Batang Pinang Biasa! Panjat Batang Pisang Bagomok di Gadur baru Luarbiasa!
Atraksi panjat batang pisang menjadi tontonan paling menghibur selama perayaan HUT RI di Gadur. Foto/Nanda
Gadur - Batang pinang "bagomok" menjadi ikonik perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. Ribuan, mungkin ratusan ribu pohon pinang ditebang untuk menyemarakkan perayaan kemerdekaan Indonesia setiap tahunnya.

Namun apa jadinya jika yang dipanjat bukanlah batang pinang. Melainkan batang pisang.

Demikian halnya di Korong Kampung Dalam, Nagari Gadur Kecamatan Enam Lingkung, Padangpariaman. Batang pisang digunakan untuk batang pinang.

Unik memang. Batang pisang tidak ditebang, melainkan dibongkar dengan umbi uratnya. Setelah dibersihkan, batang pisang dengan panjang 8 meter digantung secara terbalik, disangga menggunakan dua pohon pinang di dua sisinya. Setelah itu, batang pisang dilumuri "grease" atau gomok (gemuk).

Berbeda dengan aksi panjat batang pinang bagomok kebanyakan. Menaklukan atau mencapai puncak batang pisang bagomok jauh lebih sulit, dibandingkan batang pinang umumnya. Batang pisang yang digantung, berayun ketika dipanjat. Di sanalah kesulitannya.

Uniknya panjat batang pisang ini, menjadi tontonan. Tidak hanya masyarakat setempat, atraksi ini mengundang pengunjung dari daerah lain untuk menyaksikan.

Walikorong Kampung Dalam, Adek Gusrinaldo mengatakan, panjat batang pisang bagomok telah dimulai sejak tahun 1990-an. Atraksi panjat batang pisang bagomok masih diselenggarakan tiap HUT RI.

"Meskipun sulit, kelompok pemuda setempat selalu mencapai puncaknya," ujarnya di Gadur, Minggu (19/8) sore.

Selain batang pisang bagomok, dua batang pinang juga memeriahkan HUT RI di tempat tersebut. Namun, batang pinang yang memiliki ukuran panjang yang berbeda, pesertanya khusus diikuti anak-anak saja.

"Kami juga adakan panjat batang pinang bagi anak-anak," ulasnya.

Di momen HUT RI ke-73, ia mengajak generasi muda setempat mengisi dengan hal yang positif. Melakukan hal positif sekecil apapun bisa dilakukan sebagai bentuk sikap cinta terhadap tanah air. (Nanda)
Pariaman Expo 2018 Sedot Transaksi Rp3,5 Miliar
Genius Umar ditemani Lucy Genius dan Fitri Nora tinjau stand kerajinan Pariaman di Pariaman Expo 2018. Foto/Juned
Pariaman - Rp3,5 miliar diraih selama 9 hari pelaksaan Pariaman Expo 2018. Total transaksi itu dari penjualan produk stand pameran hingga transaksi pedagang kaki lima di sekitar acara - Pantai Gandoriah - tempat digelarnya Pariaman Expo 2018.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar yang menutup secara resmi Pariaman Expo 2018 menyambut baik hasil transaksi yang terjadi selama digelarnya Pariaman Expo yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 19 Agustus 2018.

"Peningkatan perputaran ekonomi yang terjadi di Pantai Gandoriah selama Pariaman Expo, dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat dan pedagang yang ada di sini," tuturnya.

Penutupan Pariaman Expo 2018 berbarengan dengan malam Grand Final Cik Uniang dan Cik Ajo Kota Pariaman 2018.

Dengan membuat iven yang saling berkaitan dan mendukung program pemerintah dalam memajukan visi, kata Genius, tingkat kunjungan wisatawan ke Pariaman terus meningkat.

Dengan peningkatan tersebut, sektor UMKM secara tidak langsung turut terungkit. Genius berharap dinas-dinas lain memacu diri melakukan inovasi kegiatan guna menyedot kunjungan wisata ke Pariaman. (Juned/*)

Desain Keren Dilengkapi Taman, Jembatan Lubuak Tano Jadi Objek Wisata
Bupati Ali Mukhni dikerubuti warga setempat saat meninjau pembangunan jembatan Lubuak Tano di Buluah Kasok, Kecamatan VII Koto, Sabtu (18/8).
Padangsago ----- Masyarakat Kecamatan VII Koto dan Kecamatan Padang Sago sekitarnya, telah bisa menikmati pembangunan jembatan Lubuak Tano.

Walau belum 100% tuntas, namun tidak menyurutkan animo masyarakat untuk melihat langsung pekerjaan finishing di jembatan tersebut.

"Kami tak menyangka jembatan sebagus ini yang dibangun pak Bupati. Di bawahnya ada taman bunga dan tempat rekreasi. Tempat kami sudah jadi kota," ujar Dewi (36), warga VII Koto, Sabtu (18/8).

Diketahui setiap sorenya, jembatan Lubuak Tano dipenuhi warga untuk rekreasi keluarga, baik dewasa maupun anak-anak.

Aila (7) dan Andre (10), mengaku setiap sore bermain di sekitar jembatan dengan kawan-kawanya. Mereka senang ada areal permainan anak-anak di jembatan tersebut.

"Di sini tempat bermain kami yang baru. Kalau hari libur sangat ramai yang datang," kata Andre yang berkesempatan bersalaman dengan Bupati Ali Mukhni yang berkunjung saat itu.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan Jembatan Lubuak Tano kebanggaan anak nagari dengan kemegahannya. Ada tiga jembatan lagi yang memiliki disain serupa yaitu jembatan Campago Kampung Dalam, Jembatan Kampuang Galapuang Ulakan dan Jembatan Guguak Kayu Tanam.

"Kita bangun jembatan dengan konsep kekinian. Ada lampu hias, taman bunga dan rekreasi keluarga. Jadi ekonomi kreatif diharapkan juga menggeliat di sini," kata Ali Mukhni yang didampingi tokoh masyarakat Wiztian Yoetri.

Diketahui bahwa jembatan Lubuak Tano yang memiliki panjang 80 meter dan lebar 8 meter itu, menghubungkan dua kecamatan yaitu Padang Sago dan VII Koto.

Peletakan batu pertama jembatan tersebut dihadiri oleh mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur pada 28 April 2017 lalu.

“Jembatan ini adalah kebanggaan Padangpariaman. Mimpi yang menjadi kenyataan, salah satu jembatan yang terindah di Sumatera Barat,” kata Bupati yang diminta masyarakat menjadi Gubernur mendatang.

Pembangunan Jembatan Lubuak Tano terdiri dua tahap penganggaran.  Untuk tahap I dialokasikan dana sebesar Rp6.170.129.000 pada  2017. Sementara di 2018 ditambah anggaran sebesar Rp12 miliar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. (Tim)

Insiden Bendera Setengah Tiang Bukan Disengaja, Bawaslu Pariaman Tetap Sampaikan Permintaan Maaf
Bendera merah putih kembali berkibar di puncak tiang bendera kantor Bawaslu Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Bendera merah putih setengah tiang yang terpasang di Kantor Bawaslu Kota Pariaman, Jl. Imam Bonjol Kelurahan Alai Gelombang Kota Pariaman, telah diperbaiki.
       
Tepat pada Minggu (19/8) pukul 12.47 WIB, bendera merah putih kebanggaan nasional itu telah kembali terpasang sempurna di puncak tiang.
       
Sekretaris Bawaslu Kota Pariaman, Riky Falantino menjelaskan, pihaknya langsung memperbaiki pemasangan bendera merah putih tersebut setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.
        
"Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang langsung menginformasikan kepada Bawaslu Kota Pariaman, kami langsung perbaiki bendera hingga terpasang sempurna. Namun, ini murni ketidaksengajaan karena simpul tali tidak terpasang dengan sempurna," jelasnya.

Klarifikasi bendera setengah tiang yang sempat terpasang di Kantor Bawaslu Kota Pariaman juga disampaikan melalui akun facebook dan instagram resmi Bawaslu Kota Pariaman.

Riky menyebut pihaknya tidak ada unsur kesengajaan sedikitpun dalam insiden tersebut, murni karena kesalahan teknis pada tali simpul penggerek. (Nanda)
Rahmadyah dan Yasril Terpilih Sebagai Cik Uniang Cik Ajo Pariaman 2018
Wakil Walikota Genius Umar dan istri foto bersama dengan Rahmadyah Trimurni dan M Yasril yang terpilih sebagai Cik Uniang dan Cik Ajo Kota Pariaman tahun 2018. Foto/Junaidi
Pariaman ----- Rahmadyah Trimurni dan Muhammad Yasril terpilih sebagai Cik Uniang dan Cik Ajo Pariaman 2018. Ia menyisihkan 10 finalis lainnya pada malam Grand Final Cik Uniang Cik Ajo di Panggung Utama Pantai Gandoriah, Sabtu malam (18/8/2018).

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan, duta wisata Pariaman atau Cik Uniang dan Cik Ajo yang terpilih, nantinya benar-benar menjadi duta wisata yang bisa memperkenalkan dan mempromosikan Kota Pariaman ke pentas-pentas nasional dan international.

Bukan hanya pemenang saja, kepada para finalis dan ikatan mantan Cik Uniang dan Cik Ajo tahun-tahun sebelumnya, ia berharap, tetap terus melaksanakan sisi menjual wisata Pariaman di manapun berada.

"Terus mengemban tugasnya mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kota Pariaman, di mana pun berada saat ini," ungkapnya.

Genius Umar berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar menjadi single entre marketing untuk pariwisata Sumatera Barat.

Kota Pariaman, imbuh dia, menjadikan pariwisata sebagai visi dan misi utama pemerintahanya, mungkin satu-satunya di Sumbar. Untuk itu ia meminta agar Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar lebih memperhatikan Pariaman," imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Elvis Candra mengatakan, pemilihan Cik Uniang dan Cik Ajo dilaksanakan sejak 14 Agustus hingga malam grand final 18 Agustus.

"Dari 102 yang mendaftar dan mengikuti sesi wawancara, terpilih 10 finalis putra dan putri mengikuti malam grand final," ulasnya.

Kepada para pemenang, ia berharap mampu bertugas dan mengemban amanah dalam mempromosikan Kota Pariaman satu tahun ke depan. (Junaidi)
Peserta Pawai Alegoris HUT RI Akan Diganjar Hadiah
Wakil Walikota Genius Umar bersama wakil ketua DPRD Fitrinora dan Pimpinan Bank Nagari Dedi menaiki mobil offroad bak terbuka ikuti pawai alegoris di kota Pariaman. Foto/Junaidi
Pariaman ----- Pemerintah Kota Pariaman menggelar Pawai Alegoris memperingati HUT RI ke-73, Sabtu (18/8). Pawai tersebut diikuti sebanyak 163 peserta, baik yang berjalan kaki, maupun menggunakan kendaraan: mulai dari sepeda, roda dua dan roda empat.

Peserta Pawai terdiri dari instansi pemerintah, BUMN/BUMD, sekolah mulai dari Paud, TK, SD, SMP/MTS dan SMA/SMK/MA se Kota Pariaman. Pawai juga diikuti oleh pasukan TNI dan Polri yang menggunakan kendaraan taktisnya.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar apresiasi seluruh peserta pawai dan masyarakat yang memenuhi halaman Balaikota Pariaman hingga sepanjang  jalan.

"Rasa antusias yang kita perlihatkan hari ini menunjukan kecintaan dan rasa syukur kita terhadap para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Walaupun cuaca panas terik, tidak menyurutkan semangat anak-anak dan para peserta pawai yang ikut," tuturnya.

Pawai Alegoris merupakan agenda rutin tahunan satu hari setelah upacara besar memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada hari Jumat kemarin.

"Untuk tahun ini ada yang istimewa karena di pawai alegoris tahun-tahun sebelumnya para peserta pawai tidak dinilai. Di tahun 2018 ini, pihak panitia membuat penilaian kepada para peserta pawai terbaik, dan nantinya akan diberi hadiah," ujar Genius Umar.

Setelah melepas arak-arakan Pawai Alegoris, Wakil Walikota Pariaman, bersama Wakil Ketua DPRD Fitri Nora, Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arm Heri Pudjianto, Sekretaris Daerah Indra Sakti, menaiki mobil bak terbuka untuk turut serta dalam pawai. (Juned)
Bendera Setengah Tiang Berkibar di Kantor Bawaslu Pariaman
Penampakan bendera setengah tiang di kantor tersebut sempat menjadi tanda tannya warga. Foto/Nanda

Pariaman ----- Bendera merah putih setengah tiang terpasang di Kantor Bawaslu Kota Pariaman di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Alai Gelombang, Pariaman, Minggu (19/8) pagi.
         
Penampakan bendera setengah tiang ini menjadi perhatian warga yang melintas di depan Kantor Bawaslu Kota Pariaman. Warga melihat mengira jika ada tokoh nasional yang meninggal dunia. Bendera setengah tiang diperkirakan terpasang sejak pagi hingga menjelang siang hari
         
"Saya kira ada yang meninggal dunia pejabat atau pahlawan nasional. Benderanya setengah tiang begitu," ujar salah seorang warga setempat, Khairul.
          
Terpisah, Ketua Bawaslu Kota Pariaman, Riswan melalui sambungan teleponnya mengatakan, bendera setengah tiang terpasang di kantor Bawaslu Kota Pariaman, bukan kesengajaan. Hal itu terjadi, karena pemasangan ikat penggerek bendera merah putih tidak sempurna. Akibatnya, bendera yang awalnya terpasang di puncak, melorot turun hingga setengah tiang.
         
Setelah mendapatkan informasi tentang bendera setengah tiang terpasang, ia langsung menghubungi staf Bawaslu Kota Pariaman untuk diperbaiki.
         
"Sekarang sudah diperbaiki. Sudah terpasang dengan baik," pungkasnya. (Nanda)
Dukcapil dan Perizinan Padangpariaman Raih Penghargaan Gubernur
Kadis DPMPTP Hendra Aswara peringkat 1 Kompetisi Pelayanan Prima dan Inivasi Pelayanan Publik Tingkat Sumbar dan kadis Dukcapil M. Fadhly sebagai peringkat 1 Penilaian Pelaksanaan Administrasi Kependudukan tingkat Sumbar. Foto/Hendra
Padang ----- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padangpariaman menerima penghargaan dari Gubernur Sumatera Barat.

DPMPTP ditetapkan sebagai peringkat 1 Kompetisi Pelayanan Prima dan Inivasi Pelayanan Publik Tingkat Sumbar, sedangkan Disdukcapil sebagai peringkat 1 Pelaksanaan Administrasi Kependudukan tingkat Sumbar.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit sebelum upacara penurunan bendera di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Jumat (17/8).

"Selamat kepada Kabupaten Padangpariaman yang menerima dua sekaligus penghargaan tingkat Sumbar. Jadikan ini motivasi dalam bekerja dan berbuat lebuh baik untuk masyarakat," kata Wagub Nasrul Abit.

Penghargaan tersebut, kata Nasrul Abit berdasarkan Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 065/651/2018 tentang Penetapan Pemenang  Kompetisi Pelayanan Prima dan Lomba Inovasi Pelayanan Publik.

Kepada pemenang, DPMPTP menerima piala dan sertifikat plus uang tunai Rp10 juta sedangan Disdukcapil menerima piagam dan satu unit kendaraan roda dua.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan, dengan adanya apresiasi dari pemerintah Provinsi Sumbar menjadikan daerah kabupaten dan kota akan berlomba-lomba dalam memberikan pelayanan publik.

"Alhamdulillah, inovasi DPMPTP dan Disdukcapil dapat penghargaan dari Gubernur. Artinya, pemerintah komitmen dalam pelayanan publik yang cepat bersih dan konsisten. Dua OPD kita ukir prestasi yang membanggakan daerah. Keduanya menjadi pelayanan publik terbaik di Sumbar," kata Ali Mukhni.

Kepala Dinas Kadis Dukcapil M. Fadhly mengatakan pelayanan administrasi kependudukan merupakan urusan yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Sedikitnya 300 hingga 350 orang datang untuk mengurus atau memperbaiki dokumen kependudukan per harinya.

"Kami akan terus berupaya tingkatkan layanan, baik dalam kantor maupun luar kantor," ujar Fadly yang selalu meraih penghargaan sejak 2012 itu.

Layanan luar kantor, kata Fadhly, dinamakan Pedang Saber atau Petugas Datang Segala Administrasi Beres. Petugas Disdukcapil merekam e-KTP hingga ke pelosok nagari dan daerah perbatasan.

Kemudian melakukan perekaman ke sekolah-sekolah yang ditujukan kepada siswa yang berumur 17 tahun.

"Inovasi-inovasi ini sangat diapresiasi masyarakat. Kita melayani hingga ke pintu rumah," kata Jebolan STPDN itu. (Tim)