Peringatan Hari Kanker Sedunia di Pantai Gandoriah Sukses Edukasi Masyarakat
Foto: Junaidi
Pariaman - Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Pariaman gelar peringatan Hari Kanker Sedunia di Pantai Gandoriah, Minggu (17/2).

Rangkaian kegiatan dimulai dengan senam bersama, penyuluhan tentang kanker, bazar baju bekas untuk donasi, pengobatan gratis dan pembagian door price oleh panitia. Mulai dari sepeda, dispenser, kompor gas, rice cooker dan ratusan hadiah lainnya.

Panitia mendatangkan narasumber Ketua YKI Provinsi Sumatera Barat, Nevi Zuairina Prayitno dan wakilnya Ermawati guna memberikan penyuluhan kanker bagi masyarakat di Pantai Gandoriah. 

Hadir juga Walikota Pariaman, Genius Umar, Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin dan istri, Sekdako Pariaman, Indra Sakti dan istri.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan bahwa kanker merupakan penyakit paling mematikan nomor dua di dunia dan diprediksi akan menjelma menjadi penyebab kematian nomor satu di akhir abad ini.

Dia bilang, pola hidup masyarakat yang tidak sehat serta makanan yang serba instan, salah satu faktor penyebab penyakit kanker.

Karena itu, dirinya menyambut baik acara yang digelar oleh YKI Kota Pariaman. Dengan rangkaian acara yang dibuat membuat masyarakat memahami dan menambah ilmu tentang bahaya kanker dan bagaimana menyikapi agar tidak terkena penyakit mematikan tersebut.

"Kita sambut baik acara ini, apalagi dengan datangnya ketua YKI Provinsi Sumbar yang menambah semangat kita untuk terus memerangi penyakit kanker," ujarnya.

Di samping itu, Genius juga berharap agar dinas terkait menjalin kerjasama dengan BPOM untuk memeriksa makanan dan jajanan yang ada di sekolah guna memastikan kandungan bahan kimia yang memicu kanker pada jajanan tersebut.

"Salah satu penyebaran kanker adalah dari makanan, karena itu ke depan kita akan adakan kerjasama dengan BPOM untuk mengecek kandungan bahan makanan yang dijual. Baik di rumah makan maupun jajanan di sekolah," tandasnya.

Ketua YKI Pariaman, Lucy Genius mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar beberapa kegiatan guna memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh setiap tanggal 4 Februari.

"Kita telah memulai dengan penyuluhan ke kecamatan dan desa, melalui program PKK, serta penyuluhan ke ASN dalam wirid bulanan," ucapnya.

Pada puncak peringatan Hari Kanker Sedunia, imbuh Lucy, selain menggelar senam sehat bersama, pihaknya juga menggelar pengobatan gratis, penjualan baju bekas yang dana hasilnya akan didonasikan bagi penderita kanker.

YKI Cabang Kota Pariaman sendiri berdiri pada 2014 lalu dan merupakan YKI pertama di Sumbar. Lucy bilang pihaknya selalu konsen memerangi penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat itu.

"Kami berharap agar masyarakat menjalani pola hidup sehat, jauhi rokok, olahraga secara teratur dan memeriksakan kesehatannya secara berkala," ulasnya mengakhiri.

Ketua YKI Provinsi Sumatera Barat, Nevi Zuairina Prayitno mengatakan  menyambut baik usaha yang dilakukan oleh YKI cabang Kota Pariaman.

"Semoga YKI Kota Pariaman semakin solid dan kompak, terus berkarya dan berbuat bagi masyarakat untuk memerangi penyakit kanker," kata dia.

Nevi bilang obat penyakit kanker sangat mahal. Karena itu, lebih baik mencegah sedini mungkin dan mengetahui gejala-gejala penyakit kanker, serta membiasakan pola hidup sehat. (Juned/*)
Jelang  Millenial Day, Polres Padangpariaman Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas
Foto: Nanda
Padangpariaman - Satlantas Polres Padangpariaman, Komunitas Pengguna Jalan Raya (KPJR) binaan Satlantas Polres Padangpariaman bersama komunitas sepeda motor se Sumatera Barat menggelar konvoi keliling wilayah hukum Polres Padangpariaman, Sabtu (16/2).

Setelah lepas start di halaman Mapolres Padangpariaman di Paritmalintang, rombongan melintasi sejumlah daerah di Kabupaten Padangpariaman.

Rombongan melintasi jalan raya Sicincin-Sungai Sariak-Simpang Jaguang-Pauhkambar-Ulakan-Simpang BIM dan berhenti di Kantor Satlantas Polres Padangpariaman di Lubuk Alung.

Kasat Lantas Polres Padangpariaman, Iptu Yuliadi didampingi Ketua Harian Pariaman Nmax Riders, Bripka Nasrul dan Ketua KPJR Satlantas Polres, Brigadir Peren Copra mengatakan acara bertajuk "Touring Millennial Satlantas Polres Padangpariaman" itu merupakan rangkaian Millennial Road Safety Festival yang bakal digelar di Kantor Bupati Padangpariaman pada Minggu, (10/3) mendatang.

"Acara hari ini merupakan rangkaian pembuka Millennial Road Safety Festival yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Hari ini kita mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk hadir," kata Yuliadi.

Konvoi tersebut juga bertujuan mengedukasi masyarakat dan pengguna jalan agar tertib dan menjaga keselamatan berlalulintas. Peserta menunjukkan dan memberikan sikap berkendara yang tertib saat selama konvoi berlangsung.

Diharapkan, komunitas sepeda motor menjadi agen kepolisian untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang tertib dan keselamatan berlalulintas di Kabupaten Padangpariaman. 

"Dalam konvoi tadi seluruh kendaraannya yang ikut dalam kondisi baik dan standar. Kawan-kawan anggota komunitas juga mengedukasi masyarakat dan pengguna jalan dengan memperlihatkan sikap tertib dalam berlalulintas," ulasnya.

Menurut Yuliadi, belum seluruhnya masyarakat Padangpariaman tertib berlalulintas. Pantauan mereka masih ada menemukan pelanggaran lalulintas oleh masyarakat, terutama yang tidak mendukung keselamatan berlalulintas.

"Rata-rata pelanggaran yang paling banyak adalah pengguna yang tidak menggunakan helm. Padahal itu membahayakan keselamatan berlalulintas. Melalui kegiatan ini kita edukasi masyarakat untuk tertib berlalulintas dan jadi pelopor keselamatan berlalulintas," pungkasnya. (Nanda).
Dipasangi Lampu Warna-Warni Bertenaga Surya, Pulau Angso Duo Kian Tacelak
Foto: Junaidi
Pariaman - Ada yang beda dari Pulau Angso Duo. Jika malam gelap dan sepi, kini telah dipercantik dengan lampu warna-warni. Pulau Angso Duo kian cantik dan indah. Kian tacelak.

Lampu-lampu tersebut merupakan bantuan dari PT Alfa Light System (ALS) - perusahaan multi nasional - bergerak dalam bidang penerangan tenaga surya. Lampu-lampu itu nantinya menggunakan tenaga solar cell (tenaga matahari) sebagai perangkat untuk menghasilkan energi listrik.

Walikota Pariaman Genius Umar dan Dirut ALS meninjau langsung pemasangan dan alat penunjangnya di pulau itu, Sabtu (16/2).

Genius Umar menyebut ALS mendukung penuh kemajuan wisata Pariaman dengan dipercantiknya pulau Angso Duo dan lokasi lainnya dengan penerangan lampu warna-warni yang menarik.

"PT ALS pada November lalu telah memaparkan tentang hal ini dan keinginan untuk berinvestasi di Kota Pariaman. Alhamdulillah kini telah dimulai dengan pemasangan di beberapa titik di lokasi wisata," tutur Genius.

Genius mengaku telah melihat langsung  lampu-lampu itu bekerja dengan menggunakan solar cell yang ramah lingkungan dan tidak membebankan daerah akan beban listrik.

"Kita berharap kepada semua pihak untuk merawat dan menjaga solar cell dan perangkat lainya yang ada di Pulau Angso Duo ini. Jangan sampai ada yang merusak bahkan mencuri perangkatnya. Untuk itu perlu perhatian dan kerjasama kita semua," imbaunya.

Sarana dan pra sarana yang dibangun penunjang pariwisata di Kota Pariaman selama ini, sebut Genius untuk dinikmati oleh pengunjung dan semua pihak.

Dengan tertata dan diperindahnya berbagai zonasi wisata, ia berharap tingkat kunjungan ke Pariaman kian meningkat. 

"Dengan catatan kita tetap menjaga lingkungan dan kebersihan pulau," tutupnya.

Direktur PT ALS, Akhmad Syarif mengatakan bahwa pihaknya telah membuat demo light di beberapa titik di Kota Pariaman dengan total investasi sebesar Rp200 juta.

Adapun lokasi yang telah dikasih penerangan mandiri menggunakan solar cell dan lampu led strip, adalah di Pulau Angso Duo yang terdiri dari water mark Angso Duo, dua buah cottage, musala Katik Sangko dan satu buah perahu.

"Kami juga memasangkan lampu ini di beberapa lokasi di Pantai Kata. Mulai dari arena MTQ beserta jembatannya, serta musala," tandasnya. (Juned/*)
Padangpariaman Akan Perbanyak Peta Jalur Evakuasi di Zona Merah Tsunami
Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur. Foto: Nanda
Nan Sabaris - Pemerintah Kabupaten Padangpariaman memperbanyak peta rawan bencana dan penunjuk arah menuju titik evakuasi bagi warga Kabupaten Padangpariaman bila saat terjadi gempa dan tsunami.

"Peta rawan bencana akan ditempatkan pada lokasi atau daerah yang rawan bencana seperti zona merah tsunami. Pemkab juga akan memperbanyak penunjuk arah dan peta evakuasi," kata Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur di Pauhkambar, Sabtu (16/2).

Pemerintah kata dia, juga akan melakukan pengecekan terhadap sejumlah sirine peringatan tsunami yang ada di beberapa titik daerah pantai Kabupaten Padangpariaman. 

"Harus kita pastikan alat peringatan dini tsunaminya dalam kondisi baik. Dalam waktu dekat akan kembali disimulasi ulang," kata dia.

Pemerintah juga melakukan edukasi siaga bencana kepada masyarakat melalui kegiatan yang dilakukan BPDB Kabupaten Padangpariaman dan OPD lainnya di lingkungan Pemkab Padangpariaman.

"Kita juga dorong pemerintah nagari memaksimalkan kelompok siaga bencananya di nagari. Kita minta untuk sosialisiasikan siaga bencana," pungkasnya. (Nanda)
Gelar Zikir Bersama, Warga Kuraitaji Timur Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur. Foto: Nanda
Nan Sabaris - Ratusan warga Nagari Kuraitaji Timur gelar zikir dan doa agar dijauhkan dari segala bentuk bencana dan musibah. 

Acara yang bertajuk zikir dan doa bersama untuk keselamatan negeriku, dilaksanakan di Masjid Sungai Raya Laban, Sabtu (16/2) pagi. 

Dalam acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh antara lain Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, Camat Nan Sabaris, Wilson dan Walinagari Pauhkambar, M Nur.

Usai zikir dan doa bersama, warga juga menerima informasi tentang kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Walinagari Kuraitaji Timur, Jarizaldi menuturkan kegiatan zikir dan doa bersama agar nagari Kuraitaji dan Kabupaten Padangpariaman dilindungi Allah dari segala bentuk bencana dan musibah. 

"Segala sesuatunya adalah ketentuan dari Allah, tugas kita berikhtiar dan berdoa agar terlindung dari segala bencana dan musibah," kata dia.

Informasi tentang prediksi bakal terjadinya gempa berbekuatan besar atau mega trust  menguncang Sumatera Barat, menimbulkan kekuatiran masyarakat. Rasa kuatir tersebut dihilangkan dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah dan meminta perlindungan.

Pemerintah nagari, katanya terus mendorong daerahnya menjadi nagari siaga bencana. Hal itu dilakukan untuk menimalisir jatuhnya korban saat terjadinya bencana. 

"Masyarakat siaga bencana itu paham dengan apa yang mereka lakukan saat terjadi bencana. Jika terjadi gempa bagaimana langkahnya, evakuasinya ke mana. Kita terus mensosialisasikan itu," kata dia.

Nagari Kuraitaji Timur, kata Jarizaldi masuk dalam daerah rawan gempa dan tsunami. Nagari tersebut berjarak 6 kilometer dari pinggir pantai.

Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur mengajak masyarakat dzikir dan doa bersama memohon kepada Allah terlindung dari musibah dan bencana. Kegiatan serupa dapat dilakukan di nagari masing-masing atau oleh komunitas masyarakat.

"Zikir dan doa harus dibarengi dengan meningkatkan ibadah kepada Allah. Semoga Padangpariaman dilindungi dari segala bentuk bencana dan musibah," kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak panik seiring beredarnya infomasi yang memprediksi jika Sumatera Barat termasuk Kabupaten Padangpariaman, bakal diguncang gempa hebat akhir Februari 2019.

Suhatri menegaskan jika tidak ada pihak manapun yang mampu memprediksi waktu pasti terjadinya musibah dan bencana, termasuk gempa mega trus yang diprediksi terjadi pada akhir Februari 2019 ini. Namun, dibalik itu, masyarakat harus tetap siaga dan cepat tanggap saat bencana terjadi. Ia mengimbau masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi hoax yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Itulah gunanya kita mensosialisasikan informasi tentang kesiapsiagaan bencana ini. Masyarakat lebih memahami apa yang mereka lakukan saat terjadi bencana," kata dia. (Nanda)
Anggota KPU Pariaman Kembali Dilaporkan ke Bawaslu
Ketua Bawaslu Pariaman, Riswan. Foto: Nanda
Pariaman - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman kembali dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pariaman karena diduga melanggar kode etik sebagai penyelenggara.

Setelah Ketua KPU Kota Pariaman, Abrar Azis dilaporkan ke Bawaslu Kota Pariaman terkait foto makan malam bersama koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandi pada awal Februari 2019 silam, kini giliran Koordinator Divisi Hukum KPU Kota Pariaman, Syufli dilaporkan ke Bawaslu.

Syufli dilaporkan oleh pelapor April Adek ke Bawaslu Kota Pariaman pada Jumat (15/2) siang. 

Kepada wartawan, April Adek menuturkan laporan dugaan pelanggaran kode etik tersebut terkait kehadiran Syufli pada kegiatan kampanye dialogis dan tatap muka Partai Nasdem dengan caleg nomor urut 2 Dapil Pariaman Tengah, Iskandar di Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Jumat (8/2) silam.


Katanya, Syufli yang saat itu hadir dalam kegiatan kampanye itu, sempat memberikan kata. Tindakan yang dilakukan Syufli yang juga mantan anggota Panwaslu Kota Pariaman itu, melanggar kode etik penyelenggara pemilu.

"Harunya beliau sebatas melakukan monitoring kampanye, tidak perlu ikut menyampaikan kata sambutan," katanya.

Menurut Adek, tindakan yang dilakukan tersebut melanggar pasal 8 huruf a, b, c dan i serta pasal 14 huruf c Peraturan DKPP Nomor 2 tahun 2017.

Ia menuturkan jika laporan yang disampaikan merupakan upaya mengawal jalannya pemilu serentak yang berkeadilan. Salah satunya dengan mengawasi penyelenggara pemilu.

"Undang-Undang memberikan ruang bagi masyarakat mengawasi penyelenggara pemilu, hak inilah yang saya gunakan. Kita ingin memastikan bahwa penyelenggara pemilu benar-benar profesional," lanjutnya.

Ketua Bawaslu Kota Pariaman, Riswan membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan dugaan pelanggaraan oleh salah seorang komisioner KPU Kota Pariaman.

"Memang ada salah seorang WNI datang ke Bawaslu Kota Pariaman melaporkan dugaan pelanggaran pemilu oleh salah seorang komisioner KPU Kota Pariaman. Kami telah menerima laporan tersebut," katanya.

Menurut Riswan, pihaknya akan melakukan kajian awal guna memastikan terpenuhinya syarat formil dan materil dari laporan yang disampaikan.

"Jika terpenuhi syaratnya baru kita lakukan register. Baru kita lakukan langkah selanjutnya," pungkasnya. 

Terpisah, Kordiv Hukum KPU Kota Pariaman, Syufli mengaku belum mengetahui perihal pelaporan dirinya terkait dugaan pelanggara pemilu. Ia mengetahui perihal pelaporan dirinya saat diklarifikasi oleh awak media.

"Baru tahu juga saya. Belum dapat informasi juga," kata dia.

Saat diklarifikasi, Syufli membenarkan jika dirinya hadir dalam kegiatan kampanye Partai Nasdem Kota Pariaman di Desa Kampung Baru pada Jumat (8/2) silam. Kehadirannya dalam rangka monitoring kegiatan kampanye.

Namun di lokasi kampanye, ia dipanggil dan diminta oleh panitia untuk mensosialisasikan teknis pemberian suara dan informasi tentang kepemiluan lainnya.

Kata dia, saat kegiatan tersebut, beberapa orang pengawas pemilu kecamatan Pariaman Tengah juga hadir mengawasi pemilu.

"Saya hanya sosialisasi tentang teknis pemilu saja. Hanya tentang bagaimana memberikan hak suara, jenis dan warna surat suara. Sifatnya sosialisasi pemilu, bukan kampanye," katanya.


Syufli mengaku siap jika diundang Bawaslu Kota Pariaman untuk mengklarifikasi seputar kehadirannya dalam kegiatan kampanye tersebut. (Nanda)
Awal 2019 Polres Pariaman Ungkap 4 Kasus Narkoba, 1 di Antaranya Artis Orgen
Foto: Nanda
Pariaman - Polres Pariaman menangkap empat orang pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu sepanjang bulan Januari-Februari 2019. 

Keempat pelaku diamankan di tempat dan waktu yang berbeda. Dari empat pelaku tersebut tiga paket kecil sabu dengan berat total 2 gram, alat hisab dan sejumlah barang bukti diamankan.

Pelaku tersebut masing-masing, YR, 40 tahun, warga Kelurahan Pasir, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman dan PG, 22 tahun, warga Kelurahan Kampung Pondok II, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Keduanya diamankan pada 9 Januari 2019 sekitar pukul 16.00 Wib di rumah tersangka YR. Dari keduanya 1 paket kecil sabu, dua unit telpon dan sejumlah barang bukti lainnya. Keduanya ditangkap usai menggelar pesta sabu.

Sebelas hari berselang, Polres Pariaman kembali meringkus satu lagi pelaku penyalahgunaan narkoba. Pelaku tersebut adalah S alias I, 20 tahun, warga Desa Naras I, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. Pelaku diamankan sedang melakukan transaksi.

Sayang, dalam penangkapan tersebut, satu orang pelaku berhasil kabur. Pelaku yang kabur telah diketahui identitasnya, kini dalam pengejaran aparat. Dari S alias I, satu paket kecil narkotika jenis sabu dan barang bukti lainnya disita aparat.

Awal Februari 2019, Polres Pariaman kembali meringkus seorang perempuan muda, pelaku penyalahgunaan narkoba yang menghuni sebuah kontrakan di Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. Pelaku adalah M, 38 tahun, warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. 

M berprofesi sebagai biduan orgen tunggal diamankan bersama satu paket kecil sabu, alat hisab sabu dan bungkus plastik klip bening.

Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan dalam keterangan persnya di Polres Pariaman, Jumat (15/2) menyebut narkotika jenis sabu yang digunakan oleh keempat tersangka juga berasal dari pemasok yang berbeda. Ada yang dikirim dari daerah Pekanbaru, Riau dan sejumlah daerah lain di Pulau Sumatera.

"Kita akan kejar pemasoknya juga. Sudah kita kantongi identitasnya, kita akan dalami dan lakukan kerjasama dengan lintas Polres," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, keempat tersangka merupakan pemain baru. Belum ada catatan keterlibatan tersangka dalam kasus lain. Andry mengatakan empat pelaku merupakan hasil pengungkapan awal tahun yang dilakukan jajaran Polres Pariaman. 

Pengungkapan juga didukung oleh informasi dan laporan yang disampaikan masyarakat kepada pihak kepolisian. 

"Banyak pengungkapan yang kita lakukan diawali oleh laporan yang disampaikan masyarakat," pungkasnya.

Keempat tersangka terancam hukuman kurungan 4-20 tahun kurungan penjara sesuai pasal 114 ayat jo 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tentang narkotika.

Terpisah, Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengapresiasi pegungkapan peredaran gelap narkoba yang dilakukan Polres Pariaman dalam waktu kurang dua bulan tersebut. 

Upaya penindakan yang saat ini digencarkan tidak akan mencapai hasil maksimal, jika tidak didukung oleh masyarakat Kota Pariaman.

"Masyarakat jangan ragu untuk melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba. Sampaikan saja kepada pihak kepolisian, akan ditindaklanjuti," kata dia.

Pemerintah Kota Pariaman, kata dia terus mengupayakan langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan sosialisasi menyentuh seluruh elemen masyarakat. Sosialisasi tentang bahaya dan ancaman penyalahgunaan narkoba sangat komplek, bukan hanya merusak fisik dan mental, penyalahgunaan narkoba menimbulkan dalam sosial yang lebih luas.

"Jika penggunanya telah masuk fase kecanduan dan ketergantungan, mereka akan mengupayakan segala cara mendapatkan narkoba ini. Jika tidak ada uang untuk membeli, barang-barang di rumah yang dijual. Jika tidak ada lagi yang mau dijual, mulai mencuri. Malah pengedar narkoba tersebut awalnya adalah pecandu, mereka mengedarkan hanya dengan upah untuk mendapatkan narkoba," kata dia.

Mardison yang juga Ketua BNK Kota Pariaman menyebut Pemko Pariaman juga mengupayakan pembentukan BNNK Pariaman yang juga memiliki fungsi penindakan peredaran narkoba. Pemerintah saat ini, kata dia sedang mengajukan ke BNN Pusat agar BNNK ada di Kota Pariaman.

"Kita berharap secepatnya ada, agar upaya penindakan dapat kita perluas. Nanti ini akan sangat mendukung upaya penindakan yang dilakukan kepolisian," pungkasnya. (Nanda)
Tukang Ojek di Campago Cabuli Bocah 9 Tahun
Foto: Istimewa/Muhardi Koto/Nanda
Campago - Tidak kuat menahan nafsu, seorang tukang ojek pangkalan nekat mencabuli bocah perempuan di semak-semak di Nagari Campango, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman. 

Pelaku adalah RD alias Uwan, 44 tahun ditangkap personil Satreskrim Polres Pariaman di rumahnya di Bukik Caliak Nagari Campango, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman pada Kamis (14/2) sore. 

Pelaku yang merupakan orang sumando itu, tega mencabuli korbannya Bunga (bukan nama sebenarnya) 9 tahun, warga Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman. 

Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan mengatakan perbuatan cabul tersebut dilakukan tersangka pada Senin (11/2) yang lalu. Kejadian tersebut berawal saat tersangka yang berprofesi sebagai tukang ojek menawarkan korban untuk diantar pulang ke rumah. Korban yang bersama dua orang siswi lainnya akhirnya bersedia diantar tersangka. 

Namun setelah dua orang siswi lainnya diantarkan ke rumah, korban rupanya tidak diantarkan langsung pulang. 

Bukannya berbelok ke arah rumah korban, tersangka justru memutar kendaraannya ke Bukik Caliak, tempat tersangka mencabuli korban. Di sana korban diturunkan dan diajak ke semak-semak untuk melihat monyet. Korban percaya dan ikut dengan tersangka.

Menurut Andry, korban sempat menangis saat tersangka melakukan perbuatan tersebut. Tersangka tidak menghiraukan dan tetap melakukan perbuatannya kepada korban.

"Saat tiba TKP, tersangka memaksa menanggalkan pakaian korban kemudian melakukan perbutan cabul kepada korban," jelasnya, Jumat (15/2) siang.

Usai melakukan perbuatan cabul tersebut, tersangka mengantarkan korban, namun tidak sampai depan rumah. Korban diturunkan sekitar 20 meter dari rumah korban.

"Setelah menerima laporan orangtua korban, kita lakukan penyelidikan dan didukung bukti yang cukup dan hasil visum, tersangka kita amankan," 
sebut Kapolres.

Tersangka terancam hukuman 15 tahun kurungan penjara sesuai pasal 81 ayat 1  dan pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penggati Undang-Undang tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang. (Nanda)