[Laporan Utama] Wisatawan Serbu Destinasi Trekking Lubuak Nyarai

Trekking mengasikan, wisatawan sampai di objek utama Lubuak Nyarai. Foto: Nanda Eko Putra
Gamaran -- Pemudik dan wisatawan dari luar Provinsi Sumatera Barat padati objek wisata trekking Lubuak Nyarai di Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Aluang, Padangpariaman.

Pantauan wartawan di lokasi objek wisata itu, Kamis (29/6/2017), wisatawan datang menggunakan kendaraan sepeda motor, minibus dan bus pariwisata, didominasi oleh wisatawan asal Provinsi Riau dan Provinsi Jambi.

Medan dan jalur menuju objek wisata Lubuak Nyarai yang menanjak dan menyeberang sungai berbatu, menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke objek wisata itu. Bukan hanya anak muda, terlihat pula rombongan keluarga besar dari pemudik kampung halaman.

Pemandu wisata Lubuak Nyarai, Asep Milion Dollar Man, mengatakan, berdasarkan data manives posko utama objek Lubuak Nyarai, tercatat sudah 642 orang wisatawan mengunjungi objek wisata tersebut sejak hari pertama Idul Fitri hingga H+4.

Ia memprediksi puncak kunjungan wisatawan ke objek wisata yang telah menghiasi laman destinasi asia itu adalah pada hari Sabtu 1 Juli 2017 mendatang.

"Puncaknya hari Sabtu besok karena dari data memang setiap hari menunjukan peningkatan jumlah pengunjung sejak dari hari pertama lebaran hingga hari ini,” jelasnya.

Dikatakannya, meskipun dalam kondisi libur lebaran, karcis masuk ke kawasan objek wisata tersebut tetap sama dengan hari biasanya. Pengunjung hanya membayar karcis Rp20.000/orang --telah include dengan parkir di area posko Nyarai.

Selain itu, untuk menjaga kebersihkan objek wisata Lubuak Nyarai, pihak sadar wisata LA Nyarai Adventure sebagai pengelola juga menugaskan petugas kebersihan, khusus membersihkan sampah di sepanjang jalur dari dan menuju.

Untuk melayani wisatawan yang membludak, pengelola menyiapkan 38 orang pemandu wisata untuk memandu wisatawan selama berwisata di spot-spot Lubuak Nyarai.

“Ada 38 orang pemandu wisata yang melayani pengunjung saat ini. Setiap pemandu hanya memandu 5 sampai 8 orang wisatawan, tidak bisa lebih. Karena terkait dengan mengoptimalkan pelayanan dan pengawasan kepada pengunjung agar tidak terjadi apa-apa,” ulas Asep.

Meningkatnya kunjungan wisatawan ke wisata Lubuak Nyarai juga didukung oleh pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Padangpariaman. Letak objek wisata Lubuak Nyarai yang jauh dari jalur utama Padang-Bukittinggi, terkadang membuat pengunjung nyasar. Belakangan ini, pihak Dinas Pariwisata menempatkan petugas ojek pariwisata atau OJP mengantarkan pengunjung dari luar menuju objek wisata Lubuak Nyarai.

Meningkatnya kunjungan wisatawan juga dirasakan dampaknya oleh pedagang. Ramainya wisatawan di Lubuak Nyarai meningkatkan penghasilan pedagang yang berjualan di objek wisata tersebut.

Salah seorang pedagang di objek wisata Lubuak Nyarai, Bakhtiar Buyuang, mengatakan omset pada libur Idul Fitri berkali lipat. Jika hari biasa, omsetnya hanya mencapai Rp200.000 pada hari libur, namun pada libur lebaran mencapai Rp800.000 setiap harinya.

Ia mengatakan, meskipun libur dan peningkatan pengunjung, ia dan pedagang lainnya tidak pernah menaikan harga dagangannya. Mie rebus instan misalnya, tetap ia jual Rp7.000, begitu dengan minuman lainnya.

“Dagangan saya cuma mie rebus, air mineral, minuman panas saja. Harga tetap, kita tidak menaikkan harga. Namun Alhamdulillah, jualannya habis terjual,” pungkasnya.

Nanda