Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :

Berita Terpopuler

PU/Pimred Oyong Liza Piliang, PJW Iwan Piliang, Reporter, Nesya, Hendra, Angga, Nanda, Hendri, Reza. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Hiraukan Badai Tim Ekspedisi Merah Putih Tetap Lakukan Persiapan di Pulau Kasiak

Written By oyong liza on Jumat, 24 Oktober 2014 | 20.10




Tim Advance Ekspedisi Merah Putih Pariaman merapat di Pulau Kasiak untuk melakukan persiapan Ekspedisi II (24/10). Kegiatan ekspedisi ini dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan dari tanggal 24 s/d 26 Oktober 2014 melibatkan beberapa komunitas pemuda seperti, KNPI, TDC, FKH, insan media dan aparat Pemko Pariaman. Kegiatan ini meliputi aksi penanaman pohon pelindung, bersih pulau, pelepasan tukik dan transplantasi terumbu karang.

Tim yang dipimpin langsung oleh Ketua Ekspedisi Merah Putih Hendri Caniago tersebut rencananya malam ini langsung memasang tenda, menggali lubang, dan mobilisasi peralatan.

"Kita langsung survey lokasi malam ini seperti menggali lubang untuk menanam pohon, memasang tenda, menyiapkan lokasi untuk upacara ikrar Sumpah Pemuda, kemudian juga mobilisasi alat seperti tabung oksigen, serta monitoring penyu bertelur untuk dilestarikan," sebut Hendri Chaniago didampingi Ketua TDC Citra Aditur Bahri.

Tim Ekspedisi Merah Putih Pariaman dalam ekspedisi jilid II ini, kata Hendri, disamping dalam rangka momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda juga bertujuan untuk membentuk karakter pemuda Pariaman yang peduli terhadap kelestarian lingkungan juga ajang mempromosikan potensi wisata Bahari yang dimiliki Kota Pariaman.

"Dengan momentum Sumpah Pemuda, kita bangun karakter generasi muda peduli wisata, berjiwa nasionalis, cinta daerah, dan mencintai lingkungan hidup," tandas Hendri Caniago. 


OLP

Ingin Terima Beasiswa Program Padangpariaman Cerdas? Begini Caranya

Written By oyong liza on Kamis, 23 Oktober 2014 | 20.33

Bupati Ali Mukhni menyerahkan beasiswa pendidikan kepada Julian, Mahasiswa UNP, program Padangpariaman Cerdas di Aula Kantor Bupati, Rabu (22/10).



Wajahnya tersipu malu ketika menerima beasiswa pendidikan yang diserahkan oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Mahasiswi semester tiga di Universitas Negeri Padang itu berencana akan menggunakan uang tersebut untuk membayar uang semesternya.

Hal tersebut diungkapkan Wilda Salmah (20), mahasiswa UNP penerima beasiswa program Padangpariaman Cerdas di Aula Kantor Bupati, Rabu (22/10).

"Alhamdulillah... terima kasih Pak Bupati. Beasiswa ini sangat berarti bagi saya. Ayah saya hanya seorang penjual ikan dan belut. Uangnya akan digunakan untuk membayar uang semester dan sisanya untuk membeli buku dan keperluan kuliah," kata mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia ini.

Wilda menceritakan bahwa dia sudah lama mendengar adanya bantuan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa asal Padangpariaman melalui dana Badan Amal Zakat (BAZ). Untuk itu sekitar bulan Mei yang lalu, dia segera memasukkan proposal permohonan dengan tulisan tangan dan dibubuhi materai 6000. Proposal tersebut juga melampirkan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga dan Kartu Mahasiswa. Setelah memasukkan proposal ke Kantor BAZ yang beralamat di Parit Malintang, kemudian data tersebut diproses dan diverifikasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Setelah dirasa valid, wilda pun dihubungi akan menerima dana beasiswa pendidikan sebesar 1,5 juta.

"Semula saya kira beasiswa ini hanya untuk orang tertentu saja, namun anggapan itu salah. Beasiswa yang saya terima sebesar 1,5 juta melalui proses yang mudah, transparan dan tidak ada potongan satu sen pun," ujar putri pasangan Suhaidi dan Suryati ini.

Wilda pun berharap bantuan beasiswa pendidikan itu agar terus dilanjutkan setiap tahunnya. Karena menurut dia dengan adanya bantuan ini menjadi motivasi dalam mengikuti proses perkuliahan tanpa harus dihantui dengan biaya kuliah yang cukup mahal itu.

"Program Padangpariaman Cerdas sebagai bukti kepedulian Bupati terhadap dunia pendidikan dan patut diapresiasi. Program ini sangat bagus sebagai solusi dalam membantu mahasiswa asal Padangpariaman dalam melanjutkan pendidikan. Saya harap tahun depan ada lagi bantuan beasiswa ini," kata Wilda asal Pauh kambar.

Lain lagi cerita Randa Julian (21), Mahasiswa UNP, yang juga menerima bantuan biaya pendidikan. Ia mengetahui program Padangpariaman Cerdas dari temannya yang sebelumnya telah menerima bantuan dari BAZ tersebut. Tanpa pikir panjang, dia pun langsung memasukkan proposal dan persyaratan yang diminta. Tak perlu menunggu terlalu lama, ternyata proposal tersebut direspon dan kemudian diverifikasi. Ia tak menyangka bantuan beasiswa ini dia terima begitu cepat karena dia mengurus seorang diri karena ia tak punya saudara yang bekerja di Kantor Bupati.

"Saya senang sekali dapat bantuan beasiswa pendidikan program Padangpariaman Cerdas ini. Saya tahu program ini dari kawan yang telah menerima. Kemudian saya coba pula memasukkan proposal, Alhamdulillah hari ini terealisasi. Padahal saya hanya anak seorang buruh tani dan tak punya sanak famili yang bekerja sebagai PNS di kantor Bupati," sebutanak dari pasangan Raidi dan Sriyeti itu.

Pancaran bahagia juga terlihat dari salah seorang orangtua mahasiswa yaitu Ibu Yurni, warga Pulau Aia Padang Bintungan, Kec. Nan Sabaris. Wanita paruh baya ini bersyukur atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa berkat perhatian pemerintah terhadap putra-putri asal Padangpariaman yang sedang menumpuh pendidikan di Perguruan Tinggi

"Saya datang untuk menjemput bantuan beasiswa pendidikan anak saya. Kebetulan dia lagi ada ujian di kampus jadi saya yang mewakili dengan menunjukkan KTP dan KK. Alhamdulillah uang 1,5 juta ini buat bayar uang kuliah dan sisanya tambahan biaya kos-kosannya," ujar wanita yang sehari-hari sebagai Ibu Rumah tangga ini.

Sementara itu Ketua BAZ Suhatri Bur mengatakan bahwa sebanyak 172 mahasiswa menerima beasiswa untuk Dapil III yaitu 2x11Kayu tanam, 2x11 Enam Lingkung, Ulakan Tapakis, Enam Lingkung dan Nan Sabaris. Sebelumya juga telah dibagikan untuk mahasiswa berasal dari Dapil I, II dan IV. Adapun Total dana yang dibagikan sebesar 1,2 Milyar untuk 698 orang Mahasiswa asal Padangpariaman yang kuliah di dalam dan luar Sumbar bahkan hingga di Luar Negeri.

"Penerima bantuan ini adalah mahasiswa asal Padangpariaman. Kita tidak memandang dari keluarga mampu atau tidak mampu. Tapi BAZ memandang bahwa adik-adik mahasiswa merupakan Fisabilillah yang sedang berjuang dalam menggapai cita-cita sebagai generasi penerus bangsa," kata Suhatri Bur yang juga mantan anggota KPU ini.

Bupati Ali Mukhni dalam sambutannya mengatakan, sejak awal dilantik sebagai bupati, dia berprinsip bahwa tidak ada putra putri asal Padangpariaman yang putus sekolah akibat tidak ada biaya. Dengan adanya BAZ, merupakan sebuah solusi untuk memberikan bantuan kepada mahasiswa untuk keperluan biaya kuliah.

"Saya berprinsip Putra Putri Padangpariaman harus melanjutkan sekolah ke yang lebih tinggi hingga bangku perkuliahan. Tidak ada boleh ada anak yang  putus sekolah atau kuliah akibat tidak ada biaya. Bersama DPRD dan stakeholders kita carikan solusi untuk kepentingan umat," kata Bupati yang memperoleh penghargaan dari BAZNAS Pusat beberapa waktu lalu.

Kepada mahasiswa, dia menyampaikan bahwa beasiswa pendidikan dari BAZ ini berasal dari gaji PNS Pemkab Padangpariaman. Ia meminta mahasiswa penerima bantuan berterima kasih dan mendoakan agar PNS Padangpariaman diberkahi dan diberi keselamatan oleh Allah Yang maha Kuasa.

"Sampaikan kepada keluarga bahwa dana BAZ berasal dari gaji PNS Padangpariaman. Berterimakasih--lah pada mereka. Insya allah dana BAZ ini meningkat setiap tahunnya. Dan minggu depan akan kita bagikan juga beasiswa untuk siswa SMA," kata Bupati yang dijuluki Bupati peduli umat itu.

Penyerahan bantuan Beasiswa Progran Padangpariaman Cerdas ini dihadiri oleh Bupati Ali Mukhni, Sekda Jonpriadi, Asisten Ekbag Kesra Ali Amran, Ketua BAZ Suhatri Bur, dan Kabag Humas Hendra Aswara.


HA

Pemkab Padangpariaman Sosialisasikan PP 71 2010 dan Permendagri 64 2013 Pada Pegawai Keuangan




Bertempat di Hotel Rocki Padang, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni membuka secara resmi acara sosialisasi PP No. 71 Tahun 2010 dan Permendagri No 64 Tahun 2013 serta Bimtek Simda berbasis Akrual.Tampak hadir mendampingi, Kepala DPPKA, Hanibal, SE, MM, Kepala BPKP perwakilan Sumbar Arman Sahri Harahap, serta Kabid Akuntasi dan Perbendaharaan DPPKA Padangpariaman. Bimtek yang di ikuti oleh bendahara pengeluaran, penerimaan, PPK, para Kasubag perencanaan, dan bendahara barang itu berlangsung selama 5 hari mulai dari tanggal 21 s/d 25 Oktober 2014.

Bupati Ali Mukhni dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada para peserta sebagai pelaku utama dalam menyiapkan dan menyajikan laporan keuangan daerah sehingga Padangpariaman  tahun ini meraih penghargaan Opini WTP dari BPK dan kementerian keuangan RI.

"Tanpa dukungan dan kerjasama dari semua pihak aparatur pemerintah, mustahil Opini WTP ini kita raih," akunya.

Bupati  berharap kepada para peserta agar mengikuti Bimtek tersebut dengan serius dan sebaik baiknya sehingga mampu memahami dan menyusun laporan keuangan yang akrul sesuai dengan standar akuntasi pemerintah.

"Manfaatkan kesempatan yang baik ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini dapat memberikan kontribusi dalam mempertahankan opini WTP dari BPK pada tahun tahun selanjutnya," harap dia.

Sementara itu Kabid Akuntansi dan Perbendaharaan Dinas Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Padangpariaman Taslim Letter dalam laporannya mengatakan PP 71 tahun 2010 mengisyaratkan kepada setiap tindakan yang dilakukan dalam pengelolaan keuangan di daerah harus memenuhi standar akuntansi pemerintahan (SAP).

"Standar Akuntansi Pemerintah ini harus digunakan sebagai acuan dalam menyusun laporan keuangan," sebut dia.

Dijelaskan juga tentang basis kas yang merupakan basis akuntansi yang mengakui transaksi pada saat kas diterima atau dibayar, sedangkan basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui transaksi pada saat terjadi. Basis akrual mengakui elemen laporan keuangan yang terdiri dari aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan belanja. Perbedaan penerapan basis kas dan basis akrual dapat dilihat dari laporan keuangan yang dihasilkan.

Akuntansi berbasis kas akan menghasilkan laporan arus kas yang memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas. Sedangkan akuntansi berbasis akrual dapat menghasilkan laporan realisasi anggaran dan neraca. Laporan keuangan versi akrual yang umum sekurang-kurangnya terdiri dari :

1.     Laporan operasi yang menyajikan informasi pendapatan dan beban/belanja.
2.     Neraca yang menyajikan informasi mengenai aset dan kewajiban.
3.     Laporan arus kas yang menyajikan informasi mengenai aktivitas operasi, investasi dan keuangan.

Ingin Wakili Sumbar ke Tingkat Nasional Lomba UKS, Jon Priadi Koordinir SKPD




Kabupaten Padangpariaman sudah siap menerima tim penilai lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat Provinsi Sumbar tahun 2014 tepatnya pada tanggal 27 Oktober nanti. Tim penilai hampir dipastikan mengunjungi SMA N I Lubuk Alung dan SD.N 14 Kecamatan Nan Sabaris sebagai sekolah perwakilan yang akan di nilai.

Sasaran utama dalam penilaian lomba UKS adalah sarana dan prasarana penunjang kesehatan/kebersihan sekolah seperti WC, tong sampah, dan sarana penting lainnya, termasuk menilai sejauh mana usaha pihak sekolah menjalankan program UKS.

Dalam rangka menghadapi penilaian itu, Pemkab Padangpariaman melalui Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Pendidikan, Kantor Lingkungan Hidup serta instansi terkait, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di ruang rapat Sekdakab Padangpariaman di lantai II Kantor Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Parit Malintang.

Rapat Koordinasi tersebut dipimpin oleh Sekda Jon Priadi di dampingi Asisten Ali Amran, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Padangpariaman.

Pada kesempatan Itu Jon Priadi menegaskan agar semua persiapan sudah harus matang sebelum H-2.

"Kita berharap menjadi terbaik tingkat Provinsi agar mewakili Sumbar untuk tingkat nasional," ujar dia.

Dia menyebutkan, untuk mencapai prestasi yang diharapkan, seluruh SKPD dan instansi terkait harus saling membahu baik untuk persiapan tekhnis maupun aplikatif.


HS

Defika Yufiandra Diyakini Figur Paling Pas Jabat Ketua KNPI Sumbar




Defika Yufiandra, SH (26), calon Ketua KNPI Sumbar periode 2014-2017 kembali menegasakan sikapnya bahwa untuk memimpin organisasi kepemudaan sebesar KNPI diperlukan sosok leadership kokoh dan tidak terafiliasi dengan kekuatan selain itu, karena menurutnya, KNPI harus menjadi organisasi independen yang terlepas dari tarik menarik kepentingan dan campur tangan baik itu kekuatan politik maupun intervensi pemerintah karena sesuatu kepentingan.

"Pemuda harus punya jati diri yang jelas," tegas Defika, usai debat kandidat sesi II di Hotel Ombilin, Kota Sawahlunto, Rabu (22/10). Acara tersebut juga dihadiri oleh Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, Muspida Sawahlunto, Ketua DPD KNPI Sumbar Adib Alfikri, dua calon Ketua KNPI Deri Rizal, SHi dan Edi Kurniawan, S.Hum, sejumlah Ketua DPD KNPI Kota/Kabupaten se-Sumbar, Ketua OKP se-Sumbar, tokoh pemuda Sawahlunto, serta para undangan.

KNPI menurut Adek karib ia disapa, adalah organisasi berhimpunnya pemuda yang murni berjuang, tangguh dan berkepribadian kokoh, semata untuk memajukan kepemudaan di Minangkabau. Sebagaimana dikatakannya, pemuda Minangkabau di zaman pra--dan--awal kemerdekaan dikenal pemuda intelektual berpikiran besar, bertindak besar, demi cita-cita besar untuk kemerdekaan NKRI dalam artian sesungguhnya sebagaimana dicontohkan oleh Bung Hatta, Mr. Mohammad Yamin, Sutan Syahril, dan masih banyak tokoh lainnya asal Minangkabau.

Menurut Ketua DPD KNPI Kota Pariaman Riky Falantino, S.Kom, syarat maju sebagai calon Ketua KNPI, sang calon harus diusung minimal oleh 1 DPD KNPI Kota/Kabupaten dan 4 OKP tingkat Sumbar. Disebutkan Riky, Defika Yufiandra diusung oleh DPD KNPI Kota Pariaman, OKP HIMMAH Sumbar, GPA Sumbar, MPI serta AMTI Sumbar.

Riky menuturkan, Defika adalah sosok pemuda yang memiliki jiwa leadership dan manejerial yang sudah teruji. Kata Riky, Defika maju mencalonkan diri sebagai Ketua KNPI Sumbar tidak di endors oleh kekuatan politik dan kepentingan manapun, melainkan lahir dari dirinya sendiri.

"Kita menilai orang dari sikapnya, bukan dari perkataannya. Defika tidak suka retorika. Dia anak muda berprinsip jelas dan matang. Jika KNPI Sumbar dipimpinnya, saya meyakini KNPI akan menjadi organisasi yang kuat dan mandiri dalam artian luas. Defika adalah anak muda yang meniti karier dari bawah, dia bukan anak muda yang sukses dari warisan usaha orangtuanya. Dia tahu siapa dirinya dan batas kemampuannya, karena jika riwayat hidupnya ditulis, selain akan menginspirasi juga akan membuat kita meneteskan airmata," sebut Riky, tentang sosok pengacara muda ternama Sumbar itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD KNPI Sumbar, Ir. Alfadila Hasan, MM mengatakan, Defika Yufiandra sangat pantas memimpin KNPI Sumbar ke depan. Defika, menurutnya, pemuda yang sudah berpengalaman memimpin organisasi, begitu juga dalam dunia kewirausahawan.

"Defika figur paling pas, dia memiliki pribadi yang matang bukan karena karbitan. Sosok mandiri, memiliki wawasan ke depan yang terukur, tidak suka retorika. Jika dia berkata, itulah sikapnya, tidak klise. Sosok demikian sangat dibutuhkan untuk memimpin KNPI Sumbar ke depan," ungkap aktifis yang juga mantan komisioner KPU Kota Pariaman dan Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kota Pariaman ini.


Oyong Liza Piliang

Ali Mukhni Bupati 6 Trilyun Rupiah

Bupati Ali Mukhni berdiskusi dengan Wali Nagari usai Seminar Se-Sumbar di Hotel Axana, Selasa (22/10)



Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengakui bahwa keberhasilannya dalam memimpin adalah berkat doa dan peranan masyarakat Padangpariaman, baik yang tinggal di ranah maupun para perantau. Hal tersebut dia katakan saat menjadi narasumber dalam seminar sengan tema "Menggerakkan potensi perantau kepada Wali Nagari Se-Sumbar" di Hotel Axana, Selasa (22/10)

Diceritakan Ali Mukhni, ketika baru menjabat sebagai bupati pada awal tahun 2010 adalah saat terberat dalam hidupnya. Ketika itu pasca gempa 2009 yang menghancurkan rumah, sarana ibadah, infrasturktur pendidikan, kesehatan, irigasi, jalan dan fasilitas umum lainnya. Namun, kata bupati, dengan kerja keras dan kerja ikhlas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa berjalan dengan baik berkat bantuan seluruh elemen, baik itu donatur, media, maupun LSM dalam dan luar negeri.

"Dalam berbagai kesempatan sering saya sampaikan, pesatnya pembangunan di Padangpariaman semuanya berkat doa dan dukungan masyarakat ranah dan rantau. Kita lihat, pasca gempa tahun 2009 tingkat pertumbuhan ekonomi kami hanya 3,4 %. Namun tahun 2013 adalah yang tertinggi di Sumbar sebesar 6,67% menurut data BPS. Saya yakin pada awal 2015 akan mencapai 7%. Insya Allah, tingkat pengangguran dan kemiskinan otomatis berkurang pula," kata Alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat ini.

Ali Mukhni mengatakan, budaya gotong royong yang menjadi jati diri 'Urang Piaman' adalah budaya badoncek. Badoncek ini dilakukan oleh seluruh perantau dimana pun ia berada, baik dalam mencari dana untuk pesta baralek, membangun surau, pondok pesantren, MTQ, Alek Nagari maupun kegiatan yang menyangkut kepentingan umat lainnya.

"Budaya badoncek adalah budaya sato sakaki, yang menjadi jati diri urang Piaman. Ketika ada yang pesta, maka ada budaya badoncek agar tuan rumah tidak rugi pestanya. Ketika ada anak nagari yang tidak punya biaya kuliah, perantau pun ikut badoncek. Apalagi pembangunan surau, pesantren, MTQ, Alek Nagari dan lain-lain, juga diadakan badoncek. Jadi badoncek ini menumbuhkan rasa memiliki kecintaan terhadap nagari," lanjutnya.

Disegi pembangunan, Ali Mukhni mengakui peranan perantau juga sangat membantu. Katanya, jika menemui kendala terhadap lobi suatu kegiatan skala nasional, maka ia melibatkan perantau yang mempunyai jaringan dan disegani oleh kalangan elit, diantaranya adalh Letjen (Purn) Azwar Anas.

"Pembangunan mega proyek di Padangpariaman, perantau sangat berandil besar untuk mewujudkanya. Seperti pembangunan asrama haji, BP2IP Tiram, MAN Insan Cendikia, jalan lingkar Duku-Sicincin dan lain-lain. Selain bersama gubernur, kita juga mendapat dukungan perantau diantaranya Ayahanda Azwar Anas," kata Bupati didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Pada kesempatan itu, Ali Mukhni juga  menggambarkan kepedulian perantau untuk membangun infrastruktur maupun investasi di tanah kelahirannya. Seperti yang dilakukan oleh H. Azwar Wahid (Haji Sagi) asal Aua Malintang,  H. Jamaris asal Sintuk Toboh Gadang dan H. Basrizal Koto asal Limau Puruik.

"Pak haji yang sering kami sapa mak aciak sagi ini sangat luar biasa perhatiannya kepada kampuang halaman. Kontribusinya antara lain adalah membangun Mesjid Istiqomah, MAN, dan SMK Negeri untuk dimanfaatkan oleh anak kemenakan di kampung. Begitu juga dengan Haji Jamaris di Sintuk Toboh Gadang dan Basrizal Koto di Limau Puruik. Dan masih banyak lagi perantau peduli kemajuan nagarinya," terangnya.

Seusai memaparkan materi, peserta seminar diberikan kesempatan bertanya kepada Bupati Ali Mukhni. Salah satunya dari M. Fadhly, Wali Nagari asal Kab. Agam yang menanyakan kiat sukses bupati dalam membangun Padangpariaman.

Bupati pun menjawab bahwa kunci dari pembangunan itu adalah pembebasan tanah. Ia mengakui turun langsung dalam proses pembebasan tanah yang melibatkan KAN, perantau, juga wali nagari setempat. Dia menyebut, sering kali ia mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan dalam sosialisasi pembangunan untuk kepentingan umat.

"Namun dengan semangat kebersamaan maka Padangpariaman kini menjadi kabupaten terdepan di Sumatera Barat," jawabnya.

Kata dia, jadi pemimpin itu harus turun langsung ke lapangan.

"Kita tidak bisa membiarkan seorang kepala dinas, kepala kantor atau kabag sekaligus untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di lapangan. Saya bekerja siang malam, tidur pun rata-rata 3-4 jam perhari. Pak Gubernur sering menelpon saya untuk segera tuntaskan pembebasan tanah, kalau tidak dana yang sudah dianggarkan akan dialihkan."
 

"Alhamdulillah, wajah Padangpariaman telah berubah, begitu banyak mega proyek skala nasional berada di PadangPariaman. Nilai investasi diperkirakan mencapai 5-6 trilyun. Bahkan kalau seandainya kantor gubernur mau pindah, kita juga bisa menyediakan tanahnya di Lubuk alung," tandasnya.

HA

Sulaiman Tanjung Tularkan TTG Anti Hama Walang Sangit




Badan Pemberdayaan Masyarakat adakan  sosialisasi pelatihan penerapan teknologi tepat guna perangkap walang sangit tingkat Kota Pariaman yang dilaksanakan di aula pertemuan Kantor Camat Pariaman Tengah  (21/10) yang dihadiri oleh utusan masing masing kecamatan .

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM ) Kota Pariaman, Drs.Lanefi dan sebagai narasumber kepala dinas  pertanian Kota Pariaman, Ir. Syaiful Rizal.  Dikesempatan itu Lanefi mengatakan agar masyarakat secara bersama-sama mendukung peningkatan produktifitatas pertanian, memanfaatkan alat-alat pertanian yang telah dibantu pemerintah, dan terus berupaya meningkatkatkan inovasi baru di bidang teknologi tepat guna .

Sedangkan untuk pemaparan materi inti teknologi tepat guna (TTG) tentang perangkap walang sangit disampaikan oleh penemunya Sulaiman Tanjung yang dalam penyajian makalahnya membuat semua peserta sangat antusias dan ingin segera mempraktekkan langsung TTG itu di lapangan .

Kata Sulaiman, bahan TTG sederhana tersebut tidaklah mahal. Dia menyebut, dengan hanya bermodalkan  galon dan botol air mineral bekas kemudian kawat nyamuk yang telah di olah sedemikian rupa menjadi sangat besar sekali manfaatnya untuk mengendalikan hama padi seperti serangan walang sangit, yang selama ini selalu merugikan petani.

"Alat tersebut dapat menghemat operasional  dan meningkatkan hasil produksi terutama sekali pada tanaman padi," kata Sulaiman.


SP/OLP

Mukhlis Haruskan PNS Yang Melayani Masyarakat Bukan Sebaliknya




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman secara resmi membuka kegiatan workshop dan fasilitasi penyusunan road map reformasi birokasi di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman yang di selenggarakan di aula Hotel Nan Tongga Kota Pariaman, Rabu (22/10/2014).

Acara turut dihadiri oleh utusan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Republik Indonesia (Kemenpan), asisten, staf ahli, para kepala SKPD, kabag dan camat Se-Kota Pariaman serta para peserta workshop yang diutus dari masing masing SKPD.

Dalam sambutan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, mengatakan dalam era reformasi dewasa ini perubahan lingkungan terjadi begitu cepat.

"Segala aspek dalam kehidupan terjadi begitu cepat. Segala aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dituntut untuk selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, termasuk Reformasi Birokasi," ucap Mukhlis.

Disebutkan, pembenahan birokasi merupakan proses yang berkesinambungan dan meyeluruh, karena menyangkut perubahan mindset, sikap dan tingkah laku dari seluruh jajaran pegawai pemerintah, mulai dari tingkat yang paling tinggi hingga tingkat pelaksana.
 

"Contohnya dengan merubah mindset para aparatur pemerintah dari yang dilayani menjadi melayani," imbuhnya.

Kata Mukhlis, reformasai birokrasi adalah upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah, terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan, ketatalaksanaan dan sumber daya manusiia aparatur.

Kemudian, Kabag Organisasi dan Aparatur Kota Pariaman Nafizah mengatakan kegiatan yang diselenggarakan itu adalah selama 3 hari, dari tanggal 22- s/d 24 Oktober 2014. Peserta yang mengikuti berasal dari SKPD yang akan lansung menjadi tim teknis dalam penyusunan RMRB (Road Map Reformasi Birokrasi) .

Kata dia, pelaksanaan workshop dan fasilitasi penyusunan Road Map Reformasi Birokasi adalah untuk menyamakan pemahaman dan pola pikir serta memberikan bimbingan dan arahan kepada para peserta birokasi pemerintahan Kota Pariaman serta dapat menerapkan Road Map Reformasi Birokasi di unit kerja masing-masing.

Pada acara Workshop dan Fasilitasi Penyusunan Road Map Reformasi Birokasi mendatangkan pemateri dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Republik Indonesia Drs. Gatot Sugiharto, MM, Desmarwita, Se, MAP, dan Raka Pamungkas, AK.


Juned

Jamaah Haji Kloter X tiba di Bandara Internasional Minangkabau

Written By oyong liza on Selasa, 21 Oktober 2014 | 19.57




Wakil Walikota Pariaman Genius Umar didampingi Kepala Kemenag Kota Pariaman dan anggota, serta Ketua GOW Kota Pariaman menyambut rombongan Jamaah Haji asal Kota Pariaman di Bandara Internasional Minangkabau, Padangpariaman, Selasa (21/102014).  Suasana suka cita terpancar dari bingkai wajah para Jamaah Haji Kloter (kelompok terbang) X yang tiba di Tanah Air ini setelah menempuh penerbangan dengan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor 3410 selama 10 jam dari Jeddah, Arab Saudi.

Kloter X yang terdiri dari Jemaah Haji Sumatra Barat, Jambi dan Bengkulu ini semuanya 148 pria dan 301 wanita dengan jumlah keseluruhan sebanyak 449 orang yang mana 75 diantaranya berasal dari Kota Pariaman. Sedangkan untuk satu jemaah haji dari Kota Pariaman atas nama H. Ribaldi bin Daud (Kepala Bappeda Kota Padang Panjang) yang berasal dari Alai Gelombang Pariaman Tengah, telah pulang ke Tanah Air lebih dahulu. Ketua Kloter X ini adalah H. Rinalfi, SH, S.Ag, MM dan pembimbing ibadah Drs. H. Helmi S.Ag (Kasi bimas Islam Kemenag Kota Pariaman).

Wakil Walikota Pariaman Genius umar berharap Jamaah Haji Kota Pariaman tahun 2014 ini dapat hendaknya menjadi haji yang mabrur yang berguna untuk kemaslahatan umat, serta dapat menjadi tauladan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya, karena menurutnya, dengan gelar haji seseorang “melompat” untuk menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya. Rombongan Jamaah Haji dari Bandara Internasional Minangkabau selanjutnya dibawa ke Asrama Haji Tabing Padang kemudian baru menuju daerah Kota/Kabupaten masing- masing.

Sementara itu Kepala Kemenag Kota Pariaman Hendri mengatakan untuk menjadi haji yang Mabrur itu  memerlukan pengamalan makna-makna ibadah yang didapat selama melaksanakan haji, membangun silaturahmi dengan sesama jemaah haji melalui wadah Organisasi IPHI, menggerakan tekad untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, berupaya menjadi tauladan di tengah masyarakat dan menerapkan semangat suka membantu dan menolong terhadap sesama apalagi yang kurang mampu, jelasnya. 


Juned/OLP

Tinjau Ruang Perekaman KTP-El, Ali Mukhni Berpesan Jaga Standar Pelayanan

Bupati Ali Mukhni didampingi Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil M. Fadhly, memeriksa kelengkapan alat-alat cetak KTP-El di kantor setempat, Selasa (21/10)



Bupati Padangpariaman Ali Mukhni melakukan peninjauan pelayanan  pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berkantor di Pariaman, Selasa (21/10). Kunjungan mendadak ini dimaksudkan untuk meninjau kesiapan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam melakukan pencetakan setelah semua kewenangan diberikan oleh pemerintah pusat dalam menerbitkan KTP-El (KTP Elektronik).

Dalam kunjungannya tersebut, bupati memeriksa kelengkapan alat-alat cetak KTP-El yang sudah diterima dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.

Selain itu, dia juga meninjau kesiapan operator dalam menerima pelayanan. Pada kesempatan tersebut, ia berpesan agar standar pelayanan yang sudah berjalan selama ini tetap dipertahankan kualitasnya bahkan ditingkatkan terus menerus sejalan dengan meningkatnya tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan.

"Saya apresiasi kesiapan jajaran Disdukcapil dalam pelayanan prima kepada masyarakat. Pesan saya, Jagalah standar pelayanan. Layani masyarakat dengan sepenuh hati," sebut Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang beberapa waktu lalu mendapatkan penghargaan Citra Pelayanan Prima dari Gubernur Sumatera Barat, Terbaik ke-2 Nasional dalam program KTP-El dan sudah berstandar ISO 9001-2008, pada saat ini sedang fokus untuk melengkapi kebutuhan pelayanan, baik di lingkungan kantor maupun pelayanan outdoor (pelayanan keliling).

Menjawab tantangan UU No. 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang mensyaratkan pemerintah proaktif menjemput pelayanan kepada masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padangpariaman sedang menyiapkan beberapa pogram pelayanan langsung yang akan dilaksanakan di tahun 2015.

Sistem registrasi akta secara online juga akan diuji-cobakan pada akhir tahun ini bekerjasama dengan Bagian Pengolahan Data Elektronik Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman dan Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman.

Dalam keterangannya, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padangpariaman, M. Fadhly S.AP, MM menjelaskan bahwa program-program tahun 2015 sedang disiapkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan, terutama dalam hal KTP-El. Kata dia, saat ini dinas belum bisa melakukan pencetakan karena masih menunggu blangko KTP-El yang merupakan kewenangan pemerintah pusat dalam pengadaannya. Tetapi, imbuhnya, KTP regular masih tetap berlaku sampai KTP-El diterima oleh masyarakat.

“Untuk kesiapan pencetakan KTP-El, saat ini kita hanya menunggu blangko KTP-El saja. Kita juga mengusulkan untuk pengadaan kendaraan microbus yang nantinya direncanakan untuk memperlancar pelayanan keliling ke nagari-nagari. Mudah-mudahan disetujui oleh TAPD. Kantor Unit Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Sungai Limau juga akan ditingkatkan efektifitasnya,” ujar Fadhly.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga menjelaskan bahwa dia dan tim kerjanya sedang berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang ada melalui  kerjasama dengan Bagian Organisasi dan PAN Sekretariat Daerah Kabupaten Padang Pariaman dalam pengukuran Indeks Kepuasan masyarakat (IKM).

“Sesuai arahan Pak Bupati, mudah-mudahan kami bersama dapat meningkatkan IKM dari angka yang dicapai pada tahun lalu,” ujarnya mengakhiri.


HA

Topik Terhangat

postingan terdahulu