Ceritakan Pengalaman Sekolah, Genius Motivasi Murid MAN Padusunan
Genius Umar foto bersama dengan sebagian pelajar MAN padusunan selepas upacara bendera. Foto/Junaidi
Pauah --- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar motivasi siswa/siswi MAN Padusunan, Senin (22/1). Di hadapan ratusan pelajar, Genius mengingatkan pentingnya selalu menimba ilmu.

"Jangan pernah takut bermimpi untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi dengan terus belajar dan belajar. Dengan giat belajar insya Allah ananda semua akan sukses bisa kuliah di universitas terbaik yang ada di negeri ini," ujar Genius saat menjadi inspektur upacara di sekolah tersebut.

Ia berkata, dengan perkembangan zaman dan teknologi saat ini, para pelajar semakin mudah untuk mengakses bahan pelajaran atau ilmu di internet, bahkan sampai cara mendapatkan beasiswa dari kampus-kampus terkenal di Indonesia.

"Dampak internet apabila digunakan untuk hal yang positif maka akan menghasilkan hal positif pula, sebaliknya apabila digunakan untuk hal yang negatif, maka akan menjadi hal yang negatif pula," tuturnya.

Untuk itu, Genius mengimbau para guru di sekolah agar mengajarkan murid-muridnya bagaimana menggunakan internet dengan bijak atau internet sehat supaya benar-benar digunakan untuk belajar dan hal-hal penunjang kesuksesan lainnya.

Ia juga menceritakan bagaimana dirinya yang berlatar belakang keluarga sederhana mampu meneruskan pendidikan di STPDN, berlanjut S1 ke LAN (Lembaga Administrasi Negara), S2 ke UGM (Universitas Gajah Mada), dan S3 nya di 2 tempat, yaitu di IPB (Institute Pertanian Bogor) dan UKM (Universitas Kebangsaan Malaysia).

"Anak-anak Pariaman jangan takut bersaing dengan anak-anak dari daerah lain. Kita semua sama, yang penting jangan pernah menyerah, bekerja keras untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dan terpenting selalu belajar untuk jadi lebih baik," sambungnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa ia ingin di Pariaman nanti akan ada sekolah unggulan di bidang agama seperti di Padang Panjang, dan MAN Padusunan dengan segala keunggulan yang dimilinya, mampu menjadi sekolah unggulan agama di Sumbar nantinya.

"MAN Padusunan telah banyak menorehkan prestasi baik di tingkat Pariaman, Sumatera Barat bahkan di tingkat nasional. Karena itu harapan saya, agar MAN Padusunan ini dapat kita tingkatkan sarana dan prasarananya, sehingga akan menjadi sekolah unggulan agama di tingkat Sumbar nantinya," tutup peraih gelar Doktor (S3) di IPB ini. (Juned)
Pertamina Pusat dan Kementerian LHK Akan Kunjungi Trekking Mangrove Pariaman
Mukhlis berikan piagam penghargaan kepada Ridwan kepala PT Pertamina DPPU Minangkabau. FOTO/Juned
Pariaman ----- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman terima kunjungan PT Pertamina Marketing Operation Regional I Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Minangkabau. Rombongan didampingi oleh Tabuik Diving Club (TDC) Pariaman, Senin (22/1) di Balaikota Pariaman.

Kunjungan tersebut untuk melaporkan perkembangan bantuan CSR yang telah diberikan Pertamina kepada TDC Pariaman.

Kepala Head DPPU Minangkabau Ridwan, menjelaskan bahwa CSR yang mereka berikan telah banyak memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di Pariaman.

"Juga manfaat bagi masyarakat dan tingkat kunjungan wisata," ujarnya.

Ia berkata, pihak PT Pertamina akan berkesinambungan dalam memberikan bantuan CSR nya untuk Pariaman. Hal itu didasari oleh semakin tingginya nilai manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Pariaman di bidang pelestarian lingkungan dan tingkat kunjungan wisata.

"Hal tersebut menjadi alasan bagi kami untuk menarik program CSR Pertamina Pusat untuk Pariaman. Kami akan mengajaknya melihat langsung ke lapangan apa saja yang telah DPPU Minangkabau perbuat," tuturnya.

Menurut dia, untuk waktu yang akan datang pihaknya akan melakukan giat bersih pantai di Pantai Gandoriah. Tak lupa bersih-bersih area hutan mangrove, pelepasan tukik dan penanaman terumbu karang.

Pada kesempatan itu ia juga mengundang walikota menghadiri acara di penangkaran Penyu Pariaman tanggal 4 Februari 2018 mendatang. Acara tersebut digagas langsung oleh Pertamina Pusat dan akan dihadiri oleh Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman memuji kemurahan hati Pertamina atas kepeduliannya terhadap konservasi dan lingkungan hidup di Pariaman. Pertamina sudah beberapa kali memberikan bantuan ke Pariaman lewat komunitas Tabuik Diving Club.

Ia menyatakan di 2017, PT Pertamina telah membangun taman terumbu karang di bawah laut antara Pulau Ujuang dan Pulau Tangah untuk penyelamatan kelangsungan ekosistem terumbu karang sebagai rumah ikan dan habitat laut lainnya.

"Akhir 2017 membangun Tracking Mangrove di Penangkaran Penyu yang berfungsi untuk wisata edukasi dan ecotourism yang lagi trend bagi anak muda saat ini untuk berfoto selfie," tuturnya.

Kedatangan pihak PT Pertamina Pusat dan Kementerian LHK nanti, ujar Mukhlis, diharapkan melecut dan memberi semangat kepada jajaran Pemko Pariaman dan kelompok pemerhati lingkungan lainnya, agar ikut berpartisipasi memelihara lingkungan hidup.

Kelompok pemerhati lingkungan seperti Forum Komunitas Hijau Kota Pariaman, imbau Mukhlis, diharapkan ikut berperan aktif untuk ikut andil dalam acara tersebut.

"Dengan mengunakan baju daur ulangnya sebagai maskot penerima tamu," pungkasnya. (Juned/*)
KPU Pariaman: "Masyarakat Harus Memastikan Dirinya Tercoklit"
Komisioner KPU Alfiandri Zaharmi sedang mencoklit di rumah Ketua Karang Taruna Pariaman Adek Oswandi. FOTO/Nanda
Pariaman ---- KPU Kota Pariaman optimis 62.130 data pemilih hasil sinkronisasi data DP4 dan DPT pilgub 2015, tercoklit seluruhnya hingga berakhirnya tahapan pencoklitan data pemilih18 Februari 2018 mendatang.

Pada coklit serentak itu, KPU hingga jajaran PPDP ditargetkan minimal mencoklit 5 rumah. Coklit serentak juga menyasar kediaman Forkopimda, Muspika hingga tokoh masyarakat.

"Pada hari pertama coklit saja sudah 2.096 Kepala Keluarga (KK) dengan 5.776 data pemilih telah dicoklit pada gerakan coklit serentak. Ini berarti sudah 10 persen yang tercoklit. Dengan batas waktu itu target 100 persen tercoklit dapat dicapai," ungkap Kordiv Perencanaan Program dan Data KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi di Pariaman, Minggu (21/1) siang.

Menurut Alfiandri, PPDP tidak memiliki jadwal kerja dan bisa melakukan pencoklitan tiap waktu, pagi hingga siang atau malam hari.

"Misalnya ada pemilih yang pagi hingga sore hari tidak berada di rumah atau bekerja, dapat dikunjungi pada malam hari. Yang penting tidak mengganggu kenyamanan warga," jelas dia.

Menurutnya, selain menugaskan PPDP melakukan pencoklitan, KPU juga terus mensosialisasikan imbauan dan pemberitahuan pencoklitan kepada masyarakat melalui mobil penerangan yang berkeliling dari desa ke desa di Kota Pariaman.

"Secara periodik kita juga berkeliling memberitahukan masyarakat jika KPU sedang melakukan pencoklitan dan masyarakat harus memastikan dirinya tercoklit," pungkasnya.

KPU Kota Pariaman rentang waktu 20 Januari hingga 18 Februari 2018 melaksanakan pencoklitan data pemilih. Kegiatan itu dilakukan untuk menvalidkan data pemilih Pilkada Kota Pariaman 2018. (Nanda)
Gerakan Coklit Serentak 2018, KPU Pariaman Targetkan 6000 Daftar Pemilih Tercoklit
Jajaran Komisioner KPU Kota Pariaman foto bersama dengan seluruh petugas pencoklitan se Kota Pariaman di halaman Kantor KPU. FOTO/Nanda
~Data pemilih yang tidak akurat, acapkali dianggap menjadi biang kerok terhadap permasalahan pilkada, termasuk rendahnya partisipasi pemilih dan berlebihnya logisitik KPU.

~Petugas diingatkan tidak mencoklit hanya hingga di warung saja atau bertanya kepada Ketua RT.

~Pencoklitan dilatari adanya anggapan dan temuan jika pemutakhiran data pemilih pada pemilu yang telah dilakukan sebelumnya tidak sesuai dengan norma yang ada.


Pariaman ---- 6000-an dari 62.130 data pemilih ditargetkan selesai dicoklit oleh jajaran KPU Kota Pariaman pada gerakan coklit serentak 2018 secara nasional pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 hari ini, Sabtu (20/1).

Target itu sesuai dengan kewajiban anggota KPU, PPK, PPS hingga jajaran PPDP pada gerakan coklit serentak 2018. Jajaran KPU berkewajiban mencoklit minimal di 5 rumah yang ada dilingkungan masing-masing, dengan asumsi satu rumah yang dicoklit dihuni oleh 3 orang pemilih.

Coklit serentak sendiri merupakan pencocokan dan penelitian data pemilih yang terdapat pada form A.KWK yang merupakan sinkronisasi data DP4 dan DPT Pilgub Sumatera Barat di kota Pariaman 2015, data tersebut dicocokan dengan keberadaan pemilih.

“Bagi pemilih yang terdapat pada data tersebut telah meninggal atau pindah, PPDP akan mencoret. Sedangkan pemilih baru yang sudah memiliki KTP atau telah melakukan perekaman, namun belum ada namanya pada form A.KWK, kita akan tambahkan,” ungkap Ketua KPU Kota Pariaman, Boedi Satria.

Pencoklitan serentak dimulai sejak pukul 08.00 WIB, setelah diawali dengan apel bersama yang melibatkan KPU, Panwaslu, PPK, Panwascam, PPK, PPL, PPS dan PPDP se Kota Pariaman di masing-masing kantor kecamatan.

Di hari coklit serentak, seluruh petugas pencoklitan mengunjungi kediaman Forkopimda Kota Pariaman, Muspika dan tokoh masyarakarat di tingkat desa.

“Jika seluruh penyelenggara dari tingkat KPU hingga PPDP melakukan coklit lima rumah saja dengan asumsi satu rumah ada tiga orang, berarti sudah 4 ribu data pemilih yang tercoklit pada hari pertama ini,” tuturnya.

Coklit serentak berakhir pada hari ini pukul 14.00, selanjutnya akan inputkan, dilaporkan hingga KPU RI. Meskipun menarget minimal lima rumah pada coklit serentak ini, petugas masih dapat terus melakukan pencoklitan hingga batas tahapan coklit pada 18 Februari 2018 mendatang.

“Untuk gerakan coklit serentak hanya sampai pukul 14.00 dan datanya langsung diinputkan ke KPU RI. Namun PPDP bisa langsung melanjutkan pencoklitan sesuai dengan waktu dan situasi, malam pun tidak masalah asalkan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat,” ulasnya.

Ia berharap, PPDP se kota Pariaman dapat bekerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh KPU dan mempedomani buku panduan saat melakukan pencoklitan dan tidak asal coklit saja.

Sementara itu, Kordiv Perencanaan Program dan Data KPU Provinsi Sumatera Barat, Nova Indra, mengingatkan agar petugas benar-benar mengunjungi rumah pemilih yang terdapat dalam data pemilih pada formulir A.KWK, tidak mengira ataupun menerka.

“Terkadang PPDP ini mencoklit hanya dengan menanyai pak RT saja, tidak mengunjungi rumah masyarakat yang terdapat pada formulir A.KWK ini secara door to door, juga ditemukan kasus PPDP hanya mencoklit di warung saja, kemudian diterka saja dalam rumah ini ada berapa orang pemilih, hal seperti ini tentunya membuat data pemilihnya tidak valid,” katanya.

Ia mengatakan, gerakan coklit serentak adalah upaya jajaran KPU menvalidkan data pemilih. Data pemilih yang tidak akurat, acapkali dianggap menjadi biang kerok terhadap permasalahan pilkada, termasuk rendahnya partisipasi pemilih dan berlebihnya logisitik KPU.

“Gerakan ini juga dilatari adanya anggapan dan temuan jika pemutakhiran data pemilih pada pemilu yang telah dilakukan sebelumnya tidak sesuai dengan norma yang ada. Selama ini, berkembangnya argumen masyarakat ditemukan permasalahan yang merusak validasi data pemilih,” jelasnya.

Sementara itu, masih terdapat ribuan wajib KTP di Kota Pariaman yang belum melakukan perekaman di Disducapil, Nova meminta agar PPDP menuliskan datanya pada catatan khusus untuk dilaporkan ke KPU Kota Pariaman. Selanjutnya data tersebut disampaikan ke Disdukcapil Kota Pariaman.

“Karena data ini berpengaruh, jika wajib KTP belum merekam datanya kita pastikan tidak dapat menggunakan hak pilihhnya pada pilkada walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 ini,” katanya

Pada gerakan coklit ini, KPU dan jajaran akan diawasi lansung oleh Panwaslu hingga PPL. Nova mengimbau agar penyelenggara dan pengawas saling berkoordinasi, saling mengingatkan dan tidak saling mencari kesalahan.

“Namun jika terjadi pelanggaran, PPL harus menindaklanjutinya sesuai dengan aturan yang ada yang penting jangan saling cari-cari kesalahan saja, karena PPDP melayani masyarakat Kota Pariaman untuk memastikan mendapatkan hak konstitusi menggunakan hak pilih pada 27 Juli 2018 mendatang,” imbaunya.

Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman yang telah dicoklit oleh KPU Kota Pariaman mengimbau masyarakat memastikan dirinya telah dicoklit oleh PPDP.

Sementara itu, terkait dengan masih banyaknya wajib KTP di Kota Pariaman yang belum melakukan perekaman disebabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya catatan sipil dan KTP elektonik.

Selama ini kata dia, wajib KTP melakukan perekaman jika perlu saja, bukan kesadaran akan pentingnya KTP dan dokumen catatan sipil.

“Kadang warga kita ini mengurus KTP karena sudah mau naik pesawat saja, atau mau ajukan pinjaman ke bank. Jika tidak ada tujuan, mereka tidak urus,” sebutnya.

Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sumatera Barat, Vifner, mengatakan jika pihaknya akan melakukan pengawasan melekat kepada jajaran KPU hingga PPDP pada tahapan pencoklitan data pemilih 2018.

“Pengawasannya melekat, jika ada pelanggaran bisa dijadikan temuan,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat terlibat aktif mengawasi pencoklitan dengan cara memastikan bahwa masyarakat yang dicentang sebagai pemilih oleh PPDP benar-benar memiliki hak pilih dan memastikan jika nama pada data pemilih yang dicoret PPDP adalah data warga yang tidak memiliki hak pilih.

“Pastikan yang dicentang oleh PPDP adalah orang yang punya hak pilih, sedangkan yang dicoret adalah yang tidak punya hak pilih,” pungkasnya.

Tahapan pencoklitan data pemilih telah dimulai hari ini, 20 Januari 2018 dan akan berakhir pada 18 Februari 2018 mendatang.

Selain itu, KPU Kota Pariaman secara periodik tiap minggunya akan meminta laporan rekapituasi pencoklitan dari masing-masing PPDP melalui PPK kecamatan se Kota Pariaman. (Nanda)
[Pilwako Pariaman] Dua Bapaslon Serahkan Hasil Perbaikan Syarat Calon ke KPU
[Kiri ke kanan] Genius Umar, M Ridwan, Mahyuddin dan Pabrisal terlihat kompak, saat cek kesehatan di RSUP M Djamil Padang. FOTO/istimewa
Santok ---- Dua bakal pasangan calon (bapaslon) walikota dan wakil walikota Pariaman 2018, serahkan hasil perbaikan syarat calon ke KPU Kota Pariaman, Sabtu (20/1) siang.

Perbaikan syarat dilakukan bapaslon setelah KPU Kota Pariaman menyampaikan hasil penelitian dan verifikasi syarat calon pada 17 Januari 2018 silam.

Bapaslon Genius Umar - Mardison Mahyuddin (Gema) melalui tim pemenangannya telah menyerahkan perbaikan syarat calon Walikota Pariaman Genius Umar yang sebelumnya baru melampirkan surat keterangan LHKPN dalam proses pendaftaran. Kini pihaknya telah melengkapi dengan tanda terima penyapaian LHKPN dari KPK RI.

"Sementara syarat calon lainnya yang sebelumnya juga diperbaiki, seperti softfile foto 4X6 hitam putih, visi dan misi bertandatangan bapaslon telah dilengkapi dan diperbaiki," jelas kordiv teknis KPU Kota Pariaman Arnaldi Putra.

Sementara itu, bapaslon usungan gabungan Partai Nasdem dan Hanura, Dewi Fitri Deswati-Pabrisal juga telah melengkapi dan memperbaiki berkas syarat calonnya. Perbaikan berkas tersebut diserahkan langsung Dewi Fitri Deswati didampingi beberapa orang tim pemenangannya.

"Tanda terima LHKPN Dewi Fitri Deswati dan softfile fotonya juga sudah diserahkan, artinya syarat calonnya sudah lengkap," lanjutnya.

Usai menerima penyerahan perbaikan berkas calon, KPU Kota Pariaman langsung melakukan penelitian syarat calon pasca perbaikan dan akan mengumumkannya pada 26 Januari 2018 mendatang.

"Kita akan plenokan dahulu hasil perbaikan ini, selanjutnya kami akan tetapkan pasangan calon peserta Pilkada 2018 pada 12 Februari 2018 mendatang," pungkas Arnaldi.

Terpisah, ketua tim pemenangan pasangan Genius Umar - Mardison Mahyudin, Mulyadi mengatakan, pasca selesainya penyerahan perbaikan persyaratan calon ke KPU Kota Pariaman, pihaknya kini tengah melakukan konsolidasi internal dengan parpol penyusung, parpol pendukung dan relawan yang telah terbentuk untuk mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kita akan konsolidasi menyusun jadwal untuk mensosialisasikan program unggulan dan visi misi bapaslon GEMA kepada masyarakat, kampanye kita saat ini adalah kampanye program unggulan," ujarnya.

Selain sosialisasi program, visi dan misi, bapaslon GEMA menjadikan tiada hari tanpa silaturahmi. Bakal calon baik berpasangan ataupun secara personal mengunjungi masyarakat keliling Kota Pariaman.

"Kunjungan sebetulnya bukan pada momen Pilkada saja, keduanya kan petahana dulunyapun sering berkumpul dan berbaur dengan masyarakat," pungkasnya. (Nanda)
Mukhlis Resmikan IPAL Komunal di Kampung Pondok
Walikota foto bersama seusai peresmian IPAL Komunal. Foto/Junaidi
Pariaman ---- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman resmikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal dengan sistem perpipaan sanitasi berbasis masyarakat Islamic Development Bank (Sanimas IDB) Kota Pariaman 2017 yang dipusatkan di Kelurahan Kampung Pondok, Pariaman Tengah, Jumat, (19/1).

Mukhlis menyampaikan, keberadaan IPAL Komunal agar masyarakat jadi semakin sehat melalui pengolahan air limbah domestik maupun air limbah industri sehingga nantinya bisa digunakan kembali sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

"Pada akhirnya yang diharapkan air sungai di Kota Pariaman tidak akan tercemar, biota dan ekosistem sungai dan perairan tidak akan mati atau rusak akibat pencemaran bahan kimia," ujarnya.

Ia berharap program tersebut harus ada kelanjutannya sampai tuntas, harus ada alat pengolahan limbah dari IPAL supaya limbah bisa dijadikan pupuk.

"Pariaman sebagai kota tujuan wisata, kita akan banyak membangun taman-taman, dan pengolahan limbah ini yang akan kita jadikan pupuk," sambungnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Pariaman Rismen, menyampaikan bahwa program Sanimas IDB merupakan salah satu komponen program PNPM Mandiri Perkotaan bertujuan untuk menciptakan dan meningkatan kualitas kehidupan massyarakat.

"Baik secara individu maupun kelompok agar berpatisipasi memecahkan berbagai permasalahan yang terkait pada upaya peningkatan kualitas kehidupan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Di 2014, imbuhnya, terdapat  tiga lokasi IPAL, 2015 ada sembilan lokasi IPAL dan 2016 tiga lokasi IPAL.

"Sedangkan 2017 ada sembilan lokasi IPAL. Direncanakan untuk tahun 2018 akan dibangun sembilan lokasi IPAL lagi dimana masing-masingnya mendapat bantuan sebesar Rp425.000.000," jelasnya.

Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat Bersatu (BKM Bersatu), Masrutin, mengatakan di Kelurahan Kampung Pondok, IPAL dibangun dengan luas 27,83 meter per segi.

"Senilai Rp425 juta, sedangkan penerimaan manfaat sebanyak 259 jiwa dengan 51 sambungan rumah," ungkapnya. (Juned)
Tanggapan DPRD Tentang Proyeksi Anggaran Rp30 M Untuk Pulau Tangah
Anggota Komisi III DPRD Kota Pariaman yang membidangi pariwisata, Hamdani. FOTO/istimewa
Pariaman ---- Anggota Komisi III DPRD Kota Pariaman Hamdani, memastikan segala bentuk penganggaran di DPRD di tahun politik 2018 akan berjalan sebagaimana biasanya. Pilkada dan kinerja dewan, kata Hamdani, merupakan dua hal yang mesti terpisah.

"Kita bekerja di dewan mewakili seluruh masyarakat Kota Pariaman. Bukan kepentingan politik, apalagi jika ada pihak-pihak tertentu mengait-ngaitkannya dengan kontestasi Pilwako Pariaman 2018," tegas Hamdani saat dihubungi via ponselnya, Jumat (19/1).

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya di DPRD selalu bekerja maksimal demi pembangunan di Kota Pariaman. Bahkan menurutnya, pihak dewan selalu mendukung visi misi Pemko Pariaman dalam membangun kepariwisataan.

"Kami menyadari potensi kita ada di pariwisata. Untuk itu semua pihak harus mempersiapkan diri, baik eksekutif dan legislatif maupun stake holder dan komponen masyarakat lainnya. Untuk membangun pariwisata tidak boleh setengah-setengah. Infrastruktur dan sumberdaya manusia saling kuat menguatkan," tuturnya.

Pihaknya telah mendengar saat ini Pemko Pariaman berniat membangun sejumlah infrastruktur penunjang wisata bahari di Pulau Tangah dengan proyeksi dana Rp30 miliar. Hamdani berkata, sebelum pengajuan anggaran di DPRD, pihaknya mengimbau agar TAPD Pemko Pariaman menyiapkan konsepnya dengan baik.

"Perlu kami garis bawahi, apapun bentuk pembangunan, asal membawa manfaat bagi masyarakat dan sesuai aturan yang berlaku, kami di dewan akan mendukungnya," sebut Hamdani.

Untuk anggaran sebesar Rp30 miliar, jelas Hamdani, penganggarannya harus secara bertahap. Tidak bisa langsung mengingat keterbatasan keuangan daerah. Di samping itu, jelas Hamdani, juga diperlukan dokumen penunjang mengingat sejumlah aturan tentang tata kelola pulau-pulau kecil yang tentunya memiliki ekosistem yang mesti dijaga.

"Itu pasti bertahap ya. Kita rasa TAPD menyadari hal tersebut. Kita harus lihat masterplannya. Konsepnya seperti apa, taman burungnya seperti apa, juga kolam pemandian, apakah air asin atau air tawar. Ini semua perlu konsep yang jelas dan terukur agar pembangunannya berjalan lancar dan membawa manfaat," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu desitinasi baru yang akan dibenahi oleh Pemko Pariaman adalah Pulau Tangah. Dalam perencanaan, di pulau itu akan dibangun taman burung, pemandian air tawar, tempat bermain anak, yang dilengkapi dengan gazebo sebanyak 15 unit dan jalur pendestrian.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengungkapkan anggaran yang akan dihabiskan untuk Pulau Tangah---sesuai dengan masterplan yang telah dibuat---sekitar Rp30 miliar.

Di tahun anggaran 2017, kata Mukhlis, pihaknya telah membangun 15 unit gazebo dan pendestrian sepanjang 800 meter dengan menelan anggaran sekitar Rp1,1 miliar, ditambah bangunan dermaga apung bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebesar Rp1,7 miliar.

"Masih banyak pembangunan yang akan kita kerjakan untuk tahun-tahun berikutnya. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar memprioritaskan pembangunan Pulau Tangah dengan dukungan dana yang maksimal," sebutnya, Rabu (17/1). (OLP)
Mukhlis: Tantangan Dunia Pendidikan di Era Globalisasi Makin berat
Walikota Mukhlis beri sambutan ketika membuka Rakor Pendidikan di lingkup Pemerintahan Kota Pariaman. FOTO/Junaidi
Pariaman --- Arus globalisasi yang terjadi saat ini, tantangan dunia pendidikan akan semakin berat. Untuk itu penguatan tempat anak-anak menimba ilmu pendidikan dimulai dari keluarga dan terutama di sekolah.

"Ini penting dilakukan untuk membentengi murid dari berbagai pengaruh negatif akibat kemajuan teknologi informasi," ujar Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Kamis (18/1), ketika membuka Rapat Koordinasi Pendidikan tentang Sinkronisasi Pelaksanaan Program kegiatan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dengan Satuan Pendidikan di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman di BP Paud dan Dikmas Sumbar.

Adapun tujuan Rakor Pendidikan adalah, adanya penyesuaian program kegiatan antara dinas pendidikan pemuda dan olah raga dengan satuan pendidikan dalam memaknai nilai manfaat dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Rakor juga mesti memiliki nilai tepat guna bagi perkembangan dan kebutuhan pendidikan dalam konteks memanusiakan manusia melalui pendidikan yang seutuhnya.

"Sehingga program kegiatan yang dilaksanakan hendaknya dinikmati oleh masyarakat untuk kemajuan pendidikan," ucapnya.

Saat ini, kata Mukhlis, etika dan moral menjadi pekerjaan rumah bagi para kalangan pendidik.

"Pelajar sedikit sekali yang mempunyai etika dan moral merekapun semakin rapuh tergerus dengan perkembangan zaman saat ini," tuturnya.

Untuk itu, agar satuan pendidikan, pengawas, komite dan dewan pendidikan, hendaknya memberikan ide, gagasan dan kontribusi, sehingga kedepannya kemajuan pendidikan di kota Pariaman akan lebih meningkat lagi.

"Tugas pendidik itu bukan hanya mengajar dan memberikan PR saja, tetapi lebih kepada mendidik, baik mendidik dalam hal pelajaran dan juga mendidik etika dan moral anak didiknya," ungkapnya.

Ia berharap para peserta rakor dapat melakukan penyesuaian program agar kegiatan yang akan dilakukan lebih sinkron dan sairiang sajalan, se ayun salangkah dan sabiduak sadayuang, dalam peningkatan kualitas pendidikan yang lebih progresif.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Kanderi mengatakan bahwa kegiatan itu diikuti oleh 150 orang peserta dengan rincian; Kepala Sekolah tingkat SMP 9 orang, Kepala Sekolah tingkat SD 72 orang, Kepala Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) 1 orang, Pengawas Sekolah 4 orang, Kepala TK 30 orang, Kepala Paud/Kelompok Bermain (KB) 20 orang dan dari Dinas Dikpora 14 orang.

Narasumber dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas dan Sekretaris Dikpora Kota Pariaman.

"Yang akan berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 18-19 Januari 2018," jelasnya. (Juned)
Selain Coklit, KPU Pariaman Imbau PPDP Juga Sosialisasikan Pilkada
Komisioner KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi Sutan Palito Sati
Santok ---- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman ingatkan agar PPDP benar-benar turun melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih pada gerakan coklit nasional 20 Januari hingga 18 Februari 2018 mendatang.

"PPDP jangan hanya mengandalkan data pemilih yang diberikan PPS kemudian menerka-nerka tanpa mendatangi rumah warga melakukan coklit. Coklit itu penting kita lakukan untuk validasi data pemilih pada Pilkada 2018 ini," ujar kordiv perencanaan program dan data KPU Kota Pariaman, Alfiandri Zaharmi, Kamis (18/1) siang.

Pada gerakan nasional coklit serentak ini, pihaknya melibatkan 171 orang petugas PPDP, yang telah direkrut oleh PPS sejak 19 Desember 2017 yang lalu. Pihaknya juga telah memberikan bimbingan teknis bagi PPDP yang akan melakukan pencoklitan.

"Dihari pertama coklit seluruh PPDP, PPS dan PPK wajib melakukan pencoklitan lima rumah yang ada di lingkungannya masing-masing. Sedangkan untuk memonitor perkembangan pencoklitan, KPU Kota Pariaman mewajibkan PPDP, PPS dan PPK melaporkan ke KPU secara berjenjang," ulasnya.

Ditambahkan Alfiandri, PPDP tidak hanya melakukan coklit atau pemutakhiran data pemilih saja, namun turut mensosialisasikan tentang tahapan dan mengajak masyarakat mennggunakan hak pilihnya.

Untuk melakukan itu, PPDP juga harus menguasai informasi tentang tahapan dan teknis Pilkada 2018, termasuk bapaslon yang telah mendaftar, parpol pengusung dan visi dan misi paslon nantinya.

"PPDP bertanggung jawab mengajak keluarga yang menjadi sasaran coklit untuk datang ke TPS menggunakan hak pilih 27 Juni 2018," lanjut dia.

Pelaksanaan coklit yang dilakukan PPDP akan terus dievalusi. PPDP yang dinilai berhasil melakukan pencoklitan akan dilibatkan sebagai petugas KPP menyelenggarakan tahapan pemungutan dan penghitungan suara di tingkat TPS. 

Terakhir, Alfiandri mengajak jajaran PPL atau Pengawas Pemilu Lapangan ikut mengawasi proses pencoklitan ini. (Nanda)
EB Nekat Cabuli Anak di Bawah Umur Dekat Kantor Bupati
Korban terlihat histeris saat diamankan oleh warga yang ronda. Ia terlihat sangat ketakutan dan tak menyangka pacarnya berniat merengut kesuciannya. FOTO/Nanda
Padangpariaman ---- Entah apa yang ada dibenak EB (25) berniat merenggut kesucian Mawar, bukan nama sebenarnya, 16 tahun, yang tak lain diakuinya adalah kekasihnya sendiri. Akibat perbuatannya itu, kini EB harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Padangpariaman.

Kejadian itu berawal ketika korban meminta untuk diantarkan ke rumah orangtuanya di salah satu daerah di Kecamatan Sintoga, Kamis (18/1) dinihari. Usai menjemput sang kekasih di Kayutanam---dalam perjalanan menuju rumah korban---tersangka mengajak sang kekasih mampir di kawasan komplek kantor Bupati Padangpariaman.

"Pemuda yang ronda melihat ada sepasang muda-mudi menggunakan sepeda motor menuju arah kantor bupati. Mereka curiga akhirnya membuntuti namun kehilangan jejak. Namun setelah berkeliling, akhirnya pemuda mendengar teriakan minta tolong, hingga keduanya pun berhasil diamankan oleh warga," jelas Babinsa Nagari Parikmalintang, Serka Azwir, Kamis (18/1).

Selain mengamankan sepasang muda-mudi itu, satu unit sepeda motor dan senjata tajam ikut diamankan warga. Usai diamankan, keduanya diserahkan ke Mapolres Padangpariaman.

"Orangtua dari korban ini tidak terima dengan perbuatan pelaku, hingga akhirnya melapor ke Polres Padangpariaman," jelas Azwir.

Kasat Reskrim Polres Padangpariaman melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Padangpariaman Iptu Ardi Lubis, membenarkan jika pihaknya telah mengamankan EB atas kasus pencabulan dengan anak di bawah umur.

"Keduanya diamankan warga saat sedang berniat berhubungan badan di kawasan IKK, selanjutnya keduanya diserahkan kepada pihak kepolisian," jelasnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada pelapor, pelaku, korban dan saksi. Sedangkan korban, telah menjalani visum untuk keperluan penyidikan.

Kronologis kejadian bermula saat korban dibujuk tersangka melalui aplikasi pesan. Korban dijemput tersangka di Kayu Tanam pada Rabu malam sekitar pukul 20.30 WIB, berlanjut boncengan berdua hingga ke Kota Pariaman.

Saat malam sudah larut, tepatnya Kamis dinihari pukul 01.30, korban dibujuk tersangka nongkrong berduaan di jalan lingkar dekat IKK Padangpariaman.

Beberapa saat kemudian, pemuda setempat yang sebelumnya mengintai, dikejutkan dengan jeritan minta tolong hingga akhirnya meringkus tersangka dan mengamankan korban. (Nanda)