Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :

Berita Terpopuler

PU/Pimred Oyong Liza Piliang, PJW Iwan Piliang, Reporter, Nesya, Hendra, Angga, Nanda, Hendri, Reza. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Defika Yufiandra Diyakini Figur Paling Pas Jabat Ketua KNPI Sumbar

Written By oyong liza on Kamis, 23 Oktober 2014 | 08.39




Defika Yufiandra, SH (26), calon Ketua KNPI Sumbar periode 2014-2017 kembali menegasakan sikapnya bahwa untuk memimpin organisasi kepemudaan sebesar KNPI diperlukan sosok leadership kokoh dan tidak terafiliasi dengan kekuatan selain itu, karena menurutnya, KNPI harus menjadi organisasi independen yang terlepas dari tarik menarik kepentingan dan campur tangan baik itu kekuatan politik maupun intervensi pemerintah karena sesuatu kepentingan.

"Pemuda harus punya jati diri yang jelas," tegas Defika, usai debat kandidat sesi II di Hotel Ombilin, Kota Sawahlunto, Rabu (22/10). Acara tersebut juga dihadiri oleh Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, Muspida Sawahlunto, Ketua DPD KNPI Sumbar Adib Alfikri, dua calon Ketua KNPI Deri Rizal, SHi dan Edi Kurniawan, S.Hum, sejumlah Ketua DPD KNPI Kota/Kabupaten se-Sumbar, Ketua OKP se-Sumbar, tokoh pemuda Sawahlunto, serta para undangan.

KNPI menurut Adek karib ia disapa, adalah organisasi berhimpunnya pemuda yang murni berjuang, tangguh dan berkepribadian kokoh, semata untuk memajukan kepemudaan di Minangkabau. Sebagaimana dikatakannya, pemuda Minangkabau di zaman pra--dan--awal kemerdekaan dikenal pemuda intelektual berpikiran besar, bertindak besar, demi cita-cita besar untuk kemerdekaan NKRI dalam artian sesungguhnya sebagaimana dicontohkan oleh Bung Hatta, Mr. Mohammad Yamin, Sutan Syahril, dan masih banyak tokoh lainnya asal Minangkabau.

Menurut Ketua DPD KNPI Kota Pariaman Riky Falantino, S.Kom, syarat maju sebagai calon Ketua KNPI, sang calon harus diusung minimal oleh 1 DPD KNPI Kota/Kabupaten dan 4 OKP tingkat Sumbar. Disebutkan Riky, Defika Yufiandra diusung oleh DPD KNPI Kota Pariaman, OKP HIMMAH Sumbar, GPA Sumbar, MPI serta AMTI Sumbar.

Riky menuturkan, Defika adalah sosok pemuda yang memiliki jiwa leadership dan manejerial yang sudah teruji. Kata Riky, Defika maju mencalonkan diri sebagai Ketua KNPI Sumbar tidak di endors oleh kekuatan politik dan kepentingan manapun, melainkan lahir dari dirinya sendiri.

"Kita menilai orang dari sikapnya, bukan dari perkataannya. Defika tidak suka retorika. Dia anak muda berprinsip jelas dan matang. Jika KNPI Sumbar dipimpinnya, saya meyakini KNPI akan menjadi organisasi yang kuat dan mandiri dalam artian luas. Defika adalah anak muda yang meniti karier dari bawah, dia bukan anak muda yang sukses dari warisan usaha orangtuanya. Dia tahu siapa dirinya dan batas kemampuannya, karena jika riwayat hidupnya ditulis, selain akan menginspirasi juga akan membuat kita meneteskan airmata," sebut Riky, tentang sosok pengacara muda ternama Sumbar itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD KNPI Sumbar, Ir. Alfadila Hasan, MM mengatakan, Defika Yufiandra sangat pantas memimpin KNPI Sumbar ke depan. Defika, menurutnya, pemuda yang sudah berpengalaman memimpin organisasi, begitu juga dalam dunia kewirausahawan.

"Defika figur paling pas, dia memiliki pribadi yang matang bukan karena karbitan. Sosok mandiri, memiliki wawasan ke depan yang terukur, tidak suka retorika. Jika dia berkata, itulah sikapnya, tidak klise. Sosok demikian sangat dibutuhkan untuk memimpin KNPI Sumbar ke depan," ungkap aktifis yang juga mantan komisioner KPU Kota Pariaman dan Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kota Pariaman ini.


Oyong Liza Piliang

Ali Mukhni Bupati 6 Trilyun Rupiah

Bupati Ali Mukhni berdiskusi dengan Wali Nagari usai Seminar Se-Sumbar di Hotel Axana, Selasa (22/10)



Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengakui bahwa keberhasilannya dalam memimpin adalah berkat doa dan peranan masyarakat Padangpariaman, baik yang tinggal di ranah maupun para perantau. Hal tersebut dia katakan saat menjadi narasumber dalam seminar sengan tema "Menggerakkan potensi perantau kepada Wali Nagari Se-Sumbar" di Hotel Axana, Selasa (22/10)

Diceritakan Ali Mukhni, ketika baru menjabat sebagai bupati pada awal tahun 2010 adalah saat terberat dalam hidupnya. Ketika itu pasca gempa 2009 yang menghancurkan rumah, sarana ibadah, infrasturktur pendidikan, kesehatan, irigasi, jalan dan fasilitas umum lainnya. Namun, kata bupati, dengan kerja keras dan kerja ikhlas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa berjalan dengan baik berkat bantuan seluruh elemen, baik itu donatur, media, maupun LSM dalam dan luar negeri.

"Dalam berbagai kesempatan sering saya sampaikan, pesatnya pembangunan di Padangpariaman semuanya berkat doa dan dukungan masyarakat ranah dan rantau. Kita lihat, pasca gempa tahun 2009 tingkat pertumbuhan ekonomi kami hanya 3,4 %. Namun tahun 2013 adalah yang tertinggi di Sumbar sebesar 6,67% menurut data BPS. Saya yakin pada awal 2015 akan mencapai 7%. Insya Allah, tingkat pengangguran dan kemiskinan otomatis berkurang pula," kata Alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat ini.

Ali Mukhni mengatakan, budaya gotong royong yang menjadi jati diri 'Urang Piaman' adalah budaya badoncek. Badoncek ini dilakukan oleh seluruh perantau dimana pun ia berada, baik dalam mencari dana untuk pesta baralek, membangun surau, pondok pesantren, MTQ, Alek Nagari maupun kegiatan yang menyangkut kepentingan umat lainnya.

"Budaya badoncek adalah budaya sato sakaki, yang menjadi jati diri urang Piaman. Ketika ada yang pesta, maka ada budaya badoncek agar tuan rumah tidak rugi pestanya. Ketika ada anak nagari yang tidak punya biaya kuliah, perantau pun ikut badoncek. Apalagi pembangunan surau, pesantren, MTQ, Alek Nagari dan lain-lain, juga diadakan badoncek. Jadi badoncek ini menumbuhkan rasa memiliki kecintaan terhadap nagari," lanjutnya.

Disegi pembangunan, Ali Mukhni mengakui peranan perantau juga sangat membantu. Katanya, jika menemui kendala terhadap lobi suatu kegiatan skala nasional, maka ia melibatkan perantau yang mempunyai jaringan dan disegani oleh kalangan elit, diantaranya adalh Letjen (Purn) Azwar Anas.

"Pembangunan mega proyek di Padangpariaman, perantau sangat berandil besar untuk mewujudkanya. Seperti pembangunan asrama haji, BP2IP Tiram, MAN Insan Cendikia, jalan lingkar Duku-Sicincin dan lain-lain. Selain bersama gubernur, kita juga mendapat dukungan perantau diantaranya Ayahanda Azwar Anas," kata Bupati didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Pada kesempatan itu, Ali Mukhni juga  menggambarkan kepedulian perantau untuk membangun infrastruktur maupun investasi di tanah kelahirannya. Seperti yang dilakukan oleh H. Azwar Wahid (Haji Sagi) asal Aua Malintang,  H. Jamaris asal Sintuk Toboh Gadang dan H. Basrizal Koto asal Limau Puruik.

"Pak haji yang sering kami sapa mak aciak sagi ini sangat luar biasa perhatiannya kepada kampuang halaman. Kontribusinya antara lain adalah membangun Mesjid Istiqomah, MAN, dan SMK Negeri untuk dimanfaatkan oleh anak kemenakan di kampung. Begitu juga dengan Haji Jamaris di Sintuk Toboh Gadang dan Basrizal Koto di Limau Puruik. Dan masih banyak lagi perantau peduli kemajuan nagarinya," terangnya.

Seusai memaparkan materi, peserta seminar diberikan kesempatan bertanya kepada Bupati Ali Mukhni. Salah satunya dari M. Fadhly, Wali Nagari asal Kab. Agam yang menanyakan kiat sukses bupati dalam membangun Padangpariaman.

Bupati pun menjawab bahwa kunci dari pembangunan itu adalah pembebasan tanah. Ia mengakui turun langsung dalam proses pembebasan tanah yang melibatkan KAN, perantau, juga wali nagari setempat. Dia menyebut, sering kali ia mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan dalam sosialisasi pembangunan untuk kepentingan umat.

"Namun dengan semangat kebersamaan maka Padangpariaman kini menjadi kabupaten terdepan di Sumatera Barat," jawabnya.

Kata dia, jadi pemimpin itu harus turun langsung ke lapangan.

"Kita tidak bisa membiarkan seorang kepala dinas, kepala kantor atau kabag sekaligus untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di lapangan. Saya bekerja siang malam, tidur pun rata-rata 3-4 jam perhari. Pak Gubernur sering menelpon saya untuk segera tuntaskan pembebasan tanah, kalau tidak dana yang sudah dianggarkan akan dialihkan."
 

"Alhamdulillah, wajah Padangpariaman telah berubah, begitu banyak mega proyek skala nasional berada di PadangPariaman. Nilai investasi diperkirakan mencapai 5-6 trilyun. Bahkan kalau seandainya kantor gubernur mau pindah, kita juga bisa menyediakan tanahnya di Lubuk alung," tandasnya.

HA

Sulaiman Tanjung Tularkan TTG Anti Hama Walang Sangit




Badan Pemberdayaan Masyarakat adakan  sosialisasi pelatihan penerapan teknologi tepat guna perangkap walang sangit tingkat Kota Pariaman yang dilaksanakan di aula pertemuan Kantor Camat Pariaman Tengah  (21/10) yang dihadiri oleh utusan masing masing kecamatan .

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM ) Kota Pariaman, Drs.Lanefi dan sebagai narasumber kepala dinas  pertanian Kota Pariaman, Ir. Syaiful Rizal.  Dikesempatan itu Lanefi mengatakan agar masyarakat secara bersama-sama mendukung peningkatan produktifitatas pertanian, memanfaatkan alat-alat pertanian yang telah dibantu pemerintah, dan terus berupaya meningkatkatkan inovasi baru di bidang teknologi tepat guna .

Sedangkan untuk pemaparan materi inti teknologi tepat guna (TTG) tentang perangkap walang sangit disampaikan oleh penemunya Sulaiman Tanjung yang dalam penyajian makalahnya membuat semua peserta sangat antusias dan ingin segera mempraktekkan langsung TTG itu di lapangan .

Kata Sulaiman, bahan TTG sederhana tersebut tidaklah mahal. Dia menyebut, dengan hanya bermodalkan  galon dan botol air mineral bekas kemudian kawat nyamuk yang telah di olah sedemikian rupa menjadi sangat besar sekali manfaatnya untuk mengendalikan hama padi seperti serangan walang sangit, yang selama ini selalu merugikan petani.

"Alat tersebut dapat menghemat operasional  dan meningkatkan hasil produksi terutama sekali pada tanaman padi," kata Sulaiman.


SP/OLP

Mukhlis Haruskan PNS Yang Melayani Masyarakat Bukan Sebaliknya




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman secara resmi membuka kegiatan workshop dan fasilitasi penyusunan road map reformasi birokasi di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman yang di selenggarakan di aula Hotel Nan Tongga Kota Pariaman, Rabu (22/10/2014).

Acara turut dihadiri oleh utusan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Republik Indonesia (Kemenpan), asisten, staf ahli, para kepala SKPD, kabag dan camat Se-Kota Pariaman serta para peserta workshop yang diutus dari masing masing SKPD.

Dalam sambutan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, mengatakan dalam era reformasi dewasa ini perubahan lingkungan terjadi begitu cepat.

"Segala aspek dalam kehidupan terjadi begitu cepat. Segala aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dituntut untuk selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, termasuk Reformasi Birokasi," ucap Mukhlis.

Disebutkan, pembenahan birokasi merupakan proses yang berkesinambungan dan meyeluruh, karena menyangkut perubahan mindset, sikap dan tingkah laku dari seluruh jajaran pegawai pemerintah, mulai dari tingkat yang paling tinggi hingga tingkat pelaksana.
 

"Contohnya dengan merubah mindset para aparatur pemerintah dari yang dilayani menjadi melayani," imbuhnya.

Kata Mukhlis, reformasai birokrasi adalah upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah, terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan, ketatalaksanaan dan sumber daya manusiia aparatur.

Kemudian, Kabag Organisasi dan Aparatur Kota Pariaman Nafizah mengatakan kegiatan yang diselenggarakan itu adalah selama 3 hari, dari tanggal 22- s/d 24 Oktober 2014. Peserta yang mengikuti berasal dari SKPD yang akan lansung menjadi tim teknis dalam penyusunan RMRB (Road Map Reformasi Birokrasi) .

Kata dia, pelaksanaan workshop dan fasilitasi penyusunan Road Map Reformasi Birokasi adalah untuk menyamakan pemahaman dan pola pikir serta memberikan bimbingan dan arahan kepada para peserta birokasi pemerintahan Kota Pariaman serta dapat menerapkan Road Map Reformasi Birokasi di unit kerja masing-masing.

Pada acara Workshop dan Fasilitasi Penyusunan Road Map Reformasi Birokasi mendatangkan pemateri dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Republik Indonesia Drs. Gatot Sugiharto, MM, Desmarwita, Se, MAP, dan Raka Pamungkas, AK.


Juned

Jamaah Haji Kloter X tiba di Bandara Internasional Minangkabau

Written By oyong liza on Selasa, 21 Oktober 2014 | 19.57




Wakil Walikota Pariaman Genius Umar didampingi Kepala Kemenag Kota Pariaman dan anggota, serta Ketua GOW Kota Pariaman menyambut rombongan Jamaah Haji asal Kota Pariaman di Bandara Internasional Minangkabau, Padangpariaman, Selasa (21/102014).  Suasana suka cita terpancar dari bingkai wajah para Jamaah Haji Kloter (kelompok terbang) X yang tiba di Tanah Air ini setelah menempuh penerbangan dengan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor 3410 selama 10 jam dari Jeddah, Arab Saudi.

Kloter X yang terdiri dari Jemaah Haji Sumatra Barat, Jambi dan Bengkulu ini semuanya 148 pria dan 301 wanita dengan jumlah keseluruhan sebanyak 449 orang yang mana 75 diantaranya berasal dari Kota Pariaman. Sedangkan untuk satu jemaah haji dari Kota Pariaman atas nama H. Ribaldi bin Daud (Kepala Bappeda Kota Padang Panjang) yang berasal dari Alai Gelombang Pariaman Tengah, telah pulang ke Tanah Air lebih dahulu. Ketua Kloter X ini adalah H. Rinalfi, SH, S.Ag, MM dan pembimbing ibadah Drs. H. Helmi S.Ag (Kasi bimas Islam Kemenag Kota Pariaman).

Wakil Walikota Pariaman Genius umar berharap Jamaah Haji Kota Pariaman tahun 2014 ini dapat hendaknya menjadi haji yang mabrur yang berguna untuk kemaslahatan umat, serta dapat menjadi tauladan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya, karena menurutnya, dengan gelar haji seseorang “melompat” untuk menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya. Rombongan Jamaah Haji dari Bandara Internasional Minangkabau selanjutnya dibawa ke Asrama Haji Tabing Padang kemudian baru menuju daerah Kota/Kabupaten masing- masing.

Sementara itu Kepala Kemenag Kota Pariaman Hendri mengatakan untuk menjadi haji yang Mabrur itu  memerlukan pengamalan makna-makna ibadah yang didapat selama melaksanakan haji, membangun silaturahmi dengan sesama jemaah haji melalui wadah Organisasi IPHI, menggerakan tekad untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, berupaya menjadi tauladan di tengah masyarakat dan menerapkan semangat suka membantu dan menolong terhadap sesama apalagi yang kurang mampu, jelasnya. 


Juned/OLP

Tinjau Ruang Perekaman KTP-El, Ali Mukhni Berpesan Jaga Standar Pelayanan

Bupati Ali Mukhni didampingi Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil M. Fadhly, memeriksa kelengkapan alat-alat cetak KTP-El di kantor setempat, Selasa (21/10)



Bupati Padangpariaman Ali Mukhni melakukan peninjauan pelayanan  pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berkantor di Pariaman, Selasa (21/10). Kunjungan mendadak ini dimaksudkan untuk meninjau kesiapan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam melakukan pencetakan setelah semua kewenangan diberikan oleh pemerintah pusat dalam menerbitkan KTP-El (KTP Elektronik).

Dalam kunjungannya tersebut, bupati memeriksa kelengkapan alat-alat cetak KTP-El yang sudah diterima dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.

Selain itu, dia juga meninjau kesiapan operator dalam menerima pelayanan. Pada kesempatan tersebut, ia berpesan agar standar pelayanan yang sudah berjalan selama ini tetap dipertahankan kualitasnya bahkan ditingkatkan terus menerus sejalan dengan meningkatnya tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan.

"Saya apresiasi kesiapan jajaran Disdukcapil dalam pelayanan prima kepada masyarakat. Pesan saya, Jagalah standar pelayanan. Layani masyarakat dengan sepenuh hati," sebut Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang beberapa waktu lalu mendapatkan penghargaan Citra Pelayanan Prima dari Gubernur Sumatera Barat, Terbaik ke-2 Nasional dalam program KTP-El dan sudah berstandar ISO 9001-2008, pada saat ini sedang fokus untuk melengkapi kebutuhan pelayanan, baik di lingkungan kantor maupun pelayanan outdoor (pelayanan keliling).

Menjawab tantangan UU No. 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang mensyaratkan pemerintah proaktif menjemput pelayanan kepada masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padangpariaman sedang menyiapkan beberapa pogram pelayanan langsung yang akan dilaksanakan di tahun 2015.

Sistem registrasi akta secara online juga akan diuji-cobakan pada akhir tahun ini bekerjasama dengan Bagian Pengolahan Data Elektronik Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman dan Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman.

Dalam keterangannya, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padangpariaman, M. Fadhly S.AP, MM menjelaskan bahwa program-program tahun 2015 sedang disiapkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan, terutama dalam hal KTP-El. Kata dia, saat ini dinas belum bisa melakukan pencetakan karena masih menunggu blangko KTP-El yang merupakan kewenangan pemerintah pusat dalam pengadaannya. Tetapi, imbuhnya, KTP regular masih tetap berlaku sampai KTP-El diterima oleh masyarakat.

“Untuk kesiapan pencetakan KTP-El, saat ini kita hanya menunggu blangko KTP-El saja. Kita juga mengusulkan untuk pengadaan kendaraan microbus yang nantinya direncanakan untuk memperlancar pelayanan keliling ke nagari-nagari. Mudah-mudahan disetujui oleh TAPD. Kantor Unit Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Sungai Limau juga akan ditingkatkan efektifitasnya,” ujar Fadhly.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga menjelaskan bahwa dia dan tim kerjanya sedang berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang ada melalui  kerjasama dengan Bagian Organisasi dan PAN Sekretariat Daerah Kabupaten Padang Pariaman dalam pengukuran Indeks Kepuasan masyarakat (IKM).

“Sesuai arahan Pak Bupati, mudah-mudahan kami bersama dapat meningkatkan IKM dari angka yang dicapai pada tahun lalu,” ujarnya mengakhiri.


HA

Sama Gemar Blusukan, Ali Mukhni Ucapkan Selamat Datang Presiden Baru Jokowi-JK

Bupati Ali Mukhni ketika melakukan blusukan ke Komplek Bumi Kasai Permai, beberapa waktu lalu.



Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan masyarakat Padangpariaman menaruh harapan besar atas dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2014-2019, Ir. H, Joko Widodo dan Drs. HM Jusuf Kalla. Ali Mukhni berharap, dengan pemerintahan yang baru membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Bupati Ali Mukhni ketika menonton langsung siaran TV pelantikan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wapres RI di Gedung STKIP YDB, Lubuk Alung, Senin (20/10).

"Atas nama masyarakat Padangpariaman, kita ucapakan selamat atas pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, semoga membawa harapan baru untuk kemajuan bangsa. Dan terima kasih pula kepada Bapak SBY atas 10 tahun pengabdiannya untuk Indonesia," kata Bupati didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Selaku Bupati, kata Ali Mukhni, dia akan mendukung segala kebijakan dan program yang diterapkan oleh Jokowi-JK. Semangat perubahan yang diusung Jokowi-JK tentunya bertujuan agar setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air, merasakan kehadiran pelayanan pemerintahan.

"Sesuai dengan isi pidato Presiden Jokowi bahwa beliau ingin setiap rakyat merasakan kehadiran pemerintah. Maka kewajiban kita untuk mendukung program dan kebijakan pemerintahan baru  Jokowi-JK. Saya dukung motto kerja, kerja dan kerja, sebagai semangat perubahan," tandas bupati lulusan Harvard University Amerika ini semangat.


HS


Sosok Defika Yufiandra, Sang Singa Muda Pariaman




Banyak yang bertanya-tanya tentang Defika Yufiandra, SH sosok 26 tahun yang mencuri perhatian dalam debat kandidat calon Ketua KNPI Sumbar yang diadakan di aula balaikota Pariaman (21/10) kemarin. Dia begitu lugas, beribawa, dan memahami konsep aplikatif peran pemuda era sekarang untuk melibatkan diri dalam pembangunan. Dia mengupas materi dengan apik sehingga pokok pikirannya merupakan terobosan-terobosan baru yang membuat para audien berdecak kagum.

Defika Yufiandra, dilahirkan di Pariaman pada 4 Januari 1988. Adek, demikian akrab dia disapa menamatkan sekolah dasar di SD Negeri 29 Kp. Baru, Kota Pariaman, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Pariaman, selanjutnya Adek meneruskan ke sekolah menengah atas SMU Negeri 1 Pariaman dan tamat pada tahun 2005.

Selepas tamat SMA, Adek meneruskan ke Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang dan meraih gelar sarjana pada tahun 2009. Sedari kecil Adek dikenal para sahabatnya anak muda yang gemar berorganisasi. Sepengetahuan penulis, yang dulu bertetangga dengannya, dia adalah anak yang santun kepada kedua orangtuanya. Kegiatan-kegiatan positif yang dilakoninya tak lepas dari didikan orangtuanya yang dikenal masyarakat sangat disiplin dalam mendidik anak terutama dalam hal pendidikan agama dan norma-norma adat.

Adek yang sekarang adalah salah satu kandidat terkuat untuk menduduki kursi KNPI 1 Sumbar ini juga dikenal seorang pengacara muda handal di Sumatera Barat. Harapan kepada Adek untuk memimpin KNPI Sumbar periode 2014-2017 mendapat dukungan dari berbagai organisasi kepemudaan di Sumbar termasuk oleh pengurus KNPI tingkat Kota/Kabupaten se Sumbar. Begitu juga dengan tokoh-tokoh pemuda yang ada di Pariaman, yang juga termasuk rekan-rekan penulis sendiri. Kepada Adek, beberapa tokoh muda Pariaman berpesan, jika terpilih menjadi Ketua KNPI Sumbar, berikanlah segenap kemampuan untuk membangkitkan semangat patriotisme pemuda minang yang dulunya dikenal selalu terdepan.

Harapan kepada suami Vinsa Juanda Sari, SH, MH, meskipun diusia mudanya, rasanya pantas dia emban dengan kapasitas dan pengalaman yang dimilikinya selama ini. "Umur memang bukanlah ukuran tahun, akal bukan pula ukuran badan, sehari singa hidup di rimba, seratus tahun bagi si domba," begitu bunyi pepatah lama Buya Hamka. Selamat berjuang, Adek. Rang Piaman di barisan mu!

Daftar Riwayat Hidup

Data Pribadi
Nama    : Defika Yufiandra. SH
Panggilan    : Adek
Jenis kelamin    : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir    : Pariaman, 04 Januari 1988
Umur    : 26 Tahun
Status perkawinan    : Menikah
Istri    : Vinsa Juanda Sari, SH, MH
Anak    : Hafiz Putra Definsa
Agama    : Islam
Alamat lengkap    : Jln. Aur Duri No 43 Kota Padang
HP    : 081374171567
E-mail    : defikayufiandra@yahoo.com

Pendidikan
1993-1999    : SD Negeri 29 Kp. Baru, Kota Pariaman
1999-2002    : SMP Negeri 2 Pariaman
2002-2005    : SMU Negeri 1 Pariaman
2005-2009    : Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang
2012-Sekarang    : Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Iniversitas Andalas

Pengalaman Pekerjaan :
1.    Advokat Magang Pada Kantor Hukum Ekuator 2009 – 2013
2.    Head Legal Officer PT. Pancasona Jaya Pratama 2012- Sekarang
3.    Head Legal Officer PT. Stevedore Putra Mandiri 2013- Sekarang
4.    Managing Director Kantor Hukum Independen 2014- Sekarang
5.    Komisaris PT. Sarana Karya Cargo 2014- sekarang

Pengalaman Organisasi:
1.    Ketua Dewan Ambalan Pramuka Gudep 01-02 Nantonga – Gandoriah SMA 1 Pariaman 2003-2004.
2.    Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum UNAND Reguler Mandiri 2005-2007
3.    Pengurus LAM&PK Fakultas Hukum UNAND 2008-2009
4.    Ketua Pelaksana Workshop Nasional Anti Korupsi pada Fakultas Hukum Universitas Andalas kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi tahun 2008
5.    Plt Ketua Ikatan Mahasiswa Ekstensi Hukum UNAND
6.    Ketua Ikatan Mahasiswa Ekstensi Hukum UNAND 2008-2009
7.    Pengurus Bidang Hukum KNPI Sumatera Barat 2011-2013
8.    Pengurus Forum Komunikasi Pemuda Sumatera Barat 2012 - Sekarang
9.    Sekretaris Ikatan Pemuda Pemudi Aur Duri Bersatu 2014- Sekarang
10.    Sekretaris PW Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (HIMMAH) Sumbar 2014-Sekarang
11.    Anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI)
12.    Andalan Bidang Hukum Kwarcab Pramuka Kota Pariaman 2014 - Sekarang

Oyong Liza Piliang

Ratusan Santri Nurul Yaqin Lepas Alumni Belajar ke Yaman

Written By oyong liza on Senin, 20 Oktober 2014 | 20.31



Ratusan  santri Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padangpariaman melepas keberangkatan dua santri/alumninya melanjutkan pendidikan ke University Al Ahqaff, Yaman, di halaman pesantren setempat, Senin (20/10/2014).  Masing-masing Rismandianto Tuanku Parmato Marajo Nan Alim, S.Pd.I dan Irvan Eko Juanda Tuanku Malin Palito Nan Sati. Pelepasan juga dihadiri  pimpinan, majelis guru  dan tata usaha Pesantren Nurul Yaqin.

Upacara pelepasan dipimpin Kepala Tata Usaha/Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo  dan dilepas oleh Wakil Pimpinan Pesantren Nurul Yaqin Drs. Al-Muhdil Karim Tuanku Bagindo. Rismandianto kelahiran 19 Desember 1989 di Aripan, Solok, masuk Nurul Yaqin tahun 2002. Tamat tahun 2008, langsung menjadi guru di Nurul Yaqin. Sedangkan Irvan Eko, kelahiran 27 September 1993 di Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. 

Menurut Risman, di University Al Ahqaff akan mengikuti perkuliahan di Fakultas Syariah jurusan Syariah wal Qanun (hukum tata negara). Sebelumnya, calon mahasiswa mengikuti tes di Palembang 1 Mai 2014. Pemberitahuan lulus pada 10 Juni 2014. “Insya Allah Kamis (23/10/2014) berangkat ke Yaman dari Jakarta bersama calon mahasiswa lainnya. Kami dikumpulkan di PP Ashidiqiyah II Tangerang. Informasi yang kami terima, hanya 2 orang dari Kabupaten Padangpariaman,” kata Risman.

Selama menempuh pendidikan di Yaman, mahasiswa diberi beasiswa yang meliputi biaya pendidikan, makan, dan tempat tinggal. Sedangkan biaya sehari-hari diluar tiga komponen tersebut menjadi tanggungjawab pribadi. “Meski bebas biaya pendidikan, masing-masing calon mahasiswa harus menyediakan uang sebesar 2.500 dollar US atau sekitar Rp 30 juta saat mendaftar. Dana ini digunakan untuk biaya keberangkatan dan kepulangan. Lama pendidikan S1 lima tahun untuk laki-laki dan 4 tahun untuk perempuan,” kata Risman. 

Alasan memilih pendidikan ke Yaman, kata Risman, pertama kualitas pendidikan agama lebih menonjol, terutama fiqh mazhab Imam Syafii. Kedua, melihat alumni tamatan di sana kaliber ilmunya sangat mumpuni. “Semula saya ingin melanjutkan ke Mesir. Namun banyak kendala, termasuk keluarga dan guru-guru di pondok Nurul Yaqin merasa keberatan,” kata Risman. 

Berbeda dengan Risman, Irvan sejak kelas IV di Pondok Pesantren Nurul Yaqin sudah termotivasi melanjutkan pendidikan ke Mesir atau Yaman. “Tapi saya akhirnya lebih condong ke Yaman. Karena suasana belajarnya hampir sama dengan di pesantren. Namanya saja universitas, tapi gaya pondok, agak tertutup. Mahasiswa yang mau tamat harus menulis skripsi. Berbeda dengan di Mesir, sistem kuliah agak terbuka, tanpa skripsi. Selain itu, mahasiswa laki-laki dan perempuan dipisah,” kata Irvan yang sempat kuliah di STIT Syech Burhanuddin 1 semester. 

Kini sudah ada dua orang alumni Nurul Yaqin Ringan-Ringan yang belajar di University Al Ahqaff Yaman, yakni Musawardi Tuanku Sidi dan Ismail. “Pelepasan dua orang alumni ke Yaman ini diharapkan menjadi motivasi bagi santri untuk tekun belajar,” kata Anam menambahkan.  

AT

Pantai Gandoriah Pariaman Diakui PBVSI Pusat Sebagai Lokasi Terbaik Turnamen Voli Pantai




Sukses sebelumnya melaksanakan kejuaraan nasional voli pantai kelompok umur pada tahun 2013 yang lalu, untuk menjaring bibit-bibit terbaik di Sumatera Barat, Kota Pariman kembali mengelar event voli pantai tingkat Provinsi Sumatera Barat yang di gelar selama tiga hari di Pantai Gandoriah Pariaman 20 s/d 23 Oktober 2014.

Open turnamaen ini di  buka secara resmi oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, dihadiri Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin, Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) (Sumatera Barat) Irdiansyah Tarmizi, ketua PBVSI Kota Pariaman Iskandar, serta kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.

Dalam sambutannnya, Mukhlis mengatakan, sebagai tuan rumah penyelenggara open turnamaen bola voli pantai tingkat sumbar tentunya memberikan kebanggan tersendiri bagi warga Pariaman.

Mukhlis menuturkan, selain menjaring bibit-bibit muda potensial, open turnamen ini sangat besar artinya untuk mempromosikan pariwisata Pariaman yang juga sejalan dengan visi misi menjadikan Pariaman sebagai Kota tujuan wisata, juga mendorong kesiapan Pemko dalam membenahi semua fasilitas olahraga.

"Kita bersukur PBVSI Sumbar memberikan amanah kepada Kota Pariaman untuk menjadi tuan rumah kejuaraan ini setelah tahun lalu kita sukses menggelar ajang berskala nasional. Mudah-mudahan acara yang sekarang melebihi kesuksesan tahun lalu," tambahnya.

Kedepannya, kata Mukhlis, dia berharap dengan potensi dan lokasi pantai yang sangat mendukung, di tahun selanjutnya Kota Pariaman bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan berskala internasional (Asia Pasifik).

"Kami minta dukungan dari PBVSI Sumbar untuk mewujudkan itu," ujarnya.

Terakhir, kepada seluruh atlet Mukhlis berpesan agar besaing dengan semaksimal mungkin dan junjung tinggi sportivitas serta berikan yang terbaik dalam membela nama daerah masing-masing. Kepada seluruh wasit yang bertugas, dia juga berpesan agar bertindak adil dalam memimpin setiap pertandingan yang digelar.

Sementara itu, Ketua PBVSI Sumbar Irdiansyah Tarmizi mengatakan, even yang di gelar di Kota Pariaman ini akan dijadikan even tetap PBVSI Sumbar. Dia berharap, tahun depan kejuaran yang berskala lebih besar bisa terselenggara juga dilokasi ini, karena menurutnya, Pantai Gandoriah telah diakui PBVSI Pusat sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan terbaik di Indonesia.

"Selain penyelenggraan even berskala daerah, kita meminta kepada PBVSI Pusat agar Pantai Gandoriah dijadikan lokasi untuk pra PON,” kata dia.

Ketua Panitia open turnamen voli pantai tingkat Sumbar, Kanderi, dalam laporannya mengatakan, open turnamen ini diikuti oleh 15 kabupaten/kota se Sumbar yang terdiri dari 32 tim putra dan 12 tim putri, serta melibatkan pelajar SMA/SMK Kota Pariaman untuk meramaikan acara pembukaan.


Angga/OLP

Topik Terhangat

postingan terdahulu