Berita Terekomendasi

KALAPAS IIB ASMAN TANJUNG SH MH

KALAPAS IIB ASMAN TANJUNG SH MH
Oyong Liza Piliang, Citizen Journalism, Dilindungi UU NO.9 TH 1998 PERPU NO.2 TH 1998 . Diberdayakan oleh Blogger.

Pages Pariaman News

Latest Post

Anak SD se-Kota Pariaman Harus Disuguhi Panganan Aman

Written By oyong liza on Kamis, 24 April 2014 | 19.52



Image: Ilustrasi




Terjadi perubahan pada pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi menyebabkan masyarakat harus ekstra hati-hati dalam memilih makanan. Hal itu dikarenakan oleh banyaknya komoditas pertanian, perikanan yang tercemar oleh bahan-bahan berbahaya yang apabila dikonsumsi nantinya akan merusak kesehatan begitu juga dengan makanan yang siap saji. 

Hal ini disampaikan oleh Walikota Pariaman yang diwakili oleh Drs. Januismadi, Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Kota Pariaman ketika membuka secara resmi acara Sosialisasi Peningkatan Mutu Keamanan Pangan Anak SD se-Kota Pariaman di Aula Balaikota Pariaman Kamis, (24/4/2014).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ir. Mikdad Hurya,  Kabid Kewaspadaan Pangan Provinsi Sumbar, Rio Arisandi, S.Si, Apt dari Dinas Kesehatan dan Kepala UPT Ketahanan Pangan Kota Pariaman, Ir. Dewi Sastra, MM. 

Dari penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa banyak makanan ataupun jajanan anak sekolah yang menggunakan biang gula (pemanis buatan) atau asam benzoat (pengawet) yang berlebihan. Hal itu disampaikan oleh Mikdad Hurya. 

Bahan yang sering digunakan untuk makanan ini adalah formalin, boraks dan pewarna tekstil agar makanan yang dihasilkan kelihatan lebih menarik dan tahan lama, kata Mikhdad.

Januismadi mengatakan, dalam rangka mewujudkan pangan yang sehat dan aman di sekolah-sekolah, disamping sosialisasi dan pembinaan yang terus menerus, kita telah mengalokasikan dana untuk penyediaan makanan yang sehat dan bergizi di sekolah, terutama di sekolah dasar melalui program PMTAS (Program Makanan Tambahan Anak Sekolah). 

"Walaupun belum merata ditemui di sekolah dasar yang ada. Harapan saya dalam pelaksanaan betul-betul dikawal dan diawasi sehingga lebih tepat sasaran dan sesuai harapan karena pangan yang sehat dan aman berperan dalam mencerdaskan bangsa," pungkasnya. 

(dewi/OLP)

Inilah 7 Anggota DPRD Sumbar Periode 2014-2019 Dapil Sumbar II (Kota/Kab Pariaman)





Berikut ini adalah perolehan suara  Partai Politik dan tujuh caleg yang akan menjadi anggota DPRD Provinsi Sumbar periode 2014-2019 dari daerah pemilihan Sumatera Barat II yang meliputi Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.

Ketujuh nama caleg tersebut adalah:

1. Dra. H. Siti Izzati Azis, dari Partai Golkar.
 -Perolehan suara 8.403
 -Perolehan total suara Parpol 42.364

2. H. Eri Zulfian, Spt, MM, dari Parpol Demokrat.
 -Perolehan suara 7.773
 -Total perolehan suara Parpol 23.815

3. Jasma Juni Dt. Gadang, dari Partai Gerindra.
 -Perolehan suara 5.097
 -Total perolehan suara Parpol 21.980

4. Endarmy, dari Partai Nasdem.
 -Perolehan suara 7.393
 -Total perolehan suara Parpol 20.920

5. Komi Chaniago, SH, dari Partai PBB.
 -Perolehan suara 5.537
 -Total perolehan suara Parpol 19.690

6. H. Darmon, S. Ag, dari Parpol PAN.
 -Perolehan suara 5.961
 -Total perolehan suara Parpol 18.651

7. Zalman Zaunit, S.Sos, dari Parpol PPP
 -Perolehan suara 4.766
 -Total perolehan suara Parpol 18.410

Total suara sah 235.417
Total Bilang Pembagi Perkursi 33.631

Sumber: Hasil Rekapitulasi Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.

Catatan Oyong Liza Piliang

Kejari Pariaman "Geledah" Kantor DPRD Padangpariaman

                                                 Kajari Pariaman Yulitaria, SH MH



Penyidik Kejaksaan Negeri Pariaman mendatangi kantor DPRD Padangpariaman untuk melakukan penyidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan bon makan fiktif pimpinan DPRD Padangpariaman periode 2009-2014, Kamis, 24/4/2014.

Menurut Kajari Pariaman Yulitaria, SH, sudah ada beberapa tersangka yang sudah ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri Pariaman terkait kasus dugaan bon makan fiktif tersebut.

"Nanti kita (umumkan) lakukan konprensi pers. Sabar ya, setelah ini, ini kasus makan-makan itu," kata Yulitaria via seluler pada kami.

Sebelumnya, dari surat panggilan kepada saksi yang diperlihatkan kepada kami oleh seorang saksi yang dimintai keterangannya oleh pihak Kejari Pariaman, disebutkan dalam surat panggilan tersebut Eri Zulfian Cs (berarti lebih dari satu orang) sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Untuk mengetahui lebih lanjut siapa saja yang telah ditetapkan oleh pihak Kejaksaan Negeri Pariaman sebagai tersangka dalam kasus tersebut, kami juga sedang menunggu press realise dari pihak Kejaksaan Negeri Pariaman.

OLP


Baby Jim Aditya: Pantai Pariaman Indahnya Melebihi Bali

Written By oyong liza on Selasa, 22 April 2014 | 22.21





Baby Jim Aditya, Psikolog klinis sekaligus Aktivis HIV AIDS dalam kunjungan kerjanya ke Kota Pariaman dalam rangka memberikan materi pada acara diskusi publik bertema "penyiapan generasi muda menghadapi tantangan era globalisasi dan bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV AIDS" bekerjasama dengan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik kementrian Kominfo RI dengan Pemko Pariaman pada 200 pelajar menengah tingkat atas sekota Pariaman di BKPB Rawang, Selasa 22/4/2014, menyempatkan diri mengunjungi pulau Anso Duo Pariaman untuk pertama kalinya, bersama suami, rekan kerja, ditemani tim dari DKP Kota Pariaman seusai memberikan materi pada pukul 14.00 WIB.

Menurut Baby, keindahan pantai Pariaman dan pulau Anso Duo jauh melebihi keindahan semua pantai yang ada di Bali.

"Pulau Anso jauh lebih indah dari Bali. Saya sudah sering ke Bali, siapapun akan berpendapat sama dengan saya," ungkap Baby tidak bercanda, sepulang dari pulau Anso, saat menunggu sunset di Pantai Gandoriah Pariaman, ditemani Wakil Walikota Pariaman, Dr. Genius Umar bersama Agusriatman beserta jajaran SKPD Dishubkominfo Pemko Pariaman, Kabag Humas Hendri dan "juru kunci" pulau Anso Duo Oyon Pagai.

Baby menukuk, dengan keindahan yang dimiliki, seyogyanya masyarakat Pariaman bersyukur dengan sikap menjaga kebersihan dan ke asrian pantai dan pepulauannya.

"Kemarin saya ke pantai Kupang, disana indah, namun disini jauh lebih indah. Bersyukur dong. Masyarakat musti jaga itu kebersihannya agar keasliannya tetap terjaga, buang sampahnya jangan sembarangan," lanjut Baby yang besok berencana menyelam di halaman pulau ujung.

Dengan demikian, kata Baby, sejalan dengan ini, apalagi dengan promosi wisata, semua pihak musti dituntut lebih menjaga kejernihan air di pulau-pulau tersebut.

"Pulaunya kan kecil, jika pengunjungnya banyak, airnya bisa keruh kena air kencing. Maka dari itu sebaiknya dibuat saluran penyaringan dan drainase yang bagus agar kejernihan airnya tetap terjaga," imbuh Baby.

"Nanti kalau saya libur pulang kampung, saya cukup kesini aja deh," tutur, wanita asal Maninjau ini.

Disamping Baby, Genius mengatakan bahwa pihak Pemko Pariaman akan membuat terobosan besar dalam menggarap wisata bahari Pariaman, termasuk wisata pulau.

"Nanti kita akan pecahkan rekor MURI dengan 1000 gerakan penyelam menanam terumbu karang di halaman pulau," kata Genius yang menjuluki empat pulau Pariaman dengan istilah "Raja Ampat" tersebut.

Catatan Oyong Liza Piliang

Ancaman Bencana Bisa Terjadi Kapan Saja, BPBD Latih TRC Yang Terampil dan Cekatan





Ancaman bencana alam dapat terjadi kapan saja yang waktu dan tanggalnya tidak dapat kita prediksi sebelumnya, atas dasar itu, upaya yang dapat kita lakukan hanyalah meningkatkan kompetensi petugas penanggulangan bencana yang ujung tombaknya adalah Tim Reaksi Cepat (TRC). Hal ini disampaikan oleh Walikota Pariaman yang diwakili oleh Drs. Januismadi  Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Kota Pariaman ketika membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman yang diselenggarakan di Lapangan Bola Cubadak Air Kecamatan Pariaman Utara, Selasa, 22/4/2014.

Januismadi mengatakan, menjadi TRC adalah pekerjaan dan tugas yang mulia karena berupaya menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menghadapi berbagai macam kemungkinan ancaman bencana yang melanda daerah. 

"Arti lain TRC adalah  penyelamat dalam bencana yang merupakan sebuah tugas yang berat yang dipercayakan pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, TRC haruslah terdiri dari tenaga yang handal dan cakap dalam melakukan penaggulangan terjadinya bencana daerah" katanya.

Dalam mencapai hal itu, haruslah selalu dilakukan pelatihan  secara berkesinambungan, terpadu, dan terarah dibawah bimbingan instruktur yang telah berpengalaman dan kompeten dibidang kebencanaan. 

"Sehingga nantinya kita siap untuk menghadapi keadaan darurat  dan cepat tanggap dalam menghadapinya. Dan diharapkan setalah melaksanakan kegiatan diklat ini, TRC BPBD Kota Pariaman menjadi petugas yang tangkas, tangguh dan tawakal dalam menghadapi bencana," imbuhnya.

Kepala BPBD Kota Pariaman Ir. Asrizal mengatakan,  kegiatan diklat ini diikuti oleh 40 orang anggota relawan TRC BPBD Kota Pariaman dengan tujuan  untuk meningkatkan kedisiplinan dan kecekatan dalam melakukan tugas dalam bencana seperti melakukan penyelematan jiwa manusia, evakuasi korban dan terampil dalam mempergunakan peralatan dan perlengkapan TRC dilapangan. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 21 s/d 25 April 2014.

Nizam/OLP 

Maraknya Anak SD Hisap Lem, Genius Usul Pihak Industri Ganti Bau Lem





Fenomena yang terjadi dikalangan masyarakat dan generasi muda di Kota Pariaman, menurut Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar merupakan kegagalan masyarakat (failure of society), sehingga generasi muda dan para remaja berperilaku destruktif seperti penyalahgunaan narkotika yang dapat berujung pada penyakit HIV AIDS akibat penggunaan narkoba jarum suntik dan perilaku seks bebas. Hal itu dikatakan Genius saat membuka acara diskusi publik penyiapan generasi muda menghadapi tantangan era globalisasi dan bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV AIDS bekerjasama dengan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik kementrian Kominfo RI dengan Pemko Pariaman di BKPB Rawang, Selasa 22/4/2014.

Selain Genius, pemateri dalam acara diskusi tersebut adalah Direktur PPI (Pusat Pengolahan Informasi) Menkominfo RI Dedet Surya Nandika, Yoseph Jody S, dokter rehabilitasi BNN dan Baby Jim Aditya, Psikolog klinis dan Aktivis HIV AIDS. Acara dihadiri oleh 200 siswa setingkat sekolah menengah atas sekota Pariaman, guru BK, tokoh masyarakat dan ormas sekota Pariaman.

"Remaja Narkoba rentan terkena HIV. Dari data dinas kesehatan terdapat 28 orang pengidap HIV AIDS di Kota Pariaman, 8 orang meninggal, hal ini adalah
society failure atau kegagalan masyarakat mendidik generasi muda. Fakta ini musti kita buka, tidak perlu ditutup-tutupi," ungkap Genius serius.

Genius mengatakan, bahwa semalam sekitar pukul 23.30 WIB, jajaran Satpol PP Kota Pariaman menangkap 15 orang pelajar SD dan SMP sedang menghisap lem.

"Kemana orangtua anak-anak kita tersebut? bagaimana mereka mendidik, di jam segitu anaknya tidak dicari? Ketika ditanyakan pada anak anak itu, jawaban mereka semua ngawur karena teler akibat mabuk hisap lem," ungkap Genius heran.

Dengan fakta demikian, Genius mengatakan hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.


"Bagaimana kalau kita usulkan pada pihak industri agar bau lem diganti dengan bau tikus busuk yang tidak mandi-mandi, agar anak-anak tidak mau menghisapnya lagi," kata Genius dalam pidato tanpa teksnya itu.

"Belum lagi masalah narkoba. Peredaran narkoba di Pariaman ini seakan tidak tersentuh aparat penegak hukum. Bayangkan, dalam enam bulan kadang hanya satu orang yang tertangkap, padahal mana mungkin mereka tidak tahu siapa saja penjual narkoba tersebut. Jangan biarkan generasi kami rusak dan punya masa depan suram," gelegar Genius.

Sementara itu, menurut Yoseph Jody S, dokter rehabilitasi BNN, sekali narkoba dicoba, maka sensasi otak mengatakan itu enak.

"Sekali Anda mencoba, sensasi otak Anda mengatakan enak, kurang pake lagi. Jika sudah terjerat susah meninggali," ucap Yoseph.

Menurutnya, hingga saat ini, BNN sedang memperjuangkan rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Karena menurutnya, penjara bukanlah tempat yang tepat bagi pecandu narkoba.

"Justru di sana (dalam penjara) peredaran narkoba banyak, yang dipenjara sebelumnya hanya pemake biasa, di dalam jadi pecandu berat," pungkasnya.

Dari data BNN, angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba adalah 1,5% pertahun setara 15 ribu orang, atau, 40 orang perharinya. Gawat!

Catatan Oyong Liza Piliang



Dengan Program BPJS Penyakit Apapun Ditanggung Biaya Pengobatannya Oleh Pemerintah!




Pemko Pariaman kedatangan tamu dari tiga kementrian RI, yaitu, dari kementrian Kominfo, Kesehatan dan Kemenkokesra, dalam acara diskusi publik tentang prosedur kepesertaan dan pelayanan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) di aula utama Balaikota Pariaman, Selasa, 22/4/2014.

Jalinan kerjasama BPJS antara Pemko Pariaman dengan Kemkominfo tersebut perlu disosialisasikan terlebih dahulu agar tidak terjadi turbulance bidang asuransi kesehatan. Sebelumnya, Pemko Pariaman telah mengansuransikan seluruh warga Kota Pariaman dengan Program JKSS (Jaminan Kesehatan Sabiduak Sadayuang) sejak tahun 2012. Setiap warga Kota Pariaman, cukup dengan memperlihatkan KTP atau KK, akan memperoleh pelayanan, pengobatan gratis disetiap pusat pelayanan kesehatan yang tersebar diseluruh Kota Pariaman. turut hadir dalam kesempatan itu, Dirjen Informasi Publik Menkominfo RI yang diwakili oleh Direktur Pusat Pengolahan Informasi Dedet Surya Nandika, Asisten Deputy urusan jaminan sosial Menkokesra RI, Kabid Jaminan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, Kacab BPJS Padang, SKPD, Kabag, Camat, Kades/Lurah sekota Pariaman dan seluruh undangan yang hadir dari unsur ormas, OKP juga para niniak mamak sekota Pariaman.

Menurut Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar, dari 19 Kabupaten/Kota se Sumbar, hanya Kota Pariaman yang telah mendekati angka 90% sarana dan prasarana pelayanan kesehatannya yang telah menjangkau hingga seluruh pelosok Desa dan Kelurahan.

"Alhamdulillah, dari data yang dirilis BPS, indeks pembangunan manusia (HD) Kota Pariaman sudah mencapai angka 74,46%. Berdasarkan klasifikasi nilai IPM atau HDI yang dimodifikasi UNDP, Kota Pariaman untuk tingkat nasional sudah termasuk dalam status pembangunan manusia menengah keatas," ungkap Genius saat membuka secara resmi diskusi BPJS.

Dikatakan, usia harapan hidup warga Kota Pariaman sudah mencapai 69,45 tahun, hal itu tentu tidak terlepas dengan sosialisasi pola hidup sehat dan sarana penunjang kesehatan yang memadai.

Genius sempat mengatakan bahwa Pemerintah Pusat mengambil langkah berani dengan program BPJS dimana secara harfiah mengasuransikan kesehatan 250 juta jiwa penduduk.

"Ini sebuah langkah berani yang sudah diperhitungkan secara matang. Pemerintah Negara Yunani mengalami kebangkrutan akibat program asuransi kesehatan. Negara kita tentu sudah melakukan banyak diskusi dan kajian terkait hal ini," kata Genius yang berpidato diluar teks ini.

Pada kesempatan itu, Direktur Pusat Pengolahan Informasi Kementrian Kominfo RI Dedet Surya Nandika menjelaskan, dengan program BPJS biaya pengobatan terhadap penyakit apapun akan ditanggung oleh pemerintah pusat.

"Sejauh ini sudah 121 juta peserta asuransi BPJS. Penyakit apapun akan ditanggung (biaya pengobatannya) oleh pemerintah. Untuk itu kita turun ke Daerah untuk mensosialisasikannya (program BPJS) lebih jauh," ucap Dedet.


Terhitung tanggal 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan mengelola Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan empat jaminan sosial, yaitu, kecelakaan kerja, kematian, pensiun dan hari tua.

Catatan Oyong Liza Piliang

Akhirnya Perda RPJPD Disetujui Oleh DPRD Kota Pariaman

Written By oyong liza on Senin, 21 April 2014 | 20.15





Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar, mengapresiasi DPRD Kota Pariaman atas kerjasamanya pada 2 Ranperda Kota Pariaman yang telah disepakati, hal ini disampaikannya dalam acara Penyampaian pendapat akhir fraksi (stemmotivering) Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Pariaman Tahun 2015-2025 dan Ranperda tentang Perusahaan Daerah yang telah diajukan oleh Pemerintah Kota Pariaman sebelumnya, Senin, (21/04/2014) di Aula Paripurna Gedung DPRD, Manggung, Kota Pariaman.

Menurut Genius, pendapat akhir fraksi mengenai 2 Ranperda merupakan masukan dan saran demi kesempurnaan materi Ranperda dimaksud, serta mengakomodir segala masukan-masukan dan pokok-pokok pikiran anggota DPRD Kota Pariaman untuk kesempurnaan dua Ranperda tersebut.

"Saya sangat berterimakasih karena hubungan kerja dalam kemitraan yang sinergis sebagaimana telah tercipta dalam persidangan pembahasan kedua rancangan Perda tersebut menunjukkan adanya kebersamaan antara Eksekutif dan Legislatif," tuturnya.

Sebagaimana menurutnya, RPJMD Kota Pariaman Tahun 2015-2025 adalah dokumen induk dari Perencanan Pembangunan Daerah yang merupakan penjabaran dari tujuan dibentuknya Pemerintahan Kota Pariaman yang memuat visi misi arah pembangunan dan pendekatan pembangunan yang didasarkan pada kondisi, potensi, permasalahan dan kebutuhan Daerah.

"Dengan telah disetujuinya Perda RPJPD ini nantinya bisa memberikan acuan dan landasan hukum yang jelas bagi masyarakat Kota Pariaman dalam melaksanakan pembangunan kota Pariaman 20 Tahun ke depan, yakni, Kota Pariaman sebagai Kota Perdagangan dan Jasa di wilayah pesisir Barat Sumatera Menuju Masyarakat Madani," katanya.

Begitu juga terhadap Perda Perusahaan daerah yang dibentuk dengan maksud untuk memberikan wadah usaha secara lebih terencana dan terorganisir, sehingga dapat mempercepat pembangunan Daerah serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pariaman.

"Hal ini juga agar nantinya dapat menciptakan lapangan kerja baru yang semuanya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," tukuk Genius.

Mantan Sekretaris DPD RI itu berharap, mudah-mudahan dengan disetujuinya Ranperda, laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Pariaman dapat lebih meningkat serta dapat memberikan manfaat secara utuh dan menyeluruh bagi kesejahteraan masyarakat di kota Pariaman.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua DPRD Kota Pariaman, Ibnu Hajar, Wakil Ketua DPRD, Mardison Mahyudin, Unsur Muspida, Seluruh Kepala SKPD, Camat, dan Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintahan Kota Pariaman.


Nesya/OLP

Bantuan RTLH 12,5 Juta Per/KK Miskin Segera Direalisasikan





Pemerintah Kota Pariaman sangat serius memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dalam mewujudkan progres rumah layak huni bagi keluarga miskin. Hal ini disampaikan Walikota Pariaman yang diwakili oleh kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pariaman, Afnil, dalam sambutannya ketika membuka secara resmi Sosialisasi Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diselenggarakan di Gedung Pondok Indah Kota Pariaman (21/4/2014).

Afnil mengatakan, Salah satu indikator kesejahteraan masyarakat adalah dengan memiliki rumah layak huni.

"Untuk itu, tahun ini direncanakan bantuan RTLH yang diperuntukan bagi 56 keluarga miskin yang ada di empat Kecamatan di Kota Pariaman segera di realisasikan," katanya.

Bantuan yang diberikan berupa  uang tunai sebesar 12,5 juta rupiah per-KK pemilik rumah tidak layak huni. Menurut Afnil, pihak terkait akan mengawasi aliran dana tersebut agar tidak disalahgunakan oleh masyarakat.

Ditambahkan, bantuan yang akan segera direalisasikan dan penetapan bagi penerimanya telah melalui berbagai proses yang menjadi syarat utama yang harus dipenuhi terlebih dahulu bagi calon penerimanya.  

"Selain dari syarat utama penerima adalah dari KK miskin, penerima juga merupakan hasil musyawarah dan usulan dari perangkat tingkat desa dan kelurahan. Disamping itu, penerima bantuan adalah keluarga yang belum pernah menerima bantuan rehab rumah sebelumnya," imbuhnya.

"Hal ini penting dalam upaya pemerintah untuk melakukan pemerataan bagi masyarakat Kota Pariaman," tukuk Afnil.

Afnil menegaskan, bantuan tersebut adalah murni dari Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pariaman.

"Sehubungan dalam penyaluran dan penggunaannya, diawasi oleh berbagai pihak, maka, diharapkan dilapangan nanti jangan sampai ada terdengar ada pemotongan atau penyelewengan yang penyelesaiannya berakhir kepada pihak yang berwajib atau penegak hukum," tegasnya. 

"Dan kepada masyarakat penerima bantuan diharapkan agar dapat mempergunakan dana tersebut sesuai dengan peruntukannya dan mentaati peraturan yang telah ditetapkan," pungkas Afnil menjabarkan.

Nizam/OLP

Tuan-Tuan Terhormat Apakabar?

Written By oyong liza on Minggu, 20 April 2014 | 10.50





Dari hasil rekapitulasi KPU tingkat Kota Pariaman terhadap hasil perolehan suara parpol dan DPD pada Pileg 2014, dapat kita ketahui bersama bahwa kecenderungan pemilih berjenjang pada tiap pilihannya, seperti mencoblos partai yang berbeda ditiap tingkatan semacam DPRD tingkat Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI. Untuk DPR RI, di Kota Pariaman dimenangkan secara mutlak oleh partai PPP yang mengusung Mahyudin, mantan Walikota Pariaman ke DPR RI. Namun demikian, meskipun mutlak menang di Kota Pariaman, untuk PPP secara keseluruhan dimenangkan oleh Hariadi yang dikabarkan melenggang elok ke senayan.

Demikian juga untuk calon DPD Leonardy Harmainy. Untuk Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman, Leonardy juga menang secara mutlak. Masyarakat Pariaman yang menganut kental paham kekerabatan dengan senang hati memberikan suaranya kepada menantu Almarhum Kolonel Anas Malik, Bupati Pariaman yang legendaris tersebut. Dari informasi yang kami terima dari tim pemenangan Leonardy untuk Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman, sangat besar kemungkinan calon DPD dengan nomor urut 11 tersebut mendapat jatah satu kursi DPD RI dari empat jatah yang diberikan untuk wilayah Sumatera Barat.

Sementara itu, dari hasil penetapan perolehan suara pada pemilu legislatif 9 April lalu, kita juga sudah dapat menyimpulkan siapa 20 caleg yang akan menduduki kursi DPRD Kota Pariaman untuk lima tahun ke depan. Begitu juga dengan tiga unsur pimpinan Dewan yang akan berkantor di Manggung nantinya.

Partai Golkar dengan total perolehan 7.528 suara sah sudah dipastikan akan mengantarkan salah satu kadernya menjadi Ketua DPRD Kota Pariaman yang dikenal dengan istilah BA 2 Pariaman. Mardison Mahyuddin, diprediksi punya kans sangat kuat yang akan menduduki kursi paling empuk di dewan tersebut.

Kemudian disusul oleh Partai Gerindra dengan perolehan 5.361 suara sah di posisi kedua perolehan suara terbanyak di Pileg Kota Pariaman. Gerindra, tidak bisa diganggu gugat dan dipastikan akan mengantarkan salah satu kadernya menjadi pimpinan DPRD Kota Pariaman. John Edwar, Ketua Gerindra Kota Pariaman punya kans sangat kuat untuk menduduki kursi empuk plus fasilitas istimewa pimpinan DPRD Kota Pariaman.

Posisi ketiga disabet oleh Partai Nadem si pendatang baru dalam percaturan politik nasional. Dengan perolehan suara 4.255 suara, menyisihkan PBB yang mengantongi 4.167 suara, juga sudah dipastikan mengantarkan salah satu kadernya sebagai pimpinan DPRD Kota Pariaman. Syafinal Akbar dan Jonasri diprediksi punya kans kuat untuk menduduki kursi empuk dan segala fasilitas istimewa pimpinan DPRD Kota Pariaman.

Sedangkan empat Parpol yang masing-masing memenuhi quota satu fraksi dengan perolehan tiga kursi adalah Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem dan PBB. 


Kepada 20 anggota DPRD Kota Pariaman terpilih YANG TELAH KAMI RILIS SEBELUMNYA tersebut itulah nantinya yang akan menentukan arah kebijakan pemerintahan Kota Pariaman bersama mitra sejajarnya Pemko Pariaman. 

Mari kita doakan mereka agar dapat mengemban amanah suci masyarakat ini dengan sebaik-baiknya. Jauhkan mereka dari perbuatan yang mengkhianati suara masyarakat setelah mereka duduk nantinya, Jangan biarkan mereka terlena dengan segala jabatan yang melekat didirinya. Tuntun Pikirkan mereka agar memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dengan sungguh-sungguh demi kemajuan Kota Pariaman ke arah yang lebih baik.

Catatan Oyong Liza Piliang


Trending Topik Bulan Ini

Super Trending Topik

postingan terdahulu