Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :

Berita Terpopuler

Redaksi

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tim Penilai Penghargaan WTN Kunjungi Kota Pariaman

Written By oyong liza on Senin, 27 Juli 2015 | 23.15




Tim Penilai Penghargaan Wahana Tata Nugraha Kementerian Perhubungan kembali berkunjung ke Kota Pariaman, Sumatera Barat. Tim diterima Sekretaris Dishubkominfo Kota Pariaman Rusan Iscan di ruang rapat Dishubkominfo, Senin (27/07).

Tim WTN yang diketuai M. Malawat, MT dari Direktorat Kementerian Perhubungan RI ini melakukan penilaian selama satu hari di Kota Pariaman. Tim WTN sebanyak 7 orang itu, 3 orang dari pusat, 3 dari Provinsi dan 1 Akademisi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasatlantas Polres Pariaman AKP. Indra Sandy Purnama Sakti, SIK, Kabid Dal. Ops Dishubkominfo Kota Pariaman Badillah, Kabid. Kominfo Dishubkominfo Kota Pariaman Nofrizal Nur, Ketua Organda Kota Pariaman, Solfihardi dan seluruh stakeholder pemangku kepentingan.

M. Malawat menjelaskan, dalam penilaian ini, tim melakukan penilaian atas sarana angkutan umum, terminal, prasarana lalu lintas angkutan jalan, disiplin berlalu lintas, dan pelayanan masyarakat.

”Untuk sarana angkutan umum indikator yang dinilai adalah penampilan, papan trayek, tanda/nama perusahaan, jenis trayek, seragam pengemudi, identitas pengemudi, daftar tarif, kaca film, load factor dan peran angkutan umum perkotaan sebagai masalah utama angkutan umum,” ujarnya.

Secara umum, kata dia, Kota Pariaman sudah dinilai baik dari tim penilai WTN Kementerian Perhubungan, Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan. Namun, tambahnya, perlu ada dilakukan perbaikan-perbaikan serta pembenahan yang serius.

Pertemuan juga sempat mendiskusikan seputar pembangunan Kota Pariaman dan segala permasalahannya. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan hasil penilaian WTN dari Ketua Tim Penilai WTN Direktorat Kementerian Perhubungan RI M. Malawat kepada Walikota Pariaman Mukhlis Rahman setelah dilakukan ekpose dan pemaparan hasil penilaian dalam beberapa hari kedepan.


Phaik/OLP

Berdiri Sejak 1960, Alumni Ponpes Nurul Yaqin Ringan-Ringan Reuni Akbar


Sekretaris Daerah Kab. Padang Pariaman Jonpriadi,SE.MM, bersama Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Ringan-Ringan, Drs Idarussalam Tuanku Sutan, dan para alumni



Para alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Padangpariaman yang tersebar di berbagai wilayah  di Indonesia  diharapkan dapat mengamalkan ilmu  yang telah diperolehnya di pesantren dengan sebaik-baiknya.

"Sejak tahun 1960 telah berdiri pesantren ini, telah banyak mencetak para tuangku  yang tersebar di berbagai wilayah. Di setiap wilayah tersebut para tuangku harus mengajar dan mempunyai jamaahnya masing-masing, sehingga demikian pesantren ini akan terus maju dan berkembang pesat sampai akir zaman nanti," ucap pendiri Ponpes Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Syekh Muda H. Ali Imran Hasan, Senin (21/7) di hadapan para alumni yang hadir dari berbagai daerah  pada acara Silaturrahim Akbar dan Halaqah Nasional Ulama Keluarga Besar Ponpes Nurul Yaqin.

Disebutkannya para alumni harus tetap membaca kitab dan buku yang menjadi rujukan dan pedoman pesantren. Ilmu yang didapat dikembangkan terus kepada orang-orang sekitar. Apa yang diperintahkan kerjakan, dan apa yang dilarang tinggalkan.

"Jika semua itu telah dilakukan Insya Allah kita selamat dunia dan akhirat. Dalam hidup ini kita harus banyak berdo'a kepada Allah Swt, sebab orang yang tidak mau berdo'a  adalah orang yang sombong. Jadilah orang yang penyayang jangan jadi orang pemarah," harap Buya, karib ia disapa, pada acara yang bertemakan Kembali ke Khittah Nurul Yaqin 1960, Syiarkan Islam Rahmatan Lil'alamin dan Cegah Paham Radikalisme.

Sementara itu Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Ringan-Ringan, Drs Idarussalam Tuanku Sutan menyambut baik diselenggarakannya acara tersebut. Apalagi menurutnya dilaksanakan pada momen lebaran Idul Fitri pada saat  para alumni  yang tersebar di berbagai penjuru pulang kampung.

"Alhamdulillah ramai para alumni yang hadir pada acara ini, meskipun ini baru pertama kalinya diselenggarakan. Acara ini momennya sangat  tepat sekali pada saat lebaran,  tujuannya memperkuat kembali hubungan antara alumni dengan pimpinan dan keluarga besar Ponpes Nurul Yaqin yang tersebar di berbagai daerah," tutur Idarussalam yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab. Padang Pariaman. 

Dia sebutkan, ponpes ini sejak berdirinya pada tahun 1960, hingga sekarang sudah mencetak ribuan alumni dan ratusan tuanku. Para alumni tersebar di berbagai daerah.
"Kepada para alumni diharapkan pegang dan amalkan terus pelajaran yang telah didapat di pesantren ini dan mari bersama-sama kita majukan pesantren yang kita cintai ini," tuturnya.

Sementara itu, Bupati  Padangpariaman yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Jonpriadi mengatakan peran ulama di tengah-tengah masyarakat sangat besar sekali untuk membimbing ummat. Apalagi saat ini banyak pengaruh atau paham-paham yang masuk ke daerah kita.

"Pemkab Padangpariaman sangat mendukung program atau acara yang dilaksanakan seperti sekarang ini, mari kita jadikan Islam sebagai "Rahmatan Lil Alamin" untuk menangkis segala bentuk dan paham yang tidak baik bagi kita bersama. Pada kesempatan baik ini Pemkab Padangpariaman membantu sebanyak Rp10 juta," kata Sekda.

Hal senada juga dikatakan Ketua Pelaksana Silaturrahim Akbar, Rahmat Tuanku Sulaiman dan Ketua Alumni Pesantren Nurul Yaqin, Akmaluddin Tuanku Labai Mudo, bahwa acara seperti ini sangat bagus sekali buat kemajuan dan perkembangan pesantren ke depan.

"Oleh karena ini acara perdana, mungkin masih ada kekurangan di sana-sini. Ke depan acara ini dikemas  dengan sebaik mungkin," kata Rahmat. 


Muslim

BLH Kota Pariaman: Selama Lebaran Volume Sampah Naik 150persen, 354 "Pasukan Kuning" Kerja Lembur

Written By oyong liza on Minggu, 26 Juli 2015 | 11.54




Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pariaman  menurunkan 354 "pasukan kuning" untuk membersihkan sampah-sampah selama libur Lebaran Idul Fitri 1436 Hijriah/2015 di Kota Pariaman.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Definal, mengatakan selama libur lebaran BLH menurunkan petugas kebersihan yang ditempatkan di jalan-jalan, objek wisata pantai maupun pulau, Kamis (23/7).

“Petugas sudah kami siagakan sejak H-7 lebaran dan akan bertugas sampai H+10 setelah lebaran. Menurut pengakuan petugas yang bekeja di lapangan menyebutkan, volume sampah meningkat 150% persen selama Lebaran yang biasa 4 truk masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekarang bisa sampai 10 truk," ujarnya.

Peningkatan sampah itu, kata dia, mulai dari sampah rumah tangga, sampah pasar dan sampah-sampah yang ada di objek-objek wisata yang ada di Kota pariaman.

"Petugas penyapu jalan mendapat tugas ekstra menyapu dan membersihkan sampah-sampah yang berserakan di pinggir Pantai Gandoriah. Mereka kami lemburkan yang biasanya hanya pagi dan sore, sekarang di tambah malam hari, yakni mulai dari pukul 19.00 WIB sampai tengah malam," tambahnya.

Dia menuturkan sebanyak 10 petugas membersihkan Pulau Angsoduo yang banyak di datangi wisatawan. Untuk Pantai Gandoriah, Pantai Cermin ada 24 petugas yang bekerja lembur untuk  membersihkan wilayah tersebut dan wilayah-wilayah lainnya di sekitar lokasi keramaian.


"Kami menghimbau kepada seluruh pedagang untuk dapat mengumpulkan sampah jualannya dan memasukan sampah pada karung dan sore hari simpan di tepi jalan untuk memudahkan petugas kebersihan untuk membawa ke TPA. Jangan membuang sampah ke muaro maupun laut. Dan untuk wisatawan kami menghimbau untuk dapat membuang sampah pada tempatnya, agar objek wisata kita tetap indah dilihat dan nyaman," tutupnya.


Dalam kesempatan berbeda Kasubid PP BLH Kota Pariaman Arsyad Lubis di lapangan mengatakan untuk kebersihan di Pulau Angsoduo hari Kamis kemaren petugas telah mengangkut 52 karung sampah yang bertebaran di sana dibawa ke darat, berkordinasi dengan BPBD Kota Pariaman. Beliau juga mengatakan untuk kebersihan selama pesta pantai memang mengalami peningkatan volume sampah yang akan diangkut ke TPA. 


Juned/OLP

Genius Serahkan Sumbangan PNS dan Jemaah Mesjid Untuk Rakyat Afganistan Korban Perang




Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat (Al Hujuraat 10). Dengan melandasi ayat di atas maka Pemerintah Kota Pariaman bersama masyarakat menggalang dana bantuan kemanusian untuk saudara-saudara seiman di Afganistan yang sampai saat ini masih dilanda perang.


Wakil Walikota Pariaman Genius Umar yang menerima kunjungan dari 2 musafir asal Afganistan yaitu Ustadz Ismail dan Ustadz Syaid Yusoef dari Aryana Aid Volunteer Led  Charity Working in Afganistan di Balaikota Pariaman, Jum’at (24/7). Genius mengatakan Pemko Pariaman menerima dengan baik silaturahmi antara Afganistan dengan Kota Pariaman, apalagi sesama muslim, serta akan membantu sebisa yang pemerintah dapat lakukan.


Dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Pariaman Genius Umar juga menyerahkan bantuan yang dihimpun secara sukarela dari ASN baik yang berada di Kantor Balaikota Pariaman maupun di Kantor Walikota Lama Karan Aur. Dana yang terkumpul lebih kurang sebanyak Rp2.5 juta dan dari Mesjid Raya Kota Pariaman terkumpul dana Rp2.440.000,- Penyerahan bantuan juga disaksikan Sekda Kota Pariaman Armen.


Selain mengumpulkan infaq yang di gelar baik di Balaikota Pariaman maupun di instansi lain, Ustadz Syaid Yusoef juga megunjungi Mesjid Raya Kota Pariaman di Kelurahan Kampung Perak dalam rangka Sholad Jum’at berjemaah di mesjid tersebut.

Dalam pengantar sebelum sholat jum’at dia mengatakan tujuannya keliling Indonesia di sebabkan Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Karena itu diharapkan dari setiap kota/kabupaten yang dikunjungi dapat menambah bantuan yang akan disalurkan oleh Aryana Aid ke penduduk Afganistan. Baik berupa makanan maupun mendirikan mesjid dan rumah yang hancur karena perang.


Juned/OLP

Belajar Kesungguhan Mencintai Alam dan Kebersihan dari Anak OPC

Written By oyong liza on Sabtu, 25 Juli 2015 | 22.51




Taman OPC (Orang Piaman Creatif) sudah hampir setahun ada di Kota Pariaman. Keberadaannya sangat besar pengaruhnya pada pembangunan dunia pariwisata di Pariaman. Bukti terlibat aktifnya para pemuda memajukan pariwisata dengan kesadaran penuh. OPC benar-benar diisi orang-orang kreatif berjiwa seni dan sadar wisata. Kebersihan paling krusial bagi mereka. Dia tidak peduli itu sampah siapa tetap dia pungut dan membuang pada tempatnya. Sampah dari Pulau Angsoduo pun mereka bawa berkarung-karung ke tepi tanpa diketahui siapapun. Mereka paling anti mengambil muka. Bagi mereka menjaga kebersihan pulau adalah tanggungjawab moral.

Anak OPC bukanlah anak punk. Mereka para seniman alam yang mengabdikan dirinya pada lingkungan. Bagi mereka pohon tanpa paku. Bagi mereka uang bukanlah segala-galanya. Meski mereka membuat taman, membeli properti studio tapi tidak pernah mereka meminta tarif pada pengunjung. Mereka buat kotak kesadaran. Yang berderma silahkan yang tidak mereka tidak pula marah.

Anak OPC anti judi, mabuk dan narkoba. Selama puasa ramadhan kemarin mereka buat kesepakatan bersama setiap anggota OPC harus full puasanya selama ramadhan dan Alhamdulillah terlaksana. Anak OPC jiwanya tanpa pamrih. Tak pernah mereka merengek dan ajukan proposal. Anak OPC mandiri.

Taman OPC berlokasi di Desa Pauh Barat seberang muara Pariaman. Selain di sana juga ada di Pulau Angsoduo. Kepada pengunjung Taman OPC mereka minta dituliskan kesan dan kritikan di secarik kertas karena pengunjung bagi mereka adalah saudara. Mereka selalu mengatakan kata-kata positif pada tamu. Keramahan mereka membuat Taman OPC kian dikenal dan makin ramai.

Anak OPC sering pula sasaran fitnah. Mereka pernah dituding membuat tempat mesum. Mereka dituduh membuat tempat bagi pemakai narkoba. Dan lain-lain sebagainya.

Faktanya, Anak OPC penjaga kampung sesungguhnya. Jika ada pasangan muda mudi mojok malam hari mereka yang mengusir. Jika ada kelompok pemuda berpesta miras di areanya mereka langsung usir tanpa tedeng aling. Mereka konsisten. Konsisten sebagai anak bangsa yang memegang nilai-nilai luhur. Musik mereka balada, bukan triping.

Bersantai di taman OPC sangat mengasyikan. Membuat lupa waktu. Di sana kita belajar sokoguru tentang kebersihan. Di sana kita belajar arti keramahan. Di sana kita tahu apa itu pariwisata sesungguhnya.

Oyong Liza Piliang

Gandeng PT POS, Masyarakat Padangpariaman Hanya Tungu Di Rumah Dokumen Kependudukannya dari Disdukcapil

Written By oyong liza on Kamis, 23 Juli 2015 | 21.32




Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman melakukan terobosan dalam peningkatan pelayanan masyarakat dengan melakukan kerjasama dengan PT. POS Indonesia untuk pengiriman dokumen kependudukan dan catatan sipil ke rumah-rumah masyarakat. Artinya setiap masyarakat cukup menunggu di rumah saja dan nikmati layanan pengiriman gratis dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akta Kelahiran dan lain sebagainya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Bupati Ali Mukhni seusai Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala Regional II PT Pos Indonesia Persero, Yuzon Erman, SE di Ruang Kerjanya, Rabu (22/7). Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) M. Fadhly,  Kepala Kemenag Masri Can, dan Kabag Humas Hendra Aswara.

"Alhamdulillah, satu lagi inovasi kita lakukan untuk memudahkan masyarakat dalam pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil dengan menggandeng PT. Pos Indonesia. Saya kira program layanan gratis ini yang pertama di Indonesia," kata Bupati yang meraih Penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI baru-baru ini.

Ali Mukhni mengatakan sebelumnya masyarakat menjemput dokumen kependudukan dan catatan sipil ke kantor atau unit pelayanan terdekat. Namun sekarang, masyarakat dimanjakan dengan cukup menunggu dirumah dan petugas akan mengantar dokumen tersebut via paket POS.

"Jadi masyarakat bisa hemat biaya, waktu, tenaga dan bisa mengerjakan aktifitas seperti biasa tanpa harus ke Kantor Disdukcapil. Kita punya motto Saatnya Masyarakat Menikmati," kata Alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu.

Sementara itu Kepala Regional II PT Pos Indonesia Persero Yuzon Erman mengapresiasi terobosan yang dilakukan Pemerintah Daerah melalui Dinas Dukcapil dalam upaya meningatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia yakin program ini akan menyentuh dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kita apresiasi Bupati Ali Mukhni yang sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan prima yang menyentuh langsung kepada masyarakat. Insyha Allah kita siap back up," kata Yuzon Erman.

Kepala Dinas Dukcapil M. Fadhly mengatakan bahwa selaku SKPD yang berhubungan langsung dengan masyarakat dalam pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil berkontribusi dalam menentukan tingkat kepuasan masyarakat dalam pelayanaan pemerintah selama lima tahun terakhir.

Berpijak dari berbagai kritikan dan masukan masyarakat melalui sarana pengaduan SMS Center, Dinas Dukcapil berupaya melakukan pembenahan-pembenahan dalam berbagai aspek pelayanan. Diantaranya peningkatan saranan dan prasarana, pembangunan sistem-sistem pendukung pelayanan, penetapan 41 Standar Operasional Pelayanan (SOP),  dan upaya-upaya pengendalian internal yang turut difasilitasi oleh Inspektorat Kabupaten Padangpariaman.

Ditambahkannya sejak tahun 2014 lalu, Disdukcapil berinovasi dalam peningkatan kepuasan masyarakat melalui kerjasama dengan PT POS Indonesia untuk ekspedisi atau pengiriman dokumen pelayanan langsung ke rumah masyarakat baik di dalam maupun di luar Kabupaten Padangpariaman dalam wilayah Indonesia.

Dari hasil uji coba yang dilakukan selama empat bulan terakhir, program ini mendapat respon positif dari masyarakat yang diterima melalui SMS Center dan layanan telepon. Dengan program kerja sama dengan PT Pos ini, kata Fadhly masyarakat bisa hemat biaya transportasi dan waktu dalam pengurusan administrasi kependudukan dan catatan sipil seperti pengurusan KK, KTP, Akta Kelahiran dan lain sebagainya.

"Jadi Layanan ini gratis semuanya sudah ditanggung Pemerintah Daerah. Masyarakat cukup menunggu di rumah saja dan dokumen diantar sesuai alamat," kata Peraih Peringkat I Diklatpim Tk. II Tahun 2013 yang lalu.

Program-program yang dilakukan Dukcapil pada tahun 2014 dan 2015 ini agar lebih bermanfaat untuk masyarakat dan juga dalam upaya menghadapi kompetisi Citra Pelayanan Prima Tingkat Provinsi Sumbar Tahun 2016 mendatang.

"Sesuai arahan Bapak Bupati, kita terus berupaya melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Jebolan STPDN Angkatan VI Jatinangor itu.


HA/OLP

Damsuar Katakan Serapan Anggaran SKPD Tergolong Rendah Masuki Akhir Tahun




Wakil Bupati Padangpariaman Damsuar mengingatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk meningkatkan pencapaian kinerja dan realisasi kegiatan Tahun 2015. Ia mengingatkan karena saat ini penyerapan anggaran masih rendah padahal telah memasuki akhir tahun.

Hal tersebut ia sampaikan pada apel gabungan hari pertama masuk kerja di Halaman Kantor Bupati di Parit Malintang, Rabu (22/7).

"Akhir tahun anggaran hanya tinggal beberapa bulan lagi. Semua harus fokus untuk memacu penyerapan anggaran masing-masing SKPD," kata Damsuar.

Ia juga memotivasi aparatur untuk berkontribusi aktif untuk membawa Kabupaten Padangpariaman menjadi lebih maju dan dapat bersaing dengan Kabupaten lain di Indonesia.

"Buatlah program-program yang benar-benar dapat memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat," lanjutnya.

Pada kesemapatan apel gabungan juga diisi dengan acara halal bi halal dengan segenap aparatur sipil negara Kabupaten Padangpariaman.


HA/OLP

Selain Rekaya Lalu Lintas dan Parkir Pemko Pariaman Gaet Polres dan Kodim Demi Kenyamanan Wisata Pantai Selama Lebaran

Written By oyong liza on Rabu, 22 Juli 2015 | 22.10




Selama masa-masa libur lebaran Tahun 2015, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pariaman bersama Lantas Polres Pariaman memberikan perhatian lebih pada pengaturan lalu lintas dan parkir di kawasan objek wisata, khususnya Pantai Gandoriah Pariaman.

Seperti yang diungkapkan oleh Kadishubkominfo Kota Pariaman Agusriatman ,Selasa (21/07) pengaturan lalin dan parkir akan dititikberatkan di objek wisata Pantai Gandoriah dan Pantai Kata Pariaman yang dipasang rambu portable.

"Kita lakukan pengawasan pada ruas jalan menuju objek wisata serta merekayasa jalur lalu lintas dengan sistem jalur searah dalam mengurai kemacetan," kata Agus.

Agusriatman juga menuturkan, pihaknya akan mengatur serta mengendalikan lalu lintas dan parkir kendaraan bus, mini bus maupun sepeda motor agar menuju kantong parkir yang telah tersedia di kawasan tersebut.

“Apabila lahan parkir di lokasi sudah penuh, maka parkir diarahkan menuju kawasan parkir di sekitar terminal truk muaro dan lapangan Karang Taruna Pasir Pariaman. Begitupun di Pantai Kata, kita akan arahkan ke parkir yang tersedia di sana yakni belakang rumah dinas Bupati Padang pariaman,” ucapnya.

Disisi lain, padatnya pengunjung kawasan Pantai Pariaman tidak terlepas dari pengawasan Pemkot Pariaman seperti upaya menjaga keamanan lokasi pantai oleh petugas gabungan Polres Pariaman, Kodim 0308 Pariaman, Satpol-PP Kota Pariaman dan petugas BPBD Kota Pariaman yang bersiaga diseputaran lokasi pantai.


Phaik/OLP

Hari Pertama Ngantor Pemko Pariaman Gelar Apel Gabungan




Pegawas Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman hari pertama masuk kerja usai libur Hari Raya Idul Fitri 1436 H melaksanakan apel gabungan, Rabu (22/7/2015) di Halaman Balaikota Pariaman.

Apel gabungan dipimpin oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, diikuti oleh Wakil Walikota Genius Umar, Sekretaris Daerah, Armen, para Asisten, Staf Ahli, para Kepala SKPD dan seluruh PNS dilingkungan Pemerintah Kota Pariaman.

Pada kesempatan tersebut tidak lupa Mukhlis menyampaikan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh PNS di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman. Ia menghimbau seluruh PNS agar meningkatkan kinerja dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Selama Ramadhan melalui ibadah puasa yang dilaksanakan kita sudah dilatih disiplin dan kesabaran. Tentunya hal ini bisa memberikan peningkatan kepada diri kita masing-masing. Peningkatan iman dan taqwa. Sebagai PNS tentu disiplin juga harus ditingkatkan,” ujar Mukhlis.

Menurutnya, sebagai pelayan masyarakat PNS selalu dituntut memberikan pelayanan yang baik. Dengan disiplinlah pelayanan bisa ditingkatkan. Untuk itu, lanjutnya melalui pelatihan selama Ramadhan PNS bisa meningkatkan kinerjanya.

Selain itu, Walikota juga menghimbau kepada seluruh PNS agar meningkatkan kebersamaan dalam menjalankan tugas di lingkungan masing-masing. Tingkatkan loyalitas kepada atasan agar tugas pemerintah yang diberikan atasan dapat terlaksana dengan baik.

“Sebagai aparatur tidak dapat bekerja sendiri, tetapi perlu kebersamaan dan sinergitas di dalam menjalankan roda pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tambahnya.

Usai apel gabungan dilanjtkan salam-salaman, seluruh PNS dengan Walikota. Setelah itu, Walikota melaksanakan open house untuk para PNS tersebut di Pendopo Rumah Dinas Walikota.



RZA/OLP

Tolak Suap 7 Milyar, Kajari Pariaman Umumkan Tersangka 7 Kasus Dugaan Korupsi di Kabupaten dan Kota




Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman mengekspose tujuh kasus Tut, Dik dan Lid, dugaan tindak pidana korupsi di wilayah hukumnya yakni Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman bertepatan dengan HUT Adhyaksa ke 55 sekaligus hari pertama masuk kerja PNS setelah cuti bersama lebaran Tahun 2015, Rabu (22/7) di ruang kerja Kajari Pariaman.

Konprensi pers dengan puluhan awak media baik cetak, elektronik dan online tersebut dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pariaman, Yulitaria, SH, MH didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Resmen, SH dengan membacakan hasil Sprindik yang sudah ditandatangani oleh Kajari Pariaman.

Menurut Kajari Yulitaria pada tahun 2015 terdapat tujuh kasus dugaan korupsi ditangani Kejaksaan negeri Pariaman.

"Satu diantaranya sudah tahap penuntutan ke pengadilan dengan tersangka Murniati (mantan bendahara Akper Padangpariaman) lanjutan kasus dugaan korupsi Akper Pemda Padangpariaman tahun 2012," kata Kajari.

Pada kasus Akper kata Yuli, Kejari Pariaman telah berhasil mengembalikan kerugian negara akibat perbuatan melawan hukum pelaku pada kasus tersebut.

Sedangkan kasus paling mencengangkan dengan total kerugian negara mencapai Rp4.469.318.800,- (empat milyar empat ratus enam puluh sembilan juta tiga ratus delapan belas ribu delapan ratus rupiah) adalah kasus dugaan penyimpangan dana proyek penyediaan air bersih di Kecamatan Lubuk Alung, Padangpariaman pada tahun 2011 dengan No Print-04/N.3.13/Fd.1/01/2015 tertanggal 5 Mei 2015 tersangkanya adalah Zainir, ST (Kadis PU Padangpariaman), Oyer Putra, ST, MT dan kawan-kawan.

Kemudian, masih kata Yulitaria, No Print-06/N.3.13/Fd.1/01/2015 tertanggal 29 Mei 2015 masih dalam kasus dugaan penyimpangan dana proyek penyediaan air bersih di Kecamatan Lubuk Alung, Padangpariaman pada tahun 2011 tersangkanya adalah Khosan Kasitdi, dkk, yang merupakan rekanan pada proyek PDAM tersebut dibawah bendera PT Graha Fortuna Purnama.

"Dalam kasus ini mereka coba suap kami uang satu koper berisi tujuh milyar rupiah. Saya usir mereka dan ancam laporkan ke KPK. Lalu mereka pergi. Kata mereka pada saya waktu itu di depan Resmen, 'hentikan kasus kami ini uang terimakasihnya," kata Kajari Yulitaria sebelumnya di ruang Kasi Pidsus sebelum Konpers.

Sedangkan kasus dengan No Print-07/N.3.13/Fd.1/01/2015 adalah dugaan penyimpangan dana pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional dan jabatan tahun 2012 sampai tahun 2014 pada Sekretariat Daerah Kota Pariaman. Kejari Pariaman telah menetapkan Kabag Umum Pemko Pariaman, Rosdi, S.Sos dan kawan-kawan sebagai tersangka.

"Total kerugian uang negara masih kita hitung akurasinya yang pasti berjumlah ratusan juta rupiah," kata Kasi Pidsus Resmen menimpali.

Disamping itu kasus dugaan korupsi lainnya yang tersangkanya sudah ditetapkan tapi  namanya tidak disebutkan oleh Kajari adalah perkara dugaan penyimpangan dan penggunaan pertanggungjawaban keuangan yang tidak dilaporkan oleh Kepala Sekolah, Komite Masyarakat SMA1 Ulakan Tapakis, Padangpariaman.

Lalu dua kasus dugaan penyalahgunaan dana peran koperasi dalam mendukung ketahanan pangan pada PT Sah Yang Seri cabang Lubuk Alung tahun 2011 dan pada tahun 2012.

"Tersangkanya belum bisa kami sebutkan karena masih ada beberapa saksi yang jauh dari Jakarta dan Medan yang belum memenuhi panggilan kami. Kasus ini ada dua. Yang satu 2011 dan yang satu lagi tahun 2012," imbuh Yulitaria.

Sedangkan kasus yang masih dalam tahap Lid (lidik) adalah kasus pemeliharaan terminal dan TPR Kayu Tanam di Dinas Perhubungan Padangpariaman.

"Tersangkanya belum ada karena masih dalam tahap lidik," pungkas Kajari.

Semua kasus tersebut kata Kajari bermula dari laporan masyarakat. Semua tersangka yang terjerat dalam kasus yang sudah dipublish Kajari Pariaman itu dijerat dengan pasal 2 ayat 1 junto pasal 55 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi. Tersangka diancam dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara.


OLP

Topik Terhangat

postingan terdahulu