Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.

Latest Post

Pariaman Batagak Gala, Archandra Tahar Hadir di Acara Puncak

Written By oyong liza on Tuesday, 6 December 2016 | 12:31





Mukhlis Rahman selaku walikota Pariaman pimpin rapat persiapan spesial iven "Pariaman Batagak Gala" yang akan dihelat selama tiga hari dari tanggal 23 hingga 25 Desember 2016, di Aula Balaikota setempat, Senin (5/12).

Menurutnya, spesial iven betemakan adat istiadat tersebut, untuk menumbuhkan nilai-nilai adat di tengah masyarakat disamping juga bertemakan pariwisata.

Selama ini, pihaknya telah menggelar puluhan iven kepariwisataan untuk mendatangkan orang sebanyak mungkin ke Pariaman. Dan itu telah sukses mengangkat perekonomian masyarakat oleh daya ungkit yang ditimbulkan oleh perkembangan Pariaman sebagai kota tujuan wisata di Sumbar.

Mukhlis mengharapkan, dengan semakin ramainya orang berkunjung, semakin banyak pula yang ingin tahu adat istiadat lokal yang dianut masyarakat Pariaman seperti pengangkatan Datuak dalam kaum/suku adat.

Dalam spesial iven Pariaman Batagak Gala, Pemko Pariaman melibatkan LKAAM, baik kota Pariaman maupun Sumbar.

Mukhlis Rahman bergelar Datuak Rajo Basa kaum Sikumbang ini, pada kesempatan itu juga menyatakan spesial iven Pariaman Batagak Gala akan dihadiri oleh putra Piaman asli Archandra Tahar yang sekarang menjabat Wakil Menteri ESDM RI.

"Iya. Juga akan dihadiri oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, tokoh adat yang di ranah, maupun di rantau," ujar Mukhlis yang juga Ketua LKAAM Kota Pariaman itu.

Sekretaris LKAAM Pariaman Priyaldi menambahkan, ada prosesi yang menjadi kewenangan LKAAM sebagai lembaga adat dalam spesial iven Pariaman Batagak Gala.

"Yakni malewakan gala selama tiga hari dari tanggal 23 hingga 25 Desember. Malewakan Gala merupakan ketentuan adat yang hanya boleh dilakukan oleh LKAAM sebagai lembaga adat di Minangkabau," ujarnya.

Selain malewakan gala, Pariaman Batagak Gala juga diisi acara tradisi Rang Piaman lainnya seperti silek, musik gambus, sipak rago, tampilan seni simarantang, randai dan sumarang nan duo baleh.

Skedul acara selama tiga hari di rumah Tabuik Subarang tersebut diawali dengan peragaan musik gambus dan pagelaran seni silek harimau lalok.

"Kemudian mandabiah kabau dilakukan tanggal 24 yang dihadiri semua penghulu dan datuak. Juga dibacakan makna dari mandabiah kabau tersebut," pungkasnya.

Sedangkan acara puncak 25 Desember adalah "Malewakan Gala" dengan prosesi pasambahan batagak penghulu, pemasangan saluak oleh Ketua LKAAM Provinsi, pemasangan keris dan saluak oleh gubernur.
 

Penyerahan tungkek oleh pucuak undangan Archandra Tahar, terakhir panitahan/penasehatan penghulu oleh Ketua LKAAM Provinsi Sumatera Barat. Acara ditutup dengan makan bajamba.

Sementara itu tokoh masyarakat Pariaman Syahril Amiruddin, dengan kehadiran Archandra Tahar, dia menilai, pemerintah dan lembaga adat disertai masyarakat Pariaman, ingin menghapus keraguan tentang Kepariamanan seorang Archandra Tahar.

"Semoga Archandra tidak berhalangan pada acara itu karena masyarakat Pariaman sangat menantikan kehadirannya di kampung halaman. Kehadiran Archandra Tahar saya yakini makin menyumarakan spesial iven Pariaman Batagak Gala," pungkasnya.

Pariaman Batagak Gala akan malewakan sekitar 20 pucuk pimpinan adat atau yang biasa disebut 'panghulu adaik' oleh masyarakat Pariaman.



OLP

Mukhlis Ajak Masyarakat Mampu Berinfaq di Ponpes TAPUZ





Walikota Pariaman Mukhlis Rahman atas nama pribadi dan keluarga, serahkan bantuan uang tunai sebesar Rp20 juta untuk Pesantren Modren Taman Pendidikan Ulama Zuama (TAPUZ), di Masjid Ulal Albab setempat, Senin (5/12), Marunggi, Pariaman Selatan.

Bantuan tersebut, kata Mukhlis, untuk perbaikan sarana/prasarana di pesantren tersebut. Ia mengaku prihatin melihat kondisi pesantren yang memang butuh uluran tangan masyarakat.

"Santri adalah masa depan bangsa yang perlu kita perhatikan sarana dan prasarana belajarnya," ucap Mukhlis yang hadir dalam program magrib mengaji yang ia gagas.

Pimpinan Ponpes TAPUZ M Yusuf, menyatakan bahwa beberapa bangunan pesantren atapnya ada yang bocor, seperti mesjid, beberapa bangunan, bahkan mesin pompa air juga rusak.

"Jika hari hujan mesjid tidak bisa digunakan karena bocor di sana sini," ujarnya.

Selain itu dia juga berharap kepada pemerintah agar membangunkan pagar di tepi pantai agar proses belajar mengajar bagi 60 santri tetap fokus tanpa gangguan pejalan dan kendaraan bermotor yang melintas.

Atas paparan keluhan dari pimpinan Ponpes, Mukhlis menjanjikan akan menganggarkannya pada APBD Perubahan tahun 2017. Kondisi darurat itu, jika diketahui Mukhlis jauh hari, mungkin sudah dianggarkan pada APBD 2017 yang sudah disahkan DPRD.

Mukhlis Rahman juga mengimbau kepada masyarakat untuk berinfaq ke Ponpes TAPUZ. Ponpes TAPUZ sudah banyak melahirkan santri berkualitas dan sudah berumur cukup tua.

Sementara itu tokoh masyarakat Pariaman Syahril Amiruddin, menyambut baik ajakan dari walikota agar masyarakat tergerak hatinya untuk berinfaq di pesantren tersebut.

"Saya kenal Pak Mukhlis, beliau selalu ikhlas dalam beramal. Jika dia beramal, tidak ada motif lain selain itu," ujarnya.

Ajo, demikian karib ia disapa juga baru mengetahui kondisi pesantren TAPUZ dari postingan di media sosial oleh akun Kabag Humas Kota Pariaman Yalfiendri "Andi Sikumbang", yang kemudian viral.

"Apa yang dilakukan Pak Mukhlis, adalah aksi bela Islam sejati. Pesantren tempat santri belajar merupakan generasi penerus ahli-ahli agama," ungkapnya.

OLP

Bonus Atlet Porprov Kota Pariaman Naik 10 Persen

Written By oyong liza on Monday, 5 December 2016 | 12:51




Wakil Ketua Kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV 2016 Kota Pariaman, Kanderi, menyatakan tidak akan ada pemotongan uang bonus atlit peraih medali, baik emas, perak maupun perunggu, serta bonus bagi pelatih.

"Tidak ada bentuk pemotongan apapun bagi penerima bonus, kecuali dipotong pajak yang memang sudah merupakan ketetapan," ungkapnya di Pariaman, Senin (5/12).

Sedangkan untuk jumlah nominal bonus yang akan diberikan kepada masing atlit peraih medali, naik 10 persen dari bonus yang diberikan pada Porprov XIII lalu, begitu juga dengan bonus pelatih.

"Porprov lalu bonus atlit peraih medali emas Rp12,5 juta, sekarang sebagaimana anjuran Pak Walikota, bonus wajib dinaikan paling tidak sekitar 10 persen," ujar Kanderi yang juga menjabat Kepala Disdikpora Kota Pariaman itu.

Ia menerangkan, saat ini jumlah pasti nominal yang akan diterima atlet dan pelatih, sedang dalam pembahasan di DPPKA Kota Pariaman. Rincian nominal bonus peraih medali perak setengah dari nominal penerima bonus medali emas, sedangkan bonus perunggu setengah dari jumlah nominal yang diterima peraih medali perak.

"Kita sudah ajukan catatan garis besar nominal bonus yang akan diterima atlit dan pelatih, namun kewenangan penetapan jumlahnya berada di DPPKA yang tentunya sesuai dengan keuangan daerah dan anjuran walikota," pungkasnya.

Sementara itu DPRD Kota Pariaman telah mengesahkan anggaran untuk pemberian bonus kepada atlit dan pelatih peraih medali sekitar Rp2 miliar yang disahkan bersamaan dengan APBD Tahun 2017 Kota Pariaman, 30 November lalu.

"DPRD menyarankan Rp25 juta untuk emas, Rp12,5 juta untuk perak dan Rp6,25 untuk perunggu. Sedangkan untuk bonus pelatih, sekitar 10 sampai 15 persen dari nominal yang diberikan kepada atlit peraih medali," ujar Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, Senin (5/12).

Menurutnya, bonus 10 hingga 15 persen bagi pelatih tidak diambil dari bonus atlit, melainkan dari anggaran yang sudah disediakan Rp2 miliar tersebut.

Terkait pencairan bonus atlit, kata Syafinal, DPRD meminta pihak eksekutif melakukan secepatnya, sesuai dengan aturan pencairan keuangan daerah.

Porprov XIV Sumbar di Padang berakhir pada 29 November lalu. Kota Pariaman meraih ranking 11 dengan perolehan 19 medali emas, 30 perak dan 57 perunggu. Kota Pariaman juara umum pada cabang olahraga tarung derajat dan sepatu roda.

OLP

DPRD Kota Pariaman Sahkan Dana Bonus Atlet Peraih Medali Porprov





DPRD Kota Pariaman telah mengesahkan anggaran untuk pemberian bonus kepada atlit dan pelatih peraih medali, baik emas, perak maupun perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Sumbar 2016.

Anggaran bonus sekitar Rp2 miliar tersebut, disahkan bersamaan dengan APBD Tahun 2017 Kota Pariaman, 30 November lalu.

"Nominal bonus sekarang sedang dibahas pihak eksekutif, namun DPRD menyarankan Rp25 juta untuk emas, Rp12,5 juta untuk perak dan Rp6,25 untuk perunggu. Sedangkan untuk bonus pelatih, sekitar 10 sampai 15 persen dari nominal yang diberikan kepada atlit peraih medali," ujar Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, Senin (5/12).

Menurutnya, bonus yang diberikan kepada atlit, tidak ada pemotongan kecuali pajak. Bonus 10 hingga 15 persen bagi pelatih tidak diambil dari bonus atlit, melainkan dari anggaran yang sudah disediakan Rp2 miliar tersebut.

Terkait pencairan bonus atlit, kata Syafinal, DPRD meminta pihak eksekutif melakukan secepatnya, sesuai dengan aturan pencairan keuangan daerah.

"Kalau bulan Januari tidak mungkin dicairkan, karena seluruh anggaran kegiatan diseragamkam pencairannya melalui Perwako, bisa jadi bulan Februari atau selambatnya Maret 2017," kata Syafinal.

Sebelumnya Walikota Pariaman menegaskan, Pemko Pariaman akan memberikan bonus kepada atlet peraih medali pada Porprov XIV Sumbar.

"Jumlahnya tentu kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," katanya.

Sebagaimana diketahui, Porprov XIV Sumbar di Padang berakhir pada 29 November lalu. Kota Pariaman meraih ranking 11 dengan 19 medali emas, 30 perak dan 57 perunggu. Kota Pariaman juara umum pada cabang olahraga tarung derajat dan sepatu roda.

OLP

Aprinaldi: Porprov Sumbar Jadi Laga Atlet Impor

Written By oyong liza on Sunday, 4 December 2016 | 14:54




Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Padangpariaman, Aprinaldi, menyatakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar XIV di Padang, sejatinya ajang pembinaan olahraga bagi seluruh atlet asal Sumatera Barat, bukan sekedar ajang pengumpul medali semata dengan mendatangkan atlet dari luar provinsi.

"Ke depan harus dibuatkan regulasi agar yang berlaga di Porprov adalah atlet asli binaan daerah di seluruh wilayah Sumatera Barat, karena jika ini dibiarkan, olahraga di Sumatera Barat tidak akan berkembang," ujarnya di Pariaman, Minggu (4/12).

Ia menuturkan, tidak masalah atlet daerah membela daerah lain, asalkan masih satu wilayah Sumbar. Namun jika sudah atlet luar provinsi yang didatangkan, hal itu bertentangan dengan semangat dan cita-cita pengembangan olahraga prestasi di Sumbar.

"Atlet Padangpariaman murni atlet lokal yang melalui proses pembinaan jangka panjang. Kita menyayangkan ada daerah peserta Porprov sampai mengimpor atlet luar provinsi berlaga di Porprov, itu bertentangan dengan semangat proses pembinaan olahraga di daerah yang mengedepankan kemajuan atlet lokal," sambungnya.

Aprinaldi menambahkan, meski hanya menempati posisi 5 pada Porprov Sumbar XIV, dengan raihan 51 keping medali emas, pihaknya bangga karena hasil keringat putra-putri Padangpariaman asli. Pada cabang tenis lapangan bahkan Padangpariaman meraih juara umum.

Sementara itu, media centre tuan rumah Porprov XIV juga mendapat kritikan tajam dari kalangan praktisi media dan netizen. 


Perolehan medali yang diunggah melalui website www.porprov14sumbar.padang.go.id, hingga hari ini (4/12) tidak memiliki hasil hitungan yang akurat. Mereka hanya konsentrasi menghitung perolehan medali Kota Padang. Mulai dari awal berlangsungnya Porprov, website tersebut tidak bisa menjadi rujukan.




OLP

Sinyal Positif Bagi MRP, Tim Survey Oman Tiba di Padangpariaman




Impian Bupati Padangpariaman Ali Mukhni untuk membuatkan masyarakat mesjid termegah di masa kepemimpinannya, yang berlokasi di IKK Paritmalintang, kian terang setelah proposal yang dia serahkan kepada Kedubes Negara Oman, dijawab dengan datangnya dua orang tim survey dari Kedubes Oman ke lokasi pembangunan di Paritmalintang, Sabtu (3/12).

"Dua bulan yang lalu saya sendiri yang mengantarkan proposal ke Kedubes Oman. Dengan datangnya tim survey, sebuah pertanda baik yang sangat kita syukuri," ujar bupati Ali Mukhni.

Ali Mukhni menerangkan, setelah kedatangan tim survey ke Padangpariaman, mereka akan melaporkan hasilnya langsung ke Kedubes Oman. Bahkan, kata bupati, Kedubes sendiri yang nantinya akan mendatangi lokasi pembangunan Mesjid Raya Padangpariaman (MRP) untuk melihat secara langsung.

"Alhamdulillah sekitar bulan Januari atau Februari 2017, direncanakan Syekh (gelar Kedubes Oman untuk Indonesia) akan datang langsung ke Padangpariaman," sambungnya.

Bupati mengimbau kepada seluruh masyarakat Padangpariaman untuk mendoakan semoga apa yang dia usahakan tersebut berjalan mulus. MRP sendiri sudah dilakukan peletakan batu pertama pada tanggal 19 Oktober 2015.

Terpisah Kabag Humas Padangpariaman, Hendra Aswara, Minggu (4/12), menyatakan, dua orang tim survey dari Oman bahkan ditemani oleh seorang staf konsulat RI di Jeddah, Arab Saudi, Hiqam, yang sekaligus melihat peluang investasi bagi negara Timur Tengah di Padangpariaman.

Ia menerangkan, MRP akan dibangun dua lantai, berkapasitas 3000 jemaah. Selain tempat ibadah, di area mesjid juga dibangun sarana olahraga lapangan futsal dan lapangan tenis, disertai rest area atau tempat peristirahatan bagi penegendara yang melintasi jalan lingkar Duku-Sicincin.

"Mesjid Raya Padangpariaman, sesuai rencana anggaran bangunan (RAB) akan menghabiskan biaya sekitar Rp114 milyar," ujarnya.

Sebelumnya, ujar Hendra, negara Oman juga telah membangun 100 unit perumahan ditambah jembatan dan unit mobil ambulance di Nagari Sikucur Padangpariaman. Hibah sebesar Rp50 milyar tersebut diterima Padangpariaman secara bersih.

Negara Oman dalam membantu, sebut Hendra sampai tuntas, dalam artian bagi penerima hanya tinggal menerima kunci, atau dalam keadaan siap.

Sementara itu Staf Konjen Indonesia di Jeddah, Hiqam, menyatakan Padangpariaman dikarunia pemandangan yang indah dan subur. Dia melihat potensi wisata di Padangpariaman perlu pengembangan oleh investor, termasuk dari negara Timur Tengah.

"Padangpariaman bagai surga tersembunyi. Potensi seperti ini sangat disukai oleh investor Timur Tengah, apalagi masyarakat Muslim Padangpariaman yang taat beribadah, menjadi pertimbangan penting bagi mereka," ujarnya.

Ia menyebutkan, selama tahun 2016, negara Oman telah menggelontorkan 40 milyar Dinar ke Indonesia atau setara dengan Rp120 trilyun. Diantara dana tersebut ada yang berbentuk hibah, layaknya CSR.

OLP

Atlet Impor Porprov Rusak Sistem Pembinaan Olahraga dan e-KTP di Sumbar


 



Kota Pariaman mengumpulkan 106 keping medali pada Porprov XIV Sumbar tahun 2016 di Padang. Dalam pesta olahraga dua tahunan di Sumatera Barat tersebut, Kota Pariaman mendapatkan 19 medali emas, 30 perak dan 57 perunggu.

Ketua Kontingen Kota Pariaman AKBP Ricko Junaldi mengatakan, medali yang diperoleh berasal dari atlit putra putri asli Pariaman, bukan atlit impor.

"Ini merupakan pembinaan kita yang dimulai dari bawah, sehingga kita mempunyai atlit yang betul-betul asli daerah," ujarnya.

Dengan kwalitas dan kwantitas perolehan medali yang didapat, imbuh dia, merupakan kebanggan tersendiri oleh pihaknya melihat atlit Pariaman mampu bersaing dengan atlit daerah lain yang didatangkan dari luar.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman juga memberi apresiasi kepada kontingen Kota Pariaman dengan capaian 106 medali.

"Ada bebera sistem yang rusak bila pakai atlit impor. Antara lain adalah sistem pembinaan atlit yang tidak benar, tidak didapat bibit yang diinginkan gubernur seperti yang disampaikannya dalam pantun acara pembukaan kemaren. Dan yang lebih parah adalah merusak sisten E KTP, berarti E KTP gagal," ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Kanderi, selaku wakil ketua kontingen yang mendampingi kontingen Kota Pariaman setiap hari mengatakan, raihan medali Kontingen Kota Pariaman dibanding perolehan medali pada Porprov XIII di Kabupaten Dharmasraya, lebih membaik.

Ditambahkannya, di beberapa cabang olahraga, Kontingen Kota Pariaman tampil sebagai juara umum seperti tarung derajat dan sepatu roda.

“Bahkan tim sepakbola Kota Pariaman yang tidak diunggulkan mampu tampil gemilang dengan capaian babak empat besar,” ujarnya.

Dalam portal resmi panitia pelaksana Porprov XIV, Kota Pariaman bertengger pada posisi 11, satu tingkat dibawah Kota Payakumbuh yang meraih 20 emas, 44 perak dan 50 perunggu.

TIM

Jelang MTQ Sumbar 2017 di Pantai Kata, SKPD Saling Koordinasi




Kota Pariaman tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-37 tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Sebagai tuan rumah, Kota Pariaman siap sukses sebagai penyelenggara dan sukses prestasi.

Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman dalam rapat persiapan di Aula Balai Kota Pariaman beberapa hari lalu menyatakan, kepercayaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada Pemerintah Kota Pariaman sebagai tuan rumah, harus dibalas dengan semangat dan kinerja demi suksesnya perhelatan akbar itu.

"Amanah ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan bisa berjalan dengan sukses dan saya minta seluruh SKPD harus bersinergi," tegas Mukhlis.

Panitia yang telah dibentuk, sambung Mukhlis, harus bekerja sesuai dengan tugas dan perannya masing-masing.

"Bekerjalah dengan baik, lakukan koordinasi dan sinergitas antar panitia penyelenggara sehingga suksesnya penyelenggaraan MTQ akan mengangkat nama baik Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata," ujarnya.

Kepala Bagian Kesos Setdako Pariaman, Adri, Sabtu (3/12) di Pariaman, menjelaskan bahwa sebelumnya sudah diadakan rapat bersama Kepala Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat dalam hal pembentukan Panitia Penyelenggara MTQ.

"Alhamdulillah, SK-nya sudah ditandatangani oleh Gubernur, dan sekarang dilaksanakan rapat panitia." jelasnya.

Pihaknya juga menyatakan, usai rapat yang dipimpin oleh walikota tersebut dilanjutkan dengan peninjauan pembangunan sarana/prasarana infrastruktur MTQ di Pantai Kata.

TIM

Sepatu Roda Pariaman Juara Umum Porprov XIV





Cabang olahraga sepatu roda Kota Pariaman berhasil meraih juara umum pada Porprov Sumbar XIV/2016 di Padang. Kontingen yang datang secara independen tersebut menyumbangkan 3 medali emas, 4 perak dan 4 perunggu untuk pundi-pundi medali Kota Pariaman.

Medali emas diraih oleh Safaat Saputra di kelas individu time trial (ITT) 300 meter, sedangkan emas kelas rellay 1800 meter diraih bersama Nabil Ramadhan, Dzaki Putra Fikma dan Muhammad Ervan, serta emas sprint 400 meter putri diraih oleh Niken Ramadhani.

Untuk medali perak, diraih pada kelas ITT 300 meter standar putri oleh Malika Aksina Abdani, ITT 300 meter senior putra oleh Muhammad Ervan, serta ITT formula terbuka 200 meter oleh Dimi Nobel dan Nofrian.

Sedangkan medali perunggu diraih oleh Nofrian, Dimi Nobel, Rasyif Hizbullah Arsya dan Cintami Ayu Lestari, masing-masing pada kelas ITT 200 meter senior putra, ITT 300 meter standar putra, sprint 500 meter dan ITT 200 meter standar putri.

Semua laga dimainkan di Landasan Sutan Sjahrir Air Force One Tabing Padang. Menurut Manager Kontingen M. Taufik, Minggu (4/12), di Pariaman, bersyukur atas raihan atletnya. Seluruh atlet sepatu roda Pariaman berlatih di GOR Karanaur setiap minggu.

“Tidak sia-sia tim berlatih tiap minggu di GOR Karan Aur, alhamdulilah hasilnya memuaskan, Kota Pariaman keluar sebagai juara umum untuk cabor ini,” ujarnya.

kedepan pihaknya akan berusaha untuk meningkatkan popularitas sepatu roda di Kota Pariaman, salah satunya dengan berbagai perlombaan antar pelajar.

“Semoga minat pelajar di Kota Pariaman semakin meningkkat untuk cabor ini,” imbuhnya.

TIM

FWP3 Dukung Konsep Pariwisata Berbasis Komunitas di Pariaman

Written By oyong liza on Thursday, 1 December 2016 | 20:08





Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, menyatakan pihaknya akan mewujudkan konsep pariwisata berbasis komunitas di tiap destinasi yang dibangun oleh pemerintah.

"Kita ingin infrastruktur pariwisata yang kita bangun dimanfaatkan masyarakat untuk menjadi pelaku di bisnis pariwisata di daerahnya," ujarnya di Jogjakarta, Senin (28/11), saat memimpin tim studi komparatif Kota Pariaman yang diikuti sejumlah wartawan.

Pemerintah menurutnya akan mengintegrasikan sepanjang pantai Pariaman untuk proyeksi Pariaman sebagai etalase wisata pantai di provinsi Sumatera Barat.

Di sepanjang pantai, kata dia, akan dibangun berbagai sarana prasarana sesuai dengan karakter pantai tersebut. Disamping itu pemerintah juga terbuka menerima para investor yang ingin berinvestasi.

"Saat ini kita sedang bangun jembatan kaca penyeberangan yang menghubungkan pantai Gandoriah dan pantai Pauh di muaro Pariaman. Selanjutnya membangun dermaga dan taman burung di Pulau Tangah tahun 2017," ungkapnya.

Genius mengakui, peran media sangat besar dalam mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kota Pariaman.

"Media punya peran sangat besar, contohnya kawasan wisata edukasi di Pusat Penangkaran Penyu di Desa Ampalu. Saking terkenalnya sudah banyak peneliti dari luarnegeri meneliti ke sana, termasuk pelajar dari sekolah terkemuka Indonesia yang menjadikan Konservasi Penyu Pariaman sebagai lokasi belajar lapangan," sebutnya.

Sementara itu penggagas Forum Wartawan Peduli Pariwisata Piaman (FWP3) Ikhlas Bakri didampingi Koordinator Advodkasi Oyong Liza Piliang, dan Peneliti FWP3 Muhammad Zulfikar Harahap, menyatakan pihaknya akan mendukung sekaligus mengawal setiap kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan kepariwisataan Pariaman.

"Sejauh ini sebagaimana kita lihat, pembangunan sektor pariwisata Pariaman membuahkan hasil. Pemerintah dalam hal ini mampu mengoptimal setiap potensi menjadi destinasi," ujar Ikhlas Bakri.

Pihaknya menyatakan akan berpegang teguh pada prinsip pembangunan pariwisata yang selaras dengan alam, tidak berdampak buruk bagi lingkungan dan tidak membawa manfaat negatif bagi masyarakat.

"Sejauh ini kita menyambut positif apa yang telah dibangun pemerintah. Selain kepada pemerintah, FWP3 juga mengajak masyarakat menjadi tuan rumah yang memberi kesan positif kepada setiap wisatawan. Pelayanan yang baik salah satu parameter keberhasilan dalam membangun dunia kepariwisataan," pungkasnya.

OLP

Topik Terhangat

postingan terdahulu