Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Alumni tanggapi "Pembegalan" Musda ke-7 KNPI Kota Pariaman

18 Mei 2024 | 18.5.24 WIB Last Updated 2024-05-18T09:04:58Z


Pariaman - Mantan Ketua KNPI Kota Pariaman keberatan pencatutan Musda 7 KNPI oleh KNPI versi DPP Haris di Kota Pariaman.



Ketua KNPI Kota Pariaman periode kedua, Alfadila Hasan, mengatakan setiap masa ada orangnya setiap orang ada masanya. Berserikat dan berkumpul dijamin oleh konstitusi.



"Silahkan berdinamika dan membuat KNPI tandingan, tapi pintu masuknya jangan melalui Musda KNPI ke-7. Padahal keberadaannya baru hari ini. Jangan klaim Musda 7 yang sifatnya berkelanjutan," ungkap Alfadila Hasan di Pariaman, Sabtu (18/5).



Selaku ketua KNPI Kota Pariaman periode 2007-2012, mantan anggota KPU Kota Pariaman ini sangat keberatan dan menyayangkan dengan adanya pencatutan itu karena faktanya pengurus hasil Musda KNPI ke-6 masih ada, meskipun memang ketuanya sudah mengundurkan diri karena terpilih jadi anggota KPU Kota Pariaman.



Alfadilah berharap ini menjadi pembelajaran bagi pengurus KNPI saat ini untuk berbenah dan solidkan organisasi.


Sedang bagi versi Haris, menurutnya silahkan mau beraktivitas, atau sharing informasi dengan pengurus KNPI sekarang, sehingga hal-hal yang tidak produktif tidak perlu muncul.


Di saat yang sama, Ketua KNPI Kota Pariaman ke-3 periode 2012-2015, Riky Falantino juga menyayangkan terjadinya adanya pencatutan nama Musda KNPI ke-7 ini. Ia bahkan hampir tidak mempercayainya.


Riky bahkan berharap benahi saja KNPI  saat ini untuk melanjutkan kepemimpinan pemuda ke depan. Berdinamika lah di KNPI yang sudah ada, apakah dengan Musdalub atau Musda dipercepat. 


"Karena satu saja KNPI belum bisa berbuat banyak untuk pembangunan kepemudaan di kota Pariaman, apalagi ada dua versi," ucap Riky.


Hal itu juga diungkapkan alumni KNPI Kota Pariaman periode 2012-2015, Kardinal Feri. 


Ketua PSSI Kota Pariaman itu, berharap dinamika tersebut tidak perlu terjadi.


"Jika ingin membesarkan KNPI Kota Pariaman, hendaknya bersatu saja untuk memajukan kepemudaan dalam satu wadah," tegasnya.


Sebelumnya, Sekretaris KNPI Kota Pariaman hasil Musda ke-6 periode 2022-2025, Yogi Resya Pratama mengatakan, kepengurusan KNPI Kota Pariaman tidak ada persolan dan utuh.


Kemudian menurutnya KNPI akan mengisi kekosongan dengan menggelar rapat pleno - seiring Ketua KNPI Kota Pariaman, Dharma Syoergana Putra mengundurkan diri karena terpilih jadi anggota KPU Kota Pariaman periode saat ini.


"Kami lagi menyiapkan pelaksanaan pleno untuk pemilihan ketua sesuai mekanisme organisasi," kata dia.


Tiba tiba, kata Yogi, rombongan KNPI versi Haris Pertama di pusat dan versi provinsi Sumatera Barat, Angga Azkardha menunjuk karateker untuk KNPI Kota Pariaman atas nama Galant Mahkota sebagai Ketua Karateker KNPI Kota Pariaman.


"Ini kan lucu masak orang luar masuk ke rumah kita dan mengusir kita, sementara sertipikatnya kita yang punya kita yang bangun rumahnya. Ini kan aneh sekali. Jangan main begal-begalanlah," kata Yogi.


Selain itu, masih menurut Yogi, KNPI versi Haris juga memberikan surat ke Pemko Pariaman untuk pemberitahuan peminjaman tempat dan pelaksanaan Musda ke-7 dan pelantikan. Sedangkan kepengurusan hasil Musda 6 masih berjalan dan akan berakhir Oktober 2025.


"Harusnya Musda ke-7 tahun 2025 tentunya kami yang melaksanakan, bukan mereka," terangnya.


Hal senada juga disampaikan Ketua KNPI ke 4 periode 2015-2018 Riza Saputra. Menurut Riza, ia menyayangkan adanya pencatutan Musda ke-7 KNPI Kota Pariaman.


Kata Riza, dia mendengar akan ada pelaksanaan Musda KNPI di Kota Pariaman yang akan dilaksanakan KNPI versi Haris Pertama di Kota Pariaman yang direncanakan hari ini, Sabtu 18 Mei 2024. 


"Selaku mantan ketua KNPI saya tidak terima atas pencatutan ini. Tapi saya tidak bisa melarang, silahkan saja tapi jangan bawa nama Musda ke-7," tegas Riza.


Saat ini dualisme pengurus KNPI terjadi tidak hanya di tingkat pusat, tapi sudah sampai ke tingkat kabupaten dan kota. Meski begitu menurutnya, dualisme itu jangan saling mengklaim satu sama lain. (OLP)


×
Berita Terbaru Update