Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.

Latest Post

Sebar SMS Aduan Pelayanan Wisata, Mukhlis: "Jangan Main-Main dengan Saber Pungli!"

Written By oyong liza on Tuesday, 27 June 2017 | 20:42


Memasuki H+3 liburan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017, Pesta Pantai Pariaman berjalan dengan aman dan lancar. Pengunjung saat lebaran di pantai teramai di Sumbar itu menikmati berbagai wahana permainan, wisata ke pulau hingga menyantap aneka kuliner spesifik Pariaman yang banyak dijual pedagang.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyebut pihaknya telah meningkatkan pelayanan dari tahun sebelumnya. Berbagai regulasi yang dibuat pihaknya berdampak pada kelancaran berbagai pelayanan.

"Pengunjung yang datang sudah disediakan tempat parkir dengan tarif yang sudah ditentukan. Tak ada pungli dan kapal wisata berjalan sesuai dengan SOP serta kuliner dengan standar yang terjangkau oleh pengunjung," ungkap Mukhlis di Pantai Gandoriah saat start lomba perahu hias, Selasa (27/6/2017).

Pemerintah kata dia, selalu mengawasi oknum-oknum petugas yang memanfaatkan keramaian pengunjung untuk meraih keuntungan pribadi dengan cara ilegal. Wisatawan diimbau untuk menyampaikan keluhan dan ketidaknyamanan kepada petugas di posko keamanan di pantai Gandoriah.

Tertangkapnya petugas parkir pada H+2 lebaran di Lapangan Merdeka, imbuh Mukhlis, menandakan pengawasan berjalan dengan baik. Semua itu berkat laporan dari masyarakat.

Ia mengimbau para petugas jangan bermain-main dalam menjalankan tanggungjawab. "Kita sudah punya Satber Pungli yang akan menindak bila menjalankan tugas tidak sesuai aturan. Selain posko pengaduan pengunjung dapat melaporkan kejadian atau ketidaknyaman terhadap pelayanan wisata pada nomor SMS pengaduan masyarakat  082390595656," pungkas orang nomor satu di Kota Pariaman itu.

Juned/OLP

Dihempas Ombak Gandoriah, Bocah 8 Tahun Patah Tulang

Misel dirawat di RSUD Pariaman. Foto: Nanda
Gandoriah -- Satu orang pengunjung pantai Pariaman mengalami patah tulang saat berenang di Pantai Gondariah Pariaman, Selasa (27/6/2017) siang.

Misel, bocah berusia 8 tahun, wisatawan asal Kota Pekanbaru, Riau, mengalami patah tulang pada bagian lengan kiri setelah terhimpit kakaknya saat berenang di pantai.

Peristiwa itu berawal saat Misel dan kakaknya Refal, 12 tahun berenang bersama di Pantai Gondariah. Namun Refal yang saat itu kaget saat tiba-tiba ombak besar menghantamnya terhempas. Kuatnya gelombang membuat Refal tidak dapat mengendalikan diri hingga menghimpit lengan sang adik. Akibatnya, Misel yang mengalami patah tulang langsung dilarikan ke RSUD Pariaman.

Mendapati peristiwa tersebut Wakapolres Pariaman, Kompol Nofriadi Zen mengimbau pengunjung yang membawa anak-anak untuk berhati-hati saat bermain di Pantai Gondariah.

"Bagi pengunjung yang bawa anak-anak, harus ekstra hati-hati dan mengawasi anak-anak saat bermain di pantai. Dikuatirkan kejadian hal yang seperti ini bisa terjadi kepada siapa saja. Maka dari itu para orangtua wajib mengawasi," ujarnya.

Dikatakannya, melalui pusat informasi di Pos Pengamanan Pantai Gondariah, pihaknya terus menyampaikan imbauan kepada pengunjung untuk hati-hati saat bermain di pantai.

"Kita terus imbau pengunjung melalui pusat informasi setiap saat untuk berhati-hati. Sekarang yang menonjol adalah anak hilang," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Walikota Pariaman Genius Umar telah mengimbau kepada seluruh pengunjung Pantai Pariaman untuk tidak mandi-mandi laut di tempat yang telah dilarang oleh pemerintah. Sepanjang pantai Pariaman menurutnya belum diperbolehkan oleh pemerintah untuk kawasan mandi, apalagi bagi anak-anak.

"Kita sudah pasang plang larangan mandi bagi pengunjung dan ini wajib dipatuhi," ujarnya.

Beberapa lokasi juga sudah dijaga oleh petugas dari BPBD Kota Pariaman. Lokasi rawan tersebut tersebar di beberapa titik di sepanjang pantai Pariaman.

Nanda/OLP

Saber Pungli Pariaman Sita 9 Blok Tiket ke Pulau Tanpa Retribusi

Genius Umar apresiasi kinerja Tim Saber Pungli
Gandoriah -- Pemko Pariaman respon temuan karcis penyeberangan ke Pulau Angso Duo tanpa porporasi, yang ditemukan oleh Satgas Saber Pungli Kota Pariaman hari Senin, 26 Juni 2017 kamarin.

Porporasi merupakan lobang kecil pada karcis yang membentuk kode dan huruf sebagai tanda berlakunya karcis yang dikeluarkan Pemko Pariaman. Tanda tersebut untuk membedakan tiket asli dan palsu.

Dalam pertemuan, Selasa (27/6/2017) siang di Pos Pengamanan Operasi Ramadniya 2017 di Pantai Gondariah dihadiri langsung Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Sekdako Pariaman, Plt Badan Keuangan Daerah Kota Pariaman dan jajaran kepolisian Polres Pariaman, hal tersebut dibahas serius.

Ketua Satgas Saber Pungli Kota Pariaman, Kompol Nofriadi Zen didampingi Kasat Intelkam Polres Pariaman, Iptu Syafruddin, menjelaskan, dari hasil pertemuan dan keterangan dari pihak terkait, diketahui bahwa 2 blok tiket tersebut diedarkan petugas pengelola jasa penyeberangan dari 9 blok yang dicetak.

Tiket yang dicetak oleh salah satu perusahaan asuransi tersebut diedarkan oleh petugas tanpa dibubuhi porporasi dari Badan Keuangan Daerah. Akibatnya, retribusi dari karcis yang terjual tidak tercatat dalam keuangan daerah.

“Ada temuan dari tim, begitu kita sampaikan kepada Pemko langsung direspon cepat,” ujar Kompol Nofriadi.

Selain menemukan tiket tanpa porporasi, satgas saber pungli Kota Pariaman juga menemukan 69 blok karcis penyeberangan Pulau Angso Duo yang telah kadaluarsa cetakan 2016 diedarkan pada tahun 2017. Karcis sebanyak 121 blok yang dicetak dan diporporasi pada 2016.

“Peredaran karcis tanpa porporasi ini tentu tidak tercatat di Badan Keuangan Daerah,” sambungnya.

Sebagai solusi ke depan, Satgas Saber Pungli Pariaman menyarankan agar pencetakan karcis penyeberangan Pulau Angso Duo diambil alih oleh BKD Pariaman dan dilakukan pembaharuan karcis secara periodik untuk menghindari pemalsuan.

Sementara itu, karcis kadarluarsa dan dan tanpa porporasi yang terlanjur beredar menjadi tanggung jawab pengelola dan petugas yang mengedarkan untuk menyetorkan retribusi untuk keuangan daerah Kota Pariaman.

Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar mengapresiasi langkah Satgas Saber Pungli atas temuan beredarnya tiket penyeberangan pulau tanpa porporasi.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi cepat terhadap temuan itu untuk segera dilakukan beberapa perbaikan.

Terhadap temuan beredarnya tiket tanpa porporasi, pihaknya akan mendalami hal tersebut. “Jika ditemukan unsur pelanggaran, maka akan ada sanksi untuk setiap pelangaran tersebut,” pungkasnya.

Nanda

Lomba Kapal Hias, Pesta Pantai Pariaman Kian Semarak

Lomba kapal hias di halaman Pantai Gandoriah
Gandoriah -- Pilisi Resor Pariaman (Polres Pariaman) menggelar festival perahu hias di Pantai Gondariah, Pariaman, Selasa (27/6/2017). Kegiatan yang dimulai hari ini, masih akan berlangsung hingga H+7 lebaran Idul Fitri atau hingga akhir Pesta Pantai di Kota Pariaman. 
Kapolres dan Genius Umar perhatikan jalannya lomba kapal hias


Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, mengatakan, iven festival perahu hias merupakan upaya cipta kondisi Polres Pariaman mendorong agar nelayan dan pengusaha kapal wisata penyeberangan pulau lebih memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan wisata saat melakukan penyeberangan.

Turut dihadiri oleh Asisten Deputi Kementerian Pariwisata (Asdep Kemenpar) RI, Raseno Arya


Ia juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut sekaligus memotivasi dan merangsang nelayan dan pengusaha kapal wisata untuk sadar wisata dengan menerapkan SOP penyeberangan.

"Melalui kegiatan ini sebetulnya kita menggugah pihak terkait dengan pelayanan penyeberangan bahwa keselamatan dan keamanan itu adalah terpenting dalam pelayanan wisata. Salah satunya adalah mengikuti SOP yang ditetapkan," ujarnya usai melepas rangkaian pawai kapal nelayan.

Bagus dalam penyampaiannya berniat untuk menjadikan festival perahu hias tersebut diselenggarakan rutin tiap tahun. Bukan sebatas peringatan Hut Bhayangkari, namun menjadi kalender wisata di Kota Pariaman.

"Kita siap jadikan ini iven rutin tiap tahun. Jika memang Pemko Pariaman ada niat menjadikan kalender wisata, kita siap memfasilitasi dan insya Allah akan lebih meriah dengan peserta dari luar Pariaman juga," ulasnya.

Diungkapkannya, dari hasil pengecekan dan monitoring kapal wisata penyeberangan di Kota Pariaman, masih ditemukan beberapa unit kapal yang beroperasi tidak sesuai dengan SOP. Namun kapal tersebut telah dihentikan operasionalnya sementara, hingga dipenuhinya fasilitas penunjang keamanan dan keselamatan kapal.

"Penyeberangan pulau adalah soal jiwa, makanya setiap kapal harus dilengkapi fasilitas penunjang keamanan dan keselamatan penyeberangan. Dan aspek keamanan dan keselamatan merupakan bagian dari penemuhan sapta pesona pariwisata," pungkasnya.

Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, mengapresiasi langkah Polres Pariaman mengadakan festival perahu hias di Pantai Gondariah Pariaman. Iven itu ia harapkan dapat membangun kesadaran dari pelaku usaha penyeberangan pulau dalam mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan penyeberangan pulau.

"Kita sangat berterimakasih kepada jajaran Polres Pariaman yang menyelenggarakan festival perahu hias. Tentunya kita berharap iven ini dapat membangun paradigma masyarakat bahwa keselamatan dan keamanan hal utama yang diberlakukan dalam pelayanan penyeberangan pulau," ujarnya.

Menurutnya, iven ini bukan sebatas festival keselamatan dan keamanan penyeberangan saja namun memiliki daya tarik wisata di Kota Pariaman. Ia berniat mengangkat festival perahu hias menjadi iven rutin kalender wisata Kota Pariaman.

"Acara ini bukan hanya festival biasa, tapi bisa kita angkat menjadi iven rutin dalam kalender wisata Kota Pariaman, tentunya dikemas dengan lebih menarik dan peserta jauh lebih banyak. Sepertinya tahun depan bisa kita angkat iven ini," sebutnya.

Adapun kriteria yang dinilai pada lomba tersebut adalah kelengkapan alat keselamatan seperti pelampung dan kelayakan kapal, surat izin, serta keindahan penampilan dari kapal wisata itu sendiri.

Nanda

Lebaran Kedua, 1.100 Wisatawan Kunjungi Pulau Angsoduo

Written By oyong liza on Monday, 26 June 2017 | 22:04

Dermaga Pulau Angso Duo
Angso Duo -- Memasuki H+2 lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah mulai terjadi peningkatan kunjungan wisatawan yang berlibur ke Pulau Angso Duo Pariaman. Pulau Angso Duo yang terus dibenahi oleh Pemko Pariaman sejak beberapa tahun terakhir ini, mengundang penasaran wistawan yang dominan pemudik berkunjung ke sana.

Salah seorang wisatawan asal Pekanbaru, Riau, Ade Wiratana mengatakan kunjungan ke Pulau Angso Duo merupakan pertama kali dia sejak pulau itu dioptimalkan sebagai objek wisata oleh Pemko Pariaman. Menurutnya, banyak perubahan di lokasi tersebut dibanding saat ia berkunjung pada liburan lebaran tahun  2013.

"Sekarang jauh lebih bersih, apalagi sudah ada dermaga dan jasa permainan air. Wisata ke Pariaman jauh lebih nyaman," ujarnya, Senin (26/6/2017), di Pulau Angso Duo..

Ia juga membandingkan pengelolaan penyeberangan ke Pulau Angso Duo yang telah dikelola secara baik oleh Pemko Pariaman di banding masa lalu.

Kepala Seksi Pengawasan dan Perizinan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Fatma, mengatakan, kunjungan wisatawan pada hari kedua lebaran mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan hari pertama lebaran.

Berdasarkan data manives penyeberangan yang direkapnya, sudah tercatat 1.100 wisatawan mengunjungi ke pulau Angso Duo pada hari ini.

"Ada dua titik penyeberangan yang dikelola oleh Pemko, dari 1.100 pengunjung, 600 wisatawan menyeberang melalui Dermaga Muaro, 500 orang menyeberang melalui Pantai Gondariah," ujarnya.

Menurut dia, kunjungan di hari kedua ke Pulau Angso Duo meningkat dibandingkan hari pertama lebaran yang tidak lebih dari 200 orang wisatawan.

"Dibandingkan hari kemarin jauh peningkatannya, mungkin karena sudah lebaran semua," ujarnya.

Puncak kunjungan wisatawan di Kota Pariaman menurutnya tetap akan bertahan hingga akhir lebaran yakni pada H-7, Minggu 2 Juli mendatang.

Nanda

Pasca Teror, Polisi Pariaman Pertebal Pengamanan Mapolres

Kapolres saat kunjungi Pos Pam Ops Ramadniya di Pantai Gandoriah. Foto: Nanda
Gandoriah -- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto menginstruksikan personil Polres Pariaman melakukan penebalan pengamanan Mapolres Pariaman.

Langkah tersebut merupakan antisipatif atas peristiwa aksi teror terhadap anggota kepolisian di Mapolda Sumatera Utara, Minggu (25/6/2017) lalu yang menewaskan 1 orang anggota polisi yang tengah bertugas.

Selain peningkatan pengamanan Mako, ia menginstruksikan agar personil yang bertugas juga meningkatkan pengamanan diri masing-masing personil. Penggunan perlengkapan pengamanan diri adalah salah satu cara mengantisipasi serangan teror yang dialamatkan kepada petugas berseragam.

"Meskipun pengamanan dengan standar tinggi, personil tetap harus melakukan pelayanan masyarakat secara optimal dan humanis," ujarnya saat meninjau Pos Pengamanan Operasi Ramadniya 2017 di Pantai Gondariah, Senin (26/6/2017) siang.

Ia juga berpesan agar anggota dalam melakukan tugas secara berkelompok. Mantan Kapolres 50 Kota itu, juga mengungkapkan keprihatinan dan berduka atas tewasnya polisi dalam serangan teror tersebut.

Ia menganggap polisi sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan kepastian dan menjaga kamtibmas di Indonesia. Serangannya tersebut sesungguhnya juga bentuk ancaman pelaku teror terhadap negara, bukan hanya kepada lembaga kepolisian.

"Bukan hanya polisi yang diserang, tapi negara, karena polisi dibentuk oleh negara," ulasnya.

Ia berharap serangan tersebut tidak terjadi di Sumatera Barat, khususnya wilayah hukum Polres Pariaman.

Nanda

Ubah Harga Tiket, Juru Parkir Lapangan Merdeka Diamankan Polisi

Wakapolres beri nasehati I agar tidak mengulangi perbuatannya. Foto: Nanda
Kapolisian Resor Pariaman amankan seorang pria inisial I, 30 tahun ke Pos Pelayanan Operasi Ramadniya di Pasar Ampek Nagari Pariaman, Senin (26/6/2017) pukul 12.00 WIB. I yang merupakan petugas juru parkir itu, diamankan polisi setelah kedapatan merubah tarif parkir yang tertera pada karcis kendaraan roda empat (4) dari Rp3000 menjadi Rp10.000 per unit.

Wakapolres Pariaman Kompol Nofriadi Zen didampingi Kasat Intelkam Polres Pariaman Iptu Syafruddin, mengatakan, pengamanan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari salah seorang masyarakat ke pos pelayanan. Setelah mengamankan dan membuat surat pernyataan, I akhirnya kembali dilepaskan petugas.

"Usai mendapatkan teguran dan membuat pernyataan yang bersangkutan kita lepaskan kembali," ujarnya.

Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan, diketahui I sengaja melakukan perubahan terhadap harga karcis/tiket retribusi parkir untuk kendaraan roda empat yang semula senilai Rp3.000 menjadi Rp10.000 menggunakan pulpen, untuk mendapatkan untung besar.

"I dan juru parkir lainnya juga kepala parkirnya telah dipanggil ke Posyan Pasar Pariaman dan dimintai keterangannya," terangnya.

Ditambahkannya, dari keterangan I, karcis retribusi tersebut telah ia berlakukan kepada 2 (dua) orang pengguna parkir.

Dalam kesempatan itu, Kompol Nofriadi mengingatkan petugas parkir di Kota Pariaman untuk memungut tarif parkir secara legal. Jika masih terdapat praktik pungli termasuk di kawasan wisata, ia akan menindak tegas pelakunya.

"Jika masih melakukan praktik pungli, jangan menyesal jika tertangkap tim saber pungli," tegasnya.

Nanda

Teladani Syekh Burhanuddin, Jamaah Syatariah Salat Ied di Komplek Makam

Jamaah Syatariah gelar salat ied di halaman makam Syekh Burhanudin
Ulakan -- Jamaah Tarekat Syatariyah Padangpariaman gelar salat Idul Fitri di halaman luar Komplek Makam Syeikh Burhanuddin, Senin (26/6/2017), Ulakan.

Salat Idul Fitri digelar setelah sebelumnya sidang isbat ulama Tarekat Syatariyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari ini.

Pantauan di lapangan, ribuan jamaah dari berbagai daerah di Padangpariaman mulai memadati komplek makam sejak pukul 07.00 WIB.

Selain di halaman komplek makam Syeikh Burhanuddin, salat Ied juga dilaksanakan serentak di surau dan masjid jamaah Tarekat Syatariyah di seluruh wilayah Padangpariaman.

Ulama Tarekat Syatariyah Padangpariaman, Ali Imran Tuanku Kadi mengatakan, pelaksanaan salat di komplek makam untuk meneladani sosok tokoh Islam Syeikh Burhanuddin.

"Setiap salat Ied kita selalu laksanakan di sini, namun jika hujan akan dipindah ke Masjid Agung. Pemilihan tempat di halaman luar makam agar kita ikut menghayati dan meneladani guru Syeikh Burhanuddin," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, ia menyoroti kondisi komplek makam yang kurang terawat, sehingga mempengaruhi kekhusu'an ibadah Idul Fitri.

"Kita harapkan kompleknya agar dijaga kebersihan, biar seluruh aktivitas ziarah dan ibadah lainnya lebih khusu'," pungkasnya.

Nanda

Hilal Belum Juga Tampak di Ulakan, Syatariah Tetap Lebaran Esok Hari

Written By oyong liza on Sunday, 25 June 2017 | 19:53


Ulakan -- Jamaah Tarekat Syatariyah di Padangpariaman melaksanakan salat Idul Fitri 1438 Hijriyah esok hari, Senin (26/6/2017) pagi. Kepastian tersebut setelah dilakukannya rukyatul hilal di berbagai daerah di Padangpariaman dan daerah lainnya.

Meskipun hilal tidak terlihat di beberapa titik pengamatan di Pariaman, namun ketetapan 1 Syawal pada esok hari setelah hilal terlihat di daerah luar Sumatera Barat seperti Rimbo Panjang Riau dan daerah lainnya.

Ulama Tarekat Syatariyah Padangpariaman, Suhaili Tuanku Mudo mengatakan, penetapan 1 Syawal bagi Jamaah Tarekat Syatariyah menggunakan dua metode, yaitu metode hisab taqwin dan rukyatul hilal. Dengan terlihatnya hilal, maka Ramadhan 2017 berumur 29 hari.

"Umur Ramadhan tahun ini adalah 29 hari," ujarnya.

Dikatakannya, esok hari, salat Idul Fitri akan dilaksanakan di seluruh masjid dan surau jamaah Tarekat Syatariyah di Kabupaten Padangpariaman.

"Besok serentak salat hari raya Idul Fitri di seluruh masjid dan surau kita. Tidak hanya di Pariaman, tapi juga di wilayah lain di dalam dan di luar Sumatera Barat.

Khusus daerah Ulakan, jamaah dapat melaksanakan salat Idul Fitri di halaman makam Syeikh Burhanuddi.

"Jika cuacanya cerah, salat di halaman makam, namun jika kondisi hujan akan dialihkan ke dalam Masjid Agung," pungkasnya.

Nanda

Jamaah Syatariah Padangpariaman Hari Ini Masih Puasa



 1 Syawal Ditetapkan Setelah Maniliak Bulan

Pakandangan -- Ribuan jamaah Tarekat Syatariyah Kabupaten Padangpariaman akan amati hilal hari ini, Minggu (25/6/2017) sore. Pengamatan hilal dengan mata telanjang atau yang dikenal dengan "maniliak bulan", bagi Jemaah Syatariyah merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menetapkan 1 Syawal sebagai pertanda masuknya lebaran Idul Fitri.

Selain itu, untuk menentukan 1 Syawal, juga dilakukan menggunakan metode hisab atau perhitungan. Tokoh Tarekat Syatariyah Kabupaten Padangpariaman, Suhaili Tuanku Mudo di Pakandangan mengatakan, jamaah Tarekat Syatariyah hari ini akan mengamati hilal secara bersama-sama di pinggir pantai dan daerah ketinggian. Beberapa titik yang banyak dikunjungi oleh jamaah untuk melihat adalah pantai Ulakan dan Koto Tuo, Kabupaten Agam.

Menurut dia, dalam menetapkan 1 Syawal, pihaknya menggunakan metode rukyat dan metode hibsa taqwin.

“Metode hisab taqwin adalah metode yang kita gunakan dengan menghitung umur bulan Ramadhan selama 29 hari terhitung dimulainya puasa dan juga kita lakukan rukyatul hilal dengan melihat bulan, apakah sudah tampak atau belum. Jika pada malam 29 hilal terlihat, maka umuar ramadhan 29 hari, namun jika tidak terlihat, puasa digenapkan menjadi 30 hari,” jelasnya.

Dikatakanyan, jika hilal pada saat pengamatan terlihat, dipastikan Jemaah Tarekat Syatariyah akan berlebaran pada hari Senin, 26 Juni 2017. Namun, jika hilal tidak terlihat atau tertutup pada diseluruh titik pengamatan, maka 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri ditetapkan pada hari Selasa, 27 Juni 2017.

“Jika hilalnya terlihat nanti, maka besok dipastikan kita Tarekat Syatariyah berlebaran. Namun jika tidak terlihat dari seluruh titik pemantauan baik di Pesisir Selatan, Sijunjung, Agam, Bengkulu, maka bulan Ramadhan kita genapkan 30 hari, sehinggu lebarannya hari Selasa esok,” ulasnya.

Diprediksi, ribuan jemaah Tarekat Syatariyah asal berbagai daerah di Kabupaten Padangpariaman akan memadati Pantai Ulakan untuk menyaksikan secara langsung hilal. Maniliak akan dimulai sejak pukul 17.00 hingga pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, untuk pengamanan kegiatan maniliak hilal, Kapolres Nan Sabaris, Iptu Pamudji, didampingi Wakapolsek Nan Sabaris, Iptu Kamarul Fajar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan di Pantai Ulakan yang menjadi salah satu titik pengamatan hilal. Pengamanan yang meliputi pengamanan orang dan barang, sekaligus melakukan pengaturan arus lintas jalur jalan yang digunakan oleh jemaah.

Ia mengimbau agar jemaah untuk tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan diri. “Sore menjelang magrib itu, gelombang cukup tinggi, masih ada anak-anak dari jamaah yang main air laut. Nah, kita imbau agar jamaah yang membawa serta anak-anak agar mengawasi dan jangan main air laut untuk keamanan kita juga,” pungkasnya.

Nanda

Topik Terhangat

postingan terdahulu