Tolak Yerusalem Ibukota Israel, Ratusan Umat Pariaman Ikut Aksi Bela Al Quds di Padang

Pariaman --- Ratusan umat Islam Kota Pariaman akan ikuti aksi bela Al Quds (Yerusalem) ibukota Palestina di Kota Padang, Jumat (15/12) siang.

Peserta aksi Pariaman akan bergabung dengan ribuan umat Islam Sumatera Barat lainnya yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumatera Barat Peduli Palestina.

Salah seorang peserta aksi, Jupriman mengatakan klaim presiden AS bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel adalah tindakan yang memicu konflik. Pengklaiman tersebut menghancurkan upaya penyelesaian konflik Palestina-Israel.

"Kita mendorong pemerintah melalui bapak Presiden untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menolak klaim Donald Trump ini," ulasnya.

Ia menjelaskan, aksi bela Al Quds ibukota Palestina dilaksanakan di Kota Padang dengan titik kumpul Masjid Nurul Iman. Sedangkan aksi akan dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat.

"Bagi masyarakat yang ingin mengikuti aksi, kita berangkat bersama-sama. Namun jika ingin ikut rombongan agar terlebih dahulu mengkonfirmasikan kepastian keberangkatan melalui nomor telpon 082388031092," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini telah ada 55 orang calon peserta aksi yang mengkonfirmasi akan ikut aksi di Kota Padang dengan rincian 25 orang dari Kecamatan Pariaman Selatan dan 30 orang dari Kecamatan Pariaman Utara. Namun masih ada beberapa orang dari OKP dan ormas yang berencanya akan ikut, namun belum mengkonfirmasi.

Terpisah, Ketua Ikatan Dai (Ikadi) Kota Pariaman Asman Yahya, mengecam klaim Donald Trump bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel. Menurut dia, ikut sertanya warga Kota Pariaman pada aksi esok adalah bentuk persaudaraan dan kepedulian terhadap ummat Islam ke Palestina. Ia menyambut positif aksi peduli Palestina yang diikuti warga Pariaman ke Kota Padang.

"Ini bentuk pengakuan bahwa kita di Pariaman dan Palestina bersaudara. Muslim itu bersaudara karena aqidahnya," ujarnya.

Pihaknya berharap aksi di Kota Padang pada esok hari dapat mendorong pemerintah Indonesia untuk tetap tegas menolak-mengecam klaim Trump Yerusalem sebagai ibukota Israel.

"Aksi tersebut dukungan kepada pemerintah RI memperjuangkan kemerdekaan Palestina di dunia internasional," pungkasnya. (Nanda)
Pertanian Sijunjung Studi Banding ke Padangpariaman
Kepala Distan/KP Yurisman menyerahkan buku statistik pertanian dan perkebunan ke Dinas Pertanian Sijunjung. Foto/Riska
Padangpariaman --- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padangpariaman dikunjungi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung dalam rangka studi banding mengenai data Statistik Pertanian dan Perkebunan sebagai perwujudan keterbukaan informasi publik dan bahan evaluasi dan dasar rencana kerja mendatang, Kamis (14/12) di Padangpariaman.

Kunjungan Dinas Pertanian Sijunjung dipimpin oleh Sekretaris Dinas Pertanian Rika Nursanti dan disambut oleh Kepala Distan/KP Yurisman. Ia mengatakan pihaknya selalu berusaha membuat inovasi dan gebrakan agar diterima oleh khalayak dan juga memotivasi daerah lain dalam melakukan hal yang sama.

"Namun semua hal ini takkan terwujud tanpa adanya kerjasama yang baik internal dinas dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Karena bagaimanapun BPS merupakan mitra Dinas Pertanian," kata dia.

Sekretaris Dinas Pertanian Sijunjung Rika Nursanti mengatakan, memang diipilihnya Padangpariaman sebagai tujuan studi banding berdasarkan laporan statistik pertanian Padangpariaman cukup baik dan lengkap ditunjang dengan adanya Buku Statistik Pertanian dan Perkebunan yang dirilis setiap tahun.

Diskusi berlanjut lebih mengarah kepada teknik pengumpulan data yang efisien dan efektif. Di akhir diskusi Kepala Distan/KP Yurisman menyerahkan buku statistik pertanian dan perkebunan Padangpariaman tahun 2016 dengan harapan bisa bermanfaat dan diduplikasi oleh bagian statistik Dinas Pertanian Sijunjung (*)
Kesetaraan Gender OPD Penting bagi Terlaksananya Program Pemerintahan Padangpariaman
Panitia menghadirkan dua narasumber dalam bimtek PUG PPRG. Foto/Pandu
Pariaman --- Dipandang dari segi pembangunan, kesetaraan gender merupakan salah satu indikator penunjang terlaksananya program pemerintah. Namun hal itu sering terabaikan karena kurangnya pemahaman tentang apa itu gender.

Untuk menanggulanginya Dinas Sosal Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Padangpariaman melakukan bimbingan teknis (bimtek) Pengarus Utamaan Gender (PUG) melalui perencanaan dan penganggaran responsif gender (PPRG) di LBK Karan Aur Pariaman, Kamis (14/12).

Acara tersebut mendatangkan dua orang narasumber yakni dari Bappeda Provinsi Sumbar Yudha Prima Widyaiswara dan Herita Dewidari dari BKPSDM.

Kepala Dinas Sosial PPA Arman, menyebut, untuk meminimalisasi ketimpangan dan kesenjangan gender di OPD Padangpariaman perlu adanya PUG sebagai konsep besarnya dan PPRG sebagai instrument untuk mencapai PUG dengan mengevaluasi tujuan, peruntukan gender sesuai Pemendagri Nomor 67 tahun 2011.

"Bimtek focal point ini bertujuan juga meningkatkan wawasan dan pemahaman ASN tentang pentingnya PUG dalam pembangunan citra gender ke depannya. Ini semua dapat berjalan dengan dukungan tim setiap OPD yang telah dibentuk dalam SK Bupati menyangkut peranan gender di OPD dan masyarakat," ungkapnya.

Secara makna gender, sambung dia, bukanlah jenis kelamin, gender merupakan sebuah keselarasan, kesesuaian, dan keselamatan peran pria dan wanita tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi.

"Hal ini dapat berlangsung dengan efesien jika semua elemen bergerak tidak hanya pria atau wanita saja," lanjutnya.

Herita dewi mengatakan, bicara gender sangat terkait dengan mindset/pola pikir yang tergantung budaya daerah, konstruksi sosial dan agama.

"Karna isu gender ini selalu menciptakan opini tentang ketimpangan dan ketidakadilan," katanya. (*)
Suhatri Bur Launching Kampung KB di Nagari Sunur Barat
Suhatri Bur foto bersama usai Launching Kampung KB di Nagari Sunur Barat. Foto/Handre
Padangpariaman --- Launching Kampung KB di Korong Pintir Kayu Nagari Sunur Barat, Kecamatan Nan Sabaris, Padangpariaman berlangsung sukses dan meriah, Rabu (14/12).

Hasbullah, ketua kampung KB Nagari Sunur Barat mengatakan, berKB dulunya tabu di kalangan masyarakatnya. Namun sekarang seiring waktu sudah banyak perubahan sehingga KB menjadi diminati.

"Terjadi peningkatan warga Pintir Kayu Nagari Sunur Barat yang ikut berKB. Pasangan usia subur di sini hanya 32 orang yang tidak ikut KB dari 84 pasangan," kata dia.

Dari tahun sebelumnya pencangan KB di nagarinya saat ini sudah meningkat jadi 61 persen. Melalui program KB pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Padangpariaman lebih mampu meningkatkan kesejahteraan warganya yang selama ini cukup teringgal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Padangpariaman Yustiardi Rivai menyampaikan bahwa Korong Pintir Kayu diambil sebagai kampung KB karena memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.

Di antara persyaratan untuk menentukan daerah tersebut menjadi kampung KB adalah terdapat banyak pasangan usia subur, daerah terpencil, minat masyarakat kurang untuk ber KB.

Wakil bupati Padangpariaman, Suhatri Bur menyampaikan perlunya membangun kampung KB di daerah Padangpariaman dilihat dari pertumbuhan penduduk yang semakin hari semakin meningkat.

"Satu sisi daerah kita ini masih ada kepala keluarga (KK) yang perlu perhatian khusus. Dengan adanya kondisi seperti itu perlu kiranya kita mencanangkan kampung KB. Target kita adalah satu kecamatan satu kampung KB. Oleh karena itu kita perlu satu kata sepakat untuk mensukseskan program kampung KB di Padangpariaman," ujarnya.

Ia mengatakan, jika program KB berhasil maka pertumbuhan penduduk tersebut bisa ditekan.

"Atas nama pemerintah daerah kita memberikan apresiasi kepada Korong Pintir Kayu yang menjadi korong pertama yang melaunching kampung KB di kecamatan Nan Sabaris," ujarnya. (Handre)
Jelang Natal dan Tahun Baru Dishub Sumbar Uji Kelaikan Angutan Umum Pariaman
Petugas sedang lakukan pengecekan dan pemasangan stiker kepada salah satu mobil angkutan umum di Terminal Jati Pariaman. Foto/Phaik
Pariaman ---- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumbar melalui Bidang Teknik Sarana dan Penanggulangan Kecelakaan bersama Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Jati Pariaman, lakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) terhadap bus dan mobil angkutan penumpang serta orang yang masuk melintasi Pariaman di Terminal Jati Pariaman, Kamis (14/12) pagi.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Jati Pariaman Kementerian Perhubungan Hary Leo Agusta mengatakan, kegiatan itu dilakukan serentak dalam rangka mewujudkan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan yang akan berlangsung dari tanggal 14 hingga 20 Desember 2017.

"Tidak hanya Bus AKAP dan AKDP saja yang kita lakukan pengecekan, namun Angkutan Pedesaan dan Angkot juga kita cek, agar terciptanya suatu kenyamanan bagi penumpang angkutan umum," ujar Harry.

Namun, sambung Harry, walaupun cuma sampai tanggal 20 Desember, pihaknya akan selalu monitoring dan lakukan penertiban hingga pertengahan Januari 2018 mendatang bersama Polres Pariaman dan Dishub Kota Pariaman.

Koordinator Ramp Check dari Dishub Sumbar Bidang Teknik Sarana dan Penanggulangan Kecelakaan Elvira Diana menambahkan, bagi mobil angkutan penumpang dan orang yang dinyatakan sesuai dengan aturan, akan dipasangi tanda berupa stiker Laik Jalan Angkutan Penumpang Umum Tahun 2017.

Ia mengatakan operasi ini juga bertujuan menciptakan rasa aman pada para penumpang dan mencegah hal-hal yang dapat mengganggu kondusifitas keamanan di wilayah hukum Provinsi Sumatera Barat  serta untuk memastikan kendaraan tertib berlalu lintas..

"Sedangkan bagi yang belum lengkap tidak dipasangi stiker akan diminta lagi untuk melengkapi," singkat Elvira. (Phaik/*)
Gabungan Ormas dan OKP Sepakat Sosialisasikan Teknis Pilwako Pariaman
Koordinator divisi perencanaan keuangan dan logistik KPU Kota Pariaman Indra Jaya. Foto/Nanda
Pariaman --- KPU Kota Pariaman sosialisasikan teknis penyelenggaraan pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 kepada ormas, OKP dan organisasi kepemudaan, Kamis (14/12) siang.

Dalam sosialisasi itu sejumlah ormas dan OKP dilibatkan, seperti Karang Taruna, KNPI, HMI dan ormas lainnya untuk mengoptimalkan sosialisasi pilkada di tengah masyarakat.

Koordinator divisi perencanaan keuangan dan logistik KPU Kota Pariaman Indra Jaya mengatakan, kegiatan itu merupakan rangkaian sosialisasi KPU kota Pariaman yang menyasar enam segmentasi.

Menurutnya, kelompok pemuda merupakan kalangan energik untuk memberikan pencerahan pada pelaksanaan Pilwako Pariaman 2018 dengan melakukan sosialisasi pada basis massa tertentu di lingkungan desa-kelurahan, kecamatan dan lingkungan organisasi masing-masing.

Namun kata dia, kelompok pemuda yang tergabung dalam ormas harus paham tentang teknis penyelenggaraan pilkada sebelum mensosialisasikannya kepada masyarakat.

Sosialisasi yang dilakukan oleh kelompok pemuda, sambung dia, dapat dilakukan melalui diskusi dengan kelompok masyarakat seperti di warung. Mengikutkan kelompok pemuda sebagai corong sosialisasi sangat efektif karena itu pihaknya mengundang perwakilan pemuda yang aktif dan kreatif di lingkungan masyarakat.

"Perwakilan pemuda dapat menularkan informasi berupa teknis dan aturan pelaksanaan melalui diskusi ringan bagi masyarakat yang belum memahami teknis pilkada," katanya.

Sebelumnya, KPU Kota Pariaman telah mensosialisasikan teknis penyelenggaraan pilkada dengan melibatkan guru bidang studi kewarganegaraan tingkat SMA se Kota Pariaman.
Pelibatan guru bidang studi, diharapkan mensosialisasikan teknis dan menggalang partisipasi pemilih pemula yang berada di sekolah.

Selain itu, KPU juga telah membekali kelompok ibu PKK kelurahan dan kecamatan untuk segmentasi pemilih perempuan di Kota Pariaman.

"Tiga segmen telah kita sosialisasikan, tiga segmentasi lainnya akan kita sosialisasikan juga," ulasnya.

Menurutnya, pihak KPU kota Pariaman masih merancang model dan bentuk kerjasama dengan ormas dan OKP di kota Pariaman. Hal itu dikarenakan setiap MoU ataupun kerjasama harus diikuti dukungan anggaran. Oleh karena itu, KPU Kota Pariaman akan mengupayakan alokasi anggaran untuk mendukung operasional ormas ataupun OKP melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dalam bentuk pembiayaan kegiatan.

"Perihal anggaran tersebut akan diupayakan melalui revisi anggaran penyelenggaran pilkada tahap II tahun 2018," katanya.

Sementara itu, anggota KNPI Kota Pariaman Sudirman Alharits, mengatakan jika pihaknya telah mengumpulkan OKP yang berada di bawah KNPI, mengajak seluruh anggota OKP dan ormas melakukan sosialisasi kepada masyarakat lainnya.

Pihaknya bersama seluruh ormas bertekad mensukseskan pilkada 2018 dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat.

"Kita dan OKP lainnya sudah berkomitmen mensosialisasikan pilkada. Anggota ormas pada lingkungan masing-masing akan mengajak masyarakat berpartisipasi pada pilkada nanti," pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PC HMI Pariaman, Rizki Yulia Wendra. Pihaknya berkomitmen bahwa sosialisasi penyelenggaraan pilkada tidak berhenti pada peserta bimtek saja. Namun harus diteruskan kepada anggota OKP dan masyarakat di lingkungan mereka masing-masing.

"Bimtek dilakukan agar stakeholder yang akan menjadi sosialisator paham dengan aturan dan teknis pelaksanaan pilkada," sebutnya.

Menurutnya, HMI akan menyampaikan kepada kelompok mahasiswa melalui komisariat HMI yang ada di tiga kampus Pariaman, yaitu STIA BNM, STIT SB Pariaman dan STIE Sumatera Barat Pariaman. Saat ini, keanggotaan HMI Pariaman di wilayah Kota Pariaman tercatat sebanyak 300 orang, hal itu potensial jika bergerak mensosialisasikan pilkada.

"Minimal anggota kita dulu kita sosialisasikan, nantinya jika kawan-kawan kita sudah memahami akan dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi," tutupnya.

Partisipasi pemilih pada pilkada ikut menjadi salah satu indikator kesuksesan pelaksanaan pilkada di suatu daerah. Partisipasi pemilih yang tinggi, mengisyaratkan legitimasi masyarakat yang tinggi atas hasil pilkada.

Begitu sebaliknya, jika partisipasi pemilih rendah, legisitimasi atas hasil kepala daerah terpilih pun tidak kuat. (Nanda)
Pengrajin Pariaman Perdalam Ilmu Motif Untuk Penuhi Selera Pasar
Kepala Dinas Koperindagkop UKM Gusniyeti Zaunit sedang beri pemaparan pada pengrajin. Foto/istimewa
Pariaman --- Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop dan UKM) Kota Pariaman sebagai pembina sekaligus mitra pengrajin, selalu berupaya melakukan pembinan dan pendampingan agar produk-produk yang dihasilkan mengalami peningkatan dalam segi kuantitas maupun kualitas.

Langkah tersebut dilakukan mengingat perkembangan dan tuntutan masyarakat terhadap produk kerajinan semakin tinggi. Persaingan antara daerah-daerah penghasil kerajinan di seluruh Indonesia yang semakin ketat juga mengharuskan pengrajin melakukan inovasi dan terobosan dalam produksinya.

"Pengrajin Pariaman harus memiliki pengetahuan dalam penempatan motif sulaman  atau bordiran  pada pola busana yang memenuhi selera pasar," ujar Kepala Dinas Koperindagkop dan UKM Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, ketika membuka kegiatan pembinaan dan pelatihan pola dasar busana bagi pengrajin sulaman dan bordir Kota Pariaman di aula dinas Perindagkop dan UKM, Senin, (11/12).

Kegiatan diikuti oleh 20 peserta pengrajin bordir dan 20 pengrajin sulaman dengan menghadirkan pengajar, Ses Fitria, tenaga ahli pimpinan industri konveksi Ses Fashion Kota Pariaman.

"Cukup banyak masukan dari konsumen pengguna kerajinan sulaman maupun bordiran Kota Pariaman perihal kurang sesuainya penempatan pola sulaman dan bordiran yang diaplikasikan pada sebuah busana", lanjutnya.

Untuk kerajinan sulaman atau yang lebih sering dikenal dengan istilah "sulaman nareh", daerah sentranya meliputi beberapa desa di kecamatan Pariaman Utara. Dalam penerapannya, kerajinan sulaman ini diaplikasikan pada berbagai media baik busana seperti selendang dan pakaian, maupun aplikasi pada aksesoris seperti tas, sepatu dan sandal.
Pengembangan industri kreatif khususnya sulaman dan bordiran Kota Pariaman saat ini lebih diarahkan kepada pengembangan industri fashion yang memiliki nilai jual dan daya saing yang tinggi.

"Salah satu contoh nyata penerapan aplikasi sulaman pada industri fashion atau busana terlihat pada pakaian yang dipakai oleh panitia pada acara pembukaan MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat yang baru-baru ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pariaman," ungkapnya.

Pemberdayaan pengrajin sulaman untuk penyediaan seragam panitia MTQ, sebut dia, dinilai sebagai langkah yang efektif dalam mempromosikan kerajinan khas kota Pariaman khususnya kerajinan sulaman kepada pengunjung dan peserta MTQ yang tidak hanya berasal dari daerah di Sumatera Barat tetapi juga berasal dari luar daerah Sumatera Barat. (*)
Genius Umar Beberkan Resep Mendidik Anak bagi 'Orangtua Zaman Now'
Wawako Genius Umar beri sambutan pada acara seminar paraenting skill 2. Foto/Junaidi
Pariaman --- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan selain pembangunan fisik dengan infrastruktur, Pemko Pariaman juga mengimbangi dengan pembangunan akhlak, perilaku, karakter serta iman dan taqwa bagi segenap warga Pariaman.

"Pembangunan itu mesti seimbang antara fisik dan sumber daya manusianya," ujar Genius saat Seminar Nasional Parenting Skill bersama Ustad Bendri Jaisyurahman dari Jakarta, yang dilaksanakan oleh GOW Kota Pariaman dalam rangka memperingati Hari Ibu, bertempat di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (13/12).

Ia menambahkan, sebagai orangtua, terutama ibu, harus mampu memberikan teladan yang baik bagi anak-anaknya, menjadi panutan dengan akhlak yang baik. Para orangtua mesti menjadi garda terdepan dalam pembangunan akhlak masyarakatnya di samping peran pemerintah dan stakeholder lainnya.

"Untuk menjadi contoh bagi anak-anak, orangtua terlebih dahulu melakukannya. Teladan tidak berlaku sebaliknya, contoh orangtua yang menyuruh anaknya untuk sholat, tetapi ia sendiri tidak pernah sholat," katanya.

Tantangan dalam mendidik generasi muda, imbuh Genius, saat ini kian pelik dengan derasnya arus teknologi informasi. Anak-anak zaman kini sudah akrab dengan gawai pintar mereka seperti smartphone. Dalam hal ini peran orangtua sangat diharapkan dalam membimbing mereka agar gawai tersebut tidak disalahgunakan nantinya.

“Smartphone dapat menjadi alat untuk menimba ilmu yang bermanfaat, sekaligus bisa menghancurkan akhlak anak-anak kita. Untuk itu, peran ibu sangat vital dalam mengarahkan dan membimbing anaknya agar memahami mana yang boleh mereka akses dan mana yang tidak,” sambungnya.

Selain itu, imbuh Genius, pengaruh narkoba yang telah menggurita di kalangan generasi muda, harus dapat dicegah dan antisipasi agar tidak menimpa anak-anak.

"Ditambah dengan tayangan televisi yang tidak mendidik, kita mesti bisa memberikan pengertian tentang tayangan tersebut. Kita mesti bangga dengan apa yang orangtua kita contohkan dulu, bagaimana mereka meluangkan waktu kepada kita dan membahagiakan kita sebagai anak. Karena itu kita mesti kembali kepola asuh masa lalu, yang dapat membuat anak tertawa dan tersenyum gembira, berinteraksi dengan sebayannya,” tutupnya. (Junaidi/*)