Sepakbola Porprov: Kota Pariaman Ditahan Imbang Pasaman Barat
Kesebelasan Kota Pariaman. Foto: istimewa
Kampung Dalam - Tim sepakbola Kota Pariaman bermain imbang melawan tim Kabupaten Pasaman Barat dengan skor 1-1, dalam pertandingan sepakbola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Barat 2018 di lapangan sepakbola ABC Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (17/11) sore.

Kota Pariaman yang sejak menit awal menguasai permainan, belum mampu dimaksimalkan menjadi gol. 
Tim Kota Pariaman akhirnya berhasil unggul satu gol atas tim lawan Kabupaten Pasaman Barat melalui gol yang diciptakan pemain nomor punggung 6, Ilham pada menit ke 15. Skor 1-0 keunggulan tim Kota Pariaman bertahan hingga turun minum.

Keunggulan satu gol Kota Pariaman tidak bertahan hingga pluit panjang babak kedua. Handball yang dilakukan salah seorang pemain belakang Kota Tabuik ini, membuat wasit menunjuk titik putih kotak pinalti.

Pemain nomor punggung 7 dari tim Kabupaten Pasaman Barat, Muhammad Deno yang mengambil tugas melakukan tendangan pinalti, sukses menyamakan skor. Kedudukan berubah menjadi 1-1. Skor imbang tidak berubah hingga pertandingan berakhir.

Ketua PSSI Kota Pariaman, Kardinal Feri didampingi pelatih tim sepakbola Kota Pariaman, Rido Batra mengatakan pemain Kota Pariaman bermain lepas tanpa beban selama pertandingan berlangsung. Kepercayaan diri pemain terus meningkat usai terjadinya gol pertama. 

"Ritme mainnya sudah bagus, anak-anak tadi bermain lepas. Namun hanya saja beberapa peluang emas yang kita punya belum mampu dioptimalkan menjadi gol," kata Kardinal saat dihubungi via telepon.

Ia mengatakan, dalam pertandingan selanjutnya menghadapi tim lain digrup A yakni Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Pesisir Selatan, sejumlah pembenahan akan dilakukan. 

"Pertadingan perdana biasanya tim akan melihat pola permainan, hasil pada hari ini akan jadi evaluasi pelatih. Nanti akan kita perbaiki pada sisi lemahnya," pungkasnya. (Nanda)
Sepakbola Porprov: Umpat Asisten Wasit, Laga Pasaman vs Agam Dihentikan
Heri Bestari, pengawas pertandingan. Foto: Nanda

Pauhkambar - Pertandingan lanjutan sepakbola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XV 2018 antara kesebelasan Kabupaten Pasaman melawan Kabupaten Agam di lapangan sepakbola Manunggal, Pauhkambar Kecamatan Nan Sabaris, Sabtu (17/11), sempat dihentikan.

Pertandingan dihentikan wasit pada menit ke-78. Hal itu dikarenakan adanya kata-kata yang tidak pantas dari salah seorang ofisial tim Kabupaten Pasaman terhadap asisten wasit.

"Ada kata-kata yang tidak enak dilontarkan salah seorang ofisial dari Kabupaten Pasaman kepada asisten wasit. Karena tidak nyaman, asisten wasit melaporkan kepada wasit dan dilakukan penghentikan pertandingan," ujar pengawas pertandingan, Heri Bestari.

Pertandingan dihentikan sekitar 7 menit. Setelah ada kesepakatan antara pengawas pertandingan, wasit dan ofisial tim Kabupaten Pasaman, pertandingan kembali dilanjutkan.

Ia mengimbau agar seluruh pihak saling menjaga kelancaran pertandingan. Jangan sampai ada tindakan dari ofisial, pemain dan penonton yang menganggu jalannya pertandingan.

"Pertandingan dapat dilanjutkan, setelah ada komitmen dari ofisial sepakbola Kabupaten Pasaman untuk menjaga kelancaran jalannya pertandingan," ulasnya.

Pertandingan antara kesebelasan Kabupaten Pasaman melawan Kabupaten Agam berakhir dengan skor imbang 1-1. (Nanda).
Takraw Kota Pariaman Ikuti Semua Nomor Laga Pada Porprov XV
Genius lepas atlet, pelatif dan ofisial cabor takraw. Foto: Eri
Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar lepas 24 atlet Takraw Kota Pariaman menuju Porprov Sumbar ke XV 2018 di Kabupaten Padangpariaman, Jumat (16/11). Atlet takraw akan langsung bertanding mulai 17 November 2018.

Genius Umar berharap atlet Takraw Kota Pariaman mampu lampaui prestasinya pada Porprov sebelumnya dan menyumbangkan medali untuk kontingen Kota Pariaman.

"Dengan persipan yang matang kita berharap semua atlet Kota Pariaman memberikan hasil terbaik untuk Kota Pariaman pada Porprov kali ini," ujar Genius.

Ia berharap untuk para atlet agar menjaga stamina dan kesehatan selama berada di pemondokan, dengan istirahat yang cukup.

"Semoga pada Porprov Sumbar tahun ini kita bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Kota Pariaman," pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Kanderi, mengatakan sejauh ini persiapan para atlet Porprov Kota Pariaman sudah maksimal.

"Sesuai dengan konsensus KONI dengan Disdikpora sudah kita adakan program training center kepada para atlet selama 20 hari," katanya.

Dikatakannya, para atlet takraw sengaja berangkat lebih dulu karena jadwal tanding lebih dulu dari cabang olahraga yang lain.

"Untuk persiapan dari segi fisik, kelengkapan dan keterpaduan tim, insya Allah para atlet kita sudah siap untuk bertanding," tandasnya.

Di samping 24 atlet - 12 putra dan 12 putri, juga diberangkatkan 1 ofisial dan 3 pelatih.

Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Pariaman, Efrizal mengatakan, pada Porprov ada 4 nomor yang akan diperlombakan. Yakni bertim, beregu, doubly event dan quadrant. Pihaknya mengikuti nomor putra dan putri.

Para atlet Takraw Kota Pariaman akan difasilitasi pemondokan di SMA Negeri 1 Sungai Sariak dengan venue pertandingan di SMP Negeri 1 Kudu Gantiang Padangpariaman. (Tim)
Laga Perdana Sepakbola Porprov: Padangpariaman Ditahan Imbang 50 Kota
Laga perdana sepakbola Porprov dilangsungkan di lapangan bola Manunggal Pauhkambar. Foto: Nanda
Padangpariaman - Pertandingan perdana sepakbola Porprov Sumatera Barat ke XV 2018 antara kesebelasan Kabupaten Padangpariaman melawan Kabupaten 50 Kota di lapangan sepakbola Manunggal Pauhkambar, Kecamatan Nan Sabaris, Sabtu (17/11) berakhir dengan skor imbang 1-1.
       
Pertandingan antara kedua tim berlangsung seru. Permainan bola pendek dan adu skil antar pemain diperagakan kedua kesebelasan. Namun hingga berakhirnya 45 menit pertama, belum ada satu gol pun tercipta.
       
Di babak kedua Kabupaten 50 Kota akhirnya memecah kebuntuan. Umpan lambung ke kotak pinalti pada menit 72, berhasil dimanfaatkan pemain nomor punggung 22, Ari Safitri. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan kesebelasan Kabupaten 50 Kota.
       
Bermain sebagai tuan rumah menjadi modal tim kabupaten Padangpariaman. Setelah sempat tertinggal, akhirnya tim Kabupaten Padangpariaman berhasil menyamakan skor.
       
Gol bagi Kabupaten Padangpariaman tercipta pada menit 83 melalui kaki pemain nomor punggung 23, Bobi Candra.

Kesebelasan 50 Kota dan Kabupaten Padangpariaman berada di grup B bersama dua tim lainnya yakni Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman.
         
Pada pertandingan selanjutnya, Kabupaten Padangpariaman akan menjamu kesebelasan Kabupaten Pasaman. Sedangkan kesebelasan 50 Kota akan berhadapan dengan tim Kabupaten Agam.
         
Ketua panitia cabang olahraga sepakbola Porprov XV tahun 2018, Kompol Maymuspi mengatakan, pertandingan sepakbola masih akan berlangsung hingga tanggal 28 November 2018 mendatang.
       
"Hanya ada 17 tim yang mengirimkan timnya. Sedangkan 1 tim yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak mengirimkan timnya," ujarnya. Ia menambahkan pertandingan semifinal dan final akan digelar di lapangan GOR Sungai Sariak. (Nanda)
Mardison Ajak Perantau Minang di Sulawesi Selatan Bangun Hotel Berbintang di Pariaman
Mardison Mahyuddin pada acara silaturahmi dengan perantau Minag di Sulawesi Selatan. Foto: Nanda
Makassar - Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin ajak perantau Minang yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan membangun hotel berbintang di Kota Pariaman. Bisnis perhotelan di Kota Pariaman, kata dia, sangat menjanjikan untuk digarap di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Pariaman.

"Kita di Kota Pariaman belum memiliki hotel berbintang, akibatnya wisatawan menginap di daerah lain. Belum banyak yang menginap di Pariaman. Jika perantau kita memanfaatkan ini, tentu merupakan peluang investasi yang sangat tepat," ujarnya di Kota Makasar, Jumat (16/11). 

Berbagai iven pariwisata kelas internasional telah digelar di Kota Pariaman. Iven Pesta Budaya Tabuik, Pariaman Internasional Thriatlon dan sejumlah iven pariwisata lainnya, secara kasat mata dan statistik telah menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan.

Ia mengatakan, Pemko Pariaman mencatat sekitar 3 juta orang berkunjung setiap tahun ke Kota Pariaman. Angka tersebut tentunya menjadi pertimbangan investor menanamkan modalnya di Kota Pariaman.

Berbagai kemudahan akan diberikan Pemko Pariaman bagi perantau yang berinvestasi seperti perizinan, hingga fasilitasi lahan untuk membangun hotel. Pemko Pariaman telah menyiapkan lahan untuk dibangun hotel berbintang di Desa Pauh Barat, Pariaman Tengah.

Ia berkeyakinan, pembangunan hotel mininal bintang 4 akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman. Tidak hanya itu, perputaran uang wisatawan juga lebih optimal.

"Kami akan memfasilitasi investor, kerjasama ini diperlukan untuk terus mengembangkan pariwisata. Jika ada hotel berbintang, wisatawan akan lebih nyaman di tempat kita," ulasnya.

Menurutnya, pariwisata Pariaman tidak hanya ada di sepanjang 12 kilometer garis pantai Pariaman. Duet Genius Umar dan Mardison Mahyuddin juga akan mengembangkan destinasi wisata lain di kawasan timur Pariaman.

Kawasan timur yang punya potensi pertanian dan perikanan, akan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga akan mengundang perantau untuk datang ke Kota Pariaman melihat peluang investasi.

"Ada konsep water front city pada periode ini, kita menjadikan aliran sungai di Pariaman menjadi destinasi wisata baru. Kita tumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai, saat semuanya terjaga, akan ada nilai wisatanya," pungkasnya. (Nanda)
Indahnya Kawasan Puncak 'Gunuang' Kasang Arena Paralayang Porprov
Muhammad Ikhbal terkesima akan keindahan panorama Puncak Gunuang Kasang yang menjadi lokasi arena Paralayang Porprov. Foto: istimewa
Batang Anai - Kawasan Bukik Kanter atau Gunuang Kasang di Nagari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai, Padangpariaman, tidak serta merta ditunjuk sebagai lokasi atau arena cabang olahraga elit Paralayang pada Porprov Sumbar ke XV di Padangpariaman.

Kawasan perbukitan dengan ketinggian lebih dari 1.000 Mdpl itu telah melalui serangkaian riset. Mulai dari ketinggian, kecepatan angin hingga tingkat kecuraman pada lembah di perbukitan itu. Hingga, kawasan tersebut digadang-gadang menjadi arena paralayang terbaik di Sumbar.

Ketua KNPI Padangpariaman Muhammad Ikhbal bersama Ketua KONI Padangpariaman Aprinaldi - yang ikut dalam rombongan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni melihat persiapan panitia Paralayang jelang Porprov - mengatakan sebelumnya Gunuang Kasang telah sering dikunjungi oleh wisatawan, meskipun masih bersifat insindentil dan ekslusif.

Ia yang baru pertama kalinya menginjakakan kaki di puncak bukit itu, mengaku ada potensi tersembunyi di salah satu titik tertinggi di Padangpariaman ini.

Putra Sulung Bupati Ali Mukhni itu berujar, dari puncak Gunuang Kasang membentang panorama alam yang memukau. Dari sana terlihat jelas Bandara Internasional Minangkabau, Gunuang Talang, lautan lepas hingga jajaran pulau - pagar lautnya kabupaten Padangpariaman.

"Selangkah lagi kawasan ini akan menjadi salah satu primadona wisata Padangpariaman. Bayangkan, di satu kawasan saja bisa disulap jadi arena trekking, trabas hingga paralayang," ujar Ketua IMI Padangpariaman ini di Batang Anai, Jumat (16/11).

Kata Ikhbal, itu baru satu kawasan saja. Masih dalam area yang tidak terlalu jauh, juga terdapat air terjun Sarasah yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Jika kawasan tersebut dipadukan menjadi satu destinasi, daerah itu akan menjelma jadi nagari wisata.

"Tentu akan menarik minat wisatawan kalangan umum dan khusus. Contohnya air terjun Sarasah bagi wisata keluarga, dan puncak bukit sebagai destinasi camping dan outbound bagi wistawan minat khusus. Hal ini jika digarap dengan serius dan tentunya didukung oleh masyarakat sekitar, Gunuang Kasang akan menjadi destinasi wisata favorit dan akan berimbas pada tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat," imbuhnya.

Untuk menuju lokasi Gunuang Kasang, wisatawan bisa masuk dari simpang Perumahan Kasai Permai yang terletak di Jalan Padang - Bukittinggi. Sekitar 2 km masuk ke dalam, pengunjung akan tiba di area pendakian ke puncak Gunuang Kasang.

Jalan aspal menuju ke sana memang belum terlalu lebar. Untuk menuju puncak masih jalan tanah. Dibutuhkan kendaraan double gardan agar kuat menanjak atau bisa juga dengan sepeda motor dengan ban offroad mencapai puncak. Gunuang Kasang sendiri berhawa sejuk, masih asri dan hijau.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni berjanji akan membenahi infrastruktur menuju puncak Gunuang Kasang. Mulai dari pelebaran jalan dari simpang Perum Kasai Permai, hingga mengasapal jalan menuju ke puncak.

"Dalam dua tahun ke depan insya Allah jalan menuju puncak (Gunuang Kasang) siap kita kerjakan," ujar Ali Mukhni.

Ali Mukhni menyadari betul potensi wisata yang ada di Padangpariaman perlu pembenahan sarana insfrastruktur penunjang.

"Padangpariaman satu-satunya daerah di Sumbar yang memiliki destinasi wisata terlengkap. Kita punya laut, perbukitan, air terjun, lembah, pemandian alami, dll. Karena Padangpariaman sangat luas, kita petakan semua, lalu membuat masterplan kemudian sesegera mungkin fokus menggarapnya," pungkasnya. (OLP)
Raih 4 Medali, Padangpariaman Puncaki Sementara Porprov XV
Bupati ALi Mukhni pukul bola pertama tanda dibukanya pertandingan soft tenis Porprov Sumbar XV. Foto: Nanda
Pariaman - Kontingen Kabupaten Padangpariaman memperoleh medali terbanyak sementara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat ke XV tahun 2018 dengan perolehan 4 medali, terhitung Jumat siang (16/11).

Perolehan medali tersebut masing-masing 3 medali emas disumbangkan dari cabang olahraga soft tenis, dan 1 medali perak dari cabang olahraga bola basket 3x3 puteri.
Peroleh medali terbanyak selanjutnya ditempati kontingen dari Kota Bukitinggi dan Kota Padang yang baru meraih 1 medali emas. 

Medali emas bagi Kota Bukittinggi disumbangkan melalui cabang olahraga bola basket 3x3 puteri. Sedangkan medali emas Kota Padang disumbangkan melalui cabang olahraga bola basket 3x3 putera.


Di peringkat selanjutnya, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Solok menjadi peringkat 4 dan kelima perolehan medali. Kabupaten Pasaman Barat meraih 2 medali perak dan 1 medali perunggu dari cabor soft tenis.

Sedangkan Kabupaten Solok mengantongi 2 medali perak dari cabor sodt tenis dan bola basket 3x3 putera, dan 1 medali perunggu dari cabor soft tenis.

Sementara 10 kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat belum memperoleh medali. Kontingen tersebut, antara lain Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok Selatan, Kota Solok, Kabupaten Sinjunjung, Kota Padangpanjang, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Panitia Porprov Sumatera Barat ke XV  2018 baru mempertandingkan 2 cabang olahraga yakni sodt tenis dan bola basket. 

Beberapa cabor lainnya akan mulai dipertandingkan esok hari antara lain paralayang dan sepak takraw. (Nanda)
Lintas Ormas se Pariaman Dorong Berlakukan Sanksi Adat bagi LGBT
Foto: Nanda
Solok - Forum Komunikasi Lintas Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) se Kota Pariaman melakukan pertemuan dengan ormas se Kabupaten Solok dalam kegiatan studi banding peran ormas sebagai mitra pemerintah di Kabupaten Solok, Rabu (14/11). 

Lebih dari 54 orang perwakilan ormas Kota Pariaman berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Rombongan forum komunitasi lintas ormas Kota Pariaman disambut langsung Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Solok, Junaidi dan sejumlah pengurus ormas di Kabupaten Solok.
Dalam pertemuan tersebut sejumlah isu terkini atau persoalan yang terjadi di masing-masing daerah seperti permasalahan Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) fokus dibahas. 

Dalam pertemuan itu juga dibulatkan tekad upaya ormas di daerah masing-masing menekan permasalahan tersebut.
Perwakilan forum komunikasi lintas ormas Kota Pariaman, Jaini Efendi mendorong diberlakukannya sanksi sosial dan sanksi adat bagi pelaku LGBT. 

Langkah itu perlu dilakukan, lantaran belum adanya hukum positif yang mengatur tentang LGBT di Indonesia.
Menurutnya, ormas dan seluruh masyarakat harus melakukan upaya pencegahan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengontrol pergaulan anak kemenakan.

"Sanksi hukum adat atau sosial bagi pelaku LGBT adalah dihilirnya namun yang tidak kalah penting kita perlu berupaya untuk mencegah perkembangan perilaku menyimpang ini. Kita di Kota Pariaman mendukung upaya tersebut, masing-masing ormas terlibat memantau keberadaan LBGT dan mendorong dilakukannya tindakan tegas," ujarnya.

Sekretaris Forum Dakwah Nagari Cupak Kabupaten Solok, Sayuti Ilyas mengatakan pihaknya belum memiliki data angka LGBT di daerahnya seperti yang dilansir oleh media beberapa pekan silam. 

"Indikasi keberadaannya sepertinya ada, namun kita belum bisa memastikan," kata dia.

Ia mengatakan jika ormas harus ikut serta dalam menbentengi masyarakat di masing-masing daerah dari ancaman LGBT. Upaya pencegahan itu ditempuh dengan pendekatan keagamaan.

"Jika ditemukan akan memberlakukan hukum adat dibuang dari nagari bisa diberlakukan," pungkasnya.

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Pariaman, Efirizal mengatakan Pemerintah Kota Pariaman telah menerbitkan edaran kepada seluruh kantor instansi pemerintahan di Kota Pariaman untuk mewaspadai ancaman LGBT di wilayah Kota Pariaman.

"Ini sangat menjadi fokus dari pemerintah kami di Kota Pariaman, sudah ada edaran agar seluruh jajaran pemerintah hingga ke desa mengantisipasi masalah LGBT ini," pungkasnya.

Isu persoalan LGBT di Sumatera Barat tengah mendapatkan perhatian khusus, paska dirilisnya data Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia (PKVHI) mencatat jumlah LGBT di Sumbar mencapai 25 ribu lebih. (Nanda)