Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :

Berita Terpopuler

Redaksi

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Bersama Bundo Kanduang, GOW Kota Pariaman Gelar Pelatihan ABS - SBK

Written By oyong liza on Selasa, 05 Mei 2015 | 07.55




Gabungan Organisasi Wanita (GOW) melaksanakan pelatihan Adat Basandi Syarak - Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat di Kota Pariaman bertempat Aula Balai Kota Pariaman, Sabtu (02/05/2015). Pelatihan ini dihadiri oleh Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat Puti Reno Rhauda Thaib, Ketua GOW Kota Pariaman Ny. Lucy Genius dan Ketua Bundo Kanduang Pariaman Arrahmi, perwakilan Persit, Bhayangkari, IBI, Isbanda, BKMT dan organisasi wanita lainnya.

Adat Minangkabau sangat menghargai perempuan dan disejajarkan dengan nilai Islam, seperti yang ditunjukkan oleh kredo adat Minangkabau, “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” (Adat bersendi hukum, hukum bersendi agama). Masyarakat Minangkabau sendiri menyadari bahwa perempuan Minangkabau dengan sebutan “Bundo Kanduang” menjadi bagian dan pilar adat dalam praktik kehidupan sosial mereka.

Pelatihan tersebut bertemakan “Kita Tingkatkan Peran Organisasi Wanita Dalam Mendorong Impelentasi ABS-SBK Dalam Kehidupan Berkeluarga, Bermasyarakat Di Kota Pariaman”. Dikatakan Lucy Genius, diharapkan organisasi wanita yang ada di Kota Pariaman ini bisa mengimplementasikan ABS – SBK dalam lingkungan keluarga, masyarakat dan organisasi yang diikutinya.

"Tantangan bundo kanduang kedepan semakin berat karna semakin banyak beban dan tuntunan untuk  menemukan dukungan baik dari wilayahnya sendiri maupun dari luar untuk melakukannya implementasi dalam berkeluarga dan bermasyarakat," kata Lucy.

Maka, lanjutnya, perlu disiasati menciptakan strategi untuk melibatkan diri dalam pendefinisian institusi politik adat dan agama, serta perspektif peran perempuan Minangkabau dalam pelestarian dan pengembangan nilai-nilai adat dan budaya kepada anak kemenakan kini dan ke depan. (J)

Genius Tinjau Pelaksanaan Hari Pertama UN Tingkat SMP




Hari pertama Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat, Wakil Walikota Pariaman meninjau secara langsung pelaksanaan ujian nasional. Dalam peninjauannya itu Genius Umar didampingi anggota DPRD Kota Pariaman Hasno Welly, Kabid SLTP dan SLTA Mukti Suhendri, dan Kabag Humas Hendri, Senin (4/5).



Disela-sela kunjungan dia mengatakan bahwa peninjauannya tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan Ujian Nasional yang secara umum berjalan dengan aman dan lancar.

"Pelaksanan UN SMP sederajat ini berlangsung selama 4 hari. Untuk hari pertama ini, ujian berlangsung aman tidak ada kekurangan mulai dari pendistribusian soal maupun masalah dari soal ujian," ujar Genius


Genius berpesan kepada siswa-siswi agar ujian ini tidak  menjadi momok menakutkan.

"Dalam proses ujian ini, saya harapkan apa adanya. Artinya berapa nilai yang sebenarnya ya seperti itulah ditulis karena hasilnya akan menjadi input dalam pembuatan kebijakan selanjutnya. Kalau siswa mendapatkan nilai baik, kita akan terus mepertahankan namun apabila nilai kurang baik kita akan memperbaikinya,” tegasnya.  

Lima sekolah yang dikunjungi tersebut, SMP Negeri 4 Pariaman, SMPN 5 Pariaman, SMPN 1Pariaman, SMPN 2 Pariaman dan MTSN Pariaman Selatan. Untuk SMPN 4 jumlah peserta ujian adalah sebanyak 227 peserta, SMPN 5 113 siswa dan siswa titipan dari IT Mutiara 16 siswa, SMPN 1 Kota Pariaman 147 siswa yang mengikuti ujian dan siswa titipan  dari 18 SMP IT Nurul Ilmi, SMPN 3 Pariaman sebanyak 243 siswa, MTsN Pariaman Selatan sebanyak 221 siswa.



Dalam wawancara dengan Kabid SLTP dan SLTA Mukti Suhendri disebutkan bahwa ujian nasional dilaksanakan selama 4 hari, untuk  hari pertama siswa akan melaksanakan ujian Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Ingris, dan hari terakhir  IPA.


Reza

Jelang Pilkada 9 Desember, Bupati Ali Mukhni Himbau Masyarakat Ciptakan Suasana Kondusif

Written By oyong liza on Senin, 04 Mei 2015 | 07.27




Bupati Padangpariaman Ali Mukhni ajak masyarakat tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Sang Maha Pencipta Semesta Alam dengan mendirikan shalat lima waktu. Kata dia, Shalat adalah tiang agama dan juga sekaligus sebagai penenang hati, pencegah perbuatan keji dan mungkar serta pencegah kekafiran.

Hal tersebut ia sampaikan pada peringatan Isra Mikraj di Surau Bari Kampung Pagang, Nagari Sungai Sariak, Kec VII Koto, Sabtu (2/5).

"Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti dia telah menegakkan agama dan barang siapa yang meninggalkannya berarti dia meruntuhkan agama," kata Bupati yang juga Ketua LPTQ Padangpariaman itu.

Dijelaskannya bahwa Isra Mi’raj  adalah perjalanan yang dilakukan Rasulullah SAW di malam hari dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis Masjid Aqsa lalu dilanjutkan Mi’raj menuju Sidratul Muntaha dengan menggunakan buraq yaitu seekor hewan yang menjadi kendaraan Nabi sebelumnya untuk bertemu Allah SWT dan menerima perintah shalat lima waktu. 

Pada kesempatan tersebut dia menghimbau seluruh komponen masyarakat baik ulama, ninik mamak, cadiak pandai, bundo kanduang serta generasi muda untuk menjaga situasi kondusif menjelang Pemilihan Kepala Daerah pada tanggal 9 Desember mendatang.

"Mari sama-sama kita ciptakan suasana yang damai dan aman menyambut pesta demokrasi pada awal desember mendatang," kata Bupati peraih Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI itu.


HA

Genius: Ceria dan Tertawa Adalah Hak bagi Anak




Baik di Sekolah, lingkungan maupun tempat mengaji harus disediakan tempat bermain untuk anak, karena dengan menyaksikan anak-anak ceria dan tertawa merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kita dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama, kata Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dalam sambutanya pada acara Festival Gandang Tasa sekaligus Peresmian Komunitas Anak-Anak Siaga Peduli Kesehatan, Lingkungan dan Budaya (AKSI KOMARA) Dusun Bungo di Desa Kota Marapak, Kecamatan Pariaman Timur, Sabtu (02/05/2015).

Lebih lanjut Genius Umar menuturkan bahwa anak adalah aset berharga yang harus dijaga, apalagi Kota Pariaman telah menyandang predikat Kota Layak Anak dan mempunyai Forum Anak Kota Pariaman, sehingga setiap elemen masyarakat dan stakeholder terkait harus menyediakan arena bermain.

"Dan mempunyai Komunitas Anak seperti yang dicanangkan oleh Dusun Bungo Desa Kota Marapak ini," ujarnya.

Dengan adanya Komunitas AKSI KOMARA ini di setiap Desa yang ada di Kota Pariaman, lanjutnya, diharapkan dapat membuat kegiatan yang bermanfaat seperti di Koto Marapak ini yang mengadakan Festival Gandang Tasa.

"Adakan kegiatan bermain sambil belajar sehingga mengurangi aktivitas yang negatif yang yang tidak bermanfaat bagi anak,“ tutup Genius Umar.

Acara itu merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Disbudpar dan Dinas BP2KB Kota Pariaman. Acara dihadiri oleh Sekretaris Disbudpar Jafreki, Komisaris Polisi Masri dari Polres Pariaman, Camat Pariaman Timur Elvis Candra, Ketua LPKTA Fatmiyeti, Kepala Desa Koto Marapak Marjoni, Ketua Umum acara Devi Hastuti, dan Ketua Aksi Komara dusun bungo desa koto marapak Alfajri Yusra serta para ninik mamak dan peserta Festival Gandang Tasa yang terdiri dari 56 kelompok dan masyarakat Desa Koto Marapak. (J)

Pacu Tangkelek di Dendang Sarimi Ramaikan Pesta Rakyat Gandoriah




Di Tahun ke IV nya PT Indofood CBP Sukses Makmur wilayah Sumbar mengadakan acara Pesta Rakyat Dendang Sarimi.Uuntuk tahun 2015 Dendang Sarimi diadakan di Kota Pariaman tepatnya di Pantai Gandoriah. Di pilihnya Pantai Gandoriah, karena saat ini Kota Pariaman sangat intens memajukan pariwisatanya. Kota Pariaman dengan susunan pantai dan pulau nan indah menjadi lokasi strategis yang dianggap mempunyai areal wisata alami serta destinasi wisata baru di Sumatera Barat, demikian pernyataan dari Area Sales Promotion Manager Sumbar PT Indofood CBP Sukses Makmur Beni Rosaidi, di Pantai Gandoriah Kota Pariaman, Minggu (03/05/2015).

Disamping itu, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menyambut baik dengan digelarnya acara Dendang Sarimi yang diadakan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur ini. Dalam sambutanya Genius Umar mengatakan Kota Pariaman saat ini sangat fokus memajukan sektor pariwisata yang selama ini belum tergarap maksimal.

"Dengan semakin banyaknya ivent yang diadakan, secara tidak langsung akan meramaikan kunjungan wisatawan yang datang untuk menyaksikan, sehingga terjadinya peningkatan perekonomian di segala sektor yang ada di Kota Pariaman dan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Diharapkan kedepan, tutur Genius, akan banyak lagi ivent-ivent yang diadakan di Kota Pariaman.

"Kami dari pemerintah akan mengadakan minimal sebulan sekali ivent untuk meramaikan Kota Tabuik kita ini, dan juga nanti PT Indofood bisa mengadakan Family Gatheringnya di Kota Pariaman, dan membuat Playground di salah satu sekolah sebagai percontohan bagi sekolah lainya,“ kata dia.

Acara ini diadakan sehari penuh dari jam 8 pagi sampai jam 23,00 wib. Dendang Sarimi di Kota Pariaman juga mengadakan perlombaan-perlombaan yang menarik, seperti ; lomba mewarnai tingkat TK, lomba memasak antar PKK dan Dharma Wanita, lomba solo song, lomba paduan suara antar sekolah, tarik tambang bagi pengunjung, lomba tangkelek dan parade band. Panitia juga menyediakan hadiah, bazaar, dan door price bagi para pengunjung yang berbelanja di Stand Sarimi, jelas Bimo Sudibyo selaku panitia acara dari PT Garis Pantai Kreasi. (J)

Bupati Ali Mukhni Teken Serah Terima Panti Asuhan Al Kautsar

Written By oyong liza on Minggu, 03 Mei 2015 | 18.00

 Bupati Ali Mukhni tandatangi berita acara serah terima Panti Asuhan Al Kautsar Nagari Pakandangan Kec. Enam Lingkung, Minggu (3/5).


Bupati Ali Mukhni ajak seluruh masyarakat Padangpariaman senantiasa berbuat amal kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu kebaikan diantaranya adalah menjadi orang tua asuh bagi anak yatim.

Hal tersebut ia sampaikan ketika menghadiri serah terima Panti Asuhan Al Kautsar Nagari Pakandangan Kec. Enam Lingkung, Minggu (3/5). Panti Asuhan ini merupakan sumbangan dari Keluarga Besar  Alm. Hj. Siti Akmar.

“Wasiat Rasulullah SAW mengatakan bahwa sebaik-baik manusia ialah orang dapat memberi manfaat kepada manusia lain," kata Bupati yang terkenal religius itu.

Dijelaskannya bahwa Anak-anak yatim adalah merupakan generasi yang amat memerlukan bantuan dan belaian kasih sayang serta perhatian daripada semua lapisan masyarakat, khususnya mereka yang diberikan oleh Allah kesenangan dan kelapangan rezeki serta tenaga bagi tujuan mendidik dan mengasuh.

Ini adalah karena anak-anak ini bukan saja kehilangan orang yang mereka sayangi tetapi juga tidak mendapat kasih sayang dan kemudahan-kemudahan yang perlu ada bagi kanak-kanak seusia mereka. Mereka perlu dibantu dari segi persekolahan dan pembelajaran, makan-minum, pengurusan dan sebagainya.

"Ini adalah tanggungjawab kita semua. Semoga Allah SWT akan membalas segala jasa dan amal kebaikan yang kita lakukan ini dan diberi ganjaran serta dijauhkan kita dari azab api neraka," kata Bupati yang dijuluki Ustad oleh Gubernur Sumbar itu.


HA

Ali Mukhni: Tiada Hari Tanpa Gotong-royong




Semangat bergotong-royong menjadi ikon di Padang Pariaman sejak awal kepemimpinan Ali Mukhni sejak lima tahun terakhir. Motto Tiada Hari Tanpa bergoro begitu melekat dihati bagi seluruh aparatur nagari hingga korong.

Bupati Ali Mukhni nampak berbaur dengan masyarakat di Sungai Ibuh Nagari Sungai Sarik Kec. VII Koto, Minggu (3/5).

Bupati Ali Mukhni mengakui kegiatan rutin bergoro ini terinspirasi dari Pemimpin terdahulu yaitu Alm. Anas Malik. Karena itu, sejak awal dilantik sebagai orang nomor satu di Padangpariaman, ia langsung mencanangkan Gotong Royong sebagai program utama.

"Alhamdulillah, hari ini kita hadiri gotong royong di dua tempat yang berbeda yaitu Kec. VII Koto dan Patamuan. Masyarakat antusias, bersatu padu membangun nagari dengan kebersamaan. Kita sangat apresiasi," kata Bupati yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Ali Mukhni mengatakan bahwa kegiatan bergoro sangat efektif dalam membangun semangat kebersamaan antar sesama masyarakat. Dengan bergoro masyarakat memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab atas segala bentuk pembangunan.

"Saya sangat gembira, bergoro telah menjadi kebutuhan dan kebiasaan bagi masyarakat Padang Pariaman. Kita ingin nagari yang bersih, nyaman dan sehat," kata Alumni Lemhanas 2012 itu.

Wali Nagari Sungai Sarik Samsuar Ambi mengatakan bahwa bergoro merupakan kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat setiap minggu. Adapun kegiatannya seperti membuka jalan, memperbaiki irigasi, membersihkan rumah ibadah dan lain sebagainya.

"Sesuai arahan Bapak Bupati, bahwa kita memotivasi masyarakat untuk aktif mengadakan gotong royong. Tiada hari tanpa bergoro," kata Samsuar Ambo.


HA

Prihatin Lihat Nasib Pak Edong Kini, Jasmin si "Raja Bacan" Akan Umrohkan Beliau




Beredarnya isu bahwa penemu batu akik pancawarna garut edong, yaitu Pak Edong (85) meninggal dunia di dunia maya dan beberapa orang membenarkannya pula, membuat Jasmin (45) mencari informasi atas kebenaran isu tersebut, baik dengan menelpon kawan-kawannya di Desa Caringin Garut, maupun kepada kenalan lainnya untuk data pembanding.

Setelah dapat informasi akurat yang menyatakan bahwa Pak Edong masih hidup dan sehat walafiat, Jasmin lalu menuju ke rumah Pak Edong di Desa Sukarame, Caringin, Garut, Jawa Barat, Minggu (3/5). Jasmin ditemani oleh Abdul Qodar (56) mantan bosnya dulu di era 90an yang sekarang jatuh bangkrut, untuk memastikan dan melihat dengan mata kepala sendiri sosok Pak Edong yang sudah 15 Tahun tidak bersua dengannya itu.

Batu Garut Pancawarna Edong, ditemukan Pak Edong di ladangnya di Gunung Kencana, Caringin pada tahun 1994. Batu yang ditemukannya itu sangatlah masyur yang konon kabarnya melekat di jari Pangeran Charles dan Keluarga Kerajaan Abudhabi.

Menurut Pak Edong, ketika ditemui di rumahnya, batu dari lahan galiannya dikenal luas dan dikenal sebagai batu pancawarna terbaik tiada tanding di Indonesia dan dunia. Batu akik miliknya unggul dari beberapa sisi seperti corak warna yang mencolok, hitam tak mengandung besi (fe), merah cabe, kuning telur kepiting, hijau mencolok, putih, dan warna lainnya yang semuanya kontras dan mengkristal. Namun batu tersebut sudah habis ditambang di lahannya. Harga Pancawarna Edong yang sekarang masih beredar adalah galian lama yang harganya sudah menembus ratusan juta untuk kualitas super.

Menurut Pak Edong, di lahan tambangnya dulu era 1994 dan 1995 sekali keluar jumlahnya ton-an. Batu Pancawarna Garut yang beredar sekarang ini hanya sekedar memakai namanya saja untuk mengangkat harga oleh para pedagang. Meskipun masih tersisa hanya dia koleksi untuk kenangan dan diberikan sebagai cendramata kepada kerabat.

"Awal Akik Edong dikenal. Dulu batu saya dibeli oleh Pak Lurah (sapaan Abdul Qodar yang dulunya bos besar di bidang perbatuan se Garut) dan dipasarkan oleh Jasmin. Jasmin sebelum terjun ke Batu Bacan dulunya memproduksi batu dari galian garut termasuk batu dari saya. Dialah yang mengenalkannya ke seluruh Indonesia sehingga Batu Akik Edong dikenal luas di seluruh Indonesia dan Dunia," kata Pak Edong yang memiliki 11 anak dari Rahim almarhum istri pertamanya bernama Aseh (75) ini didampingi istri keduanya Iyah (54).

Meskipun namanya masyur, kata Pak Edong, dari sisi ekonomi dia tidak seperti yang dibayangkan orang. Dia hanya hidup pas-pasan di rumah yang terbilang sederhana.

"Meski saya terkenal di internet, televisi, hingga ke luarnegeri keadaan saya seperti ini. Saya malu, takut ada yang nyangka saya punya uang," ungkapnya lugu.

Harapan Pak Edong hanya ingin ke Tanah Suci Mekah. Perhatian pemerintah daerah kepadanya hampir tidak ada meskipun dia telah mengharumkan nama Garut hingga ke mancanegara.

Mendengar curahan hati Pak Edong, Jasmin tersentuh hatinya. Jasmin berjanji akan membawa Pak Edong ke tanah suci untuk menjalankan ibadah umrah setelah beberapa urusannya selesai dikerjakan yaitu membuka tambang yang dia beli di Desa Kalhi dan Ciputat, Bungbulang.

"Saya ingin bawa beliau Umroh ke Mekah bersama Pak Lurah, ibu saya, selesai membuka tambang. Tambang tersebut saya dedikasikan buat mantan bos saya Pak Lurah yang sekarang sudah jatuh miskin. Kasihan saya melihat nasib Pak Edong, benar-benar tidak menyangka beliau kondisinya sekarang seperti ini," ungkap Jasmin.


Oyong Liza Piliang

Kota Pariaman Juara Umum Festival Seni Qasidah Sumatera Barat

Written By oyong liza on Sabtu, 02 Mei 2015 | 22.26




Perhelatan Festival Seni Qasidah tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2015 resmi ditutup Walikota Pariaman Drs. H. Mukhlis Rahman, MM pada hari Minggu (26/04/2015). Saat yang ditunggu – tunggu oleh 114 peserta dan 38 official dari 19 Kabupaten / Kota (ditambah 1 peserta khusus dari Kecamatan Pariaman Tengah).

Acara yang berlangsung selama 3 (tiga) hari (24-26 April 2015) di lokasi wisata Pantai Gandoriah Kota Pariaman ini bertujuan menyaring bakat – bakat terbaik untuk dikirim pada ajang yang sama untuk tingkat nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara pada pertengahan Juni mendatang. “Juara tahun ini akan diseleksi dengan juara tahun lalu. Hasil seleksi akan kita kirim ke Kendari tahun ini untuk tingkat nasional” ujar sekretaris dewan hakim Yusran Lubis sebelum mengumumkan juara bintang vokalis gambus tahun 2015.

Walikota Pariaman Drs. H. Mukhlis Rahman, MM dalam sambutannya mengatakan “ Kami tidak punya kebun yang luas seperti Dharmasraya, kami tidak punya tambang seperti Kota Sawahlunto dan daerah lainnya. Kami tidak punya pabrik semen seperti di Kota Padang. Hanya Pariwisata yang kami punya. Jadi apapun bentuknya yang akan mengembangkan pariwisata dan untuk peningkatan ekonomi masyarakat akan kami dukung penuh”, tukasnya.

Pada Festival Seni Qasidah tingkat Provinsi Sumatera Barat kali ini Kota Pariaman meraih predikat Juara Umum .

Adapun juara dari masing – masing kategori adalah sebagai berikut :

Kategori Anak – anak putra Juara I diraih oleh M. Haikal (Kec. Pariaman Tengah), juara II M. Rizki Maulana Firman (Kota Pariaman), juara IIIM. Nur Ihsan (Kota Payakumbuh), juara harapan I M. Fajri (Kab. Solok), Juara Harapan II Sirajul Afkar (Kota Padang) dan Harapan III diraih oleh Hidayat Arfan Kholafi (Kab. Sijunjung).

Sedangkan Kategori anak – anak putri juara I diraih oleh Sofiatul Husna Latifah (Kota Pariaman), Juara II Sadiqatul Kalimi (Kab. Padang Pariaman), Juara III Nur Sabilah (Kota Payakumbuh), harapan I Fathiyah ‘Arafah Afsyah (Kab. Tanah Datar) Harapan II Fatimatuzzahrah (Kota Padang) dan harapan III diraih oleh Rena Yulia Fitri (Kab. Limapuluh Kota).

Sementara untuk kategori Remaja putra juara I diraih oleh Arya Putra Utama (Kab. Tanah Datar), Juara II Riyadhil Jannata (Kota Pariaman), juara III Angga Reski (Kab. Pasaman), Harapan I Romiko Putra (Kota Payakumbuh), Harapan II Suhefri Husni (Kec. Pariaman Tengah), Harapan III Rudi Famela (Kab. Agama).

Untuk kategori Remaja putri juara I berhasil diraih oleh Fitria Elhusni (Kota Pariaman), juara II Annisa Zakiah (Kota Padang), juara III Suci Febriani (Kab. Tanah Datar), harapan I First Fitri Yandi (Kab. Padang Pariaman), Harapan II Nur Hafizah (Kab. Agam) dan harapan III Ahyana (Kota Padang Panjang).

Kategori Dewasa putra juara I berhasil dimenangkan Chairul Gunawan (Kota Padang), juara II Rusdianto (Kota Pariaman), juara III Zulmairici (Kab. Tanah Datar), harapan I Juliardi Putra (Kep. Mentawai), harapan II M. Yazid (Kab. Dharmasraya) dan harapan III diraih Roni Fitriandi Putra (Kota Bukittinggi).

Sementara untuk kategori dewasa putri juara I diraih oleh Nila Mayasari (Kec. Pariaman Tengah), juara II Risa Fatmi (Kota Pariaman), juara IIIEka Susanti (Kota Padang), harapan I Sari Uswatun Hasanah (Kota Payakumbuh), harapan II Novia Helna (Kab. Solok) dan harapan IIIdiraih oleh Yani (Kab. Sijunjung).

Genius Umar Pimpin Upacara Hardiknas




Wakil Walikota Pariaman Genius Umar pimpin upacara Hari Pendidikan Nasional tingkat Kota Pariaman tahun 2015 di halaman Balaikota Pariaman, Sabtu (02/05/2015). Upacara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Pariaman, Sekda, Ketua GOW, Asisten dan Staf Ahli, Kepala SKPD, Kabag dan  Camat se-Kota Pariaman dengan peserta upacara diikuti oleh unsur PNS Kota Pariaman, Kodim 0308, Polres Pariaman, Petugas Lapas Pariaman, Dishubkominfo, Satpol PP, Pemadam Kebakaran serta utusan pelajar mulai dari SD, SMP sampai SMA.

Pada kesempatan itu Genius membacakan sambutan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan. Tema peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 ini, kata Genius adalah “Pendidikan sebagai gerakan pencerdasan dan pertumbuhan generasi berkarakter pancasila“ dengan mengedepankan pembentukan karakter anak didik yang bukan hanya cerdas dalam pelajaran dan kreatifitas, melainkan juga mempunyai jiwa kebangsaan, etika dan karakter pancasila itu sendiri yang mulai terkikis oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan globalisasi.

“Aset terbesar Indonesia bukan hasil buminya yang melimpah mulai dari tambang, gas, minyak, mineral emas, hutan dan kekayaan laut lainnya, aset terbesar bangsa ini adalah manusia Indonesia yang terdidik dan tercerahkan, dengan mengembangkan kualitas manusia indonesia maka  ini menjadi tanggung jawab kita semua," kata dia.

Dia menambahkan bahwa pendidikan merupakan kunci untuk kemajuan bangsa karena dengan pendidikanlah maka terbuka peluang untuk hidup lebih baik serta meraih kesejahteraan yang jauh lebih baik.

"Dengan gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa, masyarakat harus memiliki dan proaktif, mempunyai rasa peduli atas problematika pendidikan kita saat ini," pungkasnya.

Selesai upacara, dilanjutkan dengan penampilan serta atraksi pemenang marching band baik tingkat SMP maupun SMA yang diadakan beberapa waktu yang lalu. Untuk SLTP ditampilkan marching band dari SMP 4 Pariaman dan SMA ditampilkan marching band dari MAN Padusunan. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah baik kejuaraan O2SN maupun kejuaraan marching band. (J)

Topik Terhangat

postingan terdahulu