Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :

Berita Terpopuler

Redaksi

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Lucy: Jangan Takut! Panas dan Bengkak Usai Imunisasi Adalah Wajar

Written By oyong liza on Kamis, 20 November 2014 | 18.49




Dinas Kesehatan Kota Pariaman mengadakan Deseminasi Gerakan Akselerasi  Imunisasi  (GIAN) menuju Desa  UCI  (Universal Child Immunization )  di RM Pauh, By Pass, Senin, (20/11). Acara yang berlangsung dari tanggal 17 s/d 20 November 2014 tersebut diikuti oleh empat Kecamatan dengan jumlah peserta 220 orang, yang terdiri dari Camat, Kades, Lurah, Bides, dan ibu-ibu yang mempunyai anak balita. 

Acara tersebut dibuka oleh Walikota Pariaman diwakili Asisten II  Drs. Sukardi. Dikatakan Sukardi, kegiatan ini membutuhkan partisipasi akitif ibu-ibu yang memiliki anak balita untuk membawa balita-balita mereka ke posyandu sehingga mereka dapat memantau tumbuh kembang balita melalui berat badannya setiap bulan, dan tak kalah penting, kata dia, karena salah satu program utama posyandu adalah imuninisasi.

Dia menuturkan, perkembangan imunisasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan  kekebalan  seseorang  secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajang pada antigen yang serupa tidak menyebabkan terjadinya penyakit. Dijelaskan dia, imunisasi diperkirakan dapat mencegah 2,5 juta kasus kematian pertahun diseluruh dunia (data WHO, UNICEF & World Bank 2009).
"Imunisasi masih sangat diperlukan untuk melakukan pengendalian penyakit yang yang dapat dicegah  dengan imunisasi (PD3 I), seperti TBC, diphteri, Pertusis, Hepatitis, Polio, tetanus dan campak,” imbuh Sukardi

Sementara itu dr. Robert,S.SpA dan dr. Lucyanel Arlym  sebagai nara sumber  imunisasai  memberikan arahan antara lain  dengan imunisasi lengkap dapat melindungi 80-95%  dari  penyakit yang dapat dicegah imunisasi.

"Dan bagi ibu-ibu yang mempunyai anak balita  manfaatkanlah  posyandu setiap bulan, walaupun anak setelah di imunisasi ada panas dan pembengkakan, itu hal yang wajar dan biasa," jelas Lucy.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Drs. Yutiardi Rivai, Ap.t menyebutkan  maksud dan tujuan acara ini dilaksanakan adalah untuk meningkatkan pengetahuan lintas Program, lintas sektor dan masyarakat tentang manfaat Imunisasi.


SP/OLP

Ini Cara Mukhlis Permudah Perizinan Yang Selama Ini Dikeluhkan Berbelit-belit




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyebutkan, untuk tahun 2014 telah dilimpahkan sebanyak 126 jenis perizinan kepada Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (KP2TPM) Kota Pariaman yang semula hanya sebanyak 8 jenis perizinan, dalam acara sosialisasi pelimpahan kewenangan perizinan kepada KP2TPM, baik tim teknis, kecamatan, perangkat desa dan kelurahan di Aula Balaikota Pariaman, rabu (20/11/2014).

Kepala Dinas KP2TPM Alfian smenuturkan, dengan sosialisasi ini diharapkan terjadi sinkronisasi antara tim tekhnis dan aparatur baik di desa dan kelurahan maupun kecamatan dalam melayani pelimpahan kewenangan perizinan. Acara tersebut diikuti sebanyak 100 orang peserta yang terdiri dari utusan tim tekhnik dari SKPD sebanyak 25 orang, dari kecamatan 4 orang, serta dari desa dan kelurahan sebanyak 71 orang.

Dikatakan Mukhlis mengatakan, sosialisasi pelimpahan kewenangan perizinan ini sebagai wadah antara perangkat desa dan kelurahan, tim tekhnis dan KP2TPM. Kata dia, melalui perizinan kita dapat mengatur dan menata wilayah, legalitas usaha, peningkatan perekonomian dan ketertiban masyarakat. Perizinan yang berbelit belit akan menghambat ekonomi dan legalitas usaha masyarakat, oleh karena itu, sebutnya, pemerintah sangat fokus terhadap pelayanan perizinan ini.

"Pada prinsipnya bahwa Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di daerah adalah merupakan upaya untuk mempermudah segala bentuk pelaksanaan proses pemberian perizinan maupun non perizinan yang sudah menjadi tanggung jawab dari masing masing kepala daerah sebagaimana diatur pada peraturan pemerintah No 38 tahun 2007, terkait dengan urusan pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” jabar Mukhlis.

Dia juga mengharapkan agar para peserta dapat mengikuti sosialisasi ini dengan sungguh sungguh sehingga hal yang yang berkaitan dengan pelimpahan kewenangan ini benar benar dapat dipahami dan tentunya akan berdampak kepada efesiensi dan efektifitas pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan agenda prioritas dan misi ketiga (3) dari RPJM 2013-2018, yaitu meningkatkan tata kelola kepemerintahan yang baik dan bersih sehingga mampu mendorong dunia usaha dan masyarakat secara lebih mandiri.

JND/OLP

Pol-PP Kota Pariaman Siapkan Personil SAR Siaga Bencana




Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman mengadakan pelatihan Kebencanan dan SAR selama dua (2) hari, Rabu dan Kamis 19-20 November 2014 bertempat di Aula Kodim 0308 Pariaman. Acara tersebut dibuka oleh Walikota Pariaman diwakili asisten tata praja Drs. Lukman Syam, MM. Acara dihadiri oleh Kasdim 0308 Pariaman P. Simbolon, Kasat Pol PP Yota Balad, S.STP, PMI Sumbar, Ezidin, S.Kep sebagai narasumber, dan seluruh anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman.   

Dikatakan Lukman Syam, sesuai dengan Undang-Undang Nomor  32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, SATPOL PP merupakan perpanjangan tangan kepala daerah sekaligus garda terdepan perangkat daerah yang dipercaya untuk menegakKan peraturan daerah (Perda) yang kemudian dipercaya untuk menyelengggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, serta JUGA BERTINDAK perlindungan masyarakat.

Untuk mewujutkan hal tersebut, kata Lukman, SATPOL PP dituntut bertindak tepat, cepat dan tegas dalam melaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Oleh sebab itu, lanjutnya, perlu upaya peningkatan kapasitas SDM personil, baik segi manajerial, administrasi dan tindakan  di lapangan.

"Dan yang jadi perhatian peserta pelatihan antara lain, upayakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan pengetahuan terkait pengembangan kapasitas dan kemampuan guna mewujudkan aparatur SATPOL PP Kota Pariaman yang Profesional, lakukan sinkronisasi dan konsolidasi dalam pengembangan program kegiatan agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang diharapkan," ucap Lukman.

Lukman juga berharap agar Pol PP berupaya melakukan terobosan untuk meningkatkan kompetensi agar dalam pelaksanaan tugas-tugas senantiasa sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku.

Kasat Pol PP Yota Balad  dikesempatan itu mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan  bertujuan untuk meningkatan  kualitas SDM Satpol PP Kota Pariaman dalam rangka tanggap darurat bencana  di Kota Pariaman, serta mewujudkan aparatur Sat Pol PP yang kompeten dan Propesional.


SP

Inilah Alasan Ali Mukhni Aktifkan Peran Istri-Istri Walinagari di Padangpariaman




Peranan kaum ibu-ibu Tim Penggerak PKK Nagari sangat besar dalam kemajuan daerah dan mendukung pembangunan nagari. Sebagai pendamping Wali Nagari, diharapkan dapat mendukung program dan kegiatan yang telah disepakati bersama pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ali Mukhni ketika membuka secara resmi bimbingan teknis pengisian buku dasa wisma bagi Ketua Tim Penggerak PKK Nagari Se-Kab. Padangpariaman yang berlangsung pada tanggal 17-19 November 2014 di Hotel Hayam Wuruk, Padang (17/11).

"Peran Ibu-Ibu Ketua Tim PKK nagari sangatlah strategis yang turut berpartisipasi mensosialisasikan program pemerintah daerah. Saya harap ibu-ibu mendukung Bapak Wali Nagari dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.
Tingkatkan ibadah, Sholat, baca al quran, doakan suami mendapat berkah dan ridho Allah," kata bupati didampingi Hj. Rena Ali Mukhni.

Pada kesempatan tersebut dia mengingatkan akan mulianya seorang ibu. Ia teringat dengan tausyiah ulama besar Sumatera Barat H. Buya M. Letter dimana rumah tangga merupakan tiang pondasi bangsa. Apabila ibunya baik maka baiklah bangsanya, demikian juga sebaliknya.

"Saya kutip dari Buya Letter bahwa rumah tangga adalah tiang bangsa.
Apabila baik ibunya maka baiklah bangsanya. Kemudian ada ibukota, tidak ada Bapak Kota. Ada ibu jari, tidak ada Bapak jari. Alangkah mulianya seorang ibu," kata Bupati Ketua LSM Pekat Indonesia Bersatu Prop. Sumbar ini mengilustrasikan.

Seiring dengan pelaksanaan Bintek tersebut, dia berharap ibu-ibu pengurus PKK nagari turut mendata permasalahan sosial yang ada. Mendata permasalahan sosial seperti kesehatan, pendidikan dan kemiskinan. Data tersebut bersinergi dengan SKPD terkait agar benar-benar valid dan bisa dipertanggungjawaban sehingga tidak terjadi polemik di kemudian hari.

"Dengan adanya bintek dasawisma ini, ibu-ibu tim penggerak PKK nagari bersinergi dengan SKPD terkait dalam pengumpulan data seperti data rumah tidak layak huni, data rumah tangga miskin, siswa berprestasi tapi miskin, data gizi buruk dan lain sebagainya. Ikutilah bintek dengan sungguh-sungguh dan semoga bermanfaat," kata Alumnus Lemhanas tahun 2012 itu.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Padang Pariaman Hj. Rena Ali Mukhni mengatakan bahwa bintek ini diikuti oleh Ketua Tim Penggerak PKK nagari sebanyak 60 orang. Bintek baru pertama kali diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan sumber daya ibu-ibu PKK nagari dalam pengisian berbagai administrasi PKK. Sebelumnya bintek serupa juga telah dilakukan untuk Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan. Bintek tersebut terlaksana karena banyaknya aspirasi dari nagari agar pelatihan administrasi juga dilakukan hingga ke nagari.

"Bintek ini terselenggara karena banyaknya masukan dari ibu-ibu Tim Penggerak PKK. Kita maklum banyak Wali Nagari yang baru dilantik. Insya allah, ke depan kita harap administrasi PKK lebih bersih dan tertib," kata first lady Padangpariamn yang juga seorang guru itu.

Ke depan, dia juga akan membuat program studi komparatif ibu-ibu Ketua Tim Penggerak PKK ke daerah-daerah yang lebih baik pengelolaan administrasi PKK dengan tujuan untuk menambah wawasan dan peningkatan SDM.

"Setelah bintek ini ibu-ibu Ketua Tim Penggerak PKK nagari harus paham dalam pengisian dasa wisma. Tahun depan, kita rencanakan akan studi komparatif ke daerah luar sumbar untuk peningkatan SDM," tandas Rena.


HA

Mengenal Lebih Dekat Kopassus, Salah Satu Pasukan Elit Terbaik di Dunia

Written By oyong liza on Rabu, 19 November 2014 | 09.00




Keperkasaan pasukan elit milik Inggris, Special Air Service (SAS) yang berada di urutan pertama pasukan khusus terbaik dan paling disegani dunia pernah dibuat malu. Pasukan khusus tersebut adalah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) atau yang kerap dikenal pasukan baret merah. Kopassus pernah membuat pasukan terbaik dunia SAS kembali ke Inggris membawa kekalahan.

Pada 1963, Indonesia terlibat konfrontasi dengan Malaysia. Saat itu, Presiden Soekarno memerintahkan Panglima TNI untuk menggelar Operasi Dwikora guna menggagalkan pembentukan negara Malaysia. Tidak ada pernyataan resmi yang menyatakan perang seperti perebutan Irian Barat. Oleh karenanya, TNI tidak mengirim pasukan secara terbuka, mereka mengirim gerilyawan untuk membantu Tentara Nasional Kalimantan Utara yang tengah berperang melawan Pemerintah Malaysia.

Walau sebutannya gerilyawan, namun sebagian besar anggotanya justru pasukan elite TNI seperti Resimen Para Komando angkatan Darat (RPKAD) yang sekarang menjadi Kopassus, Pasukan Gerak Tjepat (PGT) dari TNI AU. Identitas mereka pun dipalsukan dengan mencabut identitas asli dan mengganti dengan identitas palsu yang semuanya diubah menjadi kelahiran Kalimantan guna menghapus keterlibatan Indonesia dalam perang tersebut.

Adapun tugas gerilyawan ini mengganggu perbatasan di sepanjang Sabah dan Serawak, mereka juga melatih warga Kalimantan Utara tata cara bertempur. Pasukan Malaysia terdesak dan meminta bantuan kepada Inggris. Inggris mengabulkan permintaan bantuan Malaysia dengan mengirim pasukan elitenya SAS yang merupakan pasukan terbaik di dunia dan memiliki reputasi melegenda di seluruh dunia. Komandan Pasukan Inggris di Malaya, Mayor Jenderal Walter Walker merasa perlu mengirim SAS karena hanya SAS yang dapat membendung gerilyawan Indonesia. Selain SAS, Inggris juga mengirim pasukan tambahan Gurkha, yang merupakan pasukan elite dari Selandia Baru.

Dalam sebuah pertempuran di Kampung Sakilkilo tanggal 10 Juli 1964, tercatat TNKU meraih kemenangan. Saat itu dua peleton Gurkha melawan satu peleton TNKU. Dalam serangan tersebut, TNKU berhasil menewaskan 20 orang Gurkha tanpa satu pun korban jatuh di pasukan gerilyawan.
Pasukan Gerilyawan Indonesia pun sempat menangkap prajurit SAS dalam sebuah pertempuran. Rencananya tawanan ini akan dibawa ke Jakarta sebagai bukti ada keterlibatan Inggris. Namun karena sulitnya medan, tawanan ini tewas di jalan.

Dari pertempuran di Kalimantan ini pula kemudian SAS belajar mengembangkan taktik gerilya bertempur di hutan. Jika tidak pernah berhadapan dengan pasukan elite Indonesia, mereka tak akan punya taktik ini.

Kopassus didirikan setelah pada Juli 1950 timbul pemberontakan di Maluku oleh kelompok yang menamakan dirinya Rakyat Maluku Selatan (RMS). Pimpinan angkatan perang RI saat itu mengirim pasukan untuk menangani pemberontakan itu. Operasi tersebut dipimpin oleh Panglima tentara teritorium III Kolonel A.E Kawilarang dan Letkol Slamet Riyadi ditunjuk sebagai Komandan Operasinya.

Dalam misinya tersebut, TNI memang berhasil mengalahkan gerakan pemberontakan RMS dengan korban yang tidak sedikit pula di pihak TNI. Setelah diteliti, ternyata musuh memiliki kekuatan yang relatif lebih kecil namun sering menggagalkan serangan TNI yang kekuatannya jauh lebih besar. Hal ini dikarenakan semangat musuh atau perlengkapan yang lebih lengkap disertai taktik dan penglaman tempur yang baik serta dilengkapi dengan kemampuan tembak dan gerakan perorangan.

Hal tersebut membuat Letkol Slamet Riyadi membentuk satuan pemukul yang dapat digerakkan secara cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan perang seberat apapun.

Atas instruksi Panglima Tentara dan Teritorial III No. 55/PDS/52 tanggal 16 April 1952, terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang merupakan cikal bakal Kopassus. Mayor Mochamad Idjon Djanbi sebagai komandan pertama. Ia adalah mantan Kapten Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) yang pernah bergabung dengan Korps Spesial Troopen dan pernah bertempur di Perang Dunia II.

Pada Tahun 1966, pasukan khusus ini berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus Tentara Republik Indonesia Angkatan Darat (PUSPASSUS TNI AD), dan mengalami perubahan lagi pada 1971 menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (KOPASSANDHA). Nama Kopassus didapat pada tahun 1985 sampai sekarang.

Kehebatan dan prestasi Kopassus membuat kagum Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Salman Bin Sultan Bin Abdul Al Saud yang juga kagum akan keterampilan prajurit Kopassus saat Salman berkunjung ke Markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Kamis 23 Januari 2014.

Adapun prestasi Kopassus yang mendapat pujian dunia antara lain:

1.     Operasi Pembebasan Pesawat Woyla (1981)

pada 28 Maret 1981, lima teroris yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein yang mengidentitaskan dirinya sebagai anggota kelompok Islam ekstremis “Komando Jihad” melakukan sabotase dan pembajakan terhadap pesawat DC-9 Garuda Indonesia. Pesawat tersebut dipaksa mendarat Thailand.

Pembajakan Woyla berlangsung selama empat hari di Bandara Don Mueang, Bangkok. Aksi pembebasan sandera pesawat Woyla berakhir pada 31 Maret 1981 dan mendapat pujian dunia karena dalam aksinya, Kopassus dapat membebaskan seluruh sandera tanpa ada yang tewas.

2.     Membebaskan sandera di Mapenduma

Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyandera sekelompok ilmuwan Tim Ekspedisi Lorentz.  Pasukan TNI di bawah Danjen Kopassus Mayjen Prabowo Subianto bergerak untuk membebaskan mereka. Sandera ditahan selama 130 hari. Awalnya TNI berusaha membebaskan dengan cara persuasif, tetapi perundingan berjalan buntu.

TNI pun menggelar operasi militer. Pasukan Kopassus dibantu pasukan pendukung dari Kostrad dan Kodam Cendrawasih diturunkan untuk mengejar dan membebaskan sandera.

Lebatnya hutan di Papua dan OPM sangat menguasai medan membuat Kopassus kewalahan. Terjadi baku tembak  antara Kopassus dengan OPM saat berusaha membebaskan sandera.

Sandera berhasil dibebaskan, namun 2 dari 11 sandera ditemukan tewas, mereka adalah , Matheis Yosias Lasembu, seorang peneliti ornitologi dan Navy W. Th. Panekenan, seorang peneliti biologi.

3.     Merah Putih di Puncak Tertinggi

Pratu Asmujiono, Sersan Misirin, dan Lettu Iwan Setiawan, merupakan prajurit Kopassus yang berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Mount Everest, puncak gunung tertinggi di dunia pada Sabtu, 26 April 1997, Pk. 15.25 waktu Nepal.

Tim Kopassus ini tercatat sebagai anggota militer Asia Tenggara yang dapat mencapai Puncak Gunung Everest.

4.     Penangkapan Xanana Gusmao

Presiden Timor Leste, Fretelin Xanana Gusmao, sebelum memerdekakan Timor Timur dari Indonesia adalah komandan gerilyawan yang ketika itu menjadi simbol perlawanan/pemberontakan Timor Timur.

Dia menjadi buronan nomer satu tentara Indonesia kala itu. Tim Kopassus menjadi pahlawan setelah menangkap Xanana yang saat itu tengah bersembunyi dibawah lemari yang berlubang. Tim Kopassus yang menangkap Presiden Timor Leste tersebut berjumlah 22 orang. Saat tertangkap, Xanana tidak melawan dan hanya tersenyum sambil mengangkat tangannya.

Panglima TNI, Jenderal Tri Sutrisno meminta Xanana diperlakukan dengan baik. Ke 22 anggota Kopassus yang berhasil menangkap Xanana dianugrahi kenaikan pangkat satu tingkat.

5.     Penemuan Black Box

Selain perang dan ahli menyusup, Kopassus terlibat aktif dalam misi kemanusiaan. Saat Pesawat Sukhoi Super Jet 100 jatuh di Gunung Salak, Bogor, Kopassus pun ikut melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Prestasinya adalah penemuan black box pesawat tersebut. Kopassus membuka jalan dan akhirnya dapat menemukannya. Lettu Inf Taufik dan tim yang menemukan black box Sukhoi tersebut.

6.     Menjadi Guru

Salah satu aksi kemanusiaan Kopassus adalah dengan mengganti senjata dengan kapur tulis. Karena kekurangan guru dipedalaman Papua, para prajurit mendapat tugas tambahan, yakni menjadi guru pengajar untuk anak-anak. Adapula yang menjadi mantri kesehatan di pedalaman Papua. 

 Fransiskus Yuno

Inilah Strategi Ali Mukhni Satukan Persepsi Aparatur dan Stakeholders Untuk Kebut Pembangunan




Akselerasi dengan berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Padangpariaman agar meningkatnya pelayanan aparatur pemerintahan kepada publik demi meningkatkan pembangunan, pelayanan satu atap untuk strategi pencapaian. Salah satu langkah untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Padangpariaman menyelenggarakan rapat koordinasi pada hari ini (19/11) bertempat  di aula Kantor Bupati, Pasa Dama, Parit Malintang.

Menurut Kabag Humas Hendra Aswara melalui
Kasubag Pemberitaan Heri Sugianto, rakor tersebut rencananya dibuka langsung oleh Bupati Ali Mukhni, serta dihadiri oleh segenap unsur Muspida, Kepala SKPD, Kabag, serta para undangan.

Heri menyebutkan, rakor dimaksudkan sebagai upaya untuk memperkokoh kerjasama dan menyamakan persepsi tentang konsep-konsep dasar pembangunan Padangpariaman ke depan. Dengan kesamaan persepsi, kata dia, diharapkan akan tercipta nuansa baru bagi seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Padangpariaman.

Nuansa baru ini, tutur dia, diharapkan dapat meningkatkan kinerja aparatur di lingkungan Pemkab Padangpariaman.

"Peningkatan kinerja aparatur yang sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan akan berdampak positif pada peningkatan disiplin dan etos kerja kita sebagai PNS," tulis Heri dalam pers rilisnya.

Usai membuka rakor, ucapnya, Bupati Ali Mukhni juga dijadwalkan menyerahkan bonus sebesar Rp 32.000.000,- kepada 2 (dua) qori berprestasi asal Padangpariaman. Keduanya adalah Givo Saputra (bintang Qasidah terbaik Nasional) dan Fadlan Mubarak (terbaik 1 nasional pada kategori Tartil Dasar).


Cara Hemat Memilih BBM


Anggapan bahwa menggunakan bahan bakar modern seperti Pertamax dan Pertamax Plus dapat menguras isi kantong ternyata justru sebaliknya dapat menghemat pengeluaran. Mengapa demikian? Jika dilihat dari ukuran harga, bahan bakar ini memang lebih mahal dibandingkan dengan Premium. Namun, jika dilakukan dengan benar, ternyata memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.

Dari pengujian yang pernah dilakukan terhadap kendaraan bermotor roda dua di Jakarta, penggunaan Pertamax dapat menghemat penggunaan bahan bakar hingga 50 persen. Selain itu, akselerasi kendaraan meningkat hingga 37 persen.

Bagaimana cara mendapatkan efisiensi bahan bakar sebegitu besar? Rahasianya adalah pada setting waktu pembakaran sepeda motor. Mesin sepeda motor saat ini umumnya diset awal oleh pabrikan untuk menggunakan Pertamax agar performanya maksimal. Namun, untuk sepeda motor yang telah terbiasa menggunakan premium, biasanya waktu pembakaran mesin menjadi berubah karena sudah terpola untuk menggunakan Premium.

Oleh karena itu, sebelum menggunakan Pertamax disarankan agar motor kembali di set awal oleh mekanik bengkel resmi sesuai dengan Pertamax, sehingga waktu pembakaran menjadi tepat, konsumsi BBM menjadi lebih irit dan tarikan menjadi lebih enteng. Sedangkan untuk kendaraan roda empat yang sudah memiliki knocking sensor atau sistem komputerisasi, dapat di reset awal dengan cara mencabut kabel aki selama beberapa detik.

Apa sebetulnya yang membuat Pertamax ini bisa lebih irit? Ada dua hal yang menjadi rahasianya.
Rahasia yang pertama adalah nilai kalori. Hasil pengujian di Laboratorium Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) menunjukan bahwa Pertamax memiliki nilai kalori yang paling besar dibandingkan dengan produk sejenis. Nilai kalori ini menjadi indikator ukuran energi yang diberikan bahan bakar, dan menentukan tingkat efisiensinya.

Rahasia kedua adalah keberadaan zat aditif modern yang ditambahkan ke dalam produk Pertamax yang dikenal dengan nama Ecosave Technology. Aditif ini mampu membersihkan mesin dan menjaga mesin tetap bersih. Dengan mesin yang bersih, bahan bakar terbakar sempurna, dan dapat meningkatkan efisiensi mesin.

Hasilnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit. Apalagi, mesin kendaraan saat ini memiliki teknologi modern dengan kompresi yang tinggi dan lubang injector bahan bakar yang sangat kecil sehingga tidak hanya membutuhkan bahan bakar berkualitas namun juga mampu membersihkan mesin.


Teknologi aditif ini mampu memberikan lapisan film pada komponen mesin yang dilewatinya. Lapisan film ini selain berfungsi sebagai anti karat juga mampu memisahkan partikel karbon yang dapat menyebabkan deposit dan karat pada mesin.

Dari hasil pengujian yang dilakukan, teknologi ini mampu mengurangi deposit hingga 70 persen untuk mesin yang sebelumnya menggunakan bahan bakar tanpa aditif. Emisi kendaraan kemudian menjadi lebih sedikit dan lebih ramah lingkungan. Pada akhirnya, performa dan kenyamanan berkendara yang dijanjikan oleh produsen kendaraan bermotor bisa didapatkan apabila pemilik kendaraan menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan mesin dan juga mampu merawat mesin.

Pemilik kendaraan pun dapat berhemat karena mesin menjadi lebih irit, lebih bertenaga dan umur mesin menjadi lebih panjang.


 Sri Roswati

Pertajam Daya Ingat Dengan Coklat Panas




Demensia disebabkan oleh masalah-masalah pasokan darah ke otak, yang memicu neurology Farzaneh Sorond dari Harvard Medical School ingin memahami bagaimana aliran darah di otak mempengaruhi kemampuan berpikir.

Ia kemudian mempelajari satu kelompok yang beranggotakan 60 orang – dengan usia rata-rata 73 tahun – yang tidak terkena demensia. Namun 18 orang diantaranya memiliki gangguan aliran darah ke otak mereka.

Kelompok ini minum dua cangkir coklat panas setiap hari selama satu bulan, lalu mereka diberi uji ingatan dan berpikir – dan Sorond menggunakan ultrasound untuk mengukur aliran darah ketika tes dilakukan. Ia mendapati bahwa aliran darah ke bagian-bagian otak yang bekerja meningkat ketika diberi tugas-tugas kognitif.

Ada hipotesa bahwa antioksidan flavanol – yang ada dalam coklat – membantu daya kognisi. Tetapi pakar Alzheimer paul Rosenberg yang menulis sebuah editorial untuk melengkapi penelitian Sorond di jurnal “Neurology” mengatakan teori itu tidak sepenuhnya benar.

“Temua-temuannya justru bertentangan. Ia menguji dengan coklat yang kaya dan miskin kandungan flavanol, dan ia tidak mendapati perbedaan dalam hal ini,” ujarnya.

Tetapi Rosenberg dari John Hopskin University School of Medicine menyebut studi Sorond “sebuah langkah awal yang penting” menuju penelitian-penelitian mendatang, yang bisa memicu ditemukannya obat-obatan atau perawatan yang lebih baik untuk penyakit Alzheimer.

“Dr. Sorond adalah teman saya, jadi kami bicara tentang hal ini. Dan kami tidak siap untuk menyarankan bahwa ‘Anda sebaiknya minum kakao.’ Tetapi mungkin ada obat-obatan yang dapat dikembangkan dan masih menunggu untuk ditemukan di dalam kakao,” ujarnya.

Hingga saat itu tiba, kita bisa saja tetap menikmati coklat panas – mungkin dengan sedikit whipped cream – karena pada dasarnya minuman itu memang rasanya lezat!


Ayu Pinkan

Melambungnya Harga Cabai Resahkan Warga




Mungkin sebagian dari Anda, ada yang suka dengan rasa pedas dan ada yang tidak suka dengan rasa pedas, semua itu tergantung selera makan masing–masing. Rasa pedas yang Anda rasakan tersebut, semua berasal dari cabai yang diolah dalam berbagai macam bentuk seperti sambal, saus dan olahan lainnya. Namun, selain rasa pedas yang dimilikinya, manfaat cabai untuk kesehatan juga sangat banyak, seperti kandungan nutrisi dan beberapa vitamin lainnya, dan yang lebih mengherankan lagi adalah cabai memiliki kandung vitamin C yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan jeruk. Hal ini tentu sangat mengejutkan bagi beberapa orang yang belum mengetahuinya.


MANFAAT CABAI

Rasa pedas di lidah menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiat endogen) yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan perasaan lebih sehat. Hasil penelitian terbaru, cabai rawit dapat mengurangi kecenderungan terjadinya penggumpalan darah (trombosis), menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida di hati. Pada sistem reproduksi, sifat cabai rawit yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk. Cabai rawit juga dapat digunakan untuk mengatasi ketidak-suburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

Namun bukan hanya vitamin C dan Beta Karoten yang dimiliki oleh cabai, vitamin A juga terdapat pada cabai yang sangat baik untuk kesehatan mata kita. Cabai mengandung antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas, terutama adalah cabai berwarna hijau. Cabai hijau memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi jika dibandingkan dengan cabai merah. Selain itu, di dalam cabai juga terdapat sel anti-kanker yang bermanfaat untuk mencegah terserangnya penyakit kanker.
Berikut ini adalah beberapa manfaat cabai yang lainnya yaitu mempercepat penyembuhan luka, dapat menurunkan demam, dapat meredakan flu (pilek), dapat menghangatkan tubuh, membantu pembakaran lemak secara alami.


PENYEBAB KENAIKAN HARGA CABAI
Lalu apa yang menjadi penyebab kenaikan harga cabai? Salah satunya kenaikan harga tersebut terjadi karena kepanikan masyarakat jelang pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat ini. Kenaikan harga di pasar tradisional akan terus terjadi hingga puncaknya pada saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi. Bahkan kenaikan harga cabai dan sayur mayur bisa mencapai 100 persen.

Masyarakat juga mulai protes karena adanya kenaikan harga cabai yang terlalu tinggi. Kenaikan tersebut lantaran karena masih minimnya fasilitas penunjang cabai yang tersedia.
“Karena enggak ada storage yang bagus, ke depan kalau mengalihkan subsidi ke arah yang produktif, kita mikirin storgae harga cabai,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.
Dia menjelaskan, harga cabai yang terus mengalami kenaikan, lantaran komoditas musim tanamnya sangat bergantung kepada cuaca. Dengan begitu, ketika suplai tinggi harga justru rendah, namun ketika suplai rendah, harga cabai meroket tinggi. “sekarang ini memang supplai rendah sehingga harga tinggi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Sofyan mengungkapkan dengan tingginya harga cabai mampu menguntungkan para petani cabai nasional. Namun, hal tersebut mesti dilakukan perubahan yang mendasar agar adanya tindakan yang adil dari pemerintah.

“Satu sisi itu bagus buat petani menanam cabe di periode ini, tetapi yang paling bagus itu harga cabe stabil, storgae ini harus kita pikirkan,” tutupnya.

Selain itu, perubahan iklim dan bencana yang melanda beberapa daerah di Indonesia membuat harga cabai melambung tinggi. Bahkan di beberapa kota, harga cabai bisa menembus harga Rp 100 ribu per kilo gram (kg).


Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI), Ngadiran mengatakan, kenaikan harga cabai di beberapa daerah belakangan ini dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti cuaca dan sisa dari bencana alam seperti erupsi Gunung Sinabung yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Penyebabnya ada karena iklim, karena kemarau yang panjang. Ada juga karena beberapa daerah yang terkena erupsi seperti Sinanbug yang berulang-ulang dan di wilayah Jawa Timur juga ada beberapa daerah kena musibah,” ujar Ngadiran.

Meski demikian, Ngadiran menyatakan bahwa kenaikan harga ini bisa dianggap sebagai kompensasi bagi para petani. Karena pada tiga hingga empat bulan lalu ketika panen raya, harga cabai anjlok sampai Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu per kg. Padahal agar bisa mendapatkan untung atau minimal kembali modal (break event point) harga jual cabai minimal Rp 7 ribu per kg.

“Ketika harga cabai ambruk tidak ada yang peduli. Padahal petani harus bayar utang pupuk, utang obat tanaman, bibit dan lain-lain. Sehingga pasca itu mereka jadi malas untuk menanam kembali. Kalau tanam cabai lagi, mereka takut bangkrut lagi,” jelasnya.

Menurutnya, agar hal ini tidak terus terulang, pemerintah harus punyai anggaran khusus untuk menanggulangi hal ini. Selain itu pemerintah harus berinisiatif untuk membeli hasil panen cabai petani yang berlimpah untuk diolah menjadi produk kering atau diawetkan melalui cold storage. Hal ini yang dilakukan pemerintah di negara lain.

“Sekarang ketika permintaan tinggi dan barang kurang, ya jangan disalahkan petani,” kata dia.
Selain itu, pemerintah juga diminta untuk melakukan pemeriksaan ke daerah untuk memastikan bahwa harga cabai tidak dimonopoli oleh pihak tertentu yang membentuk harga.

“Yang perlu di-cross check itu ke petani dan ijon. Apakah mereka (petani) jual segitu atau karena ijon. Karena ijon itu kan yang kasih pupuk, bibit. Jadi bisa saja ijon yang tentukan harganya,” tandas Ngadiran.

SOLUSI DARI PEMERINTAH

Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel telah menggelar rapat koordinasi pengamanan dan pengawasan ketersediaan pasokan pangan kebutuhan pokok dengan beberapa instansi pemerintah, yakni Perum Bulog, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri serta Disperindag pada akhir pekan ini.
Rachmat menuturkan, rapat ini mendiskusikan pengamanan dan suplai bahan pokok dalam negeri. Secara umum, ia mengakui stabilitas harga ini bergantung cuaca, iklim, logistik dan distrisbusi. Ditambah infrastruktur kurang baik menciptakan inefisensi. Di rapat tersebut, salah satu bahan pokok menjadi perhatian pemerintah adalah cabai.

Sejak awal pekan ini, harga cabai melambung bahkan tembus Rp 100 ribu per kilo gram (Kg) di Riau. Cabai juga sentuh harga Rp 60 ribu kg di Jakarta. Melihat kondisi itu, Pemerintah menawarkan solusi untuk menjaga harga cabai dengan mendorong petani menggunakan teknologi untuk meningkatkan produksi.

“Kami akan dorong petani gunakan teknologi untuk bisa tingkatkan produksi. Kemudian kami juga minta optimalkan perdagangan antar pulau daerah sentra surplus ke daera lain dengan upayakan BUMN, swasta maupun Bulog,” ujar Rachmat Gobel.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan memonitor perdagangan antar pulau dengan mengidentifikasi jalur logistik dan angkutan yang efisien untuk menjaga kestabilan harga.
Pola distribusi ini menjadi cara jangka pendek untuk menjaga harga cabai. Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Hasanuddin Ibrahim mengatakan, pihaknya sedang mencoba dan mensimulasikan distribusi cabai dari tempat relatif murah.

“Dari Jawa Timur murah sedangkan di Jawa Barat mahal. Kenapa tidak disimulasikan langsung karena dekat bisa dengan kereta,” ujar Hasanuddin.

Sedangkan dalam jangka menengah, pemerintah mendorong masyarakat untuk menanam cabai dengan pot di urban area. “Karena tidak sulit. Walaupun secara praktik tidak mudah karena ketergantungan kesediaan rumah tangga, ini harus kita lakukan,” tutur Hasanuddin.

Tak hanya itu saja, setiap wali kota juga diharapkan pro aktif untuk gerak cepat ketika mengetahui harga bahan pokok misalkan cabai mahal di daerahnya untuk mendatangkan dari daerah lainnya. “Secara perundang-undangan sudah diserahkan ke Pemda,” kata Hasanuddin.

Pemerintah juga akan menerapkan teknologi modern untuk meningkatkan produksi cabai. Hal ini terkait dengan melonjaknya harga komoditas ini di beberapa daerah.

“Teknologi benih yang tahan kelembaban. Jadi dia akan tahan dengan serangan organisme pengganggu tanaman saat hujan,” ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Holtikultura, Hasanuddin Ibrahim.
Selain itu, Hasanuddin menambahkan bahwa perlu melakukan penyemprotan dengan pestisida biologi untuk mengatasi serangan cendawan saat musim hujan. Benih juga harus disesuaikan dengan lokasi terkait selera dan jenis cabai yang dibutuhkan oleh lokasi penanaman setempat.
“Akan dicoba irigasi tetes di NTB dan NTT yang kering selama sembilan bulan,” tambah Hasanuddin.

Dia juga mengungkapkan bahwa produksi cabai turun di atas sekira lahan 30 ribu hektare. Sehingga, perlu dilakukan irigasi tetes yang tandon airnya akan disuplai oleh pemerintah.
“Lokasi harus dekat perkotaan, mengembangkan konsep urban farming,” ujar Hasanuddin.

Kementerian Perdagangan juga mengajak untuk mengamankan suplai bahan pokok dalam negeri berlaku untuk pemerintah daerah, serta melibatkan masyarakat. Hal ini agar bahan pokok tidak mengalami kelangkaan dan kenaikan harga yang signifikan.

“Jangka yang sangat pendek kita coba dulu perdagangan antarpulau, mensimulasikan distribusi. Cari cabai dari tempat yang relatif murah,” ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Holtikultura Hasanuddin Ibrahim.

Hasanuddin menambahkan, untuk rencana jangka menengah perlu menjaga luas panen bulanan dan mengatur pola produksi agar stabilitas harga tercipta. Selain itu juga mengembangkan gerakan penanaman cabai dalam pot di urban area karena hal ini bukan sesuatu yang sulit.
“Secara peraturan perundang undangan tugas gubernur, bupati, wali kota membangun pertanian. Jadi harus dibantu,” tambah Hasanuddin.

Selain itu, perlu mendorong kegiatan penanganan pascapanen seperti penggaraman dan pengasaman sebagai salah satu langkah penyediaaan cabai saat langka agar menjadi lebih awet.

“Lalu meningkatkan promosi dan sosialisasi untuk meningkatkan konsumsi cabai olahan,” tutup Hasanuddin.

 Sri Roswati

Genius Heran, Kok Makin Dibantu Masyarakat Pariaman Semakin Miskin?

Written By oyong liza on Selasa, 18 November 2014 | 13.14




Pemerintah pusat mengaku sangat konsen dengan program pengentasan kemiskinan yang mencakup seluruh wilayah Republik Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan adanya 19 kementrian yang masing-masingnya memiliki program untuk mensejahterakan rakyat miskin. Hal tersebut dikatakan oleh Pepen Nazaruddin, Kabid Penanggulangan Kemiskinan Masyarakat Perkotaan, Kementrian Sosial RI, saat acara monitoring dan evaluasi rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RTLH) Kota Pariaman 2014, di aula utama Balaikota Pariaman, Selasa, (18/11).

Dikatakan Pepen, bagi penerima bantuan RTLH dari Kemensos, pihaknya memperhatikan bentuk fisik rumah yang disingkat dengan ALADIN yaitu bentuk Atap, LAntai, DINding, kemudian sarana lingkungan.

"Sedangkan bantuan yang diberikan berbentuk bahan bangunan senilai Rp 10 juta. Beruntung di Kota Pariaman, pihak Pemko sudah mengalokasikan anggaran untuk upah pengerjaan disamping partisipasi masyarakat lainnya yang timbul dari kearifan lokal," tutur dia.

Sementara itu, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengakui Kota Pariaman sangat beruntung mendapat paket bantuan RTLH pada tahun 2014 dari Kemensos RI. Program RTLH, kata Genius, dari 200 Kota yang ada di seluruh Indonesia hanya 8 Kota yang menerimanya dan Kota Pariaman salah satu diantara 8 Kota tersebut.

Namun demikian, sesal Genius, dengan begitu banyaknya program yang dikucurkan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan, baik melaui Kemensos maupun dari kementrian lainnya, namun jumlah masyarakat miskin tidak berkurang, malah prosentasenya kian naik. Untuk itu, kata Genius, diperlukan strategi khusus untuk mengatasi fenomena 'aneh' tersebut.

"Ini persoalan mental miskin yang terus dipertahankan masyarakat. Rumah sudah dibuatkan, modal sudah diberikan, tapi tetap tidak bekerja, ya tetap saja miskin," sebut Genius.

Genius meneruskan, menyadari hal itu, dia berusaha mencarikan solusinya bersama SKPD setelah mengetahui akar permasalahannya. Dikatakan dia, akar permasalahannya adalah kemalasan masyarakat itu sendiri, seperti banyaknya waktu terbuang saat jam-jam produktif.

"Mereka asik di warung saatnya jam bekerja. Hal ini perlu diperbaiki dengan program yang bisa mengubah pola pikirnya. Jika ini dibiarkan, mereka nantinya akan terus melahirkan generasi-generasi miskin," kata Genius, Wakil Walikota bergelar Doktor dari UGM ini.

Kemudian Genius juga meminta kepada penyelenggara pemerintahan yang diberi amanah menyalurkan atau terlibat dalam program bantuan oleh pemerintah pusat melalui kementrian agar berlaku jujur dan amanah.

"Satu peserpun uang negara harus kita pertanggungjawabkan," tegasnya.

Hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman, Afnil, Kabid Pemberdayaan Dinas Sosial Pemprov Sumbar, Estie Pratiwi, Kabag Humas Hendri, Kepala Desa/Lurah se-Kota Pariaman, dan masyarakat penerima bantuan RTLH tahun 2014.

OLP

Topik Terhangat

postingan terdahulu