Direktur Rsud Padangpariaman Asuh Bayi yang Ditelantarkan di Sungai Buluah
dr. Hj. Lismawati, Sp.Pa
Parit Malintang - Direktur Rsud Padangpariaman, Lismawati jadi ibu asuh bagi bayi laki-laki yang ditelantarkan orang tuanya di Nagari Sungai Buluah pada 15 Juli 2020 lalu.

Bayi yang dinamai Adam Fawwas Rasyid itu diserahkan oleh Dinas Sosial Padangpariaman kepada Lismawati di Rsud Padangpariaman, Jumat (7/8).

Sebelum hak asuh diberikan resmi kepada Lismawati, Fawwas telah ia rawat dengan penuh kasih sayang di Rsud Padangpariaman.

"Saya sangat bersyukur sekali telah mendapatkan hak asuh sementara Fawwas. Fawwas akan saya asuh sebagaimana mestinya ibu dan anak," ungkap Lismawati.

Lismawati berjanji akan membesarkan Fawwas layaknya anak kandung. Ia dan seluruh keluarganya akan mendidik Fawwas dengan penuh kasih sayang.

“Semoga kelak Fawwas menjadi anak yang soleh dan membanggakan kedua orang tua serta berguna bagi nusa dan bangsa," kata dia.

Dinsos Sosial Padangpariaman  mempercayakan hak asuh kepada Lismawati karena telah memenuhi syarat. Antara lain sudah menikah, keluarga mampu, serta menyatakan kesanggupan untuk merawat bayi yang ditelantarkan tersebut.

Penyerahaan hak asuh tersebut turut dihadiri oleh Kapolsek Batang Anai dan beberapa orang saksi. (Tim)
Ikhbal Salurkan Pokir Bantu Wanita Rentan Ekonomi Imbas Corona di Pariaman
Foto: Junaidi
Pariaman - Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Muhammad Ikhbal salurkan pokok pikiran dewan (Pokir) bagi pemberdayaan sosial di Desa Sikabu Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Kamis (6/8).

Putra sulung Bupati Padangpariaman Ali Mukhni itu, salurkan bantuannya kepada 60 orang wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) berupa sarana prasarana penunjang usaha mereka.

Ikhbal mengatakan setiap mengunjungi daerah pemilihan (Dapil), ia berusaha menyerap setiap aspirasi dari masyarakat. Saat reses, berbagai masukan dari warga ia dengar langsung di telinganya.

"Di masa pandemi Covid-19, banyak keluarga kena dampak ekonomi. Saya berharap bantuan ini membuat ibu-ibu rentan ekonomi bisa bertahan," ungkap Ikhbal.

Peraih suara terbanyak pada pemilu legislatif 2019 dapil Pariaman dan Padangpariaman itu mengatakan sebagagai wakil rakyat di DPRD ia telah disumpah untuk memperjuangkan aspirasi dari konstituennya.

"Tugas saya sebagai wakil rakyat adalah memperjuangkan aspirasi dari masyarakat yang kita wakili. Tugas utama kita adalah penyambung lidah mereka di parlemen," pungkasnya.

Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengatakan pandemi Covid-19 berimbas pada seluruh sektor dan punya dampak besar pada perekonomian masyarakat, termasuk di Pariaman.

“Di masa wabah pandemi Covid-19 yang belum menunjukan kapan akan berakhir dan sampai kini pun vaksin untuk virus ini belum ditemukan, bantuan sekecil apapun akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Atas nama pemerintah daerah, Mardison mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Ikhbal selaku legislator yang peka melihat situasi ekonomi masyarakat saat ini.

"Selain masih muda, ternyata berhati mulia dengan turun ke daerah memberikan pokirnya yang merupakan permintaan masyarakat setempat,” ungkap mantan Ketua DPRD Kota Pariaman ini.
Santri Madrasatul 'Ulum Lubuak Pua Dikukuhkan Jadi Tuanku

VII Koto - Empat orang santri kelas tujuh atau tamat Madrasah Aliyah Ponpes Madrasatul Ulum Lubuk Pua, Nagari Balah Aie Utara, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padangpariaman,  dikukuhkan sebagai tuanku, Rabu (5/8). 

Bersamaan dengan itu 16 orang santri Madrasah Tsanawiyah menerima ijazah.

Pengukuhan yang disaksikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Novrial, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Kepala Kemenag, Helmi, anggota DPRD Padangpariaman, Happy Neldy, Ramli, Tuanku Afredison, dan Safruddin serta tamu undangan lainnya itu berlangsung dengan amat sakral.

Diawali dengan petatah-petitih antara perwakilan orangtua santri yang dikukuhkan sebagai tuanku dengan Buya Marzuki Tuanku Nan Basa, Ahmad Yusuf Tuanku Sidi, Zainuddin Tuanku Bagindo Basa, yang masing-masingnya sebagai Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Madrasatul Ulum Lubuk Pandan dan Lubuk Pua.

Petatah-petitih atau berunding, adalah bagian terpenting dalam sebuah acara bernuansa agama dan adat di negeri ini. 

"Warih bajawek pusako batarimo. Sudah berbilang hari, bulan dan tahun anak kemenakan kami mengaji di pesantren ini, rasanya patut diberikan gelar oleh gurunya, sebagai langkah untuk pengabdiannya yang panjang di tengah masyarakat nantinya," ujar perwakilan orangtua santri itu berbicara dengan pimpinan pesantren.

Mereka yang dikukuhkan itu antara lain Dedi Suhandi bergelar Tuanku Sidi Malin, berasal dari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutanam. Selanjutnya, Ahmad Jamal berasal dari Padang Toboh Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis bergelar Tuanku Bagindo Hafidz. 


Kemudian Hasan Saputra, santri yang berasal dari Tandikek, Kecamatan Patamuan bergelar Tuanku Sidi. Dan Arif Ramadhan, santri yang berasal dari Sikabu Ulakan bergelar Tuanku Bagindo Arif.

Kepada mereka, Buya Ahmad Yusuf Tuanku Sidi berpesan untuk terus menggali dan mendalami ilmu. 

"Ini bukan perhentian, tetapi awal pengabdian sebagai langkah untuk mengabdi di tengah masyarakat. Apalagi yang namanya rukun 13 kampung masih belum matang. Jadi, para orangtua dan undangan yang datang, mari kita sebutkan secara bersama di pasa nan rami dan labuah dan golong gelar yang kita berikan secara bersama-sama tadi," ujarnya.

Ketek banamo, gadang bagala, kata dia,  merupakan kelaziman orang Minangkabau. Dan itu tentu tidak saja terjadi di kalangan kaum adat, tetapi juga berlaku bagi santri yang saban hari menuntut ilmu di surau yang sekarang disebut pesantren.

Pelopor hidup bersih dan sehat

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni pada kesempatan itu memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kelangsungan acara itu. Dengan semangat yang luar biasa, secara pribadi dia menyumbang ke pesantren Rp 5 juta. 

"Atas nama pemerintah, kita mengajak Pesantren Madrasatul Ulum sebagai garda terdepan dalam pola hidup bersih dan sehat," katanya.

Sebab, kata dia, hidup bersih dan sehat adalah bagian terpenting dalam melawan corona yang tengah mewabah di negeri ini. Kemudian, katanya, dengan adanya acara tersebut tentu pesantren telah berpartisipasi banyak di tengah masyarakat dalam pembangunan sumberdaya manusia. 

"Apalagi, pesantren melahirkan kader-kader yang menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul kharimah," kata dia. 

Kepala Kemenag Padangpariaman Helmi menyebutkan, santri saat ini telah banyak yang berkiprah di berbagai level kehidupan. Bahkan, tanpa melalui pendidikan paket, santri bisa melanjutkan pendidikanke jenjang pendidikan tinggi. 

"Santri telah dapat perlakukan khusus. Sejak beberapa tahun belakangan, setiap 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri," ujarnya.

Khusus Ponpes Madrasatul Ulum, kata diq,  ada kadernya yang duduk di dewan. 

"Tinggal bagaimana ada komunikasi yang bagus dalam kemajuan pendidikan ini bisa dibicarakan secara bersama dengan anggota dewan," katanya lagi.

Ketua Fraksi PKB DPRD Padangpariaman Tuanku Afredison yang mewakili tokoh masyarakat mengajak Kemenag untuk lebih serius memperhatikan lembaga pesantren. 

"Saya dan kawan-kawan anggota dewan siap dengan berbagai cara untuk menyuarakan kepentingan pesantren, agar bisa bersama-sama membangun daerah ini," ungkapnya.

Kadis Pariwisata Sumbar Novrial menyampaikan terima kasih kepada pihak pesantren yang telah memberikan baktinya di tengah masyarakat. 

"Walau bagaimanapun, dunia sekarang bersaing lewat pendidikan. Sebagai lembaga tertua, pesantren telah banyak melakukan langkah positif dalam pembangunan akhlakul kharimah," ujar dia. 

Sedangkan 16 santri yang menerima ijazah Madrasah Tsanawiyah itu; Adi Putra berasal dari Koto Sinyamu, Kabupaten Dharmasraya, Muhammad Dani dari Singgalang, Tanah Datar, Ferdi dari Koto Bangko, Provinsi Jambi, Andre Nanda dari Duri, Provinsi Riau, Ahmad Albar, Bambang Parmadi dari Sawahlunto, Ahmad Dani dari Padang Toboh Ulakan, Dedi Saputra dari Sawahlunto.

Berikutnya, M. Gani Yulhamidi dari Kayutanam, Muhammad Rizal dari Medan, Sumatera Utara, Gebi Lesmanto dari Dharmasraya, Muhammad Arif dari Sawahlunto, Muhammad dari Tandikek, M. Adnan Syafei dari Bekasi, Jawa Barat, Nofril Aldo dari Padang Toboh Ulakan, dan Rendi Saputra dari Koto Salak, Dharmasraya. (Damanhuri) 
Giant Letters Talao Pauah Objek Selfie Baru bagi Wisatawan
Foto: Angga
Pariaman - Destinasi wisata Talao Pauah Pariaman di Desa Pauh Barat kian ramai dikunjungi. Sebagai destinasi wisata andalan baru di kota Pariaman, area Talao Park terus dipercantik oleh Pemko Pariaman.

Selain menata taman dan gazebo, kali ini di area Talao Pauah dibuat giant letters bertuliskan Talao Pauah yang saat ini dalam proses pengerjaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan, Asrizal mengatakan giant letters akan dilengkapi dengan logo Pemko, PU dan Bank Nagari lengkap dengan lighting atau pencahayaannya.

Selain sebagai merek penanda identitas sebuah daerah, kata Asrizal, tujuan dibangunnya giant letters juga sebagai salah satu spot swafoto bagi pengunjung.

"Agar nantinya disebarkan di media sosial mereka masing-masing yang secara tidak langsung jadi ajang promosi bagi wisata Pariaman," kata Asrizal di Pariaman, Jumat (7/8).

Menurut Asrizal, sumber dana pembanguanan giant letters tersebut berasal dari dana CSR Bank Nagari dan pihaknya sebagai penanggung jawab pelaksana pembangunan.

"Lama pekerjaan diperkirakan tiga minggu ke depan selesai," tandasnya. (Angga/OLP)
Satlantas Pariaman Utamakan Teguran daripada Tilang Selama Operasi Singgalang
Kasatlantas Polres Pariaman, Iptu. Muhammad Sugindo
Pariaman - Operasi Patuh Singgalang 2020 Sumatra Barat berakhir sejak 5 Agustus lalu. Sejak dimulai dari 23 Juli, jajaran polisi lalu lintas Polres Pariaman lebih mengutamakan teguran daripada tindakan selama operasi.

"Kita utamakan teguran daripada tilang karena kita tidak mau dikomplain oleh masyarakat yang dalam keadaan sulit selama pandemi Covid-19," ungkap Kasatlantas Polres Pariaman, Iptu Muhammad Sugindo di Pariaman, Jumat (7/8).

Menurut Sugindo, selama operasi dilakukan, terjadi penurunan pelanggaran hingga 70 persen dari Operasi Patuh Singgalang 2019.

Selama operasi, pihaknya mengeluarkan 182 tilang terhadap kendaraan bermotor. 71 tilang terhadap kendaraan roda empat dan 111 bagi kendaraan roda dua.

"Dan sebanyak 282 teguran," sambung Sugindo.

Sugindo menuturkan selama operasi - selain memeriksa kelengkapan kendaraan - pihaknya juga sekaligus melakukan imbauan wajib gunakan masker dan standar protokol Covid-19 lainnya bagi pengendara.

Selain penurunan angka tilang, pada operasi patuh 2020 ini juga terjadi penurunan angka kecelakaan di banding tahun sebelumnya.

"Tahun lalu ada 6 angka kecelakaan lalu lintas, tahun ini menurun jadi 1 angka kecelakaan," sebutnya. (OLP)
Pariaman Capai 157 persen Target Sensus Penduduk Online 2020
Foto: Fadli
Pariaman - Kota Pariaman capai respon rate terbanyak ketiga di Provinsi Sumatra Barat terkait pelaksanaan sensus penduduk online (SP-Online) terhitung dari Januari hingga Maret 2020.

"Capaian respon rate Kota Pariaman hingga 156,97% dari total target SP Online," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman, Yuliandri di Pariaman, Rabu (5/8).

Yuliandri mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Pariaman dalam pengisian SP Online 2020 serta dukungan Pemko Pariaman dalam mendukung hal tersebut.

"Karena keberhasilan bukan hanya kerja BPS Kota Pariaman, namun juga peran aktif masyarakat dan dukungan dari pemerintah daerah," sambungnya.

Oleh sebab itu pihaknya secara khusus memberikan penghargaan kepada Walikota Pariaman Genius Umar atas keberhasilan tersebut.

Walikota Pariaman, Genius Umar menyebut keberhasilan SP Online 2020 bukti kesadaran warga Pariaman yang berpartisipasi aktif dalam SP Online 2020.

Dengan data BPS tersinkron secara online, kata Genius, banyak manfaat yang bisa diambil pihaknya dalam menyusun berbagai program pembangunan.

Ia juga meminta seluruh ASN di Pemko Pariaman mendukung SP Online dengan terlibat langsung dalam melakukan sosialisasi di lingkungannya.

"Khusus kepada ASN Pemko Pariaman, apabila ada warga atau tetangga dekat rumahnya yang tidak mengerti atau tidak pandai mengisi SP-Online, segera bantu dan fasilitasi dengan gawai yang dimiliki," pungkasnya. (Phaik/OLP)
Tradisi Perkawinan Bajapuik Piaman Diluruskan Yenny dalam Disertasi Doktoral yang Diapresiasi Dunia
Yenny Febrianti. Foto: Desi
Pariaman - Tradisi bajapuik atau memberi sejumlah uang atau barang untuk meminang calon mempelai laki-laki merupakan tradisi asli Piaman - kota Pariaman dan Padangpariaman. Tradisi ini mungkin satu-satunya di Tanah Air yang masih lestari hingga saat ini.

Di era kepemimpinan Bupati Padangpariaman Anas Malik (1980-1990) tradisi itu sempat dibahas dan menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Setelah itu, tradisi tersebut tidak pernah lagi dibahas di tingkat pemerintahan dan akademis hingga tradisi bajapuik berjalan sebagaimana adanya.

"Tradisi perkawinan bajapuik saat ini sungguh sudah sangat mengkhawatirkan karena secara pelan namun pasti sudah mengalami pergeseran akibat pengaruh pola pikir masyarakat yang sudah tersentuh oleh modernisasi," kata Yenny Febrianty, mahasiswi S3 yang saat ini sedang mengambil program studi doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro Semarang di Pariaman, Rabu (5/8).

Yenny yang saat ini sedang melakukan penelitian pada tradisi bajapuik dengan disertasi berjudul “Perlindungan Nilai Tradisi Perkawinan Bajapuik Pada Masyarakat Pariaman di Sumatera Barat dalam Menghadapi Dampak Globalisasi” berasal dari Bukittinggi dan bersuamikan orang Kuraitaji Pariaman.

Menurutnya, untuk mewujudkan ketahanan budaya nilai tradisi perkawinan bajapuik agar tidak tergerus perkembangan zaman, penelitian perlindungan nilai tradisi perlu ia lakukan karena konotasi miring tentang tradisi bajapuik tersebut tidak benar seperti yang dipikirkan sebagian orang selama ini.

Penelitian Yenny secara tidak langsung menjelaskan paham negatif tradisi kawin bajapuik ternyata tidak merugikan kaum marginal.

"Perlindungan nilai tradisi perkawinan bajapuik perlu dilakukan untuk pelestarian yang dinamis, agar tradisi tersebut membentuk ketahanan budaya," ujarnya.

Ketahanan budaya adalah suatu proses perwujudan kesadaran kolektif yang tersusun dalam masyarakat untuk meneguhkan, menyerap dan mengubah sesuai dengan berbagai pengaruh budaya lain melalui proses belajar kebudayaan lain; yaitu elkuturasi, sosialisasi dan internalisasi yang disandarkan pada pengalaman sejarah yang sama.

Lokasi penelitiannya dilakukan di dua wilayah Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. Pada dua daerah penelitian ini dipilih empat desa yang menjadi patokan adat tradisi perkawinan bajapuik dengan memakai prinsip adat salingka nagari.

Lokasi tersebut Desa IV Angkek Padusunan, Desa Kurai Taji, Nagari Gunung Padang Alai dan Nagari Kudu Gantiang Kabupaten Padangpariaman.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, Priyaldi mengatakan, penelitian disertasi tentang perlindungan kawin bajapuik di Kota Pariaman dalam menghadapi era globalisasi oleh Yenny dilakukan selama dua tahun dengan didampingi oleh LKAAM Kota Pariaman.

Pihaknya selaku LKAAM Kota Pariaman menfasilitasi Yenny dalam pengumpulan data. Baik di Kota Pariaman maupun Kabupaten Padangpariaman, dan data tersebut sudah selesai dikumpulkan dalam bentuk disertasi dan telah dilakukan ujian terbuka serta wisuda S3.

Hasil ringkasan disertasi tersebut, kata Priyaldi, rencananya akan diserahkan kepada Pemko Pariaman melalui Walikota Pariaman yang diwakili oleh Ketua DPRD Kota Pariaman, di rumah dinasnya.

"Sebelumnya disertasi tentang perkawinan bajapuik telah diseminarkan secara internasional melalui virtual, ternyata mendapat apresiasi dari peserta seminar dari beberapa negara perwakilan," pungkasnya. (Tachi/Erwin/OLP)
Warga Lubuk Alung Positif Covid-19 Kelima Sejak Idul Adha
Jubir Covid-19 Padangpariaman, dr Jasneli. 
Paritmalintang - Sejak hari raya Idul Adha hingga kini 5 Agustus 2020 terjadi penambahan 5 kasus positif Covid-19 di Padangpariaman. 

"Totak keseluruhan kasus positif 27 orang," ungkap jubir Gustu Covid-19 Padangpariaman dr Jasneli di Paritmalintang, Rabu (5/8).

Pasien ke-27, kata Jasneli adalah RAF, 25 tahun. RAF merupakan warga Korong Kampung Ladang Nagari  Balah Hilir kecamatan Lubuk Alung.

"RAF adalah ASN di pemerintahan Provinsi Sumatera Barat," sambung Jasneli didampingi Kabag Humas Padangpariaman, Anton Wira Tanjung. 

RAF sebelumnya melakukan swab di salah satu puskesmas di kota Padang pada 3 Agustus lalu. 

"Hasil pemeriksaan dilaporkan ke kita tanggal 5 agustus 2020 dan terkonfirmasi positif," jelasny. 

Jasneli mengatakan pasien diduga  terpapar dari pasien terkonfirmasi positif lainnya.

"Bisa jadi di kantor ataupun dalam perjalanan bolak balik Padang-Lubuk Alung," kata dia.

Sekarang pasien sudah menjalani isolasi di BPSDM Padang.

"Tracking kontak erat dengan pasien pun sudah kita lakukan tadi siang," imbuhnya.

Dari 27 kasus positif,  21 orang di antaranya telah sembuh. Sisanya 3 orang menjalani isolasi Pemda, 1 orang dirawat, isolasi mandiri 1 orang dan 1 orang meninggal dunia. (Tim) 

Nagari Koto Baru Padang Sago, dari Produk Olah Kelapa hingga Rambah Pasar Luar Pulau Sumatra

Nagari Koto Baru di Kecamatan Padang Sago, Padangpariaman, pada 2014 ditetapkan sebagai salah satu Nagari Model Kelapa (NMKel) di Provinsi Sumatra Barat. Penetapan ini berdasarkan pertimbangan potensi kelapa unggul yang tumbuh di Padang Sago.

Nagari Koto Baru memiliki luas sekitar 8,41 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1.958 jiwa, terdiri dari 931 laki-laki dan 1.027 perempuan. 

Sejak 2018 nagari itu dipimpin Zul Hendra Yani sudah memiliki perkembangan baik di bidang administrasi maupun pariwisata dan ekonomi. 

Nagari Koto Baru memiliki empat korong yakni korong Kapuah, Solok Pintu Gabang, Kampuang Cubadak, dan Tungka Kampuang Panyalai yang berbatasan dengan Batu Kalang di sebelah utara, sebelah selatan dengan Sungai Sariak.

Sementara sebelah timur berbatasan dengan Sungai Durian dan sebelah barat berbatasan dengan Koto Dalam.

Nagari Koto Baru memiliki perkebunan kelapa seluas 10 hektare serta memiliki bibit unggul yang menjadikan Nagari Koto Baru sebagai NMKel.

"Kelapa yang dihasilkan dari perkebunan kita telah diolah menjadi beberapa produk berbahan dasar kelapa. Kelapa dijuluki pohon kehidupan karena setiap bagiannya bisa dimanfaatkan. Seperti sabutnya diolah menjadi keset, sapu, matras, dan bahan pembuat spring bed. Tempurung kelapa dimanfaatkan menjadi charcoal, asap cair, carbon aktif dan kerajinan tangan," ungkap Walinagari Koto Baru, Zul Hendra Yani di Padang Sago,  Rabu (5/8).

Sedangkan daging buah, sambung pria 51 tahun itu,  dijadikan kopra, minyak kelapa, coconut cream, santan kelapa parutan kering, virgin coconut oil (VCO), dan sabun kecantikan. Sedangkan air kelapa dapat diolah menjadi cuka dan nata de coco.

Nagari model ini memiliki kebun sumber benih kelapa yaitu Blok Penghasil Tinggi (BPT) dan penangkaran bibit kelapa yang telah menghasilkan produk-produk olahan kelapa.

Aktor paling berperan dalam kegiatan ini adalah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang diberi nama Berkah Bersama yang terdiri dari 11 kelompok tani (Keltan) dan telah menghasilkan beberapa produk berbahan dasar kelapa.

Pria yang pernah berprofesi sebagai wartawan ini juga mengatakan selain membaur di berbagai kerajinan dari limbah kelapa, Gapoktan Berkah Bersama juga telah mengasilkan produk kesehatan berbahan dasar kelapa di antaranya minyak VCO yang dibuat tanpa pemanasan.

"Berguna untuk menjaga kesehatan tubuh selain itu ada juga produk sabun kecantikan VCO. Gapoktan ini juga menyediakan produk asap cair tempurung kelapa yang dihasilkan melalui proses kondensasi dan pirolisis tempurung kelapa yang diproduksi langsung di rumah VCO Gapoktan Berkah Bersama," terangnya. 

Kelapa di Nagari Koto Baru merupakan kelapa unggulan di Indonesia maka tidak heran jika pasarannya sudah melintasi pulau di Tanah Air. 

Saat ini Gapotan Berkah Bersama tengah mengupayakan sertifikat agar kelapa Nagari Koto Baru go internasional.

Selain menjadi Nagari Model Kelapa, Koto Baru juga memiliki destinasi wisata Jembatan Lubuak Tano yang nantinya akan dikelola langsung oleh BUMNag Kobar Mandiri yang didorong oleh pemerintah nagari untuk mengelola menjadi sebuah tempat wisata yang disiapkan sebagai penambah pendapatan untuk nagari.

“BUMNag Kobar Mandiri didirikan dua tahun lalu.  Saat ini  telah  mengelola usaha berupa usaha makanan dan barang pertanian yang dibutuhkan oleh para petani Nagari Koto Baru seperti pupuk dan pestisisdanya," katadia.

Nagari memilih menjual produk pertanian karena sebagian besar masyarakat di Koto Baru berprofesi petani dan banyak megelola lahan pertanian.

"Untuk mempermudah masyaraktat mendapatkan pupuk dan kebutuhan lainnya maka kami memililih menyediakan barang tersebut di BUMNag Kobar  Mandir,” tutup suami Nurjaya ini.

Nagari Koto Baru saat ni memang dikenal sebaga nagari progresif dengan sejumlah produk unggulan berbahan dasar kelapa yang diolah jadi roduk kerajinan, produk kecantikan serta kesehatan. (Tim) 
1 Lagi Pegawai Bank Nagari asal Padangpariaman Positif Covid-19
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Padangpariaman, dr Jasneli. Foto: istimewa
Paritmalintang - Satu lagi warga Padangpariaman terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien inisial RP, 33 tahun, merupakan salah satu pegawai bank BUMD yang diduga terpapar dari teman sekantornya.

"RP diduga terpapar dari pasien positif sebelumnya yang juga satu kantornya dengannya," ungkap juru bicara Gustu Covid-19 Padangpariaman, dr Jasneli di Paritmalintang, Senin (3/8).

Jasneli menuturkan RP merupakan warga Korong Kampung Apar Nagari Sungai Buluah Utara kecamatan Batang anai yang sehari-hari bekerja di salah satu Bank Nagari di kota Padang.

"Pasien pegawai salah satu Bank Nagari di Padang melakukan swab di Puskesmas Belimbing Padang pada tanggal 1 agustus 2020," tutur Jasneli.

Kini, kata Jasneli RP sudah diisolasi di RSUD Rasyidin Padang setelah hasil uji labnya menunjukan hasil positif Covid-19 pada Senin 3 Agustus.

Saat ini pihak Gustu Covid-19 Padangpariaman akan menelusuri kontak langsung RP dengan keluarga dan warga serta lokasi-lokasi yang sering ia kunjungi.

"Ke kontak eratnya juga akan kita swab selekas mungkin," pungkasnya.

Dengan penambahan RP, saat ini tercatat 25 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di kabupaten Padangpariaman.

Meski demikian, 21 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal, 1 orang dirawat dan 1 orang isolasi Pemda, serta 1 orang melakukan isolasi secara mandiri. (OLP)