Headlines News :

Berita Terpopuler

Pages Pariaman News

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Mukhlis: MTQ, Sarana Membentuk Generasi Muda yang Qur’ani

Written By oyong liza on Rabu, 23 Juli 2014 | 14.18

                       Mukhlis bersama putri tercintanya


Surau Batu Desa Batang Tajongkek di Kecamatan Pariaman Selatan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ Ramadhan tingkat Kota Pariaman. Berdasarkan laporan dari ketua panitia, kegiatan ini hanya diikuti oleh sepuluh orang peserta. Para peserta merupakan para pemuncak di tiap kecamatan, ditambah dua orang dari pihak tuan rumah. Perlombaan ini diprakarsai oleh perantau Piaman terutama presiden kaki lima, H. Hermansyah KR.

"Kecamatan Pariaman Selatan sangat aktif mengadakan kegiatan MTQ yang tetap eksis sejak dahulu. Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman sangat mengapresiasi kegiatan ini," ucapnya.

Dikesempatan itu Mukhlis mengatakan, Walaupun kegiatan nya mendadak tapi pelaksanaannya terbilang cukup sukses. Kegiatan MTQ dapat memotivasi anak-anak untuk belajar Baca Tulis Alquran.

"Dengan memahami kandungan Alquran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk generasi muda yang Qur’ani," yakin Mukhlis.

Pemko Pariaman telah membuktikan keseriusannya terhadap progress baca tulis Alquran tersebut dengan mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2009. Perda tersebut menegaskan bahwa anak-anak yang lulus wajib pandai baca Alquran yang dibuktikan dengan sertifikat pandai baca tulis Alquran.

Selain itu, dalam Perda disebutkan, pasangan yang akan melangsungkan pernikahan juga diuji membaca Alquran. Dan oleh sebab itulah Pemko Pariaman memberikan insentif bagi para guru mengaji yang ada di Kota Pariaman sebagai bentuk apresiasi lain.

Meskipun begitu, kata Mukhlis, peran Desa juga sangat diperlukan.

"Anggaran Dana Desa (ADD) dapat digunakan untuk pembiayaan pendidikan baca tulis Al Qur'an tergantung musyawarah LPM dan ekonomi masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan agar hari esok lebih baik daripada hari ini," pungkas Mukhlis.

Dewi/OLP

Usai Tinjau Pos PAM Lebaran, Mukhlis Langsung Bagikan Zakat




Menjelang Idul Fitri 1435 Hijriah Walikota Pariaman Mukhlis Rahman meninjau kesiapan Pos Pengamanan lebaran Kota Pariaman Tahun 2014, Rabu (23/07). Peninjauan di dampingi Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo, Kadishubkominfo Agusriatman serta jajaran SKPD Pemerintah Kota Pariaman.

Kunjungan diawali di Pos Pam Pasar Pariaman, dikarenakan lokasi ini merupakan pusat keramaian di kota ini. Selain memeriksa kesiapan pasukan pengamanan, walikota juga mengecek sarana pendukung seperti ruang perawatan, alat-alat kesehatan dan kesiapan petugas medisnya. Pada kesempatan tersebut Mukhlis juga menyerahkan paket minuman ringan sebagai bentuk apresiasi Pemko Pariaman atas pengamanan yang telah diberikan oleh aparat gabungan yang bertugas hingga H+7 nanti.

Di Pos utama pasar Pariaman aparat gabungan yang bertugas terdiri dari 33 orang personel anggota Polres Pariaman, 2 orang personol Dishubkominfo, 5 orang Personil Pol-PP, 2 orang anggota Pramuka, serta 2 orang tenaga kesehatan yang bertugas mulai H-7 sampai H+7 lebaran Idulfitri 2014.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke Pos Pam Simpang Jagung jalan Zaini Kuraitaji Kota Pariaman.

Di sela peninjauan Mukhlis Menjelaskan, Pos Pam yang ada di Kota Pariaman berjumlah 3 Pos.

"Pos Pam ini didirikan di lokasi-lokasi yang dinilai strategis dan ramai dilewati pemudik termasuk satu Pos di kawasan pantai Gandoriah yang menjadi pusat kunjungan wisatawan di kota ini," terangnya.

Sejauh ini, berkat pengamanan yang telah dilakukan, kondisi Kota Pariaman  jelang lebaran tetep aman dan kondusif. Hal ini tercipta berkat koordinasi yang baik antara Pemko Pariaman dan aparat keamanan. Dan diharapkan, kedepannya kondisi ini tetap terjaga, imbuh Mukhlis.

Usai peninjauan tersebut, Mukhlis langsung menuju Mesjid Pinago di Batang Tajongkek, Pariaman Selatan, untuk menyerahkan secara simbolis zakat fitrah daerah dan zakat profesi PNS di lingkungan Pemko Pariaman untuk bantuan konsumtif dan para manula se Kota Pariaman.

Zakat yang di distribusikan kepada masyarakat di empat kecamatan se-Kota Pariaman tersebut secara keseluruhan berjumlah sebanyak Rp.892.600.000.

Angga/Oyong Liza Piliang

Apresiasi Penyelenggara Pemilu, Ali Mukhni Sematkan Pin Emas

Written By oyong liza on Selasa, 22 Juli 2014 | 22.19




Bupati Ali Mukhni menyematkan Pin Emas kepada Ketua PPK 2x11 Enam Lingkung Zulbasri di Pendopo Bupati, Senin (21/7)
 



Sukses dua pesta demokrasi di Padangpariaman yaitu Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, mendapatkan apresiasi oleh Bupati Padangpariaman dengan memberikan penghargaan Pin Emas kepada Penyelenggara Pemilu terbaik tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kab. Padang Pariaman.

Penyerahan pin emas tersebut diselenggarakan usai berbuka bersama jajaran KPU, Panwaslu, PPK, PPS dan anggota DPRD terpilih di Pendopo Bupati, Senin (21/7).

"Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah yang maha kuasa, penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden berlangsung aman dan sukses. Atas nama Kepala Daerah, kami apresiasi seluruh penyelenggara Pemilu baik jajaran KPU dan Panwaslu. Khusus untuk PPK dan PPS terbaik, kami berikan hadiah Pin Emas, 24 karat," ucap Ali Mukhni.

Ali Mukhni juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya dan mampu menjaga suasana yang kondusif selama penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2024 walaupun berbeda pilihan. Atas kerja sama dan dukungan seluruh pihak tersebut, Ali Mukhni menyampaikan bahwa Kabupaten Padang Pariaman sebagai salah satu daerah yang terbaik dalam penyelenggaraan pesta demokrasi oleh Pemprov Sumbar.

"Bapak Gubernur apresiasi penyelenggaraan pesta demokrasi di Kab. Padangpariaman sebagai salah satu yang terbaik di Sumbar" imbuhnya.

Ali Mukhni juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung presiden terpilih periode 2014-2019. Ia berharap presiden terpilih nantinya bisa membawa indonesia ke arah yang lebih baik. Sebagai kepala daerah, ia siap bekerja dan mendukung program dan kebijakan presiden yang baru nantinya.

"Tidak lama lagi rakyat indonesia memiliki Presiden yang baru. Mari kita dukung siapapun presiden terpilih nantinya. Mari bersatu membangun bangsa dan negara Indonesia tercinta," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Padangpariaman Vifner mengatakan, pertemuan antara penyelenggara Pemilu bertujuan untuk bersilaturahim dan menjalin jembatan hati sekaligus bersyukur telah selesainya pileg dan pilpres yang berlangsung aman dan sukses di Padangpariaman. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kesungguhan seluruh personil penyelenggara pemilu baik PPK, PPS dan KPPS yang telah bersusah payah menciptakan suasana kondusif sebelum dan sesudah dua pesta demokrasi tersebut.

Vifner juga mengapresiasi Bupati Ali Mukhni yang memfasilitasi pertemuan dengan PPK dan PPS seiring dengan berakhirnya tugas penyelenggara pemilu tersebut pada bulan juli 2014 ini. Pemberian reward pin emas kepada PPK dan PPS terbaik ini, kata dia, sebagai bukti komitmen dan kepedulian Bupati Ali Mukhni atas suksesnya Pileg dan Pilpres yang tidak satupun  mendapat  komplain dari masyarakat.

Dijelaskannya, penetapan sebagai PPK dan PPS terbaik, melalui seleksi ketat dengan kriteria yang telah ditetapkan yaitu Partisipasi pemilih tertinggi, Daftar pemilih terakurat, Keamanan paling kondusif, Tingkat kesalahan memilih rendah dan Tingkat kesalahan administrasi pengisian hasil Pemilu rendah.

Adapun yang meraih Pin Emas pada tingkat PPK yaitu PPK 2x11 Enam Lingkung, maka sebanyak lima orang anggota PPK meraih pin emas berlambang KPU tersebut. Untuk tingkat PPS terbaik ditetapkan masing daerah pemilihan (dapil). Untuk Dapil I, PPS III Koto Aur Malintang Kec. IV Koto Aur Malintang. Dapil II PPS Tandikek Utara Kec. Patamuan, Dapil III PPS Toboh Ketek Kec. Enam Lingkung dan Dapil IV PPS Aia Tajun Kec. Lubuk Alung. Jadi, sebanyak tiga orang per PPS mendapat pin emas yang diserahkan langsung oleh Bupati. Total 17 emas 24 karat untuk tujuh belas orang penyelenggara pemilu yang diserahkan malam itu.

Ketua PPK 2x11 Enam Lingkung Zulbasri mengatakan bahwa ia mendapat kejutan yang tak disangka-sangka. Selain mendapatkan pin emas, ia juga mendapat piala bergilir  dan piagam penghargaan dari bupati Ali Mukhni.

 "Saya dan kawan-kawan diundang untuk berbuka bersama oleh Bupati. Tak disangka, kami mendapatkan penghargaan pin emas sebagai PPK terbaik atas penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2014. Terima kasih Pak Bupati, atas perhatian dan penghargaannya, kami tak kan melupakan sepanjang hidup kami," kata Zulbasri gembira.


HA

Teken MoU Dengan PT KAI, Mukhlis Teringat Dulu Lihat Kereta Uap dan Ganevo di Stasiun




Pemerintah Kota Pariaman akhirnya menandatangani nota kesepakatan dengan PT. KAI Sumbar, (22/7) di ruang rapat Walikota Pariaman. Pada kesempatan itu, selain Walikota Mukhlis Rahman, Wakil Walikota Genius Umar dan Setdako Armen bersama jajaran SKPD, PT KAI Sumbar juga datang bersama beberapa jajaran divisi tekhnisnya yang di komandani oleh vice presiden Zulkarnain untuk membahas point-point kerjasama ke depan.

Menurut Mukhlis, sejarah kereta api sangat panjang di Pariaman. Bahkan menurut ingatannya, kereta api di Pariaman dulunya bermesin uap, kemudian berangsur dengan kereta api ganevo yang sedikit lebih baik mesinnya.

"Masih segar dalam ingatan saya, dulunya kereta api di Pariaman bermesin uap. Kemudian berganti dengan kereta api ganevo yang sangat terkenal itu," kenang Mukhlis tanpa menyebut pernah menaikinya.

Mukhlis berkata, bahwa di negara maju transportasinya menggunakan kereta api. Kata dia, PT KAI pengaruhnya sangat besar untuk Kota Pariaman, apalagi dalam hal pariwisata.

"Potensi wisata kita sangat baik dan perlu dikemas dengan baik secara terpadu melibatkan seluruh SKPD. Kita bisa lihat kunjungan wisata ke Pariaman yang meningkat pesat khususnya pada hari Sabtu dan Minggu dimana umumnya pengunjung yang datang dengan kereta api," imbuh Mukhlis.

Kerjasama ini meliputi pembukaan akses kembali jalur kereta api ke Naras, melewati pusat penangkaran penyu di desa Manggung, kemudian akan membangun museum kereta api yang menurut Mukhlis lebih bagus posisinya di halaman pantai Gandoriah.

"Kita ingin ada monumen kereta uap di sana seperti yang ada di Sawahlunto. Suara saya serak begini terus terang karena sangat terharu dengan kerjasama yang dibangun dengan PT KAI ini. Ketahuilah, Kota Pariaman tidak akan pernah maju jika tidak di kunjungi orang. Saya minta seluruh SKPD langsung action setelah ini," kata Mukhlis terbata.

Penandatanganan MoU dengan PT KAI Sumbar memiliki progress menguntungkan antar kedua belah pihak. Sebagaimana kita ketahui, sekarang ini kereta api di Sumatera Barat hanya operasional di jalur Padang-Pariaman dan Padang-Indarung.

Oyong Liza Piliang


Menuju Padangpariaman 1: Nama-nama Ini Disebut Siap Fight Rebut Kursi Ali Mukhni




Pilkada Padangpariaman tinggal menghitung bulan. Pilkada Padangpariaman akan digelar serentak dengan Pilgub Sumbar pertengahan 2015 nanti untuk memilih bupati dan wakil bupati periode 2015-2020.

Dalam beberapa bulan belakangan ini, dari informasi yang kami kumpulkan dengan tim pemantau dilapangan (selayaknya pilkada Kota Pariaman) ada beberapa calon kandidat yang disebut akan bertarung untuk menduduki kursi puncak Padangpariaman 1 tersebut.

Siapakah nama-nama yang kuat dugaan akan maju dalam bursa Padangpariaman 1? Baik sebagai calon bupati atau wakil bupati? Inilah nama-nama yang mulai mengapung di tengah-tengah masyarakat yang juga santer di perbincangkan.

Berikut nama-nama tersebut:

-Ali Mukhni: Incumbent, Bupati Padangpariaman yang sekarang masih menjabat

-Damsuar: Incumbent: Wakil bupati Padangpariaman yang sekarang juga sedang menjabat

-Indra Jaya Piliang: Politisi Golkar pusat, Aktivis sekaligus konsultan politik skala nasional

-Faisal Arifin: Ketua DPD Golkar Padangpariaman, keponakan Almarhum kolonel Anas Malik Bupati Padangpariaman, juga Anggota DPRD terpilih

-Dedi Edward: Anggota DPRD Sumbar

-Yusuf: Tokoh Perantau, mantan calon bupati Padangpariaman

-HM Sa'ban: Tokoh perantau

-Jasman Juni: Mantan calon bupati Padangpariaman dan Anggota DPRD Sumbar terpilih

-Yusrizal Koto: Tokoh perantau



-Iqbal: Tokoh perantau

Untuk sementara hanya nama-nama diatas yang mulai diperbincangkan sebagai bakal calon bupati wakil bupati Padangpariaman periode 2015-2020.

Oyong Liza Piliang

Ali Mukhni: Kita Bicara Fakta dan Data, Bukan Wacana

Bupati Ali Mukhni meninjau pembangunan Normalisasi batang ulakan di Ulakan, Sabtu (19/7)


Bupati Ali Mukhni tetap meninjau dan memonitor perkembangan pembangunan mega proyek didaerahnya, meskipun siang itu matahari memapar sinar dengan teriknya di bulan puasa penuh berkah ini. Peninjauan lapangan diawalinya dengan memantau pengerjaan Normalisasi batang ulakan di Ulakan Tapakis, Sabtu (19/7).

Bupati Ali Mukhni PANTAU pembangunan jalur kereta api Duku-BIM di ketaping, Sabtu (19/7)

Menurut Ali Mukhni, normalisasi batang ulakan mutlak dibutuhkan masyarakat dan akan dirasakan pula manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Adapun tahap pengerjaannya, kata bupati, sudah progress 50 persen. Pada kesempatan itu, bupati juga berterima kasih kepada masyarakat yang turut membantu kelancaran proyek dengan menghibahkan tanahnya yang terkena proyek tersebut.





Kemudian dilanjutkan bupati meninjau lanjutan pembangunan jalur kereta api Duku-BIM yang telah dimulai tahun lalu. Jalur kereta api Duku-BIM ini sudah dikebut pengerjaannya, dan direncanakan pada tahun 2015 telah bisa dioperasionalkan.

Bupati Ali Mukhni meninjau pengerjaan pembangunan jembatan koto buruk yang menghubungkan jalan lingkar Duku-Sicincin di Lubuk Alung, Sabtu (19/7)

"Lanjutan pembangunan jalur kereta api Duku-BIM telah dimulai bulan ini. Diharapkan  tahun 2015 telah dapat digunakan oleh masyarakat karena kereta apinya sudah ada," ucap Bupati.

"Peninjauan berikutnya yaitu pembangunan jalan Duku-Sicincin di Lubuk Alung. Saat ini sedan dikerjakan jembatan koto buruak yg menghubungkan jalan lingkar Duku - sicincin yang sudah pada tahap pemasangan leger," terang Kabag Humas Hendra Aswara yang mendampingi bupati saat itu pada wartawan.

Ali Mukhni mendokumentasikan seluruh kegiatan pembangunan yang ada diwilayahnya sebagai bahan ekspos kepada masyarakat perantau yang akan pulang ke kampung halaman pada lebaran ini. Ekspos ini bertujuan agar perantau dapat melihat secara nyata, fakta dan data yang valid kegiatan pembangunan dan program unggulan pro rakyat yang digagas oleh Bupati Ali Mukhni.

"Dokumentasi ini kita perlukan untuk ekspos pembangunan mega proyek kepada perantau saat halal bi halal setelah lebaran nanti. Jadi kita berbicara dengan fakta dan data, bukan berwacana," kata Bupati Ali Mukhni yang meraih penghargaan Bhakti karya Koperasi oleh Presiden SBY baru-baru ini.


HA

Mukhlis Sampaikan Nota Penjelasan RAPBD-Perubahan 2014 di Paripurna DPRD

Written By oyong liza on Senin, 21 Juli 2014 | 17.22




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyampaikan Nota Penjelasan tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tahun Anggaran 2014 pada Rapat Paripurna DPRD Kota Pariaman, didampingi Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, kemudian Ketua DPRD Kota Pariaman, Ibnu Hajar, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyudin, bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Pariaman, Senin (21/07/2014).

Mukhlis dalam Nota Penjelasannya mengatakan bahwa pendapatan Daerah pada APBD awal tahun 2014 sebesar Rp.513.825.571.207,- setelah perubahan menjadi Rp.519.171.293.212,- sehingga mengalami pertambahan sebesar Rp.5.347.722.005,- yaitu 1,04%.

"Esensi Kebijakan umum Anggaran Perubahan dan prioritas serta Plafon Anggaran sementara merupakan daftar program prioritas dalam mewujudkan tujuan bersama berdasarkan urusan wajib dan urusan pilihan, serta merupakan patokan batas maksimal anggaran yang menjadi tanggungjawab setiap SKPD sesuai rencana Programnya," kata Mukhlis.

Lanjut Mukhlis menyebut, Perkiraan belanja Daerah Tahun anggaran 2014 semula dianggarkan sebesar Rp.561.685.580.697,51 bertambah sebesar Rp.45.195.667,28 atau 8,05% sehingga pada perubahan ini menjadi Rp.606.881.248.043,79.

"Kalau dibandingkan antara penerimaan pembayaran sebesar Rp.92.820.954.831,79 dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.5.111.000.000, terdapat pembiayaan netto sebesar Rp.87.709.954.831,79 yang digunakan untuk menutup defisit," tukuknya.

Disambung Mukhlis, bahwa Penyusunan Rancangan KUA Perubahan dan PPAS APBD Perubahan Tahun anggaran 2014 ini memiliki nuansa khusus, karena di desain awal dari arah kebijakan Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pariaman Tahun 2013-2018 mulai digambarkan.

Kata dia, dilain pihak tuntutan dan harapan masyarakat terhadap keberhasilan pembangunan dan hasil-hasilnya agar dapat dirasakan dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat juga semakin menjadi meluas dan membesar.

"Dalam kondisi seperti, peranan dan kontribusi APBD yang dicerminkan dari alokasi kegiatan dan program dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat menjadi sangat krusial," pungkas Mukhlis tenang.

Mukhlis juga berharap agar Kota Pariaman nantinya mampu meningkatkan kualitas APBD Kota Pariaman yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi nyata terhadap perubahan taraf kehidupan dan peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat Pariaman secara keseluruhan.

(Nesya/OLP)

Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2014, Kapolres Sebut Waspadai Teroris





Dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1435 Hijriyah, Polres Pariaman gelar apel pasukan pengamana (PAM) Ketupat Tahun 2014. Di halaman Mapolres Pariaman, Senin (21/7/2014).

Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo bertindak sebagai inspektur upacara, serta dihadiri Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Dandim 0308 Pariaman, Kadishub Kominfo serta Kalapas Kelas II B Pariaman dan diikuti personil Polres, Kodim, Dishubkominfo, Satpol PP, PMI dan Kuarcap Pramuka Kota Pariaman.

Kapolres juga mengecek kesiapan pasukan yang akan diturunkan dalam Operasi Ketupat 2014, mulai dari personel, serta kendaraan pendukung lainnya.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres mengatakan, operasi gelar apel siaga ketupat tahun 2014 ini, merupakan rutinitas tahunan yang digelar menghadapi hari raya Idul Fitri. Dimana kesiapan pihak kepolisian dan unsur instansi terkait dalam mengamankan sebelum dan sesudah lebaran, memberikan rasa aman kepada masyarakat. Khususnya para pemudik yang ingin lebaran di kampung.

"Kita berharap masyarat dapat merayakat Idul Fitri dengan aman dan nyaman. Dan berharap tidak ada ganggungan ketertiban sehingga kelancaran lalu lintas tertib terjaga. Operasi apel ketupat ini akan berlangsung selama 16 hari yang melibatkan 86.213 personil di seluruh Indonesia," ungkap Kapolres.

Ia juga menyebutkan walau momen pengamanan ini juga bersamaan dengan Pilpres, namun tidak mengurangi pengamanan dari berbagai pihak.

"Sesuai dengan penetapan KPU pada besok pagi (Selasa) untuk menghitung hasil rekapitulasi, kita mengharapkan siapa pun presidennya, kita tetap menjaga keamanan dan kondusifitasnya," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil evalusi tahun sebelumnya, titik terjadinya kemacetan disebabkan penyempitan jalan, luas jalan yang kurang, aktifitas pasar tumpah yang tidak tertib serta lokasi objek wisata.

Selain itu, Kapolres juga menyebutkan untuk tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan jumlah pemudik, oleh karena itu  gangguan kriminalitas yang meningkat seperti pencurian, kejahatan konvensional dan kejahatan terorisme menjadi tugas dan menuntut Polri dan masyarakat lebih optimal. 

Angga

Genius: Birokrasi daerah yang “Total Football” Dalam Melayani Masyarakat





Publik Internasional baru saja selesai menyaksikan pertunjukan yang menghipnotis seluruh masyarakat dunia yakni piala dunia sepak bola yang berlangsung di Brazil bulan juni sampai pertengahan juli yang lalu. Mereka rela melewatkan waktu berjam jam sampai dini hari untuk tidak melewatkan setiap detik pertandingan.

Kesebelasan yang terbaik adalah kesebelasan yang menunjukan permainan yang kompak, semua pemain bergerak menuju tujuan yang sama yakni goal. Semua elemen kesebelasan menjalankan perannya masing-masing. Mulai dari pelatih yang selalu mengamati dan menyoraki arah permainan anak asuhnya, kapten kesebelasan yang mengarahkan dan mengomandoi permainan rekan-rekannya dalam lapangan, para pemain lainnya mulai dari pemain tengah, pemain belakang, pemain sayap, pemain penyerang, gelandang dan lainnya memiliki peranan masing yang di atur dalam suatu pola permainan secara kompak. kesebelasan yang paling dinamis dan kompak kemungkinan akan menjadi pemenangnya.

Peran playmaker sebelasan sangat penting, seperti kita lihat peran Neymar di kesebelasan tuan rumah brazil. Pada babak penyisihan sampai babak perempat final, Brazil menunjukan permainan yang hebat selagi masih ada Neymar di kesebelasan. Neymar mampu menjadi dinamisator yang membuat permainan rekan rekannya bergerak terus dan kompak serta dieksekusi oleh Neymar sebagai pemain depan.

Namun apa yang terjadi setelah neymar cedera akibat di tendang punggungnya oleh pemain kolombia Juan Camilo Zuniga yang mengakibatkan neymar tidak bisa lagi bertanding pada babak berikutnya? Brazil dikalahkan secara tragis oleh Jerman dengan skor memalukan 7-1 dan selanjutnya dihantam Belanda dengan skor 3-0.

Begitu juga kapten kesebelasan Argentina Lionel Messi, dia mampu membawa Argentina sampai ke final walaupun pada akhirnya dikalahkan oleh Jerman melalui tambahan waktu. Lionel Messi telah mampu menjadi katalisator (semangat percepatan) bagi seluruh rekannya di kesebelasan Argentina. Begitu juga Kapten kesebelasan Jerman Philipp Lahm yang mampu membawa Jerman untuk memenangi pertandingan Piala Dunia dan kehormatan untuk negaranya Jerman sang “Panser”.

Permainan sepak bola yang menggerakkan semua anggota kesebelasan secara terus menerus tanpa lelah dan selalu dinamis dan berkomitment untuk menang melalui kapten kesebelasan tersebut adalah dinamakan "total football".

Kita dapat mengambil pelajaran dari permainan “total football” tersebut terkait dengan birokrasi di pemerintah daerah. Birokrasi di pemerintah daerah dapat dianalogkan dengan kesebelasan sepak bola. Publiknya adalah penonton yang ada di stadion atau diluar stadion, serta yang menonton melalui televisi yang secara transparan melihat secara jelas setiap langkah para pemain setiap tim kesebelasan.
 

Birokrasinya adalah seluruh pemain sepakbola termasuk Kapten kesebelasan. Kapten kesebelasan dalam birokrasi adalah Sekretaris daerah dan para pemain yang dibagi menjadi pemain depan, penyerang, sayap kiri, gelandang, pemain belakang, back, kipper adalah seluruh Kepala Dinas/SKPD menurut peran dan fungsinya masing masing.
Setiap kepala dinas harus menuju arah/visi yang sama yakni menuju visi kepala daerah yang juga telah ditetapkan sebagai visi daerah dalam RPJMD.
Beberapa nilai positif total football yang dapat diambil oleh birokrasi sebagai tim pembangunan daerah adalah:

1. Kesatuan gerak menuju “goal”

Goal dalam bermain bola adalah pencapaian memasukan bola ke gawang lawan, sedangkan goal yang dimaksudkan dalam pemerintah daerah adalah pencapaian visi dan misi daerah.

Penyebab lambatnya suatu daerah mencapai visi daerah secara mantap adalah masing masing kepala dinas bekerja secara sendiri sendiri (ego sektoral) yang kadang kala menjauh mencapai goal (visi daerah). Setiap Kepala Dinas seharusnya menuju arah yang sama yakni goal.

Ada yang menuju arah ke kiri atau ke kanan bahkan bola keluar lapangan yang menyebabkan tidak efisien dan tidak efektif, disinilah peran sang kapten (sekretaris daerah) untuk mengkoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan setiap kepala dinas atau SKPD. Sekretaris daerah juga tidak bekerja sendiri, namun dibantu oleh 2 atau 3 orang asisten sebagai koordinator di bidangnya masing masing, yakni asisten bidang Pembangunan dan asisten bidang perekonomian atau kalau ada asisten bidang lainnya.
 
2. Dinamis dan Inovasi

Permainan bola yang selalu bergerak dinamis dan penuh inovasi akan menambah semangat pemain. Dan penonton juga akan senang karena keindahan permainan juga akan timbul. Begitu juga dengan birokrasi daerah, seharusnya dalam birokrasi tersebut timbul berbagai inisiatif dari setiap Kepala Dinas dan kepala SKPD lainnya.

Karena itu yang perlu dikembangkan adalah budaya kerja yang memungkinkan para pejabat birokrasi dapat mengambil inisiatif dalam berkerja dalam rangka menyelesaikan fungsi pemerintahan daerah yang menjadi tanggung jawab dinas/SKPD terkait. Apalagi zaman sekarang telah terjadi perubahan pandangan kepada kepala daerah/wakil kepala daerah terhadap birokrasi yang lebih memungkinkan kepala dinas/SKPD mampu untuk melakukan inisiasi/inisiatif dalam bekerja.

Bahkan inisiatif kepada dinas ini bagi sebagian kepala daerah/wakil kepala daerah sudah menjadi bagian dari penilaian kinerja. Kepala dinas yang mampu melakukan inovasi akan dinilai baik kinerjanya, sedangkan kepala dinas yang tidak mampu melakukan inovasi akan dinilai tidak bagus kinerjanya. Keluhan sebagian kepala daerah adalah ketika lemahnya inovasi dari kepala SKPD. Dukungan secara legal terhadap inovasi ini juga menguat secara nasional, yakni memasukan bab tentang inovasi dalam rancangan Undang-undang pemerintahan yang sedang dibahas.

3. Strategy, taktik, dan Kecepatan

Strategy permainan bola disusun oleh tim pelatih dan taktik serta kecepatan dilakukan oleh pemain yang dipimpin oleh sang kapten. Sejauh mana visi yang gariskan oleh kepala daerah dan bagaimana strategi pelaksanaan pada level SKPD dan apa permasalahan pencapaian pekerjaan mesti secara terus menerus ketahui oleh kepala daerah.

Peran penting system informasi atau system pelaporan antara kepala Dinas, Sekda, sampai ke Kepala Daerah, harus secara berangkai dan tidak ada system informasi yang luput bagi kepala daerah. Walaupun dalam pelaksanaan suatu perkerjaan yang sesuai dengan fungsi dinas masing masing, namun pelaporan yang rutin kepada kepala daerah harus tetap ada, baik dari sisi in put (sumberdaya yang digunakan untuk bekerja), proses (bagaimana pekerjaan itu dilakukan) maupun out put (hasil yang dicapai) sampai out comes (apa dampak pekerjaan birokrasi itu terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat).

Peran penting sang kapten (sekda) adalah mengatur dan menjamin system informasi dari SKPD sampai ke Kepala Daerah. Media system informasi ini bisa berupa rapat evaluasi rutin, laporan staf atau dengan menggunakan sistym informasi IT.

Hal penting lainnya adalah kecepatan. Ketepatan mengambil momen sangat penting dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. Misalnya ketika terjadi bencana alam, misalnya banjir, maka kecepatan memberikan pertolongan pertama untuk evakuasi dan penyediaan makanan secara cepat adalah urgen. Hal ini tidak boleh dilakukan secara terlambat. Harus ada perubahan prinsip bahwa kalau bisa selesai sekarang kenapa kenapa harus menunggu besok?

Sebagai penutup, tulisan ini hanyalah sekedar memberikan pencerahan kepada birokrasi agar kita kembali pada fungsi kita sebagai pelayan masyarakat. Kita ingat permainan bola yang indah akan memuaskan penontonnya. Begitu juga kita sebagai aparat birokrasi, bahwa standar kinerja aparat pemerintah adalah kepuasan pelanggan (masyarakat) yang kita layani. Semoga bermanfaat. Wasalam.

Catatan Dr. Genius Umar, Analis Kebijakan Publik (Wakil Walikota Pariaman)

Selain Berikan Insentif, Mukhlis Juga Tambah Anggaran Untuk Posyandu Per-bulannya




Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, menyerahkan insentif kepada kader posyandu di Kecamatan Pariaman Tengah dan Kecamatan Pariaman Selatan pada Rabu malam (9/7/2014). Kader posyandu yang mendapatkan insentif berjumlah 305 orang di Kecamatan Pariaman Tengah dan 250 orang di Kecamatan Pariaman Selatan.

Adapun besar insentif yang diberikan sebanyak Rp 100.000 per bulannya dan Pemberian Makanan Tambahan sebanyak Rp 50.000 perbulannya. Insentif yang diberikan untuk jangka waktu 6 bulan.

"Kader posyandu adalah ujung tombak pembangunan," puji Mukhlis.

Pada kesempatan tersebut Mukhlis juga menyampaikan harapannya kepada para kader posyandu tersebut agar terus ikut berpartisipasi dalam pembangunan, serta aktif mengajak para tetangga dan masyarakat sekitar untuk ikut mensukseskan pembangunan Kota Pariaman.

Untuk kecamatan Pariaman Selatan, Desa Marunggi merupakan desa dengan jumlah kader terbanyak, yakni, 40 orang yang terdiri dari kader untuk lansia dan balita. Sedangkan di Kecamatan Pariaman Tengah, Desa Kampung Baru memiliki 30 orang kader untuk lansia dan balita.

Kata Mukhlis, Pemko Pariaman akan terus memperhatikan kesejahteraan kader posyandu.
"Jika anggaran Pemko memungkinkan, tahun depan besar honor kader posyandu tersebut dapat kita tingkatkan," janji Mukhlis.

Kegiatan ini ikut dihadiri oleh Kepala BPMDes Drs. Lanefi, Sekretaris Dinas Kesehatan Bakhtiar, S.Sos dan Kabag Humas Hendri, S.Sos.

Dewi/OLP

Topik Terhangat

Paling Banyak Dibaca

postingan terdahulu