Kunjungi Pariaman, Doni Monardo pupuki pohon yang ditanami rombongan Wapres Ma'ruf Amin

Walikota Genius Umar dan Wawako Mardison Mhyuddin dampingi langsung Kepala BNPB Doni Monardo meninjau kawasan 'Ma'ruf Amin' di pantai desa Taluak, Pariaman Selatan. Foto: Junaidi

Pariaman - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo melihat kesungguhan pemerintah Kota Pariaman merawat dan melestarikan lingkungan. Hal itu disampaikan pimpinan lembaga setingkat menteri itu saat mengunjungi sebuah kawasan pantai di Desa Taluak yang baru saja dinamai 'Kawasan Ma'ruf Amin', Rabu (14/5).

"Penghijauan ini adalah bentuk realisasi program vegetasi di pantai Pariaman sekaligus sebagai langkah mitigasi bencana tsunami dan abrasi," kata Doni Monardo.

Monardo mengingatkan bahwa Sumatra Barat merupakan daerah rawan bencana, terutama gempa dan ancaman tsunami. Dengan menanam pepohonan di sepanjang garis pantai, merupakan langkah mitigasi bencana.

Monardo melihat pohon yang ditanam oleh rombongan Wapres Ma'ruf Amin saat berkunjung ke Pariaman pada 6 April 2021 lalu dipagari agar tidak terinjak orang maupun ternak. Bahkan khusus pohon yang ditanam Ma'ruf Amin dipagar tembok dan besi.

"Setelah satu minggu lebih pohon ini ditanam, daunnya masih ada. Ini menunjukkan pohon tersebut berpeluang untuk hidup lebih dari 80 sampai 90 persen," ucap jenderal bintang tiga ini.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan dirinya menyadari daerah yang dipimpinnya merupakan zona megatrust dan berpotensi gempa diiringi tsunami. Menyadari ancaman tersebut, ia melakukan berbagai langkah mitigasi guna mengurangi jika suatu kelak tsunami benar-benar terjadi.

"Dengan menanam pohon di seluruh pantai akan mengurangi dampak tsunami. Kita terus tanam di sepanjang pantai khususnya pohon jenis ketapang (katapiang) dan pinago," sambungnya.

Pohon jenis ketapang dan pinago, kata Genius tidak perlu perawatan khusus karena pasir pantai memang habitatnya. Selain itu, ketapang dan pinago layaknya pohon endemik di Pariaman karena sudah ada sejak dulunya dan tumbuh subur.

"Cukup memberi pupuk biasa dan bisa tumbuh subur. Yang diperlukan adalah perlindungan dari hewan ternak, makanya kita pagari," tandasnya.

Selain menyaksikan pohon yang ditanami wapres, Monardo memberi pupuk pohon atas nama dirinya yang ditanam saat rombongan Wapres datang ke Pariaman, namun dia berhalangan hadir karena mesti NTT yang dilanda bencana. (Junaidi/OLP)

[Editorial] Sekda adalah jabatan "seorang samurai" Yota Balad !

Sekdako Pariaman Yota Balad

Pariaman - Kepala Inspektorat, Yota Balad, sebagaimana diduga banyak pihak, akhirnya dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pariaman oleh walikota Pariaman Genius Umar hari ini, Kamis (15/4). Artinya, dia adalah orang ketiga di Pemerintahan Kota Pariaman. Sebuah prestasi mengagumkan mengingat usia Yota Balad terbilang muda, baru akan menginjak 44 tahun.

Pengangakatan seorang Sekda sebagaimana diketahu, selain karena dasar kinerja, memenuhi syarat administrasi, juga tidak terlepas dari unsur politik. Seorang sekda mestilah orang yang bisa dipercaya kepala daerah karena setelah ia menjabat sekda, sangat sulit untuk menurunkannya.

Redaksi pariamantoday.com mencatat bagaimana kedekatan dan kiprah Sekdako Pariaman sebelumnya. Di era Walikota Mukhlis Rahman, kita mengenal sosok sekda Armen dan Indra Sakti. Armen dan Indra Sakti tidak diragukan lagi loyalitasnya kepada Mukhlis Rahman.

Bahkan sosok Armen juga dikenal sebagai tukang 'rajut' hubungan personal Mukhlis dengan Genius yang saat itu sempat ranggang beberapa kali, dan akhirnya benar-benar memburuk menjelang Pilkada 2018. Armen juga menjadi 'bemper' penjaga marwah Pemko Pariaman dari berbagai kritikan dan dinamika di DPRD Kota Pariaman.

Dan kinerja Armen yang terberat adalah "mengamankan" Mukhlis dari kritikan media. Baik media yang benar-benar melakukan kritik atas kinerja Mukhlis yang dianggap tidak memihak publik, maupun sekadar dari gretakan beberapa oknum yang hanya mengaku sebagai wartawan saja. Namun, sebagai orang kepercayaan Mukhlis, dari yang kami pantau, Armen layaknya seorang "Samurai" yang bersedia berkorban tanpa batas demi nama baik pimpinanannya dan Pemko Pariaman ketika itu.

Saat itu Armen pernah secara pribadi meminta pendapat saya tentang kelakuan seorang oknum wartawan yang setiap kali meminta kepada dirinya ingin dipertemukan dengan Mukhlis. Meskipun Armen tahu wartawan tersebut tidak kredibel, bukan wartawan asal Pariaman, tidak juga dikenal oleh komunitas media di Padang, tidak anggota PWI dan tidak kompeten sama sekali, dan entah darimana datangnya, Armen tetap santun melayaninya.

Terus terang saat itu saya memberi saran agar Armen mengabaikannya saja. Toh apa yang akan dia kasuskan kepada Mukhlis, sangat mudah dijawab dan kasusnya sudah terang benderang secara hukum. Lagi pula hampir semua media mainstream sudah mengulas jawaban yang ingin ditanyakan wartawan tersebut.

Tapi, sikap Armen berbeda. Ia menempatkan dirinya dengan baik. Saat itu Armen terus menerimanya saat ke Pariaman yang selalu disebut oknum tersebut 'hendak lanjut ke Pasaman'. Setiap Armen ditelepon si oknum, ia selalu mengangkat dan memberikan sedikit 'uang bensin' pada oknum tersebut. Tidak banyak memang, tapi hal itu (yang dilakukan oknum wartawan) sangat mencoreng nama baik wartawan yang benar-benar bekerja sesuai kaedah jurnalistik. Armen tetap melayani si oknum sampai si oknum tersebut bosan dan malu diri sendiri.

"Biarlah ia yang akan menghukum dirinya sendiri dengan kelakuannya, bukan saya. Tugas saya sebagai anak buah walikota, bagaimana atasan saya bekerja dengan nyaman. Saya tidak ingin pikiran walikota terganggu, karena beliau sudah terlalu banyak berpikir sebagai seorang kepala daerah yang mengabdi bagi daerahnya," kata Armen saat itu.

Jelang Armen memasuki masa pensiun, mendekati akhir pemerintahan Mukhlis Rahman yang dua periode menjabat walikota, Indra Sakti diangkat menjadi sekda yang akhirnya menjadi perangkap bagi Indra Sakti karena memasuki tahun politik Mukhlis tidak lagi memihak Genius Umar yang saat itu mencalonkan diri sebagai walikota bersama Mardison.

Setelah kemenangan Genius-Mardison di 2018, posisi Indra Sakti terancam sebagai sekda. Namun sebagaimana yang saya tulis di alinea pembuka, untuk menurunkan seseorang dari jabatan sekda definitif, sulitnya bukan kepalang. Mesti cermat menyigi celah undang-undang.

Mengenai peristiwa Indra Sakti, nanti akan menjadi catatan tersendiri dalam sejarah birokrasi di Pemko Pariaman. Indra Sakti membuktikan loyalitasnya kepada Mukhlis Rahman meski jabatan dia taruhannya. Meski saya tahu betul dinamika Indra Sakti selama menjabat Sekda di era kepemimpinan Genius Umar-Mardison Mahyuddin, saya tidak akan menulisnya di sini. Sebagai wartawan senior, saya menaruh rasa hormat kepada beliau.

Tugas berat akan menanti Yota Balad ke depannya. Ia menjabat sekda di masa kesuraman akibat pandemi Covid-19. Di mana ketersediaan anggaran terbatas, pintar-pintar mengatur pos anggaran di tiap OPD agar pembangunan berjalan imbang dan sebagainya.

Di samping itu Yota Balad juga dituntut bisa menjadi jembatan hubungan antara Genius dan Mardison yang saya rasa tidak akan sulit dilakukannya karena Genius Umar merupakan seniornya di STPDN dan Mardison masih terbilang 'kakaknya' dalam hubungan kekerabatan Pariaman yang tidak bisa 'dianjak'.

Sebelum nama Yota Balad santer disebut akan diangkat menjadi sekda definitif, banyak orang menelpon saya untuk memberi respon dan pandangan politiknya. Banyak diantara mereka saya ingin mengulas sejumlah kekurangan pada diri Yota Balad untuk saya ekspos.

Menurut mereka, Yota Balad masih muda dan dikhawatirkan tidak ideal karena masih ada beberapa nama senior yang dianggap lebih pantas. Saat itu saya menjawab, beri dia kesempatan. Setiap orang dari hari ke hari pasti berubah karena dialektika. Jika ia menjabat sekda, jabatan tersebut yang akan menyeret dirinya menyesuaikan diri, dialektika akan merubah dia.

Kini, Yota Balad resmi menjabat sekda definitif. Kita tunggu kinerjanya dan tetaplah berpandangan positif. Jabatannya bukan pekerjaan mudah. Selamat bekerja Yota Balad! (OLP)

Penyebab Sala Lauak habis sebelum waktunya di hari pertama puasa

Sala Lauak Pariaman menu sajian utama hidangan berbuka puasa bagi warga Pariaman. Foto: OLP

Pariaman - Sala lauak alias sala bulek jadi menu buka puasa paling favorit di hari pertama Ramadhan 1442 Hijriyah di kota Pariaman, Selasa (13/4). Belum sempurna menu buka puasa tanpa sajian sala lauak.

Dalam pantauan wartawan, mendekati pukul 18.00 Wib, sejumlah pelapak sala lauak sudah kehabisan stok jualan, padahal jumlah penjual sala lauak - yang langsung digoreng di lapaknya masing-masing itu - tergolong banyak untuk ukuran hari puasa pertama.

"Saya sampai mondar mandir dari Cimparuah, Alai Gelombang, Kampung Pondok, Jawi-Jawi, Pasar Pariaman, hanya satu dua lapak yang masih ada. Itupun antri karena sala masih digoreng dalam tungku penjarangan," kata Eli, warga Pariaman Tengah yang mengaku mondar mandir mencari sala lauak untuk sajian menu buka puasa keluarganya.

Karena semua penjual sala antri penjarangan, Eli terpaksa ikut antri pula, namun sayangnya ketika sala lauak tersebut sudah masak, sudah habis sebelum mencapai antrian dia. Ia jadi tak kebagian.

"Karena yang dulu didahulukan penjual," imbuhnya.

Karena gigih, Eli menuju Pasar Pariaman. Kali ini, saat antri, ia menyerahkan langsung uangnya dan menungguinya, lalu menanyakan apakah ketersediaan cukup buat semua orang yang antri.

"Beruntung saya dapat, tapi, menjelang pulang dan masih di atas motor, sirine tanda berbuka puasa sudah berdengung," kisahnya.

Apa penyebab sala lauak cepat habis. Upik, salah seorang penjual sala lauak mengatakan dia juga tidak mengetahuinya. Tapi dia juga bilang biasanya di hari pertama puasa, pedagang membatasi stok karena hari pertama puasa Ramadhan di Pariaman selalu tidak seragam.

"Karena ada juga yang menunggu maniliak bulan, baru puasa. Kita batasi stok, dan nyatanya cepat sekali habisnya," kata Upik.

Selain itu, sambung Upik, di hari pertama puasa, tidak semua pedagang sala lauak berjualan. Ada yang masih dalam tahapan persiapan.

"Di hari kedua puasa dan ketiga saya kira tidak begitu lagi. Karena kita stok normal dan pedagang sala lauak semuanya berjualan," pungkasnya. (OLP)

Genius tagih janji Sandiaga Uno

Walikota Pariaman Genius Umar usai diskusi dengan Menteri Sandiaga Uno bersama anggota DPR dari daerah pemilihan Sumbar 1 Andre Rosiade. Foto: Phaik

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar menagih janji Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno untuk membackup pelaksanaan iven Pariaman Triathlon yang akan diselenggarakan pada Agustus 2021 mendatang.

Janji tersebut, kata Genius disampaikan Sandiaga saat dirinya menikmati bubur se Asia Tenggara di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Juga untuk sinkronisasi program pariwisata pusat dan daerah," ungkap Genius Umar saat bertemu dengan Sandiaga Uno di Jakarta, Selasa (13/4).

Pertemuan yang turut didampingi anggota DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade bersama sejumlah kepala daerah lainnya di Sumatra Barat itu, dilangsungkan di Balairung Kemenparekraf.

Menurut Genius, pertemuan beberapa kepala daerah se Sumatra Barat dengan Sandiaga bertujuan untuk mengejawantahkan program pemerintah pusat di daerah terkait percepatan pemulihan ekonomi dengan menggenjot sektor kepariwisataan.

Lagi pula, sambung Genius, Sandiaga Uno juga pernah ikut meramaikan Pariaman Triathlon 2019 sebagai peserta kehormatan dengan dirinya yang ikut berenang dan berlari maraton.

"Namun saya kalah tanding dengan mas menteri yang memang spiritnya luar biasa," kata Genius.

Kalender iven pariwisata Pariaman 2021 sendiri telah dipromosikan Genius Umar di kota Pekanbaru, Riau pada Februari lalu. Selanjutnya juga ke provinsi Jambi dan Bengkulu. Selain minta dukungan penganggaran, Genius juga mengundang Sandiaga agar kembali datang ke Pariaman di iven tersebut dalam upaya promosi pariwisata.

Sebagaimana diketahui, Sandiaga selain populer dan merupakan mantan cawapres, sekarang menteri, juga media darling dan seorang YouTuber pula.

Genius menuturkan, dengan 45 kalender iven pariwisata yang diselenggaran selama 2021 diperlukan dukungan pemerintah pusat mengingat terbatasnya dana APBD, apalagi di masa pandemi Covid-19 yang sebagian anggarannya tersedot untuk penanggulangan pandemi.

Disampaikan Genius, kondisi kota Pariaman saat ini memungkinkan diselenggarakannya berbagai iven pariwisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan karena sudah berada di zona hijau Covid-19.

Sedangkan program vaksinasi nasional di Pariaman sudah berjalan dan sudah disaksikan sendiri oleh Wapres Ma'ruf Amin saat meresmikan Pasar Rakyat Pariaman 6 April lalu.

Untuk menaikkan pamor pariwisata di daerahnya, Genius juga menyiapakan enam langkah dan strategi yang ia sebut 'enam jurus genius'. Yaitu dengan penerapan kebersihan, kesehatan, keselamatan, lingkungan, promosi yang terstruktur dan masif serta mengadakan iven kreatif, menjual dan komunikatif.

"Selanjutnya sinergi dan kolaborasi yang disertai ridho dari Allah SWT," jabarnya.

Sedangkan program pariwisata yang disiapkan untuk pengaplikasian keenam strategi tersebut dengan pasar kuliner pintar, lomba video kreatif, Pariaman festival, pekan udaya Pariaman, desa wisata dan desa digital, penerapan tiket elektronik pariwisata.

"Kita juga membuat promo paket wisata negara serumpun (Singapura, Malaysia dan Brunei) kerja sama dengan sponsor," pungkasnya. (Phaik/OLP)

Ditemani Andre Rosiade, Genius ajukan lima proposal di dua kementerian langsung ke tangan menteri


Pariaman - Dua agenda besar dipungkasi Walikota Pariaman Genius Umar dalam satu hari di Jakarta dengan mengunjungi dua pos kementerian sekaligus. Genius bersama sejumlah kepala daerah lainnya, ditemani oleh anggota DPR sekaligus politisi muda Gerindra, Andre Rosiade, menemui langsung para menteri tersebut, Senin (12/4).

Di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Genius bertemu langsung dengan Menteri Teten Masduki.

Pada saat itu Genius menyerahkan langsung proposal ke tangan menteri. Menurut Genius, dalam proposal tersebut ia menyalurkan aspirasi masyarakat Pariaman terkait pembangunan Pasar Basah Pariaman yang nantinya akan diintegrasikan dengan bangunan baru Pasar Pariaman yang telah diresmikan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin di Pariaman 6 April lalu.

Di samping itu, Genius juga mengajukan permohonan untuk pembangunan Pasar Ikan Karanaur, Pusat Kuliner Terpadu di objek wisata Talao Pauah, dermaga apung Pulau Ujuang serta penanggulangan abrasi di Pulau Angsoduo.

Menteri Teten Masduki langsung menanggapi lisan. Dia mengatakan komitmennya dalam pengembangan UMKM dan memperbanyak kredit usaha mikro atau KUR, dana bergulir, koperasi produksi serta pembangunan UMKM Center di seluruh daerah.

Setelah menampung proposal, ia berjanji akan menganggarkannya karena memang banyak program pemerintah pusat yang diterjemahkan daerah dan bisa diakses langsung anggarannya di kementeriannya melalui proposal.

Ia menyebut dengan mengajukan proposal langsung di kementeriannya, adalah cara cepat menarik anggaran pusat ke daerah. Ia juga memuji peran Andre Rosiade yang ia sebut peduli akan pembangunan Sumatra Barat yang terbukti dengan banyaknya membawa kepala daerah ke kementeriannya guna mengakses langsung dana APBN untuk dibawa ke Sumatra Barat.

Di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Genius juga bertatap muka langsung dengan Menteri Sakti Wahyu Trenggono.

Di Kementerian ini, Genius menyerahkan lima proposal sekaligus yang sebelumnya telah ia sampaikan langsung kepada Wapres KH Ma'ruf Amin saat meresmikan Pasar Rakyat Pariaman di Pariaman beberapa hari lalu.

Proposal yang diserahkan Genius Umar sebelumnya dikatakan Wapres Ma'ruf Amin adalah gawenya lintas kementerian. Oleh sebab itu, materi kelima proposal yang ia serahkan sama halnya dengan yang ia serahkan kepada Menteri Koperasi dan UKM dengan penambahan proposal desa wisata bahari.

Selain menyerahkan proposal, Genius juga terlibat diskusi dengan menteri dan Andre Rosiade. Ia menyampaikan dirinya telah mengajukan langsung permohonan dana pusat untuk pembangunan Masjid Terapung Pariaman, pembangunan pelabuhan penyeberangan antar pulau dan kawasan terpadu wisata pantai, saat Wamen PUPR John Wempi Watipo menemani Wapres meresmikan Pasar Pariaman.

Kepada Menteri KKP Genius juga membahas sinergi dan kolaborasi daerah dengan kementerian untuk pengembangan potensi bahari di Sumatra Barat dengan menggali potensi perikanan laut dan air tawar yang kaya guna menunjang pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan apa yang dilakukan Genius di Pariaman merupakan realisasi dari program di kementerian yang dipimpinnya.

Menteri mengatakan dia akan memberi dukungan sarana dan prasarana yang diajukan Genius guna mendorong dan mengembangkan sektor perikanan dan bahari di kota Pariaman.

Pada kesempatan itu dia sekaligus berpesan agar segala bentuk program pembangunan memiliki dampak yang nantinya bisa dinikmati masyarakat, khususnya pada peningkatan ekonomi kerakyatan namun di sisi lain tidak mengancam keberlanjutan ekosistem laut.

Andre Rosiade meski kerap disebut politisi kontroversial, namun untuk pembangunan kampung halamannya dia memiliki tekad dan komitmen yang kuat. Di berbagai kementerian, kiprah Andre cukup besar mendorong realisasi anggaran untuk Sumatra Barat. Begitu juga di lembaga legislatif, ia salah satu tokoh muda Sumatra Barat yang berani pasang badan demi Sumatra Barat.

Andre mengatakan di masa pandemi, perlu pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi bagi setiap daerah. Oleh sebab itu, daerah perlu bersinergi dengan pemerintah pusat dan selaku wakil rakyat Sumatra Barat di pusat (lembaga legislatif), dia siap bekerja untuk masyarakat semaksimal mungkin. Hal itu dia buktikan dengan membawa enam bupati dan walikota di Sumatra Barat ke dua pos kementerian.

Andre berharap dengan dukungan dari pemerintah pusat, ekonomi Sumatra Barat segera bergerak bangkit, dan sektor UMKM merupakan sektor utama motor penggerak ekonomi Sumatra Barat yang perlu didongkrak. (OLP)

Surau Darul Hidayah IKABAGAS Tanjungpinang mulai digunakan

Foto saat syukuran mulainya penggunaan Surau Darul Hidayah beberapa hari lalu. Foto: Nanda

Tanjungpinang - Surau Darul Hidayah IKABAGAS Tanjungpinang, berlokasi di Jalan Batu Naga, Kota Tanjungpinang, hari ini mulai digunakan.  

Hal itu ditandai dengan dilaksanalannya kegiatan penyampaian tausiyah, doa bersama dan makan bersama "Makan Balapak".

Acara diikuti seluruh warga IKABAGAS Tanjungpinang, PKDP Kota Tanjungpinang dan Ikatan Keluarga Pariaman lainnya.   

Ketua IKABAGAS Tanjungpinang, Indra Gunawan mengatakan progres pembangunan Surau Nurul Hidayah telah mencapai 70 persen.

"Namun demikian, surau sudah bisa digunakan untuk kegiatan. Salat, pengajian dan pertemuan sudah bisa di Surau. Pertemuan dan pengajian bulanan pun sudah kita laksanakan di surau ini," kata Indra di Tanjungpinang, Senin (12/4).

Indra menyebut pembangunan tersebut diperkirakan hingga rampung sesuai perencanaan akan menelan anggaran Rp 1 miliar lebih.

"Saat ini progres pembangunan sudah 70 persen dengan anggaran sekitar Rp 700 juta," sebut Indra.

Indra juga mengungkapkan terimakasih atas bantuan donatur yang membantu biaya pembangunan surau tersebut.

"Kami senantiasa mendoakan donatur pembangunan ini mendapatkan pahala dan kebaikan dari Allah, jadi amal ibadah," tukasnya.

Wakil Ketua PKDP Kota Tanjungpinang, Ridwan Tanjung mengapresiasi pembangunan Surau Darul Hidayah. Dengan 133 kepala keluarga, warga IKABAGAS bisa membangunan surau sendiri.

"Ini adalah sejarah, perdana Ikatan Keluarga (IKA) mendirikan surau sendiri," katanya.

Ridwan berharap keberadaan Surau Darul Hidayah dapat dimaksimalkan untuk kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial lainnya.

"Surau harus dimakmurkan dengan kegiatan ibadah. Maksimalkan juga untuk kegiatan sosial lainnya, untuk pembinaan generasi muda, kegiatan silaturahmi dan sebagainya," pungkasnya. (Nanda)

Buntut Pilgub, KPU Pariaman akan jalani sidang kode etik DKPP

Komisioner DKPP RI. Foto: website DKPP RI/istimewa

Pariaman - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik ketua dan anggota KPU Kota Pariaman yang disebutkan dalam website DKPP di Kantor KPU Sumatera Barat, Jumat (16/4) pukul 13.30 wib mendatang.

Sidang tersebut merupakan tindaklanjut aduan Bawaslu Kota Pariaman ke DKPP RI, atas dugaan pelanggaran etik kasus 28 orang pemilih di RSUD Pariaman yang tidak dapat memilih pada pilkada Sumbar 2020.

Ketua Bawaslu Kota Pariaman, Riswan mengatakan pihaknya sebagai pengadu telah menerima undangan menghadiri sidang pertaman tersebut.

"Sudah, undangan sudah kita terima. Insya Allah kami sudah siapkan," kata Riswan saat dikonfirmasi, Selasa (13/4).

Ia mengaku tidak ada persiapan khusus, sebab seluruh pokok pengaduan dugaan perkara pelanggaran etik ketua dan anggota KPU Kota Pariaman telah disampaikan kepada DKPP.

"Tidak ada persiapan khusus, karena semua pokok aduan telah kita sampaikan ke DKPP. Nanti teknisnya mengikuti regulasi DKPP saja," tukasnya. (Nanda)

Sisi lain daripada sosok Mardison Mahyuddin

Mardison lebih senang keluar pakai motor boncengi istri saat menuju masjid menunaikan salat yang dekat dari rumah dinasnya. Foto: istimewa

Pariaman - Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin memang dikenal suka dengan interaksi sosial. Ia selalu datang jika diundang dalam setiap pesta pernikahan warga dan selalu melawat saat ada kabar duka kematian warga.

Maka, banyak orang menyebut, tidak ada alek (pesta pernikahan) setiap warga Pariaman yang belum pernah dikunjungi Mardison.

Selain undangan baralek, Mardison juga kerap kali diundang dalam acara tradisional warga. Sebut saja yang terkecilnya gotong royong. Saya pernah menyaksikan Mardison menyapu jalan di Desa Kampung Baru bersama warga saat goro bersama di pagi Minggu. Saat itu saya lewat menjemput anak usai didikan subuh.

"Bagaimana lagi, saya memang sukanya begini, dekat dengan masyarakat. Ini juga momen mendengarkan aspirasi secara langsung dari masyarakat," ujar Mardison yang hobi keluar pakai motor menunaikan salat ke masjid ini.

Kemudian, hal "wajib" lainnya, Mardison juga mengundang warga sekitar saat ia menempati rumah jabatan. Saat dia menempati rumah dinas ketua DPRD Kota Pariaman, dia didampingi istri Indriati, berjalan kaki menurut warga Komplek Perumahan Jati mengundang doa selamatan menempati rumah jabatan. Ia berkunjung dari pintu ke pintu.

Hal serupa dia lakukan juga saat baru menempati rumah jabatan wakil walikota yang satu komplek dengan rumah jabatan ketua DPRD.

"Silaturahmi dianjurkan dalam agama Islam. Sebagai hamba Allah, kita wajib merajutnya," kata Mardison yang selalu berpakaian rapi itu.

Menjelang Ramadhan ini, ketua DPD Golkar Pariaman empat periode ini juga sering mendapat undangan dari masjid dan musala dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Tentunya ia pasti datang jika tidak sedang dinas luar kota.

Dalam setiap kunjungannya ke musala dan masjid maupun undangan yang melibatkan ninik mamak dan tokoh masyarakat, Mardison selalu menekankan pentingnya menjaga kerukunan, membahas isu terkini yang memerlukan keterlibatan ulama dan niniak mamak.

"Kita juga sampaikan apa yang telah kita bangun dan apa rencana pembangunan Pemko Pariaman ke depan. Jika kita ajak beliau bermusyawarah, jika ada kendala selalu ada jalan keluarnya," kata Mardison saat itu.

Contohnya saat rencana pembangunan pasar Pariaman 2019 lalu, pemindahan pedagang, dan rapat dengan pedagang kaki lima. Berdialog dengan Mardison, pedagang merasa lebih leluasa karena pembawaan Mardison yang "santuy" saat dikritik.

"Kita menempatkan diri sebagai dunsanak mereka, kita dengar seluruh aspirasinya dan kita tawarkan solusi yang lebih baik. Karena sebagai pemerintah tujuan pembangunan untuk masyarakat, bukan buat walikota Pak Genius Umar, bukan buat Mardison," ungkapnya.

Di samping itu, prinsip Mardison, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Kuncinya komunikasi jangan sampai tersumbat. Pemerintah dalam hal ini, siap menampung seluruh aspirasi dan berusaha menawarkan kebijakan yang bijaksana.

"Kita pemerintah mengalah sedikit tidak apa-apa, tapi jika kebijakan tersebut sudah kita ambil, keputusan bersama, kita jalankan. Dan biasanya masyarakat menerimanya," kata Mardison.

Menyambut bulan suci Ramadhan masih di masa pandemi, Mardison berharap masyarakat tetap menaati prokes Covid-19. Baik saat bekerja, interaksi sosial dan saat berada di luar ruangan.

"Saya optimis dan kita sama-sama doakan semoga pandemi ini segera berlalu karena negara kita juga sudah mulai lakukan vaksinasi," kata dia. (OLP)

Wisatawan saksikan festival bunga: baru kali ada festival begini, yang saya tahu Ikebana Jepang

Walikota Genius Umar meninjau salah satu taman bunga peserta. Foto: istimewa

Pariaman - Desa Kampuang Kandang raih juara pertama lomba menata taman bunga terindah yang diselenggarakan di Pantai Kata Pariaman, Minggu (11/4). 

Taman bunga Desa Kampung Kandang raih juara pertama. Foto: istimewa

Desa Kampung Kandang menyisihkan 57 desa dan kelurahan lainnya yang juga mengikuti dalam lomba bertajuk "Pariaman Culture Everyweek" atau dalam bahasa Indonesia "budaya Pariaman setiap minggu".

Sedangkan juara kedua dan ketiga diraih oleh Desa Mangguang dan Desa Simpang Apar, peringkat keempat, kelima dan keenam diraih Desa Sikapak Timur, Desa Sikapak Barat dan Kelurahan Kampung Perak.

Festival menata bunga tersebut menarik perhatian pengunjung di Pantai Kata. Para wisatawan menganggap iven tersebut cukup kreatif karena baru kali ini dia temui selama ia mengunjungi destinasi wisata di berbagai daerah.

"Iya, baru kali ini saya lihat festival kayak gini. Lucu dan unik," kata Yanti, 35, warga kota Padangpanjang.

Menurut Yanti, di daerah asalnya juga beragam jenis bunga bisa tumbuh subur. Namun sepengetahuan dia, belum pernah diadakan iven seperti di kota Pariaman ini.

"Paling kita kunjungi toko bunga atau lihat majalah belajar seni merangkai bunga ala Jepang 'Ikebana'," ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan Mardiah, 58 tahun. Ia melihat meski iven tersebut dilakukan di tepi pantai, tapi taman-taman bunganya tumbuh subur.

"Biasanya kan di dataran tinggi suburnya, dan saya lihat ada beberapa jenis bunga yang vegetasi dataran tinggi. Di sini dia subur, mungkin karena dipupuk kali ya," ujarnya.

Mardiah yang juga memiliki berbagai jenis bunga di halaman rumahnya di Baso, Agam Timur, mengaku salut dengan inovasi pariwisata Pariaman saat ini. Ia tertarik ke Pariaman karena begitu gencarnya pemberitaan media terhadap pariwisata Pariaman di media online.

"Ketika saya ketik 'wisata pariaman' di Google, keluar semua. Ada Talao Pauah, Pulau Angsoduo, Pantai Gandoriah, kolam mandi terpanjang Santok, jenjang seribu dan lainnya. Makanya jelang Ramadhan kita langsung ke Pariaman, dan terbukti Pariaman memang indah, dan maaf menurut saya pantainya lebih bagus dari Pantai Padang," kata dia.

Walikota Pariaman Genius Umar menyebut menata taman bunga merupakan bagian dari seni yang berinteraksi langsung dengan alam. Bunga akan tumbuh subur jika dia diperhatikan, dipupuk, disiram secara rutin.

"Dari yang saya lihat, peserta cukup kreatif karena punya seni penataan tersendiri," kata Genius.

Genius berharap iven tersebut dilakukan rutin tiap tahunnya. Selain mengasah kemampuan peserta dalam membentuk dan menata taman, juga bisa menjadi contoh bagi ibu rumah tangga untuk menata taman di rumahnya masing-masing. (OLP)

Gabung di komunitas Xaroman, Edison TRD berkisah selamat dari tabrakan maut menggunakan X-Trail

Edison TRD, SH, MH dan Om Nov didampingi Ketua Pemuda Pancasila Pariaman, Erlison Ai dan Praktisi media Oyong Liza Piliang pasang stiker di mobil Edison TRD tanda bergabungnya Ketua KONI Pariaman itu di komunitas Xaroman. Foto: OLP

Pariaman - Ketua KONI Kota Pariaman, Edison TRD bergabung dengan komunitas X-Trail Ronah Minang (Xaroman) Chapter Tabuik yang meliputi kota Pariaman dan kabupaten Padangpariaman, Sabtu (10/4).

Menurut mantan calon walikota Pariaman itu, sebenarnya dirinya sudah lama ingin bergabung dengan komunitas X-Trail karena dirinya sudah hampir lima belas tahun mengendarai Nissan X-Trail. Namun, baru menemukan komunitas Xaroman beberapa bulan lalu setelah di ekspose media.

"Saya sudah dua kali ganti X-Trail. Mobil lain banyak yang bagus dan mahal, tapi yang nyaman menurut saya Nissan X-Trail," ungkap mantan Ketua DPD Hanura Kota Pariaman tiga periode itu.

Bahkan menurut anggota DPRD Kota Pariaman periode 2009-2014 itu, nyawanya pernah selamat saat terjadi insiden kecelakaan ketika dia bersama seorang sejawatnya di DPRD. Ketika itu mobil X-Trailnya ikut iring-iringan berpengawal dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam dan terjadi tabrakan.

"Mobil bagian depan mobil saya hancur, orang mengira kami kenapa-kenapa, parah. Tapi alhamdulillah, jangankan luka, gores sedikit saja kami berdua tidak. Safety mobil X-Trail cukup baik," kisah ipar daripada mantan Wamen ESDM Archandra Tahar itu.

Setelah insiden kecelakaan itu, Edison TRD tidak jera menggunakan X-Trail. Mobil bekas kecelakaan yang kebetulan masih asuransi itu diperbaiki, kemudian ia jual. Lalu pada 2011 kembali ia beli lagi mobil X-Trail sebagai kendaraan hariannya.

"Tidak hanya X-Trail, untuk mobil keluarga kami juga beli produk Nissan, jenis Elgrand karena kami sudah percaya kualitas dan kenyamanannya," imbuhnya.

Anniversary Xaroman di Pariaman Juni 2021

Edison TRD mengaku masuk komunitas otomotif baru kali ini dan punya momen yang pas karena Xaroman akan merayakan hari jadinya yang ketiga di kota Pariaman bulan Juni 2021 mendatang.

Menurutnya, dengan dipilihnya Pariaman sebagai lokasi berkumpulnya keluarga besar Xaroman saat memperingati hari jadi, juga selaras dengan visi misi walikota dan wakil walikota Pariaman menjadikan Pariaman sebagai kota destinasi wisata.

"Di KONI kita juga adakan iven dalam rangka meramaikan Pariaman. Ini selaras dengan visi misi daerah. Kita sebagai putra daerah memiliki kewajiban terlibat di dalamnya," terangnya.

Menurutnya, iven anniversary komunitas Xaroman, tentu akan melibatkan seluruh komunitas dan membawa serta keluarga. Kesempatan itu, bisa digunakan komunitas untuk lebih mengenal destinasi wisata Pariaman yang beragam.

Misalnya, sambung Edi TRD, jika acara diseting, iring-iringan mobil dilepas walikota di Balaikota, kemudian mengitari Pariaman dan kemudian bertemu di satu titik kumpul guna acara seremonial.

Dalam acara seremonial hari jadi, kata Edison TRD, ia akan mengundang walikota dan wakil walikota menyambutnya dan memberikan kata sambutan, beramah-tamah, silaturahmi dengan komunitas, lalu dilanjutkan dengan mengunjungi berbagai destinasi.

"Ada banyak pilihan, seperti Pantai Kata, Pantai Gandoriah, Talao Pauah, Konservasi Penyu, Tracking Mangrove dan wisata religi ke Pulau Angsoduo. Tentu hal ini yang memutuskan anggota komunitas secara kolektif, namun sebagai tuan rumah kita punya berbagai set acara yang disesuaikan," pungkasnya.

Sementara itu, wakil walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengajak komunitas mengeksplorasi berbagai destinasi wisata selama di Pariaman. Untuk itu, ia menyarankan agar komunitas lebih dari satu hari di Pariaman.

"Pilih waktu yang tepat, saat liburan keluarga misalnya. Kita pemerintah selalu mendukung berbagai acara yang digelar komunitas otomotif, bahkan saya sendiri juga sering touring bersama komunitas motor," ungkap Mardison yang juga pembina komunitas motor N-Max Pariaman itu.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Kota Pariaman, Eka Putra Pernanda. Eka menyebut, komunitas otomotif merupakan komunitas berbasis kekeluargaan yang terjalin erat antar sesama membernya.

"Komunitas otomotif dikenal solid dan kekeluargaan. Mereka mengedepankan jalinan silaturahmi dalam setiap pertemuannya," kata Eka.

Di samping itu, sambung Eka, dengan banyaknya komunitas membuat iven di Pariaman, akan memberikan dampak positif bagi pariwisata Pariaman, terutama dalam publikasi.

Dari segi marketing pariwisata kita juga diuntungkan. Saat anniversary digelar, hampir pasti seluruh member akan mengunggah foto dan video menarik tentang Pariaman di media sosialnya.

"Secara tidak langsung mempublikasikan kepada publik, dan jangkauannya tentu kian luas karena setiap member memiliki pertemanan yang unik, baik dari segi daerah maupun profesi dan hobi," terang Eka.

Selain itu, jelas Eka, pariwisata Pariaman era 2021 tidak sama dengan era sebelumnya. Pariaman bahkan disebut sebagai kota pesisir yang memiliki sunset terindah di Indonesia.

"Yang mengatakan ini bukan orang sembarangan, walikota Pekanbaru, bapak Firdaus yang tentu telah melancong ke berbagai destinasi wisata tanah air dan dunia. Kemudian juga diakui oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bapak Sandiaga Uno," ungkap Eka.

Eka berharap dengan dipilihnya Pariaman sebagai lokasi anniversary komunitas Xaroman, akan diikuti oleh komunitas otomotif lainnya.

"Kita sebagai tuan rumah akan menyambut dengan sebaik mungkin," pungkasnya.

Komunitas Xaroman dikukuhkan pada 27 Juni 2018. Menurut Ketua Xaroman, Om Buyung member Xaroman telah mendekati 100 kendaraan. Anggota komunitas terus bertambah dari hari ke hari.

Kendaraan member tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Sumatra Barat dan luar provinsi, di antaranya Jambi dengan Chapter Batang Hari I yang meliputi Tanjabbar, Tanjabtim, Batang Hari, Muaro Jambi dan Kota Jambi, lalu Chapter Batang Hari II meliputi Tebo, Bungo, Kerinci, Merangin dan Sarolangun.

Untuk Chapter Depok Raya meliputi Depok Raya yang di dalamnya termasuk para member yang berdomisili di Jabodetabek dan umumnya para member perantau Minang yang berdomisili di Jabodetabek.

Lalu XAROMAN Sumatra Barat meliputi Chapter Bingkuang atau kota Padang, Chapter Tabuik meliputi Padangpariaman dan Kota Pariaman, Chapter Bareh Solok meliputi Kabupaten Solok dan Kota Solok, Chapter Pamalayu Dharmasraya, serta Chapter Kota Arang meliputi Sawahlunto dan Sijunjung.

Selanjutnya ada Chapter 1000 Rumah Gadang Solok Selatan, Chapter Pagaruyung meliputi Tanah Datar dan Padangpanjang, Chapter Jam Gadang meliputi Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Chapter Talamau yang di dalamnya member Pasaman dan Pasaman Barat, serta Chapter Paliko meliputi Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Komunitas X-Trail kian tumbuh

Praktisi media Oyong Liza Piliang mengatakan saat ini komunitas otomotif terus tumbuh di Tanah Air yang secara tidak langsung mengangkat nilai jual mobil-mobil tertentu.

Misalnya komunitas mobil tua Mersi, BMW, Toyota Kijang, Toyota Great Corola. Dan yang baru Pajero, Fortuner dan sebagainya. Bahkan, mobil Mersi keluaran tahun 70-an dengan kondisi orisinil terawat harganya bisa mencapai lebih dari Rp 200 juta.

Begitu juga dengan X-Trail. Saat ini, ungkap OLP biasa ia disapa, komunitas X-Trail di Pulau Jawa, khususnya ibukota terus berkembang, apalagi dengan terlibatnya sejumlah artis di komunitas tersebut. Para artis bahkan mengunggah mobil X-Trail mereka di kanal YouTube yang ditonton hingga jutaan kali.

"Imbasnya harga mobil Nissan jenis X-Trail bekas terus naik, khususnya tipe paling legendaris T30. Ini yang paling banyak dicari karena kebandelannya dan dianggap masterpiecenya Nissan X-Trail," ungkap dia.

Selain itu, sambung OLP, Nissan X-Trail tipe T30 dan T31 sudah menjadi mobil hobi jika dalam kondisi orisinil dan terawat. Mobil tersebut banyak diburu dan kian hari kian langka, khususnya tipe T30 dengan kondisi prima dan taat pajak.

"Masa depan komunitas Xaroman tampaknya akan cerah. Ini bisa dilihat dengan aktifnya para membernya mengadakan berbagai acara, seperti temu ramah, santuni anak yatim dan peringatan anniversary yang akan diadakan di Pariaman," tuturnya.

OLP mengisahkan dulu pernah ia ditawari Toyota Hardtop seharga 28 juta dengan kondisi orisinil pada tahun awal 2000-an. Kini, mobil Hardtop dengan kondisi tersebut harganya di atas Rp 300 juta.

"Dan saya yakin bagi yang bisa merawat mobil X-Trailnya dari sekarang, khususnya tipe T30 dengan baik, bisa jadi cara lain untuk berinvestasi sebagaimana pengalaman saya dengan Toyota Hardtop," pungkasnya. (***)