Makna di Balik Prosesi Maambiak Tanah Tabuik Piaman
Berdoa sebelum "maambiak Tanah"
Pariaman --- Prosesi "maambiak tanah" mengawali rangkaian pesta budaya Tabuik tahun 2017. Proses maambiak tanah dilakukan dengan cara mengambil tanah di dua aliran sungai  Pariaman.

Proses mambiak tanah Tabuik Subarang, dilakukan di aliran sungai Desa Pauah. Sedangkan Tabuik Pasa dilakukan di aliran Sungai Batang Air Pampan Kelurahan Alai Gelombang.

Tuo Tabuik Pasa Syamsul Bahri dan Zulfikar menjelaskan, prosesi maabiak tanah atau mengambil tanah, menyimbolkan tentang asal usul manusia berasal dari tanah.

Pengambilan tanah tabuik dilakukan dengan cara menyelami dasar sungai dan dibungkus dengan kain putih. Usai didoakan, tanah diarak menuju rumah tabuik yang menjadi tempat pembuatan tabuik.

"Maambiak tanah ini menyimbolkan tentang asal usul manusia yang berasal dari tanah. Sedangkan pengambilan tanah di dasar sungai menggambarkan tentang kesucian niat mengawali segala aktivitas," jelas keduanya serentak.

Prosesi maambiak tanah, tidak ada kaitannya dengan hal mistik atau ritual tertentu. "Tidak ada hubungannya dengan ritual tertentu. Hanya sebagai simbol bahwa tentang asal usul manusia," ulasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan bahwa pesta budaya Tabuik merupakan aset bagi pariwisata di Kota Pariaman. Ramainya pengunjung yang datang, membuktikan bahwa pesta budaya Tabuik telah menjadi ikon bagi pariwisata Pariaman.

Ia menjelaskan bahwa prosesi budaya Tabuik tidak ada kaitannya dengan ritual karbala yang dilakukan kelompok aliran Syiah.

Ke depan, kata dia, pelaksanaan pesta budaya Tabuik dapat diawali dengan seminar dan sosialisasi tentang nilai-nilai dari pelaksanaan tabuik.

"Tabuik hanyalah budaya yang diselenggarakan untuk kemajuan pariwisata, tidak ada kaitannya dengan aliran tertentu," pungkasnya. (Nanda)
DPP PAN Turunkan Surat Rekomendasi Calon Walikota Pariaman

Pariaman --- DPP Partai Amanat Nasional telah mengeluarkan surat rekomendasi persetujuan pengusungan Genius Umar sebagai calon walikota Pariaman pada Pilkada 2018.

Surat rekomendasi tertanggal 18 September 2017 tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Tim Pilkada DPP PAN Yandri Susanto kepada Genius Umar dan disaksikan langsung Ketua DPW PAN Sumatera Barat Ali Mukhni dan Ketua DPD PAN Kota Pariaman Priyaldi pada hari Senin (18/9) di kantor DPP PAN Jakarta.

Ketua DPD PAN Kota Pariaman Priyaldi mengatakan, penerbitan rekomendasi pengusungan oleh DPP PAN untuk memastikan bahwa PAN telah menyetujui Genius Umar diusung PAN pada Pilwako Pariaman 2018.

"Ini adalah kepastian pengusungan kepada bakal calon bahwa PAN akan mengusung Genius Umar pada pilkada 2018 mendatang," ujarnya.

Sedangkan dukungan pencalonan partai kepada pasangan calon akan diberikan saat pendaftaran setelah terbentuknya koalisi partai pengusung dan telah adanya calon wakil walikota yang akan mendampingi Genius Umar nantinya.

"Surat dukungan pencalonan nanti akan diberikan saat akan melakukan pendaftaran setelah adanya calon wakil dan terbentuknya koalisi partai pengusung," ujarnya.

Terkait bakal calon wakil walikota Pariaman yang akan mendampingi Genius Umar, pihak DPP menyerakan sepenuhkan kepada usulan DPD PAN Kota Pariaman. Saat ini, kata Priyaldi, DPP PAN telah memiliki tiga nama calon atau kandidat yang akan disodorkan kepada Genius Umar.

"Kita sudah siapkan tiga nama untuk diusulkan kepada Genius untuk dipertimbangkan dipilih sebagai pasangan calon wakil walikota. Namun kita tetap memberikan kebebasan kepada calon untuk menentukan calon wakilnya," ulasnya.

Priyaldi yang juga merupakan sekretaris LKAM Kota Pariaman itu masih enggan membocorkan siapa-siapa nama tiga bakal calon yang disodorkan sebagai calon wakil Genius Umar tersebut.

"Ini masih kandidat, nanti biar bakal calonnya langsung saya yang menyampaikan," kata dia

Bakal calon Walikota Pariaman Genius Umar mengaku hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah nama yang akan mendampinginya pada pilkada mendatang. Ia mengaku telah mengerucutkan kepada sejumlah nama nama bakal calon wakil walikota yang akan mendaftar sebagai pasangan calon bersamananya.

"Kita masih lihat dulu perkembangan, kita juga ingin agar pilihan pasangan yang akan mendampingi nanti sesuai dengan keinginan masyarakat," ujarnya.

Hingga kini, Genius terus memperkuat komunikasi politiknya dengan kader PAN Kota Pariaman dan beberapa partai lain untuk membangun koalisi.

"Kita terus bangun komunikasi politik dengan partai dan kemungkinan koalisi," pungkasnya. (Nanda)
Puskeswan IB Pariaman Raih ISO 9001-2015

Padang Aro --- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan dan Inseminasi Buatan (Puskeswan dan IB) Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pariaman, mendapatkan sertifikat ISO 9001-2015 dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

ISO 9001-2015 diserahkan secara simbolis oleh Direktur Kesehatan Hewan, Dirjend Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Fadjar Sumping Caturasa kepada Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman Agusriatman pada acara puncak Live Stock Expo 2017, di Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman Agusriatman mengatakan bahwa, sebagai salah satu UPT yang berhadapan langsung dengan masyarakat, Puskeswan IB harus senantiasa menjaga kualitas layanan terhadap produk dan jasa yang diberikan.

"UPT Puskeswan IB Kota Pariaman mempunyai tugas dan fungsi dalam memberikan jasa pelayanan kesehatan hewan, juga inseminasi buatan di wilayah Kota Pariaman," ungkap Agusriatman.

Sebagai unit pelaksana teknis, sambungnya, Puskeswan harus bekerja sesuai dengan standard operasional prosedur (SOP) kelengkapan teknis dan administrasi pendukung terhadap jenis-jenis layanan yang diberikan oleh Puskeswan.

"SOP itu penting, karena dengan SOP pekerjaan yang kita lakukan akan lebih efektif, lebih terukur dan lebih mudah untuk melakukan evaluasi," imbuhnya.

Untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001-2015, kata dia, mesti melalui proses yang cukup panjang. Dimulai dengan penyusunan dokumen, audit internal dan audit external, terhitung sejak bulan Februari 2017. UPT Puskeswan IB Kota Pariaman akhirnya berhak mendapatkan sertifikat ISO 9001-2015.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Anang Yusuf selaku kepala UPT Puskeswan IB Kota Pariaman, menyampaikan bahwa diterimanya sertifikat ISO 9001-2015, bukan merupakan capaian, tapi merupakan awal dari dimulainya suatu komitmen untuk mewujudkan pelayanan terhadap masyarakat yang lebih baik, lebih terarah, terukur dan akuntabel. (ASKB)
1 Muharam di Pariaman: Tampilkan Budaya Islam Sambil Berdonasi Untuk Rohingya

Pariaman --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman untuk memaknai pergantian tahun Hijriah sebagai momen peningkatakan kinerja dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Sejarah Islam tentang peristiwa hijrahnya nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah, kata dia adalah untuk membangun peradapan yang lebih baik dalam kerangka agama Islam. Sejarah ini semestinya dimaknai utuh oleh ummat Islam, begitu juga dengan ASN. Perubahan ke atmosfir kehidupan ASN yang lebih melayani dan berkinerja, merupakan bentuk kecil dari hijrah.

“Kita harus hijrah atau melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Bagi ASN harus menjadikan momen ini untuk meningkatkan kinerja dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (20/9) malam.

Kata dia, perubahan dalam meningkatkan kinerja, dapat dilakukan melalui hal terkecil sekalipun. Salah satunya dengan meningkatkan kehadiran ASN di kantor. Kehadirian ASN pada hari kerja dan keterlambatan kehadiran menjadi salah satu permasalahan kedisiplinan yang masih terjadi di lingkungan ASN saat ini.

“Karena memang masih ada ASN yang kehadirannya belum optimal,” katanya.

Sebelumnya, Mukhlis Rahman dalam coffe morning dengan SOPD Pemko Pariaman, telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kota Pariaman untuk melakukan razia dan penertiban ASN yang masih berkeliaran di luar kantor pada jam kerja. Instruksi tersebut disampaikan agar ASN lebih disipilin dan lebih optimal dalam bekerja.

Pergantian tahun baru Islam 1439 Hijriyah bertepatan pada Rabu (20/9) malam. Selain tabliq akbar, peringatan pergantian tahun baru Islam di Pariaman juga diperingati dengan pawai obor masal yang diikuti ribuan peserta dari pelajar se Kota Pariaman.

Kegiatan tabliq akbar dan pawai obor, menjadi rangkaian pembuka pesta budaya Tabuik yang akan digelar sejak Rabu (20/9) hingga Minggu (1/10) mendatang. Usai penyelenggaraan pawai obor menyambut malam tahun baru 1439 Hijriyah, pagi harinya Pariaman menggelar Pentas Seni Islami di Pantai Gandoriah, Kamis (21/9).

Acara itu menampilkan berbagai kesenian islam: Hadroh, Nasyid, Syahril, Puisi, Qasidah dan penampilan Qory dan Qoriah Kota Pariaman yang akan mewakili di MTQ tingkat Sumatera Barat yang ke 37 nanti.

Pada kesempatan itu, jajaran Kemenag sebagai penggagas acara, juga berhasil mengumpulkan donasi untuk pengungsi Muslim Rohingya, Rakhine, Myanmar, sebesar Rp12.700.000. Donasi diserahkan kepada Aliansi Masyarakat Pariaman Peduli Rohingnya, yang dalam waktu dekat akan mengantarkan bantuan tersebut ke Bangladesh. Donasi yang terkumpul dari Aliansi hingga saat ini sudah mencapai Rp143 juta. (Nanda/Juned)
Meriahkan Tahun Baru Islam, Pariaman Gelar Pawai Obor dan Tablikh Akbar

Gandoriah --- Menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1439 Hijriyah, Pemerintah Kota Pariaman menggelar untaian acara pawai obor dan tablikh akbar, Rabu malam (20/9). 1 Muharam juga awal mulainya rangkaian acara prosesi pesta budaya Tabuik 2017.

Iring-iringan pawai obor diikuti oleh ribuan pelajar dari Balaikota Pariaman menuju Pantai Gandoriah. Tiba di Pantai Gandoriah mereka bergabung dengan peserta tablikh akbar lainnya. Peserta pawai obor di balaikota dilepas oleh Kapolres Pariaman AKBP Bagus Oktobrianto, di Pantai Gandoriah, pawai obor dibuka oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman.

Mukhlis Rahman mengatakan, 99 persen warga muslim Pariaman sepakat memeriahkan tahun baru Islam tiap tahunnya. Nuansa islami selalu terjaga di Pariaman.

Momentum tahun baru Islam, kata dia, tidak hanya sebatas peringatan saja. Namun momentum perubahan atau hijrah menuju ke arah yang lebih baik. Ia mengimbau masyarakat agar selalu meramaikan masjid dengan kegiatan ibadah. Membiasakan diri salat berjamaah dan mengaji di masjid/surau sekitar rumah.

Pariaman sebagai daerah tujuan wisata, imbau Mukhlis, mesti memiliki jatidiri. Tentunya jatidiri seorang muslim yang diterapkan oleh pihaknya dalam menggarap sektor pariwisata. Pariwisata konsep halal adalah acuan bagi pihaknya dalam setiap aspek.

"Pawai obor diiringi tablikh akbar dan tausiah, merupakan salah satu bagian dari nuansa islami. Selain memiliki nilai ibadah, ini juga merupakan bagian dari konsep wisata halal Pariaman," ucap Mukhlis.

Ustad Yusfik Helmi dalam tausiahnya menyampaikan, umat muslim jangan hanya disibukan menyambut tahun baru Masehi, namun lupa dengan tahun baru Islam.

Ia memuji Pemko Pariaman yang tetap melestarikan kebudayaan Islam dengan pawai obor dan tablikh akbar dalam menyambut tahun baru Hijriyah.

Umat muslim, kata dia, mesti berpegang teguh dengan Alquran dan sunah rasul sebagai tuntunan hidup.

“Perbanyak ibadah kita, insya Allah kita akan menjadi manusia yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan daerah kita,” tutupnya. (Juned/OLP)
Nelayan Pariaman Terima Kartu Asuransi, Berikut Jumlah Santunannya

Pariaman --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman serahkan kartu Asuransi Nelayan tahap dua kepada nelayan kota Pariaman, bertempat di ruang pertemuan Dinas Perikanan Kota Pariaman, Rabu (20/9).

Kartu Asuransi Nelayan, kata Mukhlis, merupakan wujud perhatian dari pemerintah pusat terhadap para nelayan yang ada di seluruh Indonesia, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, pimpinan Susi Pudjiastuti.

“Berdasarkan UU No 7 tahun 2016 Tentang Pemberdayaan Nelayan, maka KKP RI membuat program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) yang pembiayaan preminya 100 persen ditanggung oleh negara,” ucapnya.

Penyerahan tahap pertama kartu Asuransi Nelayan telah diberikan Januari 2017 yang lalu kepada sebanyak 243 orang. Untuk tahap kedua diberikan kepada 270 orang.

"Dari 819 orang nelayan yang kita daftarkan telah tercatat 513 orang nelayan menerima kartu. Ini melebihi dari target kita untuk tahun 2017 sebanyak 500 kartu. Sisanya sebanyak 306 orang akan diusahakan di tahun 2018 mendatang,” tuturnya.

Asuransi, sambung Mukhlis, meliputi asuransi kecelakaan, baik saat melaut maupun tidak.  Nelayan dan keluarganya akan menerima asuransi apabila terjadi kecelakaan, baik di laut maupun di darat, mulai dari kematian, cacat sampai biaya pengobatan.

Lebih lanjut Mukhlis mengimbau agar para nelayan membiasakan untuk produktif dalam berusaha, jangan sampai ada yang masih duduk di lapau di pagi hari sambil berjudi, atau sampai terlibat narkoba.

“Mari kita berusaha dengan benar, berperilaku hidup bersih dan sehat dan terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Yang Maha Kuasa,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perikanan Kota Pariaman Dasril mengatakan, kartu Asuransi Nelayan bertujuan untuk menjamin kegiatan nelayan dengan memberikan jaminan perlindungan atas resiko yang dialami oleh nelayan.

Santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan, kata dia, kematian akan menerima asuransi sebesar Rp200 juta, kematian akibat selain kecelakaan Rp160 juta, menderita caat tetap Rp100 juta dan biaya pengobatan sebesar Rp20 juta,” terangnya.

"Untuk kecelakaan akibat selain melakukan penangkapan ikan; kematian akibat kecelakaan Rp160 juta, dengan ketentuan berdasarkan umur nelayan. Kematian akibat selain kecelakaan tetap Rp160 juta, cacat tetap Rp100 juta dan biaya pengobatan Rp20 juta.

Ia mengimbau kepada para nelayan atau ahli warisnya nanti, apabila mengalami kecelakaan baik di laut maupun di darat, agar segera melaporkan kepada pihak berwajib, mulai dari kepala desa/lurah atau Dinas Perikanan Kota Pariaman.

“Siapkan semua dokumen dan surat-surat yang diperlukan, yang terpenting kartu Asuransi Nelayan ini jangan sampai hilang, karena nomor registrasi kartu akan sangat susah untuk diingat” tutupnya. (Juned)
Kota Pariaman Terima Dana BDI Kotaku 4 Miliar

Pariaman --- Sebanyak 8 desa/kelurahan di kota Pariaman terima bantuan dana investasi (BDI) kota tanpa kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Bantuan diserahkan oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman di Balairung Walikota, Rabu (20/9). 8 Desa/kelurahan tersebut kebetulan banyak berlokasi di kawasan pantai Pariaman.

"Penerima BDI Kotaku kali ini kebanyakan berada di pesisir pantai. Hal ini sangat sesuai dengan visi Pariaman menjadi kota tujuan wisata," kata Mukhlis.

Dari 14 desa dan kelurahan yang diusulkan tahun 2017, jelas Mukhlis, penerima dana BDI Kotaku antara lain Desa Balai Nareh, Desa Lohong, Desa Taluak, Desa Marunggi, Kelurahan Jalan Kereta Api, Kelurahan Ujuang Batuang dan Kelurahan Karan Aur.

“Desa dan kelurahan yang menjadi destinasi wisata akan terus kita benahi menjadi daya tarik wisatawan untuk terus berkunjung dan menjadi desa wisata,” tuturnya.

Ia berharap penerima dana BDI agar pro aktif memberdayakan masyarakat. Bantuan dari pemerintah pusat itu, kata dia akan sangat membantu dalam memberdayakan masyarakat dan membawa manfaat.

“Kepada para kepala desa dan instansi yang terkait untuk terus mengawasi dalam pembangunan yang dilakukan agar bermanfaat dan berdaya guna. Karena banyak pembangunan yang dilakukan di desa tidak tepat sasaran dan asal-asalan, yang nantinya tidak dapat digunakan,” sebutnya.

Ia mengatakan bagi 6 desa dan kelurahan yang sudah diusulkan namun belum menerima di tahun ini, akan diusulkan di tahun 2018 mendatang.

“Dengan target Kotaku 100 0 100 yang berarti 100 persen untuk pengadaan air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi layak, kita harapkan target yang diterapkan oleh pemerintah dapat kita laksanakan,” tutupnya.

Alokasi dana BDI yang diberikan dari pusat dan diterima kota Pariaman sebesar Rp4 miliar. Tiap desa akan menerima masing-masingnya Rp500 juta. (Juned)
Gunakan Mekanisme Pilkada, SMA 2 Pariaman Pilih Ketua OSIS

Pariaman --- KPU Kota Pariaman bimbing acara debat kandidat calon ketua OSIS di SMA Negeri 2 Pariaman, Rabu (20/9) siang. Debat dan penyampaian visi misi calon ketua OSIS itu, menjadi salah satu tahapan pemilihan ketua OSIS yang menerapkan tahapan Pilwako Pariaman. Sebelumnya, tahapan pemilihan ketua OSIS diawali dengan tahapan pembentukan panitia penyelenggara adhoc dan pemutakhiran data pemilih.

Layaknya debat calon kepala daerah, empat calon ketua menyampaikan visi dan misi unggulan program siswa di sekolah tersebut ke depannya. Visi dan misi yang disampaikan, nantinya menjadi satu satu pertimbangan siswa saat menentukan pilihan pada pungut hitung suara. Adu gagasan dan ide dari satu kandidat dengan kandidat lainnya menghangatkan suasana. Debat dimulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00.

Koordinator divisi perencanaan program dan data KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi mengatakan, pelaksanaan debat kandidat atau calon ketua OSIS yang baru pertama kali dilaksanakan di SMAN 2 Pariaman ditujukan untuk memberikan pengalaman sejak dini kepada siswa tentang tahapan dan teknis pelaksanaan pilkada.

Tahapan pemilihan ketua OSIS yang menerapkan tahapan pilkada merupakan secara utuh, namun waktu pelaksanaan disesuaikan dengan waktu sekolah.

“Dimulai dari tahapan awal hingga tahapan akhir dirangkum dalam waktu satu bulan,” jelasnya.

Menurut dia, debat kandidat akan mendorong siswa menjadi pemilih rasional dengan mempertimbangkan visi dan misi kandidat saat memberikan suara pada pemilihan ketua OSIS.

“Dengan memperhatikan visi dan misi yang saat ini kita harapkan siswa mulai menentukan pemilihan secara rasional. Nantinya siswa yang merupakan pemilih pemula, tetap rasional menentukan pilihan pada Pilwako Pariaman 2018 mendatang,” ulasnya.

Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria mengatakan, pihaknya berkomitmen mendampingi sekolah SMA, SMK dan MA di kota Pariaman yang ingin melaksanakan pemilihan ketua OSIS dengan menerapkan tahapan pilkada.

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya telah menerima permintaan dari beberapa sekolah yang ingin didampingi pemilihan ketua OSISnya oleh KPU.

“Ada beberapa sekolah SMA yang koordinasi dengan kita menyatakan keinginan untuk didampingi pelaksanaan pemilihan ketua OSISnya. Kita siap damping sejak awal,” komitnya.

Ditambahkan Boedi, selain sosialisasi tahapan pilkada sejak dini kepada siswa, pemilihan ketua OSIS dengan mekanisme tahapan pilkada merupakan bentuk pendidikan politik yang dilaksanakan oleh KPU Kota Pariaman sebagai penyelenggara pemilu.

KPU Kota Pariaman, lanjut dia, tidak semata-mata memiliki kegiatan saat pelaksanaan tahapan pilkada saja. Namun kegiatan rutin seperti pendidikan politik terus dijalankannya.

“Ini salah satu program pendidikan politik KPU Kota Pariaman. Dengan pemilihan ketua OSIS seperti yang dikemas saat ini, akan memberikan pemahaman kepada pelajar akan pentingnya pilkada sebagai salah satu instrumen demokrasi,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Pariaman Baharudin, menyambut baik pelaksanaan pemilihan ketua OSIS sesuai dengan tahapan pilkada. Meski secara waktu pelaksanaan tidak persis sama dengan pilkada, namun penerapan tahapan pilkada pada pemilihan ketua OSIS memberikan pengalaman dan pendidikan politik kepada siswa di sekolah yang ia pimpin.

“Ke depan di pemilihan OSIS periode berikutnya kita tetap bisa didampingi KPU Kota Pariaman. Ini harus dilanjutkan,” harapnya mengakhiri. (Nanda)