DPRD Padangpariaman Surati Tiga Parpol Segera Ajukan Pimpinan Dewan Definitif

Pariaman - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padangpariaman menyurati tiga parpol pemenang pemilu legislatif tahun 2019 untuk mengirimkan nama pimpinan dewan definitif.

Tiga parpol pemenang pemilu itu yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Partai Gerindra sebagai pemenang pertama menempatkan anggota dewannya sebagai ketua. 

Sementara PAN dan PKS sebagai pemenang kedua dan ketiga, menempatkan anggota dewannya sebagai wakil ketua.

"Pimpinan dewan saat ini baru sementara. Belum definitif. DPRD telah menyurati pimpinan parpol tersebut untuk mengirimkan nama pimpinan dewan definitif," kata Ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman sementara, Happy Neldi, Kamis (22/8).

Belum adanya pimpinan definitif menyebabkan dewan belum bisa mengambil keputusan strategis. 

"Kelengkapan dewan pun secara keseluruhan belum bisa dibentuk. Makanya penting sekali parpol mengirimkan nama-nama pimpinan dewan definitif," pungkasnya.

Ketua DPD PAN Kabupaten Padangpariaman, Suhatri Bur mengatakan DPD PAN Kabupaten Padangpariaman telah mengirimkan usulan calon pimpinan DPRD definitif ke DPP PAN. 

Kini, pihaknya menunggu keputusan DPP terkait penunjukkan pimpinan DPRD Kabupaten Padangpariaman dari PAN.

"Namun surat keputusan DPP tersebut belum turun. Kami masih menunggu keputusan tersebut," katanya.

Disamping itu, sebagai wakil bupati dirinya berharap koordinasi antara Pemkab Padangpariaman dengan DPRD Kabupaten Padangpariaman solid.

"Dalam waktu dekat kami dan dewan akan melakukan pertemuan khusus. Agendanya adalah silaturahmi dan koordinasi. Dengan anggota DPRD yang baru, tentu kerjasama membangun daerah kita maksimalkan," tandas dia. (Nanda)
Alasan Polisi Tak Menahan Tersangka Kasus Pencurian di Bawah Rp 2,5 Juta
Fitra Mulyawan
Pariaman - Mahkamah Agung telah menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda Dalam KUHP pada 27 Februari 2012 silam.     

Perma Nomor 2 Tahun 2012 tidak hanya memberikan keringanan kepada hakim agung dalam bekerja, namun juga menjadikan tindakan pencurian dengan nilai kerugian dibawah Rp2,5 juta tidak dapat ditahan.

Praktisi hukum Universitas Eka Sakti (UNES) Padang, Fitra Mulyawan mengatakan meski telah disosialisasikan namun belum diketahui oleh masyarakat secara luas.

Akibatnya, tidak ditahannya pelaku tindak pidana pencurian, penipuan, penadahan, penggelapan dengan kerugian dibawah Rp 2,5 juta dinilai aneh oleh masyarakat.

"Fenomenanya banyak masyarakat yang protes. Ada pencuri tertangkap diserahkan ke polisi, malamnya atau sorenya sudah bebas. Bagi masyarakat yang tidak tahu ada Perma yang mengatur, menilai pelaku pencurian tidak diproses. Polisi disalahkan. Padahal itu diatur dalam Perma," katanya di Pariaman, Kamis (22/8).

Menurutnya, permasalahan tersebut ditemukan ada di sejumlah daerah. Dalam pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNES di Kecamatan Malalak Tinur, Kabupaten Agam hal tersebut ditemukan.

"Di sana sedang marak pencurian kulit manis di kebun. Pencurinya ditangkap, diserahkan ke polisi. Namun karena kerugian korban dibawah Rp 2,5 juta, pelaku tidak ditahan. Karena tidak paham hukum, masyarakat menilai penegakan hukum tidak profesional," lanjut dia.

Ditambahkannya, dalam Perma Nomor 2 Tahun 2012 Pasal 1, dituliskan bahwa kata-kata "dua ratus lima puluh rupiah" dalam Pasal 364, 373, 379, 384, 407 dan 482 KUHP dibaca menjadi Rp 2.500.000,00 atau dua juta lima ratus ribu rupiah. 

Kemudian, pada Pasal 2 ayat (2) dan ayat (3) dijelaskan, apabila nilai barang atau uang tersebut bernilai tidak lebih dari Rp 2,5 Juta, Ketua Pengadilan segera menetapkan Hakim Tunggal untuk memeriksa, mengadili dan memutus perkara tersebut. 

"Penyelesaian di pengadilan hukum acaranya cepat dan Ketua Pengadilan tidak menetapkan penahanan ataupun perpanjangan penahanan," ulas putera kelahiran Kecamatan Nan Sabaris, Padangpariaman ini.

Menurutnya, Perma ini memberikan kemudahan kepada terdakwa yang terlibat dalam perkara tipiring, agar tidak perlu menunggu persidangan berlarut-larut sampai ke tahap kasasi.

"Perma ini lahir pada saat kasusnya Nenek Rasminah, tipiring yang berlarut-larut sampai kasasi. Dengan Perma ini pelaku tidak perlu lagi melalui proses hukum yang berlarut-larut. Cukup menentukan kerugiannya dibawah Rp 2,5 juta, setelah itu hakim tunggal memutus perkara di pengadilan hukum acara cepat," lanjutnya.

Ia berharap Perma itu disosialisasikan secara luas agar masyarakat memahani tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda Dalam KUHP.

"Semua instansi penegak hukum perlu mensosialisasikan ini lebih luas agar dipahami. Sementara terkait tidak bisa ditahannya pelaku tindak pidana pencurian tersebut, bisa membuat sanksi lokal atau hukum adat yang melarang tindakan pencurian," pungkasnya.

Pengacara Pariaman, Alwis Ilyas juga mendorong agar Perma tersebut disosialisasikan lebih luas ke masyarakat.

Menurutnya, dalam Perma itu tindak pidana seperti pencurian, penipuan dan penggelapan dengan kerugian dibawah Rp 2,5 juta digolongkan sebagai tindak pidana ringan.

"Nanti hakim menilai kerugiannya. Apabila nilainya dibawah Rp 2,5 juta diselesaikan dalam peradilan cepat dengan hakim tunggal. Dakwaan, tuntutan dan sampai putusan dalam satu kali persidangan saja. Jika dalam penyidikan di kepolisian dan kejaksaan tersangkanya ditahan, setelah dinilai kerugiannya dibawah Rp 2,5 juta, hakim akan memerintahkan untuk tidak ditahan," jelasnya.

Meski tidak ditahan, proses hukum terhadap tindak pidana tersebut tetap diproses hingga tahapan putusan. Apabila hakim memutus terdakwa bersalah dan menjalani hukuman, maka terdakwa menjalani hukuman.

"Harus menjalani. Tapi dalam banyak perkara dengan nilai kerugian di bawah Rp 2,5 juta, kadang diberikan hukuman kurungan," tutupnya. (Nanda)
Bursa Pilkada Padangpariaman: Mengenal Lebih Dekat Kompol Maymuspi 'Polisi Niniak Mamak'
Kompol Maymuspi, SE, MM bersama istri tercintanya. Foto: Istimewa
Komisaris Polisi (Kompol) Maymuspi merupakan salah satu nama yang santer disebut akan maju dalam bursa Pilkada Padangpariaman 2020. Putra Kampung Dalam itu dikenal luas di Padangpariaman dari berbagai kalangan dan tingkatan masyarakat. Di samping menunaikan tugasnya di kepolisian, Maymuspi juga memimpin sejumlah organisasi olahraga dan hobi yang sukses.

Pria kelahiran 1962 yang bertugas di Polda Sumbar ini dikenal sebagai polisi "niniak mamak" rang Piaman. Maymuspi mengatakan sejauh ini dirinya mendapat sambutan positif dari masyarakat saat ia terus terang menyampaikan niatnya akan maju sebagai calon pemimpin di Padangpariaman.

"Sejauh ini sambutan tokoh masyarakat positif karena sehari-hari saya selalu menjalin komunikasi dengan mereka, bukan hanya jelang Pilkada. Memang ada beberapa tokoh yang belum saya kabari secara langsung," kata ketua PORBI Padangpariaman ini di Pariaman, Rabu (21/8).

Maymuspi mengatakan Padangpariaman butuh sosok pemimpin yang selain membumi juga mampu menarik investor untuk membangun Padangpariaman. Tanah kelahirannya yang minim PAD dan APBD itu, butuh sosok pemimpin yang mampu berakselerasi dan punya visi benderang menatap masa depan.

Oleh sebab itu, ketua Askab Sepakbola (ekuivalen PSSI Padangpariaman) yang menyumbangkan medali emas di Porprov 2018 lalu itu berharap berpasangan dengan tokoh yang satu visi dengannya.

"Sejauh ini sudah ada beberapa bakal calon yang mengajak berpasangan. Namun tentu kita tidak boleh sembarangan menjatuhkan pilihan. Kita maju bukan untuk mengejar jabatan, untuk itu perlu penyamaan visi dan cita-cita untuk Padangpariaman ke depan," kata mantan pesepakbola Persepar angkatan 80-an ini.

Maymuspi mengaku ingin mengabdikan sisa umurnya bagi Padangpariaman. Ia akan total mencurahkan pikiran dan tenaganya demi kemajuan Padangpariaman jika ia menerima amanah dari rakyat memimpin Padangpariaman.

Mantan Kapolsek Sungai Limau dan Pauhkambar yang melegenda di dua wilayah itu, dikenal luas sebagai polisi yang menerapkan cara-cara persuasif dalam menangani berbagai perkara hukum. Berbagai pertikaian di masyarakat acapkali ia selesaikan dengan cara musyawarah. Cara-cara menghukum bukan style dari pria yang memiliki nama beken 'Epi Karuik' ini. Ia bahkan tidak pernah melakukan tilang meski pernah tiga tahun menjabat sebagai Kapolpos lalulintas pada 1990-an.

Kecintaannya yang mendalam pada olahraga berburu babi benar-benar diuji saat badia balansa (senjata api tradisional) akan dibatasi bahkan diwacanakan dilarang polisi atas dasar memiliki potensi disalahgunakan.

Membawa aspirasi seluruh muncak, ia ikut menghadiri rapat di Polda Sumbar. Dalam forum itu ia bicara langsung kepada atasannya bahwa badia balansa merupakan senjata tradisi Padangpariaman turun temurun. Badiah balansa diletuskan tidak hanya saat berburu babi tapi juga saat prosesi sakral malewakan gelar datuak.

"Dan sejauh ini belum pernah kejadian badia banlasa disalahgunakan di Padangpariaman. Badia balansa selalu digunakan secara bijaksana. Dan akhirnya, badia balansa yang digunakan untuk berburu, atas pertimbangan kearifan lokal, masih diperbolehkan di Padangpariaman," kata pria yang hobi olahraga offroad dan bermain tenis ini.

Maymuspi - di sela agendanya yang padat di kepolisian - tidak pernah berubah dalam pergaulannya sehari-hari dengan masyarakat. Setidaknya hal itu dikatakan oleh dua orang sejawatnya dari kalangan profesi berbeda.

Samsuardi, seorang guru dan satu angkatan dengannya - mengatakan dari kecil hingga kini kepribadian Maymuspi selalu bersahaja. Ia dikenalnya sebagai sosok ringan tangan dalam membantu orang lain dalam kesusahan meski orang tersebut tidak memiliki hubungan kekerabatan dengannya.

"Ia polisi yang unik di zaman sekarang. Ia menolong orang dengan sukarela bahkan tanpa diminta sekalipun. Dan ia paling pantang diiming-imingi. Ia menolong karena ia ingin menolong bukan untuk mengharapkan sesuatu. Tak heran ia memiliki banyak kawan di mana-mana," kata dia.

Zulbahri, pengacara kondang di Pariaman dan Padangpariaman, memuji Maymuspi memiliki benih ciri seorang pemimpin. Meski seorang pejabat di kepolisian, kata Zulbahri, ia berpenampilan sebaliknya. Maymuspi yang dikenalnya suka bicara apa adanya merupakan orang yang terbuka menerima kritikan meski daripada juniornya.

"Jika, ia nilai itu benar ia pasti menerimanya. Ia tidak egois dan tinggi hati. Kalau untuk modal elektoral, dengan popularitas dan  aksesnya ke masyarakat yang luas, sudah menjadi modal dasar yang kuat baginya untuk ikut bertarung di Pilkada Padangpariaman nanti," kata Zulbahri.

Meski bukan orang yang sehari-hari berkecimpung di dunia politik, Maymuspi memiliki padangan rasional terhadap politik. Buktinya Maymuspi tidak mau gegabah melangkah sebelum ia menguji tingkat keterpilihannya di masyarakat.

Menggandeng lembaga konsultan politik, Maymuspi mengeruk dalam kantongnya untuk melakukan survey tingkat keterpilihan. Ia bahkan meminta lembaga bersewa mahal itu untuk tidak memihak ke dirinya selaku konsumen. Apa pun hasilnya akan ia terima, termasuk saran-saran dari konsultan akan apa yang harus ia lakukan ke depannya.

Maymuspi jauh dari kesan tidak serius mengahadang pertarungan sengit Pilkada Padangpariaman 2020 yang telah memunculkan sejumlah nama tokoh lainnya ke permukaan. (OLP)
PGF Antusias Akan Dibangunnya Kembali GOR Rawang
Foto: Nanda
Pariaman - Kelompok pemuda Pariaman GOR Rawang Family (PGF) mendukung pengembangan GOR Rawang sebagai pusat kegiatan kepemudaan di Kota Pariaman. 

Dukungan itu diwujudkan dalam bentuk menjadikan GOR Rawang yang terletak di Kecamatan Pariaman Tengah itu sebagai titik pusat kegiatan komunitas ini.

Baru-baru ini, PGF mengadakan kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 74. Mereka mengadakan perlombaan olahraga, lomba balap sepeda BMX yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Tidak ketinggalan, PGF juga menyelenggarakan kegiatan khas 17 Agustusan yakni, panjang batang pinang, kuis tentang sejarah kemerdekaan dan aneka perlombaan lainnya.

Koordinator PGF, Nofrianto mengatakan pemusatan kegiatan di GOR Rawang guna meramaikan kembali GOR yang letaknya berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa. 

"Base atau pusat kegiatan kita memang di GOR Rawang ini. Kami ingin meramaikan kembali. Ini juga sejalan dengan wacana Pemkot Pariaman menjadikan tempat ini sebagai tempat kegiatan pemuda," ujarnya di Pariaman, Rabu (21/8).

Menurut dia keberadaan GOR Rawang sebagai pusat pemuda adalah hal yang tepat. Selain menjadi tempat olahraga, kawasan tersebut bagus dijadikan tempat berkumpul anak muda.

"Berbagai komunitas kandang berkumpul. Ada juga yang olahraga. Kami berharap wacana menjadikan GOR Rawang sebagai pusat kegiatan pemuda segera terealisasi," pungkasnya. (Nanda)
Tugas Menumpuk, DPRD Padangpariaman Percepat Masa Orientasi Dewan
Happy Neldy: foto: Nanda
Pariaman - DPRD Kabupaten Padangpariaman periode 2019-2024 akan menjalani masa orientasi di akhir bulan Agustus 2019 guna mempersiapkan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD- P) Kabupaten Padangpariaman 2019.

"Orientasi anggota dewan periode yang baru perlu dilakukan lebih awal agar APBD P dapat dibahas lebih awal. Untuk Sumatera Barat, Padangpariaman yang perdana orientasi. Anggota DPRD tentu harus memahami hal itu dulu, makanya kita lakukan orientasi lebih awal," kata Ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman, Happy Neldi, Rabu (21/8).

Orientasi anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman dijadwal pada 25-30 Agustus 2019 di Hotel Pangeran Beach, Kota Padang. 

"Orientasi diselenggarakan oleh BKPADM Provinsi Sumatera Barat. Namun kita minta percepatan jadwal karena sejumlah agenda penting di dewan menumpuk. Sebetulnya, belum jadwal DPRD Kabupaten Padangpariaman. Namun karena ingin percepatan kita minta difasilitasi lebih awal," lanjutnya.

Menurut Happy, dalam orientasi itu anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman akan dibekali materi tentang tugas dan fungsi DPRD dalam pemerintahan. Tiga fungsi itu yakni legislasi, pengawasan dan penganggaran.

"Sebagian anggota DPRD ada yang baru, bagi yang lama ada baiknya pendalaman lagi. Pasti banyak perkembangan informasi dari regulasi baru yang dapat dipelajari saat orientasi besok ini," ulasnya.

Dalam waktu dekat DPRD Kabupaten Padangpariaman mulai menyusun dan membentuk alat kelengkapan dewan seperti Badan Kehormatan, Badan Musyawarah, Badan Anggaran, dan komisi serta fraksi.

"Jika sudah ada kelengkapan dewan, jadwal sidang dan rapat bisa disusun. Kegiatan lebih terstruktur," pungkas dia. (Nanda)
Kini Mandiri, RSUD Padangpariaman Diharapkan Bersumbangsih ke PAD
Sekda Jonpriadi beri arahan kepada peserta rapat Sinkronisasi dan Persamaan Persepsi antara RSUD Padangpariaman dengan OPD, masyarakat dan lembaga legislatif. Foto: istimewa
Paritmalintang - Sekretaris Daerah Padangpariaman, Jonpriadi mengajak seluruh lapisan masyarakat, ASN hingga anggota DPRD agar berobat dan menggunakan layanan kesehatan di RSUD Padangpariaman. Ajakannya itu bertujuan untuk turut membangun dan mempopulerkan RSUD milik daerah.

"Pengobatan pertama warga Padangpariaman kami harap ke RSUD agar keuangan juga masuk ke daerah yang akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," katanya, Senin (20/8).

Di samping itu ia meminta manajemen rumah sakit meningkatkan pengelolaan keuangan serta mutu layanan di rumah sakit itu.

"Sejauh ini kita sudah memiliki alat kesehatan yang lengkap dan pelayanannya juga jauh lebih baik," kata dia.

Direktur RSUD Padangpariaman, Lismawati mengatakan status RSUD Padangpariaman saat ini sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Sebagai BLUD, kata dia, RSUD Padangpariaman sudah harus mengurus diri sendiri, mengelola keuangan sendiri, namun masih butuh bimbingan, pengawasan dan arahan dari Pemkab Padangpariaman.

"Sistim keuangan RSUD terpisah dengan APBD Padangpariaman, namun tetap harus melaporkan ke bupati kondisi keuangannya untuk dicatatkan dalam APBD Padangpariaman," kata dia. (Tim)
BPOM Ingatkan Konsumen Pariaman Waspadai Kosmetik Pemutih
Foto: istimewa
Pariaman - Kaum perempuan berhati-hati dengan produk perawatan wajah dan kulit yang menjanjikan memutihkan kulit dan wajah. Hingga saat ini BPOM tidak mengenal kata-kata memutihkan dalam produk yang ada hanya tampak putih.

"Dalam perawatan wajah atau kulit, kami dari BPOM tidak mengenal kata "memutihkan" baik pada produk perawatan wajah maupun kulit. Yang ada hanya kata tanpak putih atau mencerahkan, ini yang benar. Jadi kaum perempuan harus waspada dengan produk perawatan yang menjanjikan memutihkan apalagi dalam waktu singkat," ujar Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri.

Hal itu diungkapkan Martin saat menjadi pembicara dalam pertemuan rutin bulanan GOW Kota Pariaman di Aula Balaikota Pariaman, kemarin. 

Hadir dan memberikan sambutan Ketua TP PKK Kota Pariaman, Lucyanel Arlym dan Ketua GOW Pariaman, Indriati serta utusan dari 32 organisasi wanita di Kota Pariaman.

Lebih lanjut Martin menjelaskan untuk mendapatkan kulit wajah yang tampak cerah itupun membutuhkan waktu lama, berbulan-bulan lamanya. 

Hingga seorang konsumen harus khawatir jika ada produk yang menawarkan produk perawatan kulit dan wajah, putih dalam waktu singkat. 

Untuk itu ia mengajak kaum perempuan harus lebih cerdas sebelum menggunakan kosmetik di antaranya dengan menggunakan metode Ceklik. 

Cek kemasan, label, izin edar dan tanggal kadaluarsa. Hal ini penting terhindar dari penggunaan kosmetik yang mengandung mercuri, rhodamin dan bahan berbahaya lainnya. 

BPOM, tambah Martin saat ini memang gencar melakukan pengawasan terhadap produk kosmetik, pangan dan obat-obatan. 

Bagi produsen yang melanggar kemudian sudah dibina namun tak juga jera, BPOM membawa kasus ini ke ranah hukum. 

Dari Januari hingga saat ini sudah ada dua kasus pangan, kosmetik dan kasus obat-obatan yang dibawa ke ranah hukum. 

Hal ini tentunya diharapkan memberi efek jera bagi produsen nakal yang menjual dan mengedarkan kosmetik, pangan dan obat-obatan yang tidak layak edar dan tidak memenuhi unsur kelayakan dan kesehatan.

Ketua GOW Pariaman, Indriati menyebut kegiatan bulanan ini selain untuk mengeratkan silaturrahmi antar anggota GOW dan antar 32 organisasi dibawah sekaligus ajang menambah ilmu pengetahuan. 

Sebab yang namanya perempuan, kata dia, tentu tak lepas dari upaya mempercantik diri.

"Nah di sinilah pentingnya kegiatan ini agar perempuan dan kaum ibu di GOW berhati-hati dalam menggunakan kosmetik," kata dia.


Kesehatan, kata dia tetap yang diutamakan. Dan sebagai konsumen mesti cerdas dalam memilih kosmetik. 

"Ceklik dulu seperti yang diajarkan oleh Kepala BPOM," ujarnya. (Nanda) 
Turunkan 30 Atlet, Pariaman Ikuti 90 Kelas di Kejurnas Sepaturoda
Perserosi Pariaman bersama atlet sepaturoda usai latihan di sirkut Pantai Cermin. Foto: OLP)
Pariaman - Kota Pariaman menurunkan 30 orang atletnya pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda Piala Walikota Pariaman 2019 yang bakal digelar di lintasan sepatu roda Pantai Cermin, Kota Pariaman pada 4 - 6 Oktober 2019 mendatang.

Atlet kebanggaan Kota Tabuik itu beradu cepat dengan atlet nasional dan atlet dari berbagai negara di Asia dan Australia yang ambil bagian dalam Kejurnas kali ini.

Pengcab Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PERSEROSI) Kota Pariaman akan mengikutkan atlet dalam seluruh kelas perlombaan.    

Pada kejurnas kali ini, ada sekitar 90 kelas yang diperlombakan dikelompokkan berdasarkan usia dan jarak lintasan.

"Kita akan mengikuti seluruh kelas yang diperlombakan dalam Kejurnas ini. Atlet kita ada 30 orang, masing-masing mereka bisa ikut di tiga kelas perlombaan," kata Ketua Pengcab PERSEROSI Kota Pariaman, Azral Malvinas, Selasa (20/8).

Pihaknya belum berani memasang target tinggi pada ajang nasional ini. Ajang Kejurnas tahun 2019 lebih tepat untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding para atlet.

"Yang jelas sebagai tuan rumah, kita harus fokus juga meraih juara. Tapi itu bukan target kita. Paling tidak dengan kejuaraan ini jam terbang dan pengalaman bertanding tim bertambah," jelas dia.

Tim sepatu roda Kota Pariaman telah mulai melakukan persiapan jelang penyelenggaraan kejuaraan. Latihan fisik atlet juga mulai ditingkatkan.

"Latihan mulai kita tingkatkan. Banyak kemajuan yang ditunjukkan atlet. Fisiknya mereka makin bagus," ulasnya.

Dalam kejurnas ini, kata Azral, speed usia master jarak 500 meter merupakan kelas paling bergensi. Kelas ini akan diikuti atlet profesional senior. (Nanda)
Empat Negara Akan Bersaing di Kejurnas Sepaturoda Pariaman
Salah satu perlombaan yang digelar di sirkuit Pantai Cermin. Foto: istimewa
Pariaman - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman bakal menggelar Kejuaraan Nasional Sepatu Roda Piala Walikota Pariaman 2019 pada 4 - 6 Oktober 2019 mendatang.

Sekitar 500 orang atlit sepatu roda akan beradu kecepatan dan keterampilan di lintasan sepatu roda Pantai Cermin.

Selain diikuti oleh atlet nasional, Kejurnas yang memperebutkan hadiah total lebih dari Rp114 juta ini juga diikuti atlet sepatu roda dari luar negeri. 

Atlet itu berasal dari sejumlah negara di Asia dan Australia seperti India, Selandia Baru, Tiongkok, Singapura, Thailand. 

Mereka akan menjajal lintasan sepatu roda permanen kebanggaan warga Pariaman itu.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Kanderi mengungkapkan ada 90 kelas yang akan dilombakan berdasarkan usia, senior dan junior.

"Hadiahnya sangat menarik. Tapi yang lebih menariknya adalah level kejurnasnya ini. Itu lebih menarik dibandingkan sekadar hadiah," katanya di Pariaman, Senin (19/8).

Selain untuk pengembangan dan pembinaan atlet sepatu roda, lanjut Kanderi, kejurnas merupakan sport tourism yang menyedot kehadiran ribuan wisatawan ke Kota Pariaman.

"Berolahraga sambil berwisata. Nanti peserta ada bawa keluarga juga, mereka bisa sambil liburan di Kota Pariaman," ujarnya.

Pemkot Matangkan Persiapan Kejurnas

Pemkot Pariaman terus memaksimalkan persiapan kejurnas yang tinggal hitungan hari itu. 

Dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan dan penambahan fasilitas tambahan dilintasan sepatu roda Pantai Cermin yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU PR) Kota Pariaman.

Pemkot Pariaman bekerjasama dengan PB Perserosi dalam waktu dekat mulai mengirimkan undangan kepada Pengrov dan Pengcab Perserosi se Indonesia dan tim sepatu roda mancangera.

"Untuk kepanitian teknis kita kerjasama dengan PB Perserori, Pengrov dan Pengcab Perserosi Kota Pariaman. Kita juga ada membentuk panitia lokal," kata Sekretaris Disdikpora Kota Pariaman, Hartati Taher.

Pihaknya juga telah melakukan pendataan hotel dan penginapan Kota Pariaman untuk ditempati oleh atlit dan ofisial selama pelaksanaan kejurnas

"Akomodasi sangat bisa menampung seluruh atlet dan ofisial dan wisatawan yang datang. Begitu juga dengan tempat makan, kami sudah survei," lanjutnya.

Menurut Hartati, pihaknya akan memanfaatkan secara maksimal iven kejurnas untuk mempromosikan pariwisata di Kota Pariaman.

"Dalam buku panduan teknis kejuaraan, kami juga siapkan liflet informasi tentang wisata dan budaya Kota Pariaman. Informasi tentang kejuaraan tersampaikan, wisatawan dan atlet jadi tahu potensi daerah kita," pungkasnya.

Selain kejuaraan sepatu roda, Kota Pariaman dalam tahun ini juga bakal menyelenggarakan sport tourism lainnya seperti Pariaman International Triathloan dan grand start Tour de Singkarak. (Nanda)
Mahasiswa Program Saga Saja Pariaman Raih IPK Tinggi
Hartati Taher. Foto: Nanda
Pariaman - Sebanyak 31 orang mahasiswa yang lulus seleksi program Satu Keluarga Satu Sarjana (SAGA SAJA) di Politeknik Negeri Padang (PNP) mulai menjalani proses perkuliahan.

Pada awal Agustus 2019 mereka telah mengikuti pendidikan dan latihan pembinaan mental fisik, dan kedisiplinan di Secata B Rindam I Bukit Barisan yang diselenggarakan PNP pada awal Agustus 2019.

"Bulan Agustus ini anak-anak kita mulai proses perkuliahan. Mereka juga telah mengikuti pembinaan di Secata B Padang Panjang," kata Sekretaris Disdikpora Kota Pariaman, Hartati Taher, Senin (19/8).

Ia mengatakan Pemkot Pariaman menanggung uang semester, uang saku dan biaya pendidikan pelatihan masing-masing mahasiswa. 

"Pembayaran uang semester sesuai dengan perjanjian dengan kampus. Kemudian uang saku dan diklatnya dibayarkan melalui rekening bank," ulasnya. 

Selain di PNP, 3 orang mahasiswa lulus di Politeknik Akademi Teknologi Indonesia (ATI) Padang dari 11 orang peserta tes akademik.

Sementara penerimaan mahasiswa baru di Politeknik Pelayanan (Poltekpel) Katapiang belum diumumkan.

"Untuk seleksi di Poltekpel diikuti 5 orang. Namun hasilnya belum diumumkan," pungkasnya.

Mahasiswa peserta program SAGA SAJA angkatan pertama tahun 2018 yang menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Padang (PNP) memperoleh nilai memuaskan.     

"Angkatan pertama di PNP ada 10 orang. Hasil evaluasi yang kami lakukan, nilai dua semester ini sangat baik," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Kanderi.    

Dia menambahkan, dari transkrip nilai semester genap dan ganjil tahun ajaran 2018/2019, mahasiswa program SAGA SAJA meraih Indek Prestasi Kumulatif (IPK) terendah 3,20 dan tertinggi 3,74.

"Nilai dua semester ini sangat bagus. Perolehan ini menandakan bahwa mereka yang ikut program ini benar-benar pintar. Meski tidak mampu secara ekonomi, tapi mereka sungguh-sungguh," imbuhnya.

Menurut Kanderi, 10 orang mahasiswa program SAGA SAJA angkatan pertama di PNP Padang mulai memasuki semester ke III atau semester ganjil tahun ajaran 2019. 

"Sudah mulai kuliah lagi semester ini. Kita tetap memantau perkembangan mahasiswa. Tetap ada pembinaan," katanya.

Pemkot Pariaman menaggung uang biaya semester mahasiswa tersebut sebesar Rp 2.750.000 - Rp3.000.000, uang saku sebesar Rp500.000 per bulan juga uang pendidikan dan pelatihan (diklat) sebesar Rp950.000.

"Beasiswa dua semester ini berasal dari CSR Bank Nagari telah dibayarkan melalui rekening mahasiswa," ulasnya.

Pemkot Pariaman juga melanjutkan program SAGA SAJA tahun 2019. Pemkot bekerjasama dengan berbagai kampus seperti Poltekpel Katapiang, Politeknik ATI Padang, dan sejumlah kampus ternama lainnya. (Nanda)