Pasar Pariaman Akan Dibangun, Apa Kata Pemilik Kios?

Foto: OLP
Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar menegaskan pembangunan ulang Pasar Pariaman harus tuntas tahun ini juga. Karena menurutnya dana untuk pembangunan ulang pasar dari pemerintah pusat senilai Rp120 miliar tersebut, punya batas/limit sesuai RPJM Nasional yang berakhir hingga 2019.

"Karena ini merupakan kesempatan emas bagi Kota Pariaman. Jika kita bangun dari dana APBD, selesainya bisa mencapai 10 hingga 20 tahun. Kita beruntung mendapatkan dana Inpres dari pusat," kata Genius Umar di Pariaman, Rabu (23/1).

Meski demikian, kata Genius, pihaknya perlu dukungan semua pihak demi kelancaran pembangunan ulang (revitalisasi) pasar Pariaman. Mulai dari tokoh masyarakat, Asosiasi Pedagang Pasar, para pemilik kios dan pedagang pasar itu sendiri.

"Peruntukan pasar Pariaman murni bagi masyarakat Pariaman. Murni bagi pedagang. Kita, Pemko, tidak berbinis. Kita hanya berpikir bagaimana warga Pariaman memiliki pasar yang resperentatif, higienis sekaligus indah. Pasar yang kita miliki sekarang sudah berumur 30 tahun, sudah berkali-kali kena gempa. Kita bisa lihat sendiri bagaimana rapuhnya kondisi pasar sekarang," ungkap Genius.

Pasar Pariaman sendiri merupakan Pasar Serikat B, milik empat kanagarian. Pasar sekarang dibangun pada 1988 pasca kebakaran 1987. Pasar Pariaman kemudian mulai dihuni pada 1990 hingga saat ini.

Pasar Pariaman berdiri di atas lahan seluas 4.545 meter dengan luas bangunan 4.500 meter. Pada lantai pertama pasar terdapat sebanyak 153 kios, di lantai dua sebanyak 205 kios, ditambah 5 unit los. Saat ini sekitar 210 pedagang aktif berdagang/jasa di kios Pasar Pariaman.

Kepala Dinas Koprindagkop/UKM Pariaman Gusniyetti Zaunit menyebutkan, progres pembangunan ulang pasar sudah masuk pada tahap lelang. Mulai dari tender pembangunan pasar yang dilakukan di Jakarta, hingga persiapan pembuatan pasar darurat penampungan.

Ia bilang, meski pasar yang akan dibangun memiliki 4 lantai, namun jumlah kios yang akan disediakan tetap sama dengan jumlah yang ada saat ini.

"Kita tidak punya kepentingan apa-apa. Jumlah kios sama dengan sekarang. Akan repot jika dilebih-lebihkan," kata Gusniyetti.

Pihaknya juga akan menerapkan sistim sewa pada bangunan pasar baru. Sistim kepemilikan sebagaimana sebelumnya akan dihapuskan.

"Prioritas penyewa tentu saja yang punya kartu kuning (pemilik kios)," imbuhnya.

Guna menyamakan persepsi dengan para pemilik kartu kuning, kata dia, pihaknya akan mengundangya pada tanggal 29 Januari mendatang.

"Kita akan hearing dengan pemilik kartu kuning. Ini penting dilakukan agar pemilik kios tidak termakan isu-isu lain di lapangan," pungkasnya.

Pemilik tiga unit kios di Pasar Pariaman, Life Iswar menyebut pihaknya mendukung revitalisasi Pasar Pariaman, asalkan ada kejelasan status pemilik kios.

Ia bilang, sampai saat ini banyak pemilik kios belum mendengar langsung dari pemerintah perihal status mereka jika pasar baru selesai dibangun.

"Siapa yang tidak ingin pasarnya bagus. Kita dukung, tentu saja. Di balik itu semua kita juga perlu kejelasan," ungkap Life Iswar yang juga anggota DPRD Kota Pariaman. (OLP)