Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.

Latest Post

SMKN 2 Pariaman Bertabur Prestasi dari Kepsek Hingga Murid

Written By oyong liza on Monday, 29 August 2016 | 20:15




Wakil Walikota Pariaman Genius Umar terima kunjungan Dikpora dan rombongan SMK N 2 Pariaman yang telah mengharumkan nama daerah dalam berbagai lomba di tingkat Sumbar dan nasional, di ruang kerjanya, Senin (29/8).

Penghargaan yang telah diraih oleh SMK N 2 Pariaman dari bulan Juni hingga Agustus 2016 antara lain, juara II lomba tenaga administrasi sekolah tingkat nasional oleh kepala tata usaha SMK N 2, Yenni, S.Sos.

Juara II lomba debat bahasa Inggris “academic essay writing and presentation” tingkat Sumbar oleh siswa SMK N 2 Pariaman Rahayu Novita Amry, Selmita dan Sri Utari Riri Putri.

Kemudian Juara III lomba guru SMK berprestasi tingkat Sumbar berhasil direbut oleh guru SMK N 2, Hasnul Rizki, S.Pd, M.Pd.E. Sedangkan juara III kategori kepala sekolah SMK tingkat Sumbar diraih oleh kepala sekolah SMK N 2 Pariaman, Dra. Arrahmi, juara II lomba pengawas sekolah SMK tingkat Sumbar juga diraih oleh pengawas sekolah SMK N 2 Pariaman, Drs. Dasril, MM.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi Kota Pariaman terutama di bidang pendidikan, hal ini juga menunjukkan bahwa SMK pun mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat Sumbar maupun tingkat nasional,” ujar Genius Umar.

Genius mengungkapkan bahwa di SMK N 2 telah terjadi sinergi yang sangat baik dari kepala dinas, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, hingga siswa, sehingga bisa melahirkan prestasi pada semua kategori.

“Hal ini hendaknya menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya dan mengukir prestasi di semua bidang,” imbuhnya.

Turut hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Dikpora Kota Pariaman Kanderi dan Kabag Humas Kota Pariaman Yalviendri.

Eri/OLP

Ali Mukhni Sediakan Lahan 697 Hektar Untuk Bangun Sektor Pendidikan Tinggi




Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menyatakan bahwa ia telah menyediakan lahan seluas 697 hektar untuk pembangunan sektor pendidikan tinggi.

Lahan tersebut kata dia diberikan tanpa ganti rugi oleh masyarakat yang berlokasi di dekat kawasan objek wisata Lubuk Bonta, Kepalo Hilalang, Kec. 2x11 Kayu Tanam.

Disebutkan, tanah seluas 50 hektar disediakan untuk pembangunan Kampus Politeknik Negeri Padang (PNP), 50 hektar untuk Kampus Institut Negeri Padang dan 50 hektar untuk Rumah Sakit Vertikal.

"Lokasi tersebut sudah dikunjungi oleh Direkur Politeknik dan Rektor ISI. Bahkan Komisi IX DPR RI juga mau bangun rumah sakit di sana. Semua lahan disediakan tanpa ganti rugi," ungkap Ali Mukhni saat menjadi narasumber pada workshop pengembangan pendidikan tinggi Vocational Berbasis Technopark di Hotel Mercure, Padang, Senin (29/8).

Dia menegaskan daerahnya layak dikatakan sebagai pusat pendidikan di Sumbar. Berbagai mega proyek infrastruktur pendidikan bernilai ratusan milyar telah beroperasional.

"Seperti BP2IP, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia dan Akademi Komunitas," kata dia.

Mendengar penuturan itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menegaskan akan mendukung Pembangunan Kampus di Kec. 2x11 Kayu Tanam. Ia meminta bupati beserta dinas terkait agar segera mengurus sertifikat tanah ke Badan Pertanahan Nasional kemudian diserahkan kepada Kemenristek Dikti.

Mantan Bupati Pessel itu memuji kelihaian Ali Mukhni memanfaatkan dana pusat untuk pembangunan di daerahnya.

Menurutnya, Padangpariaman memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain yaitu keberadaan Bandara Internasional Minangkabau dan masih luasnya lahan untuk pembangunan. Sedangkan di Kota Padang lahan sangat terbatas dan di Pesisir Selatan dikelilingi hutan lindung.

"Banyak dana pusat mengalir karena bupatinya (Ali Mukhni) pandai memanfaatkan potensi dan jago dalam pembebasan lahan. Tentunya Pemprov mendukung segala bentuk pembangunan di Padangpariaman," pungkasnya.

HA/OLP

Suhatri Bur Akui Masih Banyak Masyarakat BAB Belum Pada Tempatnya




Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, mengakui masih banyak prilaku masyarakat yang perlu dibenahi dalam menjaga kesehatan dan lingkungan. Jamban tidak sehat, BAB sembarang tempat, membuang sampah sembarangan serta belum adanya pemilahan jenis sampah.

"Mari kita terapkan pola hidup higienis. Cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga yang bersih, pengelolaan sampah rumah tangga yang terpilah, dan pengelolaan limbah rumah tangga termanajemen," ungkap Suhatri Bur, saat membuka acara Konsultasi Publik Program Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP) dalam rangka menghimpun aspirasi dari kecamatan dan nagari, bertempat di Hal IKK Parit Malintang, Senin (29/08).

Suhatri Bur berharap, melalui studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA), kebiasaan dalam menjaga lingkungan dan kesehatan tersebut bisa mulai berubah.

"Sehingga tingkat kesehatan masyarakat kabupaten Padangpariaman semakin meningkat. Oleh karena itu melalui studi EHRA semua masayarakat memulai perilaku yang higienis," ajaknya.

Ketua Pokja Sanitasi Kabupaten Padangpariaman, Jon Priadi mengatakan pihaknya hampir setiap minggu melakukan rapat monitoring dan evaluasi.

Dia mengaku telah menyelesaikan pemetaan profil sanitasi meliputi sub sektor air limbah domestik, persampahan, drainase lingkungan serta prilaku hidup bersih dan sehat sesuai program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

“Melalui konsultasi publik ini kita tinggal menghimpun masukan dan penyempurnaan untuk menghasilkan rekomendasi yang akan kita lakukan untuk untuk menyusun Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten Padangpariaman berdasarkan pendekatan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP),“ ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman ini.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman, dr. Jasneli, menyampaikan bahwa Studi EHRA bertujuan memberikan advokasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat akan pentingnya layanan sanitasi.

"Mendapatkan gambaran kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku yang beresiko terhadap kesehatan lingkungan. Menyediakan informasi dasar yang valid dalam penilaian resiko kesehatan lingkungan," kata dia.

Menurutnya Studi EHRA atau penilaian resiko kesehatan karena lingkungan merupakan salah satu dari beberapa studi primer yang harus dilakukan oleh Pokja sanitasi sebelum menyusun Buku Putih Sanitasi SSK.

Laporan VIVI TKIP Dinkes

Editor OLP


Pemko Pariaman Gelar Pelatihan Intelijen




Pemerintah Kota Pariaman adakan pendidikan dan pelatihan (diklat) intelijen bagi Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) agar memiliki keahlian dan kecakapan dalam menggali informasi yang terjadi di masyarakat. Diklat digelar di hotel Nantongga, Pariaman, Senin (29/8).

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan, dengan diklat diharapkan anggota Kominda mengetahui berbagai perkembangan dan isu yang terjadi di Pariaman sehingga pemerintah bisa mengambil sikap dan kebijakan.

Dia berharap melalui diklat seluruh peserta bisa menyamakan gerak dan langkah antar komunitas intelijen dalam penanganan potensi konflik, baik vertikal maupun horizontal.

"Bagi peserta diharap dapat mengaplikasikan ilmu dasar intelijen itu sehingga mampu mendeteksi sedini mungkin terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan," kata Genius.

Selain menyiapkan SDM yang handal dan berkualitas, diklat juga memiliki tujuan untuk melindungi masyarakat dari berbagai paham dan ideologi yang berlawanan dengan Pancasila.

Para peserta diklat bisa berperan sebagai mediator dan mengumpulkan data-data akurat tentang kejadian di wilayah kerja masing-masing. Informasi dan data yang akurat tersebut berfungsi sebagai deteksi dini yang akan membantu tugas pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan yang diperlukan

Dia menambahkan, kepala daerah tidak selamanya bisa mengetahui seluruh persoalan yang terjadi, namun dengan adanya Kominda diharapkan dapat menjembataninya.

"Berbagai persoalan seperti ekonomi, politik, sosial dan budaya merupakan salah satu yang menjadi pusat perhatian pemerintah," pungkasnya.

Diklat tersebut diikuti oleh 28 peserta dari berbagai instansi seperti Polri, Kesbangpol, TNI, Satpol-PP, Badan Intelijen Negara (BIN) Sumbar, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

TIM

Pariaman Marathon 10K Balai Nareh Berlangsung Meriah

Written By oyong liza on Sunday, 28 August 2016 | 16:23





Pariaman Marathon 10K tahun 2016 memperebutkan piala bergilir Edison TRD, Minggu (28/8) 2016, berlangsung meriah. Lomba yang mengambil start dan finish di Desa Balai Nareh itu, diikuti lebih 500 peserta dari Padangpariaman, Kota Pariaman dan Kota Padang.


   
Kapolres Pariaman AKBP. Rico Junaldy, SIK dalam sambutan menjelang pelepasan lomba, mengajak seluruh masyarakat terutama generasi muda Pariaman agar menggiatkan kegiatan olahraga.




Dengan sarana olahraga menurutnya akan tercipta generasi muda yang sehat, cerdas, sportif, sebagaimana harapan dan tuntutan bangsa kedepan.
   
“Lewat olahraga, kegiatan-kegiatan negatif seperti terlibat dengan penyalahgunaan narkoba, miras, dan penyakit masyarakat lainnya, bisa diantisipasi,” kata Rico yang juga putra Pariaman ini.
   
Sementara itu, Edison TRD, SH, MH didampingi Ketua Panitia Pelaksana dari Karang Taruna Nan Caredek Balai Nareh, Bayu, kepada sejumlah wartawan menyebutkan, Kejuaraan Pariaman Marathon yang diselenggarakannya pagi itu, sebelumnya sempat vakum selama lima tahun. Kegiatan yang sama dulu rutin dihelat oleh pemuda setempat dengan sponsor Abang Pramuka, seorang pengusaha konveksi di Bengkulu yang merupakan putra Nareh.
   
“Setelah vakum, pemuda Nareh dibawah naungan Karang Taruna Nan Caredek kembali berkeinginan menggelar hajatan positif dan bermanfaat ini. Dalam proses yang relatif singkat, sekitar 1 minggu saja, Pariaman Marathon 10K bisa kita helat dan alhamduliillah berlansung meriah,” kata Edison, mantan anggota DPRD dan Ketua Forum Kota Sehat Kota Pariaman yang diminta masyarakat Nareh untuk ikut maju dalam pemilihan Walikota Pariaman mendatang.

Pariaman Marathon 10K Balai Nareh yang disponsorinya ini, sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-71 disamping mengajak generasi muda menjadikan olahraga sebagai kegiatan rutin sehari-hari.

"Generasi muda dan olahraga ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Jika dipisah, sejumlah persoalan akan timbul. Pemuda akan rentan oleh penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, bermabuk-mabukan dan perbuatan yang meresahkan masyarakat lainnya," terang Ketua DPD Hanura Kota Pariaman ini.

Sedangkan bagi dunia olahraga sendiri, ungkapnya, akan terjadi kelesuan sejumlah aktivitas dan prestasi. Untuk itu dia berharap agar seluruh stakeholder Pariaman mendukung kegiatan keolahragaan jenis apapun di Pariaman.

"Kita jadikan olahraga sebagai benteng utama generasi muda agar terhindar dari narkoba. Kita mengajak, marilah kita berlomba-lomba menciptakan prestasi di bidang keolahragaan, baik itu tingkat desa/kelurahan, maupun tingkat dusun hingga RT/RW," pungkasnya.
   
Peserta lomba marathon yang mayoritas berusia remaja, dalam ajang tersebut menempuh jarak sejauh 10 kilometer dengan rute Desa Balai Nareh-Simpang Apa, Tanjuang Saba-Cubadak Aia, Kasiak Putiah-Sintuak, Padang Biriak-biriak-Balai Nareh. Di garis finis, peserta disambut oleh Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar.
   
Pada kesempatan itu, Genius Umar mengharapkan agar lomba tersebut dijadikan agenda rutin tahunan oleh generasi muda Nareh yang difasilitasi oleh Pemko Pariaman melalui Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan KONI.

"Pariaman Marathon 10K Balai Nareh, Insya Alah akan kita jadikan iven tahunan yang masuk kalender sport tourism Kota Pariaman," kata Genius.
   
Ali Riando Putra (17) pelajar SMK 3 Pariaman berhasil menempati posisi utama dan berhak atas piala bergilir Edison TRD ditambah tabanas sebesar Rp2,5 juta plus trophy tetap. Dibelakang Ali Rianto disusul oleh M Haviz, M Ihdal dan Riko, yang ketiganya berasal dari Pesantren Arsilah Kota Padang.

Untuk juara II, III dan juara harapan, masing-masing juga meraih piala dan trophy beserta sejumlah uang dari Edison TRD dengan rincian, juara II piala + trophy plus tabanas Rp1,5 juta, juara II trophy ditambah tabanas Rp1 juta, juara III trophy plus tabanas Rp500 ribu dan juara harapan trophy plus tabanas Rp250 ribu.

OLP

Genius Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jawi-Jawi

Written By oyong liza on Saturday, 27 August 2016 | 21:53




Wakil Walikota Pariaman Genius Umar serahkan bantuan kepada keluarga yang rumahnya tertimpa musibah angin puting beliung di Kelurahan Jawi-Jawi II, Pariaman Tengah. Safrudin (56) yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai pemulung ini didamping istrinya Yusna (52), terlihat haru saat Genius menyerahkan uang tuanai seniali Rp3 juta, makanan siap saji dan sejumlah sembako.

Puting beliung yang terjadi pada Rabu (24/8) tersebut merusak humahnya hingga jadi tidak layak huni. Atap rumah itu diterbangkan oleh angin berpusar tersebut.

"Disamping bantuan tunai kita juga usulkan rumah bapak Safrudin masuk program RTLH Kementerian Sosial. Kita minta dinas sosial proses secepatnya," kata Genius di rumah korban, Kamis (25/8).

Kepada keluarga yang ditimpa musibah, dirinya turut prihatin dan meminta keluarga tersebut bersabar. Dengan bantuan yang diberikan, Genius berharap dapat meringankan beban keluarga tersebut untuk perbaikan sementara rumahnya.

Yusna, mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diterimanya. Yusna menyebut keluarganya terdaftar sebagai KK miskin yang menerima Raskin tiap bulan.

“Semoga Bapak Genius terus memperhatikan orang-orang seperti kami yang hidupnya serba kekurangan,” tuturnya berkaca-kaca.

Yusna menceritakan, musibah terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 17.15 WIB. Hujan deras disertai angin kencang berpusar menghantam rumahnya. Selain atap yang diterbangkan angin, puting beliung juga merusak ruang tengah dan dapur.

TIM

Zila Wakili Sumbar di FLS2N Manado




Wakil Walikota Pariaman Genius Umar lepas Zila Annisa Andra, siswi kelas VI SDN 19 Kampung Baru (SD batingkek), mewakili Sumatera Barat ke Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) untuk cabang music pianika yang akan dilaksanakan di Kota Manado, Sulawesi Utara tanggal 28 Agustus s/d 3 September mendatang, Jum’at (28/8).

Sebelumnya Zila meraih juara I di FLS2N tingkat Sumatera Barat yang dilaksanakan bulan Juli 2016 lalu. Zila juga raih predikat juara II dalam cabang bernyanyi solo untuk tingkat Kota Pariaman di ajang FLS2N.

Pada kesempatan itu Genius Umar mengatakan, musik dapat merangsang otak kanan dan otak kiri manusia. Kebanyakan anak yang gemar bermain musik menurutnya adalah siswa yang pintar di sekolah.

“Zila kebanggaan pelajar Kota Pariaman. Zila juga mewakili Sumatera Barat dalam ajang prestasi tingkat nasional," kata Genius.

Dia mendoakan semoga Zila bisa menuai hasil terbaik di ajang tersebut. Zila merupakan anak dari pasangan Bripka Hendra Ibrahim yang berdinas di Polres Pariaman dan Andrika Kusuma, ibu rumah tangga. 


Ibunya menyebutkan, dari kecil putrinya memang mencintai bidang seni, mulai dari tari, nyanyi dan bermain alat musik.

"Awal Juli lalu Zila mulai menekuni pianika. Alhamdulillah, karena Zila cepat menangkap materi yang diajarkan, dapat memenangkan lomba di tingkat Sumatera Barat," tutur sang ibu.

Kepala Sekolah SDN 19 Kampung Baru Redawati, mengungkap, dari 3 cabang yang dikirim Kota Pariaman dalam ajang FLS2N tingkat Sumbar hanya Zila yang berhasil meraih predikat Juara I.

“Semoga Zila bisa mengharumkan nama sekolah, orangtua dan Kota Pariaman khususnya, Sumatera Barat umumnya, dan mendapat hasil yang maksimal nantinya,” ucap kepala sekolah SD
terbaik Kota Pariaman ini

TIM

Pemkab Padangpariaman Berlakukan Pengawasan Aktivitas Orang Asing

Written By oyong liza on Friday, 26 August 2016 | 19:53




Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menyebut, pengawasan terhadap aktivitas orang asing di Indonesia salah satu hal penting dilakukan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

Keberadaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padangpariaman menurut dia menjadikan daerah yang dipimpinnya itu sebagai pintu gerbang orang asing yang datang ke Sumatera Barat melalui jalur udara.

Menyadari kondisi tersebut, pihaknya melakukan langkah aktif dalam pengawasan dan monitor kunjungan orang asing di Padangpariaman.

"Kita koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Jika kedatangan mereka ke Sumatera Barat melalui jalur udara, kita pastikan akan melewati wilayah Padangpariaman," ujarnya saat membuka rakor tim Pengawasan Orang Asing (PORA) dengan kantor Imigrasi Padang, Jumat (26/8).

Dia memaparkan, dari pengawasan dan monitoring orang asing di Padangpariaman, tercatat  ada 5 orang WNA bekerja di perusahaan berlokasi di Kecamatan Batang Anai.

 "Untuk mengoptimalkan pengawasan orang asing, kita minta agar camat yang ikut tergabung dalam tim PORA agar menyampaikan kepada masyarakat untuk melaporkan informasi keberadaan orang asing di tempat itu dilakukan pengecekan dan pengawasan," ulasnya.

Kata dia, keberadaan orang asing di Indonesia harus diwaspadai, kekuatiran aktivitas orang asing membawa misi khusus dapat mengancam kedaulatan RI seharusnya diimbangi dengan langkah pengawasan. Selain kekuatiran membawa misi khusus, fenomena serbuan tenaga kerja asing terampil dan upah murah merupakan ancaman serius bagi tenaga kerja lokal.

"Hal ini harus diantisipasi melalui peningkatan skill tenaga kerja lokal dan akomodasi pemerintah agar lebih mengutamakan tenaga kerja lokal," tuntasnya.

Kepala Kantor Imigrasi Klas I Padang, Esti Wahyuni dan Kasi pengawasan/penindakan kantor Imigrasi klas I Padang, Indra Sakti mengatakan, masyarakat ataupun manajemen penginapan dan hotel diwajibkan melapor keberadaan orang asing yang menggunakan penginapan.
Pelaporan menurutnya dapat dilakukan melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Kewajiban tersebut diharuskan bagi masyarakat ataupun pihak pengelola penginapan dan hotel. Bagi yang tidak melaporkan bisa dikenakan saksi pidana.

"Masyarakat ataupun penyedia jasa penginapan wajib melaporkan keberadaan orang asing melalui aplikasi APOA, bagi yang tidak melaporkan terdapat sanksi," ujarnya.

Dia meneruskan, Padangpariaman sebagai daerah tujuan wisata harus memiliki cara yang berbeda dalam melakukan pengawasan terhadap wisatawan asing atau mancanegara. Pengawasan yang dilakukan harus didekatkan dengan aspek kepariwisataan yaitu pengawasan dengan senyum.

"Jangan menerapkan pola pengawasan yang menyeramkan, takut wisatawan asing datang. Sebagai kawasan wisata, dapat menerapkan pengawasan senyum. Pendekatan senyum agar wisatawan asing nyaman berkunjung di Padangpariaman," paparnya.

Untuk mengoptimalkan pengawasan, Indra Sakti mengajak seluruh tim PORA Padangpariaman untuk selalu melakukan koordinasi dan berbagi informasi dalam pengawasan orang asing ditingkat kabupaten Padangpariaman.

"Wewenang untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing ditingkat kabupaten atau kota merupakan pemerintah daerah setempat, namun eksekutornya tetap di imigrasi," pungkasnya.


HA/OLP

Ini Kata Mardison Tentang Nonjob Otomatisnya Sejumlah SKPD Dalam Waktu Dekat

Written By oyong liza on Thursday, 25 August 2016 | 19:36



Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah, memaksa Pemko Pariaman bersama DPRD mempending sejumlah agenda pembahasan. Pembahasan akan diselaraskan dengan PP tersebut setelah Ranperda SOTK (Struktur Organisasi Tata Kerja) disahkan menjadi Perda.

Dalam melaksanakan ketentuan di pasal 232 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perangkat Daerah, yaitu PP nomor 18 tahun 2016 tersebut, Pemko Pariaman dan DPRD bekerja bak sinetron kejar tayang. Sejumlah agenda penting seperti pengesahan ABPD tahun 2017 dan APBD Perubahan tahun 2016 terancam molor dari jadwal.

"Ranperda SOTK telah kami terima dari eksekutif dan akan kita lakukan pembahasan secepatnya," kata Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, di Pariaman, Kamis (25/8).

Dalam Ranperda SOTK itu, imbuh Mardison, akan dilakukan perampingan, penambahan dan pemisahan sejumlah SKPD. Seperti membuat Dinas Kearsipan, memisahkan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga yang berdiri sendiri-sendiri, dll.

"Termasuk juga Badan dan Bagian Daerah. Akan ada pengurangan dan penambahan. Hal itu terjadi akibat adanya penggabungan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagaimana diatur PP tersebut. Akan ada pejabat nantinya otomatis nonjob dan akan ada pejabat yang akan mengisi pos SKPD baru," tutur Mardison.

Karena dikejar waktu dengan sejumlah agenda saling tumpang tindih, Mardison meminta pihak eksekutif memasukan KUA/PPAS menyusul Ranperda SOTK, agar dilakukan pembahasan secara paralel di DPRD.

"Ini adalah masa kerja terpadat kita di DPRD. Sedikit kelalaian saja dapat menyebabkan keterlambatan pengesahan APBD 2017 yang berdampak berkurangnya jatah Dana Alokasi Umum (DAU) bagi daerah oleh pemerintah pusat," imbuhnya.

Untuk target tuntasnya pembahasan OPD baru tersebut, Mardison belum bisa memastikan. Wakil rakyat tiga periode itu belum memberi sinyal.

"Untuk menggelontorkan anggaran tahun 2017 sudah harus kepada OPD baru, bukan lagi yang ada saat ini. Pokoknya harus dituntaskan secepat mungkin karena APBD 2017, OPD baru sudah terbentuk," pungkasnya.

OLP

Cuaca Badai Ekstrim, Mardison Minta SKPD Terkait Tebang Pohon Lapuk



Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, mengimbau agar masyarakat Kota Pariaman meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrim. Cuaca ekstrim berupa badai dan angin kencang bisa berdampak banjir dan pohon tumbang yang dapat mencelakai.

"Sebagai wakil rakyat, saya mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap fenomena cuaca ekstrim agar tidak sampai terjadi korban jiwa," kata Mardison, di Pariaman, Kamis (25/8).

Sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir laut yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, ancaman bencana alam bisa terjadi kapan saja, baik oleh perkisaran cuaca global maupun ancaman gempa bumi akibat pertemuan dua lempeng bumi.

Kepada dinas terkait seperti BPBD dan Badan Lingkungan Hidup, selaku Ketua DPRD dia meminta agar terus meningkatkan kinerjanya masing-masing.

"Saya perhatikan masih banyak pohon lapuk yang belum diremajakan, hal ini akan berdampak buruk jika tidak cepat ditebang. Dia akan tumbang menimpa warga saat dihembus badai kencang," sebutnya.

Selama ini, kata Mardison, BPBD Kota Pariaman cukup aksional terhadap penanganan sejumlah bencana. Baik bencana alam maupun akibat human error.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Pariaman, Yaminurizal, mengatakan pihaknya selalu siaga tangguh menghadapi setiap ancaman bencana alam. Pihaknya selalu memantau perkembangan cuaca 1x24 jam dan mensiagakan petugas di sejumlah titik rawan saat ancaman bencana sedang berlangsung seperti hujan disertai angin kencang.

Dirinya mengakui masih banyak sejumlah pohon yang belum diremajakan dinas terkait yang berpotensi menjadi ancaman bencana jika setiba-tiba tumbang ditiup badai.

OLP

Topik Terhangat

postingan terdahulu