Genius: Politik Pilkada Ajang Silaturahmi, Beda Pilihan Hal Biasa
Foto: dok/istimewa
Pariaman ----- Calon Walikota Pariaman Genius Umar gelar konsolidasi dengan tim pemenangan se Kota Pariaman di Jl. H Agus Salim Kampung Baru, Jumat (19/5) malam. Konsolidasi ditutup dengan berbuka puasa bersama. Sejumlah tim pemenangan seperti ketua tim pemenanngan Genius-Mardison, Zalman Zaunit, ketua tim kampanye Genius-Mardison, Mulyadi, tanpak hadir.

Genius Umar dalam sambutannya berpesan agar tim menjaga silaturahmi selama berkampanye. Perbedaan pilihan politik pilkada jangan sampai membuat hubungan badunsanak dan pertemanan menjadi renggang.

Kondisi kematangan demokrasi masyarakat Pariaman saat ini, kata dia, diharapkan tidak ternoda sebagai akibat meruncingnya perbedaan pilihan dan pandangan politik.

"Kita terus sosialisasikan paslon Genius-Mardison kepada masyarakat, kita sampaikan profil, sampaikan visi dan misi, kita sampaikan program unggulan. Jika ada yang berbeda pilihan politik, itu tidak masalah. Yang jelas, tim hanya mensosialisasikan paslon yang kita dukung, paslon lain tidak usah kita komentari," pesannya

Genius berkata, dari koordinasi yang ia lakukan dengan berbagai pihak, sosialisasi yang dilakukan tim pemenangan dan tim kampanye hingga ke tingkat desa, berjalan dengan baik. Genius mengklaim tidak ada praktik kampanye hitam yang dilakukan timnya saat berkampanye.

Ia memandang, saat ini warga Kota Pariaman adalah pemilih cerdas. Pilihan politik masyarakat Pariaman tidak lagi dipengaruhi faktor kesamaan suku, asal daerah dan hubungan kekerabatan. Namun, visi, program dan rekam jejak kandidat, menjadi pertimbangan penentuan pilihan politik masyarakat.   

"Kampanye sebenarnya adalah perang gagasan dan program. Tim adalah marketingnya, yang berperan mensosialisasikan profil dan program paslon kepada pemilih. Lalu, biarkan publik menilai dan menentukan pilihannya. Jangan dipaksa, tidak usah ditekan," sebut dia.

Dikatakannya, nyaris tidak ada perbedaan aktivitas kampanye yang ia lakukan pada bulan puasa ini. Silaturahmi sekaligus blusukan dari rumah ke rumah, terus ia lakukan.

"Tidak ada yang berbeda. Kegiatan silaturahmi dan tatap muka dengan masyarakat tetap berjalan," katanya. (Nanda)
3 Desa di Pariaman Raih BPD Terbaik se Indonesia
Piagam BPD terbaik Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri. Foto/Nanda
Pariaman ----- Badan Permusyawatan Desa (BPD) Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, raih piagam penghargaan sebagai BPD terbaik tingkat kabupaten dan kota se Indonesia.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan pada acara Rakornis Badan Pemberdayaan Desa, Badan Musyawarah dan Kepala Desa se Indonesia di Jakarta, Senin (14/5) silam, dan dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Ketua BPD Tungkal Selatan, Priyaldi mengatakan, terpilihnya tiga BPD di Kota Pariaman, tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak. Penyelenggaraan pemerintahan yang harmonis dan partisipatif menjadi salah satu kunci kesuksesan tersebut.

Menurutnya, sebagai penyelenggara pemerintah desa, BPD Tungkal Selatan dan dua BPD lain, selalu pro aktif sesuai tugas pokok dan fungsinya. Dalam pelaksanaan fungsi Budgeting (penganggaran) BPD Tungkal Selatan bersama Pemerintah Desa, selalu memperhatikan skala perioritas dan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang dihimpun melalui rembug dusun, dan musrenbang.

"Pelaksanaan fungsi legislasi (penyusunan perdes) BPD Tungkal Selatan selalu menjadi inspiratif bagi desa lain. Telah banyak perdes inisiatif yang dilahirkan BPD bersama pemerintah desa," kata Priyaldi di Pariaman, Sabtu (19/5).

Perdes inisiatif yang telah dilahirkan BPD Tungkal Selatan, ungkap dia, yakni Perdes Lembaga Kemasyarakatan, Perdes BP4 Desa, Perdes Magrib Mengaji, Perdes Keamanan dan Ketertiban, Perdes kewenangan Desa dan Perdes Pengelolaan Air bersih.

"Dalam perumusan dan pembahasan perdes tersebut BPD Tungkal Selatan selalu melibatkan semua unsur yang ada di desa seperti niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai bundokanduang dan pemuda," tuturnya.

Dikatakannya, fungsi pengawasan BPD Tungkal Selatan terhadap pemerintah desa oleh kepala desa, berjalan mulus dan sinergis. Pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan dan pengelolaan keuangan desa, diawasi agar uang rakyat yang dikelola pemdes digunakan efektif, efesien dan tepat sasaran.

"Pembahasan APBDes dilakukan secara bertahap transparan dan sesuai dengan aturan yang ada," pungkasnya.

Selain BPD Desa Tungkal Selatan, dua BPD di Kota Pariaman juga mendapatkan penghargaan. Dua BPD tersebut, yakni BPD Desa Padusunan, Desa Rawang. (Nanda)
Fakhriati, Kepedulian Sosial Dapat Cegah Penyebaran Paham Radikalisme
Penyerahan cenderamata dari TSR Padangpariaman kepada pengurus Musala Dinul Maruf
Sikucur ----- Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman bidang administrasi umum Fakhriati, menyebut penyebaran paham radikalisme dapat dicegah dengan penguatan sikap kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
       
Hal itu ia sampaikan saat Safari Ramadhan Kabupaten Padangpariaman di Musala Pondok Pesantren Dinul Ma'rul Nagari Sikucur Selatan, Padangpariaman, Jumat (18/5) malam.
       
Sikap kepedulian sosial yang tinggi terhadap lingkungan tempat tinggal setempat, kata dia, akan cepat terdeteksi jika ada masyarakat yang menganut paham radikal atau tergabung sebagai anggota kelompok teroris.
       
"Kenali setiap masyarakat yang ada di lingkungan tempat tinggal kita. Apalagi warga pendatang baru. Bukan mengedepankan sikap curiga, namun ini adalah sikap mawas diri," ujar Fakhriati.
      
Ia mengatakan, aksi teror bom bunuh diri yang menargetkan gereja dan kepolisian, bukanlah mengatasnamakan agama tertentu. Tindakan teror yang dilakukan pihak tidak bertanggungjawab, rawan menganggu kerukunan antar umat beragama di Indonesia.
       
"Kerukunan umat beragama yang terjalin baik diharapkan tidak berimbas dengan kejadian yang kemaren. Kami yakin, umat beragama di Indonesia tidak akan terpancing dengan kejadian teror kemaren," ulasnya.
      
Menurutnya, pondok pesantren yang tersebar di Kabupaten Padangpariaman yang menjadi simbol peradaban Islam, harus dimanfaatkan untuk mencegah masuknya paham-paham radikalisme, paham yang menjadi benih terorisme di Indonesia. Tamatan pondok pesantren yang akan menyebar menjadi ulama di daerah masing-masing, memberikan pencerahan paham radikal yang keliru, dapat diluruskan.
        
"Alumni pesantren, baik tamatan ponpes tradisional dan modern, bertugas meluruskan paham yang menyimpang. Paham yang radikalisme dan paham yang sesat," katanya.
      
Memasuki bulan Ramadhan, ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap harta dan jiwa. Tingginya aktivitas masyarakat di masjid dan meninggalkan rumah, terkadang dimanfaatkan pelaku kejahatan melancarkan aksi.
       
"Pastikan rumah dan kendaraan kita aman selama melaksanakan ibadah," pungkasnya. (Nanda)
"Asmara Subuh" hingga Berburu Takjil di Awal Ramadhan
Suasana buka puasa hari pertama di salah satu rumah warga di bilangan Jati Hilir Pariaman. Foto: OLP
Memasuki awal Ramadhan 1439 Hijriyah sebagaimana bulan puasa sebelumnya, sejumlah masjid dan musala di Kota Pariaman terbilang ramai oleh para jamaah. Di Pasir Pauh Desa Pauh Barat contohnya. Tua muda, bugar dan dalam kondisi sakit tertentu, terlihat khusyuk menunaikan salat tarawih di Musala Al Irsyad. Di antara para jamaah terlihat satu orang menunaikan salat dengan cara duduk. Dia tak kalah khusyuk.

Sehabis tarawihan sebagian dari jamaah itu berkumpul di warung. Teh telor ia pesan. Sarapan wajib penambah stamina yang tak sempat ia konsumsi pagi, ia balaskan selepas tarawih. Kepulan asap rokok ke mana-mana. Di luar kedai, para bocah juga terlihat riang. Sebaya, mereka bermain-main. Suasana malam itu menghadirkan nuansa ceria khasnya Ramadhan.

Terdengar seorang bocah laki-laki kisaran umur 7 tahun minta uang jajan kepada ayahnya yang kebetulan duduk di samping saya. "Lanjo wak Yah (jajanan saya Ayah)," sang Ayah merogoh saku memberi Rp3 ribu kepada anaknya. Si anak yang cerdik menyela. "Lanjo pagi?" Si Ayah geleng-geleng kepala, mengambil kembali Rp3 ribu tadi menggantinya dengan satu lembar Rp5 ribu. Si anak bergegas pergi dengan gembira.

Ihwal penuhnya masjid dan musala di awal Ramadhan di Pariaman oleh para jamaah, tak ingin saya menyebutnya tradisi. Dari pengamatan saya tahun ke tahun, makin ke ujung Ramadhan rumah ibadah makin sepi---lalu tinggal kalangan tua bin uzur saja yang hadir menunaikan ibadah salat tarawih. Saya menyebutnya "mereka para jamaah tetap masjid dan musala di hari-hari biasa."

Jatuhnya 1 Ramadhan 1439 Hijriyah di Pariaman dengan Padangpariaman serupa tapi tak sama. Pariaman nyaris 100 persen Muhammadiyah dan mulai puasa sejak Kamis (17/5) sebagaimana ketetapan pemerintah pusat. Sedangkan warga Padangpariaman (sebagian) Jamaah Tarekat Syattariyah mengawali 1 Ramadhan pada Jumat (18/5). Lain lagi Jamaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang yang lebih dulu lagi pada Selasa (15/5) dan telah melaksanakan salat tarawih sejak Senin (14/5) malam. Jamaah Tarekat Naqsabandiyah yang lebih dulu berpuasa dipastikan pula akan berhari raya di saat mayoritas masih menjalankan puasa.

Selama bulan suci Ramadhan di Pariaman dan Padangpariaman ada dua fenomena yang telah membudaya di tengah masyarakat. Paling dinanti-nanti tentunya. Ia adalah "Asmara Subuh" selepas sahur dan berburu takjil menjelang masuknya waktu buka puasa di "Pasar Pabukoan."

"Asmara Subuh" secara harfiah merupakan kegiatan yang dilaksanakan tanpa koordinir oleh warga Pariaman--khususnya kalangan muda---selepas salat subuh di masjid atau musala. Sepanjang Pantai Pariaman akan dipenuhi oleh warga. Mereka umumnya berjalan kaki dari masjid dan musala masing-masing ke pantai-pantai menghirup segarnya udara pagi. Terapi gratis menyehatkan bagi jantung dan paru-paru, tentunya.

Di pantai-pantai akan terlihat pemandangan di mana perangkat salat seperti sarung dan peci masih dikenakan oleh para pria sebagaimana mukena oleh para wanita. Pemandangan tersebut menciptakan nuansa religi. Momen seperti ini menghadirkan nuansa memoritis yang akan selalu indah untuk dikenang.

Berburu takjil di Pasa Pabukoan di Pariaman dan Padangpariaman tak kalah seru. Pasar Pabukoan selalu ramai bahkan di saat krisis moneter 1998 sekalipun. Pasar Pabukoan Pariaman dan Pasar Pabukoan Kuraitaji yang legendaris, makin macet jelang masuknya waktu berbuka.

Segala menu berbuka puasa dengan harga murah tersedia di sana. Mulai dari gulai-menggulai, samba-menyamba, hingga aneka menu pelega buka puasa seperti es kelapa muda, jus aneka buah, sala lauak/sala bulek, dll. Tak jarang pula menu sahur sekaligus dibeli saat itu. Yah! Piaman memang sumber dari sekalian makanan yang lezat-lezat (setingkat di atas enak).

Di Pasar Pabukoan Pariaman, seorang ibu muda terlihat menjinjing kantong plastik besar berwarna hitam. Agaknya penuh setengahnya. Ia gantungkan di candel yang ada di bawah stang sepeda motornya. Ia sedang menunggu es kelapa muda yang ia pesan. Saya hadir dalam antrian itu yang kebagian lebih dulu darinya.

Ibu muda berhijab warna krem itu saya ajak bicara. Ia ramah. Penasaran, saya tanyakan apa saja yang ia beli dan habis berapa duit saat itu.

"Tak sampai seratus ribu udah sekalian menu sahur. Tadi saya beli sala (sala lauak) Rp10 ribu, lima jenis menu untuk sambal berbuka sekaligus sahur Rp65 ribu, es kelapa muda, es campur, totalnya keseluruhannya ga sampai Rp100 ribu," ujar ibu dua anak bernama Dina (36) warga Pariaman Tengah itu.

Berhubung masih pukul 17.30 WIB, saya bertolak menuju Pasa Pabukoan Kuraitaji. Pusat kuliner lainnya di Pariaman.

Di Pasar Kuraitaji yang tentu saja kini megah pasca dibangun, tak kalah ramai dengan Pasar Pariaman. Jejeran pedagang kuliner tertata rapi. Tak susah mengakses dari satu lapak ke lapak lainnya. Ihwal rasa, kuliner Kuraitaji tak usah dipertanyakan.

Helen (48) ibu empat anak warga Pariaman Timur memilih belanja pabukoan di Pasar Kuraitaji karena lebih dekat dari rumahnya.

Dari Helen saya tahu betapa beruntungnya membeli sajian daripada memasaknya sendiri. Helen memperlihatkan isi kantong plastik hitam besar yang nyaris penuh. Ada belasan bungkus kantong plastik bening dalam kantong hitam tersebut. Kata Helen, jika ia membuat sendiri apa yang dibelinya (beragam menu) untuk berbuka dan sahur, nominal uang yang diperlukan pasti melebihi dari jumlah yang ia belanjakan.

"Selain menghemat waktu, juga menghemat uang. Soalnya yang kita beli kan beragam. Bahan bakunya juga macam-macam. Jika dibuat, pasti lebih mahal. Ini cara paling praktis, kita tinggal pilih menu sesuai selera, di rumah tinggal menanak nasi," ujarnya.

Tingginya daya beli kuliner oleh masyarakat selama bulan puasa, tentu berkah bagi pedagang di Pasar Pabukoan. Penghasilan menjual aneka pabukoan bisa diandalkan mereka untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan plus lebaran. Dari sekian jumlah pedagang kuliner yang saya ajak bicara ada yang mengaku meraih keuntungan bersih kisaran Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari.

"Jika cuaca bagus, omset kita mencapai Rp1 juta lebih. Untung bersih sekitar Rp300 ribuan lah," tutur salah seorang pedagang yang minta namanya ditulis Buyung, di Pasar Pariaman.

Buyung pun mengajak serta anak dan istrinya melayani pembeli di lapaknya. Sebelum pukul 17.00 WIB penjual es buah campur/teler itu, sibuk memasukkan ragam buah ke dalam cup. Dengan begitu ia tinggal memasukan santan dan es, saat dipesan pembeli.

Melihat aktivitas di Pasar Pabukoan saya melihat citra optimisme dari sorot mata para pedagang. Penghasilan mereka selama Ramadhan saya pikir lebih dari cukuplah menyambut datangnya lebaran nanti.

Catatan Oyong Liza Piliang
Surat Suara dan Logistik Pilkada Pariaman 2018 Telah Dikirim oleh Percetakan
Surat suara pada Pilkada Pariaman 2013. Dokumentasi pariamantoday.com
Pariaman ----- Surat suara pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018, mulai dikirim Jumat kemarin (18/5). Surat suara yang bakal digunakan untuk menentukan pilihan publik pada 27 Juni 2018 mendatang, dikirim dari perusahaan percetakan surat suara PT Pura Barutama, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ke Kota Pariaman.

Sebanyak 62.807 surat suara Pilkada Pariaman dikemas dalam 32 kotak yang terdiri dari 59.245 lembar surat suara sesuai jumlah DPT Pilkada Kota Pariaman, 1.482 lembaran surat suara dari 2,5 DPT 2018, 80 lembar pembulatan TPS dan 2.000 lembar surat suara berstempel khusus untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman, Boedi Satria mengatakan, pengiriman surat suara dilakukan melalui jalur darat dan diperkirakan tiba di Kota Pariaman dalam satu pekan.

Menurutnya, pengiriman surat suara untuk Pilkada Pariaman sekaligus dengan pengiriman surat suara untuk Pilkada Kota Sawahlunto dan Kota Padangpanjang.

"Sebelum dicetak dan dikirimkan pihak PT Pura Barutama, kami dan Panwaslu telah cek surat tersebut. Setelah sesuai, baru dilakukan pencetakan. Pengiriman sekaligus dengan surat suara untuk Kota Padangpanjang dan Sawahlunto," ujarnya, Sabtu (19/5).

Dikatakannya, surat suara Pilkada Pariaman dilengkapi sistem pengamanan guna mencegah kemungkinan adanya pemalsuan surat suara. Dengan sistem keamanan itu, surat suara palsu akan sangat mudah dikenali.

"Surat suara dilengkapi dengan sistem keamanan. Jika ada pihak yang mencoba memalsukan surat suara, akan sangat mudah dikenali," ulasnya.

Selain surat suara, logistik lain yang juga diadakan oleh pihak rekanan seperti alat bantu bagi pemilih tuna netra, segel sampul, hologram, tinggal menunggu dikirim ke gudang KPU Kota Pariaman.

"Tidak ada kendala logistik, hanya menunggu distribusi dari perusahaan ke gudang kita. Sedangkan distribusi seluruh logistik ke PPS atau TPS, akan dilakukan H-1 pemungutan suara," pungkasnya. (Nanda)
Warga Pakandangan Ngaku Teroris di Pesawat, Dibebaskan
Mak Etek Dasril. Foto: Nanda/istimewa/dok keluarga
Pakandangan ----- Dasril Bakri, 71 tahun, warga Pakandangan, Padangpariaman, yang sempat diamankan pihak Asvec Bandara Sutan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, karena berseloroh mengaku sebagai teroris dan membawa bom pada Rabu (16/5) silam, akhirnya dibebaskan.

Walinagari Pakandangan, Nasyaruddin mengatakan, informasi yang diperoleh dari pihak keluarga menyebutkan pembebasan tersebut setelah Dasril menjalani pemeriksaan intensif dari pihak keamanan Bandara SSK II Pekanbaru.

"Informasi tersebut baru saya ketahui hari ini setelah seberapa orang staf melaporkan kepada saya," terangnya di Pakandangan, Jumat (18/5) pagi.

Ia menerangkan, jika tidak terdapat keanehan pada diri warganya itu. Apalagi berkaitan dengan radikalisme dan terorisme. Sosok Dasril Bakri dikenal sangat humoris. Terkadang hal serius, dibawa bercanda olehnya.

Dasril yang sehari-hari berjualan nasi Pasar Pakandangan bersama istrinya, diketahui sering melakukan perjalanan ke luar daerah. Hampir tiap sebentar ia mengunjungi anak dan keluarganya di Jakarta, Jogyakarta dan Pekanbaru.

"Beliau ini dulunya memang merantau di Jogyakarta dan Jakarta. Di sana dia berjualan nasi Padang. Sudah sejak lama menetap di kampung dan membantu istri berjualan nasi di Pasar Pakandangan," ulasnya.

Hal serupa juga diungkapkan istri Dasril, Zulmiati. Menurut pensiunan guru SD itu, Dasril dikenal sangat humoris. Terkadang, pelanggan yang makan di warungnya pun dibuat tertawa terpingkal, ulah candaanya.

"Suami saya ini Muhammadiyah tulen. Dia sangat marah dengan pihak-pihak yang berpaham radikal. Mak Etek (panggilan Dasril) akrab dengan pimpinan Muhammadiyah seperti Amien Rais dan Din Syamsudin. Bahkan, pernah mengunjungi kediaman Amien Rais dan Din Syamsudin," sebutnya.

Dijelaskannya, Dasril Bakri pamit untuk mengunjungi keponakannya di Kota Pekanbaru pada Minggu 13 Mei 2018. Ia menumpangi travel minibus dari Pakandangan ke Kota Pekanbaru.
Kemudian, Dasril Bakri melanjutkan perjalanan ke Jakarta untuk menemui anak dan keluarga lain pada Rabu 16 Mei 2018.  Namun penerbangan tertunda karena candaan mengaku teroris dan membawa bom di pesawat.

Ia mengaku, hingga saat ini dirinya masih sulit berkomunikasi dengan Dasril Bakri, karena telpon Dasril rusak.            

"Telponnya rusak saat mau berangkat ke Pekanbaru itu. Namun berdasarkan informasi dari pihak keluarga di Jakarta, bahwa Mak Etek telah selesai menjalani pemeriksaan dan boleh pulang. Hingga saat ini belum ada informasi perkembangan keberadaan Dasril Bakri," katanya.

Sebelumnya, Dasril Bakri yang merupakan penumpang pesaeat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 291, diamankan petugas keamanan bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau. Dia diamakankan, karena mengaku sebagai teroris kepada pramugari, sekitar pukul 13.05 WIB, Rabu (16/5). (Nanda)
Defriatos Terpilih Camat Terbaik Padangpariaman 2018
Tim penilai saat lakukan uji kompetensi Camat Terbaik 2018. Foto/Andri
Padangpariaman ----- Defriatos, terpilih sebagai Camat Terbaik Kabupaten Padangpariaman 2018. Terpilihnya Camat Sungai Limau tersebut berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai Kompetensi Camat yang dilakukan beberapa waktu yang lalu dan telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Padangpariaman Nomor 284/KEP/BPP/2018 Tentang Penetapan Pemenang Kompetensi Camat Tingkat Kabupaten Padangpariaman Tahun 2018.

Penilaian Kompetensi Camat merupakan kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan dalam rangka evaluasi dan pembinaan terhadap kinerja camat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di wilayah kerjanya.

Asisten Bupati Padangpariaman Bidang Pemerintahan Idarussalam selaku ketua tim penilai mengatakan, kompetensi camat bentuk dari pembinaan dan evaluasi terhadap kinerja camat dalam menjalankan tugas dan fungsi di wilayah kerjanya.

Penilaian Kompetensi Camat tahun ini, kata dia, hanya dilakukan terhadap tujuh orang camat yang memenuhi syarat untuk dinilai berdasarkan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kmpetensi Camat Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

"Camat berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 selain melaksanakan tugas umum pemerintahan juga melaksanakan tugas delegatif yang dilimpahkan oleh bupati kepada camat," katanya, Jumat (18/5).

Penilaian kompetensi camat tersebut melibatkan tenaga ahli yang terdiri dari pamong senior Martias Mahyuddin, Duski Samad. Tim melakukan penilaian dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang dibagi kedalam dua tahap: pertama para peserta camat akan mengekspose kegiatan di depan tim penilai dan tahap kedua dilakukan peninjauan lapangan terhadap kecamatan yang mendapatkan 3 besar nilai tertinggi.


Duski Samad menjelaskan, sukses atau tidaknya tugas pemerintah dilakukan oleh camat dapat diukur seberapa jauh mereka memahami dan menegakan aturan yang sudah ada.
“Tidak pantas seorang camat mempertanyakan aturan dan peraturan daerah yang sudah ditetapkan. Untuk itu seorang camat harus memiliki mentalitas loyal, patuh dan menjadi juru penerjemah kebijakan kepala daerah dan aturan yang berlaku di tingkat atas,” ungkapnya.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menegaskan pentingnya kinerja yang baik dari seorang camat sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat

Camat, kata dia, harus mampu berinovasi memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan camat juga harus bisa menterjemahkan setiap kebiajakan daerah untuk disosialisasikan kepada masyarakat.

"Agar masyarakat mengerti dan paham terhadap program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Padangpariaman,” kata Ali Mukhni.

Dari hasil penilaian tersebut, Camat Sungai Limau Defriatos terpilih sebagai Camat Terbaik, disusul Camat Batang Anai Suhardi, dan Camat Sintuak Toboh Gadang Elda Husniwar Camat Terbaik III.

Pemenang Penilaian Kompetensi Camat Kabupaten akan mengikuti Penilaian Kompetensi Camat Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Berikut daftar camat terbaik kabupaten Padangpariaman sejak 2011

-Defriatos (Camat Sungai Limau) camat terbaik 2018
-Rudy Repenaldi Rilis (Camat Enam Lingkung) camat terbaik 2017
-Rahmang (Camat Sungai Limau) camat terbaik 2016
-Jon Kenedy (Camat Nan Sabaris) camat terbaik 2015
-Azmi Nur (Camat Lubuk Alung) camat terbaik 2014
-Jon Kenedy (Camat Nan Sabaris) camat terbaik 2013
-Azmi Nur (Camat Lubuk Alung) camat terbaik 2012
-Khrisna (Camat Sintuk Toboh Gadang) camat terbaik 2011
(Tim)
Baksos Operasi Bibir Sumbing di RSUD Padangpariaman Berlangsung Sukses
Operasi bibir sumbing di RSUD Padangpariaman turut dihadiri oleh Wabup Suhatri Bur. Foto/Andri
Padangpariaman ----- RSUD Padangpariaman bekerjasama dengan Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI), Smile Train (LSM internasional yang khusus di bidang bedah mulut) dan RS Aisyiah, gelar bakti sosial operasi bibir sumbing, Sabtu (12/05) lalu di RSUD Padangpariaman.

Bakti sosial di RSUD Padangpariaman karena dinilai layak dan memadai untuk tempat pelaksanaan operasi bibir sumbing. RSUD milik Pemkab Padangpariaman itu memiliki kamar operasi, tempat rawatan serta obat-obatan dan makan pasien yang memadai.

Menurut Direktur RSUD Padangpariaman Lismawati, operasi bibir sumbing merupakan kegiatan rutin yang telah diprogramkan oleh PABMI, Smile Train serta didukung oleh Rumah Sakit Aisiyah.

Biaya pelaksanaannya ditanggung oleh ketiga lembaga itu dan pasien dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan Padangpariaman dari 25 puskesmas yang ada di kabupaten Padangpariaman.

"Sedangkan RSUD bertanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan operasi bibir sumbing," jelas Lismawati.

Bakti sosial itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur. Tampak pula Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Padangpariaman Yusrita dan Kepala Dinas Kesehatan Aspinuddin.

Menurut Suhatri Bur, operasi bibir sumbing di Padangpariaman karena banyaknya ditemukan kasus penderita bibir sumbing di kabupaten itu.

"Kasus bibir sumbing yang telah berhasil diidentifikasi sebanyak 70 kasus. Pada saat ini baru bisa ditangani sebanyak 23 kasus, hal ini dikarenakan keterbatasan tenaga yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk operasi  pasien dengan bibir sumbing," ujar Suhatri Bur.

Untuk satu pasien, kata dia, membutuhkan waktu kira-kira dua jam. Dengan demikian untuk 23 kasus dibutuhkan waktu 23 jam dengan dua operator sehingga pelaksanaannya dibatasi dengan jumlah tersebut.

Ia berharap bakti sosial itu berjalan dengan baik dan sukses sehingga penderita bibir sumbing di Padangpariaman dapat terbantu dalam mengurangi masalah kesehatannya.

Pada hari pelaksanaan operasi, tidak semua pasien datang untuk dioperasi. Hari itu hanya 11 pasien yang datang dari 23 perserta yang direncanakan. Peserta yang sudah didaftarkan tidak datang karena berbagai sebab: antara lain tidak izin orang tua pasien dan kondisi pasien yang tidak memenuhi syarat operasi. Pasien yang belum dioperasi saat ini mungkin bisa difasiltasi untuk tahun berikutnya.

Pelaksanaan selanjutnya direncanakan rutin setiap tahun. Kasus yang ditemukan di Kabupaten Padangpariaman cukup banyak sehingga perlu diadakan rencana kegiatan operasi bibir sumbing berkelanjutan.

Findo, dari perwakilan PABMI mengatakan perlu direncanakan operasi berkelanjutan untuk tahun-tahun berikutnya. Pelaksanaan, kata dia, tetap seperti saat ini yaitu dengan kerjasama berbagai pihak yakni PABMI, SmileTrain, RS Aisiyah dan Pemda Padangpariaman.

"Pelaksanaan operasi bibir sumbing untuk tahun berikutnya diharapkan lebih banyak diikuti oleh peserta yang sudah didaftar. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan sosialisasi yang lebih memotivasi pasien dan keluarganya," sebutnya. Selain itu sebut dia, perlu memfasilitasi gransportasi pasien dan keluarganya ke RSUD. (ASM/OLP)
Selain Inovasi Berbasis Web dan Ajep, Perizinan Padangpariaman Sediakan Layanan bagi Disabilitas
Hendra Aswara mengekspos Standar Layanan dan inovasi saat menerima studi tiru dari DPMPTSP Lima Puluh Kota. Foto/Hendra
Pariaman ----- Inovasi yang diluncurkan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman menjadi inspirasi bagi kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Terutama pelayanan Antar Jemput Perizinan (AJEP) dan Pelayanan Perizinan berbasis Android.

Kepala DPMPTP Hendra Aswara di Pariaman, Jumat (18/5) mengatakan, pelayanan yang cepat, mudah dan online akan menarik minat investor dan memuaskan masyarakat. Di samping itu diperlukan juga standar pelayanan yang jelas, transparan dan bisa diakses masyarakat di manapun baik melalui pamplet, website, media sosial, aplikasi android maupun di kantor pelayanan itu sendiri.

"Layanan perizinan harus cepat dalam hitungan menit atau jam. Sebagaimana arahan Pak Bupati, tidak ada lagi izin yang berminggu-minggu atau berbulan-bulan," kata Hendra. Pihaknya juga sempat menerima rombongan studi tiru dari DPMPTSP Kab. Lima Puluh Kota, Selasa (15/5) lalu. Masih banyak daerah lain melakukan hal yang sama ke Padangpariaman dalam inovasi perizinan.

Jebolan STPDN Angkatan XI itu menambahkan bahwa pelayanan perizinan memiliki tujuan mulia yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artinya, pemerintah membuka seluas-luasnya kemudahan berusaha untuk pertumbuhan ekonomi yang tentunya akan menimbukan multiplier effect terhadap investasi.

"Misal adanya investor membangun hotel kita percepat proses izinnya yang kemudian membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan menumbuhkan ekonomi," ujarnya.

Pelayanan di Padangpariaman, kata Hendra, aplikasi perizinan elektronik diberi nama SIMPEL (Sistim Informasi Perizinan Elektronik) yang melayani 122 perizinan dan enam non perizinan sesuai Perbup 04 Tahun 2017.

Ditambahkannya bahwa pelayanan di Padangpariaman sudah lebih baik dengan memakai aplikasi perizinan SIMPEL. Sementara di Sijunjung juga telah mengoperasionalkan aplikasi berbasis elektronik.

"Jadi berkas dientry di front office dilanjutkan kepada Kepala Bidang Perizinan. Jika telah diverifikasi oleh kepala dinas maka sertifikat izin sudah bisa dicetak oleh back office," kata pria yang pernah menjabat Kabag Humas itu.

Sedangkan untuk menampung masukan masyarakat, Hendra mengatakan sudah memiliki layanan pengaduan masyarakat secara online melalui website www.perizinan.padangpariamankab.go.id, SMS dan Whatsapp 08116607788, email dpmptp.pdprm@gmail.com dan lainnya.

"Setiap pengaduan kita tindaklanjuti hingga tuntas karena juga terkoneksi langsung oleh inspektorat. Penyelesaian pengaduan maksimal lima hari sesuai SOP," kata Kadis termuda di Padangpariaman ini.

Baru-baru ini, telah diluncurkan juga aplikasi perizinan berbasis android di mana masyarakat dapat mengetik SIMPEL DPMPTP Padangpariaman di google playstore lalu mengunduhnya.

Dalam aplikasi, masyarakat dapat mendaftar perizinan, tracking dan pengaduan secara online. Jadi masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke DPMPTP sehingga mengurangi biaya transportasi.

"Inovasi ini yang pertama di Sumbar. Kami siap berbagi jika ada daerah yang meniru inovasi kami," katanya.

Rombongan DPMPTSTP Kab. Lima Puluh Kota yang turut serta studi tiru ke DPMPTP Padangpariaman saat itu terdiri dari tiga orang yakni Kasubag Umum Riswanida, Kasubag Keuangan Ariffadillah dan Staf Yuli Deswita.

Kunjungan mereka untuk melihat langsung pelayanan perizinan sesuai amanat Undang-undang nomor 25 tentang Pelayanan Publik, baik Standar Pelayanan, Sarana prasarana, SDM dan Inovasinya.

"Kesan pertamanya, di sini ruang pelayanan sangat nyaman, full AC, ruang tunggu luas, petugas ramah dan kadisnya sangat muda enerjik," kata Riswanida.

Meja layanan, tambahnya, juga dilengkapi layanan bagi warga berkebutuhan khusus dan punya satu petugas pula. Uniknya adanya minibar dan kacamata baca untuk masyarakat. Pelayanan untuk berkebutuhan khusus juga tersedia loket dan peralatan seperti kursi roda.

"Alhamdulillah, tadi kami saling berbagi informasi untuk perbaikan layanan perizinan yang lebih baik," kata Riswanida mengakhiri. (Tim)
Jamaah Tarekat Syattariyah Padangpariaman Mulai Berpuasa Hari Ini
Ritual Maniliak Bulan oleh Jamaah Syattariyah Padangpariaman di Pantai Ulakan Padangpariaman. Foto/Nanda
Padangpariaman ----- Jamaah Tarekat Syattariah Kabupaten Padangpariaman mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1439 Hijriyah, hari ini, Jumat (18/5). Ketetapan dimulainya ibadah puasa setelah bulan terlihat/rukyatul hilal saat maniliak bulan pada Kamis (17/5) malam.
   
Pengamatan hilal atau maniliak bulan dilakukan di wilayah pantai, dataran tinggi dan lapangan terbuka. Dari sejumlah titik pengamatan hilal, seperti Pantai Ulakan, Pantai Tiku Kabupaten Agam, hilal terlihat jelas.
   
"Di banyak titik hilal terlihat. Setelah dimusyarahkan atau sidang isbat, ditetapkan bahwa Jumat Jamaah Tarekat Syattariyah mulai berpuasa," ujar ulama pimpinan Pondok Pesantren Salafiah Darul Ikhas Pakandangan, Suhaili Tuanku Mudo.
    
Setelah penetapan 1 Ramadhan, Jamaah Tarekat Syattariyah langsung melaksanakan salat tarwih berjemaah di masjid dan surau masing-masing.
    
Menurut Suhaili, jadwal atau kapan waktu pelaksanaan "maniliak bulan" atau rukyatul hilal, dilakukan menggunakan metode hisab taqwin. Hal ini akan kembali dilakukan untuk menentukan rukyatul hilal menetapkan 1 Syawal atau lebaran.

"Jumat adalah Ramadhan, berarti saat umur Ramadhan ke-29 kita kembali melakukan maniliak atau rukyatul hilal. Jika bulan terlihat, maka umur Ramadhan adalah 29 hari, namun jika tidak umur Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari," pungkasnya. (Nanda)