2 Unit Rumah di Kudu Gantiang Ludes Terbakar
Foto: istimewa
Pariaman - Dua unit rumah terbakar di Korong Tanjuang Nagari Kudu Gantiang Kecamatan V Koto Timur Padangpariaman sekitar pukul 23.15 Wib, Rabu malam (1/7).

Rumah permanen dan semi permanen milik Samsidar, 70, dan Yun Candra, 50, tersebut pertama kali diketahui oleh saksi mata bernama Yardi Mai, 53.

Menurut Yardi ia melihat api menyala di atap belakang rumah semi permanen Yun Candra dan langsung memberitahukan Walikorong setempat, Andre Alsa Surya.

Selanjutnya walikorong bersama warga berusaha memadamkan api tersebut sebisanya, namun api dengan cepat membesar dan ikut membakar rumah milik Samsidar yang berada persis di sampingnya.

"Sambil menunggu pemadam kebakaran kita berupaya memadamkan api. Namun api cepat membesar dan membakar rumah di sampingnya," kata Andre Alsa Surya.

Api baru bisa dipadamkan setelah 5 unit mobil pemadam kebakaran, 2 unit dari Pariaman, 2 unit dari Padangpariaman dan 1 unit dari kabupaten Agam tiba di lokasi.

Menurut Kasubag Humas Polres Pariaman, AKP Syafruddin, mobil pemadam kebakaran datang 15 menit setelah kejadian. Butuh 1 jam memadamkan api di dua rumah tersebut.

Hingga saat ini, kata Syafruddin, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. Untuk sementara pihaknya menyimpulkan kebakaran akibat terjadinya arus pendek atau konsleting.

"Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian dan pengumpulan bahan keterangan sementara, sumber api  berasal dari atap rumah semi permanen yang diakibatkan oleh arus pendek listrik," kata Syafruddin di Pariaman, Kamis (2/7).

Akibat kejadian tersebut total kerugian diperkirakan mencapai Rp 300 juta, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. (OLP)
Demi Keterbukaan Informasi, Seluruh Desa di Pariaman Akan Miliki Website
Foto: Desi
Pariaman - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Pariaman kunjungi desa-desa guna mengetahui apakah desa tersebut sudah mempunyai website sendiri atau belum.

"Jika desa tersebut sudah mempunyai website, dianjurkan memanfaatkan web tersebut untuk membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Desa, agar masyarakat lebih mudah mengakses seluruh informasi di desa itu melalui link PPID desa tersebut," kata Kepala Seksi Pengelola Informasi Publik Dinas Kominfo Pariaman, Agusti Rabaini di Pariaman, Rabu (1/7).

Keterbukan Informasi Publik (KIP) yang informatif, kata Agusti, harus diawali dengan membenahi kembali akses lembaga publik yang sudah lama vakum atau tidak aktif, termasuk di tingkat pemerintahan paling rendah sekalipun.

Akses keterbukaan informasi publik seperti website dan media sosial guna memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Tentang website desa yang mereka miliki agar bisa disambungkan dengan website utama yang dikelola oleh Dinas Kominfo Kota Pariaman. Hal ini agar mudah diakses secara luas karena website Pemko Pariaman memiliki pengunjung unik ribuan per harinya," sambungnya.

Namun jika desa tersebut belum punya website atau website yang mereka miliki belum optimal, pihak desa bisa membuat laporan tertulis ke pihaknya untuk ditindaklanjuti agar segera diaktifkan dan dioptimalkan.

Dengan keberadaan PPID, jelas dia, masyarakat dengan mudah memperoleh informasi yang mereka inginkan lewat satu pintu di PPID. Dan PPID mesti bertanggungjawab dalam melayani informasi publik, penyediaan, dokumentasi dan penyimpanan.

“Selain informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan undang-undang, semua informasi milik publik bisa diakses serta diminta kapan saja,” tegasnya.

Dengan terbentuknya PPID Desa, seluruh informasi akan disinkronkan dengan PPID Utama alias Dinas Kominfo guna persamaan persepsi. Kominfo juga meminta agar PPID pembantu membagikan informasi yang bisa mereka pertanggungjawabkan.

"Kita berharap seluruh desa mengoktimalkan kembali website desa mereka guna mendukung keterbukaan informasi publik di kota Pariaman," pungkasnya. (Desi/OLP)
Kompak Gunakan Masker Merah-Putih, Genius Suapi Kapolres di HUT Bhayangkara
Foto: Fadli
Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar suapi Kapolres Pariaman AKBP Deny Rendra Lasmana dalam acara syukuran potong tumpeng peringati HUT Bhayangkara ke-74 di Mapolres Pariaman, Rabu (1/7).

"Atas nama pribadi dan keluarga saya mengucapkan selamat HUT Bhayangkara. Hubungan antara Pemko dengan Polres Pariaman selalu terjalin dengan baik demi kepentingan warga kota Pariaman," ungkap Genius Umar.

Genius menuturkan selama ini antara pihaknya dengan kepolisian selalu berkoordinasi dan membangun sinergi guna mengambil langkah-langkah positif bagi masyarakat.

Kinerja Polres Pariaman juga dipuji Genius yang dinilainya maksimal dalam mengayomi, melindungi, menjaga keamanan sekaligus melayani masyarakat.

"Terlebih lagi di masa pandemi coronavirus. Kita tahu polisi dan TNI telah bekerja ekstra melindungi masyarakat Pariaman agar terhindar dari paparan Covid-19 hingga 24 jam sehari bersama jajaran Gugus Tugas Covid-19 Kota Pariaman," kata Genius.

Selanjutnya, imbuh Genius, selepas PSBB dan penerapan New Normal di Pariaman, pihak kepolisian juga bekerja lebih keras lagi bersama TNI dalam menertibkan masyarakat - secara persuasif - agar disiplin menerapkan protokol Covid-19.

HUT Bhayangkara ke-74 di Mapolres Pariaman diawali dengan mengikuti upacara secara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo selaku Inspektur Upacara.

Selain Walikota Pariaman, hadir dalam syukuran tersebut Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arm Heri Pujianto, Kajari Pariaman Azman Tanjung, unsur perwakilan dari Pengadilan Kelas IB Pariaman, Lembaga Pemasyarakatan Pariaman, serta purnawirawan Polres Pariaman dan Bhayangkari.

Prosesi syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng, dilanjutkan pemotongan kue ulang tahun yang sengaja secara surprise dibawakan oleh jajaran Kodim 0308 Pariaman saat acara syukuran berlangsung.

Genius Umar pun diminta khusus memotong kue ultah tersebut, dan langsung menyuapkan kue tersebut ke Kapolres Pariaman disaksikan segenap unsur Forkopimda. Acara tersebut berlangsung meriah meski dalam suasana pandemi Covid-19. Masker yang digunakanpun berwarna merah putih. (Phaik/OLP)
Meski Raih WTP, Inspektorat Padangpariaman Tetap Tindaklanjuti Temuan
Foto: istimewa
Paritmalintang - Kepala Inspektorat Padangpariaman, Hendra Aswara memimpin rapat evaluasi kinerja jajaran Inspektorat Kabupaten Padangpariaman. Rapat evaluasi rutin dilakukan setiap awal bulan untuk mengetahui target kinerja dalam pencapaian visi dan misi Bupati Padangpariaman.

Dalam rapat tersebut Hendra bersama jajarannya di Inspektorat membahas tindak lanjut temuan BPK terhadap LHP LKPD Padangpariaman tahun 2019 dan laporan pengawasan percepatan penanganan Covid-19.

"Alhamdullilah Padangpariaman kembali raih Opini WTP ketujuh dari BPK dan selanjutnya kita akan tindaklanjuti temuan selama 60 hari. Kemudian progres pengawasan penanganan Covid-19,” kata Hendra Aswara di Paritmalintang, Rabu (1/7).

Evaluasi terhadap temuan BPK, kata Hendra, agar tidak terjadi temuan berulang pada tahun berikutnya. Seperti pengelolaan aset, kesalahan penganggaran, kekurangan setoran pajak dan lainnya.

"Upaya mempertahankan Opini WTP harus dilaksanakan sejak sekarang," sambung kepala dinas termuda dan berprestasi itu.

Di antaranya menurut Hendra, sistem pengendalian internal harus memadai dan tidak ada salah saji yang material atas pos-pos laporan keuangan sehingga keseluruhan laporan keuangan dapat disajikan secara wajar sesuai dengan Standar Akuntabilitas Pemerintahan (SAP).

“Untuk mempertahankan WTP, maka jangan sampai ada kesalahan berulang dan komitmen seluruh aparatur untuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,” kata mantan Kepala Dinas Perizinan itu.

Selanjutnya, untuk pengawasan penanganan Covid-19, Hendra menegaskan agar jajaran Inspektorat melakukan pendampingan maksimal dari refocusing anggaran, pengadaan barang jasa dan pendataan BLT.

Ditambahkannya bahwa peran Inspektorat sudah dijelaskan sesuai SK Bersama Mendagri dan Menteri Keuangan mengenai percepatan penyesuaian APBD 2020 dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) serta pengamanan daya beli masyarakat dan perekonomian nasional.

Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) secara berjenjang melakukan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaan terhadap keputusan bersama tersebut.

"Jadi kita mengawasi untuk tingkat kabupaten,” pungkas peraih Peringkat 1 Inovasi Pelayanan Prima Tingkat Sumbar itu. (Tim/OLP)
Demi Keterbukaan Informasi, Kominfo Pariaman Minta Seluruh OPD Serahkan DIP
Foto: Junaidi
Pariaman - Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentas (PPID) Utama Kota Pariaman alias Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terima dokumen informasi publik (DIP) dari Kelurahan Alai Gelombang dan Bagian Ekbang selaku PPID Pembantu, Selasa (30/6).

"PPID Utama Kota Pariaman mengumpulkan dokumen DIP dari setiap dinas, bagian, kantor atau instansi yang dalam hal ini sebagai PPID Pembantu," kata Staf PPID Utama Dinas Kominfo Kota Pariaman, Masriki.

PPID Pembantu, sambung Masriki, diminta dengan kesadarannya sendiri menyerahkan dokumen DIP ke pihaknya berupa hardcopy maupun softcopy.

Informasi itu akan diteruskan pihaknya kepada siapa saja yang menginginkan informasi tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Keterbukaan Informasi Publik.

"Dengan keberadaan PPID Utama maka masyarakat yang akan menyampaikan permohonan informasi lebih mudah dan tidak berbelit karena dilayani lewat satu pintu," sambungnya.

Masriki menuturkan, sesuai Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 117 Tahun 2010 tentang Organisasi Pengelola Informasi dan Dokumentasi, salah satu tugas PPID adalah menyediakan akses informasi publik bagi pemohon informasi.

Terkait dengan tugas tersebut, kata Masriki, PPID menetapkan standar layanan informasi di lingkungan kerja masing-masing untuk pelayanan publik dengan menyediakan sarana, prasarana, fasilitas berupa desk layanan informasi dan fasilitas pendukung lainya.

"Untuk PPID Pembantu berfungsi sebagai penyedia data atau informasi publik bertanggungjawab kepada PPID Utama, menjamin ketersediaan dan akselerasi layanan informasi dan dokumentasi bagi pemohon informasi secara cepat, tepat, berkualitas dengan mengedepankan prinsip-prinsip pelayanan prima," tegasnya.

Selain itu, PPID juga bertugas untuk mengumpulkan, mengolah dan mengompilasi bahan dan data lingkup komponen di lingkungan SOPD menjadi bahan informasi publik. Kemudian menyampaikan laporan pelaksanaan kebijakan teknis dan pelayanan informasi dan dokumentasi kepada PPID Utama secara berkala sesuai dengan kebutuhan serta melaksanakan kebijakan teknis informasi dan dokumentasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Untuk lebih lengkapnya mengenai PPID Kota Pariaman, kata Masriki, bisa diakses di ppid.pariamankota.go.id. Masyarakat luas bisa mengakses seluruh layanan maupun DIP yang ada di website resmi Pemerintahan Kota Pariaman itu.

"Kami berharap PPID Pembantu yang belum menyerahkan dokumen DIK agar segera menyerahkanya ke kita sebagai kelengkapan PPID Utama dalam menyusun DIP," pungkasnya. (Junaidi/OLP)
Jelang Penutupan, 1.443 Siswa Mendaftar Online di 9 SMP Negeri Pariaman
Foto: Junaidi
Pariaman - Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMP Negrei melalui aplikasi Sipintar Masuk Sekolah kota Pariaman akan ditutup pada pukul 00.00 WIB atau dini hari nanti, Selasa (30/6).

"Kita buka pendaftaran online melalui aplikasi Sipintar Masuk Sekolah sejak 11 Mei lalu dan berakhir dini hari nanti," kata kepala dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Kanderi di Pariaman.

Pelaksanaan PPDB melalui daring, sambung Kanderi guna menghindari kerumunan siswa saat mendaftar sesuai dengan protokol standar pencegahan penularan Covid-19.

Dari awal pembukaan pendaftaran secara daring tidak ada kendala berarti pada sistem PPDB, bahkan hingga rentang waktu dua bulan lamanya pendaftaran dibuka.

“Kami sengaja membuka pendaftaran hampir dua bulan guna meminimalisir permasalahan pada sistem PPDB. Selain itu juga mengingat suasana pandemi agar masyarakat lebih tenang saat mendaftarkan anaknya masuk SMP melalui daring dalam waktu yang panjang,” tuturnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Dikpora Kota Pariaman, Yurnal mengatakan jumlah siswa yang mendaftar SMP sebanyak 1.443 orang pada sembilan SMP negeri yang ada di Kota Pariaman.

Setelah tahapan pendaftaran PPDB SMP selesai, terang Yurnal, pada 2 Juli 2020 pihaknya akan menumumkan siswa yang lulus pada SMP yang telah dipilihnya.

Selanjutnya 3 hingga 7 Juli dilaksanakan pendaftaran ulang dan 8-9 Juli pendaftaran ulang bagi siswa cadangan.

"Dan 10 sampai 11 Juli akan diumumkan penetapan peserta didik yang diterima," kata Yurnal.

Semua proses PPDB SMP Negeri di Kota Pariaman mulai dari pendaftaran, pengumuman, daftar ulang dan penetapan peserta didik baru, dapat dilihat di website ppdb.pariamankota.go.id. (Junaidi/OLP)
Padangpariaman Canangkan Gerakan Tunda Hamil di Masa Pandemi
Foto: AWT
Lubuk Alung - Pemkab Padangpariaman canangkan gerakan yang dinamai 'tunda kehamilan dan rencakan masa depan keturunan saat pandemi Covid-19'.

Gerakan tersebut diluncurkan oleh dinas DPPKB Padangpariaman bertepatan dengan peringatan hari keluarga nasional (Harganas) ke-27 yang digelar di Lubuk Alung, Sening (29/6).

"Pada masa pandemi Covid-19 berisiko tinggi bagi ibu hamil, juga rentan tertular," kata Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur.

Ia menuturkan bahwa keluarga merupakan organisasi terkecil dan tempat pertama untuk mewujudkan keluarga bahagia. Pada masa pandemi Covid-19, kata dia, lebih banyak waktu yang dihabiskan bersama keluarga.

"Sisi positifnya yakni intensitas dan kebersamaan dalam keluarga lebih maksimal karena seluruh anggota keluarga juga lebih banyak di rumah," sambungnya.

Hal tersebut menurutnya kesempatan bagi keluarga memperbaiki hubungan dan dinamika dalam keluarga agar lebih saling memahami satu sama lainnya.

"Jadikan Harganas sebagai momen untuk menggugah kesadaran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang nyaman, aman dan kondusif dalam memperkuat ketahanan keluarga," sebutnya.

Ia mengajak seluruh keluarga di Padangpariaman senantiasa memupuk komunikasi sesama anggota keluarga untuk menciptakan ketahanan keluarga dan mewujudkan keluarga yang berkualitas. (Tim)
Mulai 1 Juli Retribusi Masuk Objek Wisata Pariaman Diberlakukan Tiap Hari
Pantai Gandoriah Pariaman. Foto: istimewa/internet/harganas2020.com
Pariaman - Pemko Pariaman sudah mulai memungut retribusi kawasan wisata sejak Jumat, Sabtu dan Minggu lalu. Namun terhitung 1 Juli 2020, penarikan retribusi akan dilakukan tiap hari.

"Pemungutan retribusi dimulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB setiap harinya," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Alfian di Pariaman, Senin (29/6).

Alfian merinci besaran retribusi bagi wisatawan dari mancanegara akan dikenakan sebesar Rp 25 ribu bagi dewasa dan Rp 15 ribu bagi anak-anak per kepala.

"Sedangkan bagi wisatawan domestik untuk dewasa hanya Rp 5 ribu dan anak-anak Rp 3 ribu per kepala," sambungnya.

Pihaknya juga akan membuat 6 pos tempat pemungutan retribusi untuk masuk kawasan wisata. Yakni di bawah jembatan area parkir nusantara, di sektar pujasera depan stasiun, tugu Youth Asean, pintu masuk pantai Kata, samping rumah dinas Bupati Padangpariaman dan di dermaga Pulau Angsoduo.

"Pemungutan retribusi telah sesuai dengan Perda nomor 1 tahun 2015," tandasnya.

Penjabat Sekdako Pariaman, Fadli, meminta koordinasi yang baik antara dinas dan stakeholder demi kelancaran pemungutan retribusi bagi peningkatan PAD kota Pariaman.

Setiap pos retribusi, kata dia, akan dijaga oleh beberapa OPD dan melibatkan kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang telah dibentuk oleh desa/kelurahan.

"Area parkir akan dikelola juga oleh pokdarwis dan diawasi oleh Dinas Perhubungan. Jadi kita semua bekerjasama untuk kelancaran pungutan retribusi,“ kata Fadli.

Sedangkan bagi warga yang tinggal dan punya usaha di pinggiran pantai akan diberikan penanda khusus agar tidak merasa terhalangi saat keluar masuk area wisata. (Dewi/OLP)
Tingkat Kehamilan Selama PSBB di Pariaman Naik 8 Persen
Foto: Rika
Pariaman - Selama pandemi Covid-19 terjadi penambahan tingkat kehamilan hingga 8 persen di kota Pariaman, sedangkan secara nasional, meningkat sampai 17 persen. Kenaikan angka kehamilan di kota Pariaman terutama di masa pemberlakuan PSBB.

"Persentase tersebut cukup banyak jika dihintung secara nasional per 269 juta penduduk," kata Walikota Pariaman Genius Umar saat membuka pelayanan KB serentak sejuta aseptor dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 di Pariaman, Senin (29/6).

Peningkatan kehamilan, kata Genius, akan berdampak pada ekonomi keluarga dan kesehatan ibu dan janin yang ia kandung. Jika seorang ibu hamil kekurangan gizi, maka bayi yang akan dilahirkan berpotensi stunting.

Oleh karena itu pihaknya mengambil kebijakan memberikan pendampingan bidan desa guna melakukan cek rutin pada ibu hamil sekaligus anak dalam kandungan.

"Kita beri makanan tambahan hingga pasca melahirkan," sambung Genius.

Pemko Pariaman sendiri saat ini mendapat bagian 178 aseptor dari satu juta aseptor nasional di Harganas 2020.

"178 aseptor untuk semua jenis kontrasepsi dan semua jenis layanan KB," imbuh Genius.

Tapi pada kenyataannya, kesadaran masyarakat untuk KB melebihi target yang diberikan kepada kota Pariaman. Saat ini pihaknya tetap melayani kelebihan aseptor tersebut dan menganggapnya sebagai surplus aseptor.
Jalani Uji Swab, Ali Mukhni Sekeluarga Negatif Covid-19
Foto: AWT
Paritmalintang - Gugus Tugas Covid-19 Padangpariaman telah melakukan uji swab Covid-19 kepada 1.759 warga Padangpariaman termasuk kepada Bupati Ali Mukhni sekeluarga hingga hari ini, Sabtu (27/6).

"Sedangkan test PCR Rapid test sudah 419 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Yutiardi Rivai di Paritmalintang, Sabtu.

Pengujian Raid test, kata Yutiardi Rivai dilakukan pada kelompok survei cepat seperti kepada lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu Padangpariaman.

"Untuk KPU dan Bawaslu kita lakukan Rapid test pada 400 orang. 19 orang lainnya melakukan test mandiri di RSUD Padangpariaman," jelasnya.

Ia menambahkan untuk minggu depan pihaknya akan melakukan uji swab pada 200 orang. Terdiri dari seluruh tenaga medis di puskesmas dan seluruh ASN Padangpariaman.

"Hingga akhir Juli kita perkirakan sudah lakukan uji swab pada 25 persen warga Padangpariaman," ungkapnya.

Sasaran uji swab, sambung dia, adalah orang berusia di atas 40 tahun, memiliki penyakit bawaan, kecamatan zona merah dan warga yang memiliki intensitas tinggi keluar masuk wilayah Padangpariaman.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni memang telah menginstruksikan pada dinas kesehatan agarmelakukan uji swab sebanyak mungkin pada warga Padangpariaman.

"Agar kita bisa melakukan aktivitas normal seperti sebelum Covid-19 mewabah," kata Ali Mukhni.

Ali Mukhni meminta para pejabat seperti kepala dinas, camat dan walinagari memberikan contoh dengan melakukan uji swab untuk menghilangkan kekhawatiran warga.

Ia mengatakan dirinya sendiri dan keluarga juga telah melakukan uji swab beberapa hari lalu dan hasilnya negatif. (Tim/OLP)