Headlines News :

Berita Terpopuler

Pages Pariaman News

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tradisi Maniliak Hilal Sebelum 1 Syawal Oleh Jamaah Tarekat Syattariah Ulakan

Written By oyong liza on Selasa, 29 Juli 2014 | 06.04





Disaat pemerintah melalui Sidang Itsbat KEMENAG RI menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H jatuh pada hari Senin, (28/07). Namun lain halnya dengan Pengikut Jamaah Tarekat Syattariyah di Ulakan Tapakis Kab. Padangpariaman, Sumatera Barat.

Mereka, Senin, (28/07) baru melakukan ritual maniliak (melihat) bulan (hilal) sebagai tanda untuk menentukan awal 1 syawal 1435 Hijriah.

Pimpinan Ulama Tarekat Syattariyah Ulakan Ali Imran Tuangku Bagindo Qadhi mengatakan, menjelang maghrib seluruh alim ulama akan maniliak hilal di lima titik yaitu, di Koto Tuo Padang Panjang, Agam, Pesisir Selatan, Sijunjung, dan Pantai Ulakan.

"Sesudah melihat hilal di lima titik ini barulah kami akan melaksanakan sholat idul fitri dan merayakan lebaran pada hari Selasa, (29/07)," ucapnya.

Tradisi maniliak bulan dilakukan dengan mata telanjang tanpa menggunakan alat pengukur atau teleskop. Dan ini sudah tradisi turun temurun. Metode itu dilakukan dengan memakai hitungan takwin qamsyiah yakni hitungan berdasarkan tahunan.

Tidak hanya dalam menentukan 1 syawal, sebelumnya untuk menentukan 1 ramadhan, juga dilakukan hal serupa (maniliak hilal).

Jamaah tarekat syattariyah pengikut syekh burhanudin tersebut tersebar di sejumlah daerah di Padangpariaman, Kota Pariaman, dan berbagai daerah lainnya di Sumatera Barat yang berpusat di Ulakan Tapakis.

Pengikut ini masih melaksanakan  ibadah puasa 1 hari lagi di saat mayoritas umat sudah berlebaran.

Andra Sikumbang

Mukhlis-Genius di Hari Kemenangan (1 Syawal 1435 Hijriah)

Written By oyong liza on Senin, 28 Juli 2014 | 12.30





Saya pikir apa yang saya lakukan barusan adalah tindakan yang tepat untuk menjalin silaturahmi dengan para rekan-rekan yang saya temui di waktu bersamaan tanpa harus berkunjung ke masing-masing rumah di pertama hari Raya Idul Fitri 1435 hijriah ini. Ya. Kebetulan disaat bersamaan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dan Setdako Pariaman Armen open house silaturahmi internal dengan seluruh PNS di lingkungan Pemko Pariaman, kerabat, sebelum open house resmi untuk umum yang terjadwal.

Bersama seorang teman, Nopriadi Syukri, sehabis Sholad I'd, berdua, kami berangkat ke Pendopo rumah dinas Walikota Pariaman. Area parkir luas cukup menampung semua kendaraan tamu yang hadir pagi ini. Mulai dari Wakil Walikota Genius Umar bersama Istri Lucy Genius, Setdako Armen dan Istri serta hampir seluruh kepala SKPD, Badan, Kabag, Camat dan PNS terlihat hadir di acara ramah tamah di balairoom pendopo tersebut. Semua saling bersalam-salaman Minal Aidin Walfaidzin. Mukhlis, Reny Mukhlis dan buah hati mereka sebagai tuan rumah terlihat bahagia menerima salam dari tamu-tamu yang hadir. Senyum ceria membingkai wajah mereka.

Di Balairoom tersebut tersusun rapi dan tertata berbagai menu khas Hari Raya untuk jamuan para tamu. Tak ada acara seremonial saat itu. Sepertinya acara memang di format se santai mungkin sehingga jauh dari kesan konservatif. Disana, saya mengamati sampul wajah para tamu yang hadir. Mereka memang sedang berbahagia gumam saya dalam hati. Hari Raya memang penuh berkah dan penuh kemenangan, imbuh saya membatin.

Masih dengan teman yang sama, kami lanjut menuju rumah dinas Wakil Walikota Pariaman Genius Umar di Jati. Genius yang semula sudah silaturahmi dengan Walikota kini giliran sebagai tuan rumah. Pemandangannya hampir sama. Rata-rata pejabat dan Pns yang hadir di pendopo kembali menampakkan batang hidungnya di Rumah dinas yang saling berhadap-hadapan dengan rumah dinas Ketua DPRD yang tidak pernah di huni itu. Bagindo Jamohor (Ketua KADIN)  berbarengan dengan kami keluar pendopo.

Suasana hampir serupa. Genius dengan mudah membaur dengan tetamu dengan egaliter (menyetarakan diri). Dia adalah seorang Doktor ilmu sosial dan kebijakan publik. Siapapun gampang akrab dan seolah sudah kenal lama jika berinteraksi dengannya. Begitupun dengan Lucy. Ditengah kerumunan tamu dia tetap memperlihatkan sosok sebagai Ibu Rumah Tangga yang "melengah" anaknya dengan baik. Dia bergelar dokter dan Magister kesehatan. Mereka memiliki tiga buah hati yang masih kecil.

Tak berlama-lama, saya meninggalkan rumah Wakil Walikota menuju rumah dinas Setdako Armen di Kampung Pondok untuk menuntaskan silaturahmi di hari raya pertama ini. Bersama kawan tadi kami makan sate disana. Armen banyak yang menjulukinya pejabat paling gagah di Pariaman untuk sekedar memberi tahu saja.

Di hari raya pertama ini mari kita jalin dan per-erat tali silaturahmi. Saya selalu berdoa agar Kota Pariaman ini menjadi Kota yang diperhitungkan dan punya daya saing. Saya selalu memikirkan bahkan kadang berdiskusi bagaimana formula yang tepat untuk meramu resep Wisata Pariaman agar menjadi hidangan yang dicari-cari dan mencandukan. Saya katakan, saya percaya pada formasi Mukhlis-Genius dan Armen adalah orang-orang yang sangat bertanggungjawab mengemban amanah. Akhir kata saya ucapkan selamat berbahagia di hari kemenangan. Tugas mulia menanti di depan.

Catatan Oyong Liza Piliang

IJP: Dua Nahkoda Baru

Written By oyong liza on Minggu, 27 Juli 2014 | 08.49





Selesai sudah proses pemilihan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang penuh emosi. Ir H Joko Widodo ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai presiden terpilih, sementara Drs H Muhammad Jusuf Kalla sebagai wakil presiden. Perbedaan suaranya di atas 8 juta.

Sungguh suatu kemenangan yang manis, walaupun dipenuhi dengan beragam kampanye hitam. Seiring dengan semakin berkembangnya demokrasi, Indonesia menjadi ladang penyampaian pendapat yang deras. Semua orang kian bebas berbicara tentang apa pun, termasuk sesuatu yang tak diketahui dengan baik. Penetapan KPU bukan berarti akhir segalanya, melainkan justru awal keberangkatan kapal besar Indonesia yang penuh penumpang ke pulau tujuan.

Dari jarak dekat, dapat disaksikan langsung pidato yang disampaikan Joko Widodo di atas kapal berbentuk pinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa. Pidato yang mengukuhkan kembali keindonesiaan awal, ketika Sunda Kelapa jadi ajang perebutan pengaruh Fatahillah dan Belanda yang awal mula menancapkan kaki.

Pelabuhan yang penuh sesak di masa lalu ini, sekarang menyisakan berbagai kapal dalam negeri yang menyeberangi pulau-pulau di Indonesia. Kejayaan bahari yang mudah-mudahan bisa digali dan dikembangkan lagi Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Tak ada pesta yang terlalu bergemuruh dari kemenangan ini. Justru pesannya jelas: kerja keras. Kilometer 0 belum dimulai. Itu akan terjadi pada tanggal 20 Oktober 2014 nanti, ketika keduanya dilantik di depan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.

Sebelum tanggal itu datang, tentulah banyak persiapan diperlukan agar waktu bisa dipakai seefektif mungkin. Pemerintahan baru nanti haruslah bekerja dari jam pertama, guna menyelesaikan sejumlah persoalan yang ditinggalkan pemerintahan sekarang, sembari menghadapi persoalan-persoalan baru di depan. Tidak boleh ada lagi kelalaian dalam menjalankan amanat rakyat dan amanah yang sudah diberikan rakyat Indonesia. Kemenangan Jokowi dan JK bukan tanpa persoalan. Timkamnas Prabowo- Hatta sama sekali belum mengakuinya, dengan sejumlah alasan dan argumen. Intinya adalah kelemahan dari sisi penyelenggaraan pemilihan presiden dan wakil presiden ini. Kalau dilihat secara detail, pihak yang dirugikan bukan hanya Prabowo-Hatta, melaikan juga Jokowi-JK.

KPU sama sekali kurang sosialisasi secara masif menyangkut hari pencoblosan sehingga partisipasi, meski meningkat, belum maksimal. Hasil survei menunjukkan banyaknya pemilih yang akan menggunakan hak, yakni sekitar 90 persen lebih, sementara angka partisipasi hanya 70 persen. Belum lagi cara mengurus formulir A5, yang digunakan pemilih di luar tempat tinggal menurut kartu tanda penduduk. Di luar itu, terdapat sejumlah tempat pemungutan suara yang hanya memberikan 0 (nol) suara, baik kepada pasangan nomor urut satu maupun dua.

Tetapi, patut disimak, perbaikan sudah banyak dilakukan KPU. Dibanding pemilu legislatif pada 9 April 2014 lalu, Pilpres 9 Juli 2014 jauh lebih baik. KPU bahkan melakukan digitalisasi dokumen paling penting, formulir C-1. Setiap orang bisa melihat hasil pemilihan di TPS masing-masing di website KPU. Tentu ada kekuatan lain yang ingin menghancurkan data itu. Ini terbukti dengan banyaknya jumlah hacker menyerang situs KPU. Untunglah, Indonesia memiliki semakin banyak ahli teknologi informasi sehingga bisa menghadapinya.

Para relawan juga berkontribusi positif, antara lain dengan membuat situs Kawal Pemilu 2014 yang berisikan perhitungan atas hasil C-1 yang sudah diungguh KPU. Ada pihak berniat jahat, tetapi lebih banyak yang baik dan pada gilirannya memenangkan seluruh proses melelahkan ini.


Tuntutan Warga

Walau belum dilantik, Indonesia sudah memiliki dua nakhoda baru, satu dengan nama presiden terpilih Ir H Joko Widodo, satu lagi dengan nama wakil presiden terpilih Drs H Muhammad Jusuf Kalla. Sejarah akan mencatat cara keduanya memimpin Indonesia dan prestasi mereka. Setiap pemerintahan tentunya ingin melakukan kerja yang lebih baik dari sebelumnya.

Di luar itu, masyarakat juga menuntut harapan semakin tinggi. Tingkat kecerdasan warga kian baik, begitu juga gizi dan nalar. Hanya pemerintahan yang mampu menggerakkan seluruh energi positif masyarakatlah akan bisa mencapai tujuan-tujuan nasional bangsa Indonesia secara lebih maju. Jokowi dan JK adalah dua sosok yang tak mengambil jarak dari masyarakat. Foto-foto yang beredar di social media menunjukkan betapa keduanya dengan mudah bisa berfoto bersama masyarakat, di mana pun dan kapan pun.

Walau mungkin menghabiskan waktu, keduanya sama sekali tak keberatan untuk sekadar berfoto, bahkan berdua saja. Setiap warga negara yang memiliki ponsel bisa menaruh foto mereka bersama kedua orang bersahaja ini. Tangan keduanya yang bersalaman dengan lapisan masyarakat apa pun bisa menjadi bukti kedekatan mereka dengan rakyat. Tentu kita juga berharap hal yang sama kepada orang-orang di sekeliling mereka.

Janganlah kedua nakhoda ini dipisahkan dari penumpang kapal Indonesia yang majemuk dan berasal dari beragam etnis, agama, tingkat pendidikan, dan sekaligus juga status sosialekonomi. Kedua nakhoda ini berasal dari rahim rakyat Indonesia, disokong ratusan ribu relawan, baik yang terkoordinasi ataupun tidak, baik yang terdaftar ataupun tidak. Keduanya tentu memiliki keberuntungan tersendiri karena bisa memicu partisipasi luar biasa berbagai kalangan.

Bangsa ini tidak hanya menyaksikan dua pemimpin hadir, melainkan juga memandang bahwa warga bisa bekerja sama dalam suatu kontestasi yang sebelumnya tak terbayangkan, yakni hadirnya kekuatan rakyat pada saat kritis. Ada kekuatan ilahi yang menggerakkan para relawan, selain tentunya juga jutaan harapan setiap bentuk partisipasi.

Selamat datang presiden dan wakil yang baru. Peganglah kemudi kapal kuat-kuat agar tidak salah arah: menuju Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih manusiawi. Teruslah melaju!
 

Catatan Indra Jaya Piliang, S.Si, M.Si

Dapat WTP dan Dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumbar, Ini Kata Rektor UBH dan Unand ke Ali Mukhni

Bupati Ali Mukhni bersama Rektor Unand ketika peresmian museum di Toboh kec. Sintoga, Kamis (24/7)


Dua Rektor mengapresiasi kinerja Bupati Ali Mukhni dalam membawa perubahan di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Dua rektor tersebut adalah Rektor Universitas Bung Hata (UBH) Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA dan Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur, SE, MA.

Hal tersebut disampaikannya ketika silaturahim dengan seluruh dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UBH dan UNAND di Pendopo Bupati, Kamis (23/7).

"Atas nama civitas akademika Universitas Bung Hatta, kami apresiasi Bupati Ali Mukhni atas kerja kerasnya membawa Padangpariaman sebagai kabupaten dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumbar yang mencapai 6,67%," ucap Rektor UBH Niki.

Dia juga angkat topi atas pengelolaan keuangan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga Padangpariaman kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemrintah Daerah Tahun 2013 oleh BPK RI.

Prof. Niki Lukviarman menyatakan siap membantu pemerintah daerah dalam bekerja sama untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya potensi dibidang perikanan.

Disamping itu, Rektor Universitas Andalas Werry Darta Taifur mengucapkan terima kasih kepada Bupati beserta dinas terkait yang telah memfasilitasi pelaksanaan mahasiswa KKN di 11 nagari se-Kab. Padangpariaman.

"Saya dapat laporan dari mahasiswa  bahwa mereka beberapa kali dikunjungi oleh Bupati Ali Mukhni di lokasi KKN. Ini bukti kepedulian dan komitmen pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat di daerah," ungkap dia.

Dia menyebut siap membantu perumusan perencanaan kebijakan daerah dalam program pengentasan kemiskinan dan program peningkatan ekonomi masyarakat dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Atas hal itu, Ali Mukhni berterima kasih atas dukungan dari kedua rektor tersebut yang sering memberikan saran dan masukan dalam membangun potensi daerah.

"Mereka berdua adalan guru saya. Sering kali memberi masukan dalam rumusan strategi perencanaan daerah. Karena dalam pertemuan kepala daerah, Bapak Gubernur sering mengatakan agar Bupati dan Walikota melibatkan kalangan akademisi dalam perumusan program daerah," ulas Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Ali Mukhni berharap, program yang dijalankan mahasiswa KKN dapat dirasakan oleh masyarakat. Ia pun siap menerima mahasiswa KKN untuk tahun-tahun berikutnya.


HA

Usai Santuni Yatim Piatu dan Janda, Mukhlis Ingatkan Warga Naras Tak Bangun Rumah di Bibir Pantai

Written By oyong liza on Jumat, 25 Juli 2014 | 21.52




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyerahkan bantuan santunan kepada anak Yatim, Anak Piatu, Para Lansia/Janda, serta pada Kepala keluarga Miskin (KKM) yang ada di Desa Naras I Kota Pariaman. Pembagian santunan bertempat di Surau Gatah Nurul Yaqin, Kamis (24/07/2014).

Tidak hanya menyerahkan bantuan, Mukhlis juga merupakan Donatur tetap setiap tahunnya pada bulan ramadhan dalam Yayasan Surau Gatah Nurul Yaqin tersebut. Santunan diberikan kepada 191 orang dengan total jumlah dana sebanyak Rp.14.000.000,- (empat belas juta rupiah)

Mukhlis mengatakan, memberikan sedekah kepada anak yatim merupakan hal yang sangat mulia, sebagaimana telah banyak diperintahkan dan dianjurkan dalam Al-Qur’an dan hadist Rasulullah SAW.

"Salah satu contohnya adalah sedekah untuk mendekatkan diri kepada Allah," ucapnya.

Disamping itu Walikota juga mengapresiasi kepada pengurus yang selama 8 tahun ini telah berupaya semaksimal mungkin dalam mengumpulkan donatur, meskipun dana yang dikumpulkan tahun ini tidak sebanyak tahun lalu

"Karena tahun ini ada penurunan jumlah dana, maka pemerintah akan mencukupi kekurangannya sehingga (jumlahnya) sama dengan tahun kemaren," tukuk Mukhlis.

Berkaitan dengan Abrasi yang terjadi di sekitar Pantai di Desa Naras I yang telah merusak beberapa rumah penduduk, dia berpesan agar penduduk jangan membangun rumah terlalu dekat dengan Pantai.

"Untuk Abrasi ini, Pemerintah akan segera memberikan penanganan sementara dengan dibangunnya Batu Bagonjong," jelasnya.

Acara juga dihadiri Danramil 0308 Pariaman, Kapolsekta Pariaman, Kabag Humas Setdako Hendri, Camat Pariaman Utara Yakirman, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat Desa Naras I.

(nesya/OLP)

Hantam Pembatas Jalan, Truk Bermuatan 20 Ton Ini Terbalik di Naras




Sebuah truk (Hino) bermuatan kerekel yang dikemudikan Afrinal (29) dari Bawan Pasaman menuju Padang, rabah kudo (terbalik) setelah menghantam pembatas jalan jalur dua dan tonggak baliho raksasa di Desa Naras Hilir pada pukul 04.15, Jumat (25/7) dini hari.

Menurut Afrinal, dia seorang diri mengemudikan truk dari Bawan menuju Padang tanpa di bantu oleh kondektur dan sopir serap karena dia beranggapan jarak tempuh relatif dekat.

"Saya mengantuk sehingga hilang kendali," ucapnya singkat.

Beruntung sang sopir dalam keadaan baik dan hampir tidak mengalami luka apapun.

Dari keterangan petugas Lakalantas Polres Pariaman dan petugas Dinas Perhubungan Kota Pariaman di lokasi, sebentar lagi truk naas tersebut akan segera dievakuasi, dan untuk sementara truk tersebut akan ditarik ke sisi badan jalan agar tidak menghambat arus lalu-lintas.



"Untuk sementara kita tarik dulu ke sisi ini (pinggir jalan) agar jalan yang dihambatnya normal kembali," kata salah seorang petugas lakalantas.

Lokasi kecelakaan tunggal itu persis berada di depan kantor Dinas Kesehatan Kota Pariaman. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. (plat nomor sengaja tidak di publish agar tidak dikaitkan dengan togel)

OLP


Perbedaan Ibarat Bunga Warna-Warni Yang Membuat Indah Sebuah Taman

Written By oyong liza on Kamis, 24 Juli 2014 | 15.54

  Bupati Ali Mukhni berfoto bersama usai menerima piagam penghargaan dari MDI Kabupaten Padangpariaman

Setiap agama yang dianut manusia semuanya adalah untuk kenyamanan,
ketenangan dan ketentraman penganutnya. Tidak ada agama mengajarkan
konflik dalam kehidupan masyarakat.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padangpariaman Dr.
Zainal Tuanku Mudo mengungkapkan hal itu pada Tabliq Akbar dan Orasi
Kebangsaan Islam Rahmatan Lil’alamin, Rabu (23/7/2014), di Hall Pemkab
Padangpariaman, di Pariaman. Kegiatan bertemakan, “Rekonsiliasi
Kebangsaan dan Silaturrahim Anak Negeri Pascapilpres 2014”, diikuti
Ketua KPU Padangpariaman Vifner, Ketua Panwaslu, pimpinan partai
politik peserta pemilu 2014 dan ditutup orasi kebangsaan Bupati
Padangpariaman Ali Mukhni.


Menurut Zainal, agama akan memicu terjadinya konflik di tengah
masyarakat ketika agama diseret oleh kepentingan-kepentingan kelompok
yang tidak terkait langsung dengan agama. 


“Setelah agama diseret ke kelompok tertentu, inilah yang menjadi masalah dan menimbulkan kekerasan di tengah masyarakat,” kata Zainal mantan Ketua PW Ikatan
Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Propinsi Sumatera Barat ini.
 

Masyarakat Padangpariaman, kata Zainal, memang tidak pernah melakukan
tindakan radikal. Mereka yang melakukan tindakan radikal tersebut
berarti hidup dengan pesimis dalam menghadapi masalah. 


“Jadi masyarakat Padangpariaman pantang melakukan kekerasan, karena
kekerasan tidak menyelesaikan masalah,” kata Zainal.
 

Dikatakan, selama berlangsungya Pemilu legislatif April 2014 dan
Pilpres 9 Juli lalu, tidak ada tindakan kekerasan yang terjadi
diantara peserta Pemilu maupun pendukung dan tim sukses masing-masing
calon. Walaupun ada perbedaan pilihan, beda pikiran, beda kandidat,
tapi selesai pemilihan masyarakat kembali bersatu. Dalam bahasa agama,
semua manusia itu sama, yang membedakannya adalah ketakwaan kepada
Allah.


“Ibarat taman bunga yang beraneka ragam warna. Ada hijau, merah,
kuning, putih dan seterusnya. Namun justru dengan banyak warna itu,
taman semakin indah. Begitu pula kehidupan, dengan adanya perbedaan
itu, mari kita jadikan hidup ini indah,” ajak Zainal.


Sementara itu, Ketua Panitia Tablik Akbar dan Orasi Kebangsaan yang
juga Ketua Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Padangpariaman Rahmat Tuanku
Sulaiman mengatakan, kegiatan ini digelar pasca diumumkannya hasil
Pilpres oleh KPU Selasa (22/7/2014) malam. Adanya dua kubu yang
bertarung memperebutkan kursi R-1 dan R-2,  setelah pengumuman
tersebut kita berharap kembali bersatu.


“Momen ini merupakan upaya kita kembali membangun silaturrahmi dan
persaudaraan yang sempat terganggu dengan pelaksanaan pilpres. MDI
Kabupaten Padangpariaman terpanggil untuk turut membangun demokrasi,”
kata Rahmat mantan Ketua PCNU Padangpariaman ini.


Kita pantas mengucapkan terima kasih kepada  penyelenggara pemilu, KPU
dan pengawal pemilu Panwaslu, yang sudah melaksanakan pemilu dengan
baik di Kabupaten Padangpariaman, kata Rahmat menambahkan.
Masing-masing pimpinan partai politik diberikan kesempatan untuk
menyampaikan orasi kebangsaan. Usai orasi dan tablik akbar,
masing-masing yang menyampaikan orasi menerima piagam penghargaan dari
MDI Padangpariaman.


Armaidi Tanjung

Pilu, Jelang Lebaran Rumah Deni Hangus Dilalap Sijago Merah


 Ali Mukhni sedih lihat Rumah Deni Ruslam rata dengan tanah akibat dilalap sijago merah


Bupati Ali Mukhni hampir menitikkan airmata mendengar ucapan bocah lugu Ani (5 thn), ketika dia memberikan santunan kepada orang tuanya yang rumahnya hangus terbakar pada kamis lalu, (22/7). Saat itu, Ani menerima bantuan perlengkapan baju sekolah dari Ali Mukhni yang datang langsung ke rumahnya.

"iko baju sekolah ani ma...lah tibo ma. (ini baju sekolah ani. udah datang)," ucap Ani yang sekarang duduk di PAUD ini.

Ani yang sangat ingin sekali melanjutkan ke bangku sekolah dasar itu terlihat gembira dan tak melepaskan seragam sekolah dari Kepala Pemerintah Daerah tersebut dari tangan mungilnya.

Begitu pula dengan orang tua Ani, Deni Ruslam (33), mengucapkan terima kasih atas perhatian dan cepat tanggap Bupati dalam menyikapi musibah bencana kebakaran jelang hari raya yang dialami keluarganya. Ia juga tak menyangka orang nomor satu di Padangpariaman itu telah dua kali berturut-turut ke rumahnya.

"Terima kasih Pak Bupati. Atas nama keluarga kami merasa diperhatikan sekali oleh pemerintah. Kemarin pak bupati juga langsung meninjau rumah kami dan sekarang juga datang lagi untuk mengantar bantuan," lirih Deni menitikan air mata.

Bupati Ali Mukhni membawa bantuan uang tunai sebanyak 4 juta, selimut, pakaian, bahan makanan pada keluarga korban. Pada kesempatan itu Ali Mukhni mengingatkan agar masyarakat selalu siaga terhadap kemungkinan bencana yang terjadi sewaktu-waktu.

"Kepada Adinda Deni mudah-mudahan diberi kesabaran dan ketabahan oleh Allah SWT atas cobaan ini. Juga saya himbau kepada masyarakat agar selalu siaga karena daerah kita rawan bencana seperti banjir, gempa, puting beliung bahkan ancaman tsunami dan juga kebakaran. Mari kita Siaga 1x24 jam," kata Bupati Ali Mukhni didampingi Kadis Sosnaker Gusnawati dan Kabag Humas Hendra Aswara.

Sebagaimana diketahui, telah terjadi bencana kebakaran selasa (22/7) jam 10.35 di Parit Pauh Kambar Kec. Nan Sabaris, diduga akibat arus pendek. Kerugian ditaksir mencapai Rp.150 juta. Selain menghanguskan rumah, satu unit honda mio dan 8 unit komputer juga ikut dilalap sijago merah.


HA/OLP

Ini Dia Siswi Cantik SMAN1 Pariaman Calon Tim Paskibraka Hut RI ke-69 di Istana Negara Nanti

Marina Leony Himra berfoto bersama dengan Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar, S.Sos, M.Si bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman Drs.Kanderi, MM, Kepala SMAN 1 Pariaman Dra. Jaslidar, MM dan orang tuanya Zulhimra, SE diruang kerja Wakil Walikota Pariaman.(24/7/14).



Terpilihnya Marina Leony Himra untuk mewakili siswa Sekolah Menengah Atas se Kota Pariaman ke Istana Negara merupakan sebuah kebanggaan daerah yang patut menjadi contoh bagi para siswa lainnya yang ada di Kota Pariaman. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar, S.Sos, M.Si diruang kerjanya (24/7) ketika menerima kedatangan Marina Leony Himra yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman Drs. Kanderi, MM, Kepala SMAN 1 Pariaman Dra. Jaslidar, MM dan orang tuanya Zulhimra, SE. 

Genius mengatakan, prestasi para siswa yang ada di Kota Pariaman merupakan sebuah prestasi daerah sekaligus menjadi kebanggaan daerah yang musti terus kita tingkatkan agar dinamis. 

Kata Genius, pemerintah dalam mendukung peningkatan prestasi para siswa didaerahnya akan terus melakukan berbagai terobosan terobosan yang baru terutama dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. 

Dalam kesempatan itu kepada Genius, Kanderi menjelaskan bahwa Marina Leony Himra adalah siswa SMAN 1 Pariaman kelas 11 IA 1 yang merupakan salah satu dari 4 orang utusan se Sumatera Barat yang akan berangkat ke Jakarta dalam kegiatan Gita Bahana Nusantara dari tanggal 1 s/d 18 Agustus 2014 dan menjadi anggota paduan suara pada upacara penaikan dan penurunan Bendera Merah Putih pada pelaksanaan HUT RI ke 69 di Istana Negara.

(nizam/OLP)

Mukhlis: MTQ, Sarana Membentuk Generasi Muda yang Qur’ani

Written By oyong liza on Rabu, 23 Juli 2014 | 14.18

                       Mukhlis bersama putri tercintanya


Surau Batu Desa Batang Tajongkek di Kecamatan Pariaman Selatan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ Ramadhan tingkat Kota Pariaman. Berdasarkan laporan dari ketua panitia, kegiatan ini hanya diikuti oleh sepuluh orang peserta. Para peserta merupakan para pemuncak di tiap kecamatan, ditambah dua orang dari pihak tuan rumah. Perlombaan ini diprakarsai oleh perantau Piaman terutama presiden kaki lima, H. Hermansyah KR.

"Kecamatan Pariaman Selatan sangat aktif mengadakan kegiatan MTQ yang tetap eksis sejak dahulu. Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman sangat mengapresiasi kegiatan ini," ucapnya.

Dikesempatan itu Mukhlis mengatakan, Walaupun kegiatan nya mendadak tapi pelaksanaannya terbilang cukup sukses. Kegiatan MTQ dapat memotivasi anak-anak untuk belajar Baca Tulis Alquran.

"Dengan memahami kandungan Alquran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk generasi muda yang Qur’ani," yakin Mukhlis.

Pemko Pariaman telah membuktikan keseriusannya terhadap progress baca tulis Alquran tersebut dengan mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2009. Perda tersebut menegaskan bahwa anak-anak yang lulus wajib pandai baca Alquran yang dibuktikan dengan sertifikat pandai baca tulis Alquran.

Selain itu, dalam Perda disebutkan, pasangan yang akan melangsungkan pernikahan juga diuji membaca Alquran. Dan oleh sebab itulah Pemko Pariaman memberikan insentif bagi para guru mengaji yang ada di Kota Pariaman sebagai bentuk apresiasi lain.

Meskipun begitu, kata Mukhlis, peran Desa juga sangat diperlukan.

"Anggaran Dana Desa (ADD) dapat digunakan untuk pembiayaan pendidikan baca tulis Al Qur'an tergantung musyawarah LPM dan ekonomi masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan agar hari esok lebih baik daripada hari ini," pungkas Mukhlis.

Dewi/OLP

Topik Terhangat

Paling Banyak Dibaca

postingan terdahulu