Penyebab Aksi Demo Nakes Tuntut Direktur RSUD Pariaman Mundur

Puluhan Nakes gelar aksi demo tuntuk direktur RSUD Pariaman mundur dari jabatan. Foto: istimewa

Pariaman - Puluhan tenaga kesehatan (Nakes) rumah sakit umum daerah (RSUD) Pariaman meminta direkturnya mundur dari jabatanan kerena dinilainya gagal memimpin rumah sakit tersebut.

Tuntutan tersebut disuarakan melalui aksi demo terbuka di halaman RSUD Pariaman yang diikuti oleh puluhan tenaga medis mulai dari dokter, perawat dan staf, Senin (1/3).

Koordinaor unjuk rasa dr Pasca Alfajra mengatakan, ada empat poin utama penyebab aksi demo - yang mereka beri tajuk aksi damai tersebut.

Pertama, kata dokter spesialis itu, jasa pelayanan sejak Maret 2020 baru dibayarkan 50 persen, padahal pihak BPJS telah membayarkan klaim hingga November 2020.

Kemudian terkait insentif Covid-19 baru dibayarkan 50 persen dan itu pun hingga Juli 2020. Sementara insentif tindak siaga dokter spesialis belum dibayarkan sejak Maret 2020.

Padahal, kata dia, ada beberapa tenaga kesehatan di RSUD Pariaman yang saat bertugas terpapar Covid-19 hingga dirawat di RSUP M Djamil Padang.

"Kasihan kita sama tenaga kesehatan yang sempat positif, untung sekarang sudah sembuh," ungkapnya.

Sedangkan poin terakhir penyebab aksi demo tersebut adalah peserta BPJS harus membayar pembelian obat saat berobat di RSUD Pariaman yang sudah berlangsung hingga berbulan-bulan.

Masih menurutnya, sebelum menggelar aksi demo, peserta aksi sudah melakukan mediasi dengan direktur RSUD Pariaman namun belum membuahkan hasil.

Ia mengancam jika mediasi masih belum menemui titik temu, pihaknya akan melakukan mediasi kepada pihak yang lebih tinggi.

"Kita juga dapat informasi sudah ada tenaga kontrak yang dipecat namun haknya belum diterima. Kami menilai direktur gagal total memimpin RSUD Pariaman sehingga terjadi perpecahan internal di rumah sakit itu.



"Karena tidak mampu memimpin RSUD Pariaman maka kami minta direktur mundur," tegasnya.

Meski pihaknya menyampaikan unjuk rasa, namun ia memastikan pelayanan terhadap pasien tetap berjalan karena yang melakukan aksi sekarang merupakan yang bertugas malam tadi.

RSUD Pariaman berlokasi di kota Pariaman namun milik pemerintah Provinsi Sumatra Barat. Meski begitu, aksi unjuk rasa tenaga kesehatan di RSUD itu, ditanggapi oleh PLT Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah.

Menurut Nazifah, ia memahami unjuk rasa yang dilakukan sejumlah nakes karena ia cukup mengetahui dengan kondisi yang terjadi di rumah sakit tersebut.

"Benar. Ini sudah lama. Kondisi sebenarnya karena faktor regulasi yang berubah-rubah karena refocusing anggaran yang tiap sebentar digeser. Hal ini menyebabkan terlambatnya pencairan anggaran dari RSUD Pariaman kepada tenaga kesehatan," ungkapnya.

Namun kata Nazifah, usai aksi demo di RSUD Pariaman tadi dilakukan mediasi dan hampir ada titik temu. Menurutnya, kurangnya informasi menyebabkan terjadinya aksi demo tersebut. Padahal, kata Nazifah, hampir seluruh daerah mengalami hal yang sama terkait perubahan regulasi yang menyebabkan keterlambatan pencairan dana.

"Bahkan ada pihak swasta yang mensuplai logistik di RSUD Pariaman belum dibayarkan sejak Desember 2020. Ini juga akibat regulasi yang berubah-ubah karena penangulangan Covid-19," jelasnya.

Nazifah berharap persoalan di RSUD Pariaman tersebut tidak sampai mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Karena walau bagaimanapun, kata dia, masih banyak warga kota Pariaman berobat di RSUD Pariaman.

"Karena RSUD Pariaman merupakan rumah sakit rujukan pasien dari kota Pariaman dan kabupaten Padangpariaman. Kita bersyukur karena peserta aksi demo berjanji tidak akan mengurangi pelayanan medis mereka kepada masyarakat," tandasnya. (OLP)

Walikota Pekanbaru: Datang ke Pariaman Jika Ingin Melihat Sunset Terindah di Indonesia

Peluncuran kalender iven pariwisata Pariaman kembali diluncurkan di kota Pekanbaru karena mayoritas wisatawan domestik yang berkunjung ke Pariaman berasal dari provinsi Riau. Foto: istimewa

Pariaman - Pemko Pariaman dan Pemko Pekanbaru, Riau teken kerjasama antar kedua daerah terkait pariwisata dan perdagangan. Kerjasama di atas kertas tersebut diteken langsung oleh Walikota Pariaman Genius Umar dan Walikota Pekanbaru, Firdaus usai peluncurun 45 iven kalender wisata Pariaman di pusat perbelanjaan SKA Pekanbaru, Sabtu (27/2).

Pemko Pariaman sendiri pada awal 2020 lalu juga meluncurkan kalender wisata 2020 di Pekanbaru. Namun karena pandemi Covid-19 - yang hingga saat ini belum reda - banyak dari iven tersebut yang tidak jadi diselenggarakan.

Berbgaai atraksi kesenian tradisional Pariaman ditampilkan di hadapan pengunjung pusat perbelanjaan SKA Pekanbaru yang ramai. Foto: istimewa


"Kerjasama Pariaman - Pekanbaru representasi memadukan konsep dua daerah, Sumbar dan Riau. Perjanjian lebih dipertegas dan spesifik dibandingkan kerjasama tahun lalu," kata Genius Umar.

Dalam kerjasama antar dua kota tersebut, sambung Genius, kedua pemerintahan daerah juga akan saling mendukung percepatan ekonomi pasca Covid-19 dengan saling dukung memajukan dua daerah di bidang pariwisata dan perdagangan.

Pemilihan Pekanbaru sebagai brothercity sejauh ini berjalan cukup lancar dikarenakan jarak antara Pariaman dan Pekanbaru hanya 270 km yang ditempuh lewat jalur darat. Dari sektor perdagangan, Pekanbaru diuntungkan dengan banyaknya komoditi pertanian sebagai pasokan logistik warga Pekanbaru berasal dari Pariaman. Sedangkan Pariaman diuntungkan dengan kunjungan wisata yang memang mayoritas datang dari provinsi Riau khususnya Pekanbaru.

Kerjasama antar dua daerah dituangkan dalam nota kesepakatan walikota dan antar kepala dinas yang mengurus bidang spesifik. Foto: istimewa


Di samping itu, secara kultural, hubungan Pariaman dan Pekanbaru yang akan bekerjasama dalam berbagai hal, juga ditopang dengan keberadaan perantau Pariaman yang populasinya terbilang mayoritas di daerah itu. Bahkan perantau Pariaman di Pekanbaru sudah ada yang lebih dari empat generasi.

Sasaran kerjasama dua daerah tersebut yang menjadi harapan walikota Pariaman adalah bagaimana para investor di kota kaya itu mau berinvestasi di Pariaman, khususnya di bidang pariwisata. Seperti membangun hotel berbintang yang sudah menjadi cita-cita Pariaman sejak jauh hari.

Selain itu, bagaimana agar produk UKM dan IKM Pariaman juga bisa dipasarkan di sana. Terkait produk IKM, sejauh ini memang sudah banyak yang dijual di Pekanbaru, namun masih belum dalam skala besar dan belum teroganisir.

Dalam peluncuran kalender iven Pariwisata di pusat perbelanjaan itu, Pemko Pariaman juga menampilkan kesenian Pariaman di hadapan pengunjung pusat perbelanjaan, dan memajang produk IKM; mulai dari kerajinan tangan hingga penganan asli Pariaman.

Selaku walikota, Genius Umar memang fokus menggenjot sektor pariwisata untuk mengejar peningkatan ekonomi dari kunjungan wisatawan. Sejak Genius menjabat wakil walikota mendampingi Mukhlis Rahman pada 2013 dan terpilih jadi walikota pada 2018, sudah banyak destinasi wisata baru berdiri di Pariaman. Sejak adanya Genius Umar di kepemimpinan eksekutif daerah, sektor pariwisata Pariaman sudah bisa disejajarkan dengan kota wisata lainnya di Sumatra Barat yang jauh lebih lama menggarap sektor tersebut.

"Karena sektor pariwisata memiliki daya ungkit bagi sektor lainnya. Ia punya efek gelinding dan membangkitkan sektor yang berorientasi ekonomi lainnya," kata Genius Umar pada 2016 lalu kepada wartawan yang ia buktikan hasilnya saat ini.

Walikota Pekanbaru, Firdaus mengakui Sumatra Barat memiliki nilai tambah dengan dikaruniai alam yang indah dan potensial dijadikan destinasi wisata. Pariaman sendiri juga sama. Banyak objek wisata favorit warga Pekanbaru di Sumbar ada di Pariaman.

Potensi tersebut, kata Firdaus layak dijadikan alasan kerjasama antar daerah, baik melalui kepala daerah maupun kerjasama yang lebih spesifik antar kepala dinas.

"Jika mau berwisata dan melihat sunset terindah di Indonesia, datang ke Pariaman," katanya.

Di hadapan pengunjung pusat perbelanjaan tersebut, Pemko Pariaman mendeskripsikan 45 iven pariwisata yang akan digelar sepanjang 2021. Mulai tema wisata budaya, olahraga, kuliner dan wisata bertema milenial. (Tim/OLP)

Pemko Pariaman Terima Tenda dan Kasur Pengungsian dari BNPB

Anggota BPBD Kota Pariaman melipat tenda pengungsi yang telah lama terpakai di Balaikota Pariaman. Foto: Desi

Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman, menerima bantuan tenda pengungsian dan perlengkapan kebencanaan lainnya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk digunakan sebagai sarana penanggulangan bencana di Kota Pariaman.

Bantuan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman itu salah satunya berupa dua buah tenda pengungsian.

"Ini kami minta saat BNPB memiliki program pembagian logistik bencana," kata Kalaksa BPBD Kota Pariaman, Azman di Pariaman, Sabtu (27/2).

Permintaan tenda tersebut, Azman beralasan karena tiga unit tenda yang dimiliki Pemko Pariaman sebelumnya sudah rusak dan tidak layak pakai karena terlalu lama terpasang sebagai tenda Posko Satgas Covid-19 di Balaikota Pariaman sejak Maret 2020 lalu.

“Tenda terpasang hampir satu tahun hingga saat ini. Kondisi mulai tidak layak," imbuhnya.

Sebelumnya, sambung Azman, pihaknya mengajukan permintaan tiga unit tenda kepada BNPB Pusat. Namun karena ada suatu hal, Pemko Pariaman hanya dikasih dua unit saja.

"Kami minta tiga, tapi karena sesuatu hal makanya kami hanya mendapatkan bantuan dua buah tenda saja,” kata dia.

Selain tenda, BPBD Kota Pariaman juga akan menerima sekitar 20 unit tempat tidur potable untuk pengungsian. Selain itu, tempat tidur tersebut juga bisa digunakan sebagai tempat istirahat anggota BPBD saat jeda tugas.

"Kemudian lima liter hand sanitizer dan disinfektan, namun masih dalam pengiriman," tandasnya. (Desi/Aat/OLP)

Usai Raih 4 Emas dan Atlet Terbaik di Jambi, Taekwondo Pariaman Gelar Laga Tanding

Foto: istimewa

Pariaman - Atlet Taekwondo Kota Pariaman memulai latih tanding dengan pusat pendidikan dan latihan pelajar (PPLP) Padang dan SKU Sumatra Barat selama dua hari di GOR Rajo Bujang Karanaur, Pariaman, Sabtu (27/2).

"Taekwondo, sepak takraw dan sepatu roda merupakan cabang olahraga yang cukup aktif selama pandemi Covid-19. Taekwondo bahkan telah mengikuti berbagai kejuaran di luar provinsi," kata Ketua KONI Kota Pariaman, Edison TRD.

Menurutnya di tengah keterbatasan anggaran dan masa pandemi Covid-19, tidak menyurutkan semangat atlet Taekwondo dan pelatihnya untuk terus meningkatkan prestasi dengan menggelar latihan rutin dan mengikuti berbagai kejuaraan.

"Untuk tahun 2021 ini, KONI Kota Pariaman tidak punya anggaran sama sekali, tapi Cabor Taekwondo tetap bisa mengadakan laga uji coba," sambungnya.

Di samping itu, imbuhnya, berbagai Cabor lainnya juga sudah mulai aktif kembali setelah lama vakum karena pandemi. Sejumlah Cabor, kata Edison TRD, bahkan ada atletnya sendiri yang mengeluarkan biaya untuk membayar pelatihnya.

"Semangat memajukan olahraga mereka luar biasa seperti yang dicontohkan Cabor Taekwondo. Di tengah keterbatasan dana mereka tetap semangat mengasah kemampuan diri untuk menggapai prestasi," katanya.

KONI Kota Pariaman sendiri, jelas Edison TRD memang tidak mendapatkan anggaran dari APBD untuk tahun 2021, namun untuk tahun selanjutnya akan menerima dana hibah seperti biasanya.

"Kita tidak mau melihat ke belakang apa penyebabnya. Kita mesti menatap ke depan," tandasnya.

Pelatih ketua Taekwondo Kota Pariaman, Rono Kardinal mengatakan latih tanding selama dua hari tersebut terselenggara berkat partisipasi orangtua atlet dan dukungan KONI Kota Pariaman.

"Latih tanding bertujuan mengasah mental sekaligus menjaring atlet berbakat," kata Roni.

Selama ini, kata Roni Taekwondo Pariaman tetap menggelar latihan rutin. Guna melahirkan atlet berprestasi, kata Roni memang tidak mudah. Diperlukan latihan keras, keseriusan, usaha dan program yang tepat.

"Dengan latihan yang terprogram guna mengahsilkan atlet handal guna mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi dan nasional," ujar mantan atlet Taewondo nasional itu.

Selama 2021, kata Roni, pihaknya sudah mengikuti kejuaraan di Provinsi Jambi awal Februari lalu dengan raihan 4 emas, 1 perak dan 1 pemain terbaik putra.

"Dari lima atlet yang kita kirim semuanya meraih medali," tandasnya. (Dewi/OLP)

Genius Umar Gantikan Mukhlis Rahman Jabat Ketua LKAAM

Foto: Phaik/Desi

Pariaman - Genius Umar bergelar Rangkayo Rajo Gandam terpilih jadi ketua lembaga kerapatan adat alam minangkabau (LKAAM) periode 2021-2026.

Genius Umar menggantikan posisi Mukhlis Rahman yang menjabat ketua LKAAM periode sebelumnya. Sedangkan Arrahmi, kembali terpilih ke periode selanjutnya jadi Bundo Kanduang.

"Mari bersama-sama saling bahu membahu untuk selalu meneggakkan falsafah minang - adat basansi syarak, syarak basandi kitabullah - di kota Pariaman. Jabatan ini merupakan amanah dari masyarakat adat salingka Pariaman," ujar Genius Umar di Pariaman, Jumat (26/2).

Pada kesempatan itu, Genius Umar juga mengapresiasi kepengurusan LKAAM saat dipimpin mantan walikota Pariaman Mukhlis Rahman. Menurut Genius, ia tahu betul bagaimana Mukhlis dengan sepenuh hati menjalankan amanah sebagai ketua LKAAM karena saat itu dirinya menjabat sebagai wakil walikota mendampingi Mukhlis Rahman.

"Lima tahun sebelumnya saya mendampingi kepemimpinan bapak Mukhlis Rahman. Beliau menunjukkan bagaimana peran LKAAM dan KAN di Kota Pariaman telah memberikan kontribusi besar untuk pembangunan," ujar walikota Pariaman itu.

Di masa kepemimpinannya mendatang, Genius ingin lebih mengaktifkan seluruh perangkat adat yang ada di Pariaman, termasuk memperjelas tugas pokok dan fungsi para Dubalang yang ada di setiap desa.

Oleh sebab itu, ia minta dukungan daripada seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, parik paga (pemuda) dan bundo kanduang guna membangkitkan kembali nuansa adat berlandaskan agama di Pariaman. (Tim)

27 Pegawai Formasi PPPK Pariaman Terima SK: Apa Pembeda PNS dan PPPK?

27 orang ASN formasi PPPK terima SK dari Walikota Pariaman Genius Umar di Pantai Kata, Rabu. Foto: Dewi

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar serahkan SK Pegawai PPPK formasi 2019 di lingkungan Pemko Pariaman bagi 27 tenaga honorer yang lulus seleksi PPPK di lingkungan Pemko Pariaman di Pantai Kata Pariaman, Kamis (25/2).

Aparatul Sipil Negara (ASN) dari formasi PPPK secara formatif hak yang diterimanya sama dengan PNS. Namun yang menjadi pemeda dengan PNS adalah PPPK tidak mendapatkan pensiun dan masa kontrak kerja diperpanjang sekali lima tahun.

Apa itu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja alias PPPK?

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas jabatan pemerintahan.

PPPK diangkat dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. PPPK diberikan gaji yang besarannya didasarkan golongan dan masa kerja golongan.

Besaran gaji PPPK merupakan besaran gaji sebelum dikenakan pemotongan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pajak penghasilan.

PPPK dapat diberikan kenaikan gaji berkala atau kenaikan gaji istimewa yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendayagunaan aparatur negara.

PPPK juga diberikan tunjangan sesuai dengan tunjangan Pegawai Negeri Sipil pada Instansi Pemerintah tempat PPPK bekerja yang terdiri atas tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan struktural, tunjangan jabatan fungsional atau tunjangan lainnya.

Tunjangan PPPK ini diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang tunjangan sebagaimana berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil.

Gaji dan tunjangan bagi PPPK yang bekerja di Instansi Pusat dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sedangkan Gaji dan Tunjangan bagi PPPK yang bekerja di Instansi Daerah dibebankan pada APBD.

Menurut Walikota Pariaman Genius Umar pengangkatan PPPK bukan sekadar mengisi formasi yang tersedia saja, tapi juga untuk meningkatkan kinerja pemerintahannya dalam melayani masyarakat Pariaman.

"Bagi PPPK dituntut menguasai tugas pokok dan fungsinya masing-masing," kata Genius Umar.

Dari 27 PPPK yang menerima SK tersebut, 13 orang di antaranya merupakan PPPK tenaga didik atau guru dan 14 orang PPPK penyuluh pertanian yang ditempatkan di dinas pertanian.

Genius mengajak PPPK tenaga penyuluh pertanian ikut menyukseskan program pemerintah dalam pemanfaatan lahan tidur menjadi bermanfaat di seluruh kota Pariaman. Di samping itu, Pemko Pariman juga memiliki program petani milenial.

"Begitu juga dengan guru. Meski masa pandemi, kita tetap mengajar anak didik dengan baik. Didik anak agar berilmu disertai akhlak yang baik sebagai bekal bagi mereka nanti," ujarnya. (Dewi/OLP)

Resmikan Los Balai Nareh, PJ Gubernur Puji Genius Kepala Daerah Pembawa Perubahan

Foto: Dewi Lestari

Pariaman - Penjabat Gubernur Sumatra Barat, Hamdani mengatakan walikota Pariaman Genius Umar patut menjadi contoh bagi daerah lain karena mampu melakukan perubahan di daerahnya di saat kondisi keuangan daerah yang berkurang.

"Ketergantungan kita pada dana pusat sangat tinggi. Dengan kondisi APBD saat ini tidak mungkin kita melakukan perubahan," kata Hamdani saat menggunting pita tanda diresmikannya Galeri dan Los Balai Nareh di Pariaman Utara, Rabu (24/2).

Pemimpin daerah saat ini, kata dia harus mampu meraih dana APBN untuk membangun daerahnya seperti yang dilakukan Genius Umar untuk kota Pariaman. Dengan sokongan APBN daerah akan lebih cepat berkembang.

"Yang kita resmikan saat ini pembangunannya bersumber dari APBN Kementerian PUPR. Kemudian juga pembangunan Pasar Pariaman dan Los Lambuang Kuraitaji," sebutnya.

Hamdani mengaku baru kali ini mengunjungi Pariaman sejak ditunjuk menjadi Penjabat Gubernur Sumbar dan ia langsung melihat bagaimana penataan pedagang dilakukan Pemko Pariaman dengan membangun galeri dan los di Balai Nareh demi kenyamanan pengunjung dan bagi pedagang itu sendiri.

Hamdani mengakui kota Pariaman saat ini terlihat menonjol karena inovasi dan perubahan yang dilakukan kepala daerahnya. Pemprov Sumbar, kata dia akan mendukung penuh berbagai inovasi yang dilakukan di kota Pariaman.

"Kota Pariaman melakukan perubahan dari segala sektor meskipun masih pada masa pandemi Covid-19," puji dia.

Walikota Pariaman Genius Umar menuturkan Galeri dan Los Balai Nareh kebanggan masyarakat Nareh tersebut dibangun dengan anggaran yang ada di Kementerian PUPR program KOTAKU atau kota tanpa kumuh, dan telah dihibahkan kepada Pemko Pariaman.

"Sehingga galeri dan los Balai Nareh saat ini resmi menjadi milik pemerintahan Desa Balai Nareh," kata Genius.

Hingga saat ini, jelas Genius, sudah ada empat pasar di kota Pariaman yang dibangun menggunakan APBN. Di antaranya Pasar Kuraitaji, Los Lambuang Kuraitaji, Pasar Pariaman dan Galeri dan Los Balai Nareh. (Dewi/OLP)

Pemko Pariaman Raih Penghargaan dari PLN Sumbar

Walikota Genius Umar terima penghargaan dari PLN Sumbar di ruang kerjanya. Foto: Junaidi

Pariaman - Pemko Pariaman terima penghargaan dari PLN Wilayah Sumbar atas ketaatannya membayar tagihan PLN tepat waktu.

"Pemko Pariaman selalu tepat waktu melunaskan tagihan listrik," kata manager PLN area Padang, Jeffry Husni di ruang kerja Walikota Pariaman, Rabu (24/2).

Di samping tagihan listrik, kata Jeffry, Pemko Pariaman dinilai PLN juga telah banyak membantu PLN Unit Pariaman dalam mengembangkan aplikasi PLN Mobile dan publikasi PLN yang disebarluaskan kepada masyarakat melalui berbagai media massa yang bekerjasama dengan Pemko Pariaman.

"Hal ini telah diketahui oleh GM PLN Wilayah Sumbar pak Bambang Dwiyanto sehingga penghargaan ini beliau sendiri yang menandatangani," ungkapnya.

Terkait aplikasi PLN Mobile yang bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kota Pariaman, PLN merasakan manfaatnya. Dalam aplikasi tersebut, kata Jeffry, pelanggan PLN bisa menggali informasi tentang pelayanan PLN, melaporkan gangguan, pengecekan tagihan listrik hingga membeli token.

"Termasuk pemberitaan dan promo PLN di Media Center Kominfo Kota Pariaman. Sehingga desiminasi informasi dijangkau oleh masyarakat luas," kata dia.

Sedangkan Walikota Pariaman Genius Umar menyebut hubungan Pemko Pariaman dan PLN terbilang harmonis sejak lama. Penghargaan tersebut akan menjadi motivasi pihaknya untuk membina hubungan yang lebih baik lagi.

"PLN juga ikut membantu program Pemko Pariaman dengan menyalurkan dana CSR nya. Di antaranya membangun kawasan waterfront city di bantaran Air Pampan yang lokasinya persis di belakang kantor PLN Pariaman," kata Genius.

Ke depan, sambung Genius, pihaknya akan terus mengembangkan aplikasi yang memudahkan pelayanan PLN bagi pelanggannya.

“Kita buat terobosan agar pembayaran tagihan listrik dengan non tunai," tandasnya. (Junaidi/OLP)

Trik Edison TRD Menjalankan KONI Pariaman Tanpa Dukungan APBD di 2021 Ini

Ketua KONI Kota Pariaman, Edison TRD, SH, MH. Foto: OLP

Pariaman - Tantangan terbesar bagi pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pariaman periode 2021-2025 adalah tidak tersedianya dana hibah pada 2021 ini, alias, KONI sama sekali tidak memiliki kas yang disuplai dari APBD Kota Pariaman selama tahun 2021.

"Tahun 2021 ini memang tidak ada (anggaran) dan kita tidak mau melihat ke belakang (penyebabnya). Namun mulai 2022 dianggarkan kembali," ujar Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD di Pariaman, Selasa (23/2).

Meski tidak adanya dukungan anggaran APBD, kata Edison TRD, ia akan tetap menjalankan visi misi tahun pertamanya memimpin KONI dengan cara dan trik yang ia miliki - agar pembinaan olahraga prestasi di Pariaman tetap berkembang.

Pertama, kata dia, KONI Kota Pariaman akan bekerjasama dengan seluruh BUMD yang ada di Pariaman seperti BRI, BNI, Bank Nagari, Telkom, PLN, PT POS dan lainnya, agar menyalurkan CSR nya untuk penyelenggaran berbagai kegiatan olahraga oleh berbagai cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Kota Pariaman.

"Dan alhamdulillah setelah kita hubungi berbagai BUMD mereka menyatakan kesiapannya asal kegiatan yang diselenggarakan jelas dan terukur," ungkap Edison TRD.

Selanjutnya, kata mantan calon walikota Pariaman itu, pihaknya juga akan meminta bantuan kepada anggota DPRD Kota Pariaman agar menyalurkan dana pokok pikirannya (pokir) untuk penyelenggaraan berbagai iven olahraga.

"Karena itu kita harus sinkronkan kegiatan kita dengan visi misi Pemko Pariaman," sambungnya.

Selaku mantan anggota DPRD Kota Pariaman, kata dia, menggaet pokir DPRD untuk kegiatan olahraga, sekaligus akan membantu tugas anggota dewan agar selalu dekat dengan masyarakat melalui kegiatan olahraga.

"Hal ini akan kita sampaikan kepada kawan-kawan di DPRD. Insya Allah akan disambut baik karena tujuan kita sama, menjadikan masyarakat sebagai subjek pembangunan, melalui olahraga," kata politisi sekaligus ipar dari tokoh nasional asal Pariaman, Archandra Tahar.

Di tahun pertama memimpin KONI, ia akan memulainya dengan berbagai program strategis, yakni pembinaan cabor, menyusun kegiatan, menyusun administrasi dan kepengurusan yang diisi oleh orang-orang yang menurutnya harus memiliki komitmen tinggi memajukan KONI Kota Pariaman.

"Sesuai dengan aturan keolahragaan yang dituntut profesional, baik secara aturan maupun penganggaran. Hal ini mesti kita manajemen dengan baik oleh sebab itu kita butuh tim kerja yang profesional dalam kepengurusan," ungkapnya.

KONI Kota Pariaman sendiri, terangnya, memiliki program menengah dan jangka panjang yang selaras dengan visi walikota dan wakil walikota Pariaman. Untuk itu, ke depannya KONI Kota Pariaman akan menggelar iven olahraga yang tidak terputus tiap tahunnya.

"Ke depan kita akan selenggarakan berbagai iven olahraga tiap bulan bertemakan wisata yang tidak terputus selama satu tahun kalender. Ini upaya kita mendukung walikota memajukan pariwisata melalui sport tourism," tuturnya.

Kemudian, imbuh dia, pada 2022 juga akan diselenggarakan Porprov Sumbar yang akan dihelat secara bersama-sama oleh beberapa daerah. Mengahadapi iven tersebut, sedari kini pihaknya mulai melakukan persiapan dan pembinaan kepada atlet dan pelatih dari berbagai cabor.

"Jika pandemi Covid-19 berakhir, Porprov Sumbar akan diselenggarakan tahun 2022. Kita mesti mempersiapkan diri mulai saat ini. Atlet dan pelatih dari berbagai cabor harus mempersiapkan diri dengan latihan dan mengikuti berbagai iven pemanasan agar tidak ada lagi atlet Pariaman lari ke daerah lain," pungkasnya.

Sebelumnya, Edison TRD terpilih menjadi Ketua KONI Kota Pariaman periode 2021-2025 melalui voting dalam musyawarah olahraga kota (Musrokot) yang diselenggarakan di aula Balaikota Pariaman, Sabtu lalu (20/2).

Edison TRD memperoleh 20 suara mengungguli pesaing terdekatnya Remon dengan raihan 12 suara dan Kardinal Feri yang hanya meraih 6 suara.

Usai terpilih, Edison TRD berjanji akan membenahi olahraga prestasi di Pariaman yang sempat vakum karena pandemi Covid-19. (OLP)

Bagi Resep Kembangkan Pariwisata ke Pemkab Muaro Jambi, Mardison: Kuncinya Sunguh-sungguh

Mardison Mahyuddin dan Wakil Bupati Bambang Bayu Suseno foto bersama dengan Ketua PKDP Jambi, Arman Syafaat. Foto: Erwin

Pariaman - Selama dua puluh tahun terakhir, pesta budaya Hoyak Tabuik Piaman selalu rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Pesta budaya Tabuik merupakan iven wisata yang paling banyak dikunjungi di Sumatra Barat.

"Namun pada 2020 tidak diselenggarakan karena pandemi Covid-19. Dan mustahil dihelat karena saat hoyak Tabuik menyebabkan kerumunan hingga ratusan ribu orang," ungkap Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin di hadapan Wakil Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Susesno dan Ketua PKDP Wilayah Jambi berserta perantau Pariaman, di Muaro Jambi, Minggu (22/2).

Mardison mengakui saat ini pariwisata Pariaman sedang berkembang, bahkan mayoritas desa yang ada di Pariaman juga membuka destinasi wisata desa yang dikelola oleh BUMDesnya masing-masing. Masing-masing desa juga memiliki keunikan destinasi tersendiri yang membuat wisatawan lebih betah berada di Pariaman karena penasaran.

"Namun kita juga merasakan dampak pandemi Covid-19 pada sektor pariwisata pada 2020 lalu. Kini meski pandemi belum berakhir, pariwisata Pariaman mulai bangkit kembali," sambungnya.

Mardison mengapresiasi langkah Pemkab Muaro Jambi yang mulai menggenjot sektor pariwisatanya. Menurut Mardison, dengan keindahan alam yang dimiliki Muaro Jambi, hal tersebut akan terwujud jika dikelola dengan sunguh-sunguh.

Wakil Bupati Bambang Bayu Suseno menyebut pihaknya saat ini serius menggarap sektor pariwisata dengan memanfaatkan keindahan alam dan peninggalan sejarahnya.

Beberapa situs sejarah seperti Candi Muaro Jambi, Candi Gedong dan Candi Koto Mahligai paling banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Sementara objek wisata natural seperti Lubuk Penyengat, Sunge Simpur, Sungai Napal dan Pematang Muaro Jambi, dari hari ke hari juga kian dikenal dan ramai pengunjung.

"Wisata sejarah menjadi wisata favorit di Muaro Jambi. Kita juga mengembangkan wisata kuliner dan agro wisata seperti bagi penggemar durian di Pondok Duren," ungkapnya.

Kunjungan kerja Mardison ke Muaro Jambi dalam rangka kerjasama antar daerah di samping melakukan silaturahmi dengan paguyuban perantau Pariaman di daerah itu.

Kabupaten Muaro Jambi adalah daerah pemekaran dari kabupaten Batang Hari. Daerah tersebut juga dikenal sebagai penghasil buah duku terbaik kualitas ekspor. (Erwin/OLP)