Kades Ampalu: Masih Saja Ada Warga Buang Hajat di Pantai

Ampalu --- Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus terus ditumbuhkembangkan di lingkungan warga agar terbebas dari penyakit. Seringkali penyakit yang dialami warga akibat lingkungan yang tidak bersih.

Camat Pariaman Utara Ferry  Ferdian mengungkapkan hal itu pada pembukaan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih & Sehat dan Reproduksi Sehat, Rabu (18/10/2017), di aula Kantor Desa Ampalu Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

Penyuluhan yang diselenggarakan Kantor Desa Ampalu menghadirkan narasumber dari Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan  Kota Pariaman Azrilla Dewita, dan Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padangpariaman Armaidi Tanjung. Penyuluhan diikuti 75 orang dari perangkat desa dan warga yang mayoritas kaum ibu-ibu.

Menurut Ferry, adanya 13 kasus DBD yang ditemukan di Desa Ampalu perlu menjadi perhatian masyarakat Ampalu untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. Melalui penyuluhan diharapkan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat lebih baik.

Dari 17 desa yang ada di Kecamatan Pariaman Utara, Desa Ampalu satu-satunya yang mengadakan kegiatan penyuluhan perilaku hidup sehat dan reproduksi sehat ini. “Ini patut menjadi perhatian masyarakat agar dapat mengikutinya dengan baik,” kata Ferry.

Kepala Desa Ampalu Masrutin menyebutkan, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih & Sehat dan Reproduksi Sehat ini sengaja diadakan melalui anggaran desa. “Secara umum pembangunan fisik sudah baik di Desa Ampalu. Hanya saja yang perlu mendapat perhatian adalah masalah sumber daya manusia masyarakat. Melalui penyuluhan ini pengetahuan dan wawasan warga akan lebih baik. Setelah mengikuti penyuluhan, masyarakat diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan di masing-masing keluarga,” kata Masrutin.

Menurut Masrutin, merubah perilaku hidup sehat masyarakat memang tidak mudah. Meski sudah dibangunkan tempat jamban (WC), namun masih ada ditemui warga di tepi pantai yang buang air besar. “Mengatasinya tidak bisa hanya seorang kepala desa, tapi warga lain pun diminta mengawasi warga yang ketahuan buang jamban di kawasan pantai tersebut,” kata Masrutin menegaskan.

Sementara itu, Armaidi Tanjung menyebutkan, reproduksi sehat harus dimulai dari keluarga. Reproduksi sehat  harus dimulai dan dilakukan dengan pasangan yang legal, resmi dan sah. Selain itu, reproduksi sehat diawali dengan ikatan pernikahan setelah ijab kabul.
 

“Perilaku berganti-ganti pasangan, bukanlah perilaku reproduksi sehat,” kata Armaidi yang juga wartawan ini.

Menurut Armaidi,  kalau dulu orang merantau ke negeri orang, ke kampung yang dikirimkannya adalah wesel, uang. Tapi sekarang orang merantau tidak hanya uang yang dikirimkan, tapi penyakit pun sudah dikirimkan pula ke kampungnya.

Ketika mencari menantu, kata dia, yang diharapkan adalah orang sukses dan kaya di rantau orang. Setelah proses pertunangan dan pernikahan selesai, kemudian pasangan tersebut mendapatkan anak. Suatu hari anaknya sakit. Setelah diperiksa, anaknya terjangkit HIV. 


"Selidik lebih lanjutnya, dari keterangan dokter, ternyata sang ayah (suami) terjangkit HIV. Ternyata sebelum menikah, sang suami sudah jajan kemana-mana. Tanpa sepengetahuan suami, dirinya sudah terjangkit HIV," kata Armaidi. (Tim)
Masih Banyak Sektor Layanan Publik Tak Tahu Klasifikasi Pungutan Liar

Pariaman --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyindir ASN yang masih tidak tahu pengertian pungli yang menyebabkan mereka secara tidak sadar tetap melakukannya. Ia mengatakan, sadar atau tidak sadar, segala bentuk pungli adalah perbuatan pidana yang masuk ranah korupsi.

Ia menjabarkan, siklus kehidupan membutuhkan pelayanan publik, mulai dari dokumen kependudukan, sekolah, pengurusan SIM, kerja, nikah, pensiun hingga kematian, semua berhadapan dengan sektor peayanan publik.

"Nanti narasumber akan menjelaskan klasifikasi pungutan liar atau pungli. Satgas Saber Pungli akan menjabarkan sanksi dan hukuman bagi penerima dan pemberi," kata Mukhlis pada acara Sosialisasi Satgas Saber Pungli Kota Pariaman, di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (19/10).

"Saber Pungli Kota Pariaman telah kita bentuk di awal tahun 2017. Mereka berupaya mendeteksi aktifitas pungli oleh ASN bukan ASN dalam hal pelayanan terhadap masyarakat. Hingga Oktober ini, kita belum mendapat laporan tentang aktivitas pungli di Kota Pariaman," katanya.

Lebih lanjut ia juga mengimbau perilaku pungli di sektor pelayanan dan jasa kepariwisataan Pariaman. Pelaku wisata ia minta benar-benar memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Soal harga, jasa dan lainnya tidak boleh di atas standar kewajaran.

"Apalagi kita akan menggelar MTQ ke-37 Sumatera Barat. Jangan sampai nama Kota Pariaman tercorenag dengan perbuatan pungli," sebutnya.

Acara itu menghadirkan narasumber Ketua Tim Pokja II Satgas Saber Pungli Provinsi Sumatera Barat AKBP Alidison dan Idwasda Sumatera Barat Suyanto.

Sosialisasi pungli diikuti oleh pelaku wisata, LSM, kepolisian, perpakiran dan restribusi, kepala sekolah dan komite sekolah dari SD hingga SMA sederajat se Kota Pariaman. (Juned/OLP)
Baznas Pariaman Bina Mustahik Penerima Modal

Pariaman --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman puji kinerja Baznas Kota Pariaman dalam mendistribusikan zakat ASN dengan program tepat sasarannya. Berbagai program yang telah dikeluarkan, ia nilai telah berdampak positif bagi pengembangan sumberdaya masyarakat.

"Adalah program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan langsung diterima oleh para mustahik yang layak menerima bantuan tersebut," ujarnya saat pembinaan dan pengawasan program pendayagunaan Pariaman Makmur--Ekonomi Produktif Baznas di kantor Baznas Pariaman, Kamis (19/10).

Mukhlis berkata, dengan pembinaan dan pengawasan dari Baznas kepada mustahik penerima bantuan program Pariaman Makmur 2016 lalu, diharapkan mustahik lebih bisa mengembangkan diri dari sisi perekonomian.

Ia menjelaskan, walau hanya 6 persen dari total 543 penerima bantuan tahun 2016---yaitu sebanyak 37 orang---mereka tetap diberlakukan serius. Modal usaha akan disesuaikan dengan rancangan anggaran biaya guna pengembangan usaha yang mereka ajukan.

Para mustahik yang sudah mendapatkan pembinaan, harap Mukhlis, akan merubah mustahik menjadi muzakki atau pemberi zakat, bukan lagi stagnan di penerima zakat.

"Kalau mereka telah sukses, mereka tidak akan mau lagi menerima bantuan, dan malah akan menyalurkan zakat," sebutnya.

Wakil Ketua Baznas Kota Pariaman Asman Yahya, mengatakan di tahun 2016 lalu Baznas Kota Pariaman telah menyerahkan zakat kepada 543 orang mustahik dengan besar bantuan Rp1.500.000 per orang.

Kemudian dari jumlah mustahik keseluruhan dilaksanakan monitoring yang terdiri dari dua tahap. Tahap I pada tanggal 6 Desember 2016 hingga 10 Januari 2017, dan tahap II pada tanggal 25 April hingga 24 Mei 2017.

Dengan hasil penilaian, kategori A---usaha yang mungkin berkembang---sebanyak 37 mustahik (6%), kategori B---usaha belum berkembang---404 mustahik (75%), dan kategori C--usaha tidak jalan--sebanyak 102 mustahik (19%).

"jadi saat ini kita komit untuk mengembangkan 37 mustahik ini, agar usaha mereka dapat semakin berkembang dan maju, sehingga dapat mengangkat derajat kehidupan mereka nantinya," tuturnya.

Ke depan kata Asman, mereka yang mendapatkan pembinaan akan menerima tambahan bantuan modal usaha sesuai dengan usaha yang mereka jalankan. Kemudian akan menjadi percontohan untuk usaha kecil menengah binaan dari Baznas Kota Pariaman. (Juned)
LKAAM Pariaman Bahas Pemberian Gelar Sangsako bagi Forkopimda di Pariaman Batagak Gala
Mukhlis yang juga ketua LKAAM Kota Pariaman pimpin rapat LKAAM Kota Pariaman persiapan Pariaman Batagak Gala II
Pariaman --- Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman gelar rapat persiapan untuk penyelenggaraan Pariaman Batagak Gala II yang akan dilaksanakan tanggal 25 Desember 2017 mendatang, di Balaikota Pariaman, Rabu (18/10).

Rapat yang dipimpin ketua LKAAM Mukhlis Rahman itu membahas tentang evaluasi Pariaman Batagak Gala tahun 2016 yang tergolong sukses. Dan sebagai pioner mambangkik batang tarandam atas pengangkatan datuak yang ada di Kota Pariaman khususnya dan Sumatera Barat umumnya.

"Ke depan kita ingin iven Pariaman Batagak Gala II, orang yang akan dilewakan menjadi datuak, betul-betul sesuai dengan ketentuan adat dan kesepakatan kaum dan disetujui oleh KAN," kata Mukhlis yang juga walikota Pariaman.

Pariaman Batagak Gala merupakan iven yang digagas oleh Pemerintah Kota Pariaman dalam rangka melestarikan adat dan budaya Minangkabau dalam hal pengangkatan penghulu adat. Tingginya biaya untuk melewakan gelar datuak bagi seseorang membuat jumlah datuak di Pariaman semakin berkurang

"Dengan adanya Pariaman Batagak Gala akan menghidupkan kembali peran datuak yang ada di masyarakat Minangkabau, khususnya di Kota Pariaman, yang merupakan tampek batanyo bagi anak dan kamanakan kaumnya, dan orang yang dituakan untuk mewakili dan memimpin kaum/sukunya," sebutnya.

Dalam kesempatan itu juga dibahas tentang penganugerahan gelar sangsako bagi pimpinan forkopimda yang ada di Kota Pariaman, agar nantinya ikatan batin antara pimpinan forkopimda dengan masyarkat Pariaman lebih terjalin dengan erat.

Rapat ini juga sekaligus penguatan internal LKAAM Kota Pariaman, KAN dan Bundo Kanduang se Kota Pariaman. Menurut Mulhkis masih banyak KAN yang belum memiliki kantor. Bagi yang masih belum itu, ia meminta dicarikan tanah agar pemerintah Kota Pariaman dapat membangunnya. Sedangkan untuk Kantor LKAAM Kota Pariaman bersamaan dengan kantor Bundo Kanduang, akan dibangun di tahun 2018 mendatang. (Juned)
Mukhlis Hadiahi Dua Pelajar Pariaman Berprestasi Nasional

Cimparuah --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman berikan reward kepada dua pelajar Pariaman yang telah mengharumkan nama Kota Pariaman dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Kota Surabaya, dan Pekan Ketrampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pekan PAI) di Aceh.

Kedua siswa berprestasi tersebut adalah Maulana Muhammad Noer dari SMP Negeri 3 Pariaman dan Hanifal Huda dari SMP Negeri 1 Pariaman diterima walikota di ruang kerjanya, Rabu (18/10).

Maulana merupakan juara dua nasional Pekan PAI ke VIII tahun 2017 cabang Musabaqoh Hifzil Quran (MHQ) tingkat SMP kategori Putra di Aceh, sedangkan Hanifal Huda, peringkat tiga nasional cipta dan baca puisi FLS2N Surabaya.

"Kami bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh pelajar Kota Pariaman, dan jadilah generasi muda yang terus menorehkan prestasi dan membawa nama Kota Pariaman ke level nasional dan internasional," kata Mukhlis dengan bangganya.

Mukhlis apresiasi perjuangan dua siswa Pariaman tersebut hingga berprestasi nasional. Dari tingkat lokal Pariaman, provinsi dan akhirnya menggapai prestasi nasional dengan pesaing para pelajar dari 34 provinsi.

Lebih lanjut ia mengatakan agar mereka jangan pernah merasa berpuas diri, tetaplah selalu belajar dan tidak sombong. "Sehingga ilmu dan pengalaman yang didapatkan, menjadi bermanfaat dan menjadi pelecut untuk lebih baik lagi. Selamat kepada Maulana Muhammad Noer dan Hanifal Huda yang telah membawa harum nama Pariaman di kancah nasional," imbuhnya.

Ia mengimbau, prestasi yang telah diraih oleh mereka berdua agar dijadikan batu loncatan untuk menggapai prestasi yang lebih besar lagi.

Ikut mendampingi Mukhlis bersama Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman Muhammad Nur, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kanderi dan jajaran, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pariaman Nurheymi dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pariaman Rostina. (Juned)
Padangpariaman Buka Peluang Investasi ke 25 Negara
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Bupati Ali Mukhni, Kadis DPMPTSP Sumbar Maswar Dedi dan Kadis DPMPTP Hendra Aswara tinjau Stan Pemprov Sumbar pada acara RIF di Padang, Senin (16/10).
Padang ---- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menjadi keynote speaker pada pertemuan Regional Investment Forum (RIF) yang diselenggarakan pada 15 hingga 17 Oktober 2017 lalu di Hotel Inna, Padang.

Pada kesempatan itu, Ali Mukhni mengatakan bahwa cara untuk mempercepat pembangunan adalah investasi. Keuntungannya dapat dirasakan yaitu tinggi serapan tenaga kerja, berkurangnya pengangguran, membangkitkan ekonomi kreatif dan tentunya memacu penambahan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi sesuai peraturan yang  berlaku.

Ali Mukhni juga memaparkan empat sektor peluang investasi di Padangpariaman yakni bidang energi, pariwisata, industri dan Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City.

"Keempat peluang investasi hanya ada di Padangpariaman. Pemda siap membantu perizinan melaui one day service serta pembebasan lahan," kata Ali Mukhni meyakinkan investor di Aula Tarusan, Hotel Inna, Padang, Senin (16/10).

Pada sektor energi, lanjut Ali Mukhni, terdapat peluang mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Bio Massa, Tenaga Air dan Tenaga Surya. Khusus PLTMH, banyak aliran sungai yang berpotensi untuk dijadikan pembangkit listrik sebagaimana yang dilakukan PLTA Singkarak di Asam Pulau, Lubuk Alung.

Untuk Pariwisata, Ali Mukhni menyebut terdapat 70 destinasi pariwisata yang terdiri dari wisata kuliner, religius, pantai, pemandian hingga tracking.

"Kita juga punya Lubuak Nyarai yang sudah berprestasi tingkat dunia. Alam seperti surga, yang membuat wisatawan tak mau pulang lagi," ujar peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Sektor Industri pun sedang menggeliat dikarenakan adanya pembuatan masterplan oleh Kementerian Perindustrian terhadap dua kegiatan: sentra IKM cokelat di Malibou Anai dan kawasan industri di Kasang, Batang Anai.

"Dua kawasan itu statusnya tanah negara clear and clean. Tidak ada masalah dalam pembebasan lahan," kata bupati yang digadang-gadang menjadi gubernur mendatang.

Dan tak lupa Ali Mukhni menyampaikan mega proyek Tarok City. Lokasi seluas 697 hektare---yang merupakan tanah negara itu---akan dibangun 5 unit perguruan tinggi, 1 unit rumah aakit dan gedung Diklat.

"Tarok City sangat fenomenal, daerah ini akan merubah wajah Sumatera Barat," kata Ketua DPW PAN Sumbar ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian, Hendra Aswara mengatakan, sejumlah kebijakan terkait kemudahan perizinan telah dilakukan pihaknya untuk menarik investor ke Padangpariaman.

Bahkan, pelayanan saat ini diberikan secara daring hingga lebih efektif. Layanan pengaduan pun disediakan melalui website www.perizinan.padangpariamankab.go.id.

Berdasarkan data pada semester I 2017, nilai investasi yang masuk ke Padangpariaman mencapai Rp24 miliar, sebagian besar untuk sektor perumahan, pariwisata dan infrastruktur lainnya.

Jumlah itu meningkat tajam dari 2016 yang berada di bawah angka Rp10 miliar.

"Ini menunjukkan Padangpariaman mulai dilirik investor dalam dan luar negeri untuk tempat berinvestasi, karena didukung dengan keberadaan Bandara Internasional Minangkabau," kata dia.

Tahun ini, kata Hendra, pemerintah daerah memberikan insentif atau keringanan dalam berinvestasi di Padangpariaman, terutama mengenai retribusi daerah. Investor diberikan potongan retribusi Izin mendirikan bangunan (IMB) sepanjang memenuhi kriteria seperti nilai investasi di atas 1 miliar, serapan tenaga kerja mencapai 200 orang serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Perbup insentifnya sudah ada, jadi kita berikan diskon retribusi IMB jika memberikan multiplier effect kepada masyarakat. Contoh bangun stadion berskala internasional dan hotel berbintang lima," ujar alumni STPDN angkatan XI itu.

Peretemuan RIF tersebut dihadiri sekitar 400 investor dari 25 negara peserta, diantaranya Australia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Jerman, Jordania, India, Persatuan Emirat Arab (PEA), Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Yaman, Spanyol, Luxembourg, Tiongkok, Taiwan dan Rusia. (HA)
Tabrakan Kereta Api di Kampung Baru, Warga Ancam Lempar Batu Jika Tak Ada Penanganan

Kampungbaru --- Kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang kembali terulang di Desa Kampung Baru, Pariaman Tengah, Rabu (18/10/2017) sekitar pukul 10.15 WIB. Satu unit mobil mini SUV jenis Toyota Rush warna putih dengan nomor polisi BA 1098 WN yang dikemudikan Kasman Hendri (52) tanpa penumpang, remuk di bagian depan setelah beradu moncong dengan Kereta Sibinuang yang melaju dari arah Padang menuju Pariaman.


Akibat tabrakan tersebut, Kasman segera dilarikan warga ke RSUD Pariaman. Kereta api terus melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Pariaman. Bagian bemper depan mobil hancur, roda depan sebelah kanan lepas dari porosnya.

Menurut kesaksian Alfiandri Zaharmi (41), warga Kampung Baru yang serta dalam proses evakuasi, Kasman mengalami luka-luka di bagian leher akibat tabrakan tersebut. Kasman yang rumahnya hanya berjarak puluhan meter dari perlintasan sebidang, sebelum peristiwa nahas tersebut, hendak melayat ke rumah salah satu warga Kampung Baru yang hanya berjarak beberapa meter dari seberang perlintasan sebidang.

Pemuda setempat bernama Riko (34), mengatakan sudah tiga kali kereta api menabrak kendaraan bermotor di Desa Kampung Baru selama tahun 2017 saja. Ia bahkan menyebut pemuda desa pernah menemui masinis kereta api di Stasiun Pariaman untuk mengingatkan agar kereta api tak melaju kencang saat melintasi desanya.

"Desa kami padat penduduk mestinya masinis pelan-pelan melewatinya. Kejadian beruntun selama ini karena kereta selalu melaju kencang, sebelum-sebelumnya saat kereta api langsam tidak pernah ada tabrakan di desa kami," ujarnya.

Ia bahkan mengancam akan melempari kereta api jika tetap mengindahkan seruan pemuda agar tidak melaju kencang di desa tersebut. "Jangan salahkan kami, karena sudah kami ingatkan berkali-kali," sebutnya.

Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin didampingi Wakil Ketua Syafinal Akbar saat berada di tempat kejadian peristiwa, menyebutkan Kota Pariaman darurat kecelakaan kereta api dengan pengguna jalan yang melintas.

"Ini fakta dan sangat darurat dan dibutuhkan penanganan segera oleh PT KAI. Jika tidak akan banyak lagi korban berjatuhan," kata Mardison.

Ia menyebutkan, selama ini DPRD bersama Pemko Pariaman telah melakukan koordinasi dengan PT KAI untuk membuat plang di setiap perlintasan sebidang yang ada di Kota Pariaman. Namun hal tersebut masih terkendala berbagai aturan.

Frustasi dengan aturan, DPRD dan Pemko bahkan mengusulkan inisiatif akan membangun plang perlintasan sebidang dari dana APBD Kota Pariaman. Namun hingga kini hal itu masih dalam tahap pembahasan karena keberadaan plang berada di tanah milik KAI.

"Karena hal ini mendesak dan demi keamanan warga, mau tidak mau plang perlintasan harus berdiri. Jika masih terbentur aturan KAI, kita akan mengambil langkah luarbiasa," kata Mardison yang juga merupakan tokoh masyarakat Desa Kampung Baru.

Langkah luarbiasa yang akan diambil, imbuh Mardison, ialah dengan tetap menggunakan dana APBD Kota Pariaman dan opsi kedua dengan mendorong penggunaan dana desa untuk pembuatan plang perlintasan sebidang.

"Hari ini kita akan koordinasi dengan eksekutif. Kita carikan celah aturan agar dana APBD bisa digunakan untuk pembangunan plang perlintasan sebidang. Kemudian memasukannya dalam pembahasan APBD, agar bisa direalisasikan tahun 2018 awal," sebutnya.

Untuk langkah pencegahan, Mardison mengimbau Dinas Perhubungan Kota Pariaman selalu menyiagakan personilnya di setiap perlintasan pada jam-jam perlintasan kereta api.

"Kita imbau menambah jumlah personil agar semua perlintasan dijaga setiap kereta api lewat. Semua perlintasan berpotensi kecelakaan," pungkasnya.

Dalam pantauan wartawan, hanya beberapa titik perlintasan sebidang yang mendapat penjagaan oleh personil Dinas Perhubungan. Itu pun tidak selalu ada setiap harinya. Penjagaan hanya rutin dilakukan sesaat pasca insiden kecelakaan. (OLP)
DPRD Kota Pariaman Sahkan APBD Perubahan 2017
Ketua DPRD menyerahkan Pandangan Fraksi DPRD Kota Pariaman pada Walikota Pariaman
Mangguang --- Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD P) Kota Pariaman disahkan menjadi APBD P Kota Pariaman 2017. Pengesahan setelah pihak DPRD menggelar stemmotivoring RAPBD P di ruang Paripurna DPRD Kota Pariaman, Mangguang, Selasa sore (17/10).

Dari 5 Fraksi yang memberikan tanggapan, yaitu Fraksi Nurani Pembangunan oleh Nasril (PPP), Fraksi Bulan Bintang Amanat oleh Romi Novialdi (PBB), Fraksi Gerindra oleh Hamdani, Fraksi Nasdem oleh Jonasri dan Fraksi Golkar oleh Muhammad Yasin, menyatakan menerima RAPBD P Kota Pariaman yang diusulkan oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman.

Adapun besaran APBD P Kota Pariaman tahun 2017 yang disahkan antara lain untuk pendapatan, semula Rp645.650.815.874,47, bertambah sebesar Rp10.749.405.510,00, jumlah pendapatan setelah perubahan menjadi Rp656.450.221.384,47.

Belanja yang semula sebesar Rp704.005.568.599,47, bertambah sebesar Rp. 18.451.646.461,00, jumlah belanja setelah perubahan menjadi Rp722.457.215.055,47. Untuk Pembiayaan.

Penerimaan yang semula Rp58.354.755.720,00 bertambah sebesar Rp18.835.240.451,00, jumlah penerimaan setelah perubahan menjadi Rp77.189.993.671,00. Sedangkan untuk pengeluaran semula Rp0, bertambah menjadi Rp11.183.000.000.,00.

Untuk jumlah pembiayaan netto setelah perubahan berjumlah sebesar Rp66.006.993.671,00 dan sisa lebih pembiayaan anggaran setelah perubahan Rp0.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyambut baik sinergitas antara eksekutif dan legislatif yang telah terjalin sehingga pengesahan RAPBD P Kota Pariaman tahun 2017 sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

"Kami apresiasi kinerja DPRD Kota Pariaman bersama dengan TAPD dan SOPD yang ada dalam menyelesaikan rangkaian pembuatan RKA dan PPAS, sehingga jadwal pengesaan ini sesuai dengan waktu yang kita inginkan bersama," tuturnya.

Dengan telah disahkannya APBD P Kota Pariaman tahun 2017 yang menyisakan 2 bulan lagi, diharapkan SOPD betul-betul menjalankan program dan kegiatan, atau pekerjaan yang harus diselesaikan dengan waktu yang tersisa di akhir tahun 2017.

"Laksanakan semua anggaran yang telah disahkan oleh legislatif ini, sehingga dana yang dikucurkan untuk pembangunan, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga semua pembangunan dan program untuk rakyat,dapat kita wujudkan," tutupnya.

Sidang Paripurna Stemmotivoring RAPBD P Kota Pariaman 2017 dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin, dihadiri oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, Anggota DPRD kota Pariaman, Assisten, Staf Ahli, Kepala SOPD, Kabag, Camat, Kepala Bank Nagari Pariaman, Kepala RSUD dr Sadikin Kota Pariaman, para kepala sekolah, serta kepala desa/lurah se Kota Pariaman. (Juned)