Lipsus: Hoyak Tabuik Piaman Akan Masuk Wonderful of Indonesia
Pagelaran seni semarakkan Hoyak Tabuik Piaman 2018. Foto: Phaik
Pariaman - Hujan lebat yang mengguyur Pantai Gandoriah tidak menjadi halangan bagi pengunjung untuk menyaksikan acara puncak Hoyak Tabuik Piaman tahun 2018, Minggu (23/9). Puncak Hoyak Tabuik tentunya saat kedua tabuik dibuang ke laut menjelang magrib.

Meski diguyur hujan lebat, wisatawan tetap semangat menyaksikan prosesi Tabuik dibuang ke laut. Foto: Phaik

           
Pengunjung mulai ramai sejak pagi hari saat Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang melalui proses "Naik Pangkek". Pengunjung yang berjumlah ratusan ribu orang ini tetap bertahan hingga prosesi akhir: pembuangan Tabuik ke laut.


Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan sejumlah pejabat masuki pentas utama di Pantai Gandoriah. Foto: Phaik

           
Kesenian musik dan tari kolosal yang ditampilkan panitia acara sangat menghibur pengunjung dan tamu undangan. Suara gendang tassa saling bersahutan, mengiringi gerak tarian yang diperagakan anak nagari Pariaman.

Reni Mukhlis dan istri walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih Lucy Genius dan Indriati Mardison. Foto: Phaik

          
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan pesta budaya Tabuik tahun ini menjadi acara perpisahan bagi dirinya sebagai Walikota Pariaman. Setelah selesai melaksanakan jabatan, ia akan tetap akan menyaksikan pesta budaya Tabuik.


Jangan lupakan jasa "pasukan kuning" dalam membersihkan sampah sambil berjalan saat Hoyak Tabuik Piaman. Foto: Junaidi


Menjadi Walikota Pariaman selama 10 tahun, kata Mukhlis, berbagai perkembangan pada penyelengaraan pesta budaya Tabuik. Jika dahulu biaya penyelenggaraan Tabuik bersumber dari sumbangan masyarakat ranah dan rantau, namun sepuluh tahun terakhir penyelenggaraan pesta budaya Tabuik didukung dana APBD Kota Pariaman.
          
Yang paling mencolok adalah pembuatan Tabuik. Pembuatan Tabuik selalu berpindah tempat, namun selama beberapa tahun terakhir pembuatan tabuik dilakukan di tempat permanen yakni rumah Tabuik.
          
"Banyak perubahan selama 10 tahun dalam penyelenggaran Tabuik. Awalnya tempat pembuatan Tabuik selalu berpindah-pindah, namun sejak adanya rumah Tabuik, pembuatan Tabuik dilakukan di tempat permanen," ujarnya.
            
Ditambahkanya, beberapa tahun terakhir kunjungan wisatawan ke Pariaman terus mengalami peningkatan. Di tahun 2017 saja, 3 juta wisatawan telah datang ke Kota Pariaman. Ramainya wisatawan ke Kota Pariaman hampir tidak hanya pada saat menyaksikan pesta budaya Tabuik saja. Hampir tiap hari, objek wisata Pariaman yang beragam ramai dikunjungi wisatawan.
            
"Bukan hanya saat batabuik saja ramainya di hari biasa wisatawan juga ramai," ujarnya.
             
Mendukung perkembangan sektor wisata Kota Pariaman, Pemko Pariaman telah membangun fasilitas, sarana dan prasarana pendukung di objek wisata. Ia berharap, fasilitas yang telah ada dirawat masyarakat. Selain itu, perilaku masyarakat sadar wisata juga harus ditumbuhkembangkan agar wisata Kota Pariaman terus berkembang.
           
"Kita harapkan tidak ada fasilitas yang disalahfungsikan masyarakat. Jika itu taman jadikan taman bukan tempat berjualan," pungkasnya.
           
Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Oni Yulfian mengatakan bahwa pesta budaya Tabuik akan masuk dalam daftar iven kalender wisata nasional Indonesia sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat. Diprediksi kunjungan wisatawan dalam kegiatan Tabuik akan meningkat drastis. Tidak hanya itu, penyelenggaraan akan semakin optimal karena dikurasi oleh tenaga profesional.
            
"Dengan masuknya pesta budaya tabuik dalam Wonderful Of Indonesia, promosi akan lebih luas. Kunjungan akan jauh meningkat karena sudah menjadi iven nasional," kata dia.
             
Oni menganggap Kota Pariaman merupakan daerah yang beruntung. Selain memiliki keindahan alam dan budaya, dekatnya jarak Kota Pariaman dengan Bandara Internasional Minangkabau merupakan pendorong peningkatkan kunjungan wisatawan.
             
"Salah satu faktor penting wisata adalah akses dengan bandara. Kota Pariaman sangat dekat dengan gerbang itu," pungkasnya.
             
Dengan dibuangnya kedua Tabuik Piaman ke laut, dengan resmi rangkaian pesta budaya Tabuik tahun 2018 yang digelar sejak 11 September 2018 ini selesai dilaksanakan. (Nanda)
FGD Evaluasi Pilkada, KPU: Filosofi Batabuik Terwujud di Pilwako Pariaman
FGD KPU dengan stakeholder dalam rangka evaluasi Pilkada Pariaman 2018.
Pariaman - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman klaim penyelenggaraan pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman berjalan sukses. Tahapan pemilihan berjalan lancar, hingga ditetapkannya pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih pada 27 Juli 2018 silam.

Koordinator Divisi Perencanaan Program dan Data KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi menyebut empat indikator pelaksanaan pilkada sukses, dicapai pada penyelenggaraan Pilkada Kota Pariaman.

Pertama, kesuksesan penyelenggaraan dilihat dari sisi ketetapan pelaksanaan tahapan dengan jadwal yang ditetapkan. Selama tahapan pilkada, KPU Kota Pariaman melaksanakan sesuai dengan jadwal. Kedua, tidak adanya sangketa proses dan sangketa hasil pemilihan menandakan jika hasil pemilihan diterima oleh seluruh pihak.

Indikator lainnya adalah tingkat partipasi pemilih tinggi. Pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman tahun 2018, tingkat partisipasi pemilih pada Pilwako Pariaman 2018 mencapai target yang ditetapkan yakni 75 persen. Partisipasi pemilih 2018 mengalami Peningkatan dibandingkan pada saat Pilwako 2013 sebesar 63 persen.

"Indikator keempat adalah pilkada kita aman dan damai. Gambaran 'Batabuik' dalam Pilkada terwujud, meski adanya peningkatan tensi politik namun tidak ada gesekan di tengah masyarakat," rincinya.

Menurut Alfiandri, kesuksesan penyelenggaraan merupakan kerja keras seluruh pihak. Bukan hanya oleh penyelenggara pilkada saja, peran paslon, tim kampanye, partai politik selama kampanye mampu memberikan pendidikan politik kepada pemilih.

"Seluruh pihak punya peran masing-masing untuk keberhasilan penyelenggaraan Pilwako ini. Masyarakat sangat dewasa dan menghormati perbedaan pilihan," ulasnya.

Ia mengatakan, KPU Kota Pariaman juga telah mengelaborasi saran dan evaluasi dari tokoh, parpol, pasangan calon, tim kampanye dan media terhadap penyelenggaran Pilwako Pariaman 2018. Hal itu akan digunakan sebagai perbaikan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilihan ke depan.

Beberapa evaluasi diberikan yakni terkait dengan pemutakhiran data pemilih, pelibatan kepemudaan lebih luas mensosialisasikan pilkada dan penguatan koordinasi antar penyelenggara.

"Hasil evaluasi dengan stake holder sudah kami elaborasi semua. Nanti ini akan kita kirimkan agar pelaksanaan pilkada di Kota Pariaman makin optimal," pungkasnya. (Nanda)

Pariaman Segera Terbitkan 4.000 Kartu Identitas Anak
Sekretaris Disdukcapil Kota Pariaman Linda Osra. Foto: Eri
Pariaman - Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil  (Disdukcapil) Kota Pariaman akan launching Kartu Identitas Anak (KIA) pada Desember 2018 nanti.

KIA merupakan program Kementerian Dalam Negeri yang memberlakukan aturan kependudukan baru mengacu pada Permendagri Nomor 2 tahun 2016. KIA untuk anak memiliki relatif sama dengan e-KTP atau bukti diri yang sah saat melakukan pelayanan publik seperti saat mengurus paspor atau untuk keperluan lain yang selama ini menggunakan syarat akta kelahiran

“KIA adalah identitas resmi anak berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota. Selain itu, KIA juga bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik, serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara,” kata Sekretaris Disdukcapil Kota pariaman Linda Osra, di Pariaman, Jumat (221/9).

Ia berkata untuk saat ini pemerintah memperkenalkan dua jenis kartu. Yakni KIA untuk kelompok usia anak usia 0 sampai 5 tahun, dan KIA untuk kelompok usia 5-17 tahun. Fungsinya adalah sama hanya yang berbeda dari isinya saja. Beberapa informasi yang tertera di antaranya adalah nomor induk kependudukan, nama orang tua, alamat, dan foto.

KIA anak sedikit berbeda dengan KTP Dewasa. Bedanya KTP dewasa mempergunakan chip elektronik sedangkan KTP anak tidak menyertakan chip elektronik. Selain itu ada perbedaan lainnya yaitu untuk KIA yang berumur 0-5 tahun tidak menggunakan foto, sedangkan KIA untuk usia 5-17 tahun menggunakan foto.

“Untuk tahap awal bentuk KTP-nya masih biasa, belum KTP elektronik. Baru nanti jika usia anak sudah mencapai 18 tahun ke atas, baru wajib perekaman sesuai dengan KTP elektronik seperti yang ada sekarang ini,” sambungnya.

Sekitar 30.000 orang jumlah anak di Pariaman harus masuk data KIA. Untuk 2018 atau tahap pertama, baru 4.000 orang anak yang bisa dilayani sesuai dengan jumlah blanko yang diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk Kota Pariaman.

"Dan untuk Tahun 2019 direncanakan ada 19.000 orang anak yang akan diberikan KIA," sambungnya.

Untuk proses pengurusan KIA, kata dia, tidak dipungut biaya dan dengan penerbitan KIA tersebut sekaligus akan diterbitkan pula akta kelahiran anak dan juga kartu keluarga (KK) orang tua. Karena penerbitan KIA dilakukan setelah penerbitan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sebagai dasar penerbitan akta kelahiran dan kartu keluarga (KK).

Dengan adanya KIA, anak yang berusia 0 hingga sebelum usia 17 tahun memudahkan anak dalam mengurus berbagai dokumen kependudukan sekaligus memudahkan pemerintah dalam memberikan layanan publik. (Tim)
Mudahkan Wajib Pajak, Polres Padangpariaman Antar TNKB Ranmor ke Alamat
Polres Padangpariaman luncurkan SAMPO Delivery Order. Foto: Nanda
Pariaman - Polres Padangpariaman luncurkan layanan Samsat Pos Delivery Order (SAMPO Delivery Order) untuk memudahkan wajib pajak mendapatkan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) di Samsat Padangpariaman.

Dengan layanan ini wajib pajak tidak perlu menunggu atau datang kembali ke kantor Samsat untuk menjemput TNKB. Usai melakukan pengurusan pajak dan STNK pada tahun kelima, wajib pajak cukup menunggu TNKB di tempat tinggal masing-masing.

Kapolres Padangpariaman AKBP Rizky Nugroho didampingi Kasat Lantas Polres Padangpariaman Iptu Yuliadi, meyebut layanan itu merupakan pertama kalinya di Indonesia yang memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam mendapatkan TNKB dengan antar alamat.

Jika di Jakarta pengantaran TNKB menggunakan jasa ojek daring, berbeda dengan Samsat Pariaman. Pengiriman menggunakan layanan PT Pos Indonesia dianggap lebih aman dan pasti.

“Masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Samsat untuk mengambil TNKB yang baru. Cukup menunggu di rumah setelah melakukan perpanjangan pajak dan STNK, TNKB diantar langsung ke rumah masyarakat,” ujarnya di Pariaman, Jumat  (21/9).

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan tersebut cukup mengisi formulir persetujuan pengiriman melalui menggunakan layanan SAMPO Delevery Order. Sedangkan biaya atas layanan, dibayar setelah TNKB diterima oleh wajib pajak sesuai alamat.

Selain dikirim menggunakan layanan SAMPO Delevery Order, pengambilan TNKB tetap bisa dilakukan secara manual dengan mendatangi kantor Samsat.

“Tetap ada pelayanan pengambilan TNKB secara manual di kantor Samsat, mungkin karena jarak tempat tinggal dan kantor dekat,” kata dia.

Ia mengatakan, layanan SAMPO Delivery Order tercetus dari keinginan Polres Padangpariaman memberikan kemudahan masyarakat dalam penjemputan TNKB. Jauhnya jarak tempat tinggal wajib pajak dengan kantor Samsat, menjadi kendala saat wajib pajak menjemput TNKB ke kantor Samsat. Faktor ini juga membuat ratusan keping TNKB menumpuk di kantor Samsat belum dijemput wajib pajak.

“Hampir 600 keping TNKB yang belum dijemput oleh wajib pajak masih menumpuk di gudang. Namun sebahagian ada yang telah diambil wajib pajak juga,” ulasnya.

Ia berharap dengan layanan ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Lebih jauh, kemudahan pelayanan, juga memotivasi kesadaran masyarakat untuk membayar pajak dan pengurusan STNK.

Peluncuran layanan SAMPO Delivery Order Polres Padangpariaman disambut baik wajib pajak di Padangpariaman. Pelayanan antar alamat TNKB ini dianggap akan memangkas waktu wajib pajak dalam mendapatkan TNKB.

Mela Puspita Sari, salah seorang wajib pajak asal Enamlingkung mengaku agak direpotkan jika harus datang kembali ke kantor Samsat untuk menjemput TNKB.

Dengan adanya pelayanan antar alamat, ia selaku wajib pajak punya kepastian kapan TNKB nya telah ada di Samsat.

“Bagus layanannya, kami sangat terbantulah. Kadang untuk menjemput TNKB sebulan setelah bayar pajak, harus libur kerja,” pungkasnya. (Nanda)
Tingkatkan PAD, DPRD Pessel Kunker ke Perizinan Padangpariaman
Kadis PMPTP Hendra Aswara ekspos mengenai Inovasi AJEP di hadapan rombongan Komisi II DPRD Pessel. Foto: Hendra
Pariaman - Dinas PMPTP Kabupaten Padangpariaman menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Pesisir Selatan. Rombongan dipimpin oleh Yulianavia berserta sembilan anggota dan tim pendamping.

Kunker tersebut diterima langsung oleh Kepala DPMPTP Hendra Aswara didampingi Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto.

“Kunjungan ini untuk sharing informasi mengenai tata kelola perizinan dalam peningkatan PAD. Karena kami tahu bahwa DPMPTP Padangpariaman adalah yang terbaik di Sumbar," kata Yulianavia di Ruang Layanan DPMPTP, Pariaman, Kamis (20/9).

Dikatakannya bahwa secara geografis wilayah Pesisir Selatan sama dengan Kabupaten Padangpariaman. Berada di sepanjang pantai barat Sumatera dan juga penyangga ibukota provinsi yang tentunya akan menjadi magnet investasi yang menjanjikan.

Sementara, kata Yulia, pertumbuhan infrastruktur di Pessel makin pesat namun PAD masih belum maksimal. Karena itu perlu inovasi-inovasi OPD teknis yang membidangi perizinan untuk mengejar target PAD, khususnya retribusi izin mendirikan bangunan.

"Kami amati di Padangpariaman ada inovasi yang berhasil dalam peningkatan PAD, yaitu AJEP. Kami ingin juga menerapkannya di Pessel," ujarnya.

Kadis PMPTP Hendra Aswara membenarkan bahwa inovasi Antar Jemput Perizinan (AJEP) layak ditiru dan diterapkan untuk percepatan layanan. Inovasi ini sukses dilakukan dan diapresiasi Pemprov Sumbar dan masyarakat Padangpariaman.

AJEP, kata Hendra, inovasi yang lahir di awal tahun 2018 karena rendahnya minat pelaku usaha dan masyarakat datang ke kantor untuk mengurus IMB. Hal ini kata dia, disebabkan jarak tempuh yang jauh, biaya transportasi dan lamnya pengurusan. Maka diambil kebijakan untuk mengantar dan menjemput berkas permohonan perizinan ke rumah dan ke perusahaan kemudian diproses hingga selesai.

"Jadi tinggal tunggu di rumah atau di perusahaan saja, petugas kami yang bergerak jemput dan antar kembali. Biaya gratis dan tanpa imbalan apapun karena sudah ada kami siapkan anggarannya," kata Kadis yang pernah menjabat Kabag Humas itu.

Untuk anggaran, lanjut Hendra, sudah disiapkan sebesar Rp25 juta per tahun untuk operasional AJEP. Namun hasilnya luar biasa, dari Rp1,5 miliar target Retribusi IMB tahun 2018 telah terealisasi 103% pada Agustus lalu. Artinya dalam delapan bulan target tercapai dan masih ada penambahan hingga akhir tahun nanti

"AJEP ini representasi bahwa kita adalah pelayan masyarakat. Sebagaimana sering disampaikan Bapak Bupati," kata Kadis termuda itu.

Sementara Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto membenarkan bahwa masyarakat sangat semakin mudah dalam mengurus administrasi perizinan. Inovasi AJEP menegaskan pelayanan yang cepat, syarat mudah, transparan dan berbasis teknologi informasi.

Ke depan, kata Heri, Ajep akan dikembangkan dengan membangun aplikasi yang berbasis GPS (Global Positioning System) seperti Go-jek, Grab atau sejenisnya.

"Jadi masyarakat banyak pilihan, bisa hubungi Ajep di 08116607788 dan memakai aplikasi Go-Ajep," ujar jebolan Fakultas Hukum Unand itu.

Fasilitas AJEP di antaranya satu unit mobil dan dua kendaraan roda dua. Tim AJEP dibagi dalam empat wilayah yang dipimpin oleh masing-masing Kepala Bidang dan didampingi dua anggota. (Tim)