2 Kali Perpanjang Pendaftaran, Pengawas TPS di Desa Rawang Masih Kosong

Ketua Bawaslu Kota Pariaman, Riswan.

Pariaman - Bawaslu Pariaman hari ini mengumumkan hasil seleksi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Kota Pariaman pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2020.

Hasilnya, satu TPS di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah tidak terisi. Padahal Bawaslu telah dua kali memperpanjang pendaftaran peserta.

"Kita telah dua kali memperpanjang pendaftaran, namun hingga batas terakhir pendaftaran, satu TPS tersebut tetap tidak ada pendaftar," kata Ketua Bawaslu Kota Pariaman, Riswan di Pariaman, Rabu (28/10)..

Menurut Riswan, PTPS yang kosong dapat diisi oleh peserta TPS lain yang masih satu desa. Peserta peringkat kedua di TPS lain, bisa ditugaskan sebagai PTPS yang kosong.

"Karena batas minimal pesertanya di tingkat desa terpenuhi. Sehingga pergeseran pengisian kekosongan PTPS hanya antar TPS," lanjut Riswan.

Riswan menduga dua hal yang menyebabkan tidak terpenuhinya kuota pendaftar TPS, yakni batas usia minimal 25 tahun dan rekrutmen PTPS dan KPPS yang serentak.

"Mungkin batas usia minimal tersebut jadi kendala. Kemudian memang rekrtumen yang bersamaan jadi terbagi," tukasnya.

PPTS yang dinyatakan lulus dijadwalkan dilantik pasa 11 November 2020 mendatang. PTPS bertugas mengawasi jalannya pemungutan dan penghitungan suara. (Nanda)

Baznas Pariaman Salurkan Beasiswa Bagi 102 Mahasiswa Program Saga Saja


Pariaman - Sebanyak 102 mahasiswa asal Kota Pariaman terima beasiswa program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja). Beasiswa senilai Rp 736,9 juta atas kerjasama dengan Baznas Kota Pariaman ini, diterima oleh mahasiswa angkatan 2019-2020 program Saga Saja di Balaikota Pariaman, Selasa (27/10).

Baznas Pariaman merupakan lembaga pengumpul zakat seluruh PNS Pemko Pariaman yang dipotong dari gaji PNS tiap bulannya.

Total bantuan beasiswa yang didistribusikan kepada 102 orang mahasiswa penerima, untuk angkatan 2019 adalah Semester II dan Semester III. Dengan rincian, Politeknik Negeri Padang Rp 401 Juta beasiswa 27 mahasiswa, Rp 23,75 juta bagi 3 mahasiswa Politeknik Akademi Teknologi Industri Padang, Rp 59,02 juta bagi 6 mahasiswa Politeknik Pelayaran Sumbar. Total kesluruhan bagi 36 penerima program beasiswa tersebut Rp 483,77 juta.

Untuk mahasiswa angkatan 2020 Semester I berjumlah 66 orang dengan total beasiswa Rp 253,15 juta. Dengan rincian Rp 56,75 juta bagi 8 mahasiswa Pariaman yang kuliah di Politeknik Negeri Padang, Rp 123, 5 juta bagi 49 mahasiswa Pariaman yang kuliah di Politeknik Akademi Teknologi Industri Padang, Rp 72,9 juta bagi 9 mahasiswa Pariaman yang kuliah di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sumbar.

Plt Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengatakan selain program Saga Sajabagi mahasiswa, Pemko Pariaman juga menjamin program wajib belajar gratis 12 tahun, mulai dari SD, SMP, SMA sederajat.

Dengan pendidikan yang memadai, kata Mardison, generasi muda memiliki modal pengetahuan dan keterampilan agar mampu bersaing di era globalisasi saat ini.

“Program Saga Saja adalah solusi untuk mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan,“ kata Mardison.

Program Saga Saja juga dicanangkan untuk mencerdaskan generasi muda Pariaman guna menekan angka pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan.

Madison berharap beasiswa yang diberikan dapat menunjang aktifitas pendidikan mahasiswa Pariaman di seluruh perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Pemko Pariaman melalui program Saga Saja. (Erwin/*)

Ikuti Panen Raya di Sicincin, Mentan Syahrul Yasin Limpo: Padangpariaman Lumbung Pangan Sumatra Barat


Sicincin
- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo didampingi Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno dan Pjs Bupati Padangpariaman, Adib Alfikri, ikuti panen raya di Korong Pasa Laban Nagari Sicincin, kabupaten Padangpariaman, Senin (27/10).

Syahrul Yasin Limpo mengatakan Sumatra Barat, khususnya Padangpariaman memiliki kesiapan ketahanan pangan yang berkesinambungan dari tahun ke tahunnya.

Ia berharap pada gubernur dan bupati, agar ketahanan pangan tidak hanya bisa menyajikan data, tapi juga fakta yang ada di lapangan seperti yang ia saksikan saat ini.

"Saya melihat Sumatra Barat khususnya Padangpariaman punya kesiapan pangan dari tahun ke tahunnya. Pemerintah mampu menyiapkan lumbung pangan bagi masyarakat," ujar Syahrul Yasin Limpo.

Dari 125 hektare lahan sawah yang akan dipanen di Korong Pasa Laban, 25 hektare di antaranya dipanen menggunakan combine harvester yang dinaiki oleh Menteri Pertanian. Combine harvester atau dalam bahasa Indonesia pemanen kombinasi, adalah mesin yang memanen tanaman serealia.

Mesin ini, seperti namanya, merupakan kombinasi dari tiga operasi yang berbeda, yaitu menuai, merontokkan, dan menampi, dijadikan satu rangkaian operasi.

Di samping itu, Menteri Pertanian juga berharap kepada pemerintah daerah agar melakukan persiapan dan membuat mapping curah hujan sesuai zonasi. Irigasi mesti dibenahi dan memaksimalkan asuransi pertanian daerah.

"Di masa pandemi, petani juga harus mematuhi protokol kesehatan. Seperti selalu menggunakan masker  baik saat bekerja di lapangan atau saat beraktifitas lainnya di luar rumah guna melawan penyebaran Covid-19." imbuhnya.

Pada acara tersebut juga diserahkan bantuan alat pertanian dari Dinas Pertanian Sumatra Barat kepada Kelompok Tani Mekanisasi berupa 1 unit hand traktor, 1 unit rice transplenter, 4 unit alat siang gulma dan 1 unit hand spier.

Bantuan dari Pemkab Padangpariaman berupa 2 unit tresser untuk Kelompok Tani Matahari Terbit dan Usaha Sepakat. Masing-masing kelompok tani menermia 1 unit tresser. (Tim)

Momentum Sumpah Pemuda: Pemuda Harus Bijak dan Cerdas Bermedia Sosial

Eka Putra Pernanda, S.Kom, M.Kom

Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Pariaman


Media sosial
telah menjadi candu bagi banyak pengguna internet, terutama di kalangan pemuda. Salah satu buktinya adalah hadirnya social peer pressure di dunia maya, yaitu keinginan untuk mendapat eksistensi diri lebih yang memicu hasrat untuk selalu mengikuti perkembangan tren yang ada saat ini. Di kalangan pemuda pada era modern, demi memenuhi keinginan eksistensi diri, kadang kala mereka tidak segan menggunakan cara-cara negatif yang merugikan diri sendiri serta juga bisa bagi orang lain.

Editing foto secara berlebihan seolah-olah sedang berlibur di tempat wisata terkenal kemudian diupload ke media sosial, hanyalah satu dari sekian banyak contoh eksistensi diri yang membohongi orang banyak.
 

Berbicara tentang media sosial sekarang ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Media sosial bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia, semua golongan usia saat ini menggunakan media sosial sebagai kebutuhannya, terutama di kalangan pemuda.

Pada zaman modern ini, internet sudah bukan lagi menjadi hal yang susah untuk ditemukan. Beberapa waktu lalu, para pengguna gadget hanyalah masyarakat kelas atas. Namun sekarang, para pengguna gadget sudah menyeluruh. Untuk menunjang penggunaan gadget di setiap fasilitas – fasiltas umum juga telah disediakan wifi gratis untuk bisa terhubung ke internet dan berselancar di dunia maya.

Pemanfaatan media sosial di dunia sekarang ini juga bagaikan pisau bermata dua. Media sosial ibarat pisau tajam yang bisa menikam penggunanya, tapi juga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemiliknya sendiri. Begitu pula halnya dengan media sosial seperti facebook, instagram, youtube, whatsapp dan lainnya, itu bisa mendatangkan manfaat yang sungguh sangat besar jika cerdas dan bijak menggunakannya.

Media sosial sangat bermanfaat untuk menjalin silahturahmi kita kepada keluarga, teman dan kerabat –kerabat kita, media sosial juga dapat kita gunakan sebagai wadah untuk bersosialisasi, menghibur diri, menggali informasi yang aktual, menambah pengetahuan dan penggunaan media sosial juga dapat mempermudah kita dalam menjalankan serta meningkatkan kualitas hidup kita, jika kita mampu menggunakannya dengan bijak dan cerdas.

Tetapi sebaliknya jika tidak hati-hati dalam menggunakannya, maka mudharat atau musibah akan menghampiri kita. Setiap kita membaca konten – konten yang kita temukan di media sosial maka kita harus bisa memilih dan memilah mana konten yang baik untuk dikonsumsi diri sendiri dan mana konten yang baik dibagikan kepada orang lain.

Di dalam bermedia sosial sebagai seorang pengguna kita harus memperhatikan bagaimana efek dari penggunaan sosial media tersebut oleh individu yang menggunakannya. Seringkali media sosial digunakan sudah jauh dari manfaat media itu sendiri yang sejatinya sangat berguna untuk hal-hal yang positif seperti menjalin tali silahturahmi.

Hari ini, kita dapat melihat banyak sekali pihak-pihak yang memanfaatkan media sosial untuk sarana melancarkan aksi-aksi propaganda, fitnah bahkan yang bertujuan untuk memecah belah suatu kalangan tertentu.

Media sosial juga seakan menjadi sasaran empuk bagi sebagian orang yang ingin menebar kebencian, dengan menyebar  berita bohong alias hoaks, sebab banyak masyarakat kini bergantung pada media sosial sebagai sumber informasi. Di zaman sekarang ini, sebagai pemuda kita harus cerdas dalam bermedia sosial, itu wajib dilakukan oleh siapa pun yang memang aktif di media sosial.

Dengan melengkapi diri dengan kecerdasan kita bisa memilah dan filter informasi yang benar atau tidak. Dengan kecerdasan, kita bisa memahami mana informasi yang ditujukan untuk kepentingan publik, dan mana untuk kepentingan kelompok.

Dengan kita bersikap cerdas secara tidak langsung kita telah menjadi pemuda yang memberikan contoh pada generasi berikutnya. Sebagai pemuda zaman modern, kita harus paham cara cerdas dan bijak bermedia sosial.

Pertama, kita harus selektif. Selektif di sini artinya jangan mudah menambahkan atau pun menerima pertemanan pada media sosial kita. Sikap selektif ini adalah salah satu cara untuk melindungi diri dari efek negatif berupa  tindakan kejahatan yang saat ini marak terjadi yang justru berawal dari media sosial.

Kedua, pertimbangan dalam menulis status. Menumpahkan emosi dan menuliskannya pada status sosial yang kita miliki memang sangat menyenangkan dan dapat membantu mengurangi kekesalan dalam hati. Tapi, kita harus mempertimbangkan dengan bijak sebelum kita melakukannya. Jangan menulis status yang dapat memancing pihak lain untuk memberikan respon negatif. Ada baiknya kita memposting berbagai hal yang memiliki manfaat bagi para pembaca.

Media sosial bagaikan buku harian bagi para penggunanya. Berbagai hal unik yang terjadi dalam satu hari itu akan selalu diposting di akun media sosialnya. Ketika ada pengguna media sosial yang memposting suatu kejadian dengan foto pada status media sosialnya, maka ada baiknya jika kita tidak berkomentar terlalu pedas atau kurang sopan karena itu akan memicu terjadinya perdebatan dan merusak nilai-nilai silaturrahim, sehingga akhirnya akan menimbulkan pertengkaran atau perselisihan atau pun juga akibatnya pembatalan pertemanan atau pemblokiran akun media sosial kita. Berikanlah tanda like atau memberikan komentar yang memberikan kesejukan bagi semua orang sehingga itu akan berakibat positif bagi kita dan juga bagi orang lain.

Ketiga, hati -hati membaca dan membagikan konten. Setiap konten yang kita temukan di media sosial belum bisa kita pastikan kebenaran isi yang terkandung di dalamnya. Kita harus bisa menelusuri kebenaran isi konten. Jangan telan mentah-mentah atau ikut dengan latah membagikan kembali tanpa mengetahui kepastian kebenaran isinya.

Jika ini dilakukan maka bisa saja kita terjerumus dalam membagikan berita bohong atau hoaks yang tentunya dikategorikan melanggar Undang Undang Informasidan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Keempat, jangan pernah terlibat atau ikut-ikutan segala jenis bentuk kejahatan-kejahatan di dunia internet yang dikenal sebagai cyber crime. Di antara kejahatan itu ada yang disebut carding, hacking, cracking, phising dan spaning. Kegiatan ini tentunya akan berdampak negatif bagi diri sendiri, keluarga dan juga lingkungan kita.

Sebagai kesimpulan dari uraian di atas, maka kita sebagai pemuda yang hadir pada saat ini - pemuda yang berada pada perkembangan teknologi yang pesat - dengan segala macam dinamika media sosial, mari kita menjadi pemuda yang cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Gunakanlah media sosial secara hati-hati dan proporsional untukmenebar kebaikan dan perdamaian. Bukan sebaliknya menjadi pemecah belah dan kehancuran bagi kita semua.

Semoga kita bisa menjadi pemuda yang diharapkan oleh Bung Karno, menjadi pemuda yang membawa perubahan lebih baik untuk bangsa dengan pintar memanfaatkan media sosial. (*)

Adib Alfikri Salurkan Santunan bagi Ratusan Anggota KORPRI Padangpariaman


Paritmalintang - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Padangpariaman, Adib Alfikri serahkan bantuan kepada anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Padangpariaman dan PIN Penghargaan bagi 226 PNS yang memasuki masa pensiun atau purnabakti dari 2019 hingga 2020 di Kantor Bupati Padangpariaman, Paritmalintang, Selasa (27/10).

Pemberian santunan kepada anggota KORPRI Padangpariaman juga terbilang dari 2019 hingga 2020 meliputi santunan kematian bagi 34 orang anggota Rp 2 juta per orang, santunan kematian anggota keluarga KORPRI Rp 1 juta per orang bagi 17 orang, santunan operasi kesehatan Rp 1 juta per orang bagi 46 anggota dan santunan operasi kesehatan Rp 500 ribu per orang bagi 15 anggota keluarga KORPRI.

Selanjutnya santunan rawat inap Rp 1 juta per orang bagi 6 orang anggota KORPRI dan santunan rawat inap kesehatan Rp 500 ribu per orang bagi 17 anggota keluarga KORPRI Padangpariaman.

Adib Alfikri mengatakan KORPRI Padangpariaman akan terus terusa berusaha mewujudkan amanat dari pendirian KORPRI untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, memberikan santunan bagi anggota beserta keluarga  dan memberikan penghargaan bagi para anggota yang layak menerimanya.

Sedangkan pemberian PIN penghargaan bagi pensiunan, kata Adib Alfikri, merupakan tanda terimakasih dan kenang-kenangan dari KORPRI pada ASN selaku abdi negara yang telah menjalankankan tugasnya dengan baik untuk kemajuan kabupaten Padangpariaman.

Selain dari organisasi, KORPRI juga bekerjasama dengan Baznas Padangpariaman dalam program beasiswa tahunan bagi putra putri anggota KORPRI.

Program beasiswa tersebut Rp 350 ribu untuk tingkat SD, Rp 450 ribu beasiswa tingkat SLTP, Rp 650 ribu beasiswa tingkat SLTA dan beasiswa Rp 1 juta untuk perguruan tinggi.

Pada kesempatan itu Adib Alfikri meminta agar para anggota KORPRI menggunakan organisasi sebaik-baiknya demi kebersamaan dan kesejahteraan para anggota.

Salah seorang penerima santunan kematian anggota keluarga, Yessi Maisilfia merasakan keberadaan KORPRI sangat dibutuhkan olehnya.

Ia berharap KORPRI Padangpariaman terus berupaya meningkatkan kesejahteraan anggota dan terus melakukan inovasi.

"Sejauh ini program KORPRI Padangpariaman berjalan dengan baik sebagaimana harapan seluruh anggota organisasi," kata dia. (Tim)

Pjs Bupati Miliki Kewenangan Mutasi, Adib Alfikri Lantik 132 Pejabat


Paritmalintang - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Padangpariaman, Adib Alfikri lantik 132 PNS untuk mengisi berbagai posisi jabatan. 132 orang di antaranya formasi jabatan saat pelamaran CPNS yang telah memenuhi syarat teknis, 9 orang mengisi jabatan lainnya setelah mengikuti uji kompetensi.

Kemudian 4 orang PNS inpassing. Inpassing atau penyesuaian adalah proses pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional guna memenuhi kebutuhan organisasi sesuai dengan peraturan perundangan dalam jangka waktu tertentu.

Adib Alfikri meminta agar PNS tidak pernah berhenti belajar dan mengembangkan diri. PNS diharapkannya selalu berupaya meningkatkan kapasitas diri dan kompetensi guna meningkatkan kinerja dalam upaya melayani masyarakat dan kinerja yang bersangkutan sebagai seorang abdi negara.

"Sehingga jabatan yang diamanahkan dapat dijalankan secara profesional sesuai dengan tuntutan kerja pegawai itu sendiri," ungkap Adib Alfikri di Kantor Bupati Padangpariaman, Paritmalintang, Selasa (27/10).

Selanjutnya Adib meminta agar PNS menjalankan amanah berupa japabatan tersebut dengan penuh tanggungjawab. Baik kepada diri sendiri dan atasan, maupun kepada Allah yang dilandasi niat baik.

"Jadilah pegawai produktif yang mampu menciptakan inovasi baru, membuat gebrakan untuk membangun Padangpariaman," pungkasnya.

Selaku Pjs Bupati Padangpariaman, Adib Alfikri memiliki kewenangan besar meski tidak sebesar Bupati definitif. Pjs memiliki beberapa tugas dan wewenang selayaknya pejabat definitif seperti memimpin pelaksanaan pembangunan urusan pemerintah, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat, mamfasilitasi penyelenggaraan Pilkada di masing-masing daerah.

Lalu, Pjs Bupati juga bisa melakukan pembahasan peraturan daerah dan menandatangi peraturan daerah setelah mendapat persetujuan tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan melakukan pengisian pejabat dan mutasi berdasarkan ketentuan perundang-undangan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Komisi ASN dan Mendagri. (Tim)

Pedagang Kuliner Talao Pauah Dibekali Pelatihan Khusus oleh Pemko Pariaman


Pariaman - Plt Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengajak pedagang kuliner agar selalau menjaga kebersihan dan terus berusaha meningkatkan kualitas dagangannya. Penyedia kuliner mesti berinovasi agar yang ia jual selalu laris dan menyehatkan.

Selain itu, sambung Mardison, penyedia kuliner di destinasi wisata juga harus memastikan kelestarian lingkungan hidup. Pedagang wajib memiliki sanitasi yang baik dan tidak boleh mencemarkan lingkungan sekitar area wisata.

"Menjaga lingkungan juga prioritas karena jika lingkungan dirusak, wisatawan tidak akan berkunjung kembali," kata Mardison Mahyuddin pada puluhan peserta pelatihan peningkatan kualitas pedagang kuliner kawasan wisata Talao Pauah yang digelar di SMK Negeri 2 Pariaman, Senin (26/10).

Mardison mengatakan peningkatan kualitas SDM bagi pedagang kuliner - sebagai salah satu pelaku UMKM - adalah skala prioritas bagi Pemko Pariaman mengingat kompetitifnya persaingan di era globalisasi dan terbukanya persaingan dalam masyarakat ekonomi Asean atau MEA.

"Pengembangan sumber daya manusia masyarakat dan UMKM menjadi salah satu skala prioritas yang secara konsisten terus dilakukan oleh pemerintah dalam mengahadapi persaingan masyarakat ekonomi Asean," sambungnya.

Mardison kembali mengingatkan pedagang agar berjualan dengan harga yang wajar. Jangan mengambil keuntungan instan dengan melambungkan harga jauh diluar kewajaran karena hal tersebut bisa mematikan industri kuliner itu sendiri.

"Jangan ada lagi sampai terdengar pedagang kuliner 'main pakuak'. Main pakuak adalah masa lalu yang harus ditinggalkan. Jika pedagang ingin mendapatkan keuntungan jangka panjang, berjualan dengan jujur dan wajar," tandasnya.

Kepala Dinas Koperindag UMKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit mengatakan pemerintah perlu membekali pedagang keterampilan tertentu untuk meningkatkan kualitas SDM mereka.

"Hal ini selaras dengan visi misi walikota dalam memajukan pariwisata dengan peningkatan kualitas SDM pelaku UMKM, termasuk pedagang kuliner," kata Gusniyetti Zaunit.

Pelatihan yang diberikan berupa teknik mengemas, memasarkan dan cara mengembangkan usaha agar bisa menembus pasar yang lebih luas. (Desi/OLP)

Ikrarkan Sumpah Pemuda, Pramuka Pariaman Bertekad Pariaman Kembali Zona Hijau Covid-19


Pariaman - Peringati Sumpah Pemuda ke-92, Kwartir Cabang (Kwarcab) 16 Gerakan Pramuka Kota Pariaman beserta berbagai organisasi kepemudaan gelar upacara Ikrar Sumpah Pemuda di Tugu Asean Pantai Gandoriah Pariaman, Sabtu (24/10).

Usai acara, dilanjutkan dengan membagikan 1.000 masker gratis kepada pengunjung Tugu Asean dan Pantai Gandoriah lalu di Stasiun Kereta Api dan Pasar Pariaman.

"Kami bersyukur kota Pariaman sudah keluar zona merah Covid-19. Kami berharap tidak lama lagi kota Pariaman kembali ke zona hijau," kata Plt Kakwarcab Pramuka Kota Pariaman, Hendri.

Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman itu mengatakan saat ini Pemko Pariaman terus gencar melakukan sosialisasi Perda AKB guna menekan penyebaran Covid-19.

Di samping penegakkan Perda AKB, kata Hendri, edukasi juga perlu terus disampaikan kepada masyarakat agar disiplin menggunakan masker dan rajin cuci tangan pakai sabun agar menjadi kebiasaan kolektif seluruh masyarakat Pariaman.

"Kita masih melihat kurangnya kesadaran masyarakat menggunakan masker. Dengan sosialisasi dan memberikan masker gratis kita harap bisa mengubah kebiasaan tersebut," imbuhnya.

Sumpah Pemuda diikrarkan oleh pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928. Upacara dan ikrar Sumpah Pemuda diperingati setiap tahunnya di Tanah Air.

Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. (Juned/OLP)

Alhamdulillah, Kota Pariaman Keluar dari Zona Merah Covid-19


Pariaman - Ketua gabungan organisasi wanita (GOW) Kota Pariaman bagikan 1.000 masker gratis kepada pedagang dan pengunjung Pasar Pariaman, Minggu (25/1).

Ia menilai pasar merupakan wilayah paling rentan penyebaran Covid-19 jika tidak berada dalam kondisi waspada. Klaster Pasar akan terjadi jika pengunjung dan pedagang lengah dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Selalu gunakan masker dan rajin cuci tangan supaya terhindar dari paparan Covid-19, khususnya saat beraktifitas di luar ruangan, seperti pasar dan berbagai fasilitas umum lainnya. Juga selalu gunakan saat keluar dari rumah," kata Ketua GOW Kota Pariaman, Indriati Mardison.

Di samping itu, gerakan disiplin menggunakan masker, sebut Indriati juga sebagai upaya kolektif seluruh warga Kota Pariaman agar Pariaman keluar dari zona mengkhawatirkan Covid-19.

Kota Pariaman sebelumnya merupakan satu dari tiga kota di Sumatra Barat yang masuk zona merah. Dengan gerakan disiplin menggunakan masker akhirnya Pariaman sudah keluar dari zona merah dan sekarang berada di zona orange.

"Alhamdulillah kita sudah keluar zona merah. Kita tidak ingin kembali ke zona merah karena semua ativitas akan dibatasi. Kita berharap peran aktif seluruh masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol Covid-19," imbuh istri Plt Walikota Pariaman ini.

Ia juga mencanangkan gerakan 3M: memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan sanitasi tangan dan menjaga jarak. (Junaidi/OLP)

Baru Beberapa Bulan di Pariaman, "Kadis Impor" Raih Penghargaan Bergengsi Nasional


Jakarta - Baru beberapa bulan menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono sudah menerima penghargaan Best Leadership & Profesional. Penghargaan dari lembaga independen Majalah Penghargaan Indonesia itu diberikan di Jakarta, Jumat (23/10).

Dwi Marhen Yono satu-satunya wakil dari provinsi Sumatra Barat yang menerima penghargaan tersebut, khususnya dalam jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Saat didapuk Genius Umar menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, kinerja Dwi Marhen Yono sempat diragukan. 

Dwi Marhen Yono kerap pula disebut "Kadis Impor" karena ia sengaja didatangkan langsung oleh Walikota Pariaman (cuti) Genius Umar ke Pariaman dari Pemkab Banyuwangi. Dwi Marhen Yono adalah salah satu 'arsitek' majunya pariwisata Banyuwangi.

Majalah Penghargaan Indonesia memberikan penghargaan kepada 30 orang yang dilakukan secara tatap muka pada acara bertajuk Malam Anugerah Inspiring Profesional Award Winner 2020.

30 penerima award dibagi dalam beberapa kategori, di antaranya fashion, kesehatan, estetika, hukum, sosial, founder star-up, pariwisata dan penghargaan lainnya.

Dwi Marhen Yono mempersembahkan penghargaan tersebut untuk tim kreatif di dinasnya - yang ia sebut Supertim - dan bagi seluruh masyarakat kota Pariaman.

"Semua ini terwujud berkat kerjasama seluruh tim dan keterlibatan seluruh warga kota Pariaman yang mendukung program pembangunan kota Pariaman khususnya bidang pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkap Dwi Marhen Yono, Minggu (25/10).

Meski di masa pandemi, imbuh Marhen, Supertim-nya mampu berkerja optimal mewujudkan program dan inovasi dengan melibatkan masyarakat yang bergerak di industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Di tengah pandemi Covid-19 kita akan terus bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas sesuai dengan protokol kesehatan," tandasnya.

Penghargaan yang diterima Dwi Marhen Yono setelah tim panitia Majalah Penghargaan Indonesia menilai Dwi Marhen Yono mampu menginspirasi Indonesia yang dilanda wabah Covid-19 tapi tetap berjuang melakukan berbagai inovasi memajukan pariwisata di kota Pariaman.

Penilaian meliputi Dwi Marhen bersama Supertimnya mampu menyajikan berita menarik seputar pariwisata dan ekonomi kreatif Pariaman setiap harinya di berbagai platform media sosial arus utama seperti Facebook, Instagram dan YouTube.

Melakukan inovasi dengan mengadakan lomba video kreatif yang diikuti setiap desa dan kelurahan guna mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di setiap desa dan kelurahan peserta lomba.

Selanjutnya penilaian program bernama Visit Destinasi yang dilaksanakan Dwi Marhen Yono setiap Jumat dengan mengajak serta berbagai dinas lainnya berkunjung ke berbagai desa dan kelurahan sambil olahraga sepeda.

Panitia juga menilai diskusi dan gotong-royong yang dilakukan pada setiap desa dan kelurahan yang dituju oleh Dwi Marhen Yono, telah menunjukkan jiwa kepemimpinan yang menginspirasi. (Juned/OLP)