Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :

Berita Terpopuler

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

77 Calon Jemaah Haji Kota Pariaman Segera Diberangkatkan

Written By oyong liza on Selasa, 02 September 2014 | 20.14




Pemko Pariaman mengadakan rapat persiapan untuk keberangkatan calon jemaah haji Kota Pariaman tahun 2014  yang dipimpin oleh staf ahli bidang pemerintahan Drs. Efendi Jamal, MM, Kepala Kamenag yang diwakili H. Dedi Wandria S.Ag, Kasi Haji Drs. H. Firtrison, Kapolres, Kepala Dinas Kesehatan,  Kabagsos, Kabag Umum , Kasubag Agama Kesos, Kasubag Pemberitaan Humas dan seluruh kantor urusan agama (KUA) Kota Pariaman.

Calon Jemaah haji Kota Pariaman untuk tahun 2014 berjumlah  77 orang yakni laki-laki  22 orang dan perempuan 55 orang. Dari calon jemaah haji tersebut 31 orang berprofesi sebagai PNS, sedangkan selebihnya dari berbagai profesi swasta. Calon jemah haji yang paling tua diberangkatkan berusia 91 tahun dan yang termuda berusia 41 tahun.

Dari hasil rapat tersebut disimpulkan rencana pelepasan calon jemaah haji secara resmi Kota Pariaman dilaksanakan  di Pendopo Rumah Dinas Walikota Pariaman pada tanggal 9 September 2014 jam 8.30 Wib oleh Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman.
 

Sedangkan pelepasan untuk keberangkatan ke pemondokan asrama haji tangggal 11 September 2014 jam 8.30 Wib dilaksanakan di Balaikota Pariaman.

"Sebelum menuju asrama haji Padang terlebih dahulu rombongan diarak berkeliling Kota Pariaman dan perkiraan rombongan Jemaah haji Kota Pariaman kembali ke tanah air tanggal 21 Oktober 2014," sebut Efendi Jamal.

Harapan Walikota Pariaman yang disampaikan oleh Efendi Jamal pada calon Jemaah haji adalah agar selalu menjaga kesehatan, perbanyak ibadah dan selalu berdoa.

"Selamat menunaikan ibadah haji semoga dapat menjadi haji yang mabrur, amin," tutup Efendi.

Salam/OLP

Untuk Pemantapan, 20 Anggota DPRD Kota Pariaman Ikuti Diklat 5 Hari di Bukittinggi




Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman masa bakti 2014-2019 yang baru saja dilantik pada 14 Agustus lalu mengikuti orientasi tugas di Hotel Royal Denai View Bukittinggi. Oreantasi ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari dari tanggal 1 s/d 5 September 2014 oleh Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat dan difasilitasi Sekretariat DPRD Kota Pariaman.‬

‪Sekretaris DPRD Kota Pariaman, Syafirman mengatakan, orientasi ini dilaksakan bedasarkan Permendagri No 57 tahun 2011 tentang Pedoman Oreantasi dan Pendalaman Tugas Anggota DPRD Kabupaten/Kota dan Surat Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat No 893.3/791/B-Tek/Bandiklat 2014 tanggal 7 Agustus 2014 tentang pelaksaan oreantasi Anggota DPRD tahun 2014.‬

‪"Berdasarkan surat Badan Diklat, dinyatakan bahwa orientasi anggota DPRD Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat dan difasilitasi oleh Sekretariat DPRD masing-masing," ujar Syafirman.‬

‪Makanya kata Syafirman dilaksanakan di Bukittinggi, Sebab jadwal dan tempatnya sudah diatur oleh Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat, termasuk narasumbernya yang akan menyampaikan materi juga sudah ditentukan oleh Badan Diklat.‬

‪Dia menjelaskan, dalam orientasi diantaranya dipaparkan tentang fungsi pemerintah pusat, daerah, pengeloloaan keuangan, serta KKN sebagai pencegahan awal agar anggota dewan mematuhi regulasi dan tidak terjebak masalah-masalah hukum.‬

‪Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno pada saat membuka kegiatan tersebut, Selasa (2/9) di Hotel Grand Roky Bukittinggi meminta anggota DPRD yang mengikuti oreantasi tersebut agar mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Sebab katanya, oreantasi sangat penting diikuti anggota dewan setelah dilantik, tidak hanya bagi anggota DPRD yang baru tapi juga penting bagi DPRD yang pernah berkali-kali menjabat.‬

‪"Walaupun sudah berkali-kali menjabat harus mengikutinya. Tugas dan fungsi anggota dewan itu dari dulu sampai sekarang masih sama, tidak pernah berubah, mungkin semuanya sudah tahu. Namun perubahan aturan seperti undang undang ataupun peraturan pemerintah terjadi setiap saat, belum tentu yang lama mengetahuinya. Makanya semuanya harus mengikuti orientasi ini," kata Gubernur.‬

Gubernur berharap tentunya juga kepada DPRD Kota Pariaman, setelah mengikuti orientasi, anggota DPRD semakin mantap melaksanakan tugas dan fungsinya. Sebagai wakil rakyat anggota dewan harus bisa mewujudkan aspirasi rakyat yang diwakilnya.

Pembukaan orientasi digabung dengan DPRD Kota Solok dan Kabupaten Solok yang juga melaksanakan oreantasi bersamaan dengan DPRD Kota Pariaman. Acara dihadiri oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dan Kepala Badan Diklat Provinsi Sumbar, Rosman Effrndi.


Doni

Dinilai Bupati Tersukses, Irwan Prayitno Pinang Ali Mukhni Jadi Cawagub SUMBAR?

 Bupati Ali Mukhni anpa alas kaki melintasi banda rawa saat meninjau akses jalan Bandara-Ulakan-Kampus BP2IP di belakang kampus tersebut di Tiram Tapakis, Senin (1/9)


Panas terik matahari di kawasan tiram tak menyurutkan semangat Bupati Ali Mukhni meninjau landclearing pengalihan jalan dari dan menuju Kampus Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP). Jalan tersebut nantinya akan mengitari kampus BP2IP dengan lebar 30 meter sepanjang dua kilometer.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Ali Mukhni ketika meninjau langsung pembukaan jalan tersebut bersama Anggota DPRD Alfa Edison di Tiram Tapakis, Senin (1/9).

"Jadi, jalan dari bandara menuju Ulakan nantinya akan dialihkan  mengitari kampus BP2IP. Tujuannya agar jarak tempuh tidak terlalu jauh oleh pengguna jalan. Yang lebih penting, masyarakat pedagang buah tetap bisa berjualan seperti biasa. Saat ini alat berat telah bekerja. Silahkan dicek ke lapangan," kata Ali Mukhni yang terkenal gigih dan pekerja keras itu.

Sebagaimana direncanakan sebelumnya bahwa jalan Bandara-Ulakan akan melewati Karambie Ampek menuju simpang tiga jalan Pantai Tiram. Namun akan merugikan pedagang buah yang berjualan disepanjang jalan tiram tapakis. Oleh karena itu Bupati Ali Mukhni mencoba menawarkan kepada Gubernur Irwan Prayitno agar jalan Bandara-Ulakan tersebut tetap melewati jalan lintas Tiram Tapakis terus menyisir di samping dan belakang kampus BP2IP. Setelah peninjauan lapangan oleh Tim teknis dari Pemprov maka tawaran orang nomor satu di Padangpariaman tersebut disetujui, karena akan menguntungkan pedagang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Dari pantauan lapangan, telah dibuka jalan selebar 30 meter dengan panjang dua kilometer yang mengitari kampus BP2IP. Untuk ganti rugi tanah sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemprov Sumbar.

"Setelah berkoordinasi dengan pak Gubernur maka pemprov akan membayar ganti rugi tanah, dan ke depan akan dilakukan pengaspalan," kata Bupati yang disebut-sebut akan menjadi calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Irwan Prayitno?

Anggota DPRD Alfa Edison mendukung penuh program Bupati  Ali Mukhni dalam pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengaku baru pertama kali di lokasi pembukaan jalan alternatif yang berada dibelakang kampus BP2IP sejak dilantik sebagai Anggota DPRD Agustus lalu. Alfa Edison optimis bahwa kecamatan Ulakan Tapakis nantinya menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sumbar.

"Kita apreasiasi kerja keras Bupati Ali Mukhni membangun Padangpariaman di segala bidang. Contohnya pembangunan Kampus BP2IP ini akan memberikan nilai dan dampak positif dalam menggerakan sektor ekonomi masyarakat. Saya lihat pembukaan jalan yang sangat lebar tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat," sebut Alfa Edison yang juga mantan Wali Nagari itu.

Pada kesempatan tersebut, Ali Mukhni juga menceritakan suka duka sejak awal membangun Padang Pariaman pasca gempa tahun 2009 yang memporakporandakan Padangpariaman. Dengan kegigihan atas dasar kepedulian terhadap masyarakat, beliau menjadikan Padangpariaman sebagai pusat pembangunan berbagai mega proyek seperti BP2IP, Jalan Lingkar Duku-Sicincin, Jalan Kereta Api Duku-BIM, Asrama Haji, MAN Insan Cendikia, Main Stadion dan sebagainya dengan dana trilyunan rupiah.

"Masyarakat butuh bukti bukan janji. Masyarakat butuh pemimpin yang 24 jam bekerja dan memikirkan masyarakat. Alhamdulillah, Allah Maha Kaya, berkat dukungan masyarakat ranah dan rantau serta publikasi media, pembangunan berskala nasional dan internasional terletak di Padangpariaman. Saat ini menurut data BPS, kita menjadi kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera Barat yaitu 6,67 %," kata Bupati didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.


HA

The Real Hero Rang Piaman

Written By oyong liza on Senin, 01 September 2014 | 20.05




Bicara kepahlawanan adalah bicara memenangkan hati disamping jasa jasa besar orang tersebut untuk sebuah peradaban. Tan Malaka, semasa hidup berjuang dengan sebuah ideologi, Agus Salim, berjuang dengan diplomasi, Buya Hamka berjuang dengan pena, disamping perjuangan lainnya dari tokoh Minangkabau yang saya sebutkan di atas.

Tokoh besar rang awak semasa pergerakan kemerdekaan, awal kemerdekaan begitu menonjol dan hingga kini menjadi panutan dan mentor bagi orang-orang besar dibelakangnya. Bung Hatta hanya menumpuk berpeti-peti buku yang kemudian hanya itulah harta warisan beliau kepada anak cucu ketika beliau wafat. Pejuang besar adalah orang yang punya idealisme tinggi, pejuang besar lebih mencintai negaranya dibanding apapun yang dia miliki. Bung Hatta merahasiakan kandasnya rupiah pada dollar berujung pemangkasan nilai mata uang pada istrinya yang lama menabung demi sebuah mesin jahit yang hingga akhir hayatnya tidak pernah terbeli.

Saya secara pribadi memang sangat interes dengan sosok Alm Kol Anas Malik yang telah berjuang membangun peradaban Pariaman di level tertinggi semasa dua periode menjabat Bupati Padangpariaman yang masa itu Kota Pariaman dan Mentawai masih kesatuan utuh administrasi pemerintahan.

Anas Malik telah lekat dihati masyarakat Piaman baik ranah maupun rantau. Dia telah menjadi pahlawan dihati mereka meskipun jarang seminar-seminar tentang kiprah alamarhum yang begitu hebat semasa memimpin Pariaman. Pahlawan sesungguhnya adalah orang orang yang selalu di ingat, ditauladani, mengharukan, serta bergetar tubuh kita jika nama orang tersebut diucapkan. Nama Anas Malik jika disebut, orang akan cepat merespon, berlanjut pada sebuah cerita yang mengasikan tentang kiprah beliau semasa hidupnya.

Zaman sekarang, acap kita lihat pihak keluarga mendorong leluhurnya kepada pemerintah agar nama moyangnya menjadi pahlawan nasional. Bahkan tidak jarang yang ngotot sebagaimana yang acap kita tonton di televisi. Akibat hal itu, mau tidak mau pemerintah pusat merilis nama-nama pahlawan baru yang asing ditelinga khalayak. Sosialisasi yang kurang, atau memang kiprah yang standar saja membuat publik apatis pada nama-nama yang dirilis pemerintah tersebut. Itu bukan kata saya, tapi memang demikian fakta yang ada. Gelar pahlawan tidak lagi sakral!

Menurut saya, gelar pahlawan sebelum dapat pengakuan dari pemerintah haruslah memenangkan hati khalayak dulu. Orang di beberapa negara di dunia akan tergetar tubuhnya jika mendengar nama Nelson Mandela, Mahatma Gandhi, Bung Karno, Bung Hatta, Agus Salim, Hamka, Abraham Lincoln, sebagaimana nama Anas Malik di dengar rang Piaman. Beliau adalah the real hero Pariaman melebihi nama siapapun di Pariaman ini.

Catatan Oyong Liza Piliang

Syafinal Akbar Akhirnya Dapat Mandat Surya Paloh Sebagai Pimpinan DPRD Kota Pariaman


                        Ir. Dewi Fitri Deswati, Ketua DPD Nadem Kota Pariaman


Kontroversi pemilihan internal pengusulan nama calon pimpinan DPRD Kota Pariaman dari partai Nasdem berakhir sudah pasca diterbitkannya SK oleh Ketua DPP Nasdem pada Ir. Syafinal Akbar, MT. Sebelumnya Mardison Mahyuddin, Ketua DPRD Kota Pariaman menyebut ada beda pandangan di internal Nasdem Kota Pariaman terkait pengusulan nama calon pimpinan dewan yaitu antara Ir. Syafinal Akbar, MT dan Jonasri, SE.

"Kita sudah surati ketua partai Nasdem agar selekas mungkin mengajukan nama calon pimpinan DPRD Kota Pariaman," sebut Mardison beberapa waktu lalu.

Kata ketua DPD Nasdem Kota Pariaman Ir. Dewi Fitri Deswati, pengusulan calon pimpinan dewan harus ditandatangani oleh Ketua dan Sekjen DPP Nasdem.

"Saya sebagai ketua DPD mengusulkan dua nama yaitu Syafinal Akbar dan Jonasri. Setelahnya DPP yang akan memberi penilaian," ucap Dewi (30/8) di Balaikota Pariaman.

Dewi mengimbuhkan, ada beberapa kriteria pemilihan calon pimpinan dewan sebelum disetujui DPP Pusat Nasdem.

"Jika Ketua dan Sekretaris yang duduk di dewan, maka otomatis akan menjadi calon pimpinan dewan, namun jika tidak ada diantara dua unsur diatas, maka DPP Nasdem punya kriteria khusus terhadap calon sebelum diputuskan," imbuh Dewi.

Partai Nasdem Kota Pariaman adalah pemenang ketiga pada Pileg 2014 Kota Pariaman dibawah Partai Gerindra dan Partai Golkar. Pimpinan DPRD Kota Pariaman terdiri atas satu orang Ketua dan dua orang wakil ketua. Ketua DPRD Kota Pariaman sementara Mardison Mahyuddin, Wakil Ketua sementara Jhon Edward hampir dipastikan akan menjabat sebagai ketua dan wakil ketua DPRD Kota Pariaman definitif.

Oyong Liza Piliang

Inilah Pesan Reni Mukhlis Pada Pemenang Cik Uniang Cik Ajo Pariaman 2014




Malam Grand Final pemilihan duta wisata Cik Uniang dan Cik Ajo Kota Pariaman tahun 2014 berlangsung sukses dan meriah. Grand final dilaksanakan di panggung utama Pantai Gandoriah Kota Pariaman, Sabtu (30/8/2014). Acara dihadiri oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua Dekranasda Kota Pariaman Ny. Reni Afdal MR, Ketua GOW Kota Pariaman Ny. Lucy Genius,  Sekda Kota Pariaman  Armen, Ketua Dharma Wanita Ny. Afni Armen,  unsur Muspida, Kepala SKPD dan undangan lainnya.

Mukhlis mengatakan, duta wisata yang terpilih diharapkan mampu mempromosikan pariwisata Kota Pariaman, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Dengan promosi yang baik, tentunya pariwisata Kota Pariaman semakin maju kedepannya, kata Mukhlis.

Menurutnya, Cik Uniang dan Cik Ajo yang terpilih sebagai duta wisata harus mampu mempromosikan potensi-potensi pariwisata yang dimiliki agar orang mengetahui dan berkunjung ke Kota Pariaman. Duta wisata yang terpilih, imbuhnya, diharapakan sebagai pelopor memajukan kebudayaan Pariaman.

"Kebudayaan Pariaman harus dikembangkan dan dikemas dengan baik agar diminati oleh generasi muda, duta wisatalah yang mepeloporinya," sebut Mukhlis.

Sementara itu, ketua dekranasda Kota Pariaman Ny, Reni Afdal MR mengatakan, melalui kegiatan  pemilihan duta wisata dan budaya Cik Uniang Cik Ajo Kota Pariaman tahun 2014 ini akan dapat menanamkan kecintaan terhadap seni budaya daerah di kalangan generasi muda, khususnya di kota Pariaman, sehingga pengetahuan dan nilai- nilai Budaya yang dimiliki mampu menjadi benteng terhadap tantangan dan pengaruh perubahan–perubahan yang begitu cepat dan kompleks.


"Kepada para peserta pemilihan cik uniang dan cik ajo Kota Pariaman perlu kami ingatkan bahwa sebagai seorang duta pariwisata dan budaya tentu saja adik adik sangat di harapkan mengetahui banyak hal terkait potensi wisata dan budaya Kota Pariaman, mulai dari sejarah, kekayaan tradisi dan budaya, sampai dengan tempat-tempat wisata yang telah menjadi objek wisata menarik di Kota Pariman," tekannya.

Dari 20 orang peserta yang masuk dalam grand final. Bedasarkan penilain juri, terpilih sebagai Cik Uniang, Yolanda Amelia, dan Cik Ajo Iman Hadi Wijaya. Malam Grand Final Cik Uniang Cik Ajo Kota Pariaman ini juga dihadiri oleh Uda dan Uni provinsi Sumbar serta duta wisata dari kota/kabupaten daerah lainya.


OLP/Reza/Juned

IJP: Simpang Jalan Golkar




Meskipun sudah ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi, Partai Golkar belum mengucapan selamat kepada Jokowi-JK. Sikap ini secara etika politik bermasalah. Golkar sudah terbiasa kalah atau menang dalam kontestasi politik. Apalagi dalam kampanye pilpres, termasuk yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum, terdapat upaya tersirat dan tersurat agar masing-masing pasangan dan pendukung mengakui kemenangan lawan. Ketiadaan ucapan selamat itu menandakan kemunduran etika politik dari Golkar.

Golkar mengalami gejolak yang hebat sejak lima tahun terakhir. Keadaan ini terjadi akibat kekalahan dalam pemilu legislatif 2014. Walau mengalami peningkatan jumlah pemilih sebesar 3,4 Juta, jumlah kursi di DPR RI justru berkurang dari 106 kursi menjadi 91 kursi. Artinya, Golkar kehilangan 15 kursi dalam pileg 2014, dibanding pileg 2009. 

Sebagai juara kedua dalam Pileg 2009 – sama dengan pileg 2014 --, Jusuf Kalla bisa maju sebagai Calon Presiden 2009 dengan menjadikan Wiranto sebagai Calon Wakil Presiden. Hal ini berbeda dengan 2014, Golkar tak berhasil memajukan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden. Padahal, sejak Rapimnas 2012, ARB adalah satu-satunya calon presiden yang diusung Golkar. 

Keberhasilan ARB adalah menjadi Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) yang bersifat “permanen” sampai 2019. Komunikasi yang dibangun ARB menempatkan Golkar sebagai partai penyeimbang. Terdapat sinyalemen ARB akan maju menjadi Ketua Umum Golkar periode 2015-2020. Kalau tidak, posisi politik Ketua KMP bisa saja diubah oleh Ketua Umum Golkar yang baru. 

Sekalipun jadwal Musyarawah Nasional belum jelas, posisi ARB masih kuat dalam mengendalikan Golkar di daerah-daerah. Bagi penganut paham konstitusionalitas, jadwal Munas disesuaikan dengan Anggaran Dasar pasal 30 : “Musyawarah Nasional adalah pemegang kekuasaan tertinggi partai yang diadakan sekali dalam 5 (lima) tahun”. Munas terakhir terjadi bulan Oktober 2009, berarti Munas berikutnya bulan Oktober 2014. 

Namun, terdapat klausulan dalam Munas VIII Riau 2009 bahwa masa jabatan kepengurusan bisa diperpanjang sampai tahun 2015. Klausulan itu hanya berupa rekomendasi yang belum memiliki kekuatan hukum. Idealnya, kalau memang klausulan itu diterima sebagai Keputusan Munas VIII, akan masuk ke dalam “aturan peralihan” dalam Anggaran Dasar. Faktanya, klausulan itu sama sekali tidak ditandatangani pimpinan sidang, berbeda dengan dokumen-dokumen lainnya. Pernyataan politik Partai Golkar saja, ikut ditanda-tangani oleh pimpinan sidang. 

Kalau hanya sekadar unjuk kekuatan, perbedaan pendapat soal Munas 2014 atau 2015 ini berakibat fatal bagi Golkar. Yang diperebutkan adalah suara DPD I guna menggelar Munas Luar Biasa. Kalau ini yang terjadi, Golkar bisa saja memiliki kepengurusan kembar yang masing-masing berpegang pada AD-ART. Padahal, bukan zamannya lagi untuk memecah Golkar yang setiap lima tahun “melahirkan” partai-partai baru. Golkar sudah terbiasa dengan konflik keras, bahkan berujung pada perpecahan. 

Munas 2015 lemah secara hukum dan politik. Klausulan itu untuk menghadapi Pilpres yang diikuti kader yang diusungi Golkar, baik putaran pertama, apalagi putaran kedua. Dalam Pilpres 2009, tokoh-tokoh utama Golkar bukan kosentrasi pada Pilpres, melainkan pada penggalangan dukungan suara untuk menjadi Ketum Golkar dalam Munas 2009. Mesin Golkar tak berjalan maksimal guna memenangkan JK-Wiranto. Dalam Pilpres 2014, kader Golkar yang maju hanyalah JK dan berlangsung satu putaran. 

KMP sudah menyatakan sebagai penyeimbang pemerintahan Jokowi-JK.  Dengan diketuai oleh ARB, KMP berarti dipimpin Golkar. ARB akan kehilangan legitimasinya, begitu juga KMP, apabila tidak lagi menjadi Ketum. Sasaran pertama KMP tentulah Ketua DPR RI, Ketua MPR RI dan lain-lainnya. Dengan UU MD3 (MPR, DPR, DPD dan DPRD) yang baru, KMP dengan mudah bisa mengambil pucuk-pucuk pimpinan di lembaga legislatif.

Soliditas KMP bisa dicatat sebagai yang terbaik, dibandingkan dua pilpres sebelumnya. KMP tetap tak bergeming untuk mengalihkan dukungan terhadap pemerintahan Jokowi-JK, setelah MK mengetuk palu. Beberapa parpol disebut bakal bergabung dengan koalisi yang dipimpin oleh PDI Perjuangan, namun baru sebatas wacana. 

Perkembangan terakhir ditunjukkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. SBY memberikan sinyal sebagai poros ketiga. Padahal, dalam sepuluh tahun terakhir, Golkar yang berada di posisi itu, yakni menjadi partai tengah guna menyeimbangkan poros kiri (oposisi) dan kanan (pemerintah). Dalam masalah pengurangan subsidi bahan bakar fosil, terlihat sekali Jokowi-JK memerlukan dukungan SBY, ketimbang KMP. 

Bakal terjadi “permainan” segitiga poros politik dalam lima tahun ke depan. Konsentrasi penuh Jokowi-JK menjalankan pemerintahan, dihadapkan dengan tiga kekuatan politik di DPR RI. Jangan lupa, MPR RI juga akan mendapatkan peranan lebih besar. Sinyalemennya sudah tampak, yakni mendelegitimasikan rezim Jokowi-JK. Walau tidak akan sampai pada tindakan pemakzulan, seperti era Presiden Abdurrahman Wahid, namun kekuatan MPR RI bisa lebih banyak digunakan untuk menekan Jokowi-JK. 

Tinggal ketangguhan kepemimpinan Jokowi-JK yang ditunggu, baik dari sisi kekompakan, maupun dukungan dari partai-partai politik pengusung, relawan, maupun individu-individu yang berkarakter kuat dan sekaligus berani. Pilihan prioritas kebijakan akan sangat menentukan bagi dukungan publik terhadap rezim Jokowi-JK. Apabila pilihan-pilihan itu ternyata memunculkan sentimen negatif, KMP dengan mudah mendapatkan panggung politik dengan segala armadanya yang sudah dipersiapkan dengan rapi. 

Indra Jaya Piliang

Mukhlis: Cik Uniang Cik Ajo Terpilih, Harus Paham Budaya dan Kuasai Bahasa Asing




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan tantangan untuk melestarikan seni dan budaya tradisional lokal Pariaman semakin berat akibat derasnya arus budaya luar di era globalisasi yang tidak dapat dielakkan seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Hal itu dikatakannya saat malam grand final pemilihan duta wisata dan budaya Cik Uniang dan Cik Ajo Kota Pariaman 2014 di Pentas utama Pantai Gandoriah (30/8) Pariaman.

Mukhlis menyebut, dengan munculnya kreasi seni dan budaya melalui ajang pemilihan Cik Uniang dan Cik Ajo, hendaknya masyarakat tergerak untuk dekat, lalu mengenal dan akhirnya kembali mencintai seni dan budaya tradisional Pariaman.

Menurut Mukhlis, gelaran pemilihan duta wisata Pariaman Cik Uniang dan Cik Ajo Pariaman diadakan secara berkesinambungan tiap tahunnya, hendaknya, kata dia, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam kepariwisataan dan kebudayaan.

"Kita selalu berharap agar citra Pariaman dimata wisatawan selalu positif supaya mereka merindukan dan kembali lagi ke Pariaman dan menjadi public relasi dengan menyampaikan dan mempromosikan wisata Pariaman dari mulut ke mulut," ucap Mukhlis.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Walikota Genius Umar, Sekdako Armen, segenap unsur Muspida,  diharapkan dengan terpilihnya duta budaya dan wisata Cik Uniang dan Cik Ajo Pariaman 2014 agar meng-up grade kemampuan dalam dua hal terpenting, yakni kemampuan komunikasi dan menguasai beberapa bahasa asing dan memahami budaya dan kesenian lokal, tukuk Mukhlis.

"Manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya sehingga ketika menjadi duta wisata dan budaya, saudara-saudara akan tampil lebih percaya diri, penuh keyakinan serta menebarkan keramahan pada semua orang," pungkas Mukhlis.

OLP

Setelah 6 Tahun Tak Dihelat, Pemkab Padangpariaman Kembali Jadikan Pacu Kudo Agenda Tahunan

Written By oyong liza on Sabtu, 30 Agustus 2014 | 21.21

Ilustrasi



Berbagai potensi wisata Kabupaten Padangpariaman terus diexplore untuk meningkatkan ekonomi Kabupaten Padangpariaman. Setelah sukses menjadi tuan rumah Tour De Singkarak dengan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, kedepan, Pemkab Kabupaten Padangpariaman melalui Disporabudpar Kabupaten Padangpariaman kembali mempersiapkan ivent lainnya. "Horse Race" atau "pacu kudo akan hadir pada awal November 2014 ini.
 

Ivent ini akan menjadi salah satu agenda tahunan yang akan digelar Kabupaten Padangpariaman. Bertempat di Arena Pacuan Kuda Paguah Dalam, Kecamatan VII Kota Sei. Sariak ivent yang sudah lama tidak digelar ini akan mendapatkan perhatian dari khalayak. Dalam perencanaan, perlombaan "pacu kuda" ini akan diikuti utusan dari masing-masing pengcab Pordasi Kabupaten/ Kota di Provinsi Sumatera Barat.

Berbagai kegiatan persipan akan dilakukan, termasuk mempersiapkan trek yang akan dilalui oleh para pembalap. Kadisporabudpar Kabupaten Padangpariaman, Syafriwal usai menggelar rapat internal mengatakan, pihaknya tengah melakukan berbagai persiapan untuk pelaksanaan kegiatan pacu kuda tersebut.

 "Kita sudah usulkan Rp 104.000.000,- untuk kegiatan ini, itu sebagai bukti keseriusan kita untuk kembali mengangkat ivet yang sudah 6 tahun tidak digelar. Berkaca dari 6 tahun yang lalu, pengunjung sangat membludak," Ujar Syafriawal.
Dalam waktu dekat, Disporabudpar segera melakukan rapat dengan sejumlah tokoh kanagarian Paguh Dalam, Kecamatan VII Kota Sei. Sariak untuk persiapan kegiatan itu. Selain mengandalkan dana APBD-P Kabupaten Padangpariaman tahun 2014, Disporabudpar juga akan mengandeng sponsor untuk ikut berpartisipasi dalam ivent yang tergolong olahraga itu.

Syafriwal meyakini, ivent pacu kuda akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Kabupaten Padangpariaman. "Ya, selain diayai oleh APBD-P, kita juga sedang ajak sponsor baik lokal maupun nasional untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ivent ini juga menjadi kesempatan yang baik bagi sponspor untuk mempromosikan produknya," ulas Syafriwal.


Nanda

Ajo Dewa: MK, Suhatmansyah dan Khaerul Akbar Layak Jadi Gubernur SUMBAR




Dalam acara bedah buku bertema "Samaun Bakri, Sejarah Perjuangan Sang Jurnalis dan Misteri Jatuhnya Pesawat RI 002" di aula Balaikota Pariaman (30/8) banyak dihadiri oleh tokoh perantau yang aktif dipengurusan DPP PKDP Pusat. Bicara PKDP tak lazim rasanya jika tidak membicarakan power paguyuban tersebut dalam politikal electoral sebagaimana dua perhelatan akbar tahun muka semacam Pilgub Sumbar dan Pilkada Padangpariaman ditampuk mata.

Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina DPP PKDP Armawi Koto atau yang lebih ngejreng dikenal dengan sebutan Ajo Dewa, DPP PKDP sudah menjaring 23 nama bakal calon yang nantinya akan disaring untuk didukung PKDP agar duduk di kursi BA 1 pada Pilgub Sumbar 2015.

Kata Ajo Dewa, yang juga paranormal spesialis problem dunia dan akhirat sebagaimana tertera di kartu namanya, dari 23 nama tersebut mengerucut menjadi 3 nama yang dianggap paling relevan dan punya potensi di followup.


"Tiga nama tersebut adalah Muslim Kasim, Suhatmansyah dan Marsekal Madya Khaerul Akbar, pamannya aktivis nasional Iwan Piliang," beber Ajo.

Ajo menukuk, kursi BA 1 harus diambil oleh orang Pariaman. Karena menurut dia, komunitas orang Piaman di Sumatera Barat lebih dari 30 persen yang tersebar di tiap kota dan kabupaten.

"Suatu keharusan. Percuma kita banyak jika tidak kompak. Dari tiga nama tersebut, jika dicalonkan salah satunya, dua lainnya musti mundur dan menyokong penuh demi kemenangan rang Piaman," pungkas Dewa.

OLP

Topik Terhangat

postingan terdahulu