Dermaga Apung Pulau Angso Duo Berbentuk "L" Fleksibel Gelombang Pasang




Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, meresmikan Dermaga Terapung yang sudah selesai dibangun di Pulau Angso Duo Kota Pariaman, Kamis (28/4).

Staf ahli bidang Ekologi Sumber Daya Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Aryo Anggono, mengatakan pembangunan dermaga terapung tersebut merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat untuk menunjang sektor pariwisata Pariaman.

Menurut dia, pembangunan dermaga terapung menghabiskan dana anggaran pendapatan belanja negara (APBN) sebesar Rp3,86 miliar dan Rp560 juta dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

"Pengerjaan dari pihak kementerian sendiri hanya pada bagian dermaga terapung yang berbentuk L dan dikerjakan langsung oleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemerintah setempat hanya bersifat memasang saja," kata dia.

Dermaga terapung, jelas dia, secara teknis akan mengikuti tinggi rendahnya arus gelombang laut karena menggunakan sistem cincin. Dermaga terapung tersebut memiliki panjang kurang lebih 60 meter dan lebar 2,5 meter dengan bentuk L.

Anggono menyebut, Kota Pariaman termasuk ke dalam salah satu kawasan konservasi daerah yang harus dikembangkan potensinya.

"Salah satunya dengan adanya dermaga terapung dapat membantu percepatan sektor pariwisata dan pengelolaan sumber daya alam yang ada," sebut dia.

Kawasan konservasi bukan berarti tidak bisa dieksploitasi, namun harus tetap memperhatikan kelestariannya dan mempertimbangkan hal yang dapat mengancam ekosistem di lingkungan sekitar.

Menurutnya ada dua hal yang dapat dilestarikan yaitu dari segi ekonomi dan sumber daya. Dengan menjaga dan menyeimbangkan komponen tersebut Kota Pariaman diharapkan dapat menjadi destinasi pariwisata Sumbar.

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, mengatakan, Pariaman telah menetapkan empat kawasan inti dari beberapa pulau kecil yang ada untuk diklasifikasikan berbagai peruntukannya.

"Pulau Kasiak diperuntukkan bagi kawasan konservasi penyu, Pulau Angso Duo ditetapkan sebagai kawasan pariwisata, Pulau Ujuang dan Pulau Tangah ditetapkan sebagai kawasan pemanfatan berkelanjutan," kata Mukhlis.

Sumber Antara Sumbar