KPU Pariaman Seleksi Tenaga Bantu

Air Santok --- Sebanyak 11 orang peserta seleksi tenaga outsourcing KPU Kota Pariaman hari ini menjalani seleksi kompetensi dan wawancara di kantor KPU Kota Pariaman, Senin (25/9) pagi.

Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria menjelaskan, 11 orang peserta tersebut sebelumnya telah menjalani seleksi administrasi dan seleksi tertulis hingga lolos untuk mengikuti ujian kompetensi dan wawancara.

Peserta seleksi  yang mengikuti seleksi tahapan ini akan diuji kompetensinya dalam menggunakan dan menguasai komputer serta teknologi informasi. Peserta lainnya juga akan diuji keterampilannya di bidang jurnalistik serta humas dan keprotokoleran. Usai menjalani seleksi kompetensi, peserta secara maraton langsung menjalani seleksi wawancara dengan komisioner KPU Kota Pariaman.

"Ujian kompetensinya sesuai dengan formasi yang di daftar. Jika bidang Humas dan Keprotokoleran, tentu diuji kemampuanya menjadi MC atau kehumasan yang lainnya," ujarnya.

Perekrutan tenaga outsourcing tersebut dilakukan untuk mengimbangi meningkatnya beban kerja KPU Kota Pariaman menyelenggarakan dua agenda demokrasi yang dihelat bersamaan. Pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 bersamaan pelaksanaannya dengan tahapan pemilu legislatif 2019 mendatang.

Dengan adanya 6 orang tenaga outsouching yang nantinya dinyatakan lulus seleksi, diharapkan KPU Kota Pariaman dapat mengimbangi padatnya kegiatan dan rapinya pengadministrasian selama digelarnya pilkada 2018 dan pileg 2019 mendatang.

"Meningkatanya beban kerja tentu harus diimbangi dengan penambahan sumber daya manusia. Jika tidak, dengan padatnya kegiatan, kita kuatir kita akan keteteran," ulasnya.

Dikatakannya, hasil seleksi tahapan ini akan ditetapkan pada rapat pleno internal Rabu (27/9) mendatang. Selanjutnya 6 orang peserta yang lulus akan menandatangi kontrak kerja pada Oktober 2017 hingga akhir kontrak kerja pada Desember 2018 mendatang.

"Bagi tenaga kontrak yang kinerjanya baik, kita akan usahakan untuk diperpanjang kontraknya untuk pemilu legislatif 2019 mendatang, sesuai dengan ketersediaan anggaran," pungkasnya. (Nanda)
Harganya Terjun Bebas, Padangpariaman Berniat Dirikan Pabrik Saos Pepaya
Bupati Ali Mukhni menyapa seorang petani pepaya yang sedang istirahat di pondoknya di Batu Kalang, Padang Sago, Sabtu (23/9).
Padangsago --- Bupati Ali Padangpariaman Mukhni mengatakan potensi buah pepaya di Padangpariaman sangat menjanjikan. Didukung dengan tanah yang subur, buah pepaya yang dihasilkan memiliki kualitas ekspor. Guna meningkatkan harga jual, Ali Mukhni mengupayakan adanya suatu industri pengolah pepaya di provinsi Sumbar.

"Padangpariaman salah satu daerah produsen pepaya di Indonesia. Jadi, layak didirikan industri pengolahan yang berskala nasional," ujar Bupati Ali Mukhni saat menyusuri kebun pepaya di Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, Sabtu (23/9/2017).

Terpisah, Senin (25/9), di Pariaman, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Hendra Aswara, membenarkan bahwa sudah saatnya Padangpariaman memiliki industri pengolahan pepaya. Seperti pabrik pembuatan saos, yang dirasa memiliki pangsa pasar yang luas seiring berkembangnya pusat-pusat kuliner dan rumah tangga.

"Selama ini masyarakat menjual pepaya dengan harga murah ke Riau, Kepri, Sumsel, Lampung hingga Pulau Jawa. Apabila pepaya diolah menjadi saos tentu akan bernilai jual tinggi," kata mantan Kabag Humas itu.

Saat ini karena pengaruh cuaca ekstrim, kata Hendra, harga jual pepaya hanya seribu per kilogram. Sebelumnya harga jual bisa mencapai Rp2 ribu. Artinya, perlu upaya membantu petani untuk memaksimalkan hasil kebun pepaya tersebut.

"Kita sedang penjajakan dengan investor dan juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian mengenai pendirian pabrik Pepaya di Padangpariaman," ujar kepala dinas termuda di Sumbar itu.

Ia berkata, luas kebun pepaya di Padangpariaman lebih kurang 7 ribu hektare yang tersebar di beberapa kecamatan antara lain Batang Anai, Lubuk Alung, Patamuan, Padang Sago,VII Koto dan 2x11 Enam Lingkung.

"Kita butuh pabrik pengolahan pepaya untuk meningkatkan kesejahteran petani," ujar jebolan STPDN angkatan XI itu. (Tim)
30 September, Pariaman Gelar Nonton Akbar Film G30S PKI
Poster Film G30S/PKI. Foto Istimewa
Pariaman --- Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengatakan film sejarah pemberontakan G30S/PKI perlu diputar kembali di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman agar ASN memahami sejarah G30S/PKI.

"Ada ASN kita yang masih muda atau kelahiran 90an yang mungkin belum mendapatkan pelajaran sejarah tentang G30S PKI atau menonton filmnya. Dengan kembali diputar film G30S PKI, mereka akan memahami sejarah tersebut,'' ujarnya usai nonton bareng film sejarah G30S PKI di Aula Balaikota Pariaman, Senin (25/9/2017) pagi.

Memahami fakta sejarah tentang peristiwa G30S PKI, kata dia, salah satunya dengan menonton film G30S PKI guna mencegah masuknya paham komunis yang saat ini dengan mudah disebarkan melalui media sosial.

"Nonton bareng ini medianya untuk memahami sejarah G30S PKI. Jika masyarakat sudah memahami PKI sebuah ancaman, maka inilah langkah penangkalnya," sebutnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah menjelaskan pihaknya siap memfasilitasi nonton bareng dengan memberikan file sejarah film G30S PKI. Film yang ditonton terlebih dahulu dilakukan proses editing dengan menghilangkan adegan kekerasan dan penyiksaan yang dialami oleh Jenderal TNI kala itu.

Hermawansyah menegaskan film sejarah G30S PKI jelas fakta bukan rekayasa seperti yang diungkapkan pihak-pihak tertentu yang mengingingkan komunis hidup kembali.

"Terdapat indikasi pihak-pihak yang ingin memutar balikkan fakta sejarah tentang sejarah PKI seolah-olah PKI menjadi korban dalam peristiwa kelam yang berakhir pada 1 Oktober 1965 itu," tegasnya.

Ia mengatakan, TNI dan masyarakat yang menjadi korban G30S PKI memastikan tidak pernah dendam dengan pihak-pihak yang melakukan pemberontakan G30S ataupun keluarga saat ini. Namun pemutaran film sejarah G30S PKI, lebih tepat untuk merecall ingatan masyarakat bahwa di Indonesia pernah terjadi peristiwa kelam pemberontakan.

"Perintah pemutaran kembali film G30S PKI hanyalah untuk mengingatkan kembali sejarah bahwa Indonesia pernah mengalami peristiwa kelam. Tidak ada unsur dendam dan masyarakat sudah berbaur utuh," pungkasnya.

Untuk menyeberluaskan film tersebut, rencananya masyarakat kota Pariaman akan menggelar nonton akbar film sejarah G30S PKI yang akan diikuti oleh pelajar se kota Pariaman pada tanggal 30 September 2017 mendatang. (Nanda)
Jemaah Haji Pariaman Tiba di Tanah Air, Satu Orang Meninggal di Tanah Suci

Pariaman --- Jemaah haji kelompok terbang (kloter) 15 tiba di tanah air menggunakan pesawat Garuda. Kloter 15 tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Sabtu siang (23/9), membawa pulang sebanyak 384 jemaah haji usai menunaikan ibadah haji di Makkah. Kloter 15 terdiri dari jemaah haji Pariaman, Padangpariaman dan Padang.

Dari 384 jemaah kloter 15, 116 di antaranya berasal dari kota Pariaman yang berangkat ke Tanah Suci sejak 12 Agustus 2017. Tercatat satu orang jemaah haji Pariaman meninggal dunia saat menunaikan haji, total kembali ke Tanah Air menjadi 115 orang.

Jemaah haji disambut oleh di BIM oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman saat menyambut jemaah haji yang baru turun dari pesawat memberikan uacapan selamat kepada seluruh para haji yang kembali ke tanah air usai menunaikan rukun islam kelima itu.

“Terkhusus bagi jemaah yang keluarganya wafat di tanah suci. Saya atas nama pribadi, keluarga dan atas nama Pemerintah Kota Pariaman menghaturkan duka yang mendalam dan bagi keluarga semoga tabah dalam menghadapi cobaan. Semoga para jemaah haji yang menunaikan haji menjadi haji yang mabrur,” singkat Mukhlis Rahman.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Kota Pariaman Muhammad Nur mengatakan, untuk penjemputan jamaah haji dari kota Pariaman oleh para keluarga dipusatkan di Balaikota Pariaman.

Pertimbangan itu diambil karena kondisi jemaah agar tidak terlalu lelah setelah tiba di tanah air dan menuju asrama haji Padang.

Rombongan jemaah haji kota Pariaman berangkat menuju Pariaman dari asrama haji Padang dikawal langsung oleh Patwal dari Satlantas Polres Pariaman dan Dinas Perhubungan Kota Pariaman. Rombongan sampai di Pariaman pada pukul 18.00 WIB. (Phaik)
Festival Gandang Tasa Tingkat SD Semarakan Gandoriah Jelang Tabuik

Gandoriah --- Masuki bulan Muharam dan masih dalam rangkaian pesta budaya Tabuik 2017, Pantai Gandoriah disemarakan oleh festival gandang tasa tingkat sekolah dasar/sederajat, diikuti oleh 50 pelajar di Pentas Seni Gandoriah, Sabtu (23/9).

"Kesenian khas daerah harus dapat kita jaga, pelihara dan lestarikan selalu. Karena kalau bukan kita yang melestarikannya, maka kesenian kita akan kalah dari kesenian luar yang masuk, sehingga kearifan lokal yang kita punya tidak dapat kita pertahankan," ungkap Walikota Pariaman Mukhlis Rahman saat membuka acara.

Ia mengatakan festival gandang tasa juga bertujuan untuk melestarikan gandang dan tambuanya, sehingga kesenian itu tetap terjaga dan terpelihara, selalu ada sepanjang masa.

Gandang tasa kreasi, kata dia, memberikan wahana kreatifitas bagi anak-anak, sehingga mereka mampu berkreasi dan melakukan improvisasi sesuai bakat dan kemampuannya masing-masing.

“Digelarnya acara ini secara tidak langsung akan menimbulkan kecintaan terhadap budaya, sekaligus merupakan salah satu bagian dari upaya kita untuk menggali dan menggalakkan kembali kesenian tradisional yang ada di daerah kita, sekaligus memberikan ruang positif bagi anak-anak,” tutupnya.

Gandang tasa kreasi menambilkan berbagai macam atraksi dan penambahan gubahan yang kian menarik penampilan masing-masing mereka. (Juned)
Lomba Lari 5K Tingkat Pelajar Diulang Karena Salah Rute
Dandim 0308 Pariaman Letkol ARH Hermawansyah berfoto bersama dengan para pemenang lomba lari 5K untuk putra antar pelajar se kota Pariaman
Pantai Kata --- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman menggelar ulang lomba lari 5K tingkat pelajar se kota Pariaman di Pantai Kata, Minggu (24/9/2017).

Acara yang seharusnya bersamaan dengan lomba lari 10K tingkat umum---yang dilaksanakan minggu lalu (17/9)---terpaksa diundur dan dilaksanakan ulang hari ini karena banyak peserta yang tidak memahami rute yang ditetapkan panitia. Akibat peserta salah rute, perlombaan dihentikan saat itu.

Lomba lari marathon tingkat pelajar tersebut mengambil start dan finish di Pantai Kata. Ratusan peserta memeras keringat dengan jarak tempuh yang telah ditentukan oleh panitia.

Al Ali Riando dari SMK Negeri 3 Pariaman berhasil meraih podium utama dengan catatan waktu 16,40 menit, disusul tempat kedua dengan catatan waktu 16,57 oleh Fahrizal Fajar dari SMA Negeri 2 Pariaman. Sedangkan juara ketuga diraih oleh Hamiko dari SMA Negeri 1 Pariaman, catatan waktunya 17,04 menit.

Sedangkan posisi empat besar diraih oleh Rolly Wilepi dari SMP Negeri 1 Pariaman, peringkat 5 Febry Ardiansyah, peringkat 6 Ahmad Fadli dan peringkat 7 Ilham Kamedi dari SMK Negeri 3 Pariaman. Posisi 8 besar diraih oleh Farid Sahni Adli dari SMP Negeri 3 Pariaman.

Untuk tingkat putri, juara pertama diraih oleh Silsy Rintri Ramadhani dari SMP Negeri 3 Pariaman dengan catatan waktu 21,20 menit, disusul oleh Nadia Rahmi dari SMA Negeri 5 Pariaman terpaut 1,2 menit, yaitu 22,22 menit. Sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Intan Yulianti Putri dari SMK Negeri 3 Pariaman dengan perolehan waktu 22,26 menit.

Sementara peringkat 4 besar oleh Monica Silvana dari SMA Negeri 4 Pariaman, peringkat 5 oleh Lidia Kumala Dewi dari SMA Negeri 3 Pariaman, peringkat 6 oleh Nanda Hanjelina dari SMP Negeri 6 Pariaman, peringkat 7 oleh Nela Amanda dari SMP Negeri 3 Pariaman dan peringkat 8 oleh Mutiara Putri Ramadhani dari SMA Negeri 3 Pariaman.

Kepala Dinas Dikpora Kanderi mengungkapkan lomba marathon 5K tingkat pelajar dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Kota Pariaman, sekaligus HUT TNI ke-72.

"Karena itu kita bersinergi dengan Kodim 0308 Pariaman. Sebelumnya kita juga menggelar lomba futsal antar instansi dan BUMN/BUMD, dan nanti kita akan menggelar sepakbola Liga Pelajar Indonesia (LPI) tingkat Kota Pariaman di pertengahan bulan Oktober mendatang,” katanya. (Juned)
Anggota KPU Usulkan Pemilihan Ketua OSIS Dilakukan Serentak Mirip Pilkada

Pariaman --- Koordinator Divisi Perencanaan Program dan Data KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi, mengusulkan agar pelaksanaan pemilihan ketua OSIS tingkat SMA di kota Pariaman dilaksanakan secara serentak Layaknya pelaksanaan Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang. Pemilihan ketua OSIS di 10 sekolah SMA dan SMK se kota Pariaman digelar serentak dalam setiap tahapannnya.

"Kita akan usulkan agar pemilihan ketua OSIS SMA di kota Pariaman digelar secara serentak. Program ini sangat tepat untuk sosialisasi pilkada dan pendidikan politik kepada pelajar," ujarnya.

Pengalihan kewenangan pengurusan dan pengawasan SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang berimplikasi pada keseragaman kurikulum dan jadwal sekolah, kata dia akan memudahkan penerapan pelaksanaan pemilihan ketua OSIS serentak di tingkat SMA.

"Tidak hanya di kota Pariaman, pemilihan ketua OSIS tingkat SMA menggunakan mekanisme tahapan pilkada dapat diterapkan SMA di seluruh Sumatera Barat," imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa KPU Kota Pariaman siap mendampingi atau menjadi konsultan bagi panitia pemilihan ketua OSIS SMA di kota Pariaman yang ingin menerapkan tahapan pelaksanaan pilkada dalam pemilihan ketua OSIS di sekolah masing-masing.

Saat ini, sebut Alfiandri, pemilihan ketua OSIS dengan mekanisme tahapan pilkada baru diterapkan di SMA Negeri 2 Pariaman. Sekolah itu telah melaksanakan tahapan pemungutan dan penghitungan suara. Tahapan itu akan dilanjutkan dengan rekapitulasi.

"Di SMA 2 Pariaman telah dilaksanakan tahapan pemungutan dan penghitungan suara dan akan lanjutkan dengan tahapan rekapitulasi yang dilaksanakan oleh panitia," sambungnya.

Ia berkata, dari hasil analisa sementara pelaksanaan pemilihan ketua OSIS menggunakan mekanisme dan tahapan pilkada di SMA Negeri 2 Pariaman, berjalan dengan lancar tanpa kendala.

"Meskipun tahapan pilkada sesungguhnya menelan waktu berbulan bulan, namun pada pelaksanaan pemilihan ketua OSIS disesuaikan dengan waktu yang ada di sekolah, yaitu satu bulan. Dan hasilnya sangat baik bagi pendidikan politik sekaligus sosialisasi pilkada kepada pelajar," katanya.

Ia berharap usulan agar pemilihan ketua OSIS SMA dilakukan secara serentak dapat dilakukan di tahun 2017 ini.

"Kegiatannya sekaligus sosialisasi tentang pilkada, jadi sangat tepat jika bisa dilaksanakan dalam tahun ini," pungkasnya. (Nanda)
Kunjungi DPRD, Ini Pesan Dewan ke Panwaslu Kota Pariaman

Mangguang --- DPRD Kota Pariaman terima audiensi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pariaman, Jumat (22/9/2017) kemaren. Audiensi itu dalam rangka silaturahmi dan perkenalan diri dari anggota Panwaslu yang baru saja dibentuk.

Audiensi disambut oleh Ketua DPRD Mardison Mahyuddin dan Wakil Ketua Syafinal Akbar didampingi Ketua Komisi I Riza Saputra, Ketua BK Jonasri, Anggota DPRD Hamdani, Muhammad Yasin dan Nasril, diterima di ruangan kerja ketua DPRD.

Audiensi itu berjalan dengan penuh keakraban dan berjalan santai. Panwaslu Kota Pariaman yang baru dilantik pada tanggal 25 Agustus 2017 itu, yang diketuai oleh Elmahmudi berkunjung ke dewan didampingi dua anggota yaitu Riswan dan Zaiyar, serta ikut memdampingi sekretariat Panwaslu Riky Falentino.

Elmahmudi mengatakan, Panwaslu Kota Pariaman dilantik tanggal 25 Agustus 2017 oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumbar. Setelah dilantik pihaknya langsung bekerja, salah satunya membangun komunikasi dengan seluruh lembaga negara yang ada di Kota Pariaman.

“Sejak dilantik tanggal 25 Agustus 2017, mulai aktif tanggal 28 Agustus, kami ditugaskan Banwaslu Propinsi Sumbar untuk membangun komunikasi dengan seluruh lembaga negara yang ada di Kota Pariaman,” ujar Elmahmudi.

Untuk itu katanya, Panwaslu Kota Pariaman berkunjung ke DPRD Kota Pariaman sekaligus untuk perkenalan diri dan silaturahim, dan menyatakan bahwa Panwaslu di Kota Pariaman sudah dibentuk. Ia berharap kepada lembaga dewan, bisa membantu kerjanya ikut mencegah dan mengawasi terjadinya pelanggaran pada Pilkada dan Pemilu.

“Kita punya kepentingan yang besar dengan DPRD dan partai politik, komunikasi intensif perlu dilakukan,” tambah Elmahmudi.

Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik audiensi tersebut. Menurutnya, sebagai lembaga perwakilan rakyat pihaknya terbuka dan siap dikunjungi siapa saja, tidak hanya lembaga negara tetapi juga masyarakat.

“Sebagai wakil masyarakat, kita menyambut baik kunjungan ini. Sekaligus bisa berkenalan dan bersilaturahmi,” ujar Mardison Mahyuddin.

Dikatakan, Panwaslu sebagai lembaga pengawas dalam pilkada dan pemilu, diharapkan bisa berlaku adil dan bersifat independen dalam menjalankan tugasnya. Dewan bersama pemerintah daerah setempat ikut mendorong Panwaslu Kota Pariaman bekerja dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tentu kita berharap Panwaslu bisa bersikap adil dan independen dalam menjalankan tugas tanpa pandang bulu,” harapan Mardison Mahyuddin.

Mardison mengajak seluruh pihak untuk membantu Panwaslu dalam bekerja menjung tinggi integritas pemilu yang jujur dan adil. Ikut mengawasi dan mencegah terjadinya pelanggaran pada Pilkada dan Pemilu. (Doni)