Pariaman Canangkan "Seribu Pasukan Medsos" Untuk Promosi Wisata

Kepala Dinas Pariwisata dan Kabid IKP Kominfo Pariaman rangkul seluruh OPD dalam pembentukan "pasukan medsos". Foto: Rika

Pariaman - Pemko Pariaman bentuk jaringan promosi pariwisata dengan memanfaatkan jejaring media sosial. Saat ini, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono, pihaknya telah membentuk 30 tenaga admin untuk mengelola berbagai akun.

"Untuk optimalisasi promosi wisata diperlukan keterlibatan semua pihak," kata Dwi di Pariaman, Kamis (21/1).

Untuk 30 tenaga admin promosi wisata di berbagai platform media sosial, kata Dwi, disebar di berbagai organisasi perangkat daerah, Badan maupun Kantor di lingkup Pemko Pariaman.

Pasukan medsos tersebut nantinya akan membranding pariwisata Pariaman guna menarik sebanyak mungkin wisatawan berkunjung ke Pariaman.

"Pasukan medsos selain mempromosikan pariwisata, juga mempromosikan bidang kesehatan maupun pembangunan," sambungnya.

Ke depannya, sambung Dwi, pihaknya juga akan merangkul desa dan kelurahan, para guru hingga dosen untuk terlibat dalam jaringan influencer Pariaman. Dia juga akan melibatkan berbagai komunitas, pelaku wisata guna mencapai angka 1000 "pasukan medsos."

Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Kota Pariaman, Eka Putra Pernanda mengatakan pihaknya telah mulai mengumpulkan admin media sosial dari berbagai organisasi perangkat daerah.

"Hal ini senada dengan tugas kami di Kominfo untuk menyebarluaskan informasi tentang kota Pariaman seluas-luasnya di media sosial. Karena tugas kita di IKP adalah menyajikan informasi secara menyeluruh untuk kota Pariaman," tutur Eka.

Eka mengakui media sosial memiliki peran besar dalam penyebarluasan informasi sekaligus sarana promosi yang efektif. Ia meminta agar informasi yang disebarkan bersifat positif dan mematuhi rambu-rambu sesuai ketentuan undang-undang ITE.

"Kita siap menyukseskan capaian 1000 pasukan medos dan kita meyakini akan efektif. Pariaman akan lebih dikenal tentunya," pungkasnya. (Rika/OLP)

Warga Pariaman Terima Jatah 1000 Sertifikat Prona Tanpa Pungutan Biaya

Pemko Pariaman mulai lakukan penyuluhan bagi masyarakat terkait persyaratan kepengurusan sertifikat Prona. Foto: Dewi

Pariaman - Kota Pariaman terima program proyek nasional agraria alias Prona untuk seribu bidang tanah masyarakat yang belum memiliki sertifikat kepemilikan.

"Program ini bagi masyarakat yang tanahnya belum bersertifikat. Kita bekerjasama dengan BPN Kota Pariaman untuk mempermudah pengurusannya," kata Asisten I Pemko Pariaman, Yaminurizal di Pariaman, Kamis (21/1).

Saat ini, kata Yaminurizal, masih banyak tanah masyarakat Pariaman yang belum memiliki sertifikat karena disebabkan berbagai faktor. Ada yang terkendala karena tidak memiliki biaya dan banyak juga karena tanah tersebut kepunyaan banyak keluarga atau tanah pusako tinggi. Karena banyaknya hak kepemilikan pada tanah pusako tinggi, untuk mensertifikatkannya juga butuh kesepahaman para ahli waris tanah tersebut.

"Dengan adanya program Prona sangat membantu masyarakat dalam proses pengurusan sertifikat tanah," sambungnya.

Saat mengikuti program Prona, masyarakat diimbau mempersiapkan semua syarat administrasi yang dibutuhkan agar tidak timbul masalah di kemudian hari. Apalagi terhadap tanah kategori pusako tinggi.

"Untuk tanah kaum atau tanah pusako agar tidak ada masalah yang timbul kemudian hari apalagi hingga masuk ranah pidana," tegasnya.

Kepala BPN Kota Pariaman, Rita Sastra mengatakan dari seribu program Prona untuk kota Pariaman, 780 bidang tanah akan diterbitkan sertifikatnya oleh BPN. Sisanya hanya untuk surat keterangan pengukuran.

"Ini adalah proyek pemerintah pusat yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Semuanya dibiayai oleh pemerintah pusat," kata Rita.

Demi kelancaran program Prona, BPN juga melibatkan Kejaksaan dan Kepolisian guna mengantisipasi timbulnya masalah pidana di kemudian hari atas penerbitan sertifikat tersebut.

Program Prona tidak membebankan biaya PTSL (pendaftaran tanah sistematis lengkap) kepada masyarakat. PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan dalam suatu wilayah desa atau kelurahan.

Masyarakat hanya diwajibkan melengkapi semua syarat administrasi yang dibutuhkan oleh BPN untuk penerbitan sertifikat atas tanah yang diajukan masyarakat. Pendaftaran awal dilakukan di kantor desa masing-masing sebelum pihak BPN memprosesnya.

Prona merupakan program nasional yang bertujuan agar semua warga negara Indonesia yang memiliki lahan memiliki sertifikat guna memenuhi hak rakyat atas kepemilikan.

"Guna pemenuhan hak dasar rakyat agar mendapat kepastian hukum kepemilikan tanah. Dengan adanya sertifikat masyarakat bisa menjaminkannya ke pihak ketiga untuk modal membuka usaha dan keperluan lainnya," tandasnya. (Dewi/OLP)

Pantai Kata Kian Indah: Kolam Bekas Arena MTQ Sumbar Diisi Ratusan Indukan Ikan Patin

Walikota Genius Umar bersama Dandim, Kajari dan Kapolres lepas indukan ikan jenis Patin di kolam bekas arena MTQ Sumbar 2017. Foto: Erwin

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar melepaskan 175 ekor induk ikan jenis Patin di Pantai Kata Pariaman. Ikan yang juga ikut ditebar Kapolres, Dandim dan Kajari itu berlokasi di kolam dan taman bunga bekas arena MTQ Sumbar persis depan Hotel Safari Inn.

"Ini untuk menambah daya tarik bagi wisatawan. Mereka bisa melihat ikan berenang sambil menikmati indahnya taman bunga di Pantai Kata," kata Genius Umar di Pariaman, Kamis (21/1).

Di awal 2021 ini, Genius Umar telah memerintahkan agar setiap dinas ikut berpartisipasi memperindah setiap destinasi wisata yang ada di kota Pariaman. Untuk tahap pertama lokasi yang dipilih adalah Pantai Kata.

"Lokasi ini dulunya arena MTQ tingkat Sumatra Barat 2017. Kita terus memperindahnya untuk menjadi salah satu area yang wajib dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke Pariaman," kata Genius.

Kepala Dinas DKP Kota Pariaman, Dasril mengatakan indukan ikan Patin yang disebar di kolam dan taman bunga bekas arena MTQ Sumbar, satu ekornya seberat 1 kg.

Indukan tersebut diharapkannya nanti akan berkembang dan akan mengisi penuh seluruh kolam yang ada. Ikan yang ada di kolam itu bukan untuk dikonsumsi, tapi untuk menambah keindahan taman bunga dan kolam yang ada di area Pantai Kata tersebut.

"Ikan ini akan dijaga agar tidak dipancing oleh masyarakat. Tadi Satpol PP sudah menyatakan kesediaannya menjaga agar ikan tersebut tidak dipancing orang," kata dia.

Sebelumnya arena bekas MTQ Sumbar di Pantai Kata yang memiliki kolam cukup luas itu tidak pernah diisi ikan. Area kolam sebelumnya dibangun sesuai tema pembukaan MTQ Sumbar yang mengesankan "terapung."

"Sebelumnya dalam keadaan kosong tidak terisi ikan dan hanya digunakan untuk kolam hiasan dengan lampu berwarni-warni yang menambah keindahan kolam itu saat malam hari," kata Dasril. (Erwin/OLP)

Film Anak Bawah Kolong, Kisah Nyata dari Perjalanan Sanggar Darak Badarak

Walikota Pariaman Genius Umar kisahkan saat pertama ia melihat potensi Sanggar Darak Badarak pada 2013 saat ia baru terpilih sebagai wakil walikota. Foto: Junaidi

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar memuji dedikasi sanggar seni Darak Badarak yang konsisten melestarikan seni tradisional Pariaman sehingga diminati semua kalangan - karena sanggar tersebut mahir memadukan atau mengkomposisi seni tradisonal hingga menjadi artistik dan modern.

"Darak Badarak juga merangkul anak-anak Pariaman dan telah menjadi pelopor pumuda tingkat nasional," ungkap Genius Umar saat peluncuran film perdana berjudul Anak Bawah Kolong yang disutradarai oleh pimpinan Darak Badarak, Ribut Anton Sujarwo di Teather Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, Rabu (20/1).

Genius mengisahkan, ia mengenal sanggar Darak Badarak pada 2013 saat ia masih menjabat wakil walikota. Saat itu sanggar tersebut dilihat Genius memiliki potensi besar namun belum mendapat perhatian dan bimbingan dari pemerintah.

"Saat itu saya melihat di sanggar melatih anak-anak nakal. Di sana selain mereka dilatih bermain musik juga belajar agama secara rutin sehingga anak-anak yang dulunya nakal menjadi anak yang baik dan pintar memainkan alat musik," sambung Genius.

Saat itu Genius mulai memberikan perhatian khusus. Karena sanggar masih memiliki fasilitas terbatas, Genius memberikan bantuan untuk membeli peralatan musik lengkap dan membawa sanggar Darak Badarak tampil ke berbagai iven tingkat nasional.

"Di mana mereka tampil selalu juara satu. Bahkan di tingkat nasional, Darak Badarak mengalahkan sanggar seni yang sudah mapan dari Bali dan Jogjakarta," tutur Genius.

Berselang waktu, sanggar kian dikenal dan besar. Tidak ada lawan yang bisa disandingkan setara dengannya di Sumatra Barat. Sepadan dengan itu, Genius Umar menghubungi koleganya di kementerian untuk melihat langsung potensi Darak Badarak - yang akhirnya pimpinan sanggar tersebut menjadi Pemuda Pelopor Nasional dan menerima sejumlah bantuan dari kementerian.

Kian besar, Darak Badarak tidak lupa diri. Mereka terus melakukan inovasi. Kreativitas mereka melahirkan aliran musik tersendiri yang sebelumnya tidak pernah ada. Kini, sanggar seni kebanggaan Pariaman itu sudah menjadi kampiun dan rujukan bagi sanggar seni lainnya di berbagai wilayah di tanah air. Mereka juga memanfaatkan platform media sosial sebagai kanal penampilan sanggar.

Dengan adanya film tersebut, Genius mengatakan sanggar Darak Badarak telah membuktikan bahwa mereka sangat mencintai budaya mereka sendiri. Mereka anak-anak negeri yang tidak perlu diragukan lagi untuk dijadikan contoh dalam melestarikan seni budaya asli Pariaman.

"Sanggar Darak Badarak menjadi contoh dan pemecut semangat bagi sanggar lainya baik di Sumatera Barat umumnya, Pariaman khususnya," pungkasnya.

Bagaimana Sanggar Darak Badarak bermula?

Pimpinan Darak Badarak Ribut Anton Sujarwo mengenang kisah ia mendirikan sanggar bermula di bawah kolong Rumah Tabuik Subarang selama tiga tahun.

Di sana mereka berlatih, membina dan menyadarkan anak-anak nakal. Mulai dari anak yang suka berkelahi hingga anak penghisap lem. Para anak-anak nakal tersebut dialihkan perhatiannya oleh ribut ke arah positif dengan belajar memainkan alat musik tradisional.

Di awal berdirinya sanggar, tak jarang mereka menerima cemoohan dari para sinisme dan hinaan penduduk sekitar. Mereka dipandang negatif. Tapi, Ribut berprinsip, demi tujuan kebaikan, bak pepatah biarlah anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.

"Lalu kami dipertemukan oleh pak Genius Umar pada 2013 yang kemudian menjadi Ayahanda sanggar Darak Badarak. Kami disemangati dan diberi bantuan," ujar Ribut yang juga salah seorang YouTuber dan pemilik Instagram berpengikut banyak ini.

Ribut tak menampik campur tangan Genius Umar kepada sanggar sangat besar. Tanpa campur tangan Genius, kata Ribut, sanggarnya tidak akan bisa besar seperti saat ini.

"Karena selain memberikan bantuan, Ayahanda juga memberikan dorongan dan motivasi kepada kami. Ini adalah modal besar buat kami untuk berkreasi," katanya.

Hingga saat ini, Sanggar Darak Badarak sudah memilik 11 generasi yang kesemuanya dilatih langsung oleh Ribut. Pada awal 2021 ini, selain meluncurkan film, Darak Badarak juga memperkenalkan album dan logo barunya. (Junaidi/OLP)

Disdikpora Tanam 250 Batang Bunga, Pantai Kata "Berkilau" oleh Melati Jepang

Kanderi bersama jajaran di dinasnya terlihat semangat menanam bunga jenis Melati Jepang di Taman Pantai Kata Pariaman. Foto: Desi

Pariaman - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman mempercantik destinasi wisata dengan menanam bunga jenis Melati Jepang di Pantai Kata Pariaman, Selasa lalu.

"Kita tanam 250 batang Melati Jepang. Bunga ini akan tumbuh subur karena kontur tanah lokasi penanamannya sesuai dengan bunga ini," kata Kepala Disdikpora, Kanderi di Pariaman, Sabtu (16/1).

Kanderi mengerahkan seluruh jajarannya di Disdikpora untuk menanam bunga tersebut. Ia meyakini bunga akan tumbuh subur dan akan mempercantik area pertamanan di Pantai Kata Pariaman.

"Kita akan pantau perkembangannya, kita pupuk secara berjangka agar bunga tumbuh dengan subur," sambung Kanderi.

Kanderi menuturkan imbauan walikota agar seluruh dinas berpartisipasi mempercantik kawasan wisata dengan menanam bunga sudah sangat tepat. Dengan itu secara tidak langsung walikota mengajarkan agar setiap dinas ikut peduli akan perkembangan pariwisata Pariaman.

"Tantu saja kami senang mengikuti arahan walikota karena selain mempercantik kawasan wisata juga akan mengimbas dengan makin nyamannya wisatawan berada di suatu destinasi. Dan tentunya akan mendatangkan PAD bagi kota Pariaman," kata Kanderi.

Sebelumnya, Walikota Pariaman Genius Umar mengajak seluruh jajaran dinas untuk berpartisipasi di berbagai destinasi wisata yang ada di Pariaman dengan menanam berbagai jenis bunga. Bunga yang ditanam antar dinas, juga dibedakan agar tidak seragam.

"Selain itu layani wisata dengan baik, jadilah contoh dan pengayom bagi masyarakat untuk menciptakan Sapta Pesona," kata Genius. (Desi/OLP)

Majukan Sektor Pariwisata, Pemko Pariaman dan Pekanbaru Jalin Kerjasama

Kota Pariaman dan Pekanbaru saling sinergi menyongsong Indonesia Maju 2045. Foto: Junaidi

Pariaman - Pemko Pariaman dan Pemko Pekanbaru akan jalin kerjasama bidang investasi dan pariwisata yang saling menguntungkan bagi kedua daerah.

"Karena jarak Pariaman-Pekanbaru sangat dekat. Pekanbaru juga merupakan market domestik terbesar di sektor pariwisata Pariaman," kata Walikota Pariaman Genius Umar di Balaikota Pekanbaru, Jumat (15/1).

Jalinan kerjasama kedua daerah tersebut, kata Genius juga akan diperkuat oleh dinas terkait Pemko Pariaman dengan dinas di Pemko Pekanbaru dalam bentuk momerandum of understanding alias MoU.

Genius menuturkan sektor pariwisata Pariaman sangat potensial dikembangkan dalam bentuk penanaman modal bagi pengusaha asal Pekanbaru dengan dukungan Pemko Pekanbaru. Kunjungan wisata Pariaman dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan bahkan di atas 100 persen.

Oleh sebabnya, di hari libur nasional dan liburan panjang sekolah, banyak hotel yang full booking. Ini peluang bagi para investor untuk membangun hotel berbintang di kota Pariaman.

"Ini sekaligus upaya Pemko Pariaman mengkatrol pendapatan asli daerah melalui sektor pariwisata. Jika sektor wisata terus berkembang, ia akan mengungkit banyak sektor lainnya," pungkas Genius.

Walikota Pekanbaru, Firdaus, menyambut baik ide Genius tersebut. Sesama anggota asosiasi pemerintah kota seluruh Indonesia wilayah I, pihaknya akan saling berbagi inovasi dan kerjasama antar daerah.

"Pertemuan ini langkah awal untuk kerjasama yang lebih konkret. Kita berharap Pekanbaru dan Pariaman jadi kesatuan yang kokoh dalam peningkatan ekonomi, industri kreatif dan pengembangan pariwisata," kata walikota dua periode itu.

Ia berharap dengan pertukaran sumber daya antar dua daerah, kedua daerah akan lebih mempunyai daya saing menuju Indonesia Maju 2045 yang mesti dipersiapkan masing-masing daerah dari sekarang. (Junaidi/OLP)

Lagi Santai di Talao Pauah, Warga Pasir Diduga Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

Polisi amankan sejumlah barang bukti dari tangan dan rumah tersangka di Kelurahan Pasir, Pariaman Tengah. Foto: istimewa

Pariaman - Seorang pemuda diringkus aparat Satresnarkoba Polres Pariaman karena diduga pengedar narkoba, pada Kamis (14/1) sekitar pukul 21.00 Wib.

Pemuda itu berinisial WA, 27 tahun, warga Kelurahan Pasir, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Dia diamankan saat tengah bersantai di salah satu kedai yang berada di kawasan wisata Talao Pauh Pariaman.
 

Kasubag Humas Polres Pariaman, AKP Syafruddin L menyebut dari penggeledahan di lokasi penangkapan, polisi menemukan satu paket narkoba jenis sabu.

Penggeledahan dilanjutkan di rumah WA di Kelurahan Pasir. Di sana polisi menemukan alat hisap sabu (bong) dan sejumlah alat bukti pendukung lainnya.

"Selain paket sabu dan alat hisap, polisi juga mengamankan satu unit smartphone dan uang tunai Rp 300 ribu diduga berkaitan dengan tindakan tersangka," lanjut Syafruddin.

Saat ini tersangka diamankan ke Mapolres Pariaman untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi akan menelusuri jaringan tersangka dan dari mana sabu tersebut berasal. (Nanda)

Pariaman Siapkan 7 Puskesmas Untuk Penyuntikan Vaksin Covid-19 Jenis Sinovac

Foto ilustrasi kompas.com/istimewa


Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar nyatakan vaksin Covid-19 sama halnya dengan vaksin-vaksin lainnya yang pernah disuntikkan di tubuh manusia. Hanya saja sekarang banyak sekali berita hoaks yang sengaja disebarkan oleh oknum tertentu untuk membuat kegaduhan dan ketakutan.

"Yang beginilah, begitulah sehingga membuat masyarakat ragu dan takut. Padahal orang yang menyebarkan isu tersebut adalah orang yang tidak paham sama sekali dengan vaksin," kata Genius Umar di Pariaman, Kamis (14/1).

Vaksin Covid-19 yang sudah disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo tersebut sudah dinyatakan aman oleh WHO, BPOM dan sudah disertivikasi halal oleh MUI. Kota Pariaman, kata Genius menyatakan kesiapan diri dalam program nasional penyuntikan vaksin.

Jelang kedatangan vaksin di Pariaman, kata Genius, pihaknya bersama Forkopimda dan seluruh stakeholder, MUI, lintas tokoh masyarakat akan melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Genius menegaskan untuk menghadapi pandemi Covid-19 tidak ada cara lain selain vaksinasi untuk mencapai kekebalan tubuh terhadap virus corona. Semakin banyak warga divaksin semakin mempersempit ruang gerak penyebaran virus corona.

Pemko Pariaman saat ini telah menyiapkan tujuh Puskesmas sebagai tempat pelayanan penyuntikan vaksin Sinovac. Seluruh Puskesmas tersebut telah dilengkapi ruang pendingin tempat penyimpanan vaksin.

Vaksinasi dimulai di Sumatra Barat

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno batal menjadi orang pertama di Sumatra Barat yang disuntik vaksin Covid-19 jenis Sinovac karena alasan kesehatan. Sebagai gantinya, Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Arief Gadjah Mada menjadi orang pertama yang disuntik vaksin.

Irwan Prayitno mengatakan pembatalan dirinya sebagai orang pertama disuntik vaksin berdasarkan arahan dokter yang memeriksa kesehatan dirinya sebelum pemberian vaksin.

“Tadi malam saya dapat surat, untuk tahap pertama ini saya belum bisa divaksin. Menurut dokter orang yang memiliki riwayat hipertensi, apalagi komorbid itu tidak prioritas untuk divaksin,"
ujar Irwan kepada wartawan di Padang, Kamis (14/1) saat pencanangan program vaksinasi.
 

Sebelum penyuntikan vaksin hari ini, sambung Irwan, dirinya menerima surat dari dokter yang memberitahukan dirinya agar menunda disuntik vaksin hingga kesehatannya memungkinkan. Irwan diketahui memiliki riwayat hipertensi dan dianggap komorbid yang tidak menjadi prioritas menerima vaksin.

"Jadi jangan heran untuk sementara tidak prioritas, kemarin saya masih semangat sampai tengah hari. Tapi kemudian diberitahukan saya sebaiknya tidak dulu,” tuturnya.

Irwan mengingatkan bahwa pemberian vaksin adalah usaha pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Pemberian vaksin dibarengi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan 3M.

"Mungkin virusnya tidak akan hilang, akan ada nanti terkena satu-satu, tetapi dengan vaksin usaha kita menghilangkan pandemi,” jelas Irwan. (Desi/OLP/*)

Genius Kumpulkan Seluruh Dubalang dan Memintanya Lebih Efektif Sebagai "Pagar" Desa

Walikota Genius Umar beri arahan bagi seluruh Dubalang agar efektif menjalankan peran sosialnya di tengah masyarakat desa. Foto: Desi

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar meminta Dubalang se kota Pariaman lebih meningkatkan perannya dalam menjaga keamanan dan tradisi lokal di setiap desanya.

"Sebagai salah satu instrumen dalam sistem sosial masyarakat Minangkabau, Dubalang bertugas menjaga keamanan dan kondisifitas masyarakat tingkat desa," kata Genius Umar saat memimpin apel gabungan 275 Dubalang se Kota Pariaman di Pantai Kata Pantai Kata Pariaman, Rabu (13/1).

Sistem keamanan desa dengan mengaktifkan peran Dubalang baru diberlakukan di kota Pariaman di Sumatra Barat. Dubalang memiliki peran hampir sama dengan Pecalang yang ada di Bali yang juga bertugas sebagai penjaga keamanan desa adat Bali.

Selama ini, kata Genius, peran Dubalang sebagai pagar desa atau nagari telah berjalan sesuai aturan adat dan ketentuan undang-undang meski tidak merata di setiap desa. Para Dubalang dipilih berdasarkan usulan masyarakat desa dengan kriteria tertentu, seperti memahami adat istiadat, berperilaku baik, bijaksana dan adil dalam bertindak.

Dubalang merupakan salah satu bagian dari lembaga masyarakat sosial Minangkabau yang diminta Genius serius menjalankan perannya di tengah masyarakat. Ia ingin keberadaan Dubalang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa, jika tidak, ia bisa saja menonaktifkan lembaga tersebut.

Genius juga meminta Satpol PP, DPMDes dan Camat memberikan bimbingan sekaligus pembinaan kepada para Dubalang agar keberadaannya menjadi lebih efektif di tengah masyarakat desa.

"Dalam menjalankan perannya, Dubalang bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas Polri dan Babinsa TNI yang sama-sama bertugas mengayomi masyarakat desa, menjaga keamanan, sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat tingkat desa," sambung doktor ilmu kebijakan publik lulusan IPB itu.

Sebelumnya, Dubalang dibentuk untuk menjaga desa guna mengaktifkan kembali kearifan lokal kehidupan sosial Minangkabau di Pariaman. Dubalang juga menerima honor tiap bulannya yang dianggarkan melalui APBDes di setiap desa. (Desi/OLP)

Pemko Hibahkan Pos Sekuriti untuk Menjaga Keamanan Kantor Kejari Pariaman

Walikota dan Kajari gunting pita tanda diresmikannya pemindahan hak hibah pos sekuriti dari Pemko Pariaman kepada Kejari Pariaman. Foto: Dewi

Pariaman - Pemko Pariaman hibahkan bangunan fisik sebuah unit pos keamanan untuk Kejaksaan Negeri Pariaman (Kejari Pariaman) sebagai bentuk mempererat kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat.

"Agar kantor Kejari Pariaman lebih aman dengan adanya pos sekuriti ini," kata Walikota Pariaman, Genius Umar saat pemindahan hak hibah fisik secara resmi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman, Azman Tanjung di Kejari Pariaman, Rabu (13/1).

Bangunan senilai Rp 200 juta ini dianggarkan melalui APBD Kota Pariaman 2020 dan selesai 25 hari kerja pada akhir 2020. Sebelumnya Pemko Pariaman juga telah menghibahkan sebidang tanah dalam area perkantoran Kejari Pariaman untuk dipergunakan sebagai area parkiran.

Genius mengatakan selama ini Kejari Pariaman turut berperan dalam membangun Pariaman. Baik dalam bentuk sebagai pengacara negara saat pendampingan penggunaan anggaran agar tertib administrasi maupun dalam meningkatkan PAD Pariaman melalui supervisi terhadap retribusi atau punguntan pajak restoran dan cafe.

"Dan itu sangat membantu Pemko Pariaman dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," kata Genius Umar.

Kajari Pariaman, Azman Tanjung akan menggunakan pos keamanan tersebut sebaik-baiknya karena selama ini Kejari Pariaman memang belum memilikinya.

"Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Pos sekuriti sangat dibutuhkan sebagai pos utama pemeriksaan protokol kesehatan bagi seluruh tamu sebelum memasuki gedung Kejari Pariaman," ucapnya.

Kejari Pariaman ke depan bisa menempatkan pegawainya di bangunan yang dihibahkan Pemko Pariaman itu sebagai pos jaga malam dan siang harinya sebagai pos penerapan protokol kesehatan. (Dewi/OLP)