol penerbitan kartu dan registrasi senjatanya," pungkasnya. (Nanda)
Ali Mukhni, Bupati Paling Inovatif Kedua Nasional Sesudah Bupati Banyuwangi
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan penghargaan kepada Bupati Padangpariaman Ali Mukhni yang meraih peringkat dua penganugerahan IGA 2018. Foto: Hendra
Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berikan penghargaan kepada kepala daerah inovatif pada malam penganugerahan Innovative Government Award 2018. Kabupaten Padangpariaman meraih peringkat dua dalam ajang yang dihelat setiap tahunnya oleh Kementerian Dalam Negeri tersebut.

"Selamat kepada peraih penghargaan, lanjutkan berinovasi untuk service excellent kepada masyarakat," kata Tjahjo Kumolo di Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (7/12).

Tjahjo meminta agar kepala daerah tidak takut berinovasi karena sudah ada jaminan perlindungan hukum.

Perlindungan hukum bagi penyelenggara inovasi daerah menurut Tjahjo, diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. UU itu diikuti dengan keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah

"Berkaitan dengan inovasi yang kemungkinan berimplikasi hukum, para kepala daerah tidak perlu khawatir," tambahnya.

Dalam peraturan tersebut, mekanisme penyelenggaraan inovasi daerah yang terkait dengan penggunaaan anggaran, sudah diatur sesuai dengan tata administrasi keuangan yang berlaku. Selain itu, sudah dibuat juga nota kesepahaman (MoU) antara Mendagri, Jaksa Agung dan Kapolri agar tidak ada lagi hambatan dalam melakukan pembangunan.

"Ketertinggalan pembangunan sebuah daerah akan difasilitasi percepatan pembangunannya melalui replikasi inovasi daerah yang telah menjadi best practise dengan memodifikasi inovasi tersebut sesuai kearifan lokal daerah-daerah tersebut," ujar Tjahjo.

Sementara itu mekanisme penilaian Innovative Government Award dilihat dari tiga hal yaitu aspek kuantitas, aspek kualitas, dan aspek manfaat. Semuanya didasarkan pada lima kriteria inovasi daerah.

Lima kriteria yang dimaksud pertama, mengandung pembaharuan seluruh atau sebagian unsur dari inovasi. Kedua, memberi manfaat bagi daerah atau masyarakat. Ketiga, tidak mengakibatkan pembebanan atau pembatasan pada masyarakat yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan. Keempat, merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan kelima, dapat direplikasi.

Ada 5 gubernur, 10 bupati dan 10 walikota yang menerima predikat pemerintah daerah inovatif dalam IGA 2018.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri Dodi Riyatmadji, mengatakan pelaksanaan IGA dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari penjaringan profil inovasi daerah hingga presentasi kepala daerah dan temuan lapangan.

Tiga besar provinsi yang mendapat predikat Pemda Inovatif adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Sementara tiga besar kabupaten yang meraih predikat inovatif yakni Kabupaten Banyuwangi, Padangpariaman dan Banggai.

Sedangkan untuk tingkat kota, predikat sebagai daerah inovatif diberikan kepada Kota Bandung, Makassar dan Bogor.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh aparatur dan dukungan masyarakat ranah - rantau. Sejak awal memimpin, ia selalu utamakan inovasi dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Di Padangpariaman kita punya motto Tiada Hari Tanpa Inovasi. Tinggalkan birokrasi yang jadul, beralih ke era modern yang serba cepat, mudah dan akuntabel," kata Bupati yang juga Peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Penghargaan IGA 2018, kata Ali Mukhni, penghargaan kolektif untuk seluruh aparatur Padangpariaman. Sekaligus menjadi pemacu untuk lebih amanah membangun daerah untuk berinovasi mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan rakyat demi kemaslahatan masyarakat daerah.

Orang nomor satu di Padangpariaman itu mengakui daerahnya telah menjadi rujukan nasional dalam inovasi pelayanan. Seperti pelayanan kependudukan dan catatan sipil, kesehatan, perizinan, infrastruktur, penanggulangan bencana dan lainnya.

Inovasi yang dilahirkan banyak yang direplika untuk program nasional. Seperti Papa Sehat yang dijadikan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Juga layanan Disdukcapil yang yang rujukan nasional yang sering meraih penghargaan daerah maupun nasional.

Kemudian juga bidang perizinan yang telah berhasil meningkatkan investasi, menambah  pendapatan asli daerah hingga tiga kali lipat dan mendukung program pengentasan kemiskinan.

"Artinya, inovasi memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah serta bisa direplika oleh daerah lain," kata dia. (Tim)
Selain Minimnya Hotel, Anggaran Promosi Wisata Pariaman Masih Terbilang Rendah
Kepala Dinas Kominfo Pariaman Nazifah berikan miniatur tabuik kepada Plt Kadis Pariwisata Kota Batam. Foto: Nanda
Batam - perkembangan sektor pariwisata Kota Batam tidak terlepas dari keseriusan pemerintahannya dalam mempromosikan pariwisata daerah tersebut.

Pemerintah setempat menyadari jika perkembangan pariwisata tidak hanya dengan meningkatkan aksessibilitas, amanitas dan atraksi pariwisata saja.

Lebih dari itu, promosi pada sektor ini - terutama pada iven pariwisata - adalah bagian terpenting untuk mengundang wisatawan datang ke Kota Batam.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata mengatakan, keseriusan Pemko Batam mempromosikan pariwisata dapat dilihat dari besarnya anggaran yang dialokasikan untuk promosi pariwisata, khususnya iven wisata.

"Pemko mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,5 miliar untuk membiayai kebutuhan promosi wisata Kota Batam," kata dia saat pertemuan dengan rombongan studi komparatif Dinas Kominfo Kota Pariaman di Kota Batam, Rabu (5/12) lalu.

Besarnya alokasi tersebut, sebahagian besar digunakan untuk membiayai kegiatan promosi 70 lebih iven wisata yang digelar di Kota Batam setiap tahunnya.

Dijelaskannya, promosi satu iven wisata tidak cukup hanya dengan sekali promosi saja. Pihaknya melakukan tiga tahapan promosi wisata dengan konsep Pra, On dan Paska atau POP.

"Promosi kita lakukan sebelum, sesaat dan setelah penyelenggaraan iven wisata dengan persentase anggaran sebesar 50 persen pada sebelum digelarnya iven, 30 persen pada saat kegiatan dan setelah kegiatan berakhir pun, kita tetap promosi dengan persentase anggaran 20 persen," jelasnya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Nazifah mengatakan, konsep promosi wisata akan menjadi salah satu model peningkatan promosi pariwisata Kota Pariaman ke depan. Besarnya alokasi anggaran promosi wisata, juga dapat diadopsi agar iven wisata Kota Pariaman makin ramai dikunjungi wisatawan.

"Konsep ini sangat tepat. Kita akan coba diskusikan bersama agar konsep seperti ini dapat didukung dengan anggaran," katanya.

Menurutnya, promosi iven wisata juga harus didukung oleh masyarakat Pariaman. Kemajuan teknologi informasi dan media sosial, dapat dimanfaatkan warga Kota Pariaman untuk memaksimalkan promosi wisata daerahnya.
 

Menurutnya, Pemko Pariaman sangat serius mengembangkan sektor pariwisata yang diharapkan akan menjadi sumber pendapatan utama Kota Pariaman. Di sisi sarana dan prasarana, berbagai fasilitas penunjang pariwisata telah dibangun oleh pemerintah.

Hanya saja, lanjut dia, aksessibilitas wisata, seperti jumlah hotel yang masih minim, menjadi salah satu kendala yang dihadapi pemerintah.

"Kamar hotel yang ada di Kota Pariaman saat ini belum sebanding dengan jumlah wisatawan yang tiba di Kota Pariaman. Kita terus upayakan agar investor ikut membangun hotel di tempat kita," sebutnya. (Nanda)
Kebakaran Samping Stasiun Pauhkambar Hanguskan Rumah dan Gudang
Foto: Nanda
Pauhkambar - Satu unit bangunan rumah dan gudang yang terletak dekat stasiun kereta api di Korong Pasa, Nagari Pauhkambar, Kecamatan Nan Sabaris, Padangpariaman ludes terbakar, Minggu (9/12).

Bangunan yang ditempati oleh dua kepala keluarga yakni, Ajo Win (70) dan Afrizal (54), habis terbakar. Tidak banyak harta  benda yang terselamatkan oleh penghuni rumah.

Sejumlah perabot seperti TV, kulkas, dan ijazah ikut terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Salah seorang penghuni rumah, Deni (19), mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 Wib, di saat penghuni rumah sedang beristirahat siang.

"Saya melihat kepulan asap bagian loteng rumah. Setelah kami lihat, apinya langsung membesar," kata dia.

Tiga puluh menit berselang, Damkar dari Kabupaten Padangpariaman, Kota Pariaman dan Kabupaten Agam tiba di lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan satu jam kemudian.

Belum ada penyebab pasti kebakaran tersebut. Hingga saat ini, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (Nanda)
Dihibur Artis KDI, NMax Rider Rayakan Hari Jadi di Pantai Kata
Foto: Nanda
Pantai Kata - Komunitas Pariaman NMax Rider Sumatera Barat memperingati jadinya yang pertama, Sabtu (8/11) di Pantai Kata, Pariaman.

Founder NMax Rider Indonesia Kong Har, Walikota Pariaman Genius Umar, Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin dan Anggota DPR RI Jon Kenedy Azis, menjadi saksi perayaan hari jadi komunitas yang disingkat Paramexs Rider itu.

Selain diisi oleh artis kenamaan seperti Tari KDI dan banyaknya hadiah, ramainya komunitas NM Rider dari luar Pariaman dan Sumatera Barat membuat perayaan makin meriah.

Setahun berdiri, komunitas ini terus berkomitmen menjadi mitra mendukung program pemerintah dalam segala bidang.

Perayaan satu tahun berdirinya komunitas itu diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain bedah rumah tidak layak huni di Kecamatan Lubuk Alung Padangpariaman, dan penyerahan bantuan untuk anak yatim di Panti Asuhan.

Pariaman NMax Rider terbentuk pada 10 Desember 2017 silam, yang ditandai dengan konvoi pengguna sepeda motor dan ditutup dengan deklarasi pendirian komunitasi di kawasan wisata Puncak Lawang, Kabupaten Agam.

Ketua NMax Rider Pariaman Ipda Afrizal Zahar mengatakan, berdirinya komunitas Pariaman NMax Rider mulai mengikis pandangan masyarakat terhadap komunitas sepeda motor yang kerap dicap ugal-ugalan.

Anggapan buruk masyarakat terhadap komunitas sepeda motor mulai hilang dengan kehadiran NMax Rider. Salah satunya disebabkan banyaknya kegiatan positif dan bakti sosial yang dilakukan komunitasnya.

"Dulu klub sepeda motor seringkali dicap negatif. Kadang dilabeli ungal-ugalan, komunitas yang mengganggu ketertiban lalulintas," katanya.

Ia menyebut terdapat empat konsep fokus kegiatan komunitas Pariaman NMax Rider agar lebih dapat berkembang di tahun mendatang.

Empat konsep itu, antara lain, silaturahmi untuk mencari keluarga. Kegiatan touring bersama-sama menggunakan sepeda motor dapat memperbanyak keluarga dan kawan baru. Kedua, komunitas yang ia pimpin berkomitmen menjadi pelopor keselamatan lalu lintas, yang ditandai dengan mewajibkan seluruh anggota komunitas tertib berlalu lintas.

"Konsep lainnya adalah Paramex peduli, dengan melakukan kegiatan sosial dan konsep menjadi agen pariwisata dengan memperkenalkan objek wisata Kota Pariaman dan Padangpariaman dalam setiap kunjungan di daerah lain. Kami rencanakan akan menyelenggarakan acara perkumpulan yang sama tingkat nasional di Pariaman," ulasnya.

Founder NR Indonesia, Kong Har mengatakan jika komunitas NM Rider Indonesia berkembang pesat di seluruh daerah di Indonesia. Khusus di Provinsi Sumatera Barat, memiliki perkembangan yang pesat dibandingkan daerah lain.

Ia menekankan agar komunitas NMax Rider tidak membuat aturan yang terlalu mengekang anggota. Alasannya, berdirinya komunitas juga untuk silaturahmi usai dipenatkan dengan urusan rutinitas. Silaturahmi menjadi tujuan berdirinya komunitas yang memiliki slogan "Ride Together Brother 4Ever" ini.

"Anggota NMax bukan pelajar, rata-rata memiliki kesibukan dengan beragam latar belakang sosial. Jangan ada aturan yang membuat anggota tidak nyaman, kita di sini untuk bernyaman-nyaman," ujarnya.

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Jon Kenedy Azis menyebut peran komunitas sangat membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan sosial.

"Jika semua komunitas melakukan aksi peduli seperti yang dilaksanakan saat ini, tentu penangangan permasalahan sosial akan lebih cepat," kata anggota komunitas Harley Davidson Jakarta ini.

Walikota Pariaman Genius Umar juga aktif di komunitas sepeda motor tersebut. Sebagai salah seorang anggota komunitas Paramex Rider, ia merasakan keakraban yang kental antara sesama anggota .

"Kami dulu mendaftar ke KPU saat pilkada 2018 diantar oleh kawan-kawan Paramexs Rider, suasana keakraban begitu terasa," kata dia.

Berkembangnya komunitas Paramex Rider, sebut Genius, dapat menjadi bagian dari upaya pemajuan pariwisata Kota Pariaman. Komunitas yang ada di seluruh Indonesia harus diajak datang ke Kota Pariaman.

"Karna saya dan wawako adalah bagian dari anggota komunitas ini, kami berharap upaya meningkatkan pariwisata Kota Pariaman dapat didukung," pungkasnya. (Nanda)
Genius Minta Desa Buat Perdes Kuatkan Perda 'Anti LGBT dan Waria' di Pariaman
Foto: Nanda
Pariaman - Forum Generasi Berencana (GenRe) Kota Pariaman deklarasikan menolak LGBT di Kota Pariaman, Sabtu (8/12). Pembina Forum GenRe Kota Pariaman Desri Wenita, mengatakan jika deklarasi tersebut merupakan komitmen anak muda Kota Pariaman menolak keberadaan LGBT di Kota Pariaman.

Selain mengkampanyekan tentang ajakan untuk tidak menikah di usia dini, menjauhi pergaulan bebas dan penyalahggunaan narkoba, Forum GenRe Kota Pariaman juga mensosialisasikan tentang bahaya dari perilaku seksual yang menyimpang.

Sosialisasi Forum GenRe menyasar siswa SMP dan SMA sederajat yang ada di Kota Pariaman. Selain Forum GenRe, pihaknya juga mengajak komunitas anak muda ikut andil mengkampanyekan menolak LGBT.

"Kita sangat apresiasi dengan Perda Kota Pariaman tentang Trantibmum yang juga memasukan pasal larangan asusila LGBT. Kami juga terus mengkampanyekan penolakan terhadap LGBT," kata dia di sela-sela sosialisasi program GenRe dan Satuan Karya Pramuka Kencana tingkat Provinsi Sumatera Barat t2018.

Ia memandang pemberian sanksi sosial yang tegas terhadap pelaku LGBT perlu dilakukan agar perilaku menyimpang tersebut tidak meluas. Ia berkata, sanksi sosial terhadap pelaku LGBT beragam, mulai dari diusir dari kampung hingga pemberian sanksi hukuman yang tegas.

"Bagi saya perlu ditegaskan dengan sanksi sosial, regulasi turunan dari Perda ini perlu dibuatkan," pungkasnya.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan Pemko Pariaman telah mengeluarkan Perda Trantibmum yang memasukkan 2 pasal yang melarang tindakan asusila LGBT dan Waria di Kota Pariaman.

Lahirnya Perda tersebut disebabkan kekuatiran masyarakat Pariaman terhadap perkembangan LGBT yang terjadi belakangan ini.

Ia mengatakan, Perda Kota Pariaman tentang Trantibmum masih bersifat makro dan belum terperinci. Diharapkannya, pemerintah desa dapat memperkuat aturan tersebut dengan membuat Peraturan Desa.

"Beberapa desa telah berkonsultasi untuk memasukkan pasal tentang larangan asusila LBGT dan Transgender dalam Perdes Trantimbum. Aturan pelarangan ini juga bisa diatur dengan pemberian sanksi sosial di desa masing-masing," pungkasnya.

Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Nofrijal, mengatakan pihaknya mendukung Perda Kota Pariaman tentang Trantibmum memuat pemberian sanksi terhadap asusila LGBT dan Transgender.

Ia mengatakan, salah satu tujuan dibentuknya Forum GenRe adalah untuk mencegah perilaku seks yang menyimpang.

"Apakah itu menyimpang menurut norma hukum, norma nilai, norma sosial ataupun penyimpangan secara biologis, sosiologis, psikologis dan anatomis (LGBT). Kita sudah sejak dulu melakukan pencegahan itu," ujarnya.

Menurut mantan kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat ini, pelaku LGBT ingin memassalkan keberadaannya hidup di lingkungan masyarkaat dan menargetkan dapat melakukan pernikahan sesama jenis.

"Inikan tidak cocok, apalagi di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat," ulasnya.

Nofrijal juga berharap Perda Kota Pariaman tentang Trantibmum yang memuat sanksi bagi pelaku asusila LGBT dan Transgender didukung oleh semua pihak.

"Kita berharap Provinsi Sumatera Barat dan kabupaten atau kota lain di Sumatera Barat perlu memperkuat Perda ini. Masyarakat juga harus mendukung Perda tersebut," katanya.

Ia mengatakan, rencana pemerintah desa di Kota Pariaman membuat Peraturan Desa yang melarang LGBT adalah langkah tepat. Aturan yang tersebut akan lebih efektif mencegah meluasnya perilaku seks yang menyimpang.

"Posisi BKKBN melakukan pencegahan LGBT melalui pembinaan keluarga. Kami terus sosialisasikan ini," pungkasnya. (Nanda)
Direkomendasikan BKPM, DPMPTSP OKU Belajar ke Padangpariaman
Kepala DPMPTP Padangpariaman Hendra Aswara menyambut rombongan studi tiru dari DPMPTSP OKU di Kantornya, Pariaman, Kamis (6/12). Foto: istimewa
Pariaman - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padangpariaman yang mendapat peringkat terbaik pelayanan publik dari KemenPAN RB, kini menjadi referensi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu daerah lainnya di Indonesia.

Hal itu disampaikan Asisten 2, Fahruddin Rozi, dan Kepala DPMPTSP Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan, Hakim Makmum, ketika berkunjung ke DPMPTP Padangpariaman, Kamis (6/12).

Studi tiru dilakukan untuk melihat langsung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Berusaha Terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).

“Kami direkomendasikan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) untuk studi banding ke sini, khususnya menyangkut pelaksanaan program OSS," kata Fahruddin Rozi, usai disambut oleh kepala, kabid, kasi dan staf DPMPTP Padangpariaman.

Sebenarnya, imbuh Fahruddin, pihaknya sebelumnya sudah melakukan studi banding berkaitan inovasi DPMPTSP ke Riau. Namun pihaknya merasa materi yang diperoleh lebih lengkap di DPMPTP Padangpariaman.

“Kami pasti terapkan apa yang telah kami dapatkan di sini. Walaupun tidak sama atau kami inovasikan lagi,” ujar Fahruddin mendapat anggukan dari Hakim Makmum, beserta stafnya yang lain.

Hakim Makmum mengatakan, pihaknya melihat DPMPTP Padangpariaman sangat bagus dalam pelaksanaan program OSS. Untuk itu, pihaknya tertarik melakukan studi banding ke daerah yang dipimpin oleh Ali Mukhni dan Suhatri Bur itu.

Kepala DPMPTP Padangpariaman Hendra Aswara mengatakan, kedatangan Asisten 2 dan Kepala DPMPTSP Kabupaten Ogan Komering Ulu beserta jajaran, turut menguntungkan bagi pihaknya. Sebab mereka bisa saling berbagi pengalaman di bidang penanaman modal, perizinan, ataupun, perindustrian.

“Sebenarnya pertemuan ini kan momen kita bisa saling berbagi. Kami tentu juga butuh ilmu dan pengalaman dari Pemkab Ogan Komering Ulu,” kata mantan Kabag Humas Pemkab Padangparaman itu.

Hendra menjelaskan, pihaknya memang sudah menjalankan program OSS. Bahkan, sudah 374 permohnan izin masuk melalui OSS. Sedangkan yang sudah ditindaklanjuti pihaknya sebanyak 206 dokumen.

“Kita lahirkan program yang namanya Papa Joss, pertama di Sumbar. Tujuannya untuk asistensi pelaksanaan program OSS ini. Jadi, inovasi program kita itu dapat langsung memandu pihak investor atau pelaku usaha dalam pengurusan izin melalui OSS,” ujar Hendra.

Ia menambahkan bahwa program itu mampu berjalan dengan maksimal lantaran didukung program inovasi yang terkonsep dan manajerial yang baik.

“Setiap inovasi kita itu kita buatkan bukunya. Semua dipaparkan di sana. Mulai dari susunan petugas, regulasi, pelaksanaan, hingga penganggaran secara mendetail. Makanya kita menjadi mudah,” ujar Hendra.

Inovasi yang ada di DPMPTP Padangpariaman akan direplika oleh DPMPTSP OKU. Seperti Ajep Papa (Antar Jemput Perizinan), Sejati (Sehari Jadi Gratis), Panter Darat (Pengaduan terintegrasi dengan Inspektorat, Terasi (Tracking Izin Onlie, Besan Pos (Bekerjasama dengan PT Pos), Sinaro (Sistim perizinan berbasis android), dan Tamu Kece (Konsultasi Bisnis Pemula dan Weekend Service).

"Insya Allah, tanggal 11 Januari 2019, kita adakan kerja sama seiring hari jadi ibukota kabupaten Padangpariaman," pungkasnya. (Tim)