Kapal Patroli Tenggelam, Polres Pariaman Rugi Rp600 Juta

Pencarian dilakukan dengan bantuan menyelami lautan. Foto: Nanda
Pulau Ujuang -- Kapolisian Resor (Polres) Pariaman bersama BPBD Kota Pariaman dibantu nelayan sekitar, masih melakukan pencaharian terhadap kapal patroli C-4 Satuan Polisi Air Polres Pariaman yang tenggelam, Kamis (29/6) siang.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto dalam keterangan persnya di Mapolres setempat, Sabtu (1/7/2017) siang menerangkan, pencarian kapal dilakukan sejak hari Jumat (30/6), sehari setelah tenggelamnya kapal yang dikemudikan oleh Aipda Martias tersebut.

"Tenggelamnya kan sekitar pukul 15.00 WIB. Dengan alasan keamanan, pencaharian dilakukan esok harinya," ujar dia.

Sebelumnya, kapal patroli tipe C-4 Satpol Air Polres Pariaman yang dikapteni oleh Aipda Martias tenggelam setelah dihempas gelombang setinggi 1,5 meter ketika melakukan pemindahan bantuan logistik air bersih kepada kapal KLM Amanda Indah yang mengalami kerusakan mesin di perairan Pulau Ujuang, Kota Pariaman.

"Kapal patroli C-4 merapat untuk memindahkan air menggunakan wadah derigen, tiba-tiba kapal dihempas gelombang setinggi 1,5 meter dari buritan kapal dan memenuhi seluruh lambung kapal," jelasnya. Selanjutnya kapal yang sarat muatan tersebut langsung tenggelam ke dasar lautan.

Ia menambahkan, proses pencarian saat ini terkendala kuatnya arus bawah laut, sehingga posisi kapal yang tenggelam terseret arus dan berpindah-pindah.

Kapal patroli Satpol Air tipe C-4 merupakan satu dari dua kapal patroli yang dimiliki oleh Polres Pariaman. Kapal bertugas menjaga situasi kamtibmas di perairan, wilayah Polres Pariaman.

Tenggelamnya salah satu kapal patroli Polres Pariaman, kata Bagus, tidak akan mengurangi penjagaan kamtibmas di wilayah perairan Polres Pariaman. Meski berkurangnya jumlah kapal patroli, patroli dapat dioptimalkan dengan melibatkan Pemko Pariaman.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diprediksi mencapai Rp600 juta.

Nanda