Polda Cup: Kesebelasan Brimob Polda Kandaskan Polres Padangpariaman 2-1
Foto: Nanda
Pauh Kambar - Tim sepak bola Sat Brimob Polda Sumatera Barat meraih poin penuh setelah mengalahkan tim Polres Padangpariaman dengan skor 2-1 pada pertandingan lanjutan Piala Kapolda Sumbar grup B di lapangan sepak bola Gempar Pauhkambar, Padangpariaman, Selasa (16/7) sore.

Gol pertama Sat Brimob Polda Sumbar tercipta pada menit ke 12 melalui kaki Irfan Chairun Sidiq. Skor tidak berubah. Hingga berakhirnya babak pertama, Sat Brimob Polda Sumbar unggul satu angka.

Di babak kedua, Sat Brimob Polda Sumbar tidak menurunkam tempo permainan. Permainan bola pendek diperagakan tim yang dikapteni oleh Lutfi Puernama itu.

Alhasil, pada menit 31, tendangan keras yang dilepaskan pemain tengah Sat Brimob Polda Sumbar, M Iqbal Thamrin, memaksa penjaga gawang Polres Padangpariaman, Lana memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya.

Meski tertinggal dua angka, tidak membuat pemain Polres Padangpariaman putus asa. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih Iptu Yusrizal Efendi pada babak kedua, memecah kebuntuan tim.

Polres Padangpariaman akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke 52 melalui gol yang diciptakan pemain nomor 10, Lutfi memanfaatkan kemelut di depan gawang Sat Brimob Polda Sumbar yang dijaga Rezi Satria.

Skor tidak berubah hingga pluit panjang tanda berakhirnya babak kedua ditiup wasit. Sat Brimbob Polda Sumbar berhasil menang atas Polres Padangpariaman. (Nanda)
Harga Cabai Meroket di Pariaman Karena Panjangnya Rantai Distribusi
Foto: istimewa
Pariaman - Harga cabai merah di Pasar Kota Pariaman meroket. Cabai merah biasanya dijual di kisaran harga Rp 40.000 per kilogramnya, kini menembus Rp 70.000.

Erni, pedagang Pasar Pariaman mengatakan meroketnya harga disebabkan kebun petani cabai merah di Medan, Sumatera Utara tidak sedang musim panen.

Untuk memenuhi kebutuhan cabai merah di Kota Pariaman, petani Medan membeli ke daerah Provinsi Jambi sebelum akhirnya dikirim ke Kota Pariaman.

"Karena rantai distribusinya panjang, biasa bertambah makanya sampai tembus 70 ribu per kilonya," katanya, Selasa (16/7).

Ia memprediksi, harga cabai merah kembali normal dalam waktu satu bulan kedepan, setelah masuknya musim panen cabai merah di Medan. 

Sementara itu meroketnya harga cabai merah dirasakan banyak pihak. Tidak hanya ibu rumah tangga, kenaikan harga cabai yang sangat signifikan berdampak bagi pengusaha rumah makan.

"Kita tidak bisa mengurangi cabai merah dalam bumbu, karena akan mempengaruhi cita rasa. Namun hanya disiasati dengan sedikit menaikan harga," kata salah seorang pengusaha rumah makan, Buyung Sani. (Nanda)
KI Sumbar Puji Keterbukaan Informasi Dinas Sosial Padangpariaman
Komisioner KI Sumbar Arfitriati monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi pada DinsosP3A Padangpariaman di Pariaman, Senin (15/7).
Pariaman - Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat apresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman dalam keterbukaan infomasi publik sesuai amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008. 

Hal tersebut disampaikan Komisi Informasi Sumbar, Arfitriati, saat monitoring dan evaluasi ke badan publik yaitu Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DisnosP3A) Padangpariaman. 

"Dinas sosial punya peran strategis dalam penanganan kemiskinan dan masalah sosial lainnya, semua masyarakat berhak tahu akses informasi dalam pelayanan terhadap orang miskin. Alhamdulillah, dinas sosial sudah menjalankan tugas dengan sangat baik dan kita apresiasi," ujar Arfitriati di kantor Dinas Sosial di Pariaman, Senin (15/7).

Saat meninjau ruang layanan, ia menilai dinas sosial Padangpariaman sudah lebih baik karena telah memiliki front office yang bagus, ruang tunggu yang nyaman full AC, ada ruang bermain anak, ruang menyusui, meja informasi, ruang pengaduan, fasilitas ramah disabilitas, lansia dan perpustakaan mini.

"Kadisnya luar biasa, apalagi beliau pernah menjadi peringkat pertama dalam kompetisi keterbukaan informasi publik tingkat Sumbar tahun 2015. Semoga kedepan ditingkatkan sehingga menjadi percontohan bagi badan publik" kata Arfitriati.

Kepada DSP3A, Hendra Aswara mengatakan keterbukaan informasi adalah sebuah keniscayaan. Badan publik harus membuka akses informasi seluas-luasnya dalam pelayanan kepada masyarakat. 

"Kita berterima kasih kepada Komisi Informasi Sumbar yang proaktif dan tak kenal lelah melakukan monitoring ke seluruh Badan Publik dan memastikan keterbukaan informasi telah berjalan baik," ujar Hendra. 

Pihaknya, tambah Hendra, telah memiliki media desiminasi informasi yaitu website www.dinsosppa.padangpariamankab.go.id, media sosial, pamflet, spanduk dan layanan pengaduan. 

"Tadi ada masukan dari ibu Pit, website harus memiliki standar yang disarankan KI Sumbar, seperti ada visi misi, struktur organisasi, dialog interaktif dan lainnya. Ini masukan yang berharga untuk kita pedomani swbagai Badan Publik," ujar Mantan Kabag Humas ini. (Tim)
Mardison Minta Pengawas Sekolah Mengawasi dengan Profesional
Foto: Nanda
Pariaman - Pengawas sekolah di Kota Pariaman dituntut untuk profesional melakukan penilaian dan pembinaan terhadap kinerja kepala sekolah, tenaga pendidik, guna meningkatkan kualitas pendidikan.        

Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengatakan pengawas berperan melakukan penilaian dan pembinaan melalui supervisi akademik dan supervisi manajerial.

"Hasil pengawasan dan pembinaan tersebut secara langsung ataupun bertahap akan meningkatkan kinerja kepala sekolah dan tenaga pendidik. Dengan begitu kualitas pendidikan meningkat," katanya saat membuka Workshop Pengawas TK, SD, SMP Tingkat Kota Pariaman di Aula Restoran Joyo Makmur, Senin(15/7).

Mardison juga menekankan agar pengawas sekolah melakukan pengawasan dan pembinaan rutin kepada sekolah, bukan secara periodik.

"Pembinaan dilakukan secara rutin. Bukan periodik," lanjutnya.

Ditambahkannya, peningkatan sumber daya manusia dimulai dari peningkatan tingkat pendidikan warganya. Sejumlah program unggulan saat kampanye, seperti Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja), pendidikan gratis hingga tingkat SMA telah direalisaskan.

"Jika pendidikannya bagus, anak muda kita bisa bekerja. Kemudian mereka meningkatkan taraf hidup keluarga dan umumnya berdampak juga bagi ekonomi Kota Pariaman," pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman, Kanderi mengungkapkan jika jumlah pengawas sekolah di Kota Pariaman masih minim. Hal itu mengakibatkan supervisi yang dilakukan juga belum maksimal.

"Kedepan kita akan merekrut pengawas sekolah sesuai dengan kebutuhan kita di Kota Pariaman," ungkapnya.

Ia mendorong agar pengawas harus dapat mengikuti perkembangan zaman terkait dunia pendidikan sehingga Kota Pariaman tidak ketinggalan dalam proses mutu pendidikan.

"Harus bisa mengikuti perkembangan zaman termasuk penggunaan teknologi informasi," pungkasnya. (Nanda)
Padangpariaman Raih Juara Pertama Uda Duta PKH Sumbar
Fauzi Eka Putra, Pendamping PKH Kec. Batang Gasan (kiri) meraih Uda Duta PKH Sumbar tahun 2019. Foto: istimewa
Pariaman - Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni apresiasi prestasi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) dengan diraihnya peringkat pertama Uda Duta Program Keluarga Harapan (PKH) Tingkat Sumatera Barat 2019. 

Adapun yang terpilih sebagai Uda Duta PKH Sumbar 2019 yaitu Fauzi Eka Putra, Pendamping PKH dari Kecamatan Batang Gasan.

Ali Mukhni menilai prestasi itu sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung pelaksanaan program nasional untuk pengentasan kemiskinan.

“Alhamdulillah, prestasi yang membanggakan daerah kita persembahkan bagi masyarakat Padangpariaman. Selamat untuk DinsosP3A khususnya adinda Fauzi yang mengharumkan nama daerah,” kata Bupati Ali Mukhni di ruang kerjanya, Parit Malintang, Senin (15/7).

Ke depan, orang nomor satu di Padangpariaman itu berharap sebagai Duta PKH, merupakan cerminan dari Pendamping PKH Sumatera Barat yang turun ke masyarakat dan bertemu dengan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH untuk bersapa dan memberikan motivasi dan mendorong semangat kemandirian.

“Kita dorong agar setiap hari ada warga yang keluar dari data penerima bantuan PKH atau graduasi mandiri,” kata Peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Kepala DinsosP3A, Hendra Aswara mengatakan Pendamping PKH Padangpariaman telah menjalankan tugas dengan baik yang bertemu langsung dengan masyarakat penerima manfaat PKH. 

Sebanyak 60 orang pendamping PKH, kata dia,  turun langsung ke tengah masyarakat untuk berbicara dan memberikan motivasi untuk memanfaatkan bantuan sesuai ketentuan.

“Pendamping PKH mempunyai tugas mulia dalam mengarahkan bantuan untuk warga miskin yang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat,” kata Mantan Kadis Perizinan itu.

Untuk percepatan graduasi mandiri, kata Hendra, telah dilahirkan inovasi Jujurin Saja atau Jujur Miskin Sadar Sejahtera. Artinya, Pendamping PKH memotivasi para KPM yang sudah sejahtera untuk keluar sebagai penerima bantuan.

“Kita berikan reward bagi Pendamping PKH berupa satu unit laptop yang banyak melaksanakan graduasi mandiri PKH Sejahtera,” kata Kadis termuda itu.

Sebelumnya, Padangpariaman mengutus dua orang pendamping PKH menjadi Duta PKH tingkat sumbar yaitu Fauzi Eka Putra dan Indah Ratna Sari.

Uda Duta PKH Sumbar terpilih Fauzi Eka Putra mengucapkan terima kasih atas dukungan Bupati Padangpariaman, DinsosP3A, Pendamping PKH dan seluruh pihak yang membantu hingga meraih prestasi yang membanggakan daerahnya.

“Terima kasih dukungan Bapak Bupati, DinsosP3A, Pendamping PKH dan seluruh pihak yang bersama-sama bekerja keras dalam meraih prestasi in,i” kata Fauzi. (Tim)
Pasca Terbakar, Pasar Lubuk Alung Dikunjungi IKAPPI Pusat
Foto: Nanda
Lubuk Alung - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI ) mengunjungi Pasar Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Minggu (14/7) paska mengalami kebakaran hebat pada Selasa (12/7/) malam.

Dalam kunjungan itu, Ketum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri didampingi jajaran pengurus DPW dan DPD.

Abdullah Mansuri di sela-sela kunjungannya mengatakan, pasar tradisional adalah sektor utama penggerak roda ekonomi masyarakat kecil. Peristiwa kebakaran yang menghangsukan 142 petak kios dan los, mengakibatkan pedagang tidak bisa berjualan.

"Tentu akan menghambat roda ekonomi pedagang itu sendiri," katanya.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah telah melakukan pendataan guna membangun ulang pasar yang telah ada sejak berpuluh tahun itu.

"Pemkab Padangpariaman mencarikan solusi yang terbaik secepatnya agar pedagang kembali nyaman untuk berdagang," pungkasnya.

Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur mengatakan Pemkab Padangpariaman telah melakukan pendataan kerugian akibat kebakaran tersebut.

"Penyebabnya sedang dalam penyelidikan. Namun kita harus segera berbenah, aktivitas ekonomi harus tetap berjalan," ungkapnya. (Nanda)
Petani Kayutanam Belajar Baca Iklim dari Stasiun Klimatologi
Foto: Nanda
Kayutanam - Stasiun Klimatologi Kelas II Padangpariaman melaksanakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap III di Korong Kampung Jambu, Nagari Kayutanam, Kecamatan 2X11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman, Senin (15/7).

Selama SLI berlangsung, anggota kelompok tani dilatih membaca iklim, sehingga bisa menentukan waktu yang tepat bercocok tanam. 

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan, empat unsur diperlukan dalam bercocok tanam. Keempatnya, yakni lahan pertanian, air, bibit dan iklim.

"Tiga unsur ini (lahan, air dan bibit) dapat diatur petani. Tapi iklim tidak bisa diatur. Hanya bisa disesuaikan, sehingga petani perlu informasi dan menyesuaikan dengan perubahan iklim yang terjadi," katanya.

Sebelum SLI tahap III, Stasiun Klimatologi Kelas II Padangpariaman telah melaksanakan SLI tahap I dan tahap II dengan melibatkan peserta dari unsur yakni Pemkab, TNI dan penyuluh pertanian.

"Harapan kita pengambil kebijakan menjadikan program kerja bersama. Kemudian melalui penyuluh pertanian, informasi ini disebarkan kepada petani lainnnya," ulasnya.       

Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni mengharapkan peserta SLI tahap III mempelajari membaca informasi iklim guna meningkatkan hasil produksi pertanian. 

"Jika produksi meningkat juga mendorong meningkatnya perekonomian para petani," ujarnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Padangpariaman, Heron Tarigan mengatakan petani dalam program tersebut melakukan cocok tanam dengan memperhatikan informasi iklim.

"Dilakukan evaluasi dan pengecekan setiap periode. Dilakukan tindakan sesuai dengan perubahan iklim," pungkasnya. (Nanda)
Pariaman Expo 2019 Catat Transaksi Hingga 3,5 Miliar
Foto: Nanda
Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman mencatat sebanyak 25 ribu pengunjung menghadiri Pariaman Expo 2019 yang digelar pada 6 hingga 13 Juli 2019.

"Dari kunjungan tersebut, Pemko mencatat nilai transaksi sebanyak Rp3,5 miliar uang berputar di Kota Pariaman," ungkap Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit usai penutupan Pariaman Expo 2019, Sabtu (13/7).

Ia mengatakan kedatangan pengujung pada acara Pariaman Expo 2019 terbilang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebanyak 20 ribu orang pengunjung. 

Peningkatan jumlah pengunjung dan nilai transaksi, katanya Gusniyetti Zaunit, menandakan even tersebut sangat potensial mempromosikan aneka produksi UKM Kota Pariaman

"Tren kunjungan dan nilai transaksinya meningkat setiap tahun. Makanya acara ini harus ditingkatkan untuk memasarkan produk UKM kita lebih luas lagi," lanjut dia.

Selain menggelar expo di Kota Pariaman, pihaknya akan menfasilitasi pelaku UKM di Kota Pariaman mengikuti pameran dan expo di daerah lain.

"Nanti kita bantu. Setiap expo yang ada, kita kirim pelaku UKM Kota Pariaman mengikuti kegiatan tersebut. Dari sana akan memperluas pemasaran dan banyak hal yang dapat dipelajari sebagai pembanding untuk memperbaiki produk bagi pelaku UKM kita," tandasnya. (Nanda)
Akan Digunakan Seragam ASN, Genius Eksiskan Kembali Kerajinan Batik Sampan
Foto: Nanda
Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman akan memperkenalkan kembali industri batik tanah liat sampan khas Kota Pariaman dengan mewajibkan Aparatus Sipil Negara (ASN) dan pelajar se Kota Pariaman menggunakan seragam dinas dan seragam sekolah berbahan batik sampan.

Dengan hal itu, batik sampan akan dikenal luas oleh masyarakat baik di Kota Pariaman dan nasional. Namun demikian, sebelum menerapkan regulasi itu, Pemko Pariaman dan perajin terlebih dahulu menyiapkan motif bakunya.

"Nanti kita akan terbitkan regulasi pegawai dan pelajar menggunakan seragam batik sampan di hari tertentu, minimal sekali satu minggu. Dengan ini batik kita (batik sampan) dikenal banyak orang," kata Walikota Pariaman, Genius Umar, usai menutup Pariaman Expo 2019 dan soft launching Batik Sampan di Pariaman, Sabtu (13/7) malam.

Menurut Genius Umar, saat ini terdapat 20 rumah di Dusun Sampan, Desa Punggung Ladiang, Kecamatan Pariaman Selatan yang memproduksi kerajinan batik yang sempat dikenalkan pada 2012 silam itu. 

"Saat ini pengerjaan masih dilakukan seadanya. Nanti Pemko Pariaman akan membantu untuk memudahkan produksi perajin," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan menyelenggarakan lomba mendesain motif batik sampan pada Oktober 2019 sedangkan pengenalan awal akan dilakukan pada Sabtu (13/7).

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit menyebut pihaknya menyelenggarakan lomba mendesain motif batik sampan tersebut.

Selama ini, kata dia perajin batik kesulitan memasarkan produk batik sampan. Namun dengan banyaknya even yang diselenggarakan Pemko bakal memperluas pemasaran batik yang telah ada sejak 1946 silam ini.

"Kita akan ikutkan dalam expo nasional, dengan hal itu akan memperluas pemasaran batik sampan. Pemko akan memberikan dukungan dalam banyak hal untuk mengangkat kembali batik khas Pariaman ini," tandasnya. (Nanda)
Akan Tampil di Turki, Mardhiyan Novita M.Z terpilih The First Winner Sumbar
Foto: Nanda
Pariaman - Penggiat literasi di Kota Pariaman, Mardhiyan Novita M.Z, terpilih The First Winner Sumbar Talenta XIV di Hotel Axana pada 6 Juli 2019 silam. 

Atas pretasinya itu, Mardhiyan bakal tampil dalam sebuah even internasional di Turki pada Oktober 2019 mendatang.

Mardhiyan menampilkan puisi teatrikal karyanya berjudul "Tuhan Rindu Aku Merindukan-Nya". Ia menjadi peserta terbaik mengalahkan peserta lainnya. 

Dalam penampilannnya, gadis kelahiran 20 November 1993 silam ini tidak tampil sendirian. Ia dibantu lima orang pelajar yang juga aktif di kegiatan literasi Pariaman. 

Mardhiyan saat dihubungi pariamantoday.com, Sabtu (13/7) menyebutkan, even Sumbar Talenta XIV, dimulai pada Maret 2019 hingga 6 Juli 2019. 

Seleksi diawali dengan tahapan audisi. Setelah lolos babak audisi, Mardhiyan terus melaju ke tahapan penyisihan, semi final, final dan menjadi The First Winner pada grand final.

Selain tampil di panggung, ia dan peserta lainnya diberikan tugas melakukan kunjungan ke kantor media cetak, membaca buku dan menceritakan ulang, diskusi literasi, serta kemampuan menulis.

Menurutnya, juri tidak hanya menilai talenta di atas panggung. Peserta juga dinilai kepribadiannya, integritas diri, keaktifan dalam literasi dan kedisiplinan selama kegiatan.

Puteri pertama pasangan Maryunis dan Zaisyam ini juga tercatat sebagai Duta Baca Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) ini, juga aktif mengembangkan literasi di Kota Pariaman. 

Ia tercatat sebagai perintis dan pembina Sanggar Bahasa & Sastra Klub Sahara Pariaman, pembina Sanggar Sastra Siswa Indonesia (SSSI) SMA N 1 Pariaman dan Pembina Komunitas Penggerak Geliat Sastra (Pelita) SMA N 2 Pariaman.

Karya yang ia lahirkan juga tidak sedikit. Tercatat, 4 karya buku tunggal telah terbit dan 15 buku antologi menang sayembara tingkat lokal maupun nasional. (Nanda)