Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.

Latest Post

Pasar Pariaman Terima Plakat Tertib Ukur dari Kemendag RI

Written By oyong liza on Sunday, 26 February 2017 | 08:19





Bali - Walikota Pariaman Mukhlis Rahman terima penghargaan nasional Pasar Tertib Ukur (PTU) untuk Pasar Pariaman yang diserahkan oleh Menteri Perdagangan RI melalui Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Syahrul Mamma, di Badung, Provinsi Bali, Jum'at (24/2/2017).

Pemberian berupa piagam dan plakat dari kementerian tersebut, menilai hasil evaluasi para pedagang di Pasar Pariaman setelah melakukan Ukur, Takar, Timbangan dan Perlengkapannya (UTTP) dengan baik.

Mukhlis Rahman diwawancarai usai acara terima penghargaan, mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung keberadaan Pasar Pariaman sebagai pusat perbelanjaan tradisional wilayah kota dan sebagian kabupaten.

Dengan diraihnya penghargaan itu harap dia, bisa meningkatkan transaksi jual beli dan meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan transaksi di Pasar Pariaman.

"Dengan adanya pengakuan dari pemerintah pusat ini, masyarakat Pariaman dan sekitarnya dapat berbelanja dengan tenang dan nyaman. Masyarakat kini tidak perlu khawatir kalau timbangannya tidak pas atau kurang, sebab sudah lolos tahap pengujian," ucap Mukhlis.
 

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita pada kesempatan itu menyerahkan piagam penghargaan kepada kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai Daerah Tertib Ukur (DTU), serta meresmikan penetapan pasar rakyat yang tersebar di wilayah kerja BSML Regional I, II, III dan IV sebagai PTU tahun 2016 di seluruh Indonesia.

Enggartiasto menjelaskan pembentukan DTU dan PTU terwujud berkat koordinasi, sinkronisasi, harmonisasi, dan kerja sama antara Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Kemendag bersama pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Kemendag terus mendorong pemerintah daerah meningkatkan pelayanan kemetrologian sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi rakyatnya sebagai konsumen,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, menjelaskan, di tahun 2015 Kota Pariaman telah mengusulkan Pasar Pariaman untuk mengikuti pembentukan PTU yang dicanangkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Kemudian, kata dia, tahun 2016 Pasar Pariaman dilakukan proses pembentukan PTU yang dinilai oleh Kementerian Perdagangan RI tersebut.

Pihaknya lalu melakukan pendataan valid tentang jumlah, jenis dan pemilik alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya. Pelayanan tera/tera ulang bekerjasama dengan UPTD Metrologi Legal Provinsi Sumatera Barat.

"Setelah dilakukan peresmian Pasar Tertib Ukur, kami akan melakukan pemasangan plakat PTU nantinya di Pasar Pariaman sebagai bukti pengakuan pemerintah pusat bahwa Pasar Pariaman salah satu pasar yang tertib ukur di Indonesia," kata Gusniyeti Zaunit.

TIM

Ratusan Pelajar Pariaman Ikuti Bela Negara





Ratusan pelajar tingkat SLTA di Kota Pariaman ikuti Outbond Pendidikan Bela Negara di Pantai Cermin Pariaman, Sabtu (25/2/2017). Pelaksanaan Outbond Bela Negara kerjasama Pemko Pariaman dengan KODIM 0308/Pariaman.

Menurut Sekdako Pariaman Indra Sakti dalam pidato sambutannya, Bela Negara merupakan tuntutan kesadaran yang harus dimiliki setiap warga negara Indonesia dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.

"Dengan kesadaran untuk selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan," ujarnya.

Ia menyatakan, perwujudan nasionalisme kebangsaan saat ini sudah tidak lagi dimaknai sebagai tindakan 'pegang senjata untuk perang', namun memaknai dengan mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan para pejuang kemerdekaan.

"Tugas kita sebagai penerus bangsa mengisi kemerdekaan dengan menumbuh-kembangkan semangat nasionalisme yang dimulai dari dalam diri kita masing-masing, keluarga dan handai taulan," sambungnya.

Pihaknya mengajak peserta pelatihan untuk menguatkan komitmen dalam mengikuti pendidikan bela negara. Hal itu diperlukan guna memperkokoh ketahanan bangsa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Wawasan kebangsaan sangat diperlukan generasi-generasi sekarang dan yang akan datang, khususnya pelajar," pungkasnya.

Turut hadir pada kesempatan itu Kasdim 0308/Pariaman Mayor. Inf. Marjoni, Kadisdikpora  Pariaman Kanderi, Kesbangpol, camat dan seluruh kepala sekolah SLTA se Kota Pariaman.

Phaik/OLP

PWI dan KODIM Gotong-royong Bangun Rumah Asnimar





Wartawan Piaman dari berbagai media yang tergabung dalam wadah organisasi PWI Pariaman, bersama KODIM 0308/Pariaman, kerja bakti bangunkan rumah semi permanen untuk keluarga Asnimar-- janda beranak tujuh di Korong Duku Banyak, Nagari Balah Aie, Padangpariaman, Sabtu (25/2/2017).



Rumah Asnimar dibangun di atas tanah pusako milik neneknya. Rumah tipe 36 tersebut akan dilengkapi sarana MCK dan kandang ayam untuk penunjang ekonomi keluarga Asnimar.

Ketua PWI Pariaman Ikhlas Bakri menyatakan, upaya membangun rumah bagi keluarga Asnimar berawal dari keperihatinan wartawan melihat kondisi keluarga tersebut yang selama empat bulan lamanya tidur dalam sebuah tenda sempit 1x2 meter.


Sejak itu, kata dia, PWI Pariaman mulai menghimpun dana. Sumbangan dari warga mereka kumpulkan, baik berupa uang dan material, untuk dipergunakan nanti dalam membangun rumah bagi keluarga Asnimar.

Pelaksanaan gotong-royong bangun rumah Asnimar yang sehari-hari memulung untuk menghidupi tujuh anaknya itu, ucap Ikhlas, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional tingkat Padangpariaman. Hingga kini sebut Ikhlas, PWI Pariaman masih menghimpun dana-- dan bagi masyarakat yang ingin berderma, bisa melalui rekening resmi PWI Pariaman, atau langsung ke kantor PWI Pariaman di Jl SB Alamsyah, Kp Belacan, Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

"Rumah Asnimar akan dibangun dengan dua kamar tidur di atas tanah seluas 36 meter persegi. Mengingat kesibukan rekan-rekan wartawan, gotong-royong hanya kita laksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu hingga rumah Asnimar selesai. Disamping melakukan kerja bakti, kita juga pekerjakan dua orang tukang yang bekerja tiap hari membangun rumah Asnimar," ujar Ikhlas.

Sementara itu Dandim 0308/Pariaman Letkol. Arh. Endro Nurbantoro mengapresiasi kepedulian wartawan Piaman dalam aksi nyata membangun rumah sasaran keluarga Asnimar.

Dalam aksi sosial pembangunan rumah Asnimar sendiri, kata Endro, pihaknya akan membangunkan MCK permanen dilengkapi dengan sumur bor.

"Sumur bor sebenarnya tidak termasuk dalam program MCK, namun kita upayakan sebagai bentuk over prestasi KODIM agar MCK bisa langsung digunakan. MCK di luar dari program Jambanisasi, kerjasama TNI dengan BUMN Pegadaian Pusat," ungkap Endro.

Awal pembangunan rumah Asnimar mengikuti prosedur kearifan lokal Nagari Balah Aie dengan sembelih ayam dan sajian nasi kunyit-- disaksikan oleh camat dan walinagari setempat.

OLP

Ali Mukhni Terbitkan SK Kepemilikan Tanah Kawasan Pendidikan Tinggi Kayutanam

Written By oyong liza on Thursday, 23 February 2017 | 23:04

 





Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepemilikan tanah untuk pendirian Institut Seni Indonesia (ISI) dan Politeknik Negeri Padang yang akan didirikan di Korong Tarok, Nagari Kapalohilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam.

SK tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman, Jonpriadi, kepada pihak perguruan tinggi itu saat Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Muhammad Nasir, memberikan kuliah umum di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Rabu (22/2/2017).

Mendengar dukungan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam penyediaan lahan pendirian perguruan tinggi, perkantoran, dan rumah sakit vertikal itu dari sabutan Rektor ISI Padangpanjang, Novesar Jamarun, membuat Aula Kuliah Umum tersebut sontak terdengar ramai tepuk tanggan. Agaknya keterbukaan khalayak Padangpariaman terhadap dunia pendidikan, membuat peserta kuliah umum itu kagum.

Menristek RI Muhammad Nasir mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi upaya keras masyarakat serta Pemkab Padangpariaman dalam menyediakan lahan pendirian perguruan tinggi. Terlebih sertifikat lahan tersebut telah diperuntukkan kepada masing-masing perguruan tinggi.

“Dukungan kami untuk pembangunan perguruan tinggi ini tentunya sangat tergantung kepada master plan masing-masing perguruan tinggi itu nantinya. Kalau perguruan tingginya sudah punya master plan, tentu sangat baik untuk kejelasan kelanjutan pembangunannya,” ujar Nasir.

Sedangkan Sekkab Padangpariaman, Jonpriadi, mengatakan, di dalam RT/RW pihaknya, tanah milik negara di Korong Tarok, Nagari Kapalohilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, memang sudah dipesiapkan pihaknya untuk pendirian perguruan tinggi sejak jauh hari.

“Lahan untuk ISI Padangpanjang dan Politeknik Negeri Padang, kami sediakan masing-masingnya 40 hektar. Ini bagian dari komitmen Pemkab Padangpariaman dalam rangka memajukan dunia pendidikan,” ujar Jonpriadi didampingi Kabag Humas/Protokoler Pemkab Padangpariaman, Handre.

Ia menambahkan, lahan yang disediakan pihaknya itu terbilang sangat stategis untuk kawasan pendidikan tinggi-- karena hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari Jalan Lintas Padang-Bukittinggi. Selain itu, sambung dia, kawasan tersebut berlingkungan sejuk serta memiliki banyak objek wisata keluarga di sekitarnya.

“Jadi untuk akses menuju kampus itu, Bapak Bupati tidak tanggung-tanggung membukanya jalannya yakni dengan luas sekitar 75 meter. Lahan ratusan hektar yang tersedia di situ nantinya tidak hanya untuk perguruan tinggi, tapi juga rumah sakit vertikal,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Padangpariaman, Yuniswan mengatakan, pembukaan jalan dan pembersihan lahan kawasan pembangunan perguruan tinggi sudah mulai dikerjakan.

“Dalam waktu dekat, pembukaan jalan dan pembersihan lahan pasti rampung pengerjaannya. Sebab kami mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” kata dia.
 

Membenarkan, Aries Budiman, 61, tokoh masyakat setempat memastikan bahwa seluruh masyarakat akan mendukung pembangunan pendidikan tinggi itu. Sebab baginya keberadaan perguruan tinggi besar sudah menjadi impian masyakat di Padangpariaman. Untuk itu, dia sangat berharap perguruan tinggi itu cepat terwujud.

“Seluruh masyakat di lingkungan kami ataupun di rantau, sangat mendukung pembangunan ini. Saya saja medapat kabar ini langsung datang dari Jakarta mewakili teman-teman rantau. Alhamdulillah ternyata saudara di ranah juga antusias dalam mendukungnya,” ujar Aries dibenarkan tokoh masyakat lainnya.

TIM

Jelang Bagi Cabai Gratis, PKK Kota Pariaman Gelar Pelatihan Kader




Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Pariaman menggelar Rapat Orientasi Administrasi PKK tahun 2017. Acara dibuka oleh Wakil Ketua PKK Pariaman
Lucy Genius, di Balaikota Pariaman, Jl Imambonjol No. 44 Pariaman Tengah, Kamis (23/2/2017).

Lucy menyatakan, orientasi administrasi yang digelar itu bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan sekaligus pengetahuan seluruh pengurus PKK secara menyeluruh hingga ke tingkat desa dan kelurahan yang ada di Kota Pariaman.

"Melalui 10 program pokok PKK dan juga untuk membangun persamaan persepsi dalam mengemban tugas secara profesional dan terkoordinir," ujar Lucy.

Kepada seluruh peserta yang berjumlah 100 orang tersebut Lucy berpesan agar mengikuti pelatihan dengan baik. Arahan yang diberikan oleh narasumber harapnya dapat diserap maksimal oleh masing peserta.

"Agar seluruh jajaran PKK kecamatan serta bagi pengurus PKK desa/kelurahan semakin cerdas melakukan gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga," sambungnya.

Lucy menambahkan, pada bulan Maret depan pemerintah pusat secara berjenjang akan membagikan bibit cabe kepada desa binaan PKK untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.

"Kita yakin setiap kelompok dasawisma binaan PKK yang ada mampu mensosialisasikan penanaman cabai ini ke setiap rumah. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan cabai keluarga sekaligus menekan harga cabai di pasaran," pungkasnya.

Sekretaris PKK Provinsi Sumbar, Fatmawati, mengimbau pada kelompok Dasawisma PKK untuk melakukan penyuluhan 10 program pokok PKK secara tepat dan cermat.

"Sesuai fungsi Dasawisma yakni melakukan pencatatan dan memberi penyuluhan kepada masyarakat," kata dia.

Phaik/OLP

Tingkatkan Kualitas SDM, 50 Pelaku Jasa Pariwisata Mendapat Pelatihan

Written By oyong liza on Wednesday, 22 February 2017 | 20:35




Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariamaman memiliki komitmen dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kepariwisataan di Kota Pariaman. Para pengelola dan pelaku wisata mendapat pelatihan berkelanjutan dalam rangka menuju Pariaman sebagai destinasi wisata halal di Sumatera Barat.

Pelatihan diikuti oleh 50 orang dari kalangan pengusaha rumah makan dan pemilik hotel/penginapan bertempat di Hotel Safari In di Pantai Kata Pariaman, Rabu (22/2/2017).

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam arahannya menyampaikan, masyarakat sebagai pelaku usaha jasa pariwisata harus menyadari bahwa Pariaman tidak memiliki tambang yang besar dan lahan pertanian yang luas sebagai kekayaan daerah. Pariaman hanya dianugerahi alam yang indah-- jika dikembangkan dengan baik akan dikunjungi oleh banyak orang sebagai destinasi wisata.

Pihaknya selaku penyelenggara pemerintahan melalui berbagai iven berusaha terus mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan berkunjung ke Pariaman. Usaha tersebut mesti melibatkan masyarakat sebagai pelaku wisata di daerahnya.

"Pelaku jasa pariwisata mesti melayani tamu dengan baik. Bersikap ramah dan murah senyum. Bagi pedagang, tata serapi mungkin dan jaga kebersihan dagangan sehigienis mungkin," ujar Mukhlis.

Pariwisata Pariaman saat ini, sambung Mukhlis mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Transportasi umum kereta api dari Padang menuju Pariaman, empat kali sehari, selalu penuh, apalagi di hari Sabtu Minggu dan hari libur nasional. Sejumlah destinasi wisata di Pariaman selalu ramai, apalagi lokasi favorit seperti Pantai Gandoriah, Pantai Kata dan Pulau Angsoduo.

Lebih lanjut, ia mengharapkan kepada pelaku jasa pariwisata, untuk tidak memahalkan nilai standar harga dan tetap menjaga mutu dagangan/jasa yang mereka tawarkan bagi setiap wisatawan.

“Karena setiap orang yang datang akan kembali lagi berkunjung apabila mereka merasakan sebuah kenyamanan, ketenangan,” singkat Mukhlis.

Kepala Bidang Destinasi Disparbud Kota Pariaman, Saldin, mengungkap sosialisasi dan pelatihan tersebut diadakan selama dua hari dari tanggal 22 hingga 23 Februari 2017.

"Acara ini menghadirkan narasumber dari Disparbud Provinsi Sumbar, asosiasi pariwisata seperti APB, PHRI, ASITA dan Disparbud Kota Pariaman," ujarnya.

TIM

Demi Penyebarluasan Informasi, Pemko Utus 25 TKIP Pelatihan Jurnalistik




Dalam rangka penyebarluasan informasi di masing satuan kerja di Pemerintahan Kota Pariaman, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menggelar pelatihan jurnalistik bagi setiap utusan SOPD yang kemudian tergabung dalam Tim Kontributor Informasi Publik (TKIP).

Pelatihan jurnalistik bagi 25 orang TKIP tersebut dilaksanakan selama dua hari di Balaikota Pariaman dan di Gedung Baitullah Pariaman. Hari pertama di ruang rapat Walikota, Rabu (22/2), dengan narasumber Ketua Komisi Informasi Sumbar Syamsu Rizal dan Direktur Harian Padang Ekspres Sukri Umar. Dua orang tersebut merupakan wartawan senior tak diragukan lagi pengalaman kejurnalistikannya.

Untuk hari kedua di Gedung Baitullah, Kamis (23/2), dengan narasumber Ikhlas Bakri Ketua PWI Pariaman dan Oyong Liza Piliang-- admin portal online pariamantoday.com.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menyampaikan, pelatihan dasar-dasar jurnalistik sangat dibutuhkan oleh pihaknya sebagai penyelenggara pemerintahan untuk penyebarluasan informasi dalam setiap kegiatan yang dilakukan satuan kerja.

"Sebab tidak semua kegiatan bisa diliput wartawan karena wartawan memiliki keterbatasan waktu dalam menyajikan berita kepada publik. Dengan adanya pelatihan TKIP ini diharapkan nantinya mereka mampu membuat berita mentah yang nantinya melalui Dinas Kominfo akan dikirim ke sejumlah media sebagai rilis," ujar Genius.

Ia berharap kepada peserta TKIP agar mencerna dengan baik pelajaran yang didapat dari empat orang narasumber tersebut. TKIP nantinya akan jadi ujung tombak informasi kegiatan di seluruh SOPD yang ada di Kota Pariaman untuk dipublikasikan secara luas kepada publik.

Sementara itu Ketua PWI Pariaman Ikhlas Bakri mengatakan, pengetahuan dasar-dasar jurnalistik bagi SOPD penting dalam era keterbukaan informasi publik. Informasi berupa rilis dari TKIP itu nantinya, kata Ikhlas, jika ada yang kurang datanya, wartawan media bersangkutan dapat melakukan penambahan data dengan menghubungi narasumber terkait sebelum dipublikasikan di media masing-masing.

"Tugas wartawan akan terbantu dengan adanya TKIP disamping juga menguntungkan pemerintah dalam kuantitas penyebarluasan berita," sebut Ikhlas.

OLP

Masyarakat Pariaman Punya Keluhan, Lapor Segera ke Si UPIAK




Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Pariaman launching Aplikasi Unit Pelayanan Informasi Adovakasi dan Keluhan disingkat Si UPIAK di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (22/2/2017).

Launching aplikasi berbasis kotak pesan (SMS Box) ke nomor 082390595656 tersebut dilakukan oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar didampingi Kadis Kominfo Yalvi Endri, disaksikan Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat Syamsul Rizal dan Direktur Harian Padang Ekspres Sukri Umar.

Si Upiak merupakan modifikasi Si UPIK yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Jogjakarta. Diceritakan Genius Umar, akhir tahun 2016 lalu pihaknya bersama rombongan wartawan Pariaman melakukan kunjungan kerja ke Kota Jogjakarta.

"Persoalan kita hampir sama dengan mereka yakni bagaimana melayani masyarakat dengan cepat. Sebelumnya kita melakukannya dengan manual di mana masyarakat mengirim SMS ke nomor walikota dan wakil walikota, lalu SOPD terkait kita panggil," ujar Genius.

Respon tersebut dirasa Genius cukup melelahkan bersebab mesti memanggil dinas terkait setiap ada aduan yang diterima pihaknya.

"Setiap ada SMS masuk ke kami, kepala dinas kita panggil. Waktu mereka habis tersita setiap ada pemanggilan. Si Upiak merupakan jawaban dari quick respon yang hari ini kita launching," ia lugaskan.

Ia menambahkan, sebagai kepala daerah pihaknya harus memiliki etika politik dan etika birokrasi. Etika politik, sebagai pejabat politik ia harus memiliki komitmen dan tanggungjawab kepada masyarakat, sedangkan etika birokrasi memiliki komitmen dan tanggungjawab kepada kerja birokrasi yang ia jalankan.

"SOPD sebagai birokrat harus memiliki etika birokrasi. Si Upiak kita jalankan dengan komitmen tinggi, sebab tanpa komitmen, sebagus apapun program tidak akan berjalan dengan baik," imbuhnya.

Dengan Si Upiak, sambung Genius, pemerintah lebih membuka diri-- ibarat ikan dalam aquarium yang bisa dilihat dari sisi mana pun. Jika air dalam aquarium itu jernih, senang pula setiap mata melihatnya.

Kepala Dinas Kominfo Yalvi Endri menuturkan, Si Upiak merupakan server (penampung) segala keluhan masyarakat terkait pembangunan, pariwisata, jalan buruk dan lain sebagainya yang langsung saat itu juga akan bisa dilihat oleh SOPD terkait dan walikota/wakil walikota.

Setiap pesan dari masyarakat masuk ke Si Upiak yang dikelola oleh beberapa orang administor, akan dijawab oleh SKPD melalui tindakan. Tindakan bisa merupakan jawaban dari yang dikeluhkan-- atau tindakan fisik jika keluhan tersebut memerlukan penanganan fisik.

"SOPD harus melakukan respon cepat saat ada pesan keluhan dari masyarakat, jika tidak akan menumpuk," kata dia.

Jalinan interaktif antara pemerintah dan masyarakat melalui Si Upiak tersebut, sebut Yalvi Endri, sekaligus memudahkan bagi walikota/wakil walikota melakukan pengawasan kinerja bagi setiap SOPD.

Hadirnya Si Upiak di Pariaman mendapat apresiasi positif dari Komisi Informasi Sumbar. Kota Pariaman menurutnya merupakan pioner di Sumatera Barat sebagai kota yang memiliki terobosan besar akan transparansi dalam penyelenggarakan pemerintahan daerah berbasis teknologi informasi.

Ia mengingatkan, kehadiran Si Upiak juga bisa menjadi blunder bagi pemerintah jika Si Upiak tidak dilaksanakan dengan baik.

"Sesuai dengan Undang Undang KIP (Keterbukaan Informasi Publik) pemerintah tidak bisa lagi menutup informasi kepada publik. Si Upiak merupakan terobosan besar yang mesti dijalankan dengan komitmen tinggi," ujar Ketua KI Sumbar Syamsul Rizal.

OLP

Buka Pelayanan Satu Pintu, Februari Seluruh Perizinan Dibawah Kendali DPMPTP Padangpariaman

Written By oyong liza on Tuesday, 21 February 2017 | 19:42

Kadis DPMPTP Hendra Aswara diskusi dengan staf Dinas Kesehatan dalam penbuatan SOP terkait perizinan dibidang Kesehatan di Ruang Kerjanya, Pariaman, Selasa (21/2).



Menindaklanjuti kick off meeting dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai perizinan satu pintu, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman akan membuat Peraturan Bupati (Perbup) bahwa seluruh perizinan dikelola oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP).

"Kita targetkan Perbup pelimpahanan wewenang dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Mengenai Perizinan akhir Februari sudah ditekan Bapak Bupati," kata Kadis DPMPTP Hendra Aswara saat penyusunan SOP bersama SKPD di Ruang Kerjanya, di Pariaman, Selasa (21/2).

Ia menyatakan, sesuai Perbup Nomor 21 Tahun 2006 terdapat 90 Perizinan yang pelaksanaannya tersebar diseluruh SKPD, akan disatukan dalam Perbup agar di bawah satu kendali DPMPTP.

"Kita coba inventarisir ada potensi sekitar 110 perizinan yang menjadi kewenangan kabupaten," sambung Alumni STPDN angkatan XI itu.

Setelah Perbup diterbitkan, tambah Hendra, selanjutnya akan dibentuk tim teknis lintas SKPD yang bertugas untuk memberikan rekomendasi sebelum izin dikeluarkan. Dalam SOP akan diatur sedetil mungkin berapa lama waktu dibutuhkan untuk mengeluarkan masing-masing izin. Mulai dari surat permohonan izin, cek administrasi, cek lapangan, rekomendasi tim teknis hingga izin diterbitkan.

"Jadi kita komitmen memberikan kepastian waktu bagi masyarakat atau investor yang mengurus perizinan. Dengan syarat yang jelas dan tanpa pungli," tegas Hendra.

Terpisah, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni meminta DPMPTP untuk membenahi ruang pelayanan yang lebih representatif untuk kenyamanan masyarakat. Ia merekomendasikan agar DPMPTP untuk mencontoh ruang pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

"Tidak perlu jauh-jauh studi banding, pergi saja ke Disdukcapil. Tiru dan modifikasi saja," kata peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

TIM

Cagar Budaya Padangpariaman Banyak 'Terhapus' Akibat Gempa 2009


Surau Atok Ijuak di Nagari Sicincin setelah Renovasi oleh BPCB Sumatera Barat



Sinergitas pemerintah daerah dengan masyarakat sangat diperlukan dalam melestarikan cagar budaya di Padangpariaman. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padangpariaman, Rahmang, tentang terhapusnya salah satu cagar budaya Mesjid Lubuak Karambia di Kampung Dalam yang disampaikan oleh pengurus Sanggar Galitiak Minang, di Paritmalintang, Selasa (21/2).


Meriam yang diklaim peniggalan Belanda abad 18


Ia menambahkan, mesjid tersebut bukan satu-satunya cagar budaya yang hilang. Mesjid Taqwa Kampung Dalam dan Surau Ambacang di Lubuak Aluang juga bernasib sama. Dua mesjid tersebut menurutnya hancur oleh dampak gempa 2009.

Salah satu Lubang Jepang di Ambacang, Sintoga


"Beberapa cagar budaya penting di Padangpariaman hancur saat gempa 2009," ujarnya.

Sedangkan beberapa situs bersejarah yang masih bertahan pasca gempa hingga saat ini, menurut Rahmang, sudah didata pihaknya dan terdaftar sebagai cagar budaya. Ia menyebutkan, beberapa situs gagal dicagar-budayakan karena pihak pemilik menolaknya, seperti Makam Gobah Tanah Dingin di Kecamatan Batang Anai.

"Yang terbaru ada penemuan peninggalan artefak non artefaktual (puing bangunan) di Korong Rumah Putiah Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat merekomendasikan harus segera ‘diamankan’ untuk mencegah kerusakan lebih lanjut," sambungnya.

Ia meneruskan, menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Sruktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya dan Kawasan Cagar Budaya di darat atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan melalui proses penetapan.

"Peran, tugas dan tanggungjawab pemerintah daerah sangat besar terhadap pelestarian benda cagar budaya. Mulai dari proses pendataan (inventarisasi),  pendaftaran (registrasi),  membuat peringkat cagar budaya, membentuk tim ahli cagar budaya, menetapkan status cagar budaya hingga menyebarluaskan informasi tentang cagar budaya dengan tetap memperhatikan keamanan dan kerahasiaan data," imbuhnya menuturkan.

Ia berharap, peran, tugas dan tanggungjawab tersebut akan bisa terlaksana dengan maksimal apabila dibantu oleh masyarakat. Peran masyarat, jelas dia, sangat besar dalam hal pelestarian cagar budaya, mulai dari ikut serta dalam hal pencarian cagar budaya, melaporkan dan mendaftarkan cagar budaya yang dimiliki atau diketahuinya, ikut serta memelihara dan menjaga agar cagar budaya tersebut tidak rusak dan musnah, tidak menjadi milik orang asing atau dikirim ke luar Negeri.

"Masyarakat juga harus mengetahui tentang nilai dan arti penting cagar budaya, beserta sanksi pidana yang dikenakan apabila terjadi penyalahgunaan," imbuhnya lagi.

Cagar budaya sangat penting oleh nilai yang terkandung di dalamnya. Cagar budaya dapat memberikan gambaran kemajuan peradaban masa lampau untuk memupuk rasa cinta tanah air.

Cagar budaya juga bermanfaat untuk pengkajian berbagai disiplin ilmu seperti sejarah, sosial, arsitektur, teknologi, maupun kehidupan beragama.

Disamping itu, fungsi ekonomi cagar budaya juga tidak bisa diabaikan, yakni dengan pengembangan bangunan maupun kawasan cagar budaya sebagai kawasan wisata sejarah, yang dapat meningkatkan kehidupan masyarakat banyak-- seperti yang terjadi di kawasan makam Syekh Burhanuddinn Ulakan.


Nila/OLP

Topik Terhangat

postingan terdahulu