Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.

Latest Post

[Penutupan Pesona Gandoriah 2017] Kementerian Dukung Pariwisata Pariaman

Written By oyong liza on Tuesday, 23 May 2017 | 19:19

Seremoni pembukaan mendatangkan penari dari 11 negara

Gandoriah -- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, menutup secara resmi rangkaian kegiatan Festival Pesona Gandoriah tahun 2017, Selasa (23/5/2017) sore, pukul 16.00 WIB di Panggung Utama Gandoriah.

Penyanyi Minang hibur wisatawan malam hari di Panggung Gandoriah


Sebelum penutupan dan penyerahan hadiah bagi para pemenang, lomba maelo pukek yang sempat tertunda selama dua hari, diperlombakan. Cuaca pagi hingga siang yang cukup mendukung, menjadikan lomba maelo pukek tontonan menarik bagi wisatawan.


model peragakan rancangan busana pada lomba baju kuruang basiba


Festival yang dihelat selama empat hari dari tanggal 19 hingga 22 Mei 2017 tersebut, dimeriahkan dengan enam perlombaan unik khas Pariaman. Di antaranya lomba masak kapalo lauak, lomba baju kuruang basiba, lomba maelo pukek, lomba lagu pariwisata, festival band dan lomba barganzi. Ribuan wisatawan memenuhi pentas Gandoriah baik siang maupun malam. 


Kaos #ayokepariaman buka stand di lokasi Pesona Gandoriah 2017


"Semua iven yang kita selenggarakan untuk meramaikan Pariaman. Mulai dari tingkat nasional seperti lomba fashion show, festival gandoriah, hingga iven taraf internasional yakni Tour de Singkarak dan Pariaman Triathlon. Pariaman Triathlon akan kita selenggarakan bulan November mendatang," ujar Genius.


Dewan juri memberikan penilaian
Genius menambahkan, ke depan, destinasi wisata pantai akan dikembangkan sepanjang garis pantai Pariaman yang membentang sepanjang 12 kilometer. Jika sekarang destinasi tematik baru dibangun sepanjang 4 kilometer dari Pantai Kata hingga Pantai Gandoriah, nantinya akan dirangkai dari Pantai Sunur hingga Pantai Nareh hingga batas kota dengan kabupaten. Pihak Kementerian Pariwisata menurutnya sangat mengapresiasi geliat wisata Pariaman dan tentu saja akan ikut melibatkan diri dalam pengembangannya.

"Kita bertekad menjadikan Pantai Pariaman sebagai destinasi wisata bahari di Sumatera Barat. Sepanjang garis Pantai Pariaman merupakan destinasi wisata menarik yang akan menonjolkan kelebihannya masing-masing," ungkap Genius.

Di samping itu, imbuh Genius, empat pulau yang menghadap pantai juga akan mendapatkan sentuhan. Jika sekarang hanya pulau Angsoduo dan Pulau Kasiak, ke depannya Pulau Ujuang dan Pulau Tangah juga akan dipercantik, seperti rencana pembangunan taman burung dan dermaga di Pulau Tangah.

Pulau Angsoduo, ucap Genius mesti memiliki tenaga listrik sendiri. Pihaknya secara langsung telah membuat proposal yang diserahkan langsung kepada Wamen ESDM Archandra Tahar agar membuatkan pembangkit listrik di Pulau Angsoduo.

"Mari kita doakan semoga terealisasi," kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Efendi Jamal, didampingi Kepala Seksi Pemasaran Nesa Prima Dewi, menyebutkan bahwa Pesona Gandoriah 2017 atau festival serupa yang ketiga, telah berhasil menghemat anggaran setengah dari tahun sebelumnya.

Jika tahun lalu melalui APBD dianggarkan Rp650 juta, pihaknya tahun ini mampu lebih mandiri dengan anggaran Rp340 juta ditambah sokongan dari para sponsor.
Festival juga berhasil melipatgandakan wisatawan yang berkunjung ke Pariaman.
 
"Dari enam perlombaan kita menyediakan total hadiah sebesar Rp35 juta," sebut Efendi Jamal.

Ia merinci, Rp8 juta untuk lomba maelo pukek, Rp12 juta untuk lomba baju kuruang basiba, Rp10 juta untuk festival band, Rp6 juta untuk lomba masak kapalo lauak dan Rp 6 juta bagi para pemenang lomba barzanzi.

Ia menambahkan, terkait berbagai lomba yang tidak diselenggarakan pada Pesona Gandoriah 2017, disebabkan panitia menginginkan variasi lomba di tiap tahun pelaksanaannya. Jika sebelumnya wisatawan menyaksikan lomba baruak mamanjek karambiah, lomba selaju sampan dan lomba layang-layang, maka tahun ini diganti dengan tema lainnya.

"Pesona Gandoriah menonjolkan lima segi yakni agama, budaya, seni, kuliner dan busana daerah. Semua lomba yang kita laksanakan saat ini memenuhi kelima segi tersebut," imbuh Efendi Jamal.

Dalam Pesona Gandoriah 2017, panitia mendatangkan penyanyi Minang Ipang. Kemudian juri lomba lagu minang Ujang Virgo, Sekri Budiman dan Novetre.

"Kita juga diliput oleh media nasional Trans TV dan seluruh media lokal di Sumatera Barat, baik cetak, elektonik dan media online. Tunjuannya untuk promosi wisata Pariaman secara masif dan menyeluruh agar Pariaman kian dikenal, baik tingkat nasional bahkan internasional," pungkasnya.

OLP

Terima Hibah dari Yayasan LP3ESIDA, Genius Berencana Bangun Universitas


Ampalu -- Yayasan Lembaga Pengembangan Pendidikan Penelitian Ekonomi, Sosial dan Budaya (LP3ESIDA) Sumatera Barat, serahkan tanah yayasan kepada Pemko Pariaman seluas 3,1 hektar yang berlokasi di Desa Ampalu, Pariaman Utara, dan bangunan beserta lahan Gedung Nasional yang berlokasi di Kelurahan Guguak, Pariaman Tengah yang sekarang merupakan Kampus STIE lama, Senin (22/5/2017).

Penyerahan oleh Ketua LP3ESIDA Baharudin didampingi dengan Ketua STIE SB Pariaman Nurtati dan Jajaran Pembina di STIE SB di Desa Ampalu, Pariaman Utara.

Awalnya tanah yang dihibahkan tersebut direncanakan untuk pembangunan kampus STIE SB Pariaman. Karena telah adanya lahan dan bangunan baru di By-pass, Jati yang lebih representatif dan megah, agar lahan hibahan itu lebih produktif, diserahkan ke Pemerintah Kota Pariaman.

"Agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Harapan kami agar tanah yang kami hibahkan bermanfaat bagi Pemerintah Kota Pariaman dengan menjadikannya sebagai tempat yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Baharudin.

STIE Sumbar adalah salah satu sekolah tinggi yang dinaungi oleh LP3ESIDA Sumbar, selain Aperta, Akop dan sekolah tinggi lainya. SMA/SMK swasta, termasuk SMA Manunggal yang ada di Pariaman juga di bawah naungan yayasan yang berdiri di zaman pemerintahan Bupati Anas Malik itu.

Pemerintah Kota Pariaman menyambut baik penyerahan hibah tersebut. Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan lahan dan gedung yang telah diserahkan itu akan dimanfaatkan pihaknya untuk pembangunan.

"Kita sangat mengapresiasi sekali apa yang telah orangtua kita lakukan, Bapak Baharudin yang dengan sukarela memberikan tanah yang telah mempunyai sertifikat ini kepada Pemko Pariaman," kata dia terharu.

Ke depan, ia mengatakan akan meneruskan apa yang menjadi cita-cita dari Baharudin, untuk membuat sebuah universitas di Kota Pariaman.

"Hal ini sejalan dengan apa yang kami inginkan. Walaupun saat ini pihak Kemenristekdikti RI masih belum membuka kesempatan di daerah untuk mengajukan sebuah universitas baru, kami akan terus berupaya dengan dibantu semua pihak mewujudkan hal itu," tandasnya.

Juned/OLP

Genius, Program KB Sukses Kendalikan Pertumbuhan Penduduk Pariaman


Pantai Kata -- Pemko Pariaman melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), gelar bulan bakhti IBI-KB-Kes dan Kampung KB tingkat Kota Pariaman dalam rangka HUT IBI ke-66. Kegiatan bertempat di taman Pantai Kata di Desa Taluka, Pariaman Selatan, Senin (22/5/2017).

Genius Umar dalam sambutannya mengatakan, pencanangan bulan bakhti tersebut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan masyarakat Pariaman yang sehat. Upaya pengendalian penduduk melalui program itu, kata dia telah memberikan pengaruh positif ke masyarakat dengan banyaknya keluarga KB aktif.

"Suksesnya tidak terlepas dari tanggung jawab kita bersama, terutama peran para bidan dalam memberikan pelayanan KB dengan edukasi tentang kesehatan ibu dan anak begitu pula dengan kesejahteraan keluarga memiliki keterkaitan satu dengan lainya," ungkap dia.

Ia menambahkan, pengendalian dan kesehatan penduduk sangat diperlukan untuk menciptakan penduduk yang berkualitas sehingga tidak menjadi beban keluarga dan pemerintah.

"Dengan dicanangkannya Kampung KB di Desa Tungkal Utara, Desa Kampung Baru Padusunan, Kelurahan Karan Aur dan Desa Taluak, dia harpakan mampu menjadi percontohan kegiatan KB bagi desa/kelurahan lainnya di seluruh Kota Pariaman.

Kepala Bidang Advokasi Penggerakkan dan Informasi BKKBN Provinsi Sumbar, Imran, menekankan pentingnya kerjasama dengan mitra terkait dalam mempelopori kampung KB, salah satunya dengan bidan. Karena antara bidan dan KB merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Bulan bhakti, sebut dia, untuk memberikan pelayanan secara gratis kepada masyarakat miskin di mana sasaran kegiatan adalah keluarga yang tidak mampu dengan pemasangan alat kontrasepsi metode kontrasepsi jangka panjang dengan metode operativ wanita, metode operativ pria, IUD dan mplan.

Ketua IBI Kota Pariaman Eva Yulia Delwita mengajak peserta untuk meningkatkan karya bhakti dalam melaksanakan tugas profesi sebagai bidan, dengan bekerja tulus ikhlas serta memberikan pelayanan terbaik demi tercapainya kesehatan masyarakat.

Phaik/OLP

Training ke Korsel, Begini Cara Fadhly Pantau Kinerja Dukcapil Padangpariaman

Muhammad Fadhly
Seoul - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padangpariaman memastikan standar pelayanan tetap berjalan seperti biasa sesuai SOP meski Kepala Dinas Dukcapil, Muhammad Fadhly sedang mengikuti pelatihan/kursus singkat di Seoul, Korea Selatan.

Pasca keberangkatan dia mengikuti training, pelaksana harian dijabat oleh sekretaris dinas, Martoni. Dalam wawancara via pesan media sosial, Muhammad Fadhly menjelaskan bahwa Dinas Dukcapil akan bisa berjalan on the track sesuai SOP, karena telah dilatih untuk itu.

"Instrumennya pun sudah tersedia dan tim kerja kami sudah dilatih sampai kepada hal-hal detail. Saya juga bisa melakukan pemantauan jarak jauh, baik via CCTV maupun kinerja para operator dari laporan-laporan hasil pekerjaan mereka berdasarkan user id masing-masing," ungkap Fadhly.

Fadhly menyebut bahwa hal yang mungkin menjadi keluhan bagi masyarakat adalah menunggu penandatanganan basah karena itu sudah diatur oleh undang-undang. Tetapi ini juga telah diatur dengan SOP, bahwa pelayanan tunda di saat kepala dinas berhalangan akan dikirimkan via pos ke alamat rumah masing-masing (delivery service) dengan semua biaya ditanggung oleh pemerintah daerah.

Dinas dengan rata-rata kunjungan 200 pelayanan setiap hari ini, juga menyediakan layanan pengaduan pada SMS nomor 08116943000 dan layanan yelepon pada 0751 93399.

Masyarakat dapat memanfaatkan sarana tersebut untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi. Misalnya pengurusan pindah yang datanya masih di perantauan --sementara sudah berdomisili kembali di kampung halaman-- dinas akan membantu memfasilitasi porses pindahnya.

Disinggung mengenai training ke Seoul, Korea Selatan, dia menjelaskan bahwa keikutsertaannya pada training itu berdasarkan Surat Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri yang memberikan kesempatan kepada 10 Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Indonesia di antaranya Padangpariaman, Belitung, DKI Jakarta, Kabupaten Bandung, Kota Semarang.

"Kami sedang mengikuti training Civil Registration and Vital Statistics (CRVS) and Nasional Identity Management System, e-Learning Course and e-Govenrment. Training ini dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan di bidang pencatatan sipil dan penerapan identitas tunggal yang saat ini telah berjalan yaitu KTP Elektronik. Banyak pengalaman yang bisa dijadikan pembanding untuk menjadi lebih baik dari negara-negara lain," tuturnya.

Terpisah, Bupatipadang Pariaman Ali Mukhni menjelaskan telah menerima surat pemberitahuan tentang keikutsertaan Kadisdukcapil pada diklat itu.

"Ini adalah penghargaan pemerintah atas prestasi pelayanan yang berkesinambungan dan kami mendorong semua ASN untuk meningkatkan kompetensi diri agar dapat bekerja secara profesional. Tidak cukup hanya dengan diklat penjenjangan, diklat teknis lain harus diikuti apalagi yang berstandar internasional dan dibiayai oleh Bank Dunia serta perguruan tinggi Korea Selatan seperti yang diikuti sekarang," ucap dia.

Ia menjelaskan bahwa sesuai Renstra Kabupaten Padangpariaman, pihaknya terus membenahi kualitas data kependudukan menuju e-Government yang lebih nyata dan mendukung Kabupaten Padangpariaman Smart-City.

Saat ini Dinas Kependudukan telah melangkah kepada fase ketiga yaitu pemanfaatan data kependudukan bagi kepentingan publik dan pembangunan khususnya dalam pengambilan kebijakan.

Dua fase sebelumnya adalah fase pendataan penduduk dan fase peningkatan kualitas data penduduk yang saat ini terus berjalan karena perkembangannya yang sangat dinamis.
Pada fase pemanfaatan data kependudukan, Dinas Dukcapil telah menyediakan data warehouse yang telah siap digunakan.

Dinas Dukcapil menghimbau OPD lain agar membangun aplikasi dalam setiap pelayanan baik internal maupun untuk masyarakat sehingga bisa tersambung dengan data kependudukan apabila layanan tersebut membutuhkan elemen data kependudukan.

"Kita akan terus melalukan percepatan untuk e-Government pada tingkat lokal di Kabupaten Padangpariaman dengan basis data kependudukan," pungkas Fadhly.

ASM

Ali Mukhni: Kebangkitan Nasional Memotivasi Aksi Nyata Pembangunan

Written By oyong liza on Monday, 22 May 2017 | 21:23


Paritmalintang -- Mengisi Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-109, Pemkab Padangpariaman lakukan percepatan pembangunan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Ali Mukhni selaku kepala daerah tidak ingin hari kebangkitan nasional hanya sebatas seremonial saja. Dalam artian, melakukan upacara pengibaran bendera dan setelah itu tidak ada pergerakan maupun perubahan sesudahnya.

"Kita menginginkan aksi bukan seremoni," ujar Ali Mukhni sebagaimana disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol, Andri Satria Masri.

Untuk itu kata dia Ali Mukhni berharap agar seluruh ASN Padangpariaman berbuat untuk percepatan pembangunan di 103 nagari yang ada.

Ia menyampaikan Pemkab Padangpariaman telah membuat kesepakatan dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam rangka pembangunan embung di Nagari Toboh Gadang​, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, saat kunjungan kerja Menteri Eko Putra Sandjojo beberapa waktu lalu.

"Embung ini nantinya dapat bernilai ekonomis sebagai salah satu destinasi wisata yang pada akhirnya dapat menciptakan multiflier effek ekonomi di tengah-tengah masyarakat," lanjutnya.

Sejalan dengan semangat Harkitnas, pemerataan pembangunan Indonesia yang berkeadilan sebagai wujud kebangkitan bangsa, Padangpariaman tengah gencar mewujudkan hal tersebut.

Seperti pembangunan Kawasan Tarok City di Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam merupakan bukti nyata pemerintah hadir untuk pembangunan. Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, sambungnya, telah menyediakan lahan seluas 697 hektar untuk institusi pendidikan tinggi di Sumatera Barat atau luar Sumatera Barat.

Tujuan dari pembukaan lahan untuk institusi pendidikan, kesehatan, diklat, dan sarana lainnya adalah semata mata untuk kesejahteraan masyarakat.

"Dengan dibangunnya Kawasan Tarok City ini, akan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama masyarakat sekitar area. Berbagai bisnis akan hidup dan berkembang seperti industri rumahan, kos-kosan, makanan dan UKM lainnya," ungkap Andri.

Terakhir, Andri menyampaikan himbauan Ali Mukhni kepada seluruh masyarakat Padangpariaman untuk bahu membahu, bergotong royong dan bekerja sama demi percepatan pembangunan.

Handre

Peringati Harkitnas, Genius Imbau Masyarakat Jangan Mau Diadu-domba


Wakil Walikota Pariaman Genius Umar pimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-109 tingkat Kota Pariaman, di halaman Balaikota Pariaman, senin (22/5/2017).

Hadir pada upacara Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo, Sekda Indra Sakti, Kepala BPS, Kepala Bank Nagari, Kepala SOPD, Kabag, Camat dan peserta upacara yang hadir.

Pada peringatanh Harkitnas ke-109 tahun ini, Genius mengatakan seluruh lapisan masyarakat harus terus membangkitkan kembali rasa nasionalisme, kebhinekaan dan NKRI, agar jangan mudah terpecah belah. Agar tidak mudah diadu-domba atas keberaneka-ragaman suku, agama, ras dan antar golongan.

"Rasa kebangkitan nasional, harus selalu kita gelorakan dalam diri kita, dan kita harus mengaplikasikannya dengan tindakan yang menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Genius Umar menyatakan, saat ini adalah zamanya digitalisasi, karena itu, sudah saatnya untuk mempersiapkan segala sarana dan prasarana penunjang untuk menuju era yang serba digital itu.

"Kita tingkatkan sumber daya manusia pada segala struktur yang ada, sehingga apa yang kita cita-citakan dengan adanya era digitalisasi, semakin memangkas birokrasi dan akan semakin transparan," tutupnya.

Juned

Tentukan 1 Ramadhan, 27 Mei Syatariah Padangpariaman Maniliak Bulan


Pakandangan -- Ulama Syatariyah Padangpariaman difasilitasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Padangpariaman, memutuskan maniliak (melihat) bulan 1 Ramadhan 1348 H, pada hari Sabtu tanggal 27 Mei 2017 mendatang.

Bila bulan sudah terlihat sebelumnya, Jumat (26/5/2017), secara mutawatir, dapat diterima. Kemudian bulan yang  dilihat dimusyawarah pada kadhi di masing-masing daerah.

Demikian antara lain keputusan muzakarah ulama Syatariyah Padangpariaman tentang ru’yatul hilal penentuan awal Ramadhan 1438 Hijriyah, Sabtu (20/5/2017) di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Pakandangan. 

Muzakarah Ulama Syatariyah dihadiri lebih dari 60 ulama Syatariah Padangpariaman, Ketua Syatariyah Sumbar, Riau dan Jambi Ismet Ismail Tuanku Mudo, Ketua MUI Padangpariaman Syofyan Tuanku Bandaro, pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Padangpariaman dan ulama Syatariyah lainnya.

Ali Munar Tuanku Mulie dari pesantren Luhur Ampalu Tinggi, menyebutkan, hasil musyawarah kadhi tersebut disampaikan kepada jamaah agar besoknya berpuasa. Selain itu, hasil musyawarah  tersebut juga boleh disampaikan  melalui sarana lainnya seperti telepon dan sms.

“Kalau bulan masih tidak kelihatan pada petang Sabtu tersebut, maka 1 Ramadhan sebagai awal puasa langsung dilaksanakan saja pada Senin-nya (29/5),” kata Ali Munar membacakan keputusan muzakarah.

Sebelum diputuskan, peserta muzakarah melontarkan tiga hari yang berbeda waktu melihat bulan. Masing-masing pada Kamis, Jumat dan Sabtu. Masing-masing pengusul memberikan argumentasi kapan melihat bulan dilaksanakan.

“Setelah mendengarkan berbagai pendapat, komentar dan pandangan dari peserta, ulama-ulama senior, pimpinan pesantren, akhirnya kita sepakat melihat bulan pada Sabtu tersebut,” kata Ali Munar.

Ketua PCNU Padangpariaman Masrican Tuanku M Basa menyebutkan, belajar pada peristiwa memulai 1 Ramadhan tahun lalu. Melihat bulan dilaksanakan pada Selasa, sedangkan Senin petang bulan sudah terlihat.

"Dari saran dan masukan sejumlah ulama kepada kami, agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi. Maka menjelang pelaksanaan melihat bulan 1 Ramadhan tahun ini, PCNU menyelenggarakan muzakarah ini," kata dia.

Ia berharap melalui muzakarah dapat disepakati kapan pelaksanaan melihat bulan. Alhamdulillah, keputusan muzakarah sudah disepakati,” kata Masrican.

AT
 

Pemkab Padangpariaman Launching Sippera


Paritmalintang -- Sekretaris Daerah Padangpariaman Jonpriadi, launching Sistem Informasi Perencanaan Penggangaran (SIPPERA) di Hall IKK, Paritmalintang, Senin (22/5/2017).

SIPPERA merupakan perangkat lunak (aplikasi) yang dikembangkan dengan tujuan untuk membantu Pemkab Padangpariaman untuk mewujudkan pengganggaran yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel. Tujuan jangka panjang aplikasi ini sendiri adalah dapat dikembangkan dalam skala kabupaten dan disinkronkan dengan Sistim Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA) yang telah diimpelentasikan sejak tahun 2008 lalu.

Sekda Jonpriadi memuji SIPPERA yang dirancang oleh Kabag Perencanaan Keuangan (Rankeu) Armeyn Rangkuti itu. Ia berharap aplikasi tersebut dapat segera dijalankan untuk jangka panjang dalam skala Kabupaten.

“Secara pribadi, kami sangat senang dan bangga dengan aplikasi ini. Namun, kami sangat berharap setiap aplikasi yang dibuat dan dilaunching segera diterapkan dan dilanjutkan penerapannya. Jangan hanya sebatas sekedar memenuhi tuntutan proyek perubahan dalam Diklatpim,” kata dia.

Armeyn Rangkuti pada kesempatan itu menjelaskan latar belakang ide pembuatan aplikasi SIPPERA. Mantan Kabag Umum itu mengatakan bahwa banyaknya program kegiatan di sekretariat daerah yang tidak sesuai dengan visi-misi OPD --bahkan berdempet dengan OPD lain-- menjadi kekurangan dari sistem perencanaan yang masih menggunakan sistem manual. Selain itu, jelasnya, Kementerian Komunikasi dan Informasi juga meminta setiap daerah untuk menggunakan sistem pengangaran berbasis eletronik dan online.

“Berangkat dari permasalahan tersebut, timbul ide dari kami bagaimana perencanaan pengganggaran yang manual ditinggalkan dan beralih dengan penggunaan sistem eletronik. Perencanaan pengangaran melalui teknologi informasi kami beri nama Sippera,” ujar Armeyn.

Armeyn menjelaskan beberapa manfaat pengunaan aplikasi SIPPERA, diantaranya perencanaan pengganggaran sesuai dengan visi misi OPD, perencanaan pengganggaran sesuai dengan program dan kegiatan OPD dan hasil Musrenbang, program dan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing bagian, efisiensi waktu penyusunan perencanaan pengganggaran dan menghemat pengeluaran operasional, serta dapat diinput dimana saja oleh operator.

"Saya berharap aplikasi SIPPERA itu dapat dijalankan secara maksimal dan penggunaanya dapat ditingkatkan ke level perencanaan kabupaten," sebutnya.

  
Rescy

Akan Masuki Tahapan Pilkada Pariaman, KPU Gelar Audiensi dengan DPRD


Mangguang -- Pimpinan bersama segenap anggota DPRD​ Kota Pariaman menerima audiensi KPU Kota Pariaman, Senin (22/5/2017) di ruang kerja Ketua DPRD Kota Pariaman. Rombongan dari KPU dipimpin oleh Ketua Boedi Satria bersama seluruh anggota dan beberapa staf dari sekretariat KPU. Audiensi terkait dengan pimilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Kota Pariaman.

Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, mengatakan pihaknya sangat mendukung dan mendorong KPU dalam mensukseskan pesta demokrasi Pilkada serentak tahun 2018 di Kota Pariaman. Bentuk dukungan itu pihaknya melalui badan anggaran bersama pemerintah, sudah menyetujui anggaran yang diajukan oleh KPU.

"Kita ingin pemilihan kepala daerah di Kota Pariaman ini berjalan dengan lancar dan sukses. Makanya kita sepakat menyetujui seluruh anggaran yang diusulkan oleh KPU sesuai kebutuhannya sebesar Rp14,3 miliar," ujar Mardison.

Selain itu pihaknya juga mengapresiasi langkah KPU melakukan audiensi ke legislatif. Menurut politisi Golkar itu dengan adanya audiensi ini, dewan mengetahui apa saja tahapan yang dilakukan KPU dan dewan juga akan bisa menjelaskan ketika ada masyarakat yang bertanya.

Sementara itu Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria, menyampaikan pihaknya masih menunggu draf rancangan undang-undang​ pemilu yang sedang dibahas dan disahkan oleh DPR --baru tahapan dimulai. Namun walaupun demikian dia bersama devisi, sudah mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan tahapan Pilkada yang akan dilalui. Agar ketika peraturan perundang-undangan itu disahkan, KPU bisa langsung bekerja.

"Pilkada serentak akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 dan Pileg (pemilihan legislatif) dilaksanakan serentak dengan pilpres (pemilihan presiden) pada tanggal 14 Juni 2019. Tahapan ini baru draf rancangan undang-undang yang sedang dibahas oleh pansus DPR, belum disahkan," ujar Boedi.

Sesuai draf itu Pilkada serentak se-Indonesia akan dilaunching pada tanggal 14 Juni 2017. Kalau undang-undang nya sudah disahkan dan diparipurnakan, imbuh Boedi, KPU Kota Pariaman sudah bisa langsung bekerja melakukan tahapan Pilkada.

Disebutkan, sesuai ketentuan bahwa untuk calon walikota dan wakil walikota Pariaman yang maju melalui jalur Partai Politik, membutuhkan 4 kursi di legislatif dan untuk calon perseorangan membutuhkan dukungan sebanyak 5.905 KTP.

Doni

Genius Imbau Warga Pariaman Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan


Cimparuah -- Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan empat (4) konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia menjadi jawaban dari permasalahan kebhinekaan yang terjadi belakangan ini.

Menurut Genius, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI yang merupakan unsur kesepakatan dan komitmen bersama anak bangsa yang menjadi pilar atau pondasi berdirinya Indonesia.

"Komitmen bersama yang sejak awal dirumuskan oleh pendiri bangsa mesti kita terus jaga. Jika semua masyarakat komitmen dengan konsensus ini, tidak akan ada permasalahan yang akan muncul," ujarnya saat membuka kegiatan sosialisasi 4 konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kepada pelajar dan mahasiswa se Kota Pariaman, Senin (22/5/2017) pagi.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Kantor Kesbangpol Kota Pariaman itu, Genius menyebut keberagamaan yang dimiliki memiliki potensi kerawanan. Ancaman dis-integrasi kebangsaan, konflik SARA dan gerakan radikalisme dan saparatisme yang dapat tumbuh subur, ditegaskannya tidak terjadi di Kota Pariaman.

Kondisi tersebut seolah membuktikan bahwa masyarakat di Kota Pariaman memiliki komitmen tinggi terhadap 4 konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun tidak terhadap potensi yang dapat merusak konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara di Kota Pariaman, sebagai pencegahan kegitan sosialisasi 4 konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara penting untuk dilakukan secara terus menerus.

"Alhmadulillah di kota ini tidak ada hal yang menjurus terjadinya konflik SARA atau aktivitas radikalisme. Ini memperlihatkan bahwa warga kita memiliki komitmen kehidupan berbangsa dan bernegara," ulasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau pelajar dan mahasiswa se-Kota Pariaman untuk terus menjaga komitmen bersama kehidupan berbangsa tersebut.

Ketua Pimpinan Daerah MUI Kota Pariaman, Syofyan Jamal mengatakan bahwa sikap cinta terhadap tanah air merupakan bangian dari keimanan. Sikap ini memiliki konsekwensi mencintai seluruh masyarakat Indonesia tanpa membendakan asal-usulnya.

"Jangan mencari perbedaannya, namun carilah persamanaan di antara banyak perbedaan. Inilah cara kita menjada persatuan dan komitmen bersama tadi itu. Namun jika perbedaan yang kita tonjolkan, tentu kerawanan konfliklah yang akan muncul," paparnya.

Sebagai bagian dari keimanan, sikap cinta tanah air harus ditanamkan semenjak dini, dimulai dari pelajar semenjak dini.

Nanda

Topik Terhangat

postingan terdahulu