Polisi Tanah Abang Jemput Residivis Penculik Anak yang Ditangkap di Gandoriah
Residivis kasus penculikan anak saat diamankan di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Penyidik Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang,  Jakarta Pusat, periksa saksi kasus penculikan anak di Mapolres Pariaman, Sabtu (22/7).
       
Empat orang penyidik Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang tiba di Mapolres Pariaman pukul 11.00 WIB. Rombongan tersebut berangkat dari Jakarta sekitar pukul 08.00 wib menempuh perjalanan dari Jakarta-Padang menggunakan pesawat udara.
      
Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, Kompol Edison Harefa mengatakan, beberapa orang saksi diperiksa hari ini di Mapolres Pariaman. Sedangkan pelaku penculikan Hendra dan korban akan diperiksa di Mapolsek Metro Tanah Abang.
      
"Hari ini kami fokuskan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang menemukan pelaku dan korban di Pariaman," kata dia.
        
Ia mengatakan, pihaknya menerima informasi korban hilang pada 11 Juli 2018. Namun pihak keluarga korban baru membuat laporan polisi empat hari setelahnya pada 14 Juli 2018.
       
"Informasi anak hilang ini kita sebar ke seluruh kantor polisi di seluruh Indonesia. Akhirnya ada informasi dari Pariaman. Begitu kita koordinasi pelaku dan korban memang yang ada LP nya di Polsek Metro Tanah Abang," jelasnya.
        
Selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban, korban penculikan juga akan dilakukan visum. Hal itu untuk memastikan ada atau tidaknya perbuatan seksual yang dilakukan pelaku terhadap korban.
        
Penyidik juga akan melakukan pendalaman soal pelaku yang berdasarkan informasi merupakan residivis dalam kasus yang sama. Menurut Kompol Edison, pihaknya akan mencari laporan polisi atasnama pelaku pada kasus sebelumnya.
        
"Nanti kita minta ahlinya melakukan pemeriksaan. Kita akan sampai di sana nanti," imbuhnya.
         
Sebelumnya, Polres Pariaman amankan satu orang yang diduga pelaku penculikan anak. Pelaku bernama Hendra, 30 tahun, merupakan warga Kudu Gantiang Kecamatan V Koto Padangpariaman. Pelaku diamankan bersama korban Putri (bukan nama sebenarnya) 6 tahun, di Dermaga Pantai Gondoriah Kota Pariaman, Jumat (21/
7) pukul 18.00 WIB. (Nanda)
Perjuangkan Almameter, Alumni SMP 3 Pariaman Rumuskan Program Kerja
Pengurus Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Pariaman periode 2018-2021 foto bersama usai menggelar rapat kerja di Hotel Safari Inn Pariaman. (advertorial)
Pariaman ----- Rapat kerja Pengurus Alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Pariaman periode 2018-2021 digelar di Hotel Safari In, Pariaman, Sabtu (22/7). Rapat kerja tersebut untuk menyusun agenda kegiatan ikatan alumni SMP 3 Pariaman selama lima tahun ke depan.

Ketua Ikatan Alumni SMPA Negeri 3 Pariaman H Syahruddin. (advertorial)
Ketua Ikatan Alumni SMP 3 Pariaman H Syahruddin didampingi wakil ketua Ikatan Alumni SMP 3 Pariaman H Damsuar mengatakan, rapat kerja pertama juga difokuskan membentuk dasar pengelolaan organisasi Ikatan Alumni SMPN 3 Pariaman, di antaranya merumuskan badan hukum organisasi dan membentuk AD/ART organisasi.

Pembentukan kepengurusan ikatan alumni ini, lanjut Syahruddin, tidak terlepas dari keinginan anggota agar silaturahmi lintas alumni terwadahi dan kecintaan terhadap almamater sekolah yang berdampingan dengan Makodim 0308/Pariaman itu.
   
Dalam rapat kerja sejumlah program kerja pengurus Ikatan Alumni pun dicetuskan. Program tersebut dibentuk dan diusulkan sesuai dengan bidang atau divisi yang ada dalam organisasi Ikatan Alumni SMP 3 Pariaman.
   
Menurutnya, beberapa program yang akan direalisasikan di awal masa kepengurusan berhubungan dengan kepentingan organisasi ikatan alumni - almamater SMP 3 Pariaman - dan masyarakat Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. 
   
"Program bersentuhan dengan bidang sosial keagamaan, bidang pendidikan, bidang usaha, bidang seni dan budaya, bidang hubungan antar lembaga (HAL), bidang olahraga dan kesehatan, dan itu ada pengurus yang membidanginya masing-masing," jelas Syahruddin.
   
Di bidang sosial-keagamaan, kegiatan kepedulian antar sesama anggota juga difokuskan. Sebagai organisasi yang mandiri, Ikatan Alumni SMPA 3 memiliki keuangan sendiri yang dapat disalurkan untuk membantu sesama anggota alumni yang terkena musibah atau memerlukan bantuan. 
   
"Hal itu diwujudkan dengan bantuan dan dukungan sosial kepada anggota alumni yang terkena musibah, sakit ataupun pemberian santunan lainnya," kata dia.
   
Sementara di bidang pendidikan, pihaknya juga mengupayakan pemberian bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada siswa dan alumni SMP 3 Pariaman yang terkendala biaya saat menempuh pendidikan lanjutan.
   
Ditambahkannya, di bidang lain - yakni seni dan budaya - ikatan alumni akan membentuk sanggar kesenian yang dipusatkan di SMP 3 Pariaman. Sanggar ini, nantinya menjadi wadah bagi siswa SMP 3 Pariaman menuangkan kreatif dan minatnya dalam kesenian dan budaya.

Selain dukungan dalam bentuk biaya, siswa SMP 3 Pariaman juga akan diikutkan dalam bimbingan belajar (bimbel) dan dukungan penambahan mobilier untuk SMP 3 Pariaman - sesuai dengan kondisi keuangan organisasi alumni.

Menurutnya, dukungan dan perhatian terhadap generasi - khususnya siswa - di berbagai tingkatan, sangat diperlukan. Tantangan dan hambatan bagi siswa zaman ini jauh lebih berat. Program positif yang dibentuk dengan sasaran siswa SMP 3 Pariaman, salah satunya bertujuan untuk menjauhkan siswa dari arah dan kenakalan siswa.

“Dulu tantangan dan bentuk kenakalan siswanya yang begitu-begitu saja, paling-paling bolos atau tidak masuk sekolah. Tapi sekarang kerawanannya lebih menakutkan. Ancaman penyalahgunaan narkoba, belum lagi dampak negatif internet dan penggunan gawai. Ini justru jadi kekuatiran. Nah, dengan program yang juga sasarannya siswa, tentu kami harapkan hal negatif tadi jadi terjauhkan,” ulasnya.

Saat ini, kata dia, ratusan alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni SMP 3 Pariaman, telah memiliki posisi penting di lembaga pemerintahan dan swasta. Peran yang dimiliki masing-masing diperlukan untuk menyokong pembangunan.

"Tidak hanya sebatas berperan bagi almater SMP lagi, namun harus ikut berkontribusi membangun Padangpariaman dan Kota Pariaman," pungkasnya.
   
Sebelum digelarnya rapat kerja hari itu, kepengurusan alumni SMP 3 Pariaman telah melaksanakan reunian akbar pada 22 dan 23 Juni 2018 silam. Ratusan alumni yang tersebar dari seluruh angkatan - sejak tahun 1970 hingga 2018 berkumpul. (advertorial)
Herman si Penculik Anak Bawa Kabur Putri dari Tanah Abang ke Pariaman
Kapolres Pariaman saat beri keterangan pers di Mapolres, Sabtu (21/7). Foto/Nanda
Pariaman --- Herman, 30 tahun (sebelumnya ditulis 28 tahun), pelaku penculikan anak balita yang diamankan di Mapolres Pariaman, disebut dekat dengan keluarga korban.
      
Pasalnya pelaku berhubungan baik dan saling kenal dengan keluarga korban yang menetap di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.
     
Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan dalam keterangan resminya, Sabtu (21/7) menjelaskan, pelaku penculikan merupakan orang yang dikenal dan sering berinteraksi dengan keluarga korban. Pelaku dan keluarga korban merupakan pedagang di Tanah Abang. 


Herman saat diamankan polisi di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Dikatakannya, sebelum diculik dan dibawa kabur ke Pariaman, beberapa kali korban diajak pelaku pergi berbelanja. Namun yang terakhir, korban dibawa kabur ke Pariaman.
     
Dari keterangan pelaku, lanjut AKBP Andry, diketahui pelaku membawa korban dari Jakarta ke Pariaman menggunakan bus pada Minggu, 15 Juli 2018.
     
Setiba di Pariaman pelaku dan korban selalu berpindah-pindah. Terakhir posisi pelaku dan korban berada di Dermaga Pantai Gondoriah saat diamankan warga pada Jumat (20/7) kemarin.
     
"Pelaku ini dengan keluarga korban saling kenal, sama-sama berdagang di Pasar Tanah Abang. Korban beberapa kali diajak berbelanja. Awalnya diajak dan diantar pulang usai korban dibawa berbelanja dengan pelaku. Namun yang terakhir ini korban dibawa kabur ke Pariaman," ulasnya.
      
Dikatakannya, penyelidikan lebih lanjut kasus penculikan anak tersebut akan dilakukan pihak Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat.
       
"Saat ini rekan-rekan dari Polsek Tanah Abang sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Nanti pelaku dan korban akan dibawa ke Mapolsek Metro Tanah Abang," ulasnya.
        
Herman merupakan residivis kasus yang sama. Ia pernah menjalani hukuman di Lapas Klas IIB Pariaman dalam kasus yang sama, penculikan anak.
        
Sebelumnya, Polres Pariaman amankan Herman, 30 tahun warga Kecamatan V Koto Timur, Padangpariaman atas penculikan anak, Jumat (20/7) pukul 18.00 WIB di Muaro Pantai Gondoriah bersama korban, Putri (bukan nama sebenarnya), 6 tahun, warga Tanah Abang Jakarta. (Nanda)

Begini Tampang Pencuri Anak yang Diamankan Warga di Dermaga Gandoriah
H beberapa saat setelah diamankan polisi dan warga. Foto/Nanda
Pariaman ----- Polres Pariaman amankan H, 28 tahun, warga Kecamatan V Koto Timur, Padangpariaman, atas penculikan anak, Jumat (20/7) pukul 18.00 WIB.
      
Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasubag Humas Polres Pariaman AKP Sumiarti menerangkan, pelaku H diamankan di Muaro Pantai Gondoriah.

"Pelaku diamankan bersama korban, Putri (bukan nama sebenarnya), 6 tahun, warga Tanah Abang Jakarta," kata Kapolres di Pariaman, Sabtu (21/7).

Awalnya, pelaku diamankan karena kecurigaan warga dengan gerak-gerik pelaku yang sangat mencurigakan. Saat itu, H terlihat masuk ke dalam dermaga sambil menggendong korban.          

Warga yang saat itu berada di depan dermaga Gondoriah kian curiga ketika melihat pelaku dan korban saat H sambil membawa ember kecil dan kantong plastik. Pelaku dan korban terlihat meminta-minta uang kepada pengunjung di Dermaga Gondoriah.
       
"Kecurigaan warga kian bertambah saat menghampiri pelaku dan korban. Pelaku tidak bisa menjawab siapa nama ibu korban ketika ditanyai oleh warga," katanya.
        
Ia mengatakan, karena TKP penculikan anak berada di daerah Tanah Abang Jakarta, tersangka dan korban akan diserahkan ke pihak Polsek Metro Tanah Abang.
       
"Kita akan serahkan pelaku dan korban ke Polsek Tanah Abang untuk pemeriksaan lebih intensif. Kini kami masih menunggu penjemputan dari pihak Polsek Tanah Abang," pungkasnya. (Nanda)
September Nanti Jembatan Lubuak Tano Diprediksi Tuntas
Bupati Ali Mukhni meninjau perkembangan pembangunan jembatan Lubuk Tano jembatan Lubuk Tano, Buluh Kasok, Kecamatan VII Koto, Jumat (20/7)
Buluah Kasok ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mentargetkan jembatan Lubuak Tano sudah bisa dilalui kendaraan roda dua mulai minggu depan. Hal tersebut diungkapkannya saat meninjau perkembangan pembangunan jembatan Lubuak Tano, Buluah Kasok, Kecamatan VII Koto, Jumat (20/7).

Dengan memakai sandal jepit, Ali Mukhni memeriksa konstruksi jembatan dan pengecoran badan jembatan yang telah selesai dilaksanakan.

“Alhamdulillah, jembatan Lubuak Tano sudah dicor. Minggu depan sudah bisa dilalui sepeda motor,” kata Bupati Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Andri Satria Masri, di Buluah Kasok, Kecamatan VII Koto, Jumat (20/7).

Jembatan Lubuk Tano memiliki panjang lebih kurang 100 meter dengan lebar 8 meter. Jembatan itu menghubungkan dua kecamatan yaitu Padang Sago dan VII Koto. Peletakan batu pertama jembatan tersebut bahkan dihadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur pada 28 April 2017 lalu.

“Jembatan ini adalah kebanggaan Padangpariaman. Mimpi yang menjadi kenyataan, salah satu jembatan yang terindah di Sumatera Barat,” kata Ali Mukhni, salah satu kandidat terkuat Gubernur mendatang.

Jembatan ini akan memperpendek jarak sekitar 20 km antara Padangsago dengan VII Koto. Karena sebelumnya, masyarakat VII Koto mesti menuju Kota Pariaman jika ingin ke Padang Sago atau sebaliknya.

Pembangunan jembatan itu sendiri sudah direncanakan sejak Ali Mukhni menjabat sebagai Wakil Bupati periode 2005-2010. Namun karena keterbatasan dana, baru bisa diwujudkan tahun anggaran 2017.

Kabid Bina Marga Rahim Thamrin mengatakan, pembangunan jembatan Lubuak Tano dalam dua tahap penganggaran. Tahap pertama dialokasikan dana sebesar Rp6.170.129.000 pada 2017. Sementara di 2018 ditambah anggaran sebesar Rp12 miliar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.

“Bapak Bupati sangat gigih memperjuangkan anggaran untuk jembatan Lubuak Tano. Insya Allah, September nanti sudah bisa dinikmati masyarakat,” ujar Magister Teknik itu.

Masyarakat VII Koto sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan penghubung dua kecamatan itu. Bahkan sudah banyak dilihat langsung oleh perantau saat lebaran beberapa waktu lalu.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Ali Mukhni. Perjuangannya untuk pembangunan di Kec VII koto sangat luar biasa," kata Edi (25), pemuda setempat. (Tim)
Lima Kandidat Mengapung Untuk Calon Ketua PWI Padangpariaman
Keluarga Besar PWI Pariaman foto bersama usai Silatwapia 2015 lalu. Foto/dok.pariamantoday.com
Pariaman ----- Lima wartawan Pariaman menjadi kandidat calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Padangpariaman pada konferensi V tingkat daerah, yang akan diselenggarakan Sabtu, 28 Juli mendatang.
       
Kelima nama itu masing-masing Ikhlas Bakri, Darmansyah, Dedi Salim, Damanhuri, dan Agusriadi.
       
Ketua Panitia Konferensi V PWI Padangpariaman, Bustanul Arifin mengatakan, kelima nama tersebut mencuat berdasarkan hasil usulan dan penyampaian wartawan yang bernaung di PWI Pariaman.
       
Dikatakannya nama-nama yang mencuat tersebut, memiliki kemampuan dalam memimpin organisasi itu mendatang.
       
"Penentuannya tergantung keputusannya peserta konferensi besok ini," kata dia.
       
Sementara itu, adanya permintaan agar Ketua PWI Padangpariaman periode 2015-2018, Ihklas Bakri untuk kembali memimpin PWI untuk periode ketiga kalinya, adalah hal wajar-wajar saja.
    
"Saya belum melihat aturan bahwa untuk menjabat menjadi ketua PWI hanya boleh dua atau tiga periode, jadi bisa saja Ikhlas kembali menjadi ketua untuk ke tiga kalinya," ulasnya.
     
Terpisah, Ketua PWI Perwakilan Padangpariaman periode 2013-2018, Ihklas Bakri, mengatakan dirinya menyerahkan hasil konferensi tersebut terhadap wartawan yang tergabung di PWI Padangpariaman.
       
"Apapun hasilnya akan saya hormati sepanjang tidak melanggar aturan yang ada," pungkasnya. (Nanda)
PKPI Tidak Ikut Pileg 2019 di Padangpariaman
KPU Padangpariaman terima berkas bacaleg dari salah satu parpol. Foto/Nanda
Pariaman ----- Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tidak ajukan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Kabupaten Padangpariaman. 
     
"Dari 16 partai politik peserta pemilu 2019, hanya PKPI yang tidak ajukan bacalegnya. Hal tersebut dikarenakan pengajuan yang dilakukan diluar jadwal yang ditetapkan. Sedangkan PKPI mengajukan melewati 17 Juli 2018 pukul 24.00 WIB," ujar Ketua KPU Padangpariaman, Zul Naidi, Kamis (19/7).
       
Selain PKPI yang tidak mengajukan bacalegnya, 3 parpol juga tidak mengajukan bacaleg memenuhi kouta 100 persen atau 40 bacaleg.
      
Tiga parpol itu, yakni Partai Garuda hanya mengajukan 9 orang bacalegnya, Partai Berkarya mengajukan 11 orang bacaleg dan dan Partai Gerindra mengajukan 39 orang bacaleg.
       
"Dari total 16 parpol seharusnya ada 640 caleg yang didaftarkan. Namun hanya 539 caleg diajukan ke KPU. Dengan jumlah saat ini, kondisinya minus 101 orang bacaleg dari kouta 100 persen," rincinya.
       
Menurut Zulnaidi, 15 parpol telah mengajukan bakal calon dinyatakan memenuhi syarat pencalonan, sehingga diberitakan tanda terima pengajuan berkas. Namun, lanjut Zulnaidi, sejumlah dokumen kelengkapan calon legislatif harus dilengkapi.
      
"Saat ini seluruh berkasnya sedang kami lakukan verifikasi. Hasilnya dijadwalkan akan disampaikan pada 20 Juli 2018, masing-masing parpol harus melengkapi persyaratan calon," ulasnya. (Nanda)
Dinas Koperindagkop Pariaman Aktifkan Kembali Koperasi yang Vakum
Kepala Bidang Koperasi UMKM Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman, Alyendra. Foto/Dewi
Pariaman ----- Dinas Koperasi  Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Pariaman terus berupaya memajukan koperasi.

"Kami terus membina koperasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Kepala Bidang Koperasi UMKM Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman Alyendra, di ruang kerjanya, Kamis (19/7).

Ia berkata, perkembangan koperasi di Kota Pariaman cukup signifikan. Koperasi yang tidak aktif terus berkurang dari tahun sebelumnya.

Pada 2016 lalu, kata dia, tercatat 20 koperasi yang tidak aktif dan di 2017 tinggal 11 lagi koperasi yang tidak aktif. Dengan pembinaan, koperasi tidak aktif, bisa kembali diaktifkan.

“Kami selalu mengontrol semua kegiatan koperasi dan membenahi kelembagaannya. Apabila ditemui permasalahan, kami coba menyelesaikannya secepat mungkin agar koperasinya tetap berjalan,” sambungnya.

Untuk 2017, ada 72 koperasi di Kota Pariaman dengan jumlah anggota sebanyak 8.591 orang. Koperasi yang aktif tercatat 6, sedangkan yang tidak aktif ada 11 koperasi.

“Salah satu indikator koperasi tersebut aktif adalah dengan melaksanakan Rapat Anggaran Tahunan (RAT). Dan bulan ini sudah ada 39 koperasi yang telah melakukan RAT,” jelasnya.

Pada HUT Koperasi ke-71 April kemarin, Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman juga telah melakukan penilaian koperasi berprestasi. Pengumuman pemenangnya akan dilaksanakan saat Piaman Ekspo 2018 Agustus mendatang. (Dewi/OLP)
Pemko Pariaman Serahkan 59 SK PNS, 50 di Antaranya Bidan
Foto/Fadli
Pariaman ----- Sebanyak 59 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) terima SK PNS di Balaikota Pariaman, Kamis (19/7).

59 CPNS tersebut terdiri dari 50 Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan untuk di Dinas Kesehatan Kota Pariaman, 7 orang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh Pertanian di Dinas Pertanian Kota Pariaman dan 2 orang Lulusan Sekolah Tinggi Kementerian Perhubungan RI di Dinas Perhubungan Kota Pariaman.

Selain menerima SK, CPNS tersebut juga dilantik menjadi PNS berdasarkan SK Walikota Pariaman Nomor 822.12/041/KEP/WAKO-2018 tanggal 28 Juni 2018.

"Kepada saudara-saudari yang pada hari ini telah menerima SK PNS, telah dinyatakan lulus pendidikan dan pelatihan pra-jabatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata Asisten II Bidang Perekonomian Yanrileza.

Yanrileza mengatakan, pengangkatan CPNS sebagai PNS adalah sebuah apresiasi yang diberikan oleh pemerintah atas pengabdian dan loyalitas CPNS yang telah bertahun-tahun mengabdi.

Dengan diterimanya SK, kata dia, CPNS berarti telah memasuki babak baru dalam dunia pemerintahan. Ia mengimbau semua CPNS yang menjadi PNS bekerja dengan penuh tanggung jawab.

PNS sebut dia, harus menguasai tugas pokok dan fungsi di bidang masing-masing, bisa melihat peluang dan hambatan dalam menjalankan tugas yang diemban.

"PNS mengedepankan profesionalisme, kedisiplinan dan bekerja dengan penuh tanggung jawab," tuntasnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pariaman Irmadawani, mengatakan bahwa sebanyak 59 orang tersebut telah memenuhi masa percobaan.

"Memenuhi syarat dan dipandang cakap, sehat jasmani dan rohani oleh tim penguji kesehatan dan telah dinyatakan lulus pendidikan dan pelatihan pra jabatan untuk diangkat menjadi PNS," katanya. (Tim)
Pariaman Akan Berangkatkan 117 Calon Jamaah Haji
Dokumentasi kepulangan jamaah haji Pariaman 2016. Foto/istimewa
Pariaman ----- Musim haji 2018 Kota Pariaman akan memberangkatkan 117orang calon jamaah haji (CJH).

Dari 117 orang CJH tersebut, dua orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan satu orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). Sedangkan berdasarkan jenis kelaminnya, CJH pria sebanyak 45 orang dan wanita sebanyak 72 orang. 

Sedangkan CJH tertua berumur 75 tahun bernama Idris Bin Sawik dan yang termuda berumur 32 tahun bernama Wahyu Pratama Bin Yusmadi .

Kepala Bagian Kesra Setdako Pariaman Armaizal, mengatakan bahwa ada dua tahapan proses keberangkatan CJH oleh  Pemko Pariaman.

“Pemko Pariaman akan melepas keberangkatan calon jemaah haji secara resmi pada tanggal 25 Juli di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman, sedangkan tanggal 27 Juli akan diberangkatkan dari Halaman Balaikota Pariaman menuju asrama haji Padang,” ungkap dia di Pariaman, Rabu (17/7).

Rombongan diberangkatkan menggunakan tiga bus dan satu truk untuk membawa barang-barang CJH. Dan pada tanggal 28 Juli CJH akan diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Minangkabau untuk gelombang pertama kelompok terbang (kloter) 11.

Ia menuturkan, untuk keberangkatan CJH 2018, Pemko Pariaman telah menjalin kerjasama dengan Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman sejak 2009, di mana pemberangkatan  CJH ke embarkasi akan didanai oleh APBD Kota Pariaman. Proses pemulangan CJH ke Kota Pariaman pada 8 September mendatang.

"Sejak berdirinya Kantor Kemenag Kota Pariaman pada tahun 2005, jumlah jamaah haji yang mendaftar sampai sekarang sudah berjumlah 2.458 orang. Dan dari jumlah tersebut 835 orang telah melaksanakan ibadah haji," kata dia. (Tim)