Raih 4 Medali, Padangpariaman Puncaki Sementara Porprov XV
Bupati ALi Mukhni pukul bola pertama tanda dibukanya pertandingan soft tenis Porprov Sumbar XV. Foto: Nanda
Pariaman - Kontingen Kabupaten Padangpariaman memperoleh medali terbanyak sementara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat ke XV tahun 2018 dengan perolehan 4 medali, terhitung Jumat siang (16/11).

Perolehan medali tersebut masing-masing 3 medali emas disumbangkan dari cabang olahraga soft tenis, dan 1 medali perak dari cabang olahraga bola basket 3x3 puteri.
Peroleh medali terbanyak selanjutnya ditempati kontingen dari Kota Bukitinggi dan Kota Padang yang baru meraih 1 medali emas. 

Medali emas bagi Kota Bukittinggi disumbangkan melalui cabang olahraga bola basket 3x3 puteri. Sedangkan medali emas Kota Padang disumbangkan melalui cabang olahraga bola basket 3x3 putera.


Di peringkat selanjutnya, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Solok menjadi peringkat 4 dan kelima perolehan medali. Kabupaten Pasaman Barat meraih 2 medali perak dan 1 medali perunggu dari cabor soft tenis.

Sedangkan Kabupaten Solok mengantongi 2 medali perak dari cabor sodt tenis dan bola basket 3x3 putera, dan 1 medali perunggu dari cabor soft tenis.

Sementara 10 kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat belum memperoleh medali. Kontingen tersebut, antara lain Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok Selatan, Kota Solok, Kabupaten Sinjunjung, Kota Padangpanjang, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Panitia Porprov Sumatera Barat ke XV  2018 baru mempertandingkan 2 cabang olahraga yakni sodt tenis dan bola basket. 

Beberapa cabor lainnya akan mulai dipertandingkan esok hari antara lain paralayang dan sepak takraw. (Nanda)
Lintas Ormas se Pariaman Dorong Berlakukan Sanksi Adat bagi LGBT
Foto: Nanda
Solok - Forum Komunikasi Lintas Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) se Kota Pariaman melakukan pertemuan dengan ormas se Kabupaten Solok dalam kegiatan studi banding peran ormas sebagai mitra pemerintah di Kabupaten Solok, Rabu (14/11). 

Lebih dari 54 orang perwakilan ormas Kota Pariaman berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Rombongan forum komunitasi lintas ormas Kota Pariaman disambut langsung Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Solok, Junaidi dan sejumlah pengurus ormas di Kabupaten Solok.
Dalam pertemuan tersebut sejumlah isu terkini atau persoalan yang terjadi di masing-masing daerah seperti permasalahan Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) fokus dibahas. 

Dalam pertemuan itu juga dibulatkan tekad upaya ormas di daerah masing-masing menekan permasalahan tersebut.
Perwakilan forum komunikasi lintas ormas Kota Pariaman, Jaini Efendi mendorong diberlakukannya sanksi sosial dan sanksi adat bagi pelaku LGBT. 

Langkah itu perlu dilakukan, lantaran belum adanya hukum positif yang mengatur tentang LGBT di Indonesia.
Menurutnya, ormas dan seluruh masyarakat harus melakukan upaya pencegahan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengontrol pergaulan anak kemenakan.

"Sanksi hukum adat atau sosial bagi pelaku LGBT adalah dihilirnya namun yang tidak kalah penting kita perlu berupaya untuk mencegah perkembangan perilaku menyimpang ini. Kita di Kota Pariaman mendukung upaya tersebut, masing-masing ormas terlibat memantau keberadaan LBGT dan mendorong dilakukannya tindakan tegas," ujarnya.

Sekretaris Forum Dakwah Nagari Cupak Kabupaten Solok, Sayuti Ilyas mengatakan pihaknya belum memiliki data angka LGBT di daerahnya seperti yang dilansir oleh media beberapa pekan silam. 

"Indikasi keberadaannya sepertinya ada, namun kita belum bisa memastikan," kata dia.

Ia mengatakan jika ormas harus ikut serta dalam menbentengi masyarakat di masing-masing daerah dari ancaman LGBT. Upaya pencegahan itu ditempuh dengan pendekatan keagamaan.

"Jika ditemukan akan memberlakukan hukum adat dibuang dari nagari bisa diberlakukan," pungkasnya.

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Pariaman, Efirizal mengatakan Pemerintah Kota Pariaman telah menerbitkan edaran kepada seluruh kantor instansi pemerintahan di Kota Pariaman untuk mewaspadai ancaman LGBT di wilayah Kota Pariaman.

"Ini sangat menjadi fokus dari pemerintah kami di Kota Pariaman, sudah ada edaran agar seluruh jajaran pemerintah hingga ke desa mengantisipasi masalah LGBT ini," pungkasnya.

Isu persoalan LGBT di Sumatera Barat tengah mendapatkan perhatian khusus, paska dirilisnya data Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia (PKVHI) mencatat jumlah LGBT di Sumbar mencapai 25 ribu lebih. (Nanda)
Ali Mukhni Ajukan ke DPRD Gaji Guru Honorer Setara UMR
Foto: Andri
Paritmalintang - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni salah satu kandidat penerima anugerah Dwija Praja Nugraha - penghargaan tertinggi di lingkungan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

"Ali Mukhni sangat peduli dan perhatian memajukan pendidikan dan nasib guru karena ia berasal dari kalangan guru begitu pula dengan isterinya yang juga seorang guru," kata ketua tim verifikasi Dwija Praja Nugraha PGRI Pusat, Rabu (14/11) di Paritmalintang.

Ia menilai Ali Mukhni punya peran besar memajukan taraf pendidikan di Kabupaten Padangpariaman. Termasuk memperhatikan kesejahteraan guru, meningkatkan kualitas pendidikan, serta peningkatan sarana parasarana pendidikan.

Kata Samedi, penghargaan Dwija Praja Nugraha akan diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Desember 2018 mendatang.

Selain mendengar paparan dari Ali Mukhni, tim yang diketuai Samedi itu juga telah melakukan tinjauan lapangan dan pemeriksaan lembaran dokumen.

"Faktanya ternyata tidak jauh berbeda. Sebagai contoh saat berkunjung ke SMA Negeri 1 Lubuk Alung misalnya, kenyataan yang kita temukan ternyata antara dokumen yang diberikan tidak jauh berbeda dengan dokumen yang diberikan sebelumnya,” ungkapnya. 

Bupati Ali Mukhni berkata, sebagai bupati yang berlatar belakang guru, otomatis ia peka terhadap kemajuan pendidikan di daerahnya. Sebagai contoh, pada 2014 pihaknya telah menyalurkan insentif bagi masing-masing guru honor di Padangpariaman sebesar Rp300 per bulan. 

Kemudian jumlah itu ditingkatkan lagi menjadi Rp500 ribu pada tahun berikutnya. Dan kini pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak DPRD agar insentif guru honor di Padangpariaman bisa disetarakan dengan UMR.


"Kita akan setarakan gaji guru honor dengan UMR," jelasnya.

Menurutnya, komitmen Padangpariaman terhadap pendidikan itu sudah jelas. Ia berharap agar semua jenis dan strata pendidikan nantinya bisa dibangun di Padangpariaman seperti yang tengah dikembangkan di Kawasan Terpadu Tarok City.

"Seperti empat perguruan tinggi, serta sejumlah fasilitas diklat milik kementerian," sambungnya.

Saat ini, imbuh Ali Mukhni, Padangpariaman telah memiliki kampus Politeknik Ilmu Pelayaran termegah di Asia Tenggara. Demikian pula MAN Insan Cendikia yang hanya berjumlah 15 sekolah di Indonesia. (Tim)
Muhammad Ikhbal Rutin Pantau Sirkuit Balap Motor di IKK Paritmalintang
Muhammad Ikhbal bersama Ketua KONI Aprinaldi tinjau sirkuit balap motor di halaman IKK Paritmalintang. Foto: istimewa
Paritmalintang - Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Padangpariaman Muhammad Ikhbal dan Ketua KONI Padangpariaman Aprinaldi optimis pelaksanaan cabang olahraga (cabor) balap motor pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Sumbar ke XV di Padangpariaman akan berlangsung sukses.

Balap motor merupakan salah satu dari 35 cabor yang akan diperlombakan pada Porprov XV Sumbar di Padangpariaman. Cabor paling digandrungi anak muda ini diprediksi akan disaksikan oleh ribuan pasang mata di sirkuit depan Kantor Bupati Padangpariaman di Parit Malintang.

Muhammad Ikhbal mengatakan tidak ada kendala berarti bagi panitia pada persiapan cabor balap motor. Baik dari sisi managemen kepanitiaan maupun trek sirkuit yang mesti memenuhi standar balap motor.

"Kita bersama IMI Sumbar terus pantau ke lapangan. Dan yang paling utama standarisasi trek sirkuit. Alhamdulilah kawasan IKK setelah kita survei beberapa kali, kami nilai paling cocok untuk dijadikan arena sirkuit," kata Ikhbal di Pariaman, Kamis (15/11).

Sirkuit di halaman kantor bupati itu, imbuh Ikhbal memiliki aspal sangat baik. Bentang jalan cukup panjang, berlereng dan kontur aspal yang padat, ditambah suasana yang hijau akan menimbulkan gairah tersendiri bagi para pembalap.

"Saat ini kita sedang melakukan beberapa penyesuaian atau pembentukan arena," ungkapnya.

Balap motor merupakan cabor favorit pada Porprov XV Sumbar.

Para pembalap papan atas Sumbar yang punya nama di pentas nasional diperkirakan akan mati-matian membela daerahnya masing-masing. Pembalap Padangpariaman Febri Yaser optimis Padangpariaman akan meraih medali emas pada cabang balap motor. Ia dan rekan sesama pembalap Padangpariaman lainnya menargetkan tiga emas pada cabor yang melombakan 8 kelas itu.


Delapan kelas tersebut adalah: bbk 150 std perorangan seeded, bbk 150 mp5 perorangan seeded, bbk 150 std beregu seeded, bbk 150 mp5 beregu seeded, bbk 150 std perorangan pemula, bbk 150 mp5 perorangan pemula, bbk 150 std beregu pemula, dan bbk 150 mp5 beregu pemula.
 
Cabor balap motor akan digelar pada tanggal 23 hingga 25 November 2018. Porprov Sumbar rencananya akan dibuka secara resmi oleh Menpora Imam Nahrawi pada tanggal 19 November di GOR Sungai Sariak Padangpariaman. Porprov sendiri berlangsung dari 19 hingga 28 November 2018. (OLP)

Genius Salurkan Bantuan ke Keluarga Korban Longsor Sintuak Nareh
Genius Umar serahkan bantuan Baznas Pariaman kepada keluarga Syahrial korban bencana longsor. Foto: Junaidi
Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar salurkan bantuan korban longsor kepada keluarga Syahrial, Selasa (13/11).  Bencana longsor yang menimpa rumahnya di Desa Sintuak Nareh, Pariaman Utara menyebabkan anak perempuan Syahrial bernama Sawitri meninggal dunia.

Bantuan dari Baznas Pariaman yang diserahkan berupa uang tunai sebesar Rp5 juta. Sebelumnya juga telah diserahkan santunan dari Pemko Pariaman dan Bank Nagari sebesar Rp20 juta.

Genius juga meminta kepada Baznas Kota Pariaman untuk membantu anak perempuan Syahrial bernama Sri Wahyuni, 16 tahun, kelas 1 SMA, untuk mendapatkan beasiswa dari Baznas. Sri Wahyuni juga mengalami luka-luka akibat longsor tersebut.

"Dengan kondisi masih luka-luka, Sri belum bisa mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Kita nanti berkoordinasi dengan pihak sekolah bagaimana agar Sri tidak terlalu tertinggal pelajarannya, serta difasilitasi untuk menerima beasiswa dari Baznas," kata dia.

Ketua Baznas Kota Pariaman Humahyun Akbar mengatakan, salah satu program Baznas Kota Pariaman adalah program Pariaman Peduli. Musibah yang melanda keluarga Syahrial, pihak Baznas merasa perlu membantu.

"Walaupun jumlahnya tidak terlalu besar, kami berharap dapat meringankan beban keluarga yang tertimpa bencana, dan nantinya uang ini dapat dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," sebutnya.

Baznas Pariaman, kata dia, telah mengalokasikan dana untuk beberapa program. Baznas selalu bersikap aktif. Saat ada warga Kota Pariaman yang tertimpa bencana, langsung direspon dengan memberikan bantuan. (Juned/*)
Motivasi ASN Majukan Pariwisata, Genius Datangkan Narasumber dari Banyuwangi
Marhaen ceritakan pengalaman Banyuwangi garap sektor pariwisata. Foto: Junaidi
Pariaman - Walikota Pariamam Genius Umar hadirkan Kabid Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Marhaen, untuk berbagi pengalaman sukses pembangunan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, di Balaikota Pariaman, Senin (12/11)

Pada kesempatan itu Marhaen menceritakan bahwa dahulu Kabupaten Banyuwangi bahkan dijuluki sebagai kota santet.

"Sebelumnya, Kabupaten Banyuwangi terkenal dengan kota santet. Namun secara perlahan, Banyuwangi bangkit menjadi daerah tujuan wisata," kata dia.

Saat ini, Kabupaten Banyuwangi menjelma menjadi kota tujuan wisata moncer di Indonesia. PAD nya meningkat pesat. Belum lagi berbagai prestasi yang didapat dalam inovasi birokrasi dan kepariwisataannya.

Banyuwangi dipimpin oleh Bupati Abdullah Azwar Anas. Bupati yang menjabat sejak 2010 itu berhasil membangun rasa pesimis menjadi optimis. Banyuwangi punya tagline 'The sunrise of Java' karena di Banyuwangi tempat pertama matahari terbit di Pulau Jawa.

Marhaen menjelaskan bagaimana seorang bupati memacu semangat kerja ASN nya melalui salat subuh.

"Kita bisa maju karena di tempat kita pertama kali adzan subuh berkumandang," ujarnya.

Marhaen melihat bahwa Kota Pariaman sudah memiliki potensi luar biasa di bidang pariwisata. Jika ingin pariwisata maju, Pariaman harus mememiliki 3A, - Aksesibilitas. Kota Pariaman sudah memiliki aksesibilitas, yakni bandara yang cukup dekat.

Kedua, Amenitas, yakni fasilitas hotel, restauran dan sebagainya. Kota Pariaman memang belum memiliki hotel ternama, tapi tidak tertutup kemungkinan ada investor yang akan membangun hotel di sini.

Yang terakhir adalah Atraksi. Sebagai daerah wisata, Kota Pariaman harus memiliki atraksi seperti kesenian setiap hari. Oleh sebab itu iven yang banyak sangat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan.

Walikota Pariaman Genius Umar berharap ilmu dan pemaparan yang disampaikan oleh Marhaen mampu diserap oleh Kepala SOPD yang hadir.

"Serta menjadi motivasi dan komitmen untuk mengembangkan potensi pariwisata Kota Pariaman agar lebih dikenal luas," ujarnya.

Dengan keberhasilan yang telah diraih oleh Kabupaten Banyuwangi, imbuh Genius, menjadi masukan bagi Pariaman untuk bisa berbuat hal yang sama. Walaupun Pariaman masih rendah dalam PAD dan SDM, tetapi jika komit dan bersatu, Pariaman bisa menjadi seperti mereka.

"Untuk memajukan Kota Pariaman tidak bisa sendiri, tanpa didukung oleh SOPD, legislatif dan seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya. (Juned/*)
Petarung Bebas Cimparuah Ahmad Fahmi Juarai MMA tingkat Sumatera

Pariaman - Ahmad Fahmi, petarung bebas asal Desa Cimparuah, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, berhasil menjuarai Sumatera Fighter Goes To Mixed Material Arts (MMA) tahun 2018 di Kota Batam, Kepulauan Riau (11/11) silam.

Ia berhasil mengalahkan Wahyudi, petarung asal Kota Medan, Sumatera Utara di kelas Walter Weight 77,1 Kg, dalam beberapa ronde. Meski pada awal pertandingan kewalahan menghadapi serangan lawan, Fahmi akhirnya bisa mengakhiri perlawanan pesaingnya.

Sebelum mengikuti Sumatera Fighter Goes To Mixed Material Arts (MMA), pemuda yang juga atlet gulat Kota Pariaman itu terlebih dahulu menjalani seleksi di Kota Padang beberapa waktu yang lalu. 

"Ada audisi dulu di Kota Padang, ada beberapa petarung yang dikirim ke Sumatera Fighter MMA di Kota Batam. Alhamdulillah, kita bisa menjadi salah satu pemenang," kata Fahmi saat bertemu Walikota Pariaman, Selasa (13/11) siang.

Selain mewakili Sumatera Barat pada ajang kejuaraan beladiri tarung bebas tersebut, mahasiswa semester tujuh jurusan Ilmu Hukum Universitas Andalas ini mendaftar sebagai utusan klub Pariaman Fighter atau klub petarung Kota Pariaman. Meski belum terbentuk resmi, nama klub tersebut sengaja ia gunakan dengan tujuan mengembangkan beladiri MMA di Kota Pariaman.

"Sudah ada anggota klubnya, tapi memang belum diresmikan," lanjut dia.

Pekan depan, Fahmi akan bertanding pada cabang olahraga gulat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XV tahun 2018 di Kabupaten Padangpariaman. Ia turun dikelas 74 Kg.

Walikota Pariaman Genius Umar mengapresiasi prestasi anak muda Pariaman pada kejuaraan tarung bebas tersebut. Pemerintah, kata dia, sangat mendukung semua kegiatan olahraga generasi muda Kota Pariaman. 

"Kami sangat bangga dengan prestasi atlet kita. Pemerintah sangat apresiasi sekali," kata dia didampingi kepala desa Cimparuah, Imardi Darwin.

Menurutnya olahraga MMA potensial dikembangkan di Kota Pariaman. Olahraga ini ia yakini bisa menjadi ruang bagi anak muda Pariaman untul aktualisasi diri, sekaligus menjauhkan dari pengaruh negatif. (Nanda)

Masuk Kalender Wisata, Festival Makanan Ringan Pariaman Mulai Digelar 2019
Genius Umar pada acara pelatihan pengembangan produk makanan ringan. Foto: Junaidi
Pariaman - Aneka produk makanan ringan dan ragam kuliner ada di Pariaman. Pada 2019 mendatang, Pariaman akan menggelar Festival Makanan Ringan untuk pertama kalinya. Iven tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam kalender wisata tahunan.

"Berbagai produk olahan makanan yang kita punya, apabila kita data jumlahnya bisa mencapai 50 jenis lebih. Hal ini bisa kita optimalkan untuk dijadikan sebuah kalender wisata baru di Kota Pariaman, yaitu festival makanan ringan," ujar Walikota Pariaman Genius Umar, ketika membuka Pelatihan Pengembangan Produk Makanan di Rawang, Selasa (13/11).

Genius Umar perintahkan Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman, agar mendata kegiatan apa saja yang dapat dijadikan sebuah iven wisata di Kota Pariaman.

"Dana yang besar untuk promosi dan pelatihan, dialihkan untuk iven yang menarik dan unik yang dapat memikat orang banyak untuk datang ke Pariaman. Setiap OPD harus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata," lanjutnya.

Dukungan tersebut, sebut Genius, adalah dengan menggelar berbagai iven yang sesuai dengan tupoksi dari OPD terkait yang nantinya akan menambah jumlah iven tahunan pada kalender wisata Kota Pariaman.

Ia memberi target kepada dinas pada 2019 mendatang agar membuat minimal 5 iven yang nanti akan kita jadikan festival yang dapat menarik wisatawan untuk datang.

Sedangkan untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk UKM, pihaknya mendorong agar usaha rumah tangga yang mendukung sektor ekonomi kerakyatan, mampu bersaing dan tetap eksis di pasaran serta memenuhi standar mutu.

"Agar produk kita dapat bersaing dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, kita harus memperhatikan kebersihan, kemasan, rasa yang khas, hygienis, dan daya tahan serta branding produk. Sehingga produk hasil makanan kita bisa dikenal luas dan memenuhi keingginan pasar," sambungnya.

Kepala Dinas Perindagkop & UKM Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit mengatakan dengan tingginya tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman yang mencapai 3 juta pengunjung per tahun, menjadi peluang bagu UKM makanan ringan dalam menyediakan berbagai makanan khas Kota Pariaman sebagai oleh-oleh bagi mereka.

"Tingginya tingkat kunjungan wisatawan kita jadikan momentum untuk meningkatkan standar mutu makanan khas kita agar dapat bersaing dengan produk dari daerah lain," ucapnya. (Juned/*)