Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :

Berita Terpopuler

Redaksi

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Pemkab Padangpariaman Wajibkan Pemerintahan Nagari Tertib Administrasi

Written By oyong liza on Rabu, 17 Desember 2014 | 21.29


Bupati Padangpariaman Ali Mukhni meminta kepada seluruh Wali Nagari dan perangkatnya untuk menciptakan Pemerintahahan Nagari yang tertib administrasi di Padangpariaman. Hal itu disampaiakan Bupati melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman Jonpriadi, SE, MM pada acara penyerahan Buku Administrasi Nagari (BAN) secara simbolik di Hall IKK Parit Malintang Selasa 16 Desember 2014.

BAN tersebut diserahkan oleh Sekda kepada 60 Wali Nagari se Kabupaten Padangpariaman didampingi oleh Asisten Adm Pemerintahan Drs. Anwar, M.Si, Kabag Pemerintahahan Nagari, Kabag Pemerintahan Umum, dan saksikan oleh seluruh camat se-Kabupaten Padangpariaman.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Jonpriadi, Bupati meminta untuk memanfaatkan buku BAN dengan sebaik-baiknya dan mempelajari tata cara pengelolaan yang tertera didalam buku tersebut.

"Sehingga Pemerintahan Nagari yang tertib Administrasi di Kabupaten Padangpariaman yang kita cintai ini bisa terwujud. Mari kita ciptakan Pemerintahan Nagari yang bersih dan tertib administrasi," ucapnya.

Lebih lanjut Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Sekda menyampaikan kepada Wali Nagari untuk meningkatkan manajemen pemerintahan.

"Nagari perlu dilakukan penataan administrasi  agar lebih effektif dan effisien, penataan administrasi merupakan pencatatan data dan informasi dalam mendukung penyelenggaraan Pemerintahan Nagari, maka perlu dilakukan langkah penyempurnaan terhadap pelaksanaan administrasi, seperti Administrasi Nagari, Administrasi Umum, Administrasi Penduduk, Administrasi Keuangan, Administrasi Pembangunan." 

"Kesemua jenis administrasi tersebut, harus menjadi fokus utama dan menjadi acuan bagi Wali Nagari dan segenap perangkatnya dalam menjalankan pemerintahannya," pungkas Sekda.

Usai penyerahan buku, acara dilanjutkan dengan rapat kerja antara wali nagari dengan camat se Kabupaten Padangpariaman.

Atas Prestasi Inilah Ali Mukhni Segera Terima Penghargaan Dari Presiden Jokowi




Pemerintah Kabupaten Padangpariaman mendapatkan penganugerahan tanda kehormatan Satya Lencana Kebhaktian Sosial yang rencananya akan diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Penyerahan penghargaan bergengsi tersebut penyerahannya dijadwalkan pada tanggal 20 Desember 2014 pada peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial (HKN) di Kota Jambi, tepatnya dilapangan Ex MTQ.

Hal tersebut disampaikan Kabag Humas Hendra Aswara diruang kerjanya, Rabu (17/12). Adapun Penghargaan serupa juga diterima oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Hj. Nevi Irwan Prayitno selaku Ketua PKK Prop. Sumbar dan Walikota Solok Irzal Ilyas.

"Alhamduillah, berkat kerja keras seluruh aparatur serta dukungan masyarakat ranah dan rantau, Bapak Bupati meraih penghargaan Satya Lencana Kebhaktian Sosial. Penghargaan ini sebagai kado akhir tahun yang kita persembahkan untuk Masyarakat Padangpariaman," kata Pria Jebolan STPDN Jatinangor itu.

Dijelaskannya bahwa Penghargaan Satya Lencana Kebakhtian Sosial merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Presiden RI kepada figur yang dianggap berjasa dan pengabdiannya yang tinggi terhadap masyarakat. Satya Lencana Kebaktian Sosial itu didapatkan, lanjut Hendra, bukanlah penghargaan yang sederhana tapi butuh kerja keras melalui program yang menyentuh masyarakat yang dapat dilihat hasil nyatanya.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Padangpariaman mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pembangunan dan  kesejahteraan sosial, diantaranya santunan kepada mantan para pejuang, bantuan kepada korban bencana alam, dan memberikan bantuan usaha ekonomi produktif (UEP) kepada keluarga miskin.

Selain itu, lugas Hendra, juga ada  bantuan kepada keluarga yang rumahnya tidak layak huni (RTLH) sebanyak 190 unit dari Tahun 2012-2014 yang sudah disalurkan. Memberikan bantuan kelompok usaha bersama (kube), menyediakan dana bantuan bagi keluarga miskin melalui program PKH dengan jumlah dana pada tahun 2013 Rp 2.105.340.000,- dan tahun 2014 Rp 1.226.400.000,-.

"Memberikan pembinaan pada panti asuhan swasta dan yayasan se Kabupaten Padangpariaman, serta dilakukan audiensi dengan ketua panti asuhan swasta, yayasan dan pimpinan panti asuhan dan lain sebagainya," pungkas Kabag.

Tim

Pengurus YKI Cabang Kota Pariaman dan Pertama di Sumbar, Resmi Dikukuhkan

Written By oyong liza on Selasa, 16 Desember 2014 | 04.33



Yayasan Kanker Indonesia (YKI) masih terasa asing, atau relatif  tidak terdengar kiprahnya  dikarenakan walaupun yayasan ini sudah berdiri sejak 37 tahun silam, tetapi di Sumatera Barat belum mempunyai cabang, yang ada baru pengurus wilayah Provinsi Sumatera Barat. Maka dari itu pelantikan pengurus Yayasan Kanker Indonesia cabang Kota Pariaman merupakan pengurus cabang pertama di Sumatera Barat, begitu disampaikan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam acara Pelantikan pengurus Yayasan Kanker Indonesia cabang Kota Pariaman masa bakti 2014 – 2019 di Aula Balaikota Pariaman, Sabtu (13/12/2014).

“Pemko Pariaman merasa bangga dan menyambut baik hadirnya YKI cabang Kota Pariaman, karena lembaga ini merupakan lembaga sosial bertaraf nasional yang induknya berkedudukan di Jakarta. Diharapkan YKI cabang Kota Pariaman ini dapat turut berperan bersama-sama pemerintah dan unsur masyarakat lainnya untuk ikut meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanggulangan penyakit kanker di Kota Pariaman,” ungkap Mukhlis.

Dia juga berharap pengurus YKI di Kota Pariaman yang baru dilantik juga dapat berperan aktif dalam mengatasi berbagai masalah atau langkah-langkah strategis dalam mencegah penyakit kanker di Kota Pariaman dan juga dapat sebagai garda terdepan serta menjadi pribadi yang handal, amanah, agar dapat membawa kemajuan bagi organisasi menuju Kota Pariaman yang sejahtera dan bebas dari kanker.

Sementara itu, Ketua Wilayah YKI Sumatera Barat Nevi Irwan Prayitno mengatakan, memberikan apresiasi kepada Walikota Pariaman yang telah memfasilitasi pembentukan YKI cabang Kota Pariaman yang merupakan satu-satunya cabang YKI yang telah dibentuk dan dikukuhkan. Beliau juga berharap agar pengurus yang baru dilantik agar segera membuat program kerja yang segera dapat direalisasikan.

"Kedepan YKI cabang Kota Pariaman ini dapat menjadi perpanjangan tangan YKI wilayah Sumbar," katanya.

Setelah melantik pengurus YKI cabang Kota Pariaman, Nevi Irwan Prayitno dan rombongan melihat secara langsung pemeriksaan gratis kanker leher rahim (kanker serviks) di posko yang disediakan panitia.

Pengurus YKI cabang Kota Pariaman yang dikukuhkan ini berjumlah sebanyak 26 orang yang diketuai oleh dr. Lucyanel Arlim, MARS, wakil ketua dr. Yulfi Aneta, sekretaris dr. Anung Respati, M.KM, dan bendahara Rasfina Arifiltan, S.KM.

Acara turut dihadiri oleh perwakilan Yayasan Kanker Indonesia, dr.Yurni Satria, M.Phil, MHA, perwakilan BPJS Sumbar dan BPJS Kota Pariaman, Direktur RSUD Pariaman, Ketua TP PKK Kota Pariaman Reni Mukhlis, Ketua GOW, Kadis Kesehatan Kota Pariaman, dan organisasi kewanitaan beserta para tamu undangan lainya. (*)

Didampingi JKA, Ali Mukhni Berikan Honor Rp 900 Juta Kepada Guru TPA, Imam, Katip, Garin dan Bilal Nagari

Bupati Ali Mukhni didampingi Anggota DPR RI John Kennedy Aziz serahkan honor Guru TPA, Imam, Katib, Garin dan Bilal Nagari di Pendopo Bupati, Senin (15/12)


Sebanyak 600-an orang Guru TPA, Imam, Katib, Garin dan Bilal Nagari se Padangpariaman menerima honor yang diserahkan langsung oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, disaksikan oleh Anggota DPR RI John Kennedy Aziz (JKA) di Pendopo Bupati, Senin (15/12).

Anggota DPR RI Jhon Kennedy Aziz memberikan apresiasi atas kepedulian Bupati Ali Mukhni terhadap Guru TPA, Imam, Katib, Garin dan Bilal Nagari dengan pemberian honor setiap bulannya tersebut. JKA menilai, pemerintah daerah serius perhatikan kesejahterakan masyarakatnya.

"Kita apresiasi kepedulian Bupati Ali Mukhni terhadap peran Guru TPA, Imam, Katib, Garin dan Bilal Nagari dalam syiarnya Agama Islam di tengah masyarakat. Kepedulian ini bisa diartikan sebagai wujud cinta beliau dalam membangun masyarakat yang religius," kata Pria asal Sungai Geringging itu.

Bupati Ali Mukhni mengatakan, honor Guru TPA, Imam, Katib, Garin dan Bilal nagari ini terwujud karena aspirasi dari Anggota DPRD serta masyarakat ranah dan rantau yang meminta adanya bantuan tersebut. Ia mengajak para penerima honor bersyukur atas nikmat Allah SWT tersebut.

"Jangan dilihat besar atau kecilnya, tapi ini sebagai bentuk kepedulian Anggota DPRD, perantau dan tokoh masyarakat untuk kesejahteraan Guru TPA, Imam, Katib, Garin dan Bilal Nagari," kata Bupati didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Sementara itu, Kabag Kesra Zayadi mengatakan bahwa anggaran yang disediakan pada APBD 2014 untuk honor Guru TPA, Imam, Katib, Garin dan Bilal Nagari adalah sebesar Rp 900 juta. Untuk tahun 2015 tetap dianggarkan dengan jumlah yang sama.

"Tahun 2014 ini, pemerintah bersama DPRD telah menganggarkan honor Guru TPA, Imam, Garin serta Bilal Nagari sebesar 900 juta. Insya allah untuk tahun 2015 tetap kita anggarkan," kata Kabag Kesra Zayadi.

Dijelaskannya, untuk Guru TPA menerima sebesar 150 ribu per bulan, sedangkan Imam, Katib dan Bilal nagari menerima sebesar Rp 100 ribu per bulan. Jadi, sebutnya, total honor yang diterima sebesar Rp 900 juta untuk enam bulan, dari Juni s/d Desember.


HA

Ungkap Kasus Pencurian Ternak, Ali Mukhni Berikan Penghargaan Pada Jajaran Reskrim Polres Padang Pariaman

 Bupati Ali Mukhni didampingi Kapolres AKBP Rudi Yulianto serahkan piagam penghargaan kepada Kasat Reskrim AKP J. Hendro di Aula Mapolres, Senin (15/12)


Keberhasilan jajaran polres Padangpariaman mengungkap kasus tindak pidana pencurian ternak mendapat perhatian khusus dari Bupati Ali Mukhni. Secara spesial, bupati memberikan apresiasi dengan bentuk piagam penghargaan kepada jajaran Reskrim Polres Padang Pariaman. Piagam tersebut diserahkan bertepatan dengan serah terima Wakapolres di Aula Polres Padang Pariaman, Parit Malintang, Senin (15/12).

"Alhamdulillah, berkat kerja keras jajaran reskrim dibawah komando Bapak Kapolres maka kasus pencurian ternak dapat terungkap dan pelakunya telah ditangkap," kata Bupati yang juga Ketua LSM Pekat Indonesia Bersatu Prov. Sumbar ini.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Rudi Yulianto, Sik, mengatakan bahwa terungkapnya kasus pencurian ternak itu berkat peran serta masyarakat membantu petugas dalam memberikan informasi terkait pencurian ternak tersebut.

"Kita juga ucapkan terima kasih atas peran aktif masyarakat dalam pengungkapan kasus pencurian ternak di wilayah hukum Padangpariaman. Ke depan, kita berharap agar masyarakat selalu tingkatkan kewaspadaan," kata Kapolres yang juga Ketua Kontingen Porprov XIII Sumbar di Dharmasraya ini.

Serah terima wakapolres

Pada kesempatan tersebut Bupati Ali Mukhni yang menghadiri serah terima Wakapolres dari Kompol Syafruddin SIk ke Kompol Yuli Kurnianto SIk di Aula Kantor setempat dalam sambutannya mengucapkan selamat bertugas kepada Wakapolres yang baru dan terima kasih atas kerja sama yang terjalin kepada Wakapolres yang lama serta semoga sukses menjalankan tugas negara di tempat yang baru.

"Selamat datang dan kembali ke rumah kepada Wakapolres yang baru. Karena sebelumnya pernah juga bertugas di Padangpariaman. Dan terima kasih kepada Bapak Waka yang lama, terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini," kata Bupati didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.


HA

Seperti Apa Usulan Ali Mukhni, Sehingga JKA Bertekad Realisasikan By Pass BIM-Ulakan-Kota Pariaman di DPR RI?

Written By oyong liza on Senin, 15 Desember 2014 | 19.55




Anggota DPR RI John Kennedy Aziz (JKA) menjemput aspirasi masyarakat Padangpariaman dengan menyelenggarakan temu ramah dan dengar pendapat tentang Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Acara sosialisasi dan dengar pendapat itu dihadiri oleh Bupati Ali Mukhni, Kepala SKPD, Camat dan Wali Nagari se-Padangpariaman, bertempat di Aula Kantor Bupati, Parit Malintang, Senin (15/12).

"Kehadiran kami disini, selain sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus untuk menjemput aspirasi bapak-bapak dan ibu-ibu, stakeholders dan masyarakat Padangpariaman," kata Pria asal Sungai Geringging ini.

Pada kesempatan itu, JKA menerima aspirasi yang disampaikan oleh Kadis Pekerjaan Umum Zainir untuk pembuatan jalan By Pass dari Bandara menuju Kota Pariaman. Jalan tersebut akan melalui pinggir pantai dari Ketaping, Ulakan dan Kota Pariaman. Sehingga, menurut Zainir, pengembangan kawasan pantai barat akan semakin maju seiring tumbuhnya iklim investasi oleh para investor.

"Saya menyambut positif usulan dan masukan dari Kadis PU untuk pembuatan jalan By Pass dari Bandara-Ketaping-Ulakan menuju Kota Pariaman. Tentunya ini tugas berat kita bersama dan tentunya akan saya sampaikan kepada Komisi terkait di DPR-RI," ujar politisi Partai Golkar itu.

Di kesempatan yang sama, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dalam sambutannya mengapresiasi JKA yang menjemput aspirasi sekaligus melepas rindu masyarakat terhadap wakil rakyat tingkat pusat itu. Bupati mengaku sering menjalin komunikasi dan berdiskusi dengan Anggota DPR RI tersebut untuk pembangunan di Padangpariaman yang progressif.

"Alhamdulilah, hari ini telah hadir ditengah kita Anggota DPR RI Bapak John Kennedy Aziz untuk menampung aspirasi masyarakat. Kita sering berdiskusi dan beliau sangat mendukung program pembangunan di Padangpariaman," kata Bupati yang juga Alumni Lemhanas Tahun 2012 itu.


HA/OLP

Tingkatkan Ketaqwaan Siswa, SMKN 4 Pariaman Bangun Musalla dan Portal Mini




Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kota Pariaman selain meningkatkan mutu lulusannya, juga meningkatkan ketakwaan dan keimanan siswa dengan membangun musalla di komplek sekolah yang diberi nama Uswatun Hasanah. Musalla dibangun di pintu gerbang masuk sekolah yang berada di pinggir jalan umum.

Kepala SMKN 4 Kota Pariaman Taharuddin menyebutkan saat berlangsungnya acara Batagak Kudo-Kudo Musalla Uswatun Hasanah, Senin (15/12/2014) di komplek SMKN 4 Pariaman. Batagak Kudo-Kudo musalla ini juga dihadiri Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, SKPD, camat dan sejumlah PNS di lingkungan Dispora, Kepala Desa Taluk Khairul, orangtua/wali murid dan tokoh masyarakat di sekitar SMK 4 Pariaman.

Taharuddin didampingi Wakilnya Bidang Sarana Sumarlan menambahkan, ukuran musallah yang dibangun 9 X 9 meter. Jika ditambah dengan teras, total bangunan seluas 13 X 14 meter. “Diperkirakan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 200 juta hingga selesai. Sampai sekarang kondisi bangunan sudah mencapai hampir 50 persen, yang menghabiskan dana sebesar Rp 90 juta,” kata Sumarlan.

Dikatakan, musalla ini mulai dibangun dengan peletakan batu pertama setahun lalu. “Diharapkan dengan adanya musalla ini dapat ditingkatkan bimbingan spiritual anak-anak. Berbagai peringatan hari besar Islam sudah bisa dilaksanakan di musalla tersebut. Karena lokasi musalla berada di pintu gerbang dan di pinggir jalan, nantinya tidak hanya dimanfaatkan oleh pihak sekolah, namun juga masyarakat sekitarnya. Dimana musalla ini juga menjadi lokasi ibadah masyarakat sekitarnya,” kata Sumarlan.

Taharudin menambahkan, SMKN 4 Pariaman terdiri dari lima jurusan. Yakni Teknik Elektronika Industri, Teknik Perbaikan Bodi Otomotif, Teknik Survey dan Pemetaan, Disain Komunikasi Visual dan Disain Kria Tekstil.

“Saat ini siswa SMKN 4 Pariaman sudah berhasil membuat portal mini (palang pintu) yang dikendalikan dengan elektrik. Portal ini merupakan hasil kreatifitas siswa  yang akan terus dikembangkan. Portal mini langsung dipasang di halaman sekolah yang disaksikan tamu-tamu yang datang menghadiri Batagak Kudo-Kudo Musalla,” kata Taharuddin.

Dikatakan Taharuddin, untuk meningkatkan kualitas lulusan SMKN 4 Pariaman ini, berbagai upaya dan kerjasama dengan berbagai pihak dilakukan. Baik lembaga pendidikan yang lebih tinggi maupun pihak industri yang relevan dengan jurusan yang dikembangkan.

SMKN 4 Pariaman kini memiliki 15 lokal, 4 labor, 58 guru dan 406 murid. Sedangkan sarana yang masih dirasakan kurang antara lain ruang workshop, labor bahasa, labor komputer, ruangan majelis guru. Yang lebih penting lagi adalah pagar sekolah untuk meningkatkan disiplin siswa, katanya.

AT

Ketok Palu DPRD Kota Pariaman: Sejarah Baru Prolegda dan Ketua Baleg Mudanya Riza Saputra




Pada rapat paripurna DPRD Kota Pariaman tentang pengesahan APBD Kota Pariaman yang dikenal dengan istilah "ketok palu dewan" Tahun 2015, Sabtu malam (13/12) kemarin yang membuat dua sejarah baru, yaitu pengesahan APBD tercepat dan sejarah baru Badan Legislasi (Baleg) DPRD yang melaksanakan penyusunan Program Legislasi Daerah (Prolegda) hanya dalam masa satu tahun.

Kerjasama Prolegda antara eksekutif dan legislatif yang mendapat "acungan jempol" dari Walikota Pariaman Mukhlis Rahman itu, siapa sangka bahwa penyusunan Prolegda yang sangat alot di Baleg DPRD tersebut dipimpin oleh seorang anak muda berusia 26 Tahun. Dialah Riza Saputra, Spd, politisi Hanura, kelahiran 8 Februari 1988 di Marabau, Pariaman Selatan.

Ketua DPRD Mardison Mahyuddin sempat melontarkan guyonan saat Riza maju ke podium sebagai Ketua Baleg untuk mengulas laporan Baleg DPRD terhadap hasil penyusunan Prolegda Kota Pariaman 2015 saat paripurna bersejarah Sabtu malam tersebut.

"Ini dia Riza Saputra. Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Pariaman. Politisi muda berbakat dan cerdas. Silahkan dipinang, Riza masih bujangan," kata Mardison saat itu mengundang tawa hadirin.

Menurut Riza, saat kami wawancarai via seluler mengatakan bahwa Perda yang akan dibuat ke depan prosesnya bisa lebih awal tahun agar persiapannya lebih matang.

"Sehingga Perda yang akan lahir tidak menjadi dokumen kosong saja," kata Reza, yang saat ini
(15/12) sedang berada di Bogor melakukan kunjungan kerja masa reses dewan.

Dengan adanya Prolegda, kata Politisi dari Dapil Pariaman Timur dan Pariaman Selatan ini, tidak ada Ranperda (rancangan peraturan daerah).

"Program pembentukan peraturan atau Prolegda bisa keluar masuk di perjalanan tahun dengan sembarangan, kecuali hal-hal yang mendesak sebagaimana menurut UU no. 23Tahun 2013," pungkas Riza yang disebut-sebut calon kuat Ketua KNPI Kota Pariaman ini.

Sebagaimana diketahui Prolegda Tahun 2015 Kota Pariaman terdiri atas 21 Ranperda yang mana 16 diantaranya berasal dari Pemko Pariaman, dan 5 Ranperda berasal dari inisiatif DPRD Kota Pariaman.

Diantara 21 Ranperda tersebut, 15 diantaranya adalah usulan baru, 10 dari eksekutif dan 5 inisiatif legislatif. selengkapnya:

Pemko Pariaman:

1. Kompetensi inti industri daerah Kota Pariaman
2. Penanggulangan Rabies
3. Perlindungan dan pengelolaan hutan
4. Perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan
5. Lembaga penyiaran publik lokal
6. Zona kawasan pesisir
7. Rencana induk kepariwisataan daerah
8. Pengelolaan terumbu karang
9. Pembinaan dan pengawasan depot air minum
10. Rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi Kota Pariaman Tahun 2015-2035

Usulan DPRD Kota Pariaman:

1. Pelayanan kesehatan
2. Pelayanan pendidikan
3. Kawasan tanpa rokok
4. Pengelolaan zakat
5. Bantuan hukum bagi masyarakat miskin

Oyong Liza Piliang

Lepas Kontingen Porprov ke Dharmasraya, Mukhlis: Berjuanglah Sekuat Tenaga dan Harumkan Nama Kota Pariaman!




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota Genius Umar, Sekdako Armen, unsur Muspida, Ketua KONI Fitrias Bakar, para kepala SKPD, Kabag, para Camat beserta undangan, melepas keberangkatan kontingen atlet pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat ke XIII di Dharmasraya, Senin (15/12) di halaman Balaikota Pariaman.

Kontingen Porprov Kota Pariaman yang diketuai oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar tersebut mengikuti sebanyak 22 cabang olahraga dengan 418 orang atlet beserta official.

Mukhlis mengatakan, kontingen atlet Kota Pariaman yang akan berangkat menuju Dharmasraya adalah atet-atlet pilihan yang siap mengangkat citra dan mengharumkan nama Kota Pariaman di ajang Porprov ke XIII Sumbar.

"Oleh karena itu, pesan kami, jalanilah pertandingan dengan semangat sportivitas. Berjuanglah sekuat tenaga dan jangan mudah putus asa. Bila para atlet telah berjuang maksimal, maka terimalah hasil perjuangan itu dengan lapang dada," kata Mukhlis.

Mukhlis menyebutkan, para atlet Kota Pariaman yang datang ke arena Porprov Sumbar memang untuk meraih prestasi dan kemenangan.

"Insya Allah, masa dan kesempatan untuk berprestasi masih terbuka lebar. Karenanya berjuanglah dengan sekuat tenaga," lanjutnya.

Disamping itu Mukhlis juga mengatakan, membina atlet untuk mencapai prestasi puncak memang tidak mudah dan dibutuhkan kerjasama dan pembinaan secara sinergis oleh seluruh potensi daerah.

"Oleh karena itu, secara bersama kita berikan perhatian yang luas terhadap pembangunan keolahragaan. Olahraga akan mampu tampil menjadi kekuatan yang dapat diandalakan, tidak hanya sebagai kekuatan pembentuk SDM yang unggul dan berdaya saing, namun juga sebagai pusat kekuatan pembangunan," pungkas Mukhlis.

OLP

Bangun Kampus ISI di Kayu Tanam, Ali Mukhni Sediakan Lahan 20 Hektar

Written By oyong liza on Minggu, 14 Desember 2014 | 19.27

Rektor ISI Prof Novesar Jamarun menerima kunjungan Bupati Mukhni membahas pembangunan Kampus ISI di ruang kerjanya, Jumat (12/12)



Menindaklanjuti pembangunan Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) yang direncanakan berlokasi di Kayu Tanam, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengunjungi Rektor ISI Prof. Novesar Jamarun di Padang Panjang, Jumat (12/12). Bupati yang didampingi tokoh perantau piaman Prof. Armay Arief diterima langsung oleh jajaran civitas akademika ISI Padang Panjang.

"Alhamdulillah kita datang temui Pak Rektor ISI untuk tindak lanjut pengembangan Kampus ISI di Kayu Tanam. Sebelumnya Pak rektor juga telah berkunjung ke kantor Bupati di Parit Malintang. Insya allah kita punya komitmen yang sama dalam memajukan dunia pendidikan," kata Bupati.

Ali Mukhni mengatakan, lokasi rencana pembangunan Kampus ISI berada di lokasi yang strategis persis di depan INS Kayu Tanam. Luas lahan yang disediakan seluas 20 hektar siap untuk bangun. Keberadaan Kampus ISI, kata bupati, nantinya akan mewujudkan Padangpariaman sebagai Kabupaten pusat pendidikan di Sumatera Barat.

Sementara itu, Rektor ISI Novesar Jamarun mengatakan telah merespon positif kegigihan Bupati Ali Mukhni dalam menindaklanjuti pembangunan Kampus ISI. Ia mengaku sudah melihat langsung lokasi rencana pembangunan kampus tersebut dengan beberapa dosen ISI beberapa waktu lalu. Melihat lokasi startegis dan tidak jauh dari Kampus Utama di Padang Panjang, dia pun sangat tertarik dan langsung menemui Bupati Ali Mukhni.

"Alhamduliiah, kita sudah lihat lokasi rencana pembangunan Kampus ISI di kayu Tanam. Luas lahannya 20 hektar. Kedatangan Pak Bupati ini kita membahas mengenai pembebasan lahan 20 hektar tersebut," kata Prof. Novesar Jamarun.

Disamping itu, dukungan juga datang dari tokoh perantau Piaman Prof. Armay Arief yang mendukung pembangunan Kampus ISI di Kayu Tanam. Ia beralasan bahwa lokasi tidak jauh dari Bandara (BIM) hanya 45 menit. Selain itu, kata dia, lokasinya sejuk sehingga cocok untuk tempat pendidikan. Dan yang tak kalah penting menurut dia adalah keseriusan Pemkab Padangpariaman dalam mengurus dan memfasilitas pembangunan Kampus ISI tersebut.

"Kita dukung rencana lokasi pembangunan kampus ISI di Kayu Taman. Lokasinya sangat strategis,  sejuk dan dekat dari Bandara serta berada di pinggir jalan nasional Padang- Bukittinggi, sehingga memudahkan akses mahasiswa dan orang tua nantinya," ujar Prof. Armay.


HA/OLP

Topik Terhangat

postingan terdahulu