Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :

Berita Terpopuler

PU/Pimred Oyong Liza Piliang, PJW Iwan Piliang, Reporter, Nesya, Hendra, Angga, Nanda, Hendri, Reza. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Awasi Kecurangan, Ujian CPNS 2014 Padangpariaman di Kampus UPI Dipantau Sekda

Written By oyong liza on Jumat, 31 Oktober 2014 | 10.04




Pelaksanaan ujian tes CPNS formasi tahun 2014 Kabupaten Padangpariaman berjalan lancar, aman dan terkendali.

Jumlah peserta yang mendaftar sebanyak  lebih dari 1200 orang. Sedangkan yang lulus seleksi administrasi sebanyak 670 orang. Tes dilaksanakan selama 2 hari berlokasi di Kampus UPI "YPTK" Padang.

Hari pertama ujian tes CPNS di khususkan untuk pelamar dari D3. Jumlah peserta tes sebanyak 387 orang dibagi 4 sesi. Sesi 1,2,3, sebanyak 100 orang dan sesi 4 sebanyak 87 orang. Dari Jumlah yang terdaftar pada panitia yang tidak mengikuti tes ujian tersebut adalah sebanyak 69 orang.

Pada hari kedua pelaksanaan ujian, jumlah yang terdaftar sebanyak 283 orang kesemuanya dari pelamar S1. Kembali dibagi menjadi 3 sesi, pada sesi 1 dan 2 100 orang peserta, dan sesi ke tiga sebanyak 83 orang.

Diketahui, pada hari kedua ujian, peserta yang tidak hadir sebanyak 14 orang. Sekda Padangpariaman didampingi Kepala BKD Padangpariaman ikut hadir dan memantau pada kesempatan itu. 

"Bertujuan untuk menghidari terjadinya kecurangan. Panitia sudah melakukan beberapa tindakan pencegahan. Antara lain, setiap peserta diwajibkan mencelupkan jarinya kedalam tinta khusus yang di sediakan. Tinta ini mirip tinta pemilu. Selain itu juga dilakukan pengecekan KTP dan pencocokan foto dan wajah. Kelulusan 100% murni tanpa intervensi dari pihak manapun, dan tanpa dipungut biaya apapun. Selesai tes, peserta langsung tahu mereka lulus atau tidak," tutur Kepala BKD.

HS

Nasbi Putra Sahdil Ketua PK PMII STIKIP Nasional Pauhkamba

Ketua Umum PMII Padangpariaman Rodi Indra Saputra bersama pengurus PK PMII STIKIP Nasional.
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Padangpariaman bentuk  Pengurus Komisariat PMII di STIKIP Nasional, Pauhkamba, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. PK PMII ini diketuai Nasbi Putra Sahdil mahasiswa semester III Jurusan PGSD.

Ketua Umum PC PMII Padangpariaman Rodi Indra Saputra, Kamis (30/10/2014) di sekretariatnya di kawasan Lubuk Alung menyebutkan, kepengurusan PK PMII STIKIP masa bakti 2014-2015 itu berhasil dibentuk Rabu (29/10/2014) kemaren di kampus STIKIP Nasional Pauhkamba. 

Dikatakan, Nasbi didampingi pengurus lain masing-masing Ketua Internal Januari Hidayat, Sekretaris Merini Malasari, Bendahara Afriyanti dan Koordinator Antar Kampus Muhammad Guntur. 

“Kehadiran PK PMII STIKIP Nasional ini merupakan PK kedua di lingkungan PMII Padangpariaman setelah PK STIKIP YDB Lubuk Alung,” kata Rodi.

Menurut Rodi, PMII Padangpariaman terus berupaya mengembangkan PMII di Padangpariaman.  Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus diberi ruang untuk menyiapkan dirinya melalui wadah berorganisasi. Untuk itu, PMII Padangpariaman siap menjadi wadah mahasiswa berproses. “Kami pun menghimbau mahasiswa di Padangpariaman untuk bergabung dengan PMII,” kata Rodi menambahkan.

Sementara itu, Ketua PK PMII Nasbi Putra Sahdil siap untuk mengembangkan PMII di kampusnya. Langkah awal PMII STIKIP Nasional bakal mensosialisasikan diri dikalangan mahasiswa STIKIP Nasional. Salah satu yang akan dilakukan adalah Masa Penerimaan Anggota Baru  (MAPABA) secepatnya. 

“Potensi mahasiswa untuk bergabung dengan PMII cukup besar. Di STIKIP Nasional sendiri diperkirakan  lebih 500 orang mahasiswa.  Mudah-mudahan dengan sosialisasi nantinya bakal banyak mahasiswa yang mau bergabung dengan PMII,” tambah Nasbi.

AT

Inilah Bukti KKP RI Perhatikan Pulau-Pulau Kecil di Wilayah Kota Pariaman




Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI)  dalam hal ini  Direktorat Pemberdayaan Pulau-pulau Terluar memberikan perhatian dan dukungan kepada pemerintah Kota Pariaman dalam menjaga serta memenfaatkan potensi pulau-pulau kecil yang berada di kawasan Kota Pariaman.

Ini ditandai dengan diberikannya fasilitas rehabilitasi dan peningkatan kualitas lingkungan pulau-pulau kecil berbasis masyarakat kepada Pemko  Pariaman yang acaranya berlangsung di Pulau Angso Duo Pariman, Kamis 30/10/14.

Direktur Pemberdayaan Pulau-Pulau Terluar Kementerian Kelautan dan Perikanan, Burhanudin, dalam sambutannya mengatakan, pulau-pulau terluar memerlukan fokus khusus dalam pengelolaan ekosistem perairannya.

“Disini banyak potensi maritim yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, pulau-pulau tersebut menyediakan sumberdaya alam yang potensial untuk dikembangkan,” tutur dia.

Disebutkan dia, selama ini dalam pemanfaatan potensi pulau-pulau kecil di seluruh Indonesia masih memiliki kendala. Pemanfaatan yang ada masih mengakibatkan tingginya angka kerusakan ekosistem serta rendahnya taraf pendidikan para penghuni pulau membuat mereka masih tergantung pada perekonomian di luar pulau.

Untuk itu dalam program ini, ujar dia, harus  dikelola dan memanfaatkan pulau-pulau terluar tersebut menjadi sumberdaya alam yang produktif dengan memberikan fasilitas yang mumpuni seperti sarana penerangan untuk mempermudah kehidupan penjaga pulau, infrastruktur yang memadai, serta akses transportasi yang lancar  yang muaranya akan memberikan peningkatan perekonomian masyarakat . 

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan, pengelolaan pulau kecil di Kota Pariaman mendapatkan perhatian khusus oleh Pemko. Kata Mukhlis, direncanakan pemanfataan seluruh dana Alokasi Khusus Bidang Kelautan dan Perikanan untuk pengembangan sarana dan prasarana di pulau di kawasan Kota Pariaman.

Dia menuturkan, bidang konservasi, Pemko Pariaman dalam mengelola dan melindungi sumber daya perairan telah mencadangkan kawasan konservasi perairan seluas 11.526,89 H dengan berbagi potensi yang terkandung di dalamnya.

“Kawasan tersebut juga telah dilengkapi dengan dokumen zonasi dan rencana pengelolaan kawasan konservasi yang menjadi pedoman Pemko,” jelas Mukhlis.

Pada acara ini, Direktur Pemberdayaan Pulau-Pulau Terluar Kementerian Kelautan juga menyerahkan bantuan Keramba Jaring Apung, Kapal Katamaran, Bibit Vegetasi, Adopsi Penyu dan Rehabilitasi Kawasan Konservasi, sarana kebersihan, serta buku panduan konservasi pulau-pulau kecil kepada Pemko Pariaman yang di terima langsung oleh Walikota Pariaman. 

Angga/OLP

Menjemput Budi Pekerti



 Oleh: H. Leonardy Harmainy, S.iP, MH, Dt. Bandaro Basa, Mantan ketua DPRD Sumbar.


Sebuah tamparan yang menyakitkan terhadap nurani kita, setelah melihat tayangan video kekerasan oleh anak-anak berseragam Sekolah Dasar itu. Kita tersentak dan marah, entah kepada siapa harus ditunaikan. Inilah peringatan, lampu kuning terhadap moral dan martabat yang diagung-agungkan selama ini. Ternyata ada yang keliru dan terabaikan di tengah kesibukan menata kehidupan ummat agar hidup lebih baik.

Jika kita hendak merunut lebih dalam, ada banyak faktor yang telah membuat peristiwa kekerasan sesama anak-anak tersebut terjadi. Sesungguhnya, tak bisa lagi dilihat kasus per kasus saja. Ini persoalan bersama, bukan hanya sekedar tenaga pendidikan saja.


Kita akhirnya semakin yakin, pendidikan budi pekerti yang pernah ada, pada dasarnya tidak boleh hilang. Harus dihadirkan kembali. Dengung pendidikan karakter yang diharapkan belum menjawab tantangan berat moral anak bangsa. Tantangan itu datang dari berbagai penjuru, menyerang sendi kehidupan yang kita ketahui sarat adat budaya sopan santun.


Tantangan arus global dengan teknologi informasi, membuat semua benteng peradaban dan keadaban telah runtuh. Serupa dinding yang kuat dimakan rayap zaman. Teknologi informasi telah masuk ke rumah dan kamar tidur. Bayangkan, jika minimnya gerakan budaya budi pekerti, yang didasari kesiapan penanaman pendidikan agama kepada anak, akan hanyutlah generasi masa depan. Adat budaya Minangkabau itu akan lenyap, tinggal cerita.


Tantangan di atas terus menjadi pola hidup dan perilaku bergeser setelah mendapatkan informasi yang makin tak seimbang, antara pengetahuan moral, budi pekerti, dengan informasi negatif yang masif datang.  Akhirnya, kita tak bisa banyak berharap banyak lagi terhadap aplikasi model integrated learning, karena memang orientasi pendidikan yang diambil tak pernah memiliki fokus, kemana tunas-tunas muda ini nantinya. Sistem pendidikan nasional itu ternyata harus diakui telah berjalan sendirian. Tidak lagi ditopang oleh kebijakan strategis dari pemimpin-pemimpin formal maupun informal. Kalah oleh keadaan.


Jauh hari, hujjatul Islam, Al-Ghazali mengingatkan pentingnya budi pekerti bagi ummat. Budi pekerti itu akan lekat kuat, apa bila dipraktekkan, dipatuhi dan diyakini sebagai salah satu yang baik dan direstui sebagai jalan untuk keselamatan. Karenanya, perlu gerakan bersama yang masif kembali saling mengingatkan, saling menegakkan budaya malu, budaya sopan santun.


Persoalan hari ini adalah, godaan yang makin menggiurkan, dimana jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan, kenikmatan, bisa dilakukan tanpa mempertimbangkan moral dan budi pekerti. Seakan-akan moral dan budi pekerti tersebut, sudah tak perlu lagi. Sekalipun disadari jalan pintas tersebut memiliki resiko yang besar.


Transformasi Budaya


Islam mengajarkan, agar setiap ummat saling mengingatkan dan menjaga, agar menjauhi api neraka, (Q.S:66.6). Ayat ini secara harfiah memiliki arti yang sangat jelas. Namun bila dirunut lebih jauh, ayat ini mengandung makna agar ummat memagari kehidupannya dari celaka kehidupan dunia dan akhirat. Inilah dimaksudkan dari pendahulu kita, pentingnya penguatan penguatan sistem kekerabatan, dari lingkaran terkecil, keluarga, orang tua, sangat dituntut dalam rangka menanggulangi kemerosotan moral dan budi pekerti anak.


Kini dengan kondisi yang makin cepat bergeser meninggalkan sikap yang melemahkan sistem komunal, kuatnya sistem individualisme dan materialisme, gerakan transformasi budaya harus segera dilakukan. Setiap elemen membangun sistem yang kuat, agar generasi muda selamat dari celaka budaya di masa depan.


Apa yang mesti dilakukkan? Hidupkan kembali budi pekerti di rumah, budi pekerti di masyarakat dan budi pekerti di sekolah. Tiga hal ini, harus ditopang dengan kebijakan makro dari pemerintah terkecil, hingga jenjang paling tinggi. Ini perlu juga kesadaran kolektif, yang bisa membuat krisis karakter bisa ditahan dan dibangun kembali.


Peran Aktif Semua


Atas semua itu, tingkat pendidikan orang tua untuk membangun kesadaran moral sangat menentukan. Kemerosotan ini disadari sebagai lemahnya fungsi dan peran aktif orang tua. Sebagai pintu pertama pengetahuan moral, orang tua juga harus diberi pendidikan melalui kebijakan strategis dari pemerintah.


Sekolah memang telah memberi pendidikan karakter, namun itu ternyata belum cukup. Hanya bisa sampai ke kognisi (pengetahuan), belum menjadi afeksi (sikap) dan psikomotorik (budaya). Beberapa kasus memang menunjukkan demikian. Kini waktunya berbenah, harus sampai pada tingkat afektif dan psikomotorik.


Lebih dari itu, peran masyarakat yang melemah harus diperkuat. Usaha menanggulangi kemerosotan adat budaya, budi pekerti, harus dikontrol melalui rasa malu yang tinggi. Di sinilah peran pemerintah, alim ulama, niniak mamak,cadiak pandai, mengayomi seluruh generasi.


Akhirnya, kesadaran kolektif terhadap rasa malu, sikap saling menghormati, harus ditumbuhkan sejak dini oleh orang tua, masyarakat dan pemerintah. Kemudian, lingkungan yang ramah,jauh dari kekerasan, adalah gerakan yang harus dilakukan sesegera mungkin. Mulai dari pemimpin paling tinggi di setiap lini, harus diingatkan setiap waktu, mereka memiliki kewajiban agar generasi baru hadir dengan kecemerlangan masa depan, bermodal akhlak dan budi pekerti yang tinggi. Percuma cerdas tapi licik, percuma pintar tapi culas, percuma hebat tapi bermoral bobrok.


Semoga kita meninggalkan generasi yang kuat dan bermartabat dengan persiapan sistem kehidupan yang lebih baik. Pangkal bala semua ini, yang harus diperiksa lebih serius, tingkat kemakmuran dan kesejahteraan ekonomi ummat, yang mempengaruhi tingkat pendidikan dan kehidupan yang teratur. Setiap kita adalah pemimpin, setiap kita bertanggung jawab untuk membawa ummat yang dipimpin untuk lebih baik. Jangan ada yang menjerit karena kepemimpinan kita, sebab itu awal dari sebuah kekacauan. Jangan pernah ada lagi kekerasan serupa tayangan di video itu. Menyakitkan, menampar nurani. 


Salam (LH).

Leonardy: Mubes PP Ke-9 Adalah Momentum Strategis Bagi PP Dengan Pemerintahan Baru RI

Written By oyong liza on Rabu, 29 Oktober 2014 | 21.29




Musyawarah Besar Pemuda Pancasila (Mubes PP) Ke-9 akan dihelat di Kota Batu Malang, Jawa Timur, dari Tanggal 6 s/d 8 November 2014 dalam rangka pemilihan Ketua MPN (Majelis Pimpinan Nasional) Pemuda Pancasila. Acara akbar tersebut dihadiri oleh perwakilan seluruh Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) dan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) se Indonesia, termasuk cabang PP di luar negeri seperti Australia, Malaysia, Amerika, dll.

Menurut Ketua MPW PP Sumbar, H. Leonardy Harmainy, S.iP, MH Dt. Bandaro Basa, Mubes PP kali ini suatu momentum sangat strategis bagi PP dengan dimulainya pemerintahan baru.

"Semuanya baru, Presiden baru, DPR RI nya juga baru," kata Leonardy, Ketua MPW PP Sumbar tiga kali berturut-turut ini, Selasa, (28/10) via seluler kepada kami.

Sebagai Ketua MPW PP Sumbar Leonardy berharap, agar pelaksanaan Mubes PP Ke-9 ini berjalan sukses dan lancar sehingga PP dapat terus berkontribusi membantu program pemerintahan.

"PP sebagai ormas terbesar berjiwa nasionalis tentu akan memberikan sumbangsih dan kontribusinya pada bangsa ini. Itu tidak diragukan lagi," imbuh mantan Ketua DPRD Sumbar itu.

Sementara, Ketua MPC PP Kota Padang ZA Am Mande, diwawancarai terpisah, sesuai arahan Ketua MPW PP Sumbar, mengatakan bahwa PP Kota Padang selalu berusaha keras jalankan ormas PP dengan baik agar bermanfaat untuk masyarakat.

"Bersinergi dengan pemerintah, bermanfaat bagi masyarakat, itu motto kami sesuai arahan Ketum kami Bang Leo (sapaan Leonardy)" kata Am Mande.

Oyong Liza Piliang

Pariaman Tengah Masuk Nominasi Kecamatan Sayang Ibu Tingkat SUMBAR




Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman dinilai oleh  tim penilai Kecamatan Sayang Ibu (KSI) dan Gerakan Sayang Ibu (GSI) tingat Provinsi Sumatera barat tahun 2014, Rabu (29/10) di Kantor Camat Pariaman Tengah.

Hadir pada penilaian ini Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Ketua Tim Penggerak PKK (TPKK) Reni Afdal Muklis, Ketua GOW Lucy Genius Umar, Kepala SKPD serta Tim Penilai Provinsi yang di ketuai oleh Putri Yan Helmi.

Dalam Sambutannya Walikota Pariaman Mengatakan kesuksesan program GSI/KSI tidak hanya semata-mata untuk mengejar pencapaian prestasi bagi Kota Pariaman, melainkan untuk mendukung upaya-upaya peningkatan kualitas SDM melalui penurunan angka kematian ibu hamil, melahirkan masa nifas (AKI) serta Angka Kematian Bayi (AKB) yang telah menjadi bagian dari pencapaian tujuan pembangunan milenium (MDGs) Kota Pariaman.

“Banyak unsur-unsur dalam mensukseskan program ini, selain bidang ekonomi pembangunan, bidang pendidikan, dan kesehatan juga tidakkalah penting,” sebut Mukhlis.

Menurutnya, khusus untuk pelayanan kesehatan, Kota Pariaman telah melakukan serangkaian upaya dalam bentuk rujukan kunjungan reveral dokter spesialais ke puskesmas-puskesmas, pengembangan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap serta puskesmas plus, serta sejak tahun 2012 Kota Pariaman telah melaksanakan program Jaminan Kesehatan Sabiduak Sadayuang (JKSS), sebagai wujud tanggung jawab Pemko  dibidang kesehatan.

Terakhir Mukhlis menyampaikan dipilihnya Kecamtan Pariaman tengah dan Desa Rawang sebagai KSI dan GSI tahun ini karena selama hampir setahun telah dilaksanakan kegiatan dari TPKK Kecamatan, dan TPKK Desa Rawang bersama SKPD terkaiat serta TPKK Kota Pariaman.

Sementara itu Ketuas Tim Penilai mengatakan, penilaian KSI/GSI tingkat kota/kabupaten tak terlepas dari Idek Pembangunan Manusia (IPM), dimualai dari masa-masa ibu hamil, proses kelahiran anak sampai anak dibesarkan yang dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat semua ini berperan penting dalam mensukseskan program KSI/GSI.

Dia berharap penilain ini menjadi pendorong sekaligus stimulator bagi pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan GSI sebagai upaya peningkatan kualitas hidup perempuan melalui penurunan Angka Kematian Ibu.

“Melalui penilaian KSI ini dapat dijadikan bahan evaluasi sejauhmana tingkat keberhasilan pelaksanaan GSI di setiap kecamatan dan desa, sekaligus mengetahui berbagai hambatan dalam pelaksanaan program GSI tersebut sehingga dapat dicarikan upaya atau solusi untuk mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi,” tuturnya. 


Angga/OLP

Ali Anis Akui Tangan Dingin Ali Mukhni Mampu Jadikan Kawasan Ulakan Tapakis Sebagai Kota Satelit

Bupati Ali Mukhni berikan sambutan pada pelantikan Bamus Nagari Ulakan di kantor Wali Nagari Setempat, Senin (27/10)



Tokoh masyarakat Nagari Ulakan Dr. Ali Anis, MS mengajak Perangkat Nagari, Bamus, ninik Mamak, Alim Ulama serta perantau untuk bersinergi menggali potensi Nagari Ulakan. Ia berpendapat masih banyak lagi potensi yang perlu mendapatkan sentuhan untuk mencapai visi Kecamatan Ulakan Taqwa, Cerdas dan Sejahtera.

Hal tersebut disampaikannya pada acara Pelantikan Bamus Nagari Ulakan di Kantor Wali Nagari setempat, Senin (27/10).

"Mari bersinergi untuk kemajuan Ulakan. Masih ada 30 persen lagi yang perlu sentuhan dan pemikiran kita semua untuk mewujudkan Kecamatan Ulakan Tapakis yang Taqwa, Cerdas dan Sejahtera,"  kata pria yang juga seorang dosen di Universitas Negeri Padang itu.

Ali Anis pun berterima kasih kepada pemerintah daerah menjadikan Kecamatan Ulakan Tapakis sebagai Kota Satelit dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Hal itu menurutnya dicapai karena banyak potensi dan pembangunan mega proyek skala nasional berada di wilayah itu. Diantaranya pengembangan Kawasan Wisata Religius Makam Syekh Burhanuddin (SB) dan pembangunan Mesjid Agung SB. Pengembangan kawasan wisata bahari Pantai Tiram yang telah dikenal di seluruh dunia karena adanya penyelenggaraan Grand Opening Tour de Singkarak. Dan juga pembangunan Kampus Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) dengan biaya trilyunan yang membuat ulakan semakin 'tacelak'. Kemajuan Ulakan Tapakis, sebutnya, berkat peran besar dan kerja keras Bupati Ali Mukhni yang gigih memperjuangakan kepentingan umat.

"Adanya kawasan Wisata Religius dan Wisata Bahari menjadikan Ulakan Tapakis sebagai kota satelit dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di Sumbar. Ditambah lagi dengan pembangunan Kampus BP2IP, tentunya membawa perubahan yang signifikan terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Semua ini tercapai akibat kegigihan Bupati untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat," kata putra Kampung Koto Ulakan ini.

Namun selaku tokoh masyarakat, ia memiriskan masih ada anak kemenakan yang belum bisa baca tulis Al Quran. Oleh karena itu dia menghimbau keluarga dan pemerintah daerah untuk mendorong ketaqwaan kepada Allah SWT sesuai dengan filosofi minang, adat basandi syarak dan syarak basandi kitabullah.

Sementara itu, Bupati Ali Mukhni, dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan Mesjid Agung Syekh Burhanuddin dituntaskan pada tahun 2015. Selama ini dianggarkan hanya Rp 500 - Rp 700 juta. Padahal dana yang dibutuhkan lebih dari itu. Ia katakan sampai enam kali pergantian Bupati pun, mesjid itu tidak akan selesai jika perencanaan anggaran tidak matang. Maka Pemerintah bersama DPRD bersinergi untuk penyelesaian mesjid Agung Syekh Burhanuddin pada APBD 2015.

"Mesjid Agung dan Makam Syekh Burhanuddin telah dirintis ketika  Wakil Gubernur Muslim Kasim menjadi Bupati. Dan ini termasuk salah satu sembilan kawasan strategis Padangpariaman. Insya allah, tahun 2015 telah tuntas secara keseluruhan untuk menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar dan Piaman," kata Bupati yang dijuluki ustadz oleh Gubernur Irwan Prayitno.

Selanjutnya ia apresiasi masyarakat Ulakan yang selalu mendukung pembangunan dan menyukseskan program pemerintah. Menurutnya, berarti jembatan hati telah terbentuk antara pemerintah dan masyarakat. 

"Buktinya mega proyek skala nasional yang terletak di Ulakan Tapakis telah berjalan lancar dan aman. Artinya masyarakat bisa merasakan langsung manfaat pembangunan untuk kesejahteraannya."

"Selama empat tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati sangat dirasakan jembatan hati antara pemerintah dan masyarakat telah terjalin erat sehingga apapun bentuk pembangunan bisa berjalan lancar,"  kata Bupati yang mendapatkan penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Sumbar beberapa waktu lalu.

Pelantikan Bamus Nagari Ulakan juga dihadiri Asisten Administrasi Pemerintahan Anwar, Kabag Humas Hendra Aswara, Camat Ulakan Tapakis Erman. Bantuan kegiatan tersebut sebanyak 3,2 jt.


HA/OLP

Rektor UNP: Ali Mukhni Selain Jago Lobi Juga Sang Pekerja Keras Yang Tabah

Rektor UNP Phil Yanuar Kiram menyerahkan cendramata kepada Bupati Ali Mukhni di Ruang Serba Guna, Padang (27/10).



Universitas Negeri Padang (UNP) siap bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatera  dalam memajukan pendidikan. Dengan dukungan sarana prasarana dan sumber daya manusia yamg memadai disertai rasa tanggung jawab, menjadikan UNP sebagai salah satu universitas pilihan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rektor UNP Phil Yanuar Kiram saat penandatangan kerjasama Universitas Negeri Padang dengan Walikota sawahlunto, Bupati Padangpariaman, Bupati Lahat, Bupati Kerinci dan Bupati Musi Banyuasin dalam rangka penyelenggaraan Akademi Komunitas di Ruang Serba Guna, Padang (27/10).

"Alhamdulillah... UNP siap bekerja sama dengan Kab/Kota dalam memajukan pendidikan.
Kita punya sarana, SDM dan tanggung jawab," kata dia.

Dijelaskannya, saat ini UNP memiliki  49 Guru Besar, 200 Doktor dan 280 dosen sedang mengikuti program doktor di dalam dan luar negeri. Jadi, sebutnya, terdapat 500 dosen yang bergelar Doktor tiga tahun mendatang. UNP miliki 38 jurusan dan 80 program studi serta 32. 600 mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di berbagai strata. Jumlah mahasiswa tersebut masuk lima besar secara nasional.

Adapun tujuan keberadaan Akademi Komunitas adalah, pertama; memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, sebab dengan pendidikan akan menambah nilai manusia itu sendiri. Kedua; untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, dimana menuntut masyarakat berinovasi dalam persaingan pasar bebas Asean.

"Keberadaan Akademi Komunitas ini adalah action nyata dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing," ujarnya.

Pada kesempatan itu ia juga apreasiasi kinerja Walikota dan Bupati yang bekerja tak kenal lelah dan bahkan mengorbankan waktu untuk keluarga. Apalagi salah satu kepala daerah yang hadir merupakan Alumni UNP yaitu Bupati Padangpariaman.

Diceritakannya, bahwa Bupati Ali Mukhni, dulunya merupakan seorang mahasiswa jurusan ilmu keolahragaan, sepakbola. Filosofi sepakbola sangat kental mengalir dalam darah Ali Mukhni yaitu menepati posisi yang masing-masing dan tidak menepati posisi yang lain serta mempunyai tujuan yang sama yaitu menciptakan goal (tujuan).

Ali Mukhni, lanjutnya, dikenal gigih dan jago lobi terhadap program pembangunan yang pro rakyat untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan banyaknya investasi tentu akan berkurang pula tingkat pengangguran dan angka kemiskinan.

"Pak Ali Mukhni miliki daya tahan kerja yang luar biasa. Siang malam bersama masyarakat. Yang paling saya kagumi adalah kesabaran dan ketabahannya. Berbagai permasalahan ditampung dan diselesaikannya. Termasuk masalah perceraian pun banyak yang mengadu kepada beliau," ungkapnya.

Sementara itu Bupati Ali Mukhni berharap kerja sama dengan UNP akan melahirkan generasi bangsa yang mampu bersaing dengan negara di Asean.

"Padangpariaman memiliki mahasiswa terbanyak yaitu 260. Kita berdoa semoga anak-anak kita ini menjadi kebanggaan dalam memajukan daerah," kata Bupati didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Akademi Komunitas Padangpariaman saat ini menjalankan proses mengajar di Limpato, Kec  VII koto menggunakan Gedung TK/SD Model. Tahun depan akan dibangun kampus permanen di Sungai sirah, Kec. Sungai Limau.

"Insya allah, segera dibangun kampus Akademi Komunitas di Sungai Sirah, Kec. Sungai Limau. Tahun ini kita bebaskan tanahnya. Tahun 2015, peletakan batu pertamanya. Mohon doanya," ujar putra Kampung Dalam itu.


HA

Tindaklanjuti Realisasi Kampus UNP di Lubuk Alung, Ali Mukhni Ajak Tokoh Adat Temui Rektor

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Dt. Pado Basa,  Wali Nagari Sikabu Bahtiar dan Lubuk Alung Harry Subrata didampingi Bupati Ali Mukhni menemui Rektor Universitas Negeri Padang Phil Yanuar Kiram mengenai tindak lanjut pembangunan Kampus UNP di Aula Serba Guna, Padang (27/10)



Bupati Ali Mukhni mengajak Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Wali Nagari Sikabu dan Lubuk Alung menemui Rektor Universitas Negeri Padang Phil Yanuar Kiram mengenai pembangunan kampus utama UNP yang direncanakan berlokasi di Lubuk Alung. Pertemuan itu dilaksanakan usai penandatangan kerja sama penyelenggaraan Akademi Komunitas di Ruang Serba Guna, Padang (27/10).

"Kami bersama dua Wali Nagari Sikabu dan Lubuk Alung bersama Pak Bupati menemui Pak Rektor. Maksud kedatangan kami untuk tindak lanjut pembangunan Kampus Utama UNP. Tadi kami meyakinkan Pak Rektor bahwa masalah tanah tidak ada kendala. Masyarakat sangat mengharapkan keberadaan Kampus UNP di Lubuk Alung," kata Dt Padobasa.

Dt Padobasa juga menyampaikan bahwa rencana pembangunan Kampus UNP berdekatan dengan Main Stadion. Ia beralasan supaya mahasiswa nantinya dapat memanfatkan Main Stadion untuk pendidikan dan pelatihan. Main stadion seluas 38,5 hektar ini telah dibayar ganti ruginya oleh Pemprov Sumbar sebagian dan segera dilunasi pada tahun 2015.

"Tadi saya sampaikan bahwa Kampus UNP letaknya akan berdekatan dengan Main Stadion. Main Stadion ini luasnya 38,5 hektar dan telah dibayar Pemprov sebagian. Sisanya akan dilunasi tahun depan. Jadi, Insya Allah, Peletakan batu pertama tahun depan," ungkapnya.

Bupati Ali Mukhni mengatakan bahwa pertemuan antara perangkat Nagari dan KAN berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam pertemuan itu, menegaskan bahwa kesiapan Lubuk alung sebagai lokasi pembangunan Kampus UNP.

"Sengaja saya ajak Camat, Wali Nagari dan Ketua KAN Lubuk alung untuk meyakinkan Pak Rektor bahwa lahan untuk pembangunan Kampus UNP telah disiapkan sebanyak 50-100 hektar. Lokasinya sangat strategis, dekat Main Stadion dan jaraknya hanya 20 menit dari bandara," kata Bupati yang juga Alumni UNP itu.

Sementara itu, Wali Nagari Lubuk Alung Harry Subrata mengatakan keberadaan Main Stadion dan kampus UNP akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Dan yang paling penting akan memacu kawasan wisata yaitu Lubuk Nyarai, Tapian Puti dan Lubuk Cimantung.

"Saya juga menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pak Rektor agar tidak ragu-ragu lagi untuk membangun kampus UNP di Lubuk Alung. Insya Allah, berada dipinggir jalan lingkar Duku-Sicincin, berdampingan dengan Main Stadion dan juga lokasi wisata Lubuk Nyarai. Bisa dikatakan akan menjadi kawasan terpadu olahraga dan wisata," ujar Wali Nagari yang murah senyum ini.

Rektor UNP Phil Yanuar Kiram menyambut baik kedatangan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dengan Jajaran Nagari beserta Ninik Mamak dalam rangka tindak lanjut lubuk Alung.

"Kita apresiasi keseriusan Pemkab Padangpariaman membicarakan pembangunan Kampus Utama UNP. Tadi kita sudah bertemu Bupati, Wali Nagari, Ketua KAN yang menyatakan kesiapan Lubuk Alung memfasilitasi dalam pengadaan tanah. Kita akan lakukan kajian yang mendalam. Saya kira Lubuk alung merupakan lokasi yang sangat strategis,"  kata Phil Yanuar Kiram.


HA

Mukhlis: Dengan Lahirnya UU No.6 TH 2014 Tugas dan Tanggungjawab Kades Makin Berat




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman membuka rapat koordinasi Pemerintah Kota bersama Kepala Desa dan Lurah se Kota Pariaman yang diadakan oleh BPMD di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (29/10/2014). Acara dihadiri oleh Kepala BPMD Kota Pariaman lanefi, Kabag Pemerintahan Dasril, dan beberapa Kepala SKPD dan seluruh Kepala Desa dan Lurah se Kota Pariaman.

Mukhlis menyampaikan, rakor ini untuk mengevaluasi tugas pokok dan kewenangan  Kepada Desa dan Lurah yang merupakan aparat pemerintah terdepan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kata Mukhlis, tugas Kepala Desa dan lurah tersebut diatur menurut undang-undang dan peraturan daerah tentang pemerintahan desa dan kelurahan. Dengan lahirnya UU No 6 tahun 2014 kedepan tugas dan tanggung jawab kepala desa  memang cukup berat, namun walaupun demikian tetap harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, karena tugas ini merupakan amanah yang dibebankan oleh masyarakat.

Kata Mukhlis, Kepala Desa dalam memberikan pelayanan seharusnya memiliki standar yang sama pada seluruh masyarakat, tidak memilah milah masyarakat yang dilayani. Dalam melaksanakan tugas senantiasa berkordinasi dengan lembaga yang ada di desa serta melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam memajukan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

"Melalui  kebersamaan tersebut susunlah peraturan peraturan desa yang dapat mengatur tatanan kehidupan bermasyarakat. Aktifkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat, tanamkan kesadaran pada setiap warga untuk selalu menjaga kebersihan sehingga semangat gotong royong dan menjaga kebersihan menjadi Budaya dan karakter masyarakat Kota Pariaman,” tutur Mukhlis.

Sementara itu Lanefi mengatakan kegiatan Rapat Koordinasi ini berlangsung 29 s/d 30 Oktober 2014 selama 2 hari, dengan narasumber di hari ini oleh Kepala DPPKA Kota Pariaman yang membahas tentang anggaran desa dan pengelolaanya.

"Esoknya menghadirkan narasumber dari BPJS Kesehatan Provinsi Sumatera Barat yang membahas tentang asuransi nasional masyarakat, dari KP2TPM membahas tentang pengurusan perizinan, serta Kepala BPM sendiri yang membahas UU No 6 tahun 2014 tentang desa dan pemberdayaan masyarakat.


JND/OLP

Topik Terhangat

postingan terdahulu