Genius Dikasih Kadivre KAI Wastafel Portable dari Tanki Kereta Jadul


Pariaman - PT KAI divisi regional (Divre) II Sumatra Barat beri bantuan wastafel portabel untuk kota Pariaman. Bantuan tersebut bukan yang pertama diberikan ke kota Pariaman di masa pandemi.

"Kita sadar di masa pandemi, kota Pariaman memerlukan banyak sarana untuk mencegah penularan Covid-19," kata kepala Divre II PT KAI Sumbar, Insan Kesuma di Pariaman, Sabtu (19/9).

Wastafel portable yang diberikan saat ini cukup unik dan terbuat dari bekas tanki kereta api zaman dulu yang seluruh badannya terbuat dari baja berkualitas tinggi.

"Terbuat dari tanki baja yang kita modifikasi menjadi wastafel portable. Ini sangat kuat dan tahan lama," ujarnya.

Insan juga mengapresi walikota Pariaman Genius Umar yang ia nilai sebagai tokoh yang ikut memajukan perkeretaapian di kota Pariaman yang sebelumnya telah lama mati suri.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan cukup banyak bantuan yang telah diberikan PT KAI selama pandemi. Tidak hanya wastafel, PT KAI juga telah memberikan APD medis, masker dan berbagai jenis bantuan lainnya selama Pariaman berusaha keras memutus mata rantai penyebaran wabah corona di Pariaman.

Genius mengatakan dengan memperbanyak pra sarana penunjang protokol Covid-19, seperti tempat cuci tangan, adalah upaya mencegah penularan wabah corona di berbagai tempat umum.

Wastafel yang terbuat dari tanki bekas kereta api lama tersebut, sambung Genius kian menambah semangatnya membuat museum kereta api di kota Pariaman.

"Jalur Padang-Pariaman merupakan jalur kereta api satu-satunya yang aktif dan beroperasi sekarang ini. Ini tentunya menjadi daya ungkit kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman, yang pastinya dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," tutupnya. (Juned/OLP)

Ali Mukhni: Peningkatan Ekonomi di Kawasan Asrama Haji adalah Nyata

Bupati Ali Mukhni bersama Walinagari Sungai Buluh Selatan Eri Gunung saat meninjau Asrama Haji. Foto: istimewa

Paritmalintang - Pembangunan Asrama Haji akan tercatat dalam sejarah. Bupati Padangpariaman Ali Mukhni akan dikenang masyarakat sebagai bapak pembangunan yang merubah lahan kosong menjadi lokasi pembangunan proyek berskala nasional.

"Dampak positif telah dirasakan oleh masyarakat, aktifitas ekonomi menggeliat, adanya penyerapan tenaga kerja, turunnya angka pengangguran dan harga tanah naik signifikan," kata Walinagari Sungai Buluh Selatan, Eri Gunung saat meninjau Asrama Haji bersama Bupati Ali Mukhni di kecamatan Batang Anai, Jumat (18/9).

Saat ini, kata Eri Gunung masyarakat telah kena dampak pembangunan Asrama Haji. Yang menganggur bekerja jadi sekuriti atau tukang, harga tanah melonjak tinggi, jalan dibukak lebar sehingga bisa lebih cepat membawa hasil pertanian dari sawah dan kebun. Biaya yang dikeluarkan juga jadi sedikit untuk biaya angkut.

Dikatakannya bahwa masyarakat setempat selalu mendukung penuh berdirinya Asrama Haji yang telah dimulai sejak 2015. Masyarakat Batang Anai turut dilibatkan dalam pembangunan. Kemudian peningkatkan nilai investasi juga sudah dirasakan karena adanya investor yang berminat berinvestasi.

“Harga tanah di sini sudah naik. Lokasinya sangat menjanjikan untuk berinvestasi. Bisa bangun penginapan, ruko, perumahan dan usaha lainnya. Bayangkan saja tempat ini akan diramaikan ribuan jamaah haji setiap tahunnya,” kata dia.

Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni mengatakan pembangunan Asrama Haji akan menelan dana sebesar Rp 800 miliar, bahkan hingga Rp 1 triliun. Embarkasi akan melayani jamaah haji untuk tiga propinsi yaitu Sumbar, Jambi dan Bengkulu.

“Saat ini sudah selesai dua gedung utama, kemudian pembangunan masjid dan diproyeksikan digunakan tahun 2022. Jadi, jamaah haji sudah berangkat dari Asrama haji di Padangpariaman,” ungkap calon wakil gubernur Sumbar itu.

Ia menuturkan bahwa pintu gerbang Asrama Haji sudah berdiri megah di pintu masuk yang berada di pinggir jalan Padang-Bukitting. Gerbang asrama haji merupakan bantuan dari Bank Nagari senilai Rp 1 miliar.

“Tahun lalu, kita masukan proposal ke Bank Nagari untuk bangun gerbang, alhamdulillah disetujui. Sekarang kita lihat sudah terealisasi dan atas nama pemerintah dan masyarakat kita ucapkan terima kasih kepada Bank Nagari,” imbuhnya.

Ali Mukhni menyebut pembanguan Asrama Haji di Padangpariaman merupakan salah satu yang termegah di Indonesia. Asrama haji berdiri di atas lahan seluas 10 hektare yang berjarak tempuh hanya 10 menit dari Bandara Internasional Minangkabau .

Ia optimis kawasan Asrama Haji sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Bahkan bangunan belum selesai sudah banyak investor yang mencari lahan dan ada juga yang bekerja sama dengan pemilik tanah untuk berinvestasi

“Harapan kita anak kemenakan kita bisa mendapatkan pekerjaan, ibu-ibu juga bisa menambah pendapatan. Artinya, ekonomi membaik, kesejahteraan meningkat,” pungkasnya. (Tim)

KPU Padangpariaman Tempelkan DPS Pilkada di 103 Nagari


Paritmalintang - KPU Padangpariaman tempelkan nama-nama Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada papan pengumuman nagari-nagari dan lokasi strategis lainnya yang dirangkai dengan sosialisasi langsung ke masyarakat di 103 nagari di Padangpariaman.

Divisi Perencaan Data dan Informasi KPU Padangpariaman, Ratna Juita mengatakan, pemasangan DPS guna memastikan informasi DPS Pilkada Serentak Padangpariaman tersampaikan secara maksimal ke masyarakat.

Sesuai PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Pilgub dan Pilbup, pada 19 September hingga 28 September mendatang merupakan jadwal pengumuman dan tanggapan masyarakat terhadap DPS yang telah ditetapkan KPU.

"Penempelan DPS di 103 nagari di 17 kecamatan se Padangpariaman dibantu oleh PPK. Kita sekaligus lakukan sosialisasi terkait tanggapan masyarakat pada DPS KPU. Khusus di PPS sebelum sosialisasi akan diawali dengan penempelan pengumuman by name DPS," ungkap Ratna Juita di Paritmalintang, Sabtu (19/9).

Selain itu, imbuh Ratna Juita, KPU Padangpariaman menggandakan cetakan by name DPS sebanyak 3 rangkap. Satu  rangkap ditempelkan di kantor nagari, satu rangkap ditempel di tempat strategis yang mudah diakses oleh masyarakat, serta satu rangkap lagi sebagai arsip PPS.

"Diharapkan dengan adanya penempelan pengumuman DPS ini masyarakat yang telah memenuhi syarat dapat mengecek apakah mereka telah terdaftar sebagai pemilih," kata dia.

Selain memanfaatkan pengumuman DPS di kantor nagari dan tempat strategis lainnya, warga Padangpariaman juga bisa melakukan pengecekan melalui link www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

Ratna menambahkan selama jadwal pengumuman DPS untuk mendapatkan tanggapan masyarakat secara serentak di masing-masing tingkatan mulai di KPU Padangpariaman, di PPK dan PPS, pihaknya juga membuka posko pelayanan tangapan masyarakat pada pukul 09.00 Wib hingga 16.00 Wib setiap harinya hingga 28 September.

Pada tahapan tersebut masyarakat dapat memberikan masukan dan tanggapan. Baik itu terkait pemilih yang sudah memenuhi syarat tetapi belum terdaftar dalam DPS atau pemilih yang tidak memenuhi syarat tapi masih ada terdaftar di DPS.

“Semakin banyak masyarakat atau pihak-pihak terkait memberikan tanggapan, harapannya DPT yang akan ditetapkan pada 9 Oktober 2020 hingga 16 Oktober 2020 lebih berkualitas,” pungkas Ratna Juita. (Tim)

Siap All-out, Garda 60 Deklarasikan Dukungan Untuk Tri Suryadi-Taslim


Pariaman - Puluhan tokoh masyarakat mantan wali nagari 60 lama nyatakan dukungan politik untuk pasangan calon Tri Suryadi-Taslim. 60 nagari lama adalah sebutan saat Padangpariaman masih memiliki 60 nagari sebelum dimekarkan menjadi 103 nagari.

Forum tokoh mantan walinagari tersebut menamakan dirinya Garda 60 yang siap berjuang sekuat tenaga mengantarkan Tri Suryadi-Taslim menjadi bupati dan wakil bupati Padangpariaman di Pilkada 9 Desember 2020 ini.

"Saciok bak ayam sadanciang bak basi. Kami siap berjuang sampai akhir memenangkan Tri Suryadi-Taslim," ujar mantan walinagari Kuranji Hulu, Ali Umar usai deklarasi dukungan Garda 60 di Pariaman, Sabtu (19/9).

Ali Umar mengatakan dukungan Garda 60 bagi Tri Suryadi-Taslim tidak sebatas karena alasan sentimentil belaka karena Wali Feri - sapaan karib Tri Suryadi - juga merupakan alumni walinagari 60 lama. Namun karena Wali Feri adalah sosok pemimpin ideal yang sudah teruji dan dekat dengan masyarakat.

"Track record Wali Feri bisa dilihat sejak beliau jadi ketua pemuda, walikorong, walinagari, anggota DPRD Padangpariaman hingga anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat. Ia didukung karena memang selalu dekat dengan masyarakat. Ia mengayomi dan membaur dengan masyarakat yang dipimpinnya, bukan tipe pemimpin yang memanfaatkan masyarakatnya," ujar Ali Umar.

Garda 60, imbuh Ali Umar punya sikap tegas sekaligus tanggung jawab besar untuk memenangkan Tri Suryadi-Taslim. Seluruh alumni walinagari yang tergabung dalam Garda 60 siap memenangkan Tri Suryadi-Taslim di wilayahnya masing-masing.

"Menang mutlak di daerah asal adalah harga diri bagi Garda 60," tandasnya.

Senda dengan Ali Umar, mantan walinagari Kasang kecamatan Batang Anai, Muhammad Tasir lebih ekstrim lagi. Ia menyebut sudah saatnya mantan walinagari menjabat bupati.

"Wali Feri orang yang pas dan tepat kita angkat jadi bupati. Selain dekat dan punya dukungan kuat dari masyarakat, ia juga cerdas, calon paling gagah dan memiliki bakat alam untuk jadi seorang pemimpin," ujarnya.

Oleh sebab itu Tasir tidak hanya akan bergerak di nagari yang pernah ia pimpin. Ia menegaskan akan berusaha maksimal agar Tri Suryadi-Taslim menang mutlak di kecamatan Batang Anai.

"Selaku mantan walinagari di kecamatan Batang Anai, kita sama-sama berjuang agar menang mutlak di Batang Anai," pungkasnya.

Lain lagi dengan mantan walinagari Sungai Buluah, Saharuddin. Ia menyebut Garda 60 siap menyusun langkah dan strategi untuk mencapai kemenangan, bukan apa yang akan diminta jika paslon yang mereka usung nantinya menang.

"Kita siapkan strategi dan langkah untuk mencapai kemenangan bukan apa yang dilakukan setelah menang. Pola pikir ini sudah kami tanamkan di Garda 60. Kita berjuang untuk menang, bukan memikirkan apa yang akan kita terima setelah menang," tegasnya.

Sementara Tri Suryadi pada kesempatan itu mengakui tokoh Garda 60 memang merupakan mentor sekaligus guru baginya. Saat menjabat walinagari Pilubang, ia banyak belajar dari para tokoh Garda 60 karena saat itu ia walinagai paling junior.

Dalam 62 hari tersisa jelang hari pemungutan suara, imbuh Wali Feri, ia akan bekerja maksimal dengan melipatgandakan energi hingga 8 kali lipat jika dibandingkan saat pemilu 2019 untuk anggota legislatif Sumbar.

Di masa pandemi, sambung Wali Feri, ia memprediksi mungkin hanya ada sekitar 60 persen pemilik hak suara yang akan datang ke TPS karena alasan malas karena situasi pandemi.

"Fenomena tersebut merupakan tantangan bagi kami untuk terus mendatangi berbagai wilayah simpul masyarakat guna menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan hak politik di pilkada. Perubahan tidak datang dengan sendirinya, tapi harus diperjuangkan," tandasnya. (OLP)

Pemko Pariaman Bangun 1000 Tanki Septik untuk Warga


Pariaman - Pemko Pariaman bangun 1000 unit tanki septik individual bagi masyarakat Pariaman karena ternyata masih banyak warga Pariaman yang belum memiliki tanki septik di rumahnya masing-masing.

"1000 tanki septik berarti 1000 unit rumah warga akan memiliki septic tank individual di rumahnya masing-masing," kata walikota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Jumat (18/9).

Genius menyebut pembangunan tanki septik tersebut akan dikerjakan dan selesai pada 2020 ini menggunakan dana hibah dari pemerintah pusat. Meski dana hibah oleh pemerintah pusat akan diganti oleh pemerintah daerah di lain waktu, untuk mendapatkannya cukup sulit.

"Proses pengajuan untuk mendapatkan dana hibah terbilang sulit karena banyak hal yang harus dilengkapi. Banyak persyaratan dan bahan yang harus dilengkapi," kata Genius.

Guna memperoleh dana hibah untuk membangun 1000 tanki septik tersebut, terang Genius, Pemko Pariaman sudah mengusulkannya sejak setahun lalu.

Selain bantuan tanki septik, sambung Genius, akan ada lagi bantuan lainnya berupa jamban bagi masyarakat Pariaman. Oleh sebab itu ia meminta masyarakat memanfaatkan dan menjaga bantuan tanki septik tersebut.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman , Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Mulyawan mengatakan pembangunan tanki septik dibagi di empat kecamatan.

Untuk Kecamatan Pariaman Selatan ada 14 desa, Pariaman Tengah 10 desa, Kecamatan Pariaman Utara 8 desa dan Kecamatan Pariaman Timur 7 desa.

"Jadi ada 39 desa se Kota Pariaman yang mendapatkan bantuan tanki septik. Bantuan hanya bagi masyarakat yang belum memiliki tanki septik individual di rumahnya," kata dia.

Sebelumnya, sambung dia, Pemko Pariaman juga telah memberikan bantuak ipal komunal. Sedangkan pada 2021 ada lagi berbagai jenis bantuan dengan kategori penerima rumah tidak ada tanki septik dan jamban, ada jamban tidak ada tanki septik dan tanki septik sudah tidak layak pakai.

Salah seorang penerima bantuan tanki septik di Desa Rawang bernama Gumbus, 55, mengaku bahagia menerima bantuan tersebut karena di rumahnya memang belum memiliki tanki septik.

"Ingin membuatnya sendiri namun terbatas ekonomi sehingga untuk buang air besar harus menumpang dengan tetangga atau kami ke mesjid,“ ungkap ibu rumah tangga itu. (Dewi/*)

Padangpariaman Percontohan Nasional Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh


Paritmalintang - Pemkab Padangpariaman terima dana senilai Rp 3,5 miliar untuk peningkatan kualitas perumahan dan pemukiman kumuh dari Kementerian PUPR. Sebelumnya Padangpariaman juga menerima bantuan 36 unit perumahan bagi nelayan senilai Rp 5.8 miliar juga dari Kementerian PUPR.

"36 unit rumah untuk nelayan di Batang Gasan sudah selesai dan telah kita resmikan dua hari lalu," kata bupati Padangpariaman, Ali Mukhni di Pariaman, Jumat (18/9).

Sedangkan bantuan senilai Rp 3,5 miliar, jelas Ali Mukhni merupakan program kementerian yang hanya dua daerah di Sumatra Barat menerimanya. Yakni Padangpariaman dan kabupaten Padaman.

"Ini sekaligus pilot project nasional. Hanya dua daerah di Sumatera Barat yang menjadi pilot proyek berskala nasional ini, yang pertama Kabupaten Pasaman dan kedua Kabupaten Padang Pariaman, dimana tiap daerah hanya ada satu nagari yang ditunjuk". Ulasnya.

Tahun 2020 ini merupakan jadwal Persiapan dan Perencanaan dari Program Peningkatan Kualitas Perumahan dan Pemukiman Kumuh, sedangkan untuk untuk Pelaksanaan Kegiatan akan dimulai pada tahun 2021.

Dijelaskan Ali Mukhni, wilayah yang menjadi program tersebut berada di 5 korong di Nagari Ulakan kecamatan Ulakan Tapakis dengan luas 14,5 hektare. Di area itu terdapat 202 unit bangunan dengan 612 jiwa penduduk.

Kepala Bidang Kawasan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Provinsi Sumatera Barat, Ikhsan, mengatakan pembangunan untuk pembangunan dimulai pada 2021. Saat ini pihaknya sedang menyusun rencana aksi.

Untuk pembangunan kawasan secara keseluruhan, kata Ikhsan, masing-masing instansi akan menganggarkan tupoksinya dalam menanganani kawasan kumuh.

"Program yang akan dilaksanakan dan dianggarkan oleh masing-masing instansi dapat dikelompokkan seperti bangunan gedung, jalan lingkungan, air minum, drainase, air limbah, persampahan dan proteksi kebakaran," ujar dia.

"Dijadwalkan selesai dalam 5 tahun," kata dia.

Walinagari Ulakan, Zulbaidi mengajak masyarakat setempat mendukung rencana tersebut. Dia menilai program tersebut akan membawa dampak positif bagi masyarakat di lokasi pembangunan serta lingkungan.

"Kita termasuk nagari yang beruntung, ditunjuk berdasarkan SK Bupati sebagai lokasi pembangunan," kata dia. (Tim)

Hindari Cluster Covid-19, KPU Minta Satgas Khusus Selama Kampanye Pilkada Padangpariaman


Paritmalintang - KPU Padangpariaman meminta Pemda membentuk satuan tugas Covid-19 khusus selama pelaksanaan Pilkada guna menghindari terjadinya cluster Covid-19 baru.

"Terutama selama pelaksanaan kampanye yang melibatkan banyak massa guna menghindari terjadinya cluster baru," kata ketua KPU Padangpariaman, Zulnaidi saat rapat koordinasi dengan Forkopimda di kantor bupati Padangpariaman di Paritmalinga, Kamis (17/9).

Zulnaidi berpendapat selama masa kampanye mulai 26 September hingga 5 Desember 2020, akan terjadi pelibatan massa yang berpotensi menjadi penyebaran Covid-19.

Demi keselamatan masyarakat dan agar terhindar dari wabah corona, ia meminta stakeholder melakukan sosialisasi dalam bentuk imbauan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

"Karena kunci untuk menghindari penyebaran Covid-19 masa pilkada adalah kerjasama antar seluruh pihak serta memperkuat fungsi dari satgas Covid-19," kata dia.

Sekda Padangpariaman, Jonpriadi menyebut rapat konsolidasi jelang kampanye pilkada agar terhindar dari cluster baru corona diperlukan antar stakeholder.

Ia optimis dengan pelibatan TNI dan Polri dalam menegakkan Perda Sumbar tentang AKB dengan sejumlah sanksi akan lebih maksimal dalam upaya mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi protokol Covid-19.

"Agar dalam pelaksaannya, pilkada tidak menjadi cluster baru dan membahayakan juga guna menghindari penyebaran Covid-19 di Kabupaten Padangpariaman,” kata Jonpriadi. (Tim)

Sanksi Pidana Pelanggar Protokol Covid-19 di Pariaman Efektif Diberlakukan


Pariaman - Sanksi bagi pelanggar Peraturan Daerah Sumatra Barat Nomor 15/B/2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru akan diberlakukan di kota Pariaman. Dalam Perda tersebut telah diatur sanksi pidana bagi pelanggar protokol Covid-19.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan selain Perda tersebut, pihaknya juga telah mengeluarkan Perwako tentang pedoman New Normal. Ia menginginkan kedua aturan tersebut bisa diberlakukan sejalan.

“Dengan adanya kedua aturan tersebut kita dapat mendisiplinkan warga guna penerapan protokol kesehatan di masa pandemi," kata Genius Umar saat rapat bersama dengan Forkopimda Pariaman terkait akan diberlakukannya sanksi pada Perda AKB tersebut di Pariaman, Kamis (17/9).

Dalam Perda itu disebutkan, pelanggar protokol kesehatan diancam sanksi pidana kurungan selama dua hari. Hal itu dijelaskan dalam BAB IX tentang Ketentuan Pidana, dimana setiap orang yang melanggar kewajiban menggunakan masker sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat 1 huruf d angka 2, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) hari atau denda paling banyak Rp 250.000, sesuai yang tertulis dalam pasal 110 ayat 1.

Sedangkan didalam Perwako, pelanggaran terhadap pelaksanaan tatanan normal baru dapat dikenakan sanksi terhadap perseorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau pertanggungjawaban tempat dan fasilitas umum.

“Sanksi tersebut ialah berupa teguran lisan, teguran tertulis dan sanksi administrasi dan terakhir adalah sanksi sosial. Sementara untuk hukuman kerja sosial, diberikan apabila terjadi pelanggaran pada waktu razia gabungan. Kerja sosial berupa pembersihan fasilitas umum di lokasi terjadinya pelanggaran dengan memakai atribut berupa rompi bertuliskan ‘Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19,“ imbuh Genius.

Dengan adanya Perda dan Perwako tersebut, Genius berharap masyarakat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.
 

"Mari bersama-sama kita mencegah dan mengendalikan Covid-19 agar tidak meluas dan dapat memutus penyebaranya di Kota Pariaman," sambungnya.

Penerapan sanksi tegas tersebut, jelas Genius akan memberikan efek jera kepada masyarakat yang melanggarnya. Ia menyadari mayoritas warga Pariaman selama ini telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Sebagian lagi menganggap enteng dan tidak disiplin.

"Perda ini guna mewujudkan kesadaran bersama, saling menjaga, berdisiplin dan bergotong royong dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19, termasuk juga memunculkan atau menimbulkan efek jera bagi yang masih mengabaikan protokol kesehatan," pungkas lulusan STPDN yang bergelar doktor ini mengakhiri.

Sebagaimana diketahui, DPRD Provinsi Sumatera Barat telah mengesahkan Peraturan Daerah Nomor 15/B/2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru. Dalam Perda tersebut telah diatur sanksi pidana bagi pelanggar protokol COVID-19. (Tim)

Bagikan Bibit Sayur dan Pupuk, Genius: Emak-emak Garda Terdepan Ketahanan Pangan


Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar bagikan bibit sayur kepada kelompok tani wanita (KWT) kota Pariaman guna meningkatkan ketahanan pangan keluarga di tengah pandemi corona, Kamis (17/9).

Ada 8 paket jenis bibit sayur yang diberikan kepada 62 KWT. Di antaranya bibit kacang panjang, cabai rawit, terong, tomat, jagung manis, kangkung, bayam dan cabai keriting. Selanjutnya ditambah bibit tauge dan jahe merah yang masing-masingnya menerima 15 kg.

Di samping itu Genius juga memberikan bantuan alat tanam dan pupuk berupa 60 unit pot, 31 kg pupuk jenis NPK, 201 kg pupuk organik, 1,5 gulung waring net dan 32 kg polybag.

"Di masa pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir, kita perlu tingkatkan ketahanan pangan. Dengan keterbatasan masyarakat kita berikan bantuan yang bermanfaat," ujar Genius.

Meski di masa pandemi, Genius mengimbau agar warga Pariaman tidak larut dalam situasi. Tetap aktif dan produktif dengan melakukan adaptasi.

"Kita tidak boleh larut dengan situasi yang ada dan harus selalu tetap aktif dan produktif," sambungnya.

Genius mengatakan bibit yang diberikannya itu selain menunjang ketahanan pangan keluarga juga membawa manfaat untuk tubuh. Seperti jahe merah yang sudah terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh yang amat berguna di masa pandemi.

"3 sampai 6 bulan ke depan, tanaman ini sudah bisa dipanen dan menjadi konsumsi untuk KWT dan para anggotanya," ujarnya.

Genius meminta KWT agar meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai jenis vegetasi produktif. Lahan terlantar dan lahan tidur juga bisa dimanfaatkan untuk berkebun sayur dan jenis tanaman produktif lainnya.

Genius percaya jika kalangan emak-emak bergerak, tidak akan ada lagi lahan kosong terlantar di kota Pariaman.

"KWT dan emak-emak adalah garda terdepan ketahanan pangan bagi keluarga dan daerah," pungkasnya. (Junaidi/*)

Nelayan Batang Gasan Terima 36 Unit Perumahan

Bupati Ali Mukhni gunting pita tanda diresmikannya rumah nelayan di Batang Gasan. Foto: istimewa

Batang Gasan - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni serahkan bantuan berupa 36 unit rumah kepada nelayan di nagari Gasan Gadang kecamatan Batang Gasan, Padangpariaman, Rabu, (16/9).

Ali Mukhni mengatakan bantuan tersebut merupakan dari Kementerian PUPR senilai Rp 5,8 miliar. Selain rumah, bantuan juga diberikan oleh Pemda Padangpariaman berupa sambungan listrik PLN dan jalan aspal hotmix di depan perumahan tersebut.

"Bantuan ini diperuntukkan khusus untuk dunsanak kita para nelayan yang belum memiliki rumah," ujar Ali Mukhni.

Ali Mukhni menargetkan akan mengupayakan penambahan 100 unit rumah lagi pada tahun ini.

 Ia akan mengupayakan hal tersebut selekas mungkin dengan mengirim proposal ke Kemen PUPR.

"Insyallah, kami tidak berjanji, namun insyallah semoga kita bisa dapat 100 unit lagi pada tahun ini atau tahun depan, mohon doa masyarakat semuanya," sambungnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Batang Gasan, Arfianda mengatakan bantuan itu merupakan berkat kegigihan dan perjuangan Ali Mukhni melobi ke Kementerian PUPR.

"Kami masyarakat mengucapkan terimakasih kepada bapak bupati yang sudah memperjuangkan bantuan untuk masyarakat kami, semoga bapak selalu diberikan kesehatan sehingga bisa terus memperjuangkan masyarakat," ujar anggota DPRD Padangpariaman fraksi Gerindra ini.

Ardianda menambahkan, tidak hanya sekali ini Ali Mukhni membantu masyarakat Batang Gasan.

"Bersama saya, bapak bupati ini tidak hanya sekali ini membantu kita. Sebelumnya juga ada normalisasi sungai, pembuatan tambak, pembangunan pasar hingga mendirikan sekolah SMA dan masih banyak yang lain," ujarnya menceritakan. (Tim)