MTQ Tingkat Pariaman Dimulai 3 Oktober Mendatang
Rapat persiapan MTQ tingkat Kota Pariaman di Balaikota Pariaman. Foto: Junaidi
Pariaman - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-8 tingkat Kota Pariaman 2018 akan digelar pada 3 hingga 5 Oktober 2018 mendatang yang dipusatkan di Kecamatan Pariaman Tengah.

"MTQ ke-8 akan digelar selama 3 hari yang akan dilaksanakan di beberapa tempat di Kecamatan Pariaman Tengah," ungkap Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Pariaman, Armaizal, di Pariaman, Selasa (18/9).

MTQ tingkat Kota Pariaman akan melombakan 9 cabang yaitu tilawatil quran, tafsir bahasa Indonesia, hifzil quran 1 juz non tilawah, hifzil quran 5 juz non tilawah, syahril quran, fahmil qur'an, M2IQ, tartil quran, dan bintang kasidah.

Untuk mimbar utama akan digelar di Rumah Tabuik Subarang samping Balaikota Pariaman, di mana ditempat ini akan dilaksanakan acara pembukaan dan penutupan serta untuk lomba tilawatil quran, dan bintang qasidah.

Ada beberapa tempat di Kecamatan Pariaman Tengah yang ditunjuk sebagai tempat lokasi lomba, antara lain Masjid Adam Sorim, Masjid Raya Karan Aur, Masjid Nurul Islam dan SMA Negeri 2 Pariaman.

Untuk pendaftaran dimulai pada tanggal 24 hingga 28 September 2018 di ruang Bimas Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, Santok. Untuk ceking akhir dan pencabutan nomor peserta semua cabang, tanggal 1 dan 2 Oktober 2018.

Acara akan dimulai dengan pawai ta'aruf dari Halaman Balaikota Pariaman pada 3 Oktober 2018 pagi, dan akan mengambil rute di beberapa wilayah Kota pariaman.

"Diharapkan dengan perencanaan yang baik akan meraih sukses sebagaimana kita sukses menggelar MTQ ke-37 tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2017 yang lalu," sambungnya.

Sukses pelaksanaan, imbuh dia, dimulai dari sukses persiapan dan sukses laporan. Para pemenang MTQ akan mewakili Kota Pariaman di MTQ ke-38 tingkat Sumbar di Kota Solok  2019 mendatang. (Juned/OLP)
Pariaman Telah Siapkan 407 Atlet Untuk Porprov Sumbar 2018
Ketua KONI Pariaman Syahriza. Foto: Junaidi
Pariaman - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pariaman siapkan 407 atlet pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XV Sumatera Barat yang dihelat di Kabupaten Padangpariaman pada 16 hingga 25 November 2018 mendatang.

"Total jumlah kontingen dari Kota Pariaman berjumlah 510 orang, terdiri dari 407 atlet dan 103 pelatih dan ofisial," kata Ketua KONI Pariaman Syahrizal di Pariaman, Selasa (18/9).

Dari 36 cabang olahraga (cabor) yang diperlombakan, kontingen Kota Pariaman akan mengikuti 32 cabor. Setelah berkordinasi dengan pihak panitia, kata dia, kontingen Kota Pariaman akan ditempatkan di salah satu SMA di Kecamatan Patamuan Kabupaten Padangpariaman pada Porprov 2018.

Cabor unggulan peraih medali terbanyak di Porprov XIV 2016 tetap menjadi tumpuan Pariaman untuk raihan medali. Mulai dari tarung derajat, muathay, wushu dan sepatu roda, serta dari cabor beladiri dan individu.

Pada Porprov ke XIV di Kota Padang tersebut Pariaman meraih 106 keping medali, dengan rincian 19 medali emas, 30 perak dan 57 perunggu, serta berada di posisi 11.

Untuk Porprov 2018 ini, sebut dia, KONI Kota Pariaman menargetkan berada di peringkat 10, naik 1 peringkat dari Porprov sebelumnya. Karena Kabupatenpadang Pariaman berdekatan dengan Pariaman, ada beberapa tempat di Kota Pariaman yang dijadikan sebagai venue cabor yang dilombakan.

"Ada 4 lokasi di Kota Pariaman yang dijadikan venue antara lain Gedung Olahraga Sutan Rajo Bujang dan Lapangan Tenis di Karan Aur, Futsal di Tamar Medical Centre dan Lintasan Sepatu Roda di Pantai Cermin," jelas Syahrizal.

Kota Pariaman juga siap untuk menyambut perhelatan olahraga dua tahunan pada 2022 mendatang. Kota Pariaman siap untuk menjadi tuan rumah Porprov ke XVI Provinsi Sumatera Barat. (Juned/OLP)
Jelang Hoyak Tabuik, Lantai Terban di Monumen AL Belum Diperbaiki

Pariaman - Terbannya lantai sekitar monumen perjuangan TNI AL di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, mengurangi kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Apalagi letak monumen itu berjarak tidak begitu jauh dari lokasi pusat prosesi puncak Tabuik 2018 di Pantai Gandoriah.
          
Hampir dua pekan ini, belum ada tanda-tanda dilakukannya perbaikan lantai yang rusak. Pihak terkait juga tidak memasang rambu-rambu atau plang agar wisatawan tidak melintasi lantai kawasan monumen yang terban.
          
"Sudah beberapa minggu ini sih dan ini merupakan kejadian yang kedua kalinya," sebut salah seorang pedagang di lokasi, Senin (17/9). 
           
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Elfis Jalal mengatakan, pihaknya telah melaporkan terbannya lantai di kawasan monumen perjuangan TNI AL kepada Dinas Pekerjaan Umum Kota Pariaman. Menurutnya, perbaikan lantai kawasan monumen akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan fasilitas taman bermain yang berada di sebelah kiri momumen.
         
"Akan diperbaiki segera mungkin, namun lebih jelas silahkan ditanyakan langsung ke Dinas Pekerjaan Umum," ujarnya
          
Elfis membenarkan jika terbannya lantai disekitar tugu momumen merupakan kejadian kesekian kalinya. Mengatasi hal itu, perlu dilakukan perbaikan konstruksi dan permasalahan terbannya lantai tugu monumen tidak lagi terjadi.
         
"Perlu perbaikan yang optimal, agar lantainya tidak terban lagi," pungkasnya. (Nanda)

Puncak Hoyak Tabuik 2018 Satukan Seniman Pariaman Dalam Tari Kolosal
Dokumentasi Tabuik 2017. Foto: Win
Pariaman - Sebanyak 170 orang penari dan pemusik akan meriahkan Hoyak Tabuik Piaman 2018 pada puncak acara 23 September 2018 nanti di Pantai Gandoriah Pariaman.

Tari Kolosal bertajuk "Pariaman Baralek Gadang" itu dimainkan oleh 60 orang penari dan 110 orang pemusik.

"Para penampil dari pelaku seni yang ada di sanggar-sanggar di Pariaman. Khususnya untuk posisi 60 orang penari tersebut," ungkap Eka Fitria - penanggungjawab Tari Kolosal Hoyak Tabuik 2018 - di Rumah Tabuik Pasa, Senin (17/9).

Sedangkan untuk pemusik berjumlah 10 orang, kata Eka Fitria, berasal dari mahasiswa asal Kota Pariaman di ISI Padangpanjang dan sendratasik UNP Padang dengan latar belakang musik dan tari.

Dikatakannya bahwa karya kolosal itu terdiri dari tiga bagian. Bagian awal menggambarkan prosesi tabuik mulai dari maambiak tanah dengan penari dengan menggunakan kostum serba putih.
Bagian kedua menggambarkan prosesi maarak jamba dengan memakai propertis tuduang saji atau jamba yang menggambarkan tradisi orang Pariaman ketika makan bajamba. Sedangkan bagian ketiga menampilkan tari piriang, kesenian tradisional di Minangkabau dengan gerakan dasar silek dan indang Pariaman.

Proses pembuatan karya ini membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan persiapan, sebanyak 20 kali pertemuan dengan jadwal latihan hari Jumat, Sabtu, Minggu di Rumah Tabuik Pasa dan SMK 4 Pariaman.

Hingga pada hari ini, jelas dia, kesiapan karya sudah mencapai 90 persen menjelang penampilan pada acara puncak tanggal 23 September.

Dalam karya itu, lanjut guru di SMK 4 Pariaman ini, pihaknya juga melibatkan kurang lebih 100 orang seniman tradisi gandang tambua yang ada di Kota Pariaman dengan konsep membentuk dua kubu antara Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang yang mewakili konsep tabuik itu sendiri.

Wanita tamatan ISI Padangpanjang ini berharap dengan adanya karya tari kolosal dapat menyatukan seniman dan pelaku seni yang ada di Kota Pariaman.

"Semoga karya ini menjadi motivasi untuk kita semua bahwa seniman harus bersatu untuk memajukan pariwisata yang ada di Kota Pariaman," tutupnya. (Win/OLP)
Wisatawan Asing: Pariaman Bagus, Sayang Kurang Informasi Dalam Bahasa Inggris
Wakil Ketua DPRD Pariaman Fitri Nora bersama Chris Strow di Pulau Angso Duo. Foto: Nanda
Pariaman - Deputy Controller Division Of Idaho United State Of America, Chris Strow mengatakan, informasi seputar Kota Pariaman dalam bahasa Inggris sangat minim.

Hal ini menjadi kendala bagi dirinya dan wisatawan asing lain jika  ingin berkunjung ke Kota Pariaman. Informasi tentang kota Pariaman lengkap dengan destinasi wisatanya ada, namun baru sebatas dalam bahasa Indonesia.

Hal itu disampaikan Chris ketika memenuhi ajakan Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora mengunjungi Pulau Angso Duo, Pariaman, Senin (17/9) siang. 

"Informasi tentang kota Pariaman dalam bahasa Inggris sangat sedikit. Dari pencarian mesin pencari internet tidak banyak ditemukan informasinya sehingga referensi tentang Pariaman juga sedikit. Ini yang membuat potensi kota Pariaman belum banyak diketahui wisatawan asing," kata Chris.

Tidak hanya informasi, sedikitnya pelaku wisata Kota Pariaman yang bisa berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris membuat dirinya sulit berkomunikasi selama berada di Kota Pariaman. Di objek wisatapun belum banyak ditemukan pemandu wisata yang mengusai bahasa Inggris.

Menurut Chris, keindahan alam, budaya yang unik serta keragaman kuliner khas Pariaman tidak diragukan lagi. Namun, minimnya promosi dan penyebaran informasi, membuat potensi wisata di kota Pariaman juga tidak banyak diketahui wisatawan asing.

"Kota Pariaman memiliki seluruh unsur yang menjadi alasan wisatawan berkunjung ke kota Pariaman. Kondisi alam, budaya, makanan sangat unik. Namun hal tersebut tidak didukung dengan ketersedian informasi tentang kota Pariaman dalam bahasa asing sehingga menyulitkan wisatawan asing mencari informasi tentang kota Pariaman," ujarnya.

Ia berharap pemerintah setempat memperbanyak informasi yang mengulas kota Pariaman tentang berbagai hal. Dengan banyak informasi tentang daerah tersebut, wisatawan akan memiliki banyak informasi tentang keindahan Kota Pariaman.

Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman meminta agar Pemerintah Kota Pariaman meningkatkan promosi wisata kota Pariaman, salah satunya dengan memperbanyak ulasan kota Pariaman dalam bahasa asing.

"Informasi tentang wisata kota Pariaman belum banyak diulas dalam bahasa Inggris, ini tentu sulit bagi wisatawan asing untuk mengetahui informasi seputar kota Pariaman. Kami berharap ke depan, pemerintah bisa lebih optimal lagi promosinya," katanya.

Ia juga meminta agar dinas membekali keterampilan bahasa asing kepada pelaku wisata di kota Pariaman. Tidak hanya itu, dinas bisa pula menempatkan pemandu wisata yang memiliki kemampuan bahasa Inggris. Informasi tentang objek wisata akan dijelaskan pemandu kepada wisatawan asing.

"Kita ingin agar objek wisata ada pemandunya. Bisa berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris," pungkasnya. (Nanda).
Dihadiri Fadly Amran dan Suhatri Bur, Pelatihan Protokoler KNPI Padangpariaman Berlangsung Sukses
Foto: Andri
Pariaman - Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur membuka secara resmi pelatihan protokol tingkat Sumatera Barat yang diselenggarakan oleh DPD KNPI Sumbar dan KNPI Padangpariaman, di Aula Saiyo Sakato, Pariaman, Senin (17/9).

Acara tersebut turut dihadiri oleh walikota Padang Panjang terpilih Fadly Amran yang juga sekaligus menjabat sebagai ketua KNPI Sumatera Barat dan Muhammad Ikhbal selaku ketua KNPI Padangpariaman.

Ketua KNPI Sumbar Fadly Amran mengapresiasi KNPI Padangpariaman yang menggelar pelatihan protokol.

Ia berkata, sekarang ini yang diharapkan adalah bagaimana anak muda aktif dan berkontribusi pada gerakan kepemudaan melalui berbagai kegiatan yang positif.

"Banyak pemimpin pemimpin usia muda yang lahir dan itu tandanya masyarakat sudah melirik dan percaya dengan kemampuan pemuda dalam memimpin masyarakat dalam jabatan publik," kata dia.

Ia mencontohkan terpilihnya kalangan muda menjadi anggota DPR, DPRD, bupati dan walikota dari daerah Sumatera Barat. Hal itu diharapkan jadi momentum yang harus dimanfaatkan oleh pemuda Sumbar untuk tampil ke depan.

"Seperti Ketua DPD KNPI Padangpariaman yang juga ikut dalam kontestasi anggota legislatif tingkat Sumbar," sebutnya.

Ketua DPD KNPI Padangpariaman Muhammad Ikbal mengajak pemuda Padangpariaman untuk menggunakan waktunya sebaik mungkin dengan kegiatan positif dan bermanfaat. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan pelatihan keprotokolan.

Ikhbal menyebut peserta pelatihan terdiri dari selain pengurus DPD KNPI Padangpariaman, PK KNPI Kecamatan, juga peserta dari BEM dan OSIS SMA/SMK se Padangpariaman.

"Kita menghadirkan narasumber kompeten dan berpengalaman. Di ataranya Deni Pratama, Protokoler Gubernur Provinsi Sumbar yang juga pengurus DPD KNPI sumbar," kata dia.

Menurut Wakil Bupati Suhatri Bur menyebut ilmu protokol sangat penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh pemuda. Protokol, kata dia, adalah kegiatan resmi dan penting karena mengatur acara resmi, mengatur tata letak, tempat duduk pejabat publik dan prosedur acara resmi sehingga acara tersebut terlaksana dengan lancar.

Saking pentingnya, sambung mantan Ketua KPU Padangpariaman tersebut, aturan keprotokolan diatur dalam sebuah Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010.

"Untuk itu kepada peserta diharapkan dapat menguasai aturan keprotokolan dan mempraktekkannya nanti di organisasi masing-masing," imbuhnya.

Terkait dengan pemuda, mantan pengurus KNPI Padangpariaman itu mengajak pemuda Padangpariaman untuk kompak, jangan sampai terpecah belah oleh berbagai isu yang sedang berkembang saat ini.

"Tahun ini adalah tahun politik. Pemuda Padangpariaman jangan sampai terpecah belah dengan saling dukung mendukung. Misalnya dukung mendukung tagar #GantiPresiden atau #Tetap2Periode. Di Padangpariaman tidak ada larangan apa pun soal tagar tagar tersebut. Kita terbuka dengan apa saja asal jangan sampai membuat kerusuhan," papar Suhatri Bur. (Tim)

BPKP RI Akan Bangun Pusdiklat Termegah Indonesia di Tarok City
Bupati Ali Mukhni terima Sestama BPKP RI Dadang Kurnia di IKK Paritmalintang. Foto: Andri
Kayutanam - Lembaga Negara non departemen BPKP RI berharap kepada Bupati Padangpariaman alokasi lahan seluas 10 hektare di Kawasan Strategis Terpadu (KST) Tarok City untuk mendirikan gedung Pusdiklatwas BPKP Wilayah Indonesia Barat.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Utama (Sestama) BPKP RI Dadang Kurnia di ruang kerja Bupati Ali Mukhni di IKK Paritmalintang, Sabtu (15/9).

Dadang mengatakan saat ini pihaknya sudah memiliki dua Pusdiklatwas. Satu di Ciawi dan satu lagi di Bali. Di Ciawi, kata Dadang, sudah tidak bisa diperluas karena berada di kawasan yang padat.

"Kebanyakan peserta diklat kami senang kalau di Bali karena banyak tempat wisatanya. Namun kami ingin juga ada Pusdiklatwas yang lumayan luas dan modern di Sumatera ini," sebut Dadang.

Ia menuturkan kunjungannya ke Padangpariaman guna menindaklanjuti tawaran bupati ke Kepala BPK Perwakilan Sumbar untuk mendirikan Pusdiklat di KST Tarok City.

Menurut Dadang, kebutuhan gedung diklat baru sangat diperlukan mengingat rata rata 13.000 PNS, baik dari APIP maupun auditor harus mengikuti diklat pengawasan setiap tahunnya.

"Banyak permintaan yang tidak bisa kita layani karena keterbatasan gedung diklat," imbuh Dadang.

Ia menyebut, Pusdiklatwas yang akan dibangun di KST Tarok City lebih modern dan lengkap. Jika Pusdiklatnya luas dan modern, sebut dia, peserta diklat selama seminggu hingga 15 hari akan merasa lebih betah.

Ia mengaku juga terkesan dengan konsep KST menjadi pusat pendidikan dan pelatihan. Pusat pendidikan dengan perguruan tinggi akan mendatangkan banyak orang dalam suatu waktu dan permanen.

"Jika kawasannya ramai otomatis perekonomian masyarakat sekitar akan meningkat. Seperti di Depok, maju karena ada UI dan beberapa universitas swasta," jelasnya.

Ia menyatakan jika lahan di Tarok City sudah diperoleh, pihaknya akan langsung membuat desain bangunan, kemudian mengusulkan anggaran ke DPR RI.

Djoko menjelaskan bahwa setiap tahun terjadi peningkatan peserta diklat dari berbagai kelas diklat. Dari tahun ke tahun selalu terjadi peningkatan signifikan. Pada 2013 tercatat 6.089 peserta diklat. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat pada 2016 dengan jumlah peserta 13.409.

Peningkatan jumlah peserta tidak diiringi dengan peningkatan sarana diklat. Peningkatan jumlah peserta memaksa pihaknya untuk melaksanakan diklat di luar sarana prasarana Pusdiklat. Proporsi penyelenggaraan diklat di luar Pusdiklat senantiasa meningkat dari 34% pada 2013, meningkat menjadi 45% pada 2017.

"Jumlah peserta diklat dari Provinsi Sumatera Barat tahun 2017 meningkat 250% dari tahun 2015. Sementara jumlah peserta diklat dari seluruh Sumatera tahun 2017 meningkat lebih dari 200% dari tahun 2015," pungkasnya.

Bupati Ali Mukhni menuturkan rencana pembangunan KST Tarok City dimulai sejak 2016 saat ISI Padang Panjang datang menemuinya untuk bisa dicarikan lahan pemindahan kampus ISI Padang Panjang.

"Boleh dikatakan ISI Padang Panjang lah yang membuka jalan pertama kali terbukanya KST ini," kata Ali Mukhni.

Ia menceritakan, ISI Padang Panjang berkeinginan mencari lahan di Padangpariaman dan terbukalah informasi dari BPN Padangpariaman bahwa ada tanah negara seluas 697 hektare berdasarkan SK Kepala BPN RI Nomor 25-V.B-2003 tanggal 3 September 2003 tentang Penegasan Batalnya Pemberian Hak Guna Usaha berdasarkan SK Kepala BPN Tanggal 5 Oktober 1992 Nomor 24/HGU/BPN/92 Atas Tanah yang terletak di Kabupaten Padangpariaman.

"Kemudian, kami menawarkan lahan di KST ke beberapa perguruan tinggi yanga ada di Sumbar dan mendapat sambutan yang sangat positif. Antara lain Universitas Negeri Padang, Pliteknik Negeri Padang dan UIN Imam Bonjol Padang," sambung Ali Mukhni.

Selanjutnya, kata Ali Mukhni, lahan di KST juga ditawarkan ke beberapa Kementerian dan Lembaga Non Departemen seperti Kemenkes, Kejagung, Kemenhan, BPN dan LAN.

"Semua instansi tersebut tertarik, bahkan LAN sudah MoU dengan gubernur dan kami. Sementara Menkes menjanjikan akan mendirikan rumah sakit vertikal bertaraf internasional," jelasnya. (Andri/OLP)
Sampoerna Indonesia Gelar Aksi Peduli di Pantai Kata
Foto: Junaidi
Pariaman - Corporate Social Responsibility (CSR) Sampoerna untuk Indonesia menggelar Gerakan Masyarakat Peduli Pantai di Pantai Kata Pariaman, Minggu (16/9). Gerakan itu diinisiasi oleh Paguyuban Sampoerna Retail Community (SRC) Tabuik.

Walikota Mukhlis Rahman mengatakan gerakan peduli pantai sangat diperlukan untuk menambah cantiknya kawasan pantai dan memberikan penyadaran kepada pedagang perlunya menjaga kebersihan dan penghijauan di lokasi wisata.

"Hal ini menunjukan kepedulian perusahaan sektor swasta terhadap isu lingkungan yang bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi juga tugas bersama," kata Mukhlis.

Ia mengapresiasi dipilihnya Pantai Kata dan mengatakan bahwa pembenahan kawasan wisata sangat perlu dalam menunjang peningkatan tingkat kunjungan wisatawan di suatu destinasi wisata.

"Penataan kawasan wisata harus memikirkan bagaimana pengunjung nyaman seperti yang Sampoerna lakukan dengan retail-retail kerjasama. Kami berharap pedagang memperhatikan hal tersebut, jangan semrawut dan tidak bersih, serta memonopli kawasan," kata Mukhlis.

Tim CSR PT HM Sampoerna Tbk Office Padang Muhammad Firdariyan mengatakan saat ini ia melihat Kota Pariaman telah berubah menjadi kawasan tujuan wisata di Sumatera Barat.

Gerakan Masyarakat Peduli Pantai merupakan usulan dari Paguyuban SRC Tabuik di Kota Pariaman. Pemilihan Pantai Kata karena lokasinya yang strategis sekaligus tempat rekreasi keluarga rombongan PT Sampoerna office Padang.

Rangkaian kegiatan dimulai dari senam pagi bersama, cek kesehatan gratis, penanaman pohon cemara laut dan aksi bersih pantai. Pihaknya juga menyerahkan 9 buah tempat sampah permanen yang ditempatkan di Pantai Kata.

"Kami berharap apa yang kami lakukan membawa manfaat bagi masyarakat dan pedagang karena apabila tempat wisata yang sangat indah ini tidak kita rawat," ucapnya. (Juned/OLP)