Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Powered by Blogger.

Latest Post

We can – I can

Written By oyong liza on Sunday, 7 February 2016 | 07:26

oleh: dr. LucyanelArlym, MARS
Ketua YKI Cabang Kota Pariaman



Tanggal 4 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai hari kanker sedunia. Kenapa hari kanker perlu diperingati setiap tahunnya?

Saat ini ada 8,2 juta orang meninggal setiap tahun akibat kanker di seluruh dunia. Dua pertiga dari jumlah tersebut berasal dari negara berpenghasilan rendah dan menengah. Angka itu meningkat dari sebelumnya 7,6 juta pada 2008. Diperkirakan angka kematian akibat penyakit kanker akan terus meningkat menjadi 11,5 juta pada 2025 jika tidak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian yang efektif dan masif.

Data World Health Organization (WHO) menyebutkan kasus baru penyakit kanker meningkat dari 12,7 juta orang pada 2008 menjadi 14,1 juta orang pada 2012. Diperkirakan angka itu terus melonjak hingga 19,3 juta orang pada 2025.

Apa yang perlu kita lakukan? WHO menyatakan bahwa sepertiga sampai setengah dari semua jenis kanker dapat dicegah, sepertiga lagi dapat disembuhkan bila ditemukan pada tahap permulaan atau stadium dini. Sisanya dapat diringankan penderitaannya.

Oleh karena itu upaya pencegahan kanker dan menemukan kanker pada stadium dini merupakan upaya penting karena membebaskan masyarakat dari penderitaan kanker juga dapat menekan biaya pengobatan kanker yang mahal.

Bagaimana caranya? Salah satunya dengan meningkatkan ilmu pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, terutama tentang penyakit kanker dan menyebarkan informasi terkait dengan pencegahan kanker.

Kampanye pola hidup sehat yang digaungkan Kementerian Kesehatan adalah CERDIK. C berarti Cek kesehatan secara rutin, E artinya Enyahkan asap rokok, R maksudnya Rajin aktivitas fisik. Ada pula D, yakni Diet seimbang, I maknanya Istirahat cukup, dan K artinya Kelola stres. Diharapkan, dengan memahami pengetahuan tentang gaya hidup sehat, efek masyarakat Indonesia yang terkena kanker akan berkurang.

Setiap Negara memperingati hari kanker, termasuk Indonesia, khususnya Kota Pariaman. Tema Hari Kanker se dunia tahun 2016, “We can, I can” kita bisa, saya bisa, bertujuan memberi semangat kepada penderita kanker, bahwa yang bisa dilakukan orang lain juga bisa dilakukan para penderita kanker.

Jargon " we can", menurut pihak World Cancer Day bertujuan untuk menginspirasi aksi nyata dengan menciptakan lingkungan yang sehat, sampai membangun usaha dan mengubah peraturan. Sementara, "I can" dimaksudkan untuk mendorong orang dengan penyakit kanker mau dideteksi dini agar bisa diselamatkan dan dapat mendukung yang lain, termasuk membuat pilihan gaya hidup yang sehat.

Di Kota Pariaman peringatan hari kanker sedunia digawangi oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Pariaman. Rangkaian peringatan ini dimulai dari 4 Februari dengan mengadakan talkshow di radio RRI Pariaman 97,1 FM.

Setelah kegiatan tersebut dilanjutkan dengan jalan santai berhadiah “Door Prize” pada hari Jumat tanggal 12 Februari. Acara jalan santai terbuka untuk masyarakat dan pegawai negeri sipil. Start dari Balaikota Pariaman terus ke Taratak dan kembali ke balaikota. Penarikan hadiah door prize dilakukan di lapangan balaikota. Disamping itu ada juga penyuluhan kanker oleh dokter ahli, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

Rangkaian kegiatan peringatan hari kanker sedunia 2016 lainnya adalah memberikan penyuluhan tentang penyakit kanker kepada ibu-ibu kader dan pengurus PKK di 4 kecamatan se Kota Pariaman. Acara ini dilaksanakan menyesuaikan dengan cara pertemuan bulanan kader dan pengurus PKK di kecamatan.

Akhir dari rangkaian acara dimaksud diharapkan masyarakat Kota Pariaman bisa memahami bahwa penyakit kanker dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Kanker juga bisa diobati sampai tuntas bila ditemukan pada stadium dini. Untuk itu deteksi dini penyakit kanker sangat diperlukan sehingga bisa mengurangi angka kesakitan dan angka kematian.

Dengan mengedukasi dan menginformasikan setiap orang dan komunitas tentang perilaku hidup sehat dan resiko kanker diharapkan dapat memperkuat orang untuk mengambil pilihan yang sehat.

Pemko Pariaman Jalin Kerjasama Pendidikan dan Budaya Islami dengan Malaysia

Written By oyong liza on Friday, 5 February 2016 | 17:32




Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Padusunan Kota Pariaman mengadakan Pekan Maulid Nabi, Kamis, (4/2).

Acara tersebut oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dan dihadiri oleh Kepala Kemenag Pariaman Yutrizal Khatib, Kepala MAN Padusunan dan KUA se-Kota Pariaman para kepala SKPD dan kepsek MAN se kota dan kabupaten.

Disamping itu turut dihadiri tamu istimewa Rektor Universitas Kuala Lumpur Malaysia, Prof. Dr. Datuk Musa C. Umar beserta rombongan.

Di acara tersebut pihak panitia mengadakan 5 (lima) jenis lomba yang akan diikuti oleh pelajar/siswa SMP/MTS se-Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman. Adapun Lomba tersebut adalah Asmaul Husna, Lomba Cerdas Tangkap (LCT), Hafiz Qur’an, Puisi Dakwah  dan MSQ.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Genius menyampaikan agar generasi muda disamping mempelajari ilmu pengetahuan tapi juga harus memperdalam ilmu agama dengan benar. Sehingga katanya nanti tidak ada generasi penerus yang terjerumus aliran agama yang menyesatkan, seperti aliran Gafatar.

"Melalui momentum Pekan Maulid Nabi ini kita tingkatkan keimanan sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist. Pemerintah Kota Pariaman telah melaksanakan program wajib mengaji dan belajar mulai dari pukul 17.00 s/d 20.30 WIB bagi pelajar," katanya.

Program itu bertujuan untuk mendorong generasi muda belajar ilmu agama dan ilmu pengetahuan secara seimbang sehingga diharapkan menjadi generasi yang berpengetahuan luas dan berkarakter.

Kedatangan rombongan dari Malayasia menurutnya sangat positif untuk menjalin kerja sama yang baik dalam bidang kebudayaan dan pendidikan dengan Pemerintah Kota Pariaman.
"Melaksanakan program kerjasama kebudayaan yang Islami. Sedangkan, untuk bidang pendidikan, alumni MAN Padusunan ini dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Malaysia ke depannya," tambahnya.

Jelang Ujian Akhir SD Kanderi Sebut Pihak Sekolah Harus Panggil Wali Murid

Written By oyong liza on Thursday, 4 February 2016 | 20:06





Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Kanderi, menyatakan bahwa 70 persen kelulusan siswa setingkat Sekolah Dasar (SD) ditentukan oleh pihak sekolah.

Nilai rapor semester tujuh hingga 11, kata dia akan digabung dan ditambahkan dengan 30 persen hasil nilai ujian akhir sekolah.

"2016 sebanyak 1.793 siswa akan mengikuti ujian akhir sekolah dari 78 sekolah yang ada," ujarnya.

Jika tidak ada perubahan jadwal, imbuhnya, ujian akhir sekolah direncanakan pada 16 hingga 18 Mei 2016, dan ujian susulan dilaksanakan pada 23 hingga 25 Mei.

Untuk menghadapi ujian akhir sekolah 2016, sebut dia, pihaknya telah memberikan arahan kepada seluruh sekolah dengan melakukan berbagai persiapan ujian.

"Strategi yang dilakukan diantaranya menambah jumlah jam pelajaran bagi pelajar setiap harinya, membedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL), bedah kisi-kisi dan pemanggilan orang tua murid," jelasnya.

Pemanggilan orang tua murid, tegasnya, merupakan sebuah keharusan yang dilakukan menjelang ujian dilaksanakan agar para wali murid harus lebih optimal dalam mendorong anak menghadapi ujian.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum SD Disdikpora, Yurnal mengatakan pada 2016 Pemko Pariaman menargetkan kelulusan penuh. Untuk tingkat provinsi, Kota Pariaman sendiri berada di urutan ke 8 dari 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar.

"2016 kita menargetkan lima besar untuk tingkat provinsi," tambahnya.


TIM

Pemko Pariaman Gelar Bimtek Akuntansi Basis Akrual





Basis akrual dalam akuntansi, kata Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, dapat memenuhi sistem akuntansi yang lebih baik, mendukung dalam pembuatan keputusan, dan konsekuensi jangka panjang dari suatu kebijakan pemerintah.

Hal itu dia katakan pada acara Bimtek Implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Berbasis Akrual bagi Kepala SKPD, PPK, Bendahara Pengeluaran, Bendahara Penerimaan dan Pengurus Barang SKPD di lingkungan Pemko Pariaman. Acara tersebut bertempat di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (4/2).

"Penggunaan basis akrual merupakan salah satu ciri dari praktik manajemen keuangan modern pada sektor publik yang bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai biaya pemerintah dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di dalam pemerintah dengan menggunakan informasi yang diperluas." 


"Tidak sekedar basis kas. Secara umum, basis akrual telah diterapkan di negara-negara yang lebih dahulu melakukan reformasi manajemen publik," ujarnya.

Dia berharap agar semua peserta yang mengikuti bimtek mengikuti dan menyerap dengan baik dan memanfaatkan moment itu sebagai kesempatan untuk membekali diri.

"Jika terdapat keraguan dalam diri saudara sekalian, jangan ragu-ragu untuk bertanya dan berdiskusi dengan narasumber,” kata dia.

Sementara itu Kepala DPPKA Kota Pariaman, Indra Sakti, menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis Akrual.

"Bimtek ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 4 sampai 6 Februari 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 104 orang," ucapnya.


TIM

Rosnini: e-KTP Berlaku Seumur Hidup Meskipun Dibuat Sebelum Lahirnya UU No.24/2003




Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 470/327/SJ tertanggal 17 Januari 2014 perihal perubahan kebijakan dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan, serta Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padangpariaman menindaklanjutinya dengan mengadakan konfrensi pers untuk disiarkan kepada publik, di Ulakan Tapakis, Rabu (4/2).

Disamping press rilis itu juga sekaligus dilaksanakan pembukaan Musrenbang Kecamatan se-Padangpariaman dihadiri lebih dari 500 orang peserta dari berbagai lapisan masyarakat.
 

Selain dihadiri bupati, acara penting itu turut serta Wakil Ketua DPRD Padangpariaman Mothia Azis, Sekda Jonpriadi, Anggota DPRD wilayah III, Sukiman dan Jempol serta Kadisdukcapil, Muhammad Fadhly.

Pj Bupati Padangpariaman Rosnini Savitri pada kesempatan itu mengatakan bahwa pemberlakuan KTP Elektronik adalah seumur hidup.

"Sesuai amanat pasal 64 ayat (7) huruf (a) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 bahwa KTP Elektronik untuk warga negara Indonesia masa berlakunya seumur hidup," kata Rosnini.

Dia menjelaskan bahwa dalam pasal 101 huruf (c) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, diamanatkan pula bahwa e-KTP yang sudah diterbitkan sebelum Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 ditetapkan berlaku seumur hidup.

"Dengan demikian, e-KTP yang diterbitkan sejak tahun 2011 berlaku seumur hidup dan tidak perlu diperpanjang walaupun habis masa berlakunya," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kadisdukcapil Muhammad Fadhly menjelaskan beberapa hal terkait pelayanan publik di bidang kependudukan dan pencatatan sipil di Kabupaten Padangpariaman.

"Pentingnya kepedulian masyarakat terhadap kualitas data keluarga dengan mematuhi persyaratan pendaftaran penduduk dan mengikuti prosedur yang benar," kata dia.

“Sering ditemui data yang tidak cocok yang pernah diproses pada masa lalu sehingga saat ini perlu kita validasi kembali dengan melampirkan persyaratan yang lengkap. Jangan dianggap menyulitkan, tetapi untuk kepentingan kualitas data penduduk,” tegas Fadhly.

Selain itu, Fadhly juga mengajak masyarakat bersama-sama memberantas calo-calo pelayanan.

“Urus sendiri, jangan melalui orang lain untuk mendukung Kabupaten Padangpariaman bersih, jangan memberikan tips dalam bentuk apapun kepada petugas kami. Jika benci dengan korupsi, masyarakat harus mengawasi dan melaporkan. Jangan justru memberikan kesempatan kepada petugas mulai dari nagari sampai ke dinas. Kita punya nomor pengaduan di 0811694300, silakan berikan masukan,” katanya.

TIM

Anak SD Nurul Ilmi "Main" Mobil Damkar Sungguhan




UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pariaman di belakang Balaikota dikunjungi oleh puluhan murid Sekolah Dasar Islam Terpadu Nurul Ilmi Kota Pariaman, Kamis (4/2).

Kunjungan itu merupakan kegiatan belajar lapangan oleh sekolah tersebut.

"Kita memperkenalkan peralatan apa saja yang digunakan petugas pemadam kebakaran dalam memadamkan bencana kebakaran," kata Dhoni Saputra, Kasubag Tata Usaha UPT Damkar saat menyambut para murid beserta guru.

Menurut dia pola yang dilakukan oleh sekolah tersebut bisa mengedukasi dan menambah wawasan anak-anak sejak usia dini mengenai kebakaran. Dalam kunjungan tersebut petugas Damkar juga memperkenalkan peralatan beserta fungsinya yang digunakan dalam memadamkan api.

“Kita menjelaskan berbagai peralatan pemadam kebakaran beserta fungsinya seperti selang pemadam, apar, pakaian anti api, mobil dan air yang digunakan untuk pemadaman,” kata dia.

Selain memperkenalkan alat-alat pemadam kebakaran, pihaknya juga mengajak anak-anak menaiki mobil Damkar selama beberapa menit mengelilingi Jl. Imam Bonjol.

"Anak-anak tampak antusias dan senang," tambahnya.

Sementara itu salah seorang guru penamping, Anita Rahmi, mengatakan jumlah murid yang mengikuti kunjungan ke Damkar sebanyak 28 orang ditambah 3 guru sebagai pendamping.

"Kegiatan belajar di lapangan sangat penting bagi anak didik kami," kata Anita.

TIM

Pertama Dalam Sejarah, BPK-P Sumbar Serahkan Dokumen TLHP Kota Pariaman ke DPRD

Written By oyong liza on Wednesday, 3 February 2016 | 18:13




Ketua DPRD Kota Pariaman Drs. Mardison Mahyuddin, MM menerima hasil pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP)  dan Laporan Hasil Pemantauan (LHP) Kerugian Daerah Kota Pariaman semeter II tahun 2015 dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, Selasa, (2/2) di ruangan kerjanya, Gedung DPRD Kota Pariaman, di Manggung.

Dokumen tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Tim Pemeriksa BPK Perwakilan Wilayah Provinsi Sumatera Barat, Martalinda, didampingi oleh Inspektorat Kota Pariaman. Ikut hadir menyaksikan Sekretaris DPRD Kota Pariaman, Syahfirman.

Martalinda mengatakan, bedasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksaan Keuangan, BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Barat telah melakukan pemantauan TLHP dan Laporan Hasil Pemantauan Kerugian Daerah Kota Pariaman semeter II tahun 2015.

“Sesuai aturan yang berlaku, hasil laporan tersebut harus disampaikan ke Ketua DPRD Kota Pariaman,” ujar Martalinda.

Sementara itu Mardison Mahyuddin menyampaikan apresiasi kepada BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, yang sudah datang ke Kantor DPRD Kota Pariaman mengantarkan langsung dokumen tersebut.

“Kita menyampaikan apresiasi, biasanya Ketua DPRD yang datang menjemput laporan pemeriksaan, sekarang BPK yang langsung mengantarkan kesini. Atas nama DPRD Kota Pariaman kita menyampaikan terima kasih kepada BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Barat,” ujar Mardison.

Mardison berharap dokumen yang diserahkan oleh BPK Perwakilan Propinsi Sumatera Barat tersebut agar menjadi perhatian oleh Pemerintah Kota Pariaman melalui masing-masing SKPD terkait untuk menindaklanjutinya.

“Kita harapkan semua temuan agar ditindak lanjuti dengan melakukan koordinasi kepada Inspektorat dan SKPD terkait,” kata Mardison.

Doni/OLP

Misteri Terbakarnya Rumah Pohon di Taman Anas Malik




Ratusan netizen mengecam aksi dugaan pembakaran di rumah pohon tempat bermainnya anak-anak di taman Anas Malik, Pasir Lohong, Pariaman yang kejadiannya lolos dari pantauan media beberapa hari lalu.

Postingan netizen umumnya mengutuk aksi pelaku yang tidak menghargai nama besar Anas Malik yang merupakan tokoh besar panutan masyarakat Pariaman baik di ranah maupun rantau.

"Semua masyarakat hendaknya dapat memberikan informasi terkait hal ini dan yang terlibat dapat sangsi hukum dan sangsi sosial serta sangsi masyarakat," tulis komentar pemilik akun Juwaldi Cov di facebook.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, usai menerima informasi tersebut langsung meninjau rumah pohon di taman Anas Malik. Menurutnya terbakarnya rumah pohon tersebut akibat lilin bukan sengaja dibakar menggunakan minyak tanah.

"Saya sudah cek usai terima laporan. Laporan masyarakat setempat mengatakan ditemukannya lilin di rumah pohon itu sehingga membuatnya terbakar sebagian," kata Mardison di ruang kerjanya, Rabu (3/2).

Meski demikian, harap Mardison, pihak kepolisian diharapkan melakukan upaya penyelidikan guna mengungkap motif peristiwa dibalik itu agar menenangkan masyarakat.

"Jangan pula muncul dugaan rumah pohon itu dijadikan ajang lain malam hari," kata dia.

Disamping itu dia berharap kepada masyarakat setempat agar menjaga aset daerah secara bersama-sama.

"Kalau terbukti kiranya pembakaran ini disengaja, sungguh kejam sekali dan pelakunya sudah melenceng dari tabiat asli orang Pariaman yang menjunjung tinggi raso pareso, apalagi rumah pohon itu berada di taman yang menggunakan nama Anas Malik, tokoh besar kebanggaan kita bersama," tandasnya.

OLP

Mardison Kecam Aksi Penculikan 41 Komputer di SMPN 1 Pariaman




Ketua Komite Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 1) Pariaman, Mardison Mahyuddin berharap pelaku penculikan 41 unit komputer di sekolah tersebut segera ditangkap oleh pihak kepolisian.

"Pencuri ini sungguh keterlaluan, kasihan kita kepada siswa yang menggunakan komputer tersebut untuk belajar," kata Mardison yang juga Ketua DPRD Kota Pariaman kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (3/2).

Dia juga menyayangkan kelalaian pihak sekolah terkait keamanan. Menurutnya sekolah tersebut harusnya paling tidak ada dua orang sekuriti saling aplausan untuk menjaga sekolah dari aksi maling dan tindak kriminal lainnya.

"Begitu juga dengan penjaga sekolah harus tinggal di komplek sekolah agar bisa melakukan pemantauan," katanya.

Sebagaimana diketahui sebanyak 41 unit komputer di SMPN 1 Pariaman hilang dicuri maling, Minggu (31/1) lalu.

Kepala Sekolah setempat, Wismardi, saat itu mengatakan pihak sekolah baru mengetahui hilangnya puluhan komputer itu esok harinya, Senin (1/2).

"Dari 41 unit komputer tersebut pada umumnya masih layak untuk digunakan oleh siswa," tuturnya.

Puluhan komputer itu kata dia disimpan dalam labor bahasa yang sudah tidak difungsikan kurang lebih selama satu tahun terakhir.

Pihak sekolah menurutnya telah memasukan laporan resmi ke Polsek Kota Pariaman untuk menindak lanjuti kehilangan.

Sementara itu Kapolsek Kota Pariaman, Kompol. Masri, mengatakan pihaknya sedang melakukan upaya penyidikan.

"Laporan dari pihak sekolah sudah kita terima di Polsek, hingga saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki," kata dia.

Pihak kepolisian sendiri menurut dia sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi, diantaranya kepala sekolah bersangkutan.


OLP

Genius Serahkan Dana PKH bagi 201 KK


 


Pemerintah Kota Pariaman menyalurkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) 2015 bagi masyarakat di Pendopo Rumah Dinas Walikota Pariaman, Rabu (3/2). Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, mengatakan bahwa bantuan dana PKH tersebut disalurkan khusus bagi masyarakat taraf ekonomi menengah ke bawah.

"Untuk tahap ini kita salurkan kepada Kecamatan Pariaman Tengah dengan jumlah penerima 201 Kepala Keluarga (KK) miskin dengan jumlah Rp137.612.500," ungkapnya.


Dia menuturkan bahwa setiap kepala keluarga penerima PKH memperoleh jumlah besaran dana yang berbeda tergantung jumlah anggota keluarga yang dimiliki keluarga tersebut.

"Jumlah maksimal yang akan diterima setiap keluarga miskin sebesar Rp3.200.000 ribu. Rp2.700.000 merupakan dana maksimal dan ditambah Rp500 ribu dana tetap," rincinya.

Untuk Kota Pariaman sendiri, kata Genius dana PKH sudah dimulai sejak tahun 2013 dengan penerimaan empat kali tahap setiap tahunnya.

"Dana PKH ini sudah diusulkan sewaktu saya masih di DPD RI oleh Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman dan tetap berjalan hingga kini," tuturnya.

Pada 2015, urainya, tercatat 655 keluarga miskin yang sudah menerima dana tersebut dengan perincian 188 dari Kecamatan Pariaman Utara, 159 dari Kecamatan Pariaman Timur, 107 dari Kecamatan Pariaman Selatan dan terakhir 201 dari Kecamatan Pariaman Tengah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Afnil, mengatakan jika suatu keluarga memiliki tiga orang anak yang berbeda tingkatan pendidikan maka mendapatkan bantuan PKH yang juga berbeda.

"Untuk tingkat Sekolah Dasar akan memperoleh dana sebesar Rp450 ribu, untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama memperoleh dana Rp750 ribu," sebut dia.

Kata dia, untuk pelajar setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Ibu hamil atau anak dibawah umur enam tahun masing-masing memperoleh dana PKH sebesar Rp1 juta.

"Penyaluran dana PKH ini kita bagi atas empat tahap selama satu tahun dengan pembagian per triwulan," tandasnya.


TIM

Topik Terhangat

postingan terdahulu