Percepat Tol Padangpariaman-Pekanbaru Kontraktor Sewa Lahan Warga
Foto: AWT
Kapalo Hilalang - Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno telah membuat penetapan lokasi (Penlok) pembangunan jalan tol Padangpariaman - Pekan baru di ST 36 Tarok City dan ST 23 di gerbang IKK Paritmalintang.

"Dengan penetapan oleh gubernur pengerjaannya akan segera kita mulai di ST 36 dan ST 23," ungkap Kepala Proyek PT. Hutama Karya Indonesia (HKI) Defi Adrian di Kapalo Hilalang, Senin (1/5).

Untuk strategi percepatan pembangunan, sambung dia pihaknya akan menyewa lahan warga yang sejalan dengan proses pembebasan lahan.

Lahan di Padangpariaman untuk pembangunan jalan tol yang telah dibebaskan dan selesai pengerjaan fisiknya di STA 0+000 hingga 4+200 atau sepanjang 4,2 km di By pass Kanagarian Kasang kecamatan Batang Anai.

"Pembangunan diperkirakan selesai pada September 2020 ini," ungkap dia.

Sedangkan pengerjaan STA lainnya dia berharap bisa paralel pada Juni ini dengan sewa percepatan pembangunan di samping upaya pembebasan lahan.

"STA 4+500 (1 buah Box Trafic) atau di KM 4,5  masih di Kanagarian Kasang dan STA 7+500 (1 buah jembatan sungai 2 abutmen 3 pier di KM 7,5 sudah selesai penyewaan lahannya," kata dia.

Sedangkan pengerjaan proyek yang telah dimulai tepatnya di STA 23+000 di Kanagarian Parit Malintang dikerjakan 1 unit under bridge atau Jembatan fly over.

"Kenapa itu segera kami kerjakan, pertama, setelah dilakukannya pematokan oleh PUPR dan adanya dukungan dari pemilik lahan dan nagari untuk segera memulai pengerjaannya," kata dia.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni yang berkunjung langsung ke loksai bersama Kapolres Padangpariaman meminta pengerjaan proyek segera dilakukan. Terkait pembebasan lahan merupakan tanggungjawab Kementerian PUPR.

"Karena pengadaan tanah itu merupakan kewenangan PUPR dan PT. HKI sebagai pelaksana proyek," kata Ali Mukhni.

Dengan dimulainya pengerjaan proyek, kata bupati, PT. HKI mengakomodir keinginan pemilik lahan agar lahan mereka yang terkena pembangunan jalan tol disewa dulu menjelang adanya penggantian dari PUPR.

"Berangkat dari itu, maka PT. HKI meyewa tanah warga tanpa menghilangkan hak atas ganti rugi nantinya yang sebentar lagi akan di bayarkan," imbuhnya.

Ali Mukhni mengajak masyarakat Padangpariaman mendukung penuh pembangunan jalan tol yang nantinya akan merubah wajah Sumatra Barat dan Padangpariaman khususnya.

"Apalagi Tarok City menjadi gerbang exit tol," kata orang nomor satu di Padangpariaman itu. (Tim/OLP)
31 Mei: Hari Cita-cita INS Kayutanam
Oleh: Dr. Pariadi, S.Pd., M.Pd
Pengaruh dominasi pendidikan elitis yang fiodalistik oleh pemerintah Belanda selama lebih kurang 3 abad di Indonesia bukan bertujuan untuk mendidik bangsa Indonesia maju, melainkan untuk disiapkan menjadi amtenar yang cakap dan loyal serta memiliki prestise elitis dan priayi berdarah biru.

Meskipun pribumi namun bermartabat tinggi dan berkuasa seperti raja-raja, yang mampu menakut nakuti rakyat dengan ancaman yang ditanamkan sejak di sekolah melalui buku-buku pelajaran dan pewarisan budaya. Sehingga apa saja yang menjadi milik amtenar Belanda atau pribumi, meski jongos dan bahkan anjingnya pun disegani. 

Mengutip pendapat Engku M. Sjafe’i (dalam Navis, 1996:80) dijelaskan pertumbahan jiwa anak tidak lagi wajar, rasa takut dimasukkan ke jiwa anak-anak. Awas tuangku demang datang. Awas kalau tidak bayar pajak sampai besok. Jangan ikut politik nanti kamu dibuang ke Digul. Alat pendukung kekuasaan amtenar adalah gaji yang besar dan imimg-iming pensiun di hari tua.

Sjafe’i menolak dan mengkritik sistem pendidikan kolonial itu dengan mengatakan bahwa setiap orang yang mendapat pendidikan Belanda akan menjauhkan mereka dari masyarakatnya, bangsanya, dan dari budayanya.

Tambah tinggi sekolah seseorang, kata beliau, kian jauh rasa kepedulian sosialnya dan tambah tinggi sikap ketergantungannya kepada atasannya dan jauh dari penanaman jiwa entrepreneurship bangsa yang diinginkan.

Atas dasar hal di atas diperlukan satu model pendidikan penanaman jiwa kewirausahaan melaui pembelajaran aktif dan kreatif  yang dapat menanamkan percaya diri  bangsa Indonesia, seperti yang telah dilkukan oleh M. Sjafei di INS Kayutanam - sebagai salah satu model pendidikan alternatif di masa depan.

Di tengah bangsa kita sedang uji coba dan bongkar pasang tentang bagaimana strategi dan model yang tepat dalam penanaman jiwa kewirausahaan di suatu satuan pendidikan, sesungguhnya kita telah punya satu model asli Indonesia yang terbukti telah mampu melahirkan tokoh-tokoh hebat yang memiliki jiwa entrepreneurship handal yang mensinergikan pendidikan otak, tangan dan hati yang mendahului konsep Taksonomi Bloom 30 tahun lebih awal yakni INS Kayutanam yang berdiri 31 0ktober 1926 oleh Engku M. Sjafe’i.

Namun baik tokoh maupun sistem pendidikannya tidak banyak diekpos sehingga kurang dikenal oleh masyarakat pendidikan Indonesia.

Pendirian perguruan ini sebagai wujud nyata cita-cita besar Bangsa Indonesia seperti yang terungkap dalam gubahan lagu Indonesia Subur yang diciptakan pada 1925 setelah beliau kembali dari Belanda 1924.

Beliau diutus belajar ke Belanda oleh Inyiak Marah Sutan orang tua angkat beliau pada 31 Mei 1922. Tanggal keberangkatan ini dijadikan sebagai hari cita-cita INS. (*)
Pilkada akan Dilanjutkan, KPU Pariaman Segera Aktifkan PPK dan PSS
Foto: Nanda
Santok - KPU Kota Pariaman akan mengaktifkan kembali Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) apabila tahapan Pilkada serentak 9 Desember 2020 dilanjutkan.

Ketua KPU Kota Pariaman, Aisyah mengatakan, pihaknya telah membentuk PPK dan PPS sebelum penundaan tahapan Pilkada karena pandemi Covid 19.

Pihaknya akan meninjau apabila ada anggota PPK dan PPS yang mengundurkan diri atau berhalangan tetap, akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

"Tidak membentuk baru, yang kemarin itu (PPK dan PPS) yang nonaktif kita aktifkan kembali. Apabila ada anggota PPK dan PPS yang mengundurkan diri atau sebab lain, kita lakukan PAW," katanya di Pariaman, Minggu (31/5).

Tugas PPK dan PPS apabila tahapan pilkada resmi dilanjutkan adalah melakukan verifikasi faktual dukungan pasangan bakal calon perseorangan.

"Verifikasi salah satu tahapan, tahapan dilanjutkan," lanjutnya.

Aisyah menyebut pihaknya tetap mensosialisasikan informasi pilkada kepada masyarakat di tengah pandemi ini. Pihaknya memanfaatkan media sosial dan media lain mengedukasi masyarakat pentingnya penggunaan hak pilih.

"Sosialisasi tetap jalan, hanya saja tidak melalui tatap muka. Kita maksimalkan media sosial dan website untuk menyampaikan sosialisasi," tandasnya. (Nanda)
PT KAI Salurkan APD bagi Tenaga Medis Pariaman
Foto: Junaidi
Pariaman - PT KAI serahkan bantuan untuk kota Pariaman memasuki penerapan PSBB tahap ketiga hingga 7 Juni mendatang yang diserahkan langsung oleh Vice Presiden PT KAI Kadivre Regional II, Insan Kesuma kepada walikota Pariaman Genius Umar di Balaikota Pariaman, Sabtu (30/5).

Bantuan yang diserahkan berupat 100 lembar masker N95, 200 lembar masker medis, 100 stelan hazmat dan 1 unit wastafel yang bisa dinyalakan pakai kaki.

Insan Kesuma mengatakan penyaluran bantuan tersebut wujud kepedulian pihaknya selaku Satgas Bencana BUMN guna memutus mata rantai penyebaran wabah coronavirus di Pariaman.

Ia menuturkan Satgas Bencana BUMN di Sumatra Barat terdiri dari 50 BUMN. Berbagai jenis bantuan akan disalurkan ke 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumatra Barat.

Sebelumnya, kata ketua Satgas Bencana BUMN Sumbar itu, melalui PIC Satgas kabupaten/kota pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa 32 pcs APD lengkap dan 137 baju hazmat untuk RSUD Pariaman.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan bantuan yang diberikan tersebut akan segera disalurkannya ke rumah sakit dan Gustu Covid-19 Pariaman.

Ia mengatakan sebagai satu-satunya daerah bersama kota Padang yang memiliki transportasi kereta api, pihaknya berencana akan membuka kembali jalur kereta api Padang-Pariaman saat New Normal mulai diberlakukan.

"Pariwisata merupakan sektor unggulan kota Pariaman yang selama ini didukung transportasi kereta api. Memasuki tahapan New Normal, akses ini kembali akan kita buka tentunya dengan penerapan protokol ketat Covid-19," kata Genius.

Genius juga membahas langkah dan upaya antara PT KAI dan Pemko Pariaman terkait keselamatan masyarakat di perlintasan sebidang yang selama ini dibiarkan tanpa palang.

"Hal ini perlu kita bahas agar solusinya nanti bisa meminimalisir kecelakaan kereta api dengan pengguna jalan," pungkas Genius. (Juned/OLP)
Tuntaskan BLT 100 Persen, Genius Umar Disurati Menteri Desa
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar
Pariaman - Kota Pariaman merupakan salah satu daerah tercepat penyaluran BLT jaring pengaman sosial (JPS) Covid-19 tahap pertama di Tanah Air.

Hal itu disampaikan langsung lewat surat ucapan terimakasih Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar melalui surat yang ditujukan bagi Walikota Pariaman Genius Umar. Surat bernomor 1781/PRI.00/V/2020 tertanggal 13 Mei 2020.

Abdul Halim Iskandar mengatakan baru 122 kabupaten/kota yang sudah 100 persen menyalurkan BLT dana desa.

Sedangkan 145 kabupaten/kota lainnya baru mencapai 75-99 persen. Kemudian sebanyak 52 kabupaten/kota yang penyaluran BLT dana desa baru 50-74 persen dan 89 kabupaten/kota penyalurannya di bawah 50 persen.

"Dan ada 26 kabupaten/kota masih 0 persen penyaluran BLT dana desa nya, per hari ini (Jumat 29/5)," kata dia.

Sementara Kota Pariaman tidak hanya telah menyalurkan BLT 100 persen dari dana desa saja, tapi dari segala sumber BLT. Seperti Kemensos, APBD Provinsi, APBD Kota Pariaman dan BLT dana desa dan dana kelurahan. Semuanya telah disalurkan jauh hari sebelum hari raya Idul Fitri.

Kota Pariaman juga menjadi daerah pertama di Sumatra Barat yang menuntaskan menyalurkan BLT 100 persen secara riil yang terkonfirmasi langsung ke masyarakat penerima.

Dalam penyaluran BLT, Pemko Pariaman menggandeng sejumlah BUMN sebagai pihak penyalur. Seluruh data penerima BLT diserahkan kepada penyalur tersebut agar tidak terjadi tumpang tindih penerima karena setiap BUMN menyalurkan BLT dari sumber dana berbeda.

"BLT akan disalurkan untuk tiga bulan ke depan April, Mei dan Juni dengan nominal Rp 600 ribu per bulan. Untuk tahap pertama BLT April sudah kita salurkan 100 persen di bulan Ramadhan," ungkap walikota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Sabtu (30/5).

Cepatnya penyaluran BLT termasuk yang bersumber dari dana desa, kata Genius tidak terlepas dari kinerja perangkat desa dan dinas terkait yang saling koordinasi. Di antaranya dalam hal pendataan dan hal teknis lainnya.

"Sebelum penyaluran kita sudah lakukan pendataan jauh hari dan lakukan beberapa kali evaluasi data agar tidak terjadi tumpang tindih data penerima dan penyaluran BLT benar-benar tepat sasaran," sambung Genius.

Dari 51 desa di kota Pariaman tercatat 4.600 penerima BLT penerima bersumber dari dana desa yang bekerjasama dengan Bank BNI. (Junaidi/OLP)
Exit Tol Padangpariaman-Pekanbaru di Tarok City Segera Dibangun
Foto: AWT
Paritmalintang - Kawasan Tarok City menjadi salah satu gerbang exit tol Padangpariaman - Pekanbaru. Pengerjaan konstruksi ST 36 di Tarok City akan segera dikerjakan oleh PT Hutama Karya Indonesia selaku kontraktor.

"Dan gerbang ST 23 di IKK Paritmalintang," ungkap kepala proyek PT Hutama Karya Indonesia, Defi Adrian di Paritmalintang, Jumat (29/5).

Jalan tol Padangpariaman-Pekanbaru merupakan proyek nasional tol Sumatra. Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan pembangunan jalan tol tersebut akan berdampak positif bagi perekonomian Padangpariaman khususnya dan Sumatra Barat umumnya.

"Pembangunan jalan tol akan merubah wajah perekonomian Sumatra Barat, apalagi Tarok City menjadi gerbang exit tol yang tentunya berdampak positif bagi perekonomian Padangpariaman," kata Ali Mukhni.

Dengan adanya akses tol di Kawasan Tarok City, imbuh bupati, sebagai kawasan pendidikan terpadu dan ekonomi, Tarok City akan berkembang menjadi lebih cepat.

Kapolres Padangpariaman AKBP Dian Nugraha mengatakan mediasi jalur penlok yang telah ditetapkan Kementerian PUPR sebagai jalur tol Padangpariaman-Pekanbaru sangat menguntungkan bagi Padangpariaman.

Pihaknya mendukung proyek nasional tersebut dengan melibatkan diri dalam proses mediasi antara pemilik lahan dan pemerintah.

"Supaya pengerjaan berjalan dengan lancar dan akses jalan tol cepat selesai dan dapat dinikmati masyarakat luas," ungkapnya. (Tim/OLP)
Pariaman Susun Kebijakan Pemulihan Ekonomi Jelang New Normal
Foto: Dewi
Pariaman - Pemko Pariaman persiapkan diri jelang penerapan New Normal 8 Juni mendatang. Saat penerapan New Normal sejumlah aktivitas ekonomi mulai dibuka bertahap dengan tetap menjalankan protokol Covid-19.

"PSBB Sumbar diikuti 18 kabupaten dan kota hingga 7 Juni. Waktu ini sekaligus sebagai persiapan Kota Pariaman jelang masuki tahapan New Normal," kata Plt Sekdako Pariaman, Fadli di Balaikota Pariaman, Jumat (29/5).

Fadli menuturkan sejumlah kebijakan akan dirumuskan bersama dengan TNI dan Polri, MUI dan stake holder lainnya jelang penerapan New Normal.

Memasuki PSBB tahap III, kata Fadli, dibantu TNI Polri pihaknya akan lebih mendisiplinkan masyarakat agar menjalankan protokol Covid-19 saat New Normal, mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan testing, tracing, isolasi/karantina, perawatan dan mendukung daerah lain yang juga melaksanakan tahapan New Normal.

“Mengendalikan penyebaran Covid-19 tentu dengan memaksimalkan kerja-kerja kesehatan. Ini bertujuan agar kita bisa bertahan pada posisi aman dan Kota Pariaman bisa melanjutkan pada tatanan new normal,“ sambungnya.

Pihaknya juga membahas beberapa aspek seperti keagamaan, pendidikan, transportasi, pariwisata dan adat istiadat seperti pesta perkawinan.

"Jadi waktu sembilan hari ini akan digunakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Pariaman untuk menyusun dan mempersiapkan berbagai aspek jelang New Normal," kata dia.

Ia berharap dengan adanya perpanjangan PSBB hingga 7 Juni sekaligus persiapan menuju new normal, masyarakat Pariaman lebih mendisiplinkan diri, mematuhi protokol Covid-19 agar perekonomian Pariaman pulih kembali. (Dewi/OLP)
Kisah Edra Lina Melawan Covid-19: Hari-hari di Ruang Isolasi

Virus corona menjadi musuh yang harus dilawan bersama. Dalam mengatasi masalah ini, pemerintah tak bisa bekerja sendiri dan harus bekerja sama dengan berbagai kalangan masyarakat. 

Petugas medis menjadi garda terdepan untuk menghadapi Covid-19 ini, semakin banyaknya kasus dan pasien yang terinfeksi corona, semakin berat juga perjuangan para pahlawan medis ini.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan tidak tertutup kemungkinan dan bahkan berpeluang besar bagi para medis untuk terpapar virus corona ini. 

Salah satu garda terdepan yang terpapar Covid-19 yakninya tenaga medis dari RSUD Padang Pariaman Ns. Hj. Edra Lina, S.Kep yang pada saat ini menjabat sebagai Kasi Pelayanan RSUD Padang Pariaman.

Edralina diduga terpapar Covid-19 pada saat melakukan tugasnya sebagai tenaga medis dimana pada tanggal 25 April 2020 beliau kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 saat pengambilan swab pasien tersebut. Setelah pengambilan swab tersebut pada tanggal 2 Mei 2020 beliau melakukan tes Swab meskipun tidak ada gejala namun ia tetap menjalani tes tersebut sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Setelah pengambilan swab terhadap pasien positif Covid-19, saya juga melakukan tes swab meskipun pada saat itu tidak ada gejala yang dirasakan namun saya tetep menerapkan protokol kesehatan hingga pada tanggal 3 Mei 2020 keluar hasilnya dan dinyatakan positif,” tuturnya, Jumat (29/5).

Ia menuturkan menambahkan pada 4 Mei 2020 ia langsung dikarantina ke  Balai Pelatihan Kesehatan  (Bapelkes) di Gunung Pangilun dan pada hari tersebut juga dilakukan tes swab berikutnya,  pada 5 Mei 2020 dan dinyatakan positif lagi.

“Saat mengetahui hasil tes swabnya positif lagi, saya sempat merasa down dan bertanya-tanya apakah ini akhir dari semua? Namun setelah mendapat dukungan dari orang-orang terdekat terutama keluarga saya mencoba untuk bangkit kembali dan saat karantina saya selala memotivasi diri dengan mensugesti diri sendiri bahwa virus dilawan dengan imun yang bagus dengan terus berprasangka baik kepada Allah SWT yang telah memberikan cobaan dan gembira untuk terus meningkatkan daya tahan tubuh,”sambungnya.

Istri dari Dasril Hemansyah, A.Md ini juga menceritakan pertama kali dinyatakan positif sebenarnya bisa dengan karantina dirumah saja,  namun stigma masyarakat yang belum paham akan Covid-19 masih mengganggap ini aib dan harus dijauhi bahkan keluarga dari perawat ini juga sempat dikucilkan, sehingga perlu untuk memberikan edukasi lebih kepada masyarakat agar masyarakat paham terhadap Covid-19 ini.

ASN yang diangkat pada tahun 2000 ini juga mengatakan sebagai tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19, ketika terpapar Covid-19 ini sudah menjadi resiko sebuah pekerjaan terutama tim medis yang harus rela bertaruh nyawa demi menyelamatkan nyawa yang lain dan tidak ada yang harus disesalkan. Semua yang terjadi ini merupakan kehendak Allah SWT dan akan ada hal yang baik dibalik semua rencanaNya .

“Selama proses karantina di Bapelkes dalam ruangan tersebut hanya saya sendiri tidak ada teman untuk mengobrol dan berkomunikasi, beruntungnya para petugas di Bapelkes tersebut memberikan  pelayanan sangat baik dan sesuai dengan protokol kesehatan, serta mereka terus mendukung penyembuhan dengan ngobrol dan selalu memberikan semangat,” ucapnya.

Ibu tiga orang anak  ini juga melanjutkan selama berada dikarantina hal yang paling sulit untuk dijalani harus berpisah dengan keluarga dan anak-anaknya terutama anak yang paling kecil baru berusia 3,5 tahun, namun dengan dukungan yang diberikan keluarga terutama suaminya yang selalu berkomunikasi pada waktu berbuka dan waktu sahur  semakin mendorong beliau untuk berusaha melawan Covid-19 ini hingga dinyatakan sembuh.

 “Pada tanggal 13 Mei 2020 kembali dilakukan pengambilan tes swab dan hasinya dinyatakan negatif, namun harus menunggu swab selanjutnya hingga dinyatakan benar-benar sembuh, pada tanggal 16 Mei 2020 Swab terakhir dan hasilnya negatif sehingga saya diperbolehkan pulang, kurang lebih 21 hari selama berada di karantina banyak yang saya rasakan dianataranya hanya tinggal sendiri tanpa ada teman didalam kamar yang berukuran 3 tiga kali 4  dan harus menanggung rasa sakit saat pengambilan swab yang dilakukan beberapa kali tersebut,” terangnya

Ia memberikan pesan kepada seluruh lapisan masyarakat  jika menjadi pasien terpapar Covid-19 janganlah bersedih dan teruslah berprasangka baik kepada Allah karena akan ada anugrah dibalik musibah serta terus memotivasi diri dan yakin harus sembuh,  terus menambah pengetahuan terhadap Covid-19, terus konsumsi vitamin C dan E, Kalau bakteri dilawandengan anti biotik. Dan untuk Tenaga Kesehatan jika sudah memilih pekerjaan itu harus siap menerima risiko dan harus menerima risiko tersebut, disiplin mengunakan protokol kalau tidak sama dengan bunuh diri. (AWT)
Mengenal "New Normal" Agar Tak Gagal Paham
Foto: Anton WT
Paritmalintang - Terkait akan diterapkannya "New Normal" di Sumatra Barat, Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Padangpariaman gelar Talkshow dengan tema “ Mengenal  Apa Itu New Normal”di Media Center Bagian Humas dan Protokol di IKK Paritmalintang, Kamis (28/5).

Bagian Humas mengundang sejumlah narasumber di antaranya Wakapolres Padangpariaman Kompol Irvan Coa Ampera, Kabag OPS Polres Pariaman Kompol Jefrizal, Kalaksa BPBD Padangpariaman Budi Mulya, dan Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Yutiardi Rivai.

Kadis Kesehatan Yutiardi Rivai mengatakan New Normal adalah skenario pemerintah dalam penanganan Covid-19 baik secara kesehatan maupun secara ekonomi. Ketika New Normal diterapkan maka seluruh lapisan masyarakat harus berkomitmen untuk menerapkan protokol.

Ia menjelaskan sebuah daerah dapat melaksanakn New Normal dengan syarat tingakt RO/RB kasus penyebaran Covid-19 dibawah angka satu. Oleh sebab itu pihaknya akan memberikan beberapa rekomendasi terkait pelaksanaan New Normal di antaranya dengan tetap memberlakuan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan mengkonsumsi makan yang sehat dan gizi seimbang.

"TNI dan Polri lebih menegaskan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat kepada masyarakat. Pasar maupun instansi juga harus menerapkan protokol yang lebih ketat," imbuhnya.

Terkait pelaksanaan pernikahan saat New Normal, masyarakat harus memenuhi syarat dengan ketentuan yang bersangkutan melakukan cek kesehatan, peserta yang hadir teridiri dari 5 orang dan untuk pelaksanan pesta pernikahan ditunda terlebih dahulu.

Kalaksa BPBD Padangpariaman Budi Mulya mengatakan New normal sama dengan penyesuaian terhadap dampak Covid-19. Ketika jumlah kasus melonjak maka akan kembali ke PSBB.

"Saat ini kita tengah menunggu keputusan Gubernur Sumatara barat terkait apakah akan dilaksanakan New Normal atau akan melanjutkan PSBB," kata Budi.

Ia menuturkan untuk pelaksanaan New Normal di Sumatra Barat terdapat tiga indikator. Di antaranya tingkat RO/RB di bawah satu, pelayanan kesehatan harus maksimal dan melaksanakan rapid test secara massal.

"Untuk kesiapan dalam mengadapi New Normal dibutuhkan sosialisasi agar masyarakat dapat menerima dan siap dalam menjalankan New Normal," sambungnya.

Wakapolres Padangpariaman Irvan Coa Ampera mengatakan pelaksanan New Normal merupakan tugas berat bagi Polri karena berhubungan langsung dengan masyarakat dan meyakinkan masyarakat terkait pelaksanaan New Normal agar masyarakat terbiasa dan beradaptasi dengan Covid-19.

“Pihak kepolisian akan selalu memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk penerapan New Normal," kata dia.

Saat pelaksanaan New Normal, masyarakat yang tidak mematuhi aturan pemerintah terkait pelaksanaan New Normal akan diberikan perlakuan preventif seperti memberikan peringatan dan sanksi kecil. Saat ini, kata dia, kepolisian tengah melakukan Operasi Amanusa Dua, Operasi Singgalang dan Operasi Ketupat hingga 7 Juni mendatang.

Kabag OPS Polres Pariaman mengatakan pihaknya akan mendukung segala keputusan dan kebijakan pemerintah, salah satunya dengan melakukan Operasi Amanusa Dua dalam pencegahan penyebaran Covid-19, baik secarara edukasi, sosialisasi dan lainnya.

New normal merupakan penerusan dari PSBB mengingat perekonomian harus tetap berjalan namun terus menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Untuk emndukung pelaksanaan New Normal diharapakan bagi instansi dan perindustrian harus memiliki SOP.

"Kepada masyarakat agar berusaha disiplin serta menganggap Covid-19 bagian dari hidup dengan terus memperhatikan protokol kesehatan,” tutupnya.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Provinsi Sumatra Barat beserta empat provinsi lainya seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Gorontalo dipilih sebagai  provinsi percontohan pelaksanaan New Normal.

Untuk penerapan New Normal dilaksanakan dalam lima fase. Di antaranya pada fase pertama berlangsung pada 1 Juni 2020, ditandai dengan dibukanya industri dan jasa bisnis.

Sedangkan toko, pasar dan mall belum boleh beroperasi dikecualikan bagi penjual masker dan fasilitas kesehatan serta penyedia kebutuhan pokok.

Pada fase kedua berlangsung pada 8 Juni 2020 dengan telah dibukanya toko, pasar dan mall tanpa diskriminasi namun tetep menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Fase ketiga 15 Juni 2020 diperbolehkan pembukaan salon dan spa dan diperbolehkan pelaksanaan kegiatan kebudayaan dengan menjaga jarak.

Fase empat 6 Juli 2020 pembukaan restoran, cafe, bar dan tempat gym dengan potokol kebersihan yang ketat serta kegiatan outdoor dapat dilaksanakan oleh lebih dari sepuluh orang dan diperbolehkannya pengoperasian armada penerbangan dengan kapasitas penumpang yang terbatas ditambah dengan diperbolehkan kegiatan ibadah dengan jumlah jamaah terbatas.

Fase kelima pada 20-27 Juli 2020, evaluasi pada fase empat dan pembukaan tempat atau kegiatan ekonomi lain dalam skala besar. (AWT/OLP)
Lanjutkan PSBB, Pariaman dan Padangpariaman Siapkan Protokol Menuju New Normal

Pariaman - Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sumbar hingga 7 Juni mendatang, Kamis (28/5). Sedangkan PSBB tahap II akan berakhir besok 29 Mei.

Keputusan tersebut diambil gubernur setelah mendengarkan masukan dari bupati dan walikota se Sumbar dan para pakar epidemologi.

Dari 19 bupati dan walikota di Sumatra Barat, 18 di antaranya mendukung kebijakan provinsi memperpanjang PSBB hingga 7 Juni 2020. Sedangkan kota Bukittinggi keluar dari PSBB langsung menuju new normal.

Gubernur meminta selama PSBB tahap III stiap daerah melakukan persiapan dan tahapan menuju new normal dengan mengurangi dan melonggarkan pembatasan tetapi tetap mematuhi protokol Covid-19.

"Ada empat hal penting yang perlu diperhatikan menuju new normal yakni melakukan tahapan menuju new normal, mendisiplinkan masyarakat sesuai protokol Covid-19, memaksimalkan sistem kesehatan, tracing terhadap pasien," kata Irwan Prayitno.

Irwan mengatakan pihaknya mendukung langkah Bukittinggi yang langsung menuju new normal asalkan tetap menerapkan protokol Covid-19 dan Permenkes.

Sedangkan Pemko Pariaman dan Pemkab Padangpariaman mendukung kebijakan PSBB hingga 7 Juni mendatang.

"Sebelum menuju new normal kita sudah koordinasi dengan Kapolres dan Dandim. Dengan PSBB hingga 7 Juni kita akan siapkan tahap demi tahapan serta protokol menuju new normal," kata wakil walikota Pariaman Mardison Mahyuddin.

Sedangkan wakil bupati Padangpariaman Suhatri Bur mengatakan dengan diperpanjangnya PSBB hingga 7 Juni mendatang pihaknya punya waktu 10 hari mempersiapkan diri menuju new normal.

"Kita akan mempersiapkan diri dan mengedukasi masyarakat menuju new normal," kata Suhatri Bur. (Tim/OLP)