Lagi trending Hollywood dengan ikon Iko Uwais, Pariaman gelar Silek on the Sea


Pariaman - Pemko Pariaman terus berusaha melestarikan seni beladiri tradisonal silek (silat) dengan menggelar berbagai iven yang mengikutsertakan berbagai perguruan silek tertua di Pariaman.


Silek juga diperkenalkan sebagai seni budaya untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Pariaman dengan menggelar pertunjukan bertajuk Silek on the Sea di Pantai Kata Pariaman yang dihadiri oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sabtu (30/10).

Silek on The Sea Pariaman juga diikuti oleh 19 perwakilan pemerintah daerah kabupaten/kota di seluruh Provinsi Sumatra Barat menggambarkan betapa seriusnya festival itu ingin dipertunjukkan. Iven ini diselenggrakan hingga esok 31 Oktober 2021.
Iko Uwais perlihatkan salah satu jurus silek dalam suatu kesempatan promosi film Mile 22 yang ia bintangi bersama aktor besar Hollywood Mark Wahlberg. Foto: istimewa

Menurut Walikota Pariaman, Genius Umar, festival tersebut didukung penuh oleh Kementerian Parekraf. Tidak hanya menyuguhkan atraksi silek, iven tersebut juga mengdakan lomba fotografi, pameran dan pasar kuliner.

Untuk iven tersebut, pihak panitia menyediakan hadiah total sebesar Rp 75 juta. Sedangkan kategori yang dilombakan adalah silek tradisi yang diikuti peserta berpasangan putra dan putri.

Untuk diketahui, silek merupakan seni bela diri asli Sumatra Barat yang telah mendunia. Bahkan film-film Hollywood terkenal seperti film John Wick, G.I JOE telah mengaplikasikan silek dalam filmnya.

Iko Uwais dan Yayan Ruhian dikenal sebagai aktor tanah air yang berjasa besar membawa seni beladiri silek ke pentas dunia melalui film-film produksi Hollywood. Kedua aktor tersebut bahkan menguasai silek tuo dan berguru langsung ke Sumatra Barat.

"Festival ini selain untuk melestarikan budaya juga untuk meningkatkan cinta masyarakat pada tradisi lokal. Selain itu bisa dijadikan atraksi daerah untuk nilai tambah ekonomi," ungkap Genius.

Direktur Penyelenggara Event Daerah Kemenparekraf RI, Joko Suharbowo mengatakan, pihaknya mengapresiasi iven tersebut dengan bertindak sebagai sponsor utama festival itu.

"Atraksi silek di ruang terbuka ini merupakan atraksi budaya yang mampu menarik wisatawan ke Kota Pariaman. Hal ini juga memberi kesan positif di tengah pandemi," kata dia.

Joko mengatakan selama masa pandemi, aktifitas pariwisata turut mengalami perubahan. Oleh karena itu pariwisata ke depannya harus mengusung konsep pariwisata yang moralize, personalize dan customize.

Ia beranggapan bahwa perlu adanya perubahan menyusul dampak dari pandemi Covid-19, tidak terlepas sektor pariwisata yang nantinya lebih bermoral, berkarakter serta selaras dengan budaya Minangkabau. (Tim)