Canangkan Pariaman Bebas Rubela, Genius Ajak Ulama Sosialisasikan Pentingnya Imunisasi


Pariaman ----- Pemerintah Kota Pariaman menargetkan tahun 2020 Kota Pariaman bebas penyakit campak dan rubella.
         
Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar menyebut, sebagai langkah awal mewujudkan Pariaman bebas campak dan rubella pihaknya akan mengoptimalkan dua periode pelaksanaan imunisasi campak dan rubella (MR).
         
"Periode pelaksanaan imunisasi ini secara nasional dilaksanakan dua kali, yakni Agustus dan September 2018. Dalam dua periode ini, sebanyak 98 persen dari 24.504 sasaran imunisasi campak dan rubella ditargetkan mendapatkan imunisasi dari pemerintah," ujarnya usai pencanangan imunisasi campak dan rubella tingkat Kota Pariaman, Rabu (1/8) di MTsN 1 Kota Pariaman.
         
Sikap optimis pencapaian target 98 persen realisasi imunisasi campak dan rubella bukanlah tanpa sebab. Menurutnya, selain wilayah Kota Pariaman yang tidak begitu luas, dengan kampanye dan sosialisasi pemberian imunisasi oleh seluruh pihak, target yang ditetapkan akan dicapai. 
        
Virus campak dan rubella memiliki dampak buruk bagi kesehatam anak. Penyakit ini, kata dia, menyebabkan anak mengalami gangguan jantung bawaan, kebutaan dan tuli.
        
"Tentunya didorong guru-guru di sekolah, ulama kita juga ikut memberikan penjelasan bahwa imunisasi ini tidak haram. Begitu pula dengan sosialisasi dampak atau bahayanya anak yang terkena virus rubella ini. Dengan kampanye seperti ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Pariaman untuk imunisasi," kata suami dokter Lucy Arliem ini.
        
Genius Umar juga mengungkapkan pihaknya menemukan 4 kasus anak penderita rubela di Kota Pariaman. Kasus tersebut ditemukan rentang 2017-2018. Di tahun 2017 ditemukan 3 kasus rubella dan 1 kasus pada 2018.
        
"Baru 1 kasus yang ditemukan di 2018 ini. Yang ditemukan adalah orangtuanya yang terbuka kepada petugas kami, tidak tertutup kemungkinan masih ada di luar sana," ulasnya.
       
Penanganan penderita rubella dapat dilakukan di Puskemas di Kota Pariaman. Secara bertingkat akan dilakukan perujukan ke rumah sakit yang lebih tinggi.
       
Rubella adalah infeksi virus. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO seperti dilansir Aladokter.com, pada tahun 2016 di Indonesia terdapat lebih dari 800 kasus rubella.
       
Penyakit ini juga menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan. Rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan. Sindrom ini juga dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung bawaan, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. (Nanda)