Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.

Latest Post

Silaturahmi ke PWI, Polres Pariaman Perkuat Kemitraan dengan Wartawan

Written By oyong liza on Friday, 26 May 2017 | 19:06


Kampuang Belacan -- Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, kunjungi Kantor Parsatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pariaman, Jumat (26/5/2017). Kunjungan tersebut merupakan pertama kalinya setelah ia resmi menjabat sebagai Kapolres Pariaman awal bulan April silam.

Kapolres didampingi Kasat Intelkam Iptu Syafruddin dan Kasubag Humas Polres Pariaman AKP Sumiatri, diterima oleh Sekretaris PWI Pariaman, Damanhuri, praktisi media Oyong Liza Piliang dan sejumlah wartawan Pariaman di PWI. Ketua PWI Pariaman tidak sempat hadir karena ada urusan keluarga yang tidak bisa diwakilkan.

Bagus mengatakan, kunjungannya ke PWI Pariaman merupakan silaturahmi resmi Kapolres Pariaman dalam rangka perkenalan dan menjalin kemitraan dengan insan pers di Pariaman.

Menurut dia, pertemuan dengan wartawan sudah sejak awal ia rencananakan, namun baru bisa dilakukan. Karena kesibukan dengan komando atas rencana semula yang sudah disusun selalu tertunda.

"Kemitraan dengan wartawan juga sudah terjalin dengan insan wartawan saat bertugas sebagai Kapolres 50 Kota, karena memang kita sadar bahwa media massa itu memiliki pengaruh besar. Setiap pemberitaannya berpengaruh kepada masyarakat," jelasnya.

Kedepan, ulas Bagus, Polres Pariaman akan melakukan manajemen media Polres Pariaman bekerjasmaa dengan wartawan Pariaman untuk mengoptimalkan informasi yang dapat disebar luaskan kepada masyarakat melalui insan pers.

Terpisah, Ketua PWI Pariaman Ikhlas Bakri menyatakan permintaan maafnya karena berhalangan hadir. Ia menyebut kemitraan dengan Polres Pariaman selalu berjalan baik dari berbagai kepemimpinan.

"Tentu kita menyambut baik kemitraan antara PWI dan Polres Pariaman yang telah terjalin sejak lama, apalagi besok kita sudah masuk satu Ramadhan. Kita berharap dengan kemitraan tersebut dapat memberikan mafaat bagi masyarakat Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman," ungkap Ikhlas.

Ia menyebut pihaknya selaku wadah wartawaan berhimpun akan selalu menjaga independensi pemberitaan sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Nanda

FKUB Padangpariaman: Non Muslim Padangpariaman Tak Terpengaruh Isu Jayapura

Taslim Mukhtar
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Padangpariaman, Taslim Mukhtar, mengimbau umat beragama di Padangpariaman untuk menahan diri paska terjadinya keributan di Korem 172/PWY Jaya Pura.

Sebelumnya, Kamis (25/5) ratusan orang berkumpul di Makorem 172 PWY disebabkan adanya informasi pembakaran yang diduga kitab injil oleh oknum aparat.

"Semua sudah selesai, sudah diklarifikasi dan tidak ada pembakaran kitab, hanya kesalahpahaman saja," sebutnya, Jumat (26/5/2017).

Mencegah meluasnya dampak dari kejadian tersebut hingga ke Padangpariaman, FKUB telah melakukan komunikasi dengan tokoh lintas agama yang ada.

"Saya sudah komunikasi langsung dengan tokoh agama Katolik, Protestan yang ada di Padangpariaman dan peristiwa di Jayapura sana, tidak ada essesnya ke Padangpariaman. Kerukunan umat beragama kita sangat baik," ujarnya.

Untuk jangka panjang, FKUB bersama Kanwil Kamenag Padangpariaman, Kantor Kesbangpol akan melaksanakan kegiatan bersama antar umat beragama yang ada di Padangpariaman. Hal tersebut dilakukan untuk mempererat kerukunan antar umat beragama di Padangpariaman.

"Sedang kita rancang, apakah berupa olahraga bersama, goro atau seperti apa. Yang jelas untuk meningkatkan kerukunan umat beragama," pungkasnya.

Nanda

[Berita Utama] Masa Depan PSSI di Tangan Kardinal Feri

Kardinal dua dari kiri usai terpilih aklamasi
Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Pariaman gelar kongres untuk memilih pengurus periode 2017-2021, Kamis (25/5/2017) siang, di Aula Hotel Nantongga, Pariaman.

Dalam kongres tersebut, sebanyak 18 club sepakbola yang ada di Pariaman mengusulkan nama Kardinal Feri (37). Atas usul semua club yang memiliki suara dalam kongres itu --tanpa ada calon lain-- manager PSSI Pariaman dalam dua kali Porprov ini terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Askot PSSI Kota Pariaman yang baru menggantikan Ibnu Hajar.


Kardinal akrab dengan atlet sepakbola saat masih jadi manager PSSI




"Sebelum menyatakan kesiapan maju sebagai calon ketua, saya tidak ingin ada perpecahan dan silang pendapat di tubuh askot PSSI. Siapa yang ingin memimpin PSSI saya persilahkan maju, namun ternyata sebanyak 26 club, 18 di antaranya club lama yang memiliki hak suara dan kawan-kawan pengurus, sepakat meminta saya bersedia memimpin PSSI Pariaman," ujar Kardinal Feri saat jumpa pers di Cafe Joyo Makmur di Kawasan By-pass Pariaman, Kamis malam.


Kardinal foto bersama denga Ketua PWI Ikhlas Bakri


Dalam kongres yang dihadiri oleh Ketua Asosiasi (Asprov) PSSI Provinsi Sumatera Barat, Indra Datuak Rajolelo, didampingi dua eksekutif komite (esko) Asprov Sumbar, usai mendapat mandat dalam kongres, Kardinal Feri diminta untuk menyusun kepengurusan PSSI, yakni memilih satu orang wakil ketua ditambah lima (5) orang esko dan 16 komisi.

Sedangkan untuk posisi sekretaris, ia telah menunjuk Novrizal Busri (37), karena dalam AD/ART Askot PSSI Pariaman, kewenangan penunjukan sekretaris merupakan hak istimewa bagi ketua terpilih.

Kardinal menyatakan, terpilihnya ia sebagai ketua merupakan kesiapan memangkul tanggungjawab organisasi. Untuk memajukan sebuah organisasi olahraga diperlukan kecintaan, totalitas, kerjasama tim dan pengorbanan.

Membangun PSSI Pariaman merupakan tanggungjawab yang besar bagi dirinya bersama pengurus. Sejumlah gagasan dan terobosan mesti ia lakukan untuk peningkatan prestasi sepakbola Pariaman.

"Sepakbola tanpa pembinaan dan kompetisi tidak mungkin ada prestasi. Sepakbola adalah olahraga rakyat, pemersatu yang memiliki pendukung fanatik. Bahkan sepakbola disebut merupakan bahasa universal yang bisa dipahami semua kalangan," sebut Kardinal.

Untuk itulah, Kardinal menambahkan, pihaknya butuh dukungan semua pihak dalam membina sepokbola ke depan. Pembinaan dan kompetisi jenjang umur, menurutnya sangat diperlukan untuk melahirkan pesepakbola handal. Mulai dari kompetisi U-12, U-16 dan U-19 harus dilaksanakan setiap tahun untuk melahirkan bibit-bibit pesepakbola Pariaman yang berbakat dan berdaya saing.

"Sehingga saat usia emas 21 tahun, akan lahir atlet sepakbola dari Pariaman yang bermain di liga satu nasional," sambung Kardinal.

Untuk mencapai visi misi PSSI Pariaman yang telah dia uraikan tersebut, ia akan mereformasi manajemen PSSI Pariaman. Manajemen yang profesional, terukur, logis dan terarah akan dia susun bersama pengurus lainnya.

"Setelah susunan pengurus terbentuk ditambah 16 komisi Askot, kami akan luncurkan website PSSI Pariaman dan membuat media officer untuk mempublikasikan semua kegiatan PSSI Pariaman. Hal ini sangat penting dilakukan," ungkapnya.

Merujuk Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang pembolehkan dana hibah dari APBD untuk pembinaan sepakbola demi terwujudnya 'Nawacita Jokowi', pihaknya akan bersinergi dengan pemerintah untuk menyelenggarakan kompetisi dan pembinaan.

"Bagi kami yang penting kompetisi dan pembinaan sepakbola berjalan tiap tahun di Pariaman. Kami tidak peduli siapa penyelenggaranya, baik itu pemerintah maupun pihak lain," imbuhnya.

Bicara sepakbola tentu bicara sarana prasarana pendukung. Di samping pembinaan dan kompetisi, juga diperlukan lapangan bola. Hingga saat ini menurutnya, lapangan bola telah banyak di Pariaman namun belum menyeluruh di tiap desa yang ada. Untuk itu, melalui Askot PSSI, ia menyarankan agar setiap desa memiliki satu lapangan bola masyarakat melalui dana desa.

Yang tidak kalah penting, seru Kardinal, pembentukan karakter pemain juga diperlukan. Pemain sepakbola harus memiliki mental yang bagus, memiliki etika kesopanan dan jauh dari sikap angkuh. Oleh sebab itulah pembinaan atlit sejak usia dini sangat diperlukan.

Pada tahun 2018 akan dilaksanakan ajang sepakbola internasional piala Danone U-12, piala nasional Suratin U-17. Momentum tersebut, tukuk Kardinal, sangat penting bagi PSSI Pariaman mulai melakukan pembinaan terhadap pemain sedari saat ini.

"Dengan adanya kompetisi jenjang umur dan pembinaan berkelanjutan, pelatih tentu akan memiliki data pemain. Pembinaan berbanding lurus dengan prestasi," kata dia.

Menghadapi Porprov 2018 yang rencananya akan diselenggarakan di Padangpariaman, PSSI Pariaman menargetkan lolos babak semifinal sebagaimana pada Porprov tahun 2016 lalu. Ia tidak mau menargetkan terlalu muluk, karena baginya yang terpenting bagaimana melakukan pembinaan yang baik terhadap atlet.

"Porprov 2016 kita dianggap tim underdog. Saat itu kita menargetkan lolos babak penyisihan, ternyata masuk semifinal dan mengalahkan peraih emas Porprov 2014," pungkasnya.

Dari informasi yang dikumpulkan wartawan, Pemko Pariaman akan membangun stadion/sport centre taraf nasional di Desa Kampuang Gadang Padusunan. Stadion dengan luas area 10 hektar tersebut diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp10 miliar. Kabar baiknya, saat ini sudah masuk tahap lelang amdal dan masterplan.

Dengan adanya stadion nasional itu nantinya, Pariaman akan memiliki lapangan bola taraf internasional. Pariaman tentu akan bisa menghelat pertandingan liga satu nasional di stadion yang akan dibangun secara multiyear tersebut.

Menanggapi tertilihnya Kardinal Feri sebagai Ketua PSSI Pariaman, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin menyambut baik hal tersebut. Ia mengatakan Kardinal merupakan pemuda yang penuh dedikasi dan pengorbanannya pada sepakbola Pariaman telah teruji yang bisa dilihat saat ia memanejeri PSSI Pariaman.

"Ia pemuda yang sangat mencintai sepakbola. Ia sosok pemimpin yang diharapkan. Pengorbannya untuk PSSI Pariaman tidak hanya dengan tenaga tapi juga dengan materi. Sosok seperti itulah yang diperlukan dalam dunia sepakbola," sebut Mardison.

Untuk kemajuan sepakbola Pariaman, apalagi dikelola secara serius, pihaknya di DPRD memastikan akan menaikan anggaran untuk PSSI Pariaman.

"Mari kita dukung bersama-sama kemajuan sepakbola Pariaman. DPRD siap menaikan anggaran, semoga sepakbola Pariaman ke depan mampu melahirkan pesepakbola tingkat nasional," pungkasnya.

Di lain pihak, Ketua PWI Pariaman Ikhlas Bakri menyatakan  mendukung langkah reformasi di tubuh PSSI Pariaman dengan publikasi yang berimbang. PWI sebagai wadah wartawan berhimpun, siap bermitra dengan semua kalangan, termasuk dengan PSSI Pariaman.

"Wartawan tanpa mengkesampingkan netralitas dan kontrol sosial tentunya. Wartawan juga memiliki fungsi untuk mengangkat potensi yang ada di wilayah peliputannya. Potensi apa saja, termasuk potensi olahraga," ucap Ikhlas pencinta olahraga futsal itu.

OLP

Mukhlis: Saya Tak Akan Pernah Bosan Ajak Masyarakat Beribadah

Written By oyong liza on Thursday, 25 May 2017 | 19:24


Mangguang -- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman pimpin langsung gerakan subuh mubarakah di Masjid Raya Desa Mangguang, Rabu (24/5/2017). Masjid dipenuhi oleh tokoh masyarakat, ASN dan instansi vertikal lainnya.

Subuh mubarakah kata Mukhlis merupakan program Pemko Pariaman yang rutin dilaksanakan setiap bulan. "Saya masih dalam keadaan sakit tetap mengikuti subuh mubarakah, menandakan arti pentingnya salat subuh berjamaah di masjid," ujar Mukhlis.

Ia mengatakan, tidak akan bosan-bosannya mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan ibadah dan kegiatan keagamaan. Pada hari ini, sedianya ia sudah berada di Belanda dalam rangka mengikuti kegiatan dinas. Namun karena sakit maka kegiatan tersebut ia batalkan, padahal administrasi keberangkatan sudah selesai dan siap untuk berangkat.

Dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, Mukhlis yang dikenal religius sedari remaja itu, mengajak warga Pariaman menjaga hubungan kepada Allah SWT dan hubungan sesama manusia.

"Mari kita saling maaf-memaafkan. Sambutlah Ramadhan dengan gembira dan dengan pola hidup sederhana," tutur Mukhlis.

Sementara itu, Tuanku Baharuddin dalam tauziahnya mengatakan, pemimpin yang mengajak umatnya ke jalan Allah SWT akan mendapatkan pahala yang lebih besar.

"Pemimpin mengajak pada agama Allah, sebagai ladang amal baginya untuk akhirat, seperti subuh mubarakah dan magrib mengaji. ASN dan masyarakat yang mengikuti juga mendapat pahala, namun pemimpin mendapat pahala yang lebih besar dan berlipat ganda," tuturnya.

Subuh Mubarakah di Masjid Raya Mangguang merupakan subuh mubarakah yang kedua. Sebelumnya di Masjid Raya Kampung Baru, Pariaman Tengah dengan jamaah yang melimpah hingga ke teras masjid.

ASKB

Ulama Pariaman Kutuk Keras Teror Bom Kampung Melayu

Image source detikcom
Aksi serangan teror bom panci di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (24/5), dikecam banyak pihak. Di Pariaman kecaman keras disampaikan oleh Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Pariaman, Asman Yahya. Ketua AKADI yang baru dikukuhkan hari Kamis,(25/5/2017) itu mengatakan, serangan teror bom yang terjadi berdampak dan menimbulkan instabilitas nasional.

Ia juga menilai, aksi teroris yang mengatas namakan jihad yang terkadang dijadikan alasan melakukan tindakan teror, adalah salah kaprah.

"Padahal hingga saat ini pemerintah membuka pintu musyawah. Semestinya jika ada tuntutan dari kelompok manapun, dapat dilakukan secara musyawarah dan konstitusional, bukan dengan kekerasan apalagi sampai melakukan pembunuhan," jelasnya.

Ia mengatakan, Dai memiliki fungsi untuk menyampaikan atau "bayyinah" yang memberikan keterangan-keterangan yang menjelaskan Islam secara menyeluruh kepada ummat Islam, bukan separuh-separuh.

"Selain menyampaikan dakwah, Dai juga mengajak ummat Islam agar menghilangkan sikap ekslusif dan mencaci antar kelompok lain," ujarnya.

Asman menegaskan bahwa Islam merupakan agama rahmatal lil alamin atau rahmat sekalian alam, bukan kekerasan.

Terkait maraknya aksi terorisme dan saparatisme di Indonesia menurut dia hal tersebut pasti ada sebab.

"Ada asap, ada api. Berkembangnya terorisme disebabkan ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi di Indonesia. Jika pemerintah ingin menyelesaikan terorisme harus didahului dengan keadilan sosial di segala bidang," dia menilai.

Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah Kota Pariaman, Sofyan Jamal juga mengutuk aksi teror bom yang terjadi di Kampung Melayu Jakarta itu. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak berpendapat selewaran untuk menghindari kesalahpahaman.

"Terorisme bukan memandang agama. Aksi teror adalah kriminal dan tidak terkait dengan agama manapun," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktoberianto, mengatakan serangan teror bom dialamatkan kepada petugas kepolisian. 3 orang anggota Polri menjadi korban dalam serangan brutal tersebut.

Ia mengatakan, serangan itu sesungguhnya  merupakan ancaman kepada negara, karena polisi adalah aset negara.

"Polres Pariaman berduka atas jatuhnya korban yang berasal dari Polri atas serangan itu. Kami berbelasungkawa atas serangan tersebut," sebutnya.

Polres Pariaman, sebut Bagus telah mengumpulkan seluruh personil dan diberikan arahan agar melakukan peningkatan kewasapadaan dalam melaksanakan tugas.

"Peningkatakan pengamanan mako (mapolres) 3 kali lipat, personil juga disarankan untuk tidak bertugas sendiri-sendiri," sebutnya lagi.

Sebagai antipasi Polres Pariaman juga akan melakukan tindakan peefentif dengan melibatkan babinkamtibmas dan intelijen.

Nanda

Mukhlis Serahkan SK CPNS 50 Bidan PTT

Written By oyong liza on Wednesday, 24 May 2017 | 19:32

Usai penyerahan SK, Mukhlis salami CPNS tenaga kesehatan
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman serahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS Tenaga Bidan dari Program Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di lingkungan Pemko Pariaman Tahun 2017. Penyerahan dilangsungkan di Pendopo Rumah Dinas Walikota, Rabu (24/5/2017).

Mukhlis Rahman berharap para bidan yang menerima SK CPNS mensyukurinya dengan tidak hanya mengucapkan alhamdulillah, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana para bidan bekerja lebih giat lagi.

“Mulai saat ini saya berikan mandat kepada seluruh bidan yang hari ini menerima SK CPNS untuk selalu siap siaga menjaga, khususnya para ibu hamil agar kesehatannya stabil sampai melahirkan. Setelah melahirkan, ibu dan bayinya juga harus dijaga. Kalau ada masalah, lakukan koordinasi dengan kepala puskesmas, dengan dokter dan dinas kesehatan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, dalam bekerja bidan dituntut untuk selalu mengedepankan profesionalisme, kedisiplinan dan dengan penuh dedikasi. Untuk itu, harus bisa loyal terhadap organisasi, bertanggung jawab dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mengutamakan kepentingan umum.

Tenaga Bidan PTT yang diangkat menjadi CPNS, imbuhnya juga dianggap telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam UU No 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan Peraturan Pemerintah No 43 tahun 2007 yang mengatur tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS.

Ia menambahkan, nantinya bidan bekerja sebagai pegawai negeri dengan dilandasi oleh ibadah. "Yang penting adalah adanya komitmen untuk membangun Kota Pariaman dengan pola pikir baru, yaitu sebagai abdi masyarakat dan negara," sambungnya.

Sebagai aparatur negara yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kata dia laksanakanlah tugas bidan itu dengan tulus dan ikhlas.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Pariaman, Irmadawani, mengatakan bahwa Kota Pariaman menetapkan sebanyak 50 orang tenaga honorer Kementerian Kesehatan menjadi CPNS dari sebanyak 58 yang mengikuti tahapan pengangkatan.

Diantara 58 Bidan PTT, hanya 51 yang lulus setelah melalui seleksi kompetensi dasar serta tidak melebihi batas usia yang telah ditentukan. Kemudian dari 51 yang lulus, ada 1 orang yang mengundurkan diri dari pengangkatan CPNS.
 

"Jadi total SK yang diserahkan menjadi 50," ujarnya.
 

ASKB

 

Polisi Sita Benda Mirip Granat Nanas Milik Pensiunan TNI di BIM

Foto: Nanda
Katapiang -- Polsek Kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sita alat peraga berbentuk granat nanas dari salah seorang calon penumpang pesawat di BIM, Rabu (24/5/2017), pukul 04.10 WIB.

Polisi amankan benda mirip granat


Alat peraga berbentuk granat nanas tersebut ditemukan dari dalam tas milik pria bernama Muslimin. Ia merupakan seorang purnawirawan TNI AD yang tinggal di Blok Kebon Asem RT/RW 012/003 Kelurahan Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Rencananya Muslimin akan melakulan penerbangan menuju Jakarta menggunakan pesawat Lion Air pukul 05.30 WIB.

"Usai dilakukan pemeriksaan isi tas penumpang tersebut, petugas bandara melaporkan temuan tersebut kepada Polsek Bandara BIM," ujar Kapolres Padangpariaman, AKBP Dwi Eri Yulianto melalui Kapolsek Kawasan Bandara BIM, IPTU Yuliadi..

Lebih jauh dijelaskan oleh Yuliadi, penumpang yang membawa alat peraga berbentuk granat nanas tersebut telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Dari pemeriksaan yang dilakukan, diketahui alat peraga berbentuk granat nanas untuk koleksi dan kenang-kenangan setelah pensiun sebagai anggota TNI.

Untuk memastikan keamanan, tim gegana Sat Brimob Polda Sumatera Barat telah melakukan pengecekan dan pemeriksaan. Meskipun bukan granat asli, kepolisian tetap menyita benda tersebut untuk alasan keamanan.

Penemuan alat peraga berbentuk granat itu dipastikan tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara BIM. Namun, Muslimin terpaksa melanjutkan keberangkatannya pada penerbangan berikutnya setelah dimintai keterangan oleh polisi.

"Kuatirnya masyarakat yang awam ketika melihat benda tersebut takut. Untuk keamanan agar tidak salah guna oleh orang lain," pungkas Yuliadi.

Nanda

Faisal Arifin Lantik Tuanku Samar PAW DPRD Padangpariaman

Faisal Arifin lantik Samar Tuanku Sidi
Saamar Tuanku Sidi resmi menjabat anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman. Ia menjabat sebagai anggota DPRD Padangparianan setelah diambil sumpah menjadi Panganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman, Rabu (24/5/2017) siang dalam rapat paripurna istimewa.

Ketua DPRD Padangpariaman, Faisal Arifin Dt Majo Basa mengatakan, proses PAW yang dilaksanakan hari itu telah melalui prosedur sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3).

"Proses PAW diawali oleh usulan dari DPD Golkar KabupatenPadangpariaman kepada DPRD Padangpariaman hingga adanya keputusan Gubernur Sumatera Barat tentang pemberhentian dan pengangkatan antar waktu," jelasnya.

Dikatakan keponakan Anas Malik itu, Saamar Tuanku Sidi merupakan calon legislatif peraih perolehan suara ketiga terbanyak partai Golkar Dapil Padang Pariaman I pada pileg 2014 dengan jumlah perolehan dua kursi oleh Golkar di dapil tersebut. Dengan meninggal dunianya, Zuardin secara aturan digantikan oleh Saamar Tuanku Sidi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Padangpariaman, Jonpriadi mengatakan jika Saamar Tuanku Sidi dapat melakukan adaptasi dengan cepat usai diambil sumpahnya menjadi anggota DPRD Padangpariaman.

"Beliau (Saamar Tuanku Sidi) pernah menjadi anggota dewan, tentu mudah untuk adaptasi," kata sekda.

Ia juga menyampaikan penghargaan Pemkab Padangpariaman kepada keluara Alm Zuardin atas pengabdiannya sebagai aggota DPRD Padangpariaman.

Nanda

[Penutupan Pesona Gandoriah 2017] Kementerian Dukung Pariwisata Pariaman

Written By oyong liza on Tuesday, 23 May 2017 | 19:19

Seremoni pembukaan mendatangkan penari dari 11 negara

Gandoriah -- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, menutup secara resmi rangkaian kegiatan Festival Pesona Gandoriah tahun 2017, Selasa (23/5/2017) sore, pukul 16.00 WIB di Panggung Utama Gandoriah.

Penyanyi Minang hibur wisatawan malam hari di Panggung Gandoriah


Sebelum penutupan dan penyerahan hadiah bagi para pemenang, lomba maelo pukek yang sempat tertunda selama dua hari, diperlombakan. Cuaca pagi hingga siang yang cukup mendukung, menjadikan lomba maelo pukek tontonan menarik bagi wisatawan.


model peragakan rancangan busana pada lomba baju kuruang basiba


Festival yang dihelat selama empat hari dari tanggal 19 hingga 22 Mei 2017 tersebut, dimeriahkan dengan enam perlombaan unik khas Pariaman. Di antaranya lomba masak kapalo lauak, lomba baju kuruang basiba, lomba maelo pukek, lomba lagu pariwisata, festival band dan lomba barganzi. Ribuan wisatawan memenuhi pentas Gandoriah baik siang maupun malam. 


Kaos #ayokepariaman buka stand di lokasi Pesona Gandoriah 2017


"Semua iven yang kita selenggarakan untuk meramaikan Pariaman. Mulai dari tingkat nasional seperti lomba fashion show, festival gandoriah, hingga iven taraf internasional yakni Tour de Singkarak dan Pariaman Triathlon. Pariaman Triathlon akan kita selenggarakan bulan November mendatang," ujar Genius.


Dewan juri memberikan penilaian
Genius menambahkan, ke depan, destinasi wisata pantai akan dikembangkan sepanjang garis pantai Pariaman yang membentang sepanjang 12 kilometer. Jika sekarang destinasi tematik baru dibangun sepanjang 4 kilometer dari Pantai Kata hingga Pantai Gandoriah, nantinya akan dirangkai dari Pantai Sunur hingga Pantai Nareh hingga batas kota dengan kabupaten. Pihak Kementerian Pariwisata menurutnya sangat mengapresiasi geliat wisata Pariaman dan tentu saja akan ikut melibatkan diri dalam pengembangannya.

"Kita bertekad menjadikan Pantai Pariaman sebagai destinasi wisata bahari di Sumatera Barat. Sepanjang garis Pantai Pariaman merupakan destinasi wisata menarik yang akan menonjolkan kelebihannya masing-masing," ungkap Genius.

Di samping itu, imbuh Genius, empat pulau yang menghadap pantai juga akan mendapatkan sentuhan. Jika sekarang hanya pulau Angsoduo dan Pulau Kasiak, ke depannya Pulau Ujuang dan Pulau Tangah juga akan dipercantik, seperti rencana pembangunan taman burung dan dermaga di Pulau Tangah.

Pulau Angsoduo, ucap Genius mesti memiliki tenaga listrik sendiri. Pihaknya secara langsung telah membuat proposal yang diserahkan langsung kepada Wamen ESDM Archandra Tahar agar membuatkan pembangkit listrik di Pulau Angsoduo.

"Mari kita doakan semoga terealisasi," kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Efendi Jamal, didampingi Kepala Seksi Pemasaran Nesa Prima Dewi, menyebutkan bahwa Pesona Gandoriah 2017 atau festival serupa yang ketiga, telah berhasil menghemat anggaran setengah dari tahun sebelumnya.

Jika tahun lalu melalui APBD dianggarkan Rp650 juta, pihaknya tahun ini mampu lebih mandiri dengan anggaran Rp340 juta ditambah sokongan dari para sponsor.
Festival juga berhasil melipatgandakan wisatawan yang berkunjung ke Pariaman.
 
"Dari enam perlombaan kita menyediakan total hadiah sebesar Rp35 juta," sebut Efendi Jamal.

Ia merinci, Rp8 juta untuk lomba maelo pukek, Rp12 juta untuk lomba baju kuruang basiba, Rp10 juta untuk festival band, Rp6 juta untuk lomba masak kapalo lauak dan Rp 6 juta bagi para pemenang lomba barzanzi.

Ia menambahkan, terkait berbagai lomba yang tidak diselenggarakan pada Pesona Gandoriah 2017, disebabkan panitia menginginkan variasi lomba di tiap tahun pelaksanaannya. Jika sebelumnya wisatawan menyaksikan lomba baruak mamanjek karambiah, lomba selaju sampan dan lomba layang-layang, maka tahun ini diganti dengan tema lainnya.

"Pesona Gandoriah menonjolkan lima segi yakni agama, budaya, seni, kuliner dan busana daerah. Semua lomba yang kita laksanakan saat ini memenuhi kelima segi tersebut," imbuh Efendi Jamal.

Dalam Pesona Gandoriah 2017, panitia mendatangkan penyanyi Minang Ipang. Kemudian juri lomba lagu minang Ujang Virgo, Sekri Budiman dan Novetre.

"Kita juga diliput oleh media nasional Trans TV dan seluruh media lokal di Sumatera Barat, baik cetak, elektonik dan media online. Tunjuannya untuk promosi wisata Pariaman secara masif dan menyeluruh agar Pariaman kian dikenal, baik tingkat nasional bahkan internasional," pungkasnya.

OLP

Terima Hibah dari Yayasan LP3ESIDA, Genius Berencana Bangun Universitas


Ampalu -- Yayasan Lembaga Pengembangan Pendidikan Penelitian Ekonomi, Sosial dan Budaya (LP3ESIDA) Sumatera Barat, serahkan tanah yayasan kepada Pemko Pariaman seluas 3,1 hektar yang berlokasi di Desa Ampalu, Pariaman Utara, dan bangunan beserta lahan Gedung Nasional yang berlokasi di Kelurahan Guguak, Pariaman Tengah yang sekarang merupakan Kampus STIE lama, Senin (22/5/2017).

Penyerahan oleh Ketua LP3ESIDA Baharudin didampingi dengan Ketua STIE SB Pariaman Nurtati dan Jajaran Pembina di STIE SB di Desa Ampalu, Pariaman Utara.

Awalnya tanah yang dihibahkan tersebut direncanakan untuk pembangunan kampus STIE SB Pariaman. Karena telah adanya lahan dan bangunan baru di By-pass, Jati yang lebih representatif dan megah, agar lahan hibahan itu lebih produktif, diserahkan ke Pemerintah Kota Pariaman.

"Agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Harapan kami agar tanah yang kami hibahkan bermanfaat bagi Pemerintah Kota Pariaman dengan menjadikannya sebagai tempat yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Baharudin.

STIE Sumbar adalah salah satu sekolah tinggi yang dinaungi oleh LP3ESIDA Sumbar, selain Aperta, Akop dan sekolah tinggi lainya. SMA/SMK swasta, termasuk SMA Manunggal yang ada di Pariaman juga di bawah naungan yayasan yang berdiri di zaman pemerintahan Bupati Anas Malik itu.

Pemerintah Kota Pariaman menyambut baik penyerahan hibah tersebut. Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan lahan dan gedung yang telah diserahkan itu akan dimanfaatkan pihaknya untuk pembangunan.

"Kita sangat mengapresiasi sekali apa yang telah orangtua kita lakukan, Bapak Baharudin yang dengan sukarela memberikan tanah yang telah mempunyai sertifikat ini kepada Pemko Pariaman," kata dia terharu.

Ke depan, ia mengatakan akan meneruskan apa yang menjadi cita-cita dari Baharudin, untuk membuat sebuah universitas di Kota Pariaman.

"Hal ini sejalan dengan apa yang kami inginkan. Walaupun saat ini pihak Kemenristekdikti RI masih belum membuka kesempatan di daerah untuk mengajukan sebuah universitas baru, kami akan terus berupaya dengan dibantu semua pihak mewujudkan hal itu," tandasnya.

Juned/OLP

Topik Terhangat

postingan terdahulu