Pelajar Pariaman Mulai Sekolah 13 Juli, Tapi ada Aturannya
Foto: Junaidi
Pariaman - Pemko Pariaman memilih sistem belajar tatap muka pada tahun ajaran baru 2020/2021 pada 13 Juli 2020 mendatang. Dengan demikian, pelajar SD, SMP dan SMA sederajat akan masuk sekolah pada Senin depan.

"Kita telah putuskan sistem belajar tatap muka di tahun ajaran baru. Kita sudah sampaikan kepada Pak Gubernur," ungkap kepala dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kota Pariaman, Kanderi, usai mengikuti rapat virtual video conference dengan Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Senin (6/7).

Meski demikian, Pemko Pariaman menerapkan sejumlah protokol saat proses belajar mengajar seperti pengukuran suhu tubuh dengan thermogun, wajib kenakan masker dan mencuci tangan pakai sabun serta menyemprotkan desinfektan pada tapak sepatu siswa saat memasuki sekolah.

Bagi siswa yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius, sambung Kanderi akan disuruh pulang dan berobat. Setiap kelas juga wajib menyediakan handsanitizer, serta jam pelajaran hanya dari 07.30 hingga 10.15 Wib tanpa istirahat dan langsung pulang setelahnya ke rumah masing-masing.

“Kita juga membentuk Satgas Covid-19 di tiap sekolah untuk mengawasi penerapan protokol Covid-19 di setiap sekolah," kata dia.

Selain itu, jumlah murid dalam satu kelas juga disesuaikan di masa pandemi Covid-19. Untuk SD maksimal 14 siswa per kelas, SMP dan SMA sederajat maksimal 16 siswa per kelas.

"Untuk belajar tatap muka satu minggu dan daring juga seminggu. Pada siswa yang shift belajar tatap muka, siswa lain akan belajar daring, atau belajar jarak jauh, begitu sebaliknya,” bebernya.

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengatakan daerah zona hijau diperbolehkan menggelar sistem belajar tatap muka pada tahun ajaran baru sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Kota Pariaman sendiri masuk zonasi hijau Covid-19 bersama Pasaman Barat, Sawahlunto, Pesisir Selatan, Tanah Datar dan Payakumbuh.

“Kita menyerahkan kebijakan pembelajaran tatap muka kepada bupati dan walikota sesuai aturan pemerintah pusat. Namun hanya daerah zonasi hijau yang boleh menggelar sistem belajar tatap muka," kata gubernur.

Meski daerah zonasi hijau diperbolehkan melakukan sistem belajar langsung tatap muka, kata gubernur, keputusannya tetap diserahkan kepada kepala daerah masing-masing.

"Empat daerah sudah putuskan pembelajaran tatap muka, yakni Pariaman, Pasaman Barat, Sawahlunto dan Pesisir Selatan. Dua daerah lainnya memilih sistem pembelajaran tidak langsung atau daring (online)," jelas gubernur. (Juned/OLP)
Tahun Ajaran Baru, Padangpariaman Pilih Belajar Online
Foto: Anton WT
Paritmalintang - Pemkab Padangpariaman memilih terapkan sistem pembelajaran tatap maya (online/daring) dan sistem pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ-Luring) pada tahun ajaran baru 2020-2021 tingkat SD dan SMP sederajat di Padangpariaman.

"Langkah tersebut dipilih guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di kalangan murid sekolah," kata juru bicara Dinas Pendidikan Padangpariaman, Hery Kurnia usai mengikuti video conference dengan Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno di Paritmalintang, Senin (6/7).

Padangpariaman sendiri belum masuk kategori zona hijau yang ditetapkan provinsi sebagai syarat pemberlakuan sistem belajar tatap muka langsung pada tahun ajaran baru 13 Juli mendatang.

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengambil tindakan pengendalian Covid-19 dalam penerapan New Normal di berbagai kota dan kabupaten menghadapi tahun ajaran baru.

Gubernur menyebut sejumlah daerah sudah ditetapkan sebagai zona hijau Covid-19 dengan angka kesembuhan mencapai 100 persen dan tidak ada penambahan kasus positif baru dalam satu bulan terakhir.

Dari enam wilayah zona hijau tersebut adalah Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Pariaman, Payakumbuh, dan Sawah Lunto, memilih untuk melakukan pembelajaran dengan metode tatap muka, namun memberlakukan sistem shift dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Kecuali Lima Puluh Kota yang memilih untuk tatap maya dan menunda sistem pembelajaran tatap muka," kata gubernur.

Konsep pembelajaran tahun ajaran baru New Normal, ada tiga cara yang telah diputuskan gubernur. Yakni tatap muka langsung, jarak jauh dan PJJ-Luring untuk tingkat SMA sederajat.

Sedangkan untuk tingkat SD dan SMP diserahkannya kepada pemerintah daerah masing-masing memilihnya dengan memperhatikan status zonasi. (Tim/OLP)
Jawab Pandangan Fraksi Ranperda RTRW, Ali Mukhni: Perda Lama Sudah Tak Relevan
Foto: AWT
Pariaman - Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni jawab pandangan delapan fraksi DPRD Padangpariaman terhadap nota penjelasan bupati terkait rancangan peraturan daerah (Ranperda) rencana tata ruang daerah (RTRW) 2020-2040 di ruang sidang paripurna DPRD Padangpariaman di Pariaman, Senin (6/7).

Ali Mukhni menyebut pihaknya menyetujui saran dari seluruh fraksi. Di antaranya dari Gerindra yang meminta eksekutif melakukan audiensi dengan masyarakat serta melakukan konsultasi dengan Gubernur Sumatra Barat dan kementerian terkait terkait Ranperda RTRW.

Sedangkan terhadap pandangan Fraksi PAN, Ali Mukhni mengaku sependapat agar Ranperda RTRW direvisi karena Perda nomor 5 tahun 2011 tentang RTRW sudah banyak tidak sesuai dengan dinamika pembangunan Padangpariaman.

"Karena sudah banyak yang tidak sesuai lagi dengan kondisi, seperti pemanfaatan ruang dan perkembangan ekonomi," ujar Ali Mukhni.

Sementara terkait pengembangan wilayah Batang Anai dalam Ranperda RTRW yang ditetapkan sebagai pusat pengembangan kecamatan dengan hierarki perkotaan, sudah terakomodir dalam struktur ruang dan pola ruang permukiman perkotaan. Sedangkan aktivitas akan diakomodir dalam arahan pengendalian pemanfaatan ruang.

"Ranperda RTRW mengakomodir rencana pembangunan 20 tahun ke depan sebagaimana yang telah dituangkan dalam tabel indikasi program Ranperda sesuai fungsi RTRW sebagai acuan lokasi investasi yang berpotensi untuk meningkatkan PAD,” sambungnya.

Terkait usulan Fraksi PKS untuk sempurnanya Ranperda RTRW dengan melibatkan ahli dan pakar hukum, lingkungan dan akademisi, Ali Mukhni menyambut baik usulan tersebut, termasuk penetapan sentra-sentra pembangunan agar terjadi pemerataan antara daerah selatan dan daerah utara wilayah Padangpariaman.

Fraksi Demokrat dalam pandangan fraksinya mendorong eksekutif dalam Ranperda RTRW agar menyesuaikannya dengan materi teknis dan naskah akademis dengan mempertimbangkan filosofis sosiologis dan yuridis. Selain itu Fraksi Demokrat juga mendorong eksekutif melakukan pemetaan kawasan hutan lindung.

"Pemetaan hutan lindung pada peta RTRW 2020-2040 telah mengakomodir Peraturan Kementrian Kehutanan nomor 35 tahun 2013 tentang Kawasan Hutan Sumatera Barat sehingga tidak tumpang tindih dengan kawasan pemukiman dan perkebunan masyarakat dan lahan pencadangan nagari," jawab Ali Mukhni.

Ali Mukhni pada kesempatan itu mengapresiasi pandangan Fraksi Partai Golkar yang mendukung revisi Perda RTRW. Ali Mukhni menyebut pihaknya telah melengkapi dokumen dan administrasi Ranperda tersebut.

Sedangkan pandangan Fraksi Nasdem Berhati Nurani terkait implementasi RTRW, Ali Mukhni menjawab sudah dituangkan dalam indikasi program 20 tahun, terhitung saat Ranperda menjadi Perda.

Menjawab pertanyaan tentang sinkronisasi dengan daerah kabupaten tetangga dan provinsi, Ali Mukhni menjelaskan bahwa dalam proses penyusunan hingga pembahasan lintas sektor pihaknya telah melibatkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tetangga yang tertuang dalam berita acara kesepakatan kabupaten/kota tetangga.

Sementara Fraksi PKB meminta RTRW disusun dan ditetapkan dengan memperhatikan pembangunan daerah, kepentingan masyarakat dan lingkungan hidup, investasi dan kearifan lokal, Ali Mukhni menjawab sependapat dalam hal tersebut.

Ia juga sepakat dengan penyelesaian tata batas kabupaten dan batas nagari yang diminta Fraksi PKB. Menurut Ali Mukhni, batas kabupaten Padangpariaman yang sudah definitif adalah batas dengan kabupaten Agam, kota Padang dan kabupaten Solok. Sedangkan batas dengan kota Pariaman dan kabupaten Tanah Datar masih dalam proses di Kementrian Dalam Negeri.

"Untuk tata batas nagari, 2 nagari sudah defenitif, 23 nagari sedang berproses sisanya belum mengajukan," jelasnya. (Tim/OLP)
Objek Wisata Jembatan Pelangi Akan Disertai Petik Durian Musang dan Pancing Mania
Foto: Phaik
Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar dukung desa wisata Kampung Kandang dengan menanam bibit durian jenis Musang King di sekitaran Jembatan Pelangi sekaligus menebar bibit ikan di kali.

Dengan menanam durian di lokasi wisata, kata Genius, selain untuk penghijauan juga produktif bernilai ekonomis. Jika pohonnya sudah berbuah bisa dikonsumsi atau dikomersialkan.
Pohon durian musang yang siap berbuah lima tahun usai ditanam itu, juga rendah dan tidak akan menimpa kepala pengunjung saat berbuah.
 

Selain itu dengan menanam pohon juga sebagai resapan air karena area tersebut memiliki kontur tanah rawa dan mudah terjadi genangan.

"Apalagi yang kita tanam pohon durian. Jika telah berbuah bisa sekaligus jadi wisata agro. Wisatawan bisa petik dan makan durian di lokasi," kata Genius di Pariaman, Senin (6/7).

Agar lebih menjadi desa wisata produktif, Genius menebar bibit ikan emas di kali yang terdapat di sisi Jembatan Pelangi.

"Panen ikan bisa jadi atraksi mancing mania," kata Genius.

Genius menuturkan setiap desa di kota Pariaman memiliki potensi masing-masing untuk dijadikan objek wisata desa. Dari sekian desa wisata di Pariaman, Desa Kampung Kandang salah satunya. (Phaik/OLP)
Genius Umar Puji Geliat Pariwisata Payakumbuh
Foto: Erwin
Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar puji perkembangan wisata Kota Payakumbuh yang kian pesat di bawah kepemimpinan Walikota Payakumbuh Riza Falepi. Payakumbuh juga sukses menggaet dana pusat untuk pembangunan infrastrukturnya.

Sebagai kota perlintasan, Payakumbuh kian ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, termasuk luar provinsi. Perkembangan wisatanya seiring pula dengan pertumbuhan sektor lainnya seperti hotel dan penginapan, serta cafe-cafe yang tematik.

"Perkembangan wisata Payakumbuh sangat baik begitu juga dengan infrastrukturnya," kata Genius Umar saat bersepeda santai di Payakumbuh, Minggu (5/7).

Payakumbuh menurut Genius juga berkonsep water front city sebagaimana kota Pariaman. Normalisai sungai Batang Agam yang melintasi kota tersebut juga ditata dengan apik.

Menurut Genius, banyak hal menarik di Payakumbuh selain objek wisatanya, seperti kuliner, seni dan budaya serta tumbuhnya sektor ekonomi kreatif di kalangan generasi mudanya.

Saat berkunjung ke Payakumbuh, Genius beserta rombongan bersepeda santai hingga ke Ngalau Indah dan sempat bermain musik dengan anak muda kreatif Payakumbuh. Selain itu, ia juga mencicipi kuliner khas Payakumbuh.

"Saya juga temui masyarakat Payakumbuh juga giat berolahraga, dan ini tentu hal positif," katanya. (Erwin)
Kabar Baik, 86 Persen Sembuh Covid-19, Padangpariaman Dekati Zero Kasus
Foto ilustrasi/istimewa/internet
Paritmalintang - Kabar baik datang dari Gugus Tugas Covid-19 Padangpariaman. Saat ini tingkat kesembuhan Covid-19 di Padangpariaman telah mencapai angka 86 persen.

"Alhamdulillah tingkat kesembuhan sudah mencapai 86 persen," kata jurubicara Covid-19 Padangpariaman, Anton Wira Tanjung.

Kabag Humas Padangpariaman itu mengungkapkan bahwa pada Sabtu 4 Juli, 2 warga Padangpariaman yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19, kini dinyatakan sembuh dari hasil pengecekan sampel (uji swab) laboratoriaum Fakultas Kesehatan Unand.

"Dua orang dinyatakan sembuh setelah dua kali uji swab hasilnya negatif," sebutnya.

Kedua orang tersebut berasal dari kecamatan Batang Anai setelah sebelumnya menjalani karantina di BPSDM Sumatra Barat.

Dengan penambahan dua orang tersebut total pasien sembuh Covid-19 Padangpariaman menjadi 19 orang dari 22 kasus positif.

"Sisanya seorang dirawat, seorang lagi isolasi pemda dan satu orang meninggal," pungkasnya. (Tim/OLP)
Jembatan Pelangi Kampung Kandang Kian Ramai Dikunjungi
Foto: Dewi
Pariaman - Desa Kampung Kandang, Pariaman Timur, tengah berbenah menuju desa wisata. Berbagai infrastruktur desa mulai dibangun untuk menunjang ke arah tersebut.

Desa Kampung Kandang selama ini dikenal dari sektor pertaniannya. Kini, desa tersebut mulai dilirik wisatawan, terutama yang penasaran ingin melihat Jembatan Pelangi Kampung Kandang.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan desa Kampung Kandang memiliki peluang besar menjadi salah satu desa wisata lainnya di kota Pariaman. Ia bahkan memuji keindahan alam desa tersebut yang disebutnya masih asri dan berhawa sejuk.

"Alhamdulillah masih diberi kesempatan mengagumi dan menyaksikan langsung keindahan alam desa Kampung Kandang yang berhawa sejuk," kata Genius Umar usai meresmikan Jembatan Pelangi Kampung Kandang, Jumat (3/7).

Genius Umar mendukung konsep wisata yang ditawarkan oleh desa tersebut dengan tetap mempertahankan tradisi dengan melestarikan suasana pedesaannya.

Usai meresmikan jembatan tersebut, Genius bersama wakil walikota Mardison Mahyuddin melihat berbagai sisi dari atas Jembatan Pelangi. Ia mengamati panorama dari berbagai sisi.

"Semua sisi di atas Jembatan Pelangi indah untuk didokumentasikan," cetus Genius.

Ia mendukung sepenuhnya progres wisata di desa itu dan berharap desa lainnya juga mengikuti jejak desa Kampung Kandang dengan mengoptimalkan potensi yang ada, terutama sektor pariwisatanya.

Kepala Desa Kampung Kandang, Israrudin mengatakan ide Jembatan Pelangi yang terbuat dari bambu itu berawal dari kunjungan kerjanya ke luar daerah. Kemudian ide tersebut ia musyawarahkan dengan masyarakat desa.

"Dengan dukungan masyarakat berdirilah Jembatan Pelangi dan untuk pemberian nama sendiri, itu diambil dari pengunjung yang secara spontan memberikan nama," sebutnya.

Jembatan Pelangi dikerjakan selama 45 hari menggunakan dana desa. Jembatan tersebut memiliki panjang 360 meter dengan lebar 2 meter.

Jembatan tersebut terus dipercantik dan saat diresmikan walikota, kata Israrudin, kondisinya baru mencapai 40 persen.

Setelah diresmikan walikota, sambung dia, pihak desa akan memungut tiket seharga Rp 2 ribu untuk usia di atas 6 tahun. Sedangkan bagi usia di bawah itu digratiskan. (Dewi/OLP)
Suhatri Bur Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Kudu Gantiang
Foto: AWT
Paritmalintang - Pemkab Padangpariaman beri bantuan kepada dua keluarga korban kebakaran di Korong Kampung Tanjuang Nagari Kudu Gantiang, Padangpariaman, Kamis (2/7).

Bantuan berupa sembako dan peralatan tidur tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur langsung di lokasi kejadian.

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban dan untuk sementara memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka," ungkap Suhatri Bur.

Di samping bantuan dari dinas sosial, Suhatri Bur juga meminta kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Padangpariaman agar menyalurkan program bantuan kepada korban kebakaran.

"Tadi sudah saya hubungi Baznas agar segera menyalurkan bantuan untuk keluarga korban," sambungnya.

Saat ini masyarakat sekitar telah mendirikan posko bantuan tepat di depan rumah yang terbakar bada Rabu pukul 23.15 Wib tersebut.

"Diperlukan uluran tangan kita semua, agar korban kembali bangkit dan kembali memiliki tempat tinggal," katanya.

Diberitakan sebelumnya, dua unit rumah terbakar di Korong Tanjuang Nagari Kudu Gantiang Kecamatan V Koto Timur, Padangpariaman, sekitar pukul 23.15 Wib, Rabu malam (1/7).

Kebakaran di rumah permanen dan semi permanen milik Samsidar, 70, dan Yun Candra, 50, tersebut pertama kali diketahui oleh saksi mata bernama Yardi Mai, 53.

Menurut Yardi ia melihat api menyala di atap belakang rumah semi permanen Yun Candra dan langsung memberitahukan Walikorong setempat, Andre Alsa Surya.

Selanjutnya walikorong bersama warga berusaha memadamkan api tersebut sebisanya, namun api dengan cepat membesar dan ikut membakar rumah milik Samsidar yang berada persis di sampingnya.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek di rumah semi permanen milik keluarga Yun Candra. (Tim/OLP)
HUT Pariaman Ke-18: Genius Goro dan Tanam 500 Pohon Pelindung di Talao Pauah
Foto: Erwin
Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar beserta jajarannya kembali lakukan gotong-royong di kawasan wisata Talao Pauah - water front citynya Pariaman - yang merupakan rangkaian peringati hari jadi Kota Pariaman ke-18, Kamis (2/7).

Pada kesempatan itu Genius juga menanam 500 pohon pelindung jenis Ketapang di telaga yang menurut para Youtuber berkunjung ke sana sebagai destinasi wisata paling eksotis di Sumatra Barat karena jarak telaga dan bibir pantai tidak sampai 50 meter sehingga wisatawan menikmati dua destinasi sekaligus.

Genius Umar mengatakan kawasan wisata Talao Pauah salah satu destinasi wisata baru di Pariaman yang dibangun dari dana Kementerian PUPR pada 2019 lalu dengan konsep water frot city yang berkembang cepat.

"Sektor wisata mempunyai daya ungkit ke sektor lainnya. Keberadaan Talao Pauah telah mampu menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat sekitar," kata Genius Umar.

Masyarakat sekitar Talao Pauah mayoritas para nelayan. Jika sebelumnya para istri berdiam diri di rumah sembari menunggu suami pulang melalut, sejak adanya objek wisata Talao Pauah, mereka bisa jualan kuliner dan membuka usaha jasa seperti penyewaan wahana air dan bendi wisata.

"Pengunjung banyak ke sini terutama Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional. Kunjungan tersebut telah mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Pariaman," sambung jebolan S3 bidang Ilmu Kebijakan Publik dari IPB tersebut.

Alumni STPDN kelahiran 1972 itu mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan pembibingan kepada pelaku wisata di kawasan Talao Pauah agar menjadi komunitas yang sadar wisata.

Sedangkan untuk kebersihan dan manajemen pariwisata saat ini dikelola oleh Dinas Perkim LH dan Dinas Pariwisata sembari memberdayakan masyarakat setempat.

"Untuk aspek keamanan dijaga oleh Satpol PP. Kita juga telah membentuk satu posko utama di kawasan ini agar siang dan malam dijaga, sehingga dari sisi keamanan dan kenyamanan pengunjung bisa kita perhatikan," terang Genius.

Saat ini, sambung Genius pihaknya juga menyebar bibit ikan di Talao Pauah yang ke depannya akan dijadikan atraksi wisata baru di kawasan tersebut.

"Seperti memberi makan ikan. Baik oleh pengunjung maupun masyarakat sekitar," sebutnya.

Genius berharap agar masyarakat dan pelaku wisata dengan kesadaran sendiri menjaga kebersihan di sekitar Talao Pauah, serta merawat vegetasi (tumbuhan dan pepohonan) sekitar telaga agar tetap hijau dan asri. (Erwin/OLP)
Genius Bagikan APD ke Pelaku Wisata di Talao Pauah yang Kian Ramai Dikunjungi
Foto: Erwin
Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar bagikan alat pelindung diri (APD) untuk pelaku wisata di kawasan water front city Talao Pauah Pariaman, Kamis (2/7). Bantuan APD dari Dinas Pariwisata Sumatra Barat itu, bagian dari rangkaian memperingati HUT Kota Pariaman ke-18.

Genius mengatakan standar New Normal di kota Pariaman adalah seluruh warganya patuh terhadap protokol keselamatan Covid-19, termasuk bagi pelaku wisata.

"Bagi pelaku wisata mulai dari pedagang, petugas kebersihan, petugas keamanan hingga pengunjung di Talao Pauah sebagai kawasan wisata water front city yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah," ungkap Genius Umar.

Genius menuturkan penerapan New Normal bukan berarti mengabaikan protokol kesehatan dalam suasana Pandemi Covid-19. Justru di masa New Normal, Pariaman akan tunjukkan bahwa aspek ekonomi bisa berjalan di masa pandemi asalkan masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Kita berharap dengan penerapan standar kesehatan di masa New Normal membangkitkan kembali ekonomi masyarakat dan masyarakat selalu terhindar dari Covid-19 meski menjalankan aktivitas ekonominya tiap hari," pungkas Genius.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman, Alfian mengatakan, APD yang dibagikan berupa face shield, baju hazmat, masker, termogan, handscoon, sepatu boot dan hand sanitizer yang diterima secara simbolis oleh Kepala Desa Pauh Barat, Wannas Iqbal Tawakal serta perwakilan pedagang di sekitar Talao Pauah.

Ia berharap seluruh pelaku wisata di kawasan wisata eksotik tersebut agar selalu menjaga kesehatan dan selalu menggunakan masker saat melakukan aktivitas.

"Begitu juga dengan pengunjung agar sama-sama menyadari pentingnya melindungi diri dengan APD selama pandemi Covid-19," pungkasnya. (Erwin/OLP)