Pariaman Peluang Besar Raih Kalpataru Sumbar 2020
Foto: istimewa/Erwin
Pariaman - Kota Pariaman berpeluang menerima Kalpataru Sumbar 2020. Di Pariaman sendiri terdapat banyak komunitas yang mengabdikan dirinya demi kelangsungan lingkungan hidup.

Sebut saja komunitas TDC yang peduli terhadap kelangsungan ekosistem laut dan terumbu karang. Komunitas tersebut juga melakukan berbagai upaya penyelamatan seperti menanam terumbu karang, menanam bakau dan berbagai aktivitas lainnya yang berhubungan dengan lingkungan kelautan.

Kasi Pemeliharaan Lingkungan, Dinas Perkim LH Kota Pariaman, Anita di Pariaman, Kamis (20/2) mengatakan untuk tahun ini peserta yang dinilai tim verifikasi Kalpataru adalah kategori pengabdi lingkungan, Mursal warga Desa Kajai dan komunitas TDC di Desa Apar, Pariaman Utara.

Ia menyebut komunitas TDC Pariaman yang telah berkontribusi menyelamatkan lingkungan laut dan hutan mangrove telah diutus pada tahun sebelumnya. Pada 2020 ini, pihaknya juga mengusulkan warga Desa Kajai bernama Mursal yang berhasil mengembangkan lahan tidur dengan menanam puluhan jenis pohon.

"Beliau sudah pernah mewakili provinsi Sumbar di bidang lingkungan dan bertemu langsung dengan presiden ke enam Susilo Bambang Yudoyono di istana negara," kata dia.

Atas dasar tersebut, imbuh dia, tahun ini Mursal ikut penilaian Kalpataru bidang pengabdian lingkungan  2020. Ia berharap Mursal bisa mewakili Kota Pariaman di tingkat nasional.

Yang dilakukan Mursal dalam menanam beragam jenis pohon di lahan tidur berdampak pada ketersediaan air bersih. Kemudian menjaga iklim di desanya tetap sejuk dan menghindari tanah longsor.

"Selain menjaga keseimbangan lingkungan, pohon yang ditanam tersebut juga bisa diolah sehingga menghasilkan nilai ekonomi," kata dia.

Dengan adanya Mursal sebagai perintis, ia berharap memotivasi warga Pariaman lainnya untuk menyelamatkan lingkungan hidup dengan menanam pohon sebagai paru-parunya dunia.

Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasistas Dinas LH Prov Sumbar, Petriawati mengatakan verifikasi lapangan untuk usulan Kalpataru 2020 tingkat Sumbar. Syarat penilaiannya, kata dia, peserta harus minimal lima tahun melakukan pengelolaan lingkungan.

"Semoga kian banyak penyelamat lingkungan di Kota Pariaman agar lingkungan tetap terjaga dan terpelihara," kata dia.

Kepada masyarakat, ia mengimbau agar mencintai lingkungan dengan cara melakukan penanaman pohon. Selain demi penghijauan penanaman pohon juga bisa mencegah terjadinya bencana longsor. (Erwin/OLP)
[Berita Utama] Genius Telah Implementasikan Arahan Presiden Terkait Kemudahan Investasi
Foto: istimewa
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para kepala daerah mengenai besarnya dana daerah yang masih mengendap di rekening kas umum daerah (RKUD). Presiden menyebut bahwa per November 2019, dana yang masih ada di bank-bank daerah sebanyak Rp 220 triliun.

"Di November dan Oktober 2019 uang yang berada di bank-bank daerah di mana APBD itu disimpan, masih di angka Rp 220 triliun sehingga tidak memengaruhi ekonomi daerah. Disimpan di bank itu ada Rp220 triliun. Gede banget angka ini," ujar Jokowi pada rapat koordinasi nasional investasi 2020 di The Ritz Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis, (20/2).

Presiden mengatakan bahwa penyerapan anggaran pada Desember 2019 akhir memang cenderung meningkat, menjadi hanya menyisakan anggaran dengan kisaran angka Rp 110 triliun. Namun, angka tersebut dinilainya masih sangat besar. Padahal, apabila penyerapan anggaran dilakukan secara maksimal di daerah, maka akan dapat membantu pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kalau itu bisa digunakan dan beredar di masyarakat, ini akan memengaruhi pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat yang ada di daerah itu. Bupati, walikota, dan gubernur harus sadar mengenai ini. Jangan sampai dinas keuangannya menyimpan uang di bank sebanyak ini. Jangan ulangi lagi di tahun 2020!" kata Presiden.

Pemerintah pusat merealisasikan penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang tumbuh 5 persen secara year-on-year (yoy) dari pertumbuhan penyaluran pada tahun sebelumnya yang hanya 2,5 persen. Presiden berharap agar dana yang telah ditransfer ke daerah tersebut dapat digunakan secara maksimal sehingga ikut meningkatkan ekonomi nasional.

"Uang yang beredar di masyarakat ini akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah, kabupaten/kota, provinsi, maupun negara kita," tuturnya.

Walikota Pariaman Genius Umar yang hadir pada acara tersebut mengatakan pihaknya saat ini terus berusaha untuk memudahkan segala izin usaha yang akan masuk di Kota Pariaman.

Dengan mempermudah izin usaha diharapkan banyak investor yang akan masuk dan membuka usahanya di Kota Pariaman sehingga berdampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat

Saat ini, kata Genius, pemerintah pusat dan daerah telah menyiapkan strategi bersama untuk meningkatkan investasi di Tanah Air. Instruksi Presiden, Pemda harus mempermudah izin pelaku usaha yang ingin menanam investasi di daerah, terkait dengan sarana dan prasarana yang berhubungan dengan investasi.

Genius bilang, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu satu Pintu merupakan penghubung utama antara dunia usaha dan pemerintah. Ia juga menyampaikan jika ada Investor yang akan berinvestasi di daerah, pihaknya komit untuk melayani dengan baik.

Jika pengusaha menemui masalah dalam mengurus proses perizinan, maka pihaknya akan mencari solusi dan jalan keluar yang terbaik.

“Sesuai arahan Presiden agar melayani dengan baik segala izin usaha, baik itu pembebasan lahan, izin berusaha agar dipermudah, jangan dipersulit, agar para investor nyaman untuk berinvestasi di daerah,” sebutnya.

Rakornas yang dibuka Presiden Jokowi membahas berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah untuk memfasilitasi investasi di daerah. Jokowi mengatakan bahwa investasi dari negara lain menjadi sangat penting bagi Indonesia saat ini. Arus modal masuk atau capital inflow akan meningkatkan jumlah uang beredar yang pada akhirnya berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi

Pengaruh APBD terhadap PDB hanya 16 persen ditambah APBD seluruhnya hanya 23 persen, yang berarti 77 persen yang mempengaruhi ekonomi saat ini adalah dunia swasta.

Indonesia saat ini berada di rangking 15 dunia dengan PDB tinggi, sedangkan dari GDB Indonesia berada di rangking 7 dunia, sehingga banyak lembaga dunia yang memperkirakan bahwa indonesia akan berada di 4 besar dunia di tahun 2045.

Semua itu bisa dilakukan dengan kerja keras serta melalui investasi yang cepat. Presiden menargetkan investasi mencapai Rp 886 triliun, atau sebesar 45,6 persen. Dan hal itu memerlukan sinergitas seluruh jajaran kepala daerah, mulai para bupati/walikota, gubernur, kementerian sampai ke pusat.

Jokowi juga mengungkapkan agar APBD harus segera beredar di masyarakat dan jangan sampai mengendap di Bank.

Terhadap permintaan kepala BKPM untuk memberikan DAK kepada daerah, kata Presiden, akan diberikan tahun ini atau tahun depan demi percepatan pelayanan.

Terkait dengan Dinas PTSP, Jokowi mengatakan harus ranking 1 di daerah dan harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada investor.

Pesan presiden kepada semua Kadis PTSP untuk segera layani investor. Dan apabila ada masalah, segera dibantu. Layani semua investor, mulai usaha mikro, menengah, sampai yang besar. Semua harus dilayani dengan baik.

Ia juga menargetkan kepada Dinas PTSP berapa izin yang diberikan dalam satu tahun, mulai dari toko kecil, usaha kecil, usaha mikro, beri izin dan antarkan izin tersebut kepada mereka.

Kemudahan berusaha, easy of bussiness di Indonesia pada 2020 naik ke angka 73 dari sebelumnya di angka 130. Jokowi minta untuk tahun selanjutnya angka tersebut bisa naik di posisi 40. Dan untuk di ASEAN posisi Indonesia masih di ranking 6 yang perlu peningkatan. (Tim/J/OLP)
Tekan Stunting berbasis Surveylans, Ali Mukhni dan Risma jadi Narsum di Rakerkesnas
Foto: istimewa
Jakarta - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni paparkan keberhasilan Padangpariaman menurunkan angka stunting atau gizi buruk kronis pada anak dalam rapat kerja kesehatan nasional (Rakerkesnas) di Kementerian Kesehatan, Kamis (20/2).

Ali Mukhni yang saat itu menjadi narasumber di acara tersebut dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, mengatakan bahwa daerahnya merupakan proyek percontohan pemerintah pusat dalam berbagai program kesehatan.

"Upaya penurunan stunting melalui pemanfaatan data surveilans gizi," ungkapnya.

Surveilans gizi adalah proses pengamatan masalah dan program gizi secara terus menerus. Baik situasi normal maupun darurat. Meliputi pengumpulan, pengolahan, analisis dan pengkajian data secara sistematis serta penyebarluasan informasi untuk pengambilan tindakan sebagai respon segera dan terencana.

Di samping itu, imbuh Ali Mukhni, daerah yang dipimpinnya juga masuk dalam kabupaten percontohan Smart City di Indonesia. Dengan konsep smart city, semua elemen dan program kesehatan di daerahnya berbasis teknologi. Bahkan hingga ke tingkat nagari dan posyandu.

"Surveilans berbasis teknologi, semua informasi dan pelaporan tentang permasalahan kesehatan, status gizi ibu hamil dan bayi dapat dilihat dengan mudah hanya melalui gawai sehingga pemerintah dapat memantau dengan mudah," tuturnya.

Dari hasil surveilans gizi oleh petugas gizi beserta tim di 25 puskesmas yang ada di Kabupaten Padangpariaman, angka stunting hanya 16,1% di bawah batasan WHO.

"Hasil surveilans gizi melalui e-PPGBM dengan mudah memperoleh informasi kasus balita yang mengalami masalah pertumbuhan. Datanya by name by addres. Sehingga kami dengan cepat menindaklanjutinya," sebutnya.

Kebijakan percepatan penurunan angka stunting, kata Ali Mukhni merupakan komitmen bersama lintas OPD dan sekretaris daerah.

"Percepatan pencagahan stunting hingga tingkat nagari melalui program PAPALIGA (Padangpariaman Peduli Keluarga) dan Silenting (aksi bersama lintas sektor entaskan stunting).

Rakerkesnas tersebut mengahdirkan empat kepala daerah sebagai pilot project yang menggabungkan lintas sektoral dalam menangani masalah kesehatan di daerah mereka.

Keempat daerah tersebut adalah Padangpariaman, Kota Surabaya, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Flores Timur
 dengan memaparkan berbagai keunggulan program di daerahnya masing-masing. (Tim)
Program Keren! Tarik dari Rumah Mertua, Pasutri di Pariaman Dibangunkan Rumah Baru
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman, M Syukri. Foto: istimewa
Pariaman - Pemko Pariaman mendapat bantuan 120 unit rumah bagi tujuh desa/kelurahan. Bantuan tersebut dananya bersumber dari DAK 2020.

Sedangkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), masuk pada tahap kedua pada Maret atau April mendatang.

"Karena pada tahap pertama lebih diutamakan untuk daerah tertinggal, kemudian daerah terkhusus," ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman, M Syukri, Rabu (19/2).

Syukri mengatakan pihaknya pada 2019 lalu telah mengusulkan sebanyak 500 unit rumah untuk direalisasikan. Semua unit yang ia usulkan kategori peningkatan kualitas dan pembangunan baru.

“Peningkatan kualitas artinya rumahnya sudah ada namun tidak layak. Pembangunan baru bagi mereka yang statusnya sudah menikah dan masih tinggal di rumah mertuanya, bisa ditarik keluar untuk membangun rumah dengan syarat mereka mempunyai lahan,“ tuturnya.

Ia belum bisa memastikan berapa jatah unit bantuan yang akan diterima Pariaman pada program tersebut sebelum menerima kepastian melalui pengumuman pemerintah pusat sekitar Maret atau April mendatang.

Syukri mengatakan pada 2019 lalu penerima bantuan program tersebut lebih banyak di tiga kecamatan. Yakni Pariaman Utara, Pariaman Timur dan Pariaman Selatan.

"Sesuai kondisi dan fakta di lapangan memang harus banyak kita perhatikan,“ sambungnya.

Pada 2019 Pemko Pariaman telah merehab rumah masyarakat sebanyak 1.154 unit. 1.000 unit rumah melalui program BSPS dan 154 rumah melalui DAK. (Rika/OLP)
Bareng Ribuan Jemaah PPMTI, Ali Mukhni Ikuti Zikir Akbar dan Ziarah di Makam SB
Foto kolase. istimewa/AWT
Ulakan - Sekitar seribuan jemaah di antaranya 300 santri dan alumni beserta pimpinan Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (PPMTI) Batang Kabuang Pariaman, Buya Idris Tk Mudo, zikir bersama di Masjid Raya Syekh Burhanuddin di Ulakan, Rabu (19/2).

Di samping itu para jemaah juga melakukan ziarah ke makam Syekh Burhanuddin yang merupakan ulama besar penyebar agama Islam di Pulau Sumatera.

Pembina yasasan PPMTI Batang Kabuang, Duski Samad mengatakan ziarah tersebut sekaligus ajang silaturahmi antar alumni yang saat ini telah menyebar di seluruh pelosok Tanah Air. Ziarah ke makam Syekh Burhanuddin, rutin dilaksanakan tiap tahunnya sejak 1973.

Duski Samad yang juga Guru Besar UIN iman Bonjol mengatakan memilih pemimpin dalam ajaran Islam ada beberapa kriterianya. Seperti rajin beribadah, memahami dan menjalankan agama Islam dengan baik dan benar.

Ia mencontohkan pada sosok Ali Mukhni yang memenuhi kriteria tersebut. Ali Mukhni dinilainya sebagai bupati atau pemimpin yang peduli dengan umat Islam dengan membangun beberapa unit masjid megah di Padangpariaman.

"Seperti Masjid Agung Syekh Burhanuddin ini dan Masjid Raya Padangpariaman di komplek perkantoran IKK Parit Malintang," kata Duski.

Duski Samad apresiasi kinerja Ali Mukhni selama hampir lima belas tahun memimpin Padangpariaman. Ia bahkan mendoakan Ali Mukhni dianugerahi kesehatan agar selalu lancar dalam setiap menjalankan amanah yang diberikan rakyat kepadanya.

"Dan apo nan dimukasuik sampai, diama pacah (yang dimaksud sampai dan sukses dalam cita-cita)," kata dia.

Ulama Sepuh PPMTI Mahyuddin Tk Sutan menyebut ziarah hari itu merupakan yang terbesar yang ia ketahui. Ia pada kesempatan itu mengundang Ali Mukhni agar berkunjung ke Kampus PPMTI.

"Guna melihat jalan penghubung kampus dua ke kampus tiga yang pembebasan lahannya dibantu beliau (Ali Mukhni)," kata dia.

Ali Mukhni mengatakan PPMTI merupakan aset bernilai tinggi karena di ponpes tersebut telah banyak melahirkan ulama-ulama besar dan cendikiawan Muslim di Sumatera Barat. Ia berharap PPMTI ikut mendukung program pembangunan yang berjalan saat ini demi kemajuan Padangpariaman dan Sumatera Barat yang lebih baik.

Padangpariaman di masa kepemimpinannya juga fokus pada pembangunan sumber daya manusia yang Islami untuk menjadikan Padangpariaman sebagai kabupaten religius. 

"Dengan wirid rutin setiap minggunya, gerakan subuh mubarak, magrib mengaji dan pembangunan sarana dan prasarana ibadah di kabupaten Padangpariaman. Kami juga telah memugar makam Syekh Burhanuddin dengan penataan yang indah dan nyaman bagi peziarah," ungkapnya. (Tim)
Tak Tercover Ipal Komunal, 1.000 Rumah di Pariaman Terima Bantuan Tanki Septik
Kepala Dinas Perkim dan LH Kota Pariaman, M Syukri. Foto: istimewa
Pariaman - Sebanyak 1.000 unit rumah di kota Pariaman akan menerima bantuan pembuatan tanki septik. Semua rumah yang tersebar di empat kecamatan tersebut adalah rumah kategori layak penerima bantuan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Kota Pariaman, M Syukri mengatakan, pembuatan tanki septik bagi 1.000 rumah warga tersebut bersumber dari APBN.

"Dan akan dievaluasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," kata Syukri di Pariaman, Rabu (19/2).

Ia menjelaskan syarat penerima bantuan tanki septik. Rumah penerima bantuan adalah rumah yang berjarak atau menyebar sehingga tidak memungkinkan dibuatkan ipal komunal.

Pada 2019 lalu, ungkap Syukri, pihaknya telah membuat tanki septik komunal dengan kapasitas satu ipal. Artinya kapasitas tersebut mampu menampung 8 hingga 10 rumah.

"Saat pembuatan ipal selesai, pemerintah kemudian melanjutkan pemberian bantuan berupa pembuatan tanki septik individu dengan alasan banyaknya rumah yang lokasinya menyebar," jelasnya.

Pihaknya segera akan melakukan survei lapangan bagi penerima bantuan yang rumahnya telah diusulkan oleh pihak desa.

“Apakah rumah tersebut layak atau tidak mendapatkan bantuan. Prioritas kami masyarakat yang berpenghasilan rendah dan belum mempunyai MCK,“ pungkasnya. (Dewi L/OLP)
Pengelolaan Sampah Pariaman Mulai Jadi Tanggung Jawab Desa dan Kelurahan
Truk sampah Pariaman menuju TPA Tungkal. Foto: istimewa
Pariaman - Masalah sampah tidak pernah habisnya. Di mana-mana masalah sampah selalu menjadi polemik lingkungan perkotaan. Hal tersebut juga dialami oleh kota Pariaman.

Pengelolaan sampah di kota Pariaman selama ini dipegang sepenuhnya oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman.

"Mulai 2020 ini pengelolaan sampah tidak lagi tanggung jawab Dinas Perkim dan LH saja. Sudah jadi tanggung jawab dari desa dan kelurahan juga," kata Kepala Dinas Perkim dan LH Kota Pariaman, Syukri.

Atas dasar Perda Kota Pariaman Nomor 11 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan sampah, pihaknya akan mengalihfungsikan petugas kebersihan ke wilayah desa dan kelurahan.

Kebijakan tersebut seharusnya bisa dilakukan sejak Perda tersebut dikeluarkan. Karena berbagai hal, kata Syukri, hal tersebut baru bisa diwujudkan saat ini.

“Sesuai Perda tentang pengelolaan sampah, kita akan luruskan tugas dan tanggung jawab dari desa dan kelurahan sesuai dengan isi Perda tersebut dengan menempatkan 7 orang petugas kebersihan di masing-masing desa dan kelurahan guna menjaga kebersihan," sambungnya.

Dalam Perda tersebut juga tercantum bahwa untuk honor petugas kebersihan ditanggung atau dibayarkan oleh desa dan kelurahan masing-masing dengan pengalokasian dana desa dan kelurahan.

Dengan adanya petugas kebersihan yang ditempatkan di desa dan kelurahan, ia berharap andil masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan di desa dan kelurahannya masing-masing.

"Karena kebersihan itu adalah tanggung jawab kita bersama mulai dari pemerintahan terendah hingga ke pemerintahan tertinggi,” pungkasnya. (Desi/OLP)
Bentuk Satgas Penanggulangan Bencana Kabupaten, Suhatri Bur Tanam Akar Wangi Antisipasi Longsor
Foto: istimewa
Kudu Ganting - Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur tanam rumput vertier atau akar wangi di Nagari Kudu Gantiang, Rabu (19/2). Penanam akar wangi bersama masyarakat dan TNI/Polri itu bertujuan untuk antisipasi bencana banjir dan longsor di daerah itu.

"Tanaman multifungsi ini memiliki akar yang kuat sehingga bisa mencegah longsor dan mengendalikan banjir. Selain itu juga berguna untuk pakan ternak dan obat-obatan bagi masyarakat," ujarnya.

Padangpariaman, kata dia, memiliki potensi alam yang bisa dikelola jadi objek wisata. Baik wisata pantai, wisata agro, wisata religi, wisata kuliner maupun wisata minat khusus.

Namun selain memiliki potensi tersebut, tutur dia, Padangpariaman juga menyimpan potensi bencana alam seperti gempa dan tsunami.

"Untuk itu diperlukan kesiapsiagaan," sambungnya.

Ia sendiri menyambut baik gelar apel siaga bencana tingkat Padangpariaman di daerah tersebut. Hal itu menandakan Padangpariaman menyadari segala potensi dan selalu siaga bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam.


Pada kesempatan itu, Suhatri Bur juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Padangpariaman tentang Pembentukan Satuan Tugas Tim Penanggulangan Bencana Kabupaten Padangpariaman kepada Kodim 0308 Pariaman, Polres Padangpariaman dan Polres Pariaman. (Tim)
Jaga Kualitas, Ali Mukhni Minta Pembangunan Jembatan Sikabu Dikebut
Desain Jembatan Sikabu. Foto: istimewa
Parit Malintang - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni minta pembangunan Jembatan Sikabu di Lubuk Alung cepat dilelang. Ia menargetkan pada Maret mendatang jembatan tersebut sudah mulai dibangun.

"Pengerjaan akan dimulai pada awal Maret sesuai dengan realisasi APBD, ditargetkan selesai pada pertengahan Juli mengingat akan diadakannya agenda besar MTQ Nasional 2020,” kata Ali Mukhni saat menerima kunjungan Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai di Parit Malintang, Selasa (18/2).

Kepada Kepala Pelaksana BPBD Padangpariaman ia perintahkan agar mengutamakan kualitas dalam pembangunan jembatan dan ketepatan waktu pengerjaan.

"Peletakan batu pertama direncanakan oleh Kepala BNPB RI Bapak Doni Monardo," ungkapnya.

Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai apresiasi Ali Mukhni selaku bupati yang telah memberikan dukungan pendanaan bagi pembangunan jembatan Sikabu melalui APBD.

Ia menyebut perlunya pengamanan sektor pembiyaan dan kelanjutan dalam penggunaan jembatan. Percepatan penyelesaian jembatan dalam pembangunannya tidak boleh mengurangi kualitas jembatan.

"Hal ini bisa diantisipasi dengan penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja dalam pengerjaan," kata dia.

Di samping itu, percepatan pembangunan mesti diiringi dengan pengamanan administrasi. Semua jajaran saling bekerjasama demi percepatan pembangunan dengan tetap menjaga alam. (Tim)
MLFS 2020: 50 Pemuda Malaysia akan Belajar Budaya Pariaman
Foto: Junaidi
Pariaman - Yayasan Sukarelawan Siswa binaan Kementerian Belia dan Sukan Malaysia dan Kementerian Pendidikan Malaysia, gandeng ASEAN Youth Conference (AYC) tunjuk Kota Pariaman pada program Malaysia Leader Future School (MLFS).

MLFS adalah program dengan mengutus anak-anak muda Malaysia mempelajari kebudayaan dan langsung berinteraksi dengan budaya yang ada di berbagai negara di ASEAN.

Walikota Pariaman Genius Umar menyebut pelajar dari Malaysia akan dikirim ke Jakarta dan Pariaman untuk negara Indonesia. Sisanya ke Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam dan Brunei Darussalam. Program MLFS 2020 mengutus sebanyak 240 pemuda Malaysia.

"Kita sambut baik telah menunjuk Kota Pariaman sebagai salah satu lokasi program MLFS," kata Genius Umar di Pariaman, Selasa (18/2).

Di samping itu, Genius juga akan mengundang delegasi dari Malaysia untuk ikut berpartisipasi di ASIA Pasific Youth Jambore pada Oktober 2020 mendatang di Pariaman.

"Ini sesuai dengan visi misi daerah kita yang memajukan kepemudaan dengan pertukaran kebudayaan antar negara. Hal ini sekaligus berimbas positif pada sektor kepariwisataan," ungkapnya.

Jalinan kerjasama pemuda Pariaman dengan Malaysia cukup lama. Ia berharap jalinan tersebut saling menguntungkan bagi kedua belah pihak untuk kemajuan SDM pemuda.

Koordinator AYC, Cik Khairul Anuar Mansor mengatakan program MLFS bertajuk ASEAN Cultural Heritage di Pariaman, digelar selama 7 hari dari 3 hingga 9 Maret 2020. Sebanyak 50 utusan Malaysia, 40 peserta dan 10 panitia akan berada di Kota Pariaman. Mereka akan menjalani aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan program MLFS.

“Selama di Kota Pariaman mereka akan menjalankan program volounter, pertukaran budaya, kesenian, berkongsi dan bermusyawarah dengan sesama pelajar, serta belajar kepemimpinan dari pihak pemerintah Kota Pariaman. Selain itu tentunya berkunjung ke berbagai destinasi wisata yang ada di Pariaman," ungkapnya. (Juned/OLP)