Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Debat Anak Saya Pada Bundanya "Demokrasi ala Keluarga Kami"

20 Juli 2012 | 20.7.12 WIB Last Updated 2012-07-20T04:42:15Z



Petang dibukittinggi saya membawa keluarga kekebun binatang,berangkat dari pariaman sekitar jam 10 pagi, dan juga kami mengagendakan membawa anak-anak mandi diwater boom padang panjang.sebelum melanjutkan perjalanan kebukittinggi ketika habis mengisi bbm dipertamina kuraitaji saya balik lagi kerumah, ini dikarenakan saya dan istri sama-sama lupa mematikan sekring lampu dirumah. ini biasanya pantangan dalam hidup saya yg berbalik2 setelah berangkat landas.


                                             suasana sejuk di malibo anai yg indah permai
ternyata sesampai dirumah sekring ternyata sudah dalam posisi off. saya yg pelupa memang butuh istri saya dalam mengingatkan. ikhwal sekring ini istri saya lupa pula memperhatikan, karena saking sibuknya ia mengurus ini-itu dan perlengkapan buat mandi serta baju ganti dan handuk, ditambah pula tipikal anak sulung saya yg tak sabaran dan pinginnya tergesa-gesa.mungkin dibenak gadis kecil ini menginginkan ayahnya punya ilmu hilang yg dalam sesaat bisa mengantarkan kemana ia mau tanpa disibukkan perihal ini itu yg merepotkannya bak sistem birokrasi dinegara ini.


                                                                istri saya dan sikecil


perjalanan dari pariaman ke bukittinggi sekitar 2jam. arus lalu lintas yg sebelumnya saya perkirakan macet ternyata tidak begitu faktanya.ini mungkin karena polantas dimana tiap titik2 rawan kemacetan sudah siaga sedari dini untuk mencegah perihal ini.




sesampai dibukittinggi saya suruh seorang teman membeli karcis 2 buat istri dan anak-anak saya (jika saya yg beli dijamin tak satupun yg mau menerima duit saya). anak saya yg berumur 17bulan tak dipungut biaya sebagaimana tertera diloker penjualan tiket. untuk menjaga 2 anak saya yg lasak saya telpon srikandi PP BUKITTINGGI menemani istri saya didalam kebun binatang, sementara saya beralih ketempat dimana kawan-kawan dan senior saya sudah menunggu dikedai kopi cina pasar atas dakemong (cino minang) . 
                                                            balita latihan renang
disini ada bang lucky ketua mpc pp bukittinggi dan cs. dan saya juga bertemu dilain saat ketika bang lucky sudah meninggalkan palanta dengan boss marten (mantan ketua mpc pp bukittinggi), juga dengan bang am busuang yg lagi dikantornya sedang sibuk menerima pedagang yg mendaftar ikhwal lapak pabukoan resmi kota bukittinggi. dan sahabat-sahabat lainnya dari yg bertatto dilengan sampai dikening.


tak bisa saya berlama-lama disini sebab istri saya menelpon sekira pukul 3 sore, anak saya menganjurkan padanya jika terlalu lama dikebun binatang ini nanti telat ke waterboom padang panjang. ini saya ketahui ketika yona anak saya menggugat bundanya dimobil akan kecerobohan induknya dalam mengatur waktu, sebab istri saya minta makan dulu dirumah makan favoritnya sebelum sampai dipadang panjang. jalan kepulang ini memang sedikit macet dibanding ketika berangkat pagi.


insting anak saya tajam adanya ,ia memperkirakan jika kita makan maka hari tentulah menjelang turun. benar adanya kami bertolak dari rumah makan tersebut hari telah menunjukkan pukul 4.15 menit. sudah bisa dibayangkan batal kewaterboom padang panjang mengingat cuaca sangat dingin bagi kami orang pariaman yg sudah terbiasa paneh garang. tak sudi anak saya , dia protes keras dimobil, istri saya didebatnya habis-habisan.


saya sengaja mendiamkannya ketika ia berdebat dengan ibunya untuk menciptakan alam demokratis dan transparansi dalam negara kecil kami.terbesit dibenak saya untuk menjalankan plan B . anak saya hanya butuh mandi dikolam yg kecil dan dangkal, dan dia juga suka pemandangan. teringat saya ketika dalam perjalanan hendak kebukittinggi tadi. dikawasan malibo anai yg permai juga ada beberapa spot pemandian yg dikelola masyarakat. tempat wisata alami yg juga terdapat kolam-kolam yg berair jernih dan sejuknya. dan airnya bersumber dari hulu yg sama dengan waterboom . mulailah saya angkat bicara menawarkan keanak saya yg kehilangan mood.berbinar matanya seketika itu juga dan berteriak gembira sembari berkata bagus yah ! yona belum pernah mandi disana kata gadis berusia 8 tahun ini kegirangan.


saya kasih waktu yona mandi satu jam saja, saya, istri dan simungil tak serta bercebur mandi. kami lebih memilih mengawasi sembari mengodak momen-momen yg dirasa perlu untuk kami dokumentasikan dalam arsip keluarga kecil kami yg sedang mengekas ingin jadi keluarga sukses,berguna bagi orang banyak,dan berbagi kebahagian kami menuju keluarga sakinah dan mawardah ini..


catatan oyong liza piliang

×
Berita Terbaru Update