Genius Umar Lantik Pemuda Pelopor Anti Narkoba MAN Padusunan
Genius Umar foto bersama dengan Pramuka MAN Padusunan. Foto/Junaidi
Pariaman ----- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar lantik Pemuda Pelopor Anti Narkoba Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Padusunan saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka ke-57 diMAN Padusunan, Selasa (14/8).

Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Pramuka 16 Kota Pariaman itu, mengapresiasi pihak sekolah yang menggelar upacara bendera bertepatan dengan tanggal 14 Agustus, di mana tanggal tersebut merupakan hari lahirnya gerakan Pramuka di Indonesia.

"Mungkin satu-satunya sekolah di Kota Pariaman yang menggelar upacara dalam rangka memperingati HUT Pramuka ke 57," tuturnya.

Gerakan Pramuka, kata walikota Pariaman terpilih periode 2018-2023 itu, adalah organisasi membentuk watak, karakter, kepribadian, percaya diri, dan cinta tanah air pada generasi muda.

"Karena di dalam Pramuka kita diajarkan untuk memahami dan melaksanakan Tri Satya dan Dasadarma, yang merupakan sumpah dan janji seorang Pramuka," kata alumni STPDN itu.

Pramuka imbuh Genius, bukan hanya ada di Indonesia saja, tetapi juga merupakan gerakan yang ada di dunia dengan nama Boy Scout yang ditemukan oleh Sir Lord Boden Powell yang namanya melegenda sebagai bapak pramuka dunia.

Pramuka juga mampu menjauhkan pemuda dari kegiatan yang tidak bermanfaat, apalagi dengan maraknya budaya luar yang dapat merusak generasi muda.

Dengan dilantiknya Pemuda Pelopor Anti Narkoba di MAN Padusunan, ia berharap dapat menjadi contoh dan tauladan bagi pemuda lainnya.

Doktor Kebijakan Publik dari IPB ini, juga memberikan motivasi kepada siswa-siswi MAN Padusunan untuk jangan pernah takut bermimpi. Apalagi mimipi meneruskan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan di universitas ternama di Indonesia.

"Jangan takut bermimpi, gantungkan cita-citamu setinggi mungkin. Terus belajar dan berusaha untuk meraih semua yang kita impikan. Jadilah generasi yang handal dan mumpuni," tandasnya. (Juned/OLP)
Peserta Cik Uniang Cik Ajo Pariaman 2018 Membludak
Ratusan peserta saat sesi wawancara oleh dewan juro Cuca 2018. Foto/Eri
Pariaman --- Sebanyak 93 orang peserta, yakni 32 pria dan 61 wanita, mengikuti tes wawancara pada pemilihan Cik Uniang dan Cik Ajo (Cuca) Kota Pariaman tahun 2018. Tes dilaksanakan di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman, Selasa (14/8).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Elvis Chandra menjelaskan bahwa Cuca selaku duta wisata Kota Pariaman memiliki peran sangat penting. Mereka sebagai corong untuk mempromosikan wisata Pariaman.

“Cik Uniang Cik Ajo kita libatkan untuk berperan dalam mempromosikan pariwisata,” ungkap Elvis.

Elvis mengapresiasi peserta yang mengikuti seleksi cuca. Ia berharap mereka yang masuk dalam tahap grand final merupakan sosok pemuda dengan kemampuan lebih, dan benar-benar mampu menjadi andalan dalam mengenalkan wisata dan budaya Pariaman.

Kepala Bidang Seni dan Budaya Disbudpar Pariaman Efniyeti mengatakan, pada 2017 pendaftar seleksi Cuca tidak mencapai 50 orang.

"Tahun ini mencapai 117 orang dengan kemampuan yang sangat bisa berkompetisi, namun pada hari ini tercatat 93 orang yang hadir mengikuti tes wawancara," kata dia.

Panitia Disbudpar, kata dia juga dibantu oleh Ikatan Cik Uniang Cik Ajo Kota Pariaman dan bekerja cukup profesional untuk menangani iven tersebut. Ikatan Cuca bahkan telah melakukan road show ke sekolah maupun kampus yang ada di Pariaman.

"Kami percaya Cuca 2018 mengharumkan nama Kota Pariaman ke ajang pemilihan Uda Uni Sumatra Barat bulan November mendatang,” lanjut dia.

Efniyeti menambahkan ada lima dewan juri yang akan melakukan proses tes wawancara kepada para peserta pemilihan Cuca 2018. Mereka di antaranya Novrianti Awaluddin juri bidang etika dan kepribadian serta public speaking, Arrahmi juri bidang adat, budaya dan agama.

Masni Fansuri juri bidang bahasa Inggris, Soesilo Abadi Piliang juri bidang pengetahuan umum dan motivasi, serta Zahirma, juri bidang pariwisata dan kesenian.

Ia menjelaskan, setelah peserta pemilihan Cuca melalui tes wawancara, akan dipilih 10 pasang Finalis Cik Uniang dan Cik Ajo Kota Pariaman yang akan maju ke babak grand final yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2018 mendatang.

“Nantinya 10 pasang finalis akan dikarantina selama dua hari. Karantina dijadwalkan pada 15 – 16 Agustus di Hotel Safari Inn Pariaman. Mereka akan mengikuti sejumlah kegiatan yang sudah ditentukan di antaranya pemberian materi tentang adat istiadat, kuliner Kota Pariaman, dan mengikuti class koreografi untuk persiapan malam grand final nantinya," pungkasnya. (Ira/Eri/OLP)
Kelelahan Usai Pesta Shabu, Dua Warga Cimparuah Diciduk Polisi
Dari tangan tersangka polisi amankan sejumlah barang bukti narkoba. Foto/Nanda
Pariaman ----- Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman amankan dua tersangka kepemilikan narkotika di Dusun Lapai, Desa Cimparuah, Kota Pariaman, Selasa (14/8) dinihari

Kedua pelaku diamankan saat beristirahat usai mengkonsumsi narkotika. Masing-masing tersangka, yakni RI alias N, 36 tahun, warga Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah dan DA alias D, 24 tahun, juga warga Desa Cimparuah.

Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan menerangkan, kedua tersangka diringkus saat sedang beristirahat dalam kondisi setengah sadar usai mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu dan pil inex.

"Kita dapatkan informasi tentang aktivitas keduanya, direspon, dan keduanya berhasil diamankan," terangnya.

Dari kedua pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 1 paket kecil diduga shabu, 1 butir obat diduga inex warna merah muda, dan seperangkat alat hisab atau bong shabu-shabu.

Ditambahkan AKBP Andry, pihaknya sedang mendalami orang yang memasok narkotika kepada kedua pelaku. Informasi sementara dari keduanya, narkotika jenis shabu dan pil inex itu didapatkan dari salah seorang dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Kami sedang dalami pemasoknya juga. Kita akan gali keterangan lebih lanjut dari tersangka," ulasnya.

Sebelumnya, Sabtu (10/8) dua orang tersangka juga diamankan tim 3CN Pegasus Polres Pariaman usai menggelar pesta narkoba di gedung bekas kantor Dinas Pertanahan Kabupaten Padangpariaman.
Diduga Pungli, Polisi OTT Oknum Penjaga Sekolah SMA Sungai Limau
Kapolres Pariaman perlihatkan barang bukti hasil OTT. foto/Nanda
Pariaman ----- Oknum penjaga sekolah SMA Negeri Sungai Limau terjaring Operasi Tangkap Tangkap (OTT) tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli) Polres Pariaman, Selasa (14/8) siang.
      
Oknum penjaga sekolah yakni An, 33 tahun, merupakan warga Nagari Koto Tinggi Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman. Ia diduga melakukan praktik pungli dengan memungut uang sebesar Rp 60.000 untuk keperluan pengambilan ijazah bagi siswa yang telah lulus.
        
Oknum penjaga sekolah yang berstatus honorer ini, masih berstatus sebagai terlapor dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di ruang Satreskrim Polres Pariaman.
       
"Terlapor ini kita amankan saat melakukan pemungutan sejumlah uang kepada orangtua murid untuk biaya pengambilan ijazah siswa yang telah lulus di SMA itu.
      
Dalam OTT itu, tim saber pungli Polres Pariaman mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp9.767.000 yang diduga hasil pemungutan ijazah siswa SMA yang belum diambil, daftar serah terima ijazah ex siswa, kartu bebas pustaka, stempel legalisir atas nama kepala SMA dan stempel tanda tangan kepala sekolah.
     
Dikatakannya, dari keterangan terlapor, praktik pungutan itu telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Modusnya sama, pungutan untuk menebus ijazah siswa yang telah lulus.
      
Menurut AKBP Andry, pihaknya terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam praktik pungutan liar di instansi pendididikan SMA Negeri di Sungai Limau itu. Selain oknum penjaga sekolah, penyidik juga telah memeriksa 6 orang saksi.
      
"Kita akan dalami siapa yang memerintahkan pungutan ini, uangnya disetor untuk siapa. Saat ini terlapor masih kita ambil keterangannya," pungkasnya. (Nanda)
Ketahuan Mantan Majikan, Pencuri Kasur Babak Belur Dihakimi Warga.
Kapolres Pariaman saat jumpa pers di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Setelah berhasil mencuri kasus springbed dagangan majikan, aksi JW, 40 tahun warga Koto Marapak Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman, akhirnya terhenti.

Ia berhasil diamankan pemilik toko bersama warga saat hendak mencuri kasus springbed di toko perabot Kurnia di Jalan By Pass Desa Kampung Gadang Pariaman Timur, Kota Pariaman, Selasa (14/8) dinihari.

Berbekal kunci cadangan, mantan pegawai toko perabot itu membuka pintu gudang toko dan mengambil kasur dari toko Kurnia, tempat dulu ia bekerja.

Dalam menjalani aksinya, JW dibantu satu orang lainnya, yakni T, 30 tahun warga Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman.

Penangkapan pelaku berawal kecurigaan pemilik toko Kurnia atas kehilangan sejumlah kasus springbed di toko itu.

Pelapor yang curiga lantas melakukan pengintaian. Apes bagi pelaku, aksinya kali ini diketahui pemilik toko dan warga setempat.

Tersangka JW berhasil diamankan. JW sempat menjadi bulan-bulan warga yang kesal dengan aksinya. Sedangkan rekan tersangka yakni, T berhasil kabur menggunakan mobil pick up ke rumahnya.

"Setelah tersangka JW ini kita amankan, tersangka lain yakni T kita amankan di rumahnya di Koto Marapak,"  jelas Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan.

Dari pemeriksaan kedua tersangka, diketahui aksi pencurian itu adalah kali ketiga. Pelaku masuk kedalam toko menggunakan kunci cadangan yang ia simpan saat masih bekerja di Toko Kurnia Perabot.

"Dulu salah satu dari pelaku ini bekerja di toko itu, kunci cadangan yang masih ia simpan itu digunakan untuk membuka gudang penyimpanan," kata dia.

Sedangkan kasur springbed dari dua aksi pencurian sebelumnya masih disimpan di rumah tersangka T dan belum dijual.

"Yang diakui baru 3 kali, barang hasil curiannya juga belum sempat dijual dan disimpan di rumah tersangka T. Kita akan sita juga nanti," ulasnya.

Selain tersangka, kepolisian juga mengamankan satu unit kasus springbed dan mobil pickup nopol BM 1335 TH yang digunakan pelaku menjalankan aksinya. (Nanda)
Ali Mukhni Tahun Ini Targetkan Nilai 'A' Untuk LAKIP Padangpariaman
Bupati Ali Mukhni didampingi Sekda Jonpriadi bersama Kepala OPD melaksanakan Workshop penyusunan dan penyelarasan Cascading Pemda dengan OPD di Hotel Rocky, Padang
Padang ----- Bupati Ali Mukhni menargetkan nilai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dengan kategori A pada tahun ini. Sebelumnya pada tahun lalu, Pemkab Padangpariaman meraih nilai B.

Hal tersebut disampaikannya saat penutupan workshop penyusunan dan penyelarasan Cascading Pemda dengan OPD. Workshop dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 10 hingga 12 Agustus 2018 di Hotel Rocky, Padang. Narasumber dari Kemenpan dan RB Komaruddin dan Gita.

"Lakip tahun lalu kita dapat nilai B. Kondisi sekarang sebenarnya kita bisa naik satu tingkat yaitu nilai BB. Namun seluruh OPD sepakat berjuang naik nilai dua tingkat yaitu nilai A dari Kemenpan RB," kata Bupati Ali Mukhni didampingi Sekda Jonpriadi, Senin (12/8).

Penyelarasan Cascading OPD, kata Ali Mukhni bisa menyusun program prioritas dan efesiensi anggaran. Artinya, tidak ada kegiatan yang tidak sinkron dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun.

"Tahun ini komposisi belanja pegawai dengan belanja barang yaitu 42% dan 58%. Artinya anggaran telah direncanakan untuk kegiatan pro rakyat," ujar Peraih Opini WTP dari BPK RI itu.

Perencanaan tersebut, lanjut Ali Mukhni, sesuai dengan arahan Presiden RI yang menyampaikan prioritaskan APBD untuk pembangunan infrastruktur telah diwujudkan.

"Infrastruktur urat nadi pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Selama saya menjabat, infrastruktur jadi skala prioritas," sebut kandidat kuat gubernur Sumbar mendatang itu.

Sekda Jonpriadi mengatakan Workshop diselenggrakan dengan asistensi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Tujuannya agar masing RPJMD Pemkab selaras dengan Renstra OPD guna mewujukan visi misi Bupati selama lima tahun.

"Setelah workshop, masing-masing Kepala OPD untuk perumusan kembali atau perbaikan Renstra, tujuan, sasaran dan indikator kinerja agar tidak keluar dari visi misi bupati," kata Jonpriadi mengingatkan.

Ia juga meminta penyusunan cascading OPD adanya pelibatan staf internal. Artinya meminta masukan dari Kabid, Kasi dan Kasubag. Hal ini penting agar seluruh kegiatan berorientasi terhadap outcome, jika tidak dihapus saja.

"Jangan sampai perumusan renstra OPD dibuat Kasubag Perencanaan saja," kata Sekda yang pernah menjabat Kepala Bappeda itu.

Sementara Komaruddin dari Kemenpan dan RB apresiasi OPD Padangpariaman yang bersemangat menyusun dan menyelaraskan cascading Pemda dengan OPD.

"Pembahasan cascading hingga jam 1 malam. Artinya, Semangat OPD sangat luar biasa untuk mencapai target," kata Komaruddin.

Dengan cascading, kata Komaruddin diharapkan adanya sinergi antar OPD dalam mencapai tujuan.

"Contoh pembangunan pasar, Dinas Perdagangann dibantu Dinas PU buat drainase, Dinas LH untuk pengelolaan sampah," ujarnya.

Kemenpan, kata Komaruddin siap memfasilitasi penyusunan cascading daerah agar perencanaan bisa berjalan dengan benar dan diaplikasikan. (Tim)
Pariaman Expo 2018: Stand Kodim Pamerkan Senjata Perang Sungguhan
Salah seorang pengunjung pameran berfoto dengan senjata yang dipamerkan Kodim 0308. Foto/Nanda
Pariaman ----- Stand pameran persenjataan Kodim 0308/Pariaman, menarik minat pengunjung di Pariaman Expo 2018, Senin (13/8).

Stand pameran Kodim 0308/Pariaman termasuk salah satu stand yang ramai dikunjungi selama dua hari penyelenggaraan Pariaman Expo yang dipusatkan di Pantai Gondoriah Pariaman.
       
Jejeran senjata berat dan senjata ringan seperti SMR, Mortir 60 LR/USA, M16, SS1 V1, Pistol P2 Pindad, SPR 12,7 MM Black Arrow, hingga pernak-pernik seragam khas TNI Angkatan Darat (TNI-AD), dipamerkan alam Pariaman Expo 2018.
        
Tidak hanya sekadar melihat-lihat beragam persenjataan dan mendapatkan informasi tentang persenjataan dari personil Kodim 0308/Pariaman saja, pengunjung juga bisa berfoto sambil menenteng senjata dengan didampingi petugas.
         
Kepala Seksi Logistik Kodim 0308/Pariaman, Kapten Infanteri Nurmantias, mengatakan keikutsertaan Kodim 0308/Pariaman dalam Pariaman Expo 2018 untuk mengedukasi masyarakat tentang persenjataan yang dimiliki TNI. Beberapa senjata mesin buatan perusahaan dalam negeri, yakni PT Pindad ikut dipamerkan.
        
"Ini menjadi tambahan informasi bagi pengetahuan masyarakat tentang belanegara, salah satunya tentang persenjataan TNI," jelasnya.
        
Menurut Nurmantias, senjata yang dipamerkan hanyalah sebahagian kecil saja. Sebahagian ada yang biasa digunakan anggota TNI di Kodim seperti senjata laras panjang M16, SS1 V1. Sebahagian lagi ada yang didatangkan dari Bataliyon 133/Yudha Sakti.
        
Salah seorang pengunjung Pariaman Expo 2018, Abdul Syahril mengaku mendapatkan informasi tentang persenjataan milik TNI. Jika selama ini ia hanya bisa melihat persenjataan yang digunakan TNI melalui gambar ataupun video, kini, ia bisa melihat secara langsung, bahkan berfoto sambil menenteng bermacam senjata.
        
"Sangat edukatif. Kita juga diberikan informasi tentang profil seluruh senjata yang dipamerkan ini," pungkasnya.
         
Gelaran Pariaman Expo masih akan berlangsung hingga 19 Agustus 2018 mendatang. Selain stand persenjataan dari Kodim 0308/Pariaman, terdapat puluhan stand hasil produk UKM Kota Pariaman dan daerah lainnya. (Nanda)
Roni Efendi Wakili Sumbar Tagana Teladan Tingkat Nasional
Roni Putra saat memaparkan seputar kiprah dan pengalamannya selama menjadi TAGANA Kota Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Taruna Siaga Bencana (TAGANA) asal Kota Pariaman, Roni Efendi wakil Provinsi Sumatera Barat dalam penilaian TAGANA Teladan Indonesia di Jakarta pada 13 hingga 19 Agustus 2018 mendatang.

Sebelum mengikuti penilaian TAGANA teladan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kemensos RI, Roni Efendi, telah terpilih sebagai TAGANA teladan tingkat Kota Pariaman dan Provinsi Sumatera Barat.

Untuk terpilih menjadi TAGANA teladan tingkat nasional, sejumlah hal menjadi indikator penilaian. TAGANA akan dinilai masa waktu bergabung di TAGANA, kiprah, pelatihan kebencanaan yang diikuti, pengalaman saat terjadi bencana, dan keterampilan dalam kondisi tanggap darurat.

Roni mengaku, tidak banyak yang dipersiapkan menghadapi penilaian itu. Ia hanya akan memaparkan, berbagi cerita tentang pengalaman, pengetahuan seputar kesiapsiagaan bencana.
      
"Peniliannya terkait pengalaman kita selama aktif di TAGANA saja. Beberapa sertifikat penunjang keterampilan juga akan menjadi pertimbangan oleh tim penilai," ujarnya.
   
Roni yang juga tercatat sebagai Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pariaman Selatan ini, berkomitmen mendorong masyarkat Kota Pariaman yang siaga dengan bencana.

Kondisi Kota Pariaman yang rawan bencana gempa dan tsunami, harus disikapi dengan pemahaman masyarakat terhadap siaga bencana.

"Daerah kita adalah rawan bencana. Khususnya gempa dan tsunami. Jika masyarakatnya telah siaga bencana, nanti pada saat terjadi bencana, masyarakat tidak lagi panik. Semua masyarakat paham harus berbuat apa. Jika bencananya gempa, saat berada di dalam rumah bisa aman sembunyi di mana, nanti berkumpul di mana, dan menghubungi siapa. Jika masyarakatnya sudah paham dan siaga, kemungkinan jatuhnya korban jiwa juga dapat terminimalisir," ulasnya
 
Ia berharap dapat mewakili Sumatera Barat sebagai TAGANA teladan nasional Indonesia tahun 2018. (Nanda)