Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :

Berita Terpopuler

Redaksi

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Pelajari Kebijakan Perlindungan Anak, DPRD Labuhanbatu Sambangi Komisi III DPRD Kota Pariaman

Written By oyong liza on Jumat, 04 September 2015 | 15.07

Ketua Komisi III DPRD Kota Pariaman (kiri), Fauzi menyerahkan miniatur tabuik kepada ketua rombongan sebagai cendera mata
 
 
DPRD Kota Pariaman menerima Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (3/9/2015) kemaren di Gedung DPRD Kota Pariaman, Manggung. 

Rombongan dengan jumlah 45 orang tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Labuahanbatu, Dahlan Bukhari, yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Ranperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.

Rombongan diterima oleh Ketua Komisi III Fauzi didampingi Sekretaris Komisi III Fitri Nora, dan dihadiri anggota DPRD dari Komisi I dan II diantaranya, Fadhli, Mulyadi, dan Asrizal.  

Selain itu juga hadir Sekretaris DPRD Kota Pariaman Syahfirman dan Kepala BP2KB Kota Pariaman Yandra Feri beserta Kabid dilingkungan BP2KB Kota Pariaman.

Ketua rombongan, Dahlan Bukhari menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerjanya tersebut yaitu mempelajari terkait dengan kebijakan DPRD Kota Pariaman bersama Pemerintah Kota, dalam perlindungan anak. 

Sehingga menurutnya kota yang terkenal dengan Kota Sala Lauak itu bisa meraih beberapa kali penghargaan dari pemerintah pusat sebagai Kota Layak Anak.

"Kami sedang membahas Ranperda tentang penyelenggaraan perlindungan anak. Kami ini ingin mengetahui apa saja kebijakan Kota Pariaman dalam perlindungan anak," kata Dahlan.

Sementara itu Ketua Komisi III Fauzi menyambut baik kedatangan rombongan tersebut. Ia atas nama DPRD Kota Pariaman menyampaikan selamat datang dan tak lupa pula ia memperkenalkan Kota Pariaman. Kemudian Fauzi mengatakan, terkait dengan perlindungan anak, DPRD Kota Pariaman bersama pemerintah kota sudah melahirkan peraturan daerah  tentang Perlindungan Anak sebagai regulasi bagi stakeholder terkait.

"Program perlindungan anak tidak hanya tanggung jawab BP2KB saja. Namun SKPD lain juga ikut bertanggung jawab," kata Fauzi.

Diantaranya kebijakan seperti dibidang pendidikan, untuk memenuhi hak-hak anak Pemerintahan Kota Pariaman sudah menerapkan wajib 12 tahun.
 
DS

Kabut Asap Kian Tebal, Pemkab Padangpariaman Bagikan Masker



Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menghimbau agar seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Padangpariaman membatasi aktifitas di luar ruangan agar terhindar dari Infeksi Saluran Penapasan (ISPA) dan iritasi mata akibat dampak bencana kabut asap kiriman yang kian tebal di Padangpariaman. Hal itu disampaikan Bupati melalui Kabag Humas Hendra Aswara, Jum'at (4/9) di IKK Parit Malintang, Padangpariaman melalui sambungan telepon kepada kami.

Hendra menyampaikan, hari ini Bupati Ali Mukhni membagi-bagikan masker gratis kepada masyarakat di dua titik di wilayah Padangpariaman bagian utara dan bagian selatan.

"Anak sekolah belum diliburkan. Perkembangan status kabut asap akan terus dilakukan pemantauan oleh Pemkab Padangpariaman dengan beberapa instansi terkait Provinsi Sumatera Barat," lanjut Hendra.

Hendra menuturkan, hampir seluruh wilayah Sumatera Barat kena dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut provinsi tetangga.

Koordinasi, tambah Hendra, terus berjalan antara Pemkab Padangpariaman dengan Pemerintah Provinsi terkait status dampak partikel debu akibat kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, juga langkah-langkah penanggulangannya.

"Saat ini status Padangpariaman belum KLB atau pencemaran partikel udara masih di bawah 100 Psi," jelas Hendra.

Disamping itu, sambung Hendra, Dinas Kesehatan Padangpariaman juga membagikan masker melalui seluruh kepala-kepala puskesmas yang tersebar di Padangpariaman kepada masyarakat di wilayahnya.

"Agar distribusi masker merata diterima masyarakat karena wilayah Padangpariaman sangat luas," ungkapnya.

Dari pantauan kami di lapangan, baik Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman, dampak kabut asap dua hari terakhir mulai dikeluhkan warga. Kian tebalnya kabut asap membatasi jarak pandang. Status KLB bencana kabut asap diberlakukan di Kabupaten Dharmasraya di mana kabupaten tersebut berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi yang merupakan sumber kabut asap akibat kebakaran hutan.


OLP

Bangkitkan Kecintaan Anak Terhadap Lingkungan, BLH Kota Pariaman Gelar Ragam Lomba

Written By oyong liza on Kamis, 03 September 2015 | 15.22



Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pariaman mengelar acara lomba menggambar dengan tema lingkungan tingkat SD, lomba membuat pot bunga daur ulang tingkat SLTP, dan lomba membuat tong sampah daur ulang tingkat SLTA. Acara tersebut digelar di aula SMK 2 Pariaman, Kamis (3/9).

Acara itu diikuti oleh 51 pelajar tingkat SD, SLTP, dan SLTA se Kota Pariaman dengan rincian untuk lomba menggambar 30 peserta, lomba membuat pot bunga 22 peserta, dan lomba membuat tong sampah diikuti oleh 20 peserta.

Kepala BLH Kota Pariaman Definal pada kesempatan itu mengatakan bahwa pendidikan tentang lingkungan hidup adalah tanggungjawab semua pihak. Berbagai kegiatan bertemakan lingkungan dilaksanakan untuk membangkitkan kecintaan anak-anak dan remaja terhadap lingkungan seperti yang diadakan saat ini oleh BLH.

"Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreatifitas anak dalam mengolah barang-barang yang tidak berguna menjadi barang yang bernilai ekonomis dan bermanfaat. Untuk bahannya anak dapat memilah sendiri sampah organik atau sampah non organik," katanya.

Pemanfaatan sampah atau karya daur ulang, tambah Definal, adalah salah satu poin dalam penilaian adiwiyata yakni recycle.

Lembuh lanjut dia menjelasakan bahwa Pemko Pariaman melalui BLH bekomitmen menerapkan program berwawasan lingkungan kepada pelajar sekolah tiap tingkatan sebagai bentuk keseriusan menuju sekolah adiwiyata di Kota Pariaman.

"Diharapkan kegiatan ini dapat melatih anak tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat dimulai dari sekolah. Apabila anak sudah terbiasa membuang sampah di tempatnya maka akan terwujud budaya bersih bagi generasi muda dan menjadi budaya masyarakat Pariaman," imbuhnya.


Rza/OLP

Tingkatkan Kempampuan TIK ASN, Pemko Pariaman Gandeng PT. Telkom




Seiring semakin cepatnya perubahan lingkungan strategis yang dinamis, kompleks dan beraneka ragam yang berakibat semakin luasnya keinginan dan kebutuhan masyarakat akan teknologi informasi, PT. Telkom Indonesia Wilayah Sumbar bekerjasama dengan Dishubkominfo Kota Pariaman menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam rangka peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman Tahun 2015. Acara tersebut berlangsung tanggal 2 s/d 3 September 2015 di Aula Balaikota Pariaman.

Dalam kesempatan itu, Walikota Pariaman Muklis Rahman menyampaikan, TIK merupakan salah satu teknologi yang berkembang. Pesatnya perkembangan TIK merupakan peluang dan tantangan  untuk menciptakan, mengakses, mengolah dan memanfaatkan secara tepat dan akurat untuk dikuasai  dalam rangka meningkatkan  daya saing suatu organisasi termasuk pemerintah derah.

Mukhlis menuturkan, Pemerintah Republik Indonesia telah membuat kebijakan pemanfaatan TIK untuk membangun Elektonic Governmen (E-GOV) yang terintegrasi mulai dari daerah sampai pusat agar informasi dapat dimanfaatkan secara bersama untuk berkoordinasi  antara pusat maupun daerah, yang dituangkan dalam Inpres (instruksi presiden) dan Keputusan Menkominfo tentang pengembangan G-Gov.

Sampai saat ini, sebutnya, sebagai bagian dari pelaksanaan E-Gov di daerah, Pemko Pariaman talah mampu mewujudkan beberapa poin dengan langkah kerjasama dengan PT. Telkom dalam penyedian jaringan internet dan pemasangan fiber optic di seluruh wilayah Kota Pariaman serta pemasangan CPE dan Comisioning Testing di 29 SKPD, Kantor Camat, beberapa Puskesmas melalui satu program yang dikenal dengan nama Smart City.

"Tidak bisa di pungkiri, pembangunan infrastruktur saja tidak akan memberikan manfaat yang lebih. Ini harus diiringi  dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM). SDM yang berkompetenlah  yang akan menggerakkan  sumber daya lain," tegasnya.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut memaksimalkan investasi infrastruktur yang telah ditanamkan.

"Pemko Pariaman  bekerja sama dengan PT. Telkom memberikan pelatihan peningkatan SDM dan TIK yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan E-Gov di Kota Pariaman," tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pariaman Agusriatman, mengatakan, sasaran dari pelatihan adalah untuk memberikan pemahaman TIK dalam menyelenggarakan pemerintahan, menciptakan SDM yang mampu mengolah data menjadi informasi secara elektronik serta merangsang SDM untuk berfikir kreatif dalam melayani masyarakat yang tentunya tidak terlepas dari pemanfaatan TIK.


Angga/OLP

Hadapi Ancaman Bencana Kabut Asap, Dinas Kesehatan Kota Pariaman Cadangkan Ribuan Masker




Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Kesehan menanggapi keluhan masyarakat terkait ancaman bencana dampak kabut asap kiriman yang mulai menyelimuti Kota Pariaman beberapa hari terakhir yang berpotensi mengganggu kesehatan warga terutama infeksi saluran pernapasan, Kamis (3/9). Dari pengamatan wartawan di lapangan, kabut asap pada hari ini cukup tebal dibanding hari sebelumnya. Matahari terlihat samar.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Yutiardi Rifai, dirinya saat ini sedang melakukan rapat koordinasi dengan instasi terkait di Sumatera Barat dalam rangka penanggulangan bencana alam, termasuk penanganan bencana kabut asap di Hotel Basko, Padang.

Menurutnya, sembari menunggu keputusan dari provinsi, Dinas Kesehatan Kota Pariaman sudah punya cadangan masker yang akan dibagikan kepada masyarakat untuk langkah antisipatif.

"Kita punya cadangan beberapa ribu masker yang akan dibagikan kepada masyarakat. Tapi kita lihat dulu perkembangan kondisi sebelum kita bagikan," kata Yutiardi via seluler.

Yutiardi menjelaskan, sesuai data BLH Sumatera Barat yang mengukur partikel pencemaran udara, Kabupaten Dharmasraya sudah dinyatakan dalam status KLB (Kejadian Luar Biasa) bencana kabut asap di Sumatera Barat.

Untuk Kota Pariaman, dia menerangkan, masih dalam kategori aman di mana tingkat pencemaran udara akibat kabut asap di bawah 100 Psi (batas ambang toleransi KLB). Namun demikian, sebutnya, Dinas Kesehatan selalu waspada dan siapkan langkah-langkah antisipasi dan penanganan medis jika status pencemaran meningkat sebagaimana pengalaman tangani bencana kabut asap tahun lalu.

Penanganan dampak bencana kabut asap di Kota Pariaman beberapa waktu lalu dilaksanakan secara terpadu dimana saat itu Walikota Mukhlis Rahman mengeluarkan surat edaran status darurat kabut asap Kota Pariaman termasuk penanganannya melibatkan beberapa SKPD. Diantaranya Dinas Kesehatan, Dishubkominfo, Koordinasi Himbauan kepada masyarakat yang dikelola oleh Bagian Humas bekerja sama dengan media, Satpol PP, dll.

Kemudian saat itu melalui surat edaran Dinas Kesehatan yang dikuatkan oleh surat edaran Walikota, memerintahkan seluruh puskesmas membuka sentra layanan kesehatan 24 jam khusus menangani masyarakat yang kena ifeksi saluran pernapasan (ISPA) dan iritasi mata. Puluhan ribu masker dibagikan gratis. Saat itu partikel pencemaran udara jauh di atas 100 Psi menyebabkan stok masker mengalami kelangkaan di pasaran.

OLP

Label SKKH Pada Hewan, Bukti Jaminan Pemko Pariaman Untuk Hewan Qurban Sehat Konsumsi

Written By oyong liza on Rabu, 02 September 2015 | 23.09




Jelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 24 September 2015 mendatang, membuat UPT Pusat Kesehatan Hewan Kota Pariaman melakukan sosialisasi dan pemeriksaan hewan qurban yang tersebar di 4 Kecamatan di Kota Pariaman. Salah satunya di lokasi peternakan sapi milik Syamsuarnis di Desa Sungai Pasak ,Kecamatan Pariaman Timur, Rabu (02/9).

Tim yang diketuai oleh Drh. Anang Yusuf yang juga Kepala UPT. Puskeswan Kota Pariaman itu melakukan program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) juga pemeriksaan terhadap sapi yang akan menjadi hewan qurban dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.

Anang menjelaskan bahwa tujuan diadakannya program tersebut adalah untuk menjamin ketenteraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi daging hewan qurban halal dan thoyib, tentunya setelah dilakukan pemeriksaan terhadap hewan yang akan dijadikan qurban yang keabsahannya dibuktikan dengan pemberian label pada hewan dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Gertak Birahi, ungkap Anang, merupakan teknik penyerentakan birahi pada ternak agar mendapatkan sekelompok ternak, khususnya sapi dan kerbau sehingga timbul birahi dalam waktu yang bersamaan. Jika dicapai, maka akan memudahkan proses perkawinan ternak dengan teknologi inseminasi buatan (IB).

“Kepada pengurus masjid/musholla, masyarakat yang hendak melaksanakan qurban, hendaknya membeli hewan qurban yang telah diberi label serta dikeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan segera laporkan gejala hewan yang sakit kepada kami di UPT Puskeswan Kota Pariaman, dan jangan memotong hewan yang sakit, “ himbau Anang.

Sementara itu, pemilik peternakan sapi Syamsuarnis berterima kasih kepada UPT Puskeswan yang telah melakukan pemeriksaan terhadap sapi ternak dan menjalin kerjasama yang baik dengan peternakannya. Termasuk dengan penerbitan izin usaha yang dikeluarkan oleh Pemko Pariaman.

“Penjualan sapi ini telah didirikan dari 2 tahun silam bekerjasama dengan Pemko Pariaman. Sapi-sapi ini berasal dari sapi lokal, sapi bali dan sapi dari lampung dengan sasaran penjualan sampai ke daerah Bandar Buat Kota Padang,“  ungkap Syamsuarnis yang juga Dosen Teknik UNP Padang.

Ia menambahkan, terdapat 100 (seratus) ekor sapi dalam kandang miliknya. 70 ekor diantaranya telah dipesan untuk persediaan hewan qurban Idul Adha mendatang.

"Bahkan kami siap mengantar sapi yang telah dipesan ke alamat pemesan hewan qurban, dan tentunya semua sapi ini telah diberi label dan SKKH,” tutup Syamsuarnis.


Phaik/OLP

Kunjungi Padangpariaman, Rombongan PPSA XX Lemhanas Kaget



Peserta dan rombongan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XX Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengaku takjub dengan keindahan kantor Bupati Padangpariaman yang terletak di Pasa Dama Nagari Parit Malintang. Begitulah kesan pertama yang dirasakan para peserta PPSA saat mengunjungi kantor yang memiliki kebun binatang mini dan area refleksi itu, Senin (31/8).

"Kantornya sangat indah, banyak pepohonan serta dilengkapi kebun binatang mini dan refleksi area," kata Deputi Bidang Pendidikan RI Mayjen TNI Nasir Majid.

Selaku putra daerah, Jendera bintang dua itu mengaku bangga dengan berdirinya kantor pemerintahan yang terletak di Jalan Lingkar Duku-Sicincin sebagai salah satu bangunan kebanggaan masyarakat Padangpariaman.

"Rumah saya hanya berjarak tiga kilometer dari kantor Bupati yang indah ini," ujar Putra Sicincin, Kec. 2x11 Enam Lingkung itu

Kedatangan peserta dan rombongan yang berjumlah 27 orang itu, lanjutnya, bertujuan untuk bersilaturahi sekaligus sharing informasi terkait hubungan pemerintah pusat dan daerah. Dalam dialog tersebut mengemuka terkait masalah pembangunan infrastruktur, pertanian, pendidikan, pariwisata, perindustrian dan lain sebagainya.

"Kita bisa diskusi terkait program nasional yang telah dicanangkan oleh pemerintah," kata Pembina PKDP Pusat itu.

Ditambahkannya bahwa kondisi Padangpariaman saat ini jauh lebih baik pasca gempa 2009 yang lalu. Ia tak menyangka pembangunan begitu pesat sehingga menjadi daerah tertinggi di Sumatera Barat dimana pertumbuhan ekonominya dari 3,04% pada tahun 2009 menjadi 7,12% pada tahun 2014.

Ini berarti peminpin daerah, lanjutnya,  telah bekerja sungguh-sungguh dan menjaga hubungan yang baik antara stakeholders baik pusat maupun didaerah. Apalagi Bupati Ali Mukhni merupakan jebolan Lemhanas Angkatan V tahun 2012 yang lalu.

"Kita bangga salah seorang alumni Lemhanas berhasil dalam membangun daerahnya. Bapak Ali Mukhni telah mengaplikasi ilmu yang diraih selama pendidikan tiga tahun yang lalu," kata Jenderal bintang dua itu.


Pada kesempatan itu Bupati Ali Mukhni mengucapan terima kasih kepada Pimpinan Lemhanas RI yang telah memilih Kabupaten Padangpariaman sebagai lokus (lokasi khusus) penelitian dalam PPSA XX.

"Sebelumnya terlebih dahulu kami pemerintah dan masyarakat mengucapkan selamat datang dan terima kasih karena telah memilih memilih Padangpariaman sebagai lokasi lokus peneleitian. Kami merasa tersanjung dan bersyukur kehadirat Allah SWT," kata Peraih Satya Lencana Pembangunan tahun 2015 itu.

Ia memaparkan dalam pembangunan selama lima tahun terakhir kepemimpinannya bersama Wabup Damsuar telah banyak melakukan terobosan dalam pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur monumental yang bernilai trilyunan rupiah. Diantaranya pembangunan Asrama Haji, BP2IP, Stadion Utama, Pelabuhan, Jalan lingkar Duku - Sicincin, Kota Industri terpadu. Untuk pelayanan publik juga melakukan terobosan dalam pelayanan administrasi kependudukan dan capil, program Padang Pariaman sehat, gotong royong, wirid dan Badan Amil Zakat

"Kunci suksesnya dalam membangun Padangpariaman adalah kebersamaan antara ranah dan rantau serta bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat," kata Bupati mengawali.

Ia mengakui ketika dilantik pada tanggal 25 Oktober 2010 dihadapkan dengan permaslahan yang kompleks dimana tidak hanya rumah penduduk, sarana dan prasanana yang hancur tapi tingkat perekonomian masyarakat juga turut memprihatinkan. Namun dengan tekad yang kuat dan ridho Allah, Ia bekerja siang dan malam, manfaatkan perantau dan menjalin hubungan dengan Menteri, DPR RI serta pihat terkait.

"Pasca gempa 2009 itu, kita langsung buka program yang dinamakan Padangpariaman bangkit. Alhamdulillah, berkat kebersamaan, kita berhasil dengan cepat," kata Aluni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu.

Ia sepakat dengan yang disampikan oleh Deputi Bidang Pendidikan RI Mayjen TNI Nasir Majid bahwa ilmu yang diperoleh selama menempuh pendididkan di Lemhanas, sangat bermanfaat dalam menjalankan roda pemerintahan. Ali Mukhni berharap Program Studi Singkat yang dilaksanakan oleh Lemhanas itu dapat terus dipertahankan agar peserta dapat berbagi informasi untuk membangun Bangsa Indonesia yang lebih baik lagi ke depan.

Sementara itu Pimpinan rombongan PPSA XX tahun 2015 dalam rangka SSDN Lemhanas, Irjen Pol. MW Damanik menyebutkan bahwa peserta ada yang berasal dari TNI, Polri, Partai Politik, Lembaga Masyarakat.

"Kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas persentasi dan dialog yang sangat inspiratif. Semoga Padangpariaman ke depan lebih maju lagi," pungkas Jenderal bintang dua itu.


HA/OLP

(Ketua PWI Turun Tangan) Akui Sewakan Film Bajakan Tanpa Sensor, Ultra Disc Pariaman Minta Maaf




Pemilik rental DVD/VCD Ultra Disc Pariaman akhirnya mengakui kesalahan anak buahnya telah menyewakan disc film bajakan dan meminta maaf kepada wartawan disaksikan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Pariaman, Ikhlas Bakri, yang langsung mendatangi konter Ultra Disc, di Kampung Baru, Rabu (2/9).

"Wartawan punya tanggungjawab moral kepada publik. Film bajakan jelas tidak disensor. Kita tidak ingin hal itu jadi konsumsi publik terutama generasi muda Pariaman. Tidak hanya Ultra Disc saja, konter lain juga akan kita beritakan jika ditemukan menyewakan disc film bajakan," ungkap Ikhlas menegasakan.

Pemilik konter berujar bahwa selama ini dia tidak tahu menahu karyawannya mendapatkan dan menyewakan disk bajakan kepada pelanggan. Karena Ultra Disc menurutnya hanya menyewakan disc original.

"Oleh sebab itu kami meminta maaf dan menjamin hal serupa tidak akan terjadi lagi kemudian hari," kata pemiliknya kepada Ketua PWI Ikhlas Bakri.

Pemilik Ultra Disc, yang mengakui pemilik sah konter tersebut, sebelum diperlihatkan alat bukti berupa foto dan rekaman video puluhan disc bajakan terpajang di konternya di hari sebelumnya oleh wartawan sempat membela karyawannya tersebut. Setelah diperlihatkan, dan dia menanyakan, karyawannya tersebut baru mengakui perbuatannya.

Sebelum kedatangan Ketua PWI bersama rombongan wartawan ke lokasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pariaman Yota Balad bersama jajaran telah melakukan sidak ke lokasi dan tidak menemukan barang bukti karena seluruh disc bajakan telah "dilenyapkan" dari rak pajang. Karena dikelabui tersebut Satpol PP Kota Pariaman tidak menemukan barang bukti satu pun saat akan melakukan penertiban.

"Kami tidak menemukan barang bukti satupun meski sudah periksa hingga ke bagian belakang. Kita menduga barang bukti telah mereka amankan," kata Yota Balad di rumahnya.

Sementara itu, Direktur Radio Damai Pariaman, Ima Syarief Abidin menyesalkan peristiwa tersebut lalai dari pantauan aparat berwenang.

Aktivis perempuan Pariaman dan jurnalis senior itu berpendapat minat remaja menonton film baik film lokal maupun luarnegeri cukup besar.

"Hal ini berbahaya. Film yang tidak disensor, apalagi film asing yang sering menyelipkan adegan fulgar menjadi tontonan mereka. Budaya luar yang masuk tanpa filter lewat film bajakan cenderung merusak, khususnya perilaku dan sikap moral mereka," Ima menuturkan.

Oleh sebab itu, menurut Ima, wartawan yang sehari-hari berada di lapangan wajib menyuarakan karena menyangkut tanggungjawab moral jurnalis kepada publik.


OLP

Sewakan DVD Bajakan Tanpa Sensor, Ultradisc Pariaman Terancam Pidana Penjara 5 Tahun Denda 5 Milyar

Written By oyong liza on Selasa, 01 September 2015 | 22.12




Beberapa waktu lalu kalangan netizen dikejutkan oleh kebijakan Kementrian Kominfo RI memblokir situs download film bajakan terkenal. Ganool.com termasuk diantara 22 situs tersebut. Akses ke 22 situs download film bajakan itu diblokir berdasarkan Peraturan Bersama Menkumham No 14 tahun 2015 dan Menkominfo No 26 tahun 2015 tentang Pelaksanaan dan atau Hak Akses Pengguna Pelanggaran Hak Cipta dan atau Hak Terkait Dalam Sistem Elektronik.

Sementara itu, menurut praktisi hukum yang minta namanya tidak disebutkan mengatakan terkait pasal 2 ayat 1 UU No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (UUHC) orang yang mengunggah tautan berkas film ke internet tanpa izin sudah melakukan perbuatan pembajakan. Karena memperbanyak serta menyiarkan film tanpa izin pemegang hak cipta dapat dijerat dengan; Mengunduh film asing bajakan dijerat dengan ketentuan Pasal 2 ayat 1 junto pasal 72 ayat 1 UUHC dengan ancaman pidana penjara masing-masing paling singkat 1 bulan atau denda paling sedikit Rp1.000.000, atau pidana penjara paling lama 7 tahun atau denda paling banyak Rp5.000.000.000.

Penertiban dan perlindungan hak cipta tidak sejalan dengan penertiban copian cakram (disc) di lapangan. Ultradisc, perusahaan franchise penyewaan film dvd/vcd ternama Indonesia menyewakan berbagai genre film bajakan secara leluasa sebagaimana penelusuran kami di Kota Pariaman.

Dvd/vcd bajakan tersebut tidak disensor sama sekali sehingga adegan "dewasa" terpapar jelas saat investigasi kami memutar puluhan kaset yang sengaja kami sewa guna pembuktian. Cover Dvd terlihat format combo atau hasil copian di Konter Ultradisc Pariaman yang beralamat di Desa Kampung Baru, tidak jauh dari RSUD Pariaman.

"Untuk kasus Ultradisc, jika terbukti, dapat dikenakan pasal 72 ayat 2 UUHC karena menyiarkan dan memamerkan kepada umum film hasil pelanggaran hak cipta. Ancaman pidana dalam ketentuan ini adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000," tambahnya.

Penjaga konter Ultradisc ketika ditanya kenapa Ultradisc yang dulunya hanya menyewakan vcd/dvd original sekarang juga menyediakan disc bajakan mengakui dan menjawab enteng.

"Hal itu kebijakan manajemen Ultradisc," ujar pria kisaran usia 20 tahunan saat itu.

Film-film bajakan yang disewakan kebanyakan film laris dan box office yang sebagiannya belum diputar secara resmi di bioskop-bioskop Indonesia.

Membeli kaset bajakan memang mudah di tempat-tempat tidak resmi yang bersifat insidentil. Biasanya penjual kucing-kucingan dengan petugas. Sedangkan Ultradisc adalah jaringan franchise skala nasional yang diikat aturan main jelas lewat institusi terkait. Mereka tidak boleh lari dari koridor dan norma hukum. 


"Penegak hukum pun tidak boleh lengah, apalagi ditemukan bukti fisik jelas. Tindakan tegas harus dilakukan," tutupnya, via seluler.

Satu lagi yang jadi catatan kami adalah Ultradisc Pariaman tidak lagi menggunakan scan komputer untuk setiap kaset yang mereka sewakan sebagaimana standar layanan mereka dulunya. Apakah ini berlaku untuk semua jaringan Ultradisc di Indonesia atau permainan karyawan Ultradisc Pariaman saja? Masih jadi tanda tanya.

OLP

Dihadiri Ratusan Investor se Asia di Bali, Mukhlis Ajak Investasi Kembangkan Wisata Pulau




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menghadiri acara Forum Investasi Pulau-pulau Kecil dan Kawasan Perairan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan RI pada tanggal 28 Agustus 2015 lalu di Hotel Nusa Dua Beach Bali. Acara dibuka oleh Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sudirman Saat. Walikota Pariaman merupakan salah satu dari 10 (sepuluh) peserta forum yang menyampaikan ekspos potensi daerahnya.

Dalam penjelasannya dihadapan 100 (seratus) peserta forum yang merupakan calon Investor se-Asia, Mukhlis memfokuskan pemaparan  potensi kawasan perairan beserta pulau-pulau kecil yang dimiliki dan dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari. Dikatakan Mukhlis dalam forum, Kota Pariaman memiliki pantai berteksture landai sepanjang 12 km yang terhampar di tepi barat sumatera seluruhnya sangat memungkinkan dikelola menjadi destinasi wisata.

"Kota Pariaman juga memiliki 4 (empat) buah pulau kecil yang eksotis dengan pasir putih dan gugusan terumbu karang yang  merupakan tempat bersarangnya ikan-ikan dan biota laut lainnya. Sebelumnya telah dikembangkan pula suatu kawasan konservasi penyu yang merupakan wujud dari kepeduliaan Pemko Pariaman terhadap kelangsungan hidup hewan langka. Dan daerah konservasi ini juga dikembangkan sebagai pusat ekotourism,” jelas Mukhlis.

Pada sesi dialog Walikota Pariaman mengundang seluruh Investor yang berniat berinvestasi agar datang ke Kota Pariaman melihat langsung apa yang telah dipaparkannya pada presentasinya tadi.

Dari segi perizinan, lanjutnya, Pemko Pariaman akan memberikan kemudahan-kemudahan dengan proses yang jelas dan tepat waktu. Dari segi keamanan kawasan bahari Pemko Pariaman juga telah bekerjasama dengan Lantamal II Padang untuk mendukung investasi kelautan di Kota Pariaman.

Pulau kecil yang ditawarkan adalah Pulau Tangah dan Pulau Ujung serta pulau-pulau lain sebagai pendukung. Seperti Pulau Kasiak untuk Kawasan Konservasi Penyu dan terumbu karang, sedangkan Pulau Angso Duo sebagai tempat wisata keluaraga dan religi.


Tim

Topik Terhangat

postingan terdahulu