PADANG PARIAMAN - Organisasi kemanusiaan dan paguyuban masyarakat memperkuat respons bantuan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat yang terjadi sejak akhir November 2025, ketika banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Padang Pariaman dan kawasan perbukitan.
Curah hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa pekan memicu banjir dan longsor yang merusak permukiman, lahan pertanian, serta infrastruktur dasar masyarakat. Dampak bencana meluas hingga wilayah-wilayah dengan akses terbatas seperti Kecamatan Malalak, Palembayan, dan Maninjau di Kabupaten Agam, di mana sejumlah ruas jalan dan jembatan terputus akibat terjangan banjir bandang dan longsor.
Lebih satu bulan, dalam periode 29 November 2025 hingga 9 Januari 2026, tiga cabang Ikatan Keluarga Limo Koto dan Sekitarnya (IK Limkos) Limkos DKI Jakarta, Limkos Duri, dan Limkos Malaysia menyalurkan bantuan kemanusiaan ke seluruh kecamatan terdampak di Kabupaten Padang Pariaman serta sejumlah daerah lain di Sumatra Barat yang mengalami kerusakan parah.
Bantuan yang disalurkan mencakup paket kebutuhan pangan pokok, bantuan tunai langsung bagi keluarga yang kehilangan mata pencaharian, pakaian dan perlengkapan musim hujan, serta dukungan rehabilitasi rumah warga dan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana.
Limkos juga menyalurkan bantuan ke pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang terdampak, termasuk Pesantren Miftahul Jannah di Campago Barat Kampung Dalam.
Selain itu, Limkos turut membantu pembangunan sekolah darurat di SD Negeri 05 Batang Anai guna memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Ketua IK Limkos DKI Jakarta, Ismet Jaya Piliang, mengatakan bahwa respons kemanusiaan tersebut mendukung proses pemulihan jangka menengah dan panjang masyarakat terdampak.
“Kami hadir di tengah masyarakat tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga untuk memastikan proses rehabilitasi yang berkelanjutan bagi warga yang kehilangan rumah dan mata pencaharian. Dampak banjir dan longsor sangat besar, sehingga kolaborasi lintas IK, komunitas, dan pemerintah menjadi kunci agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan merata,” kata Ismet.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai cabang Limkos, termasuk dari luar negeri, menjadi bukti kuatnya solidaritas perantau terhadap kampung halaman yang sedang dilanda musibah.
Bantuan Limkos mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama di wilayah pelosok yang terdampak paling parah dan sempat terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Penyaluran bantuan juga dilakukan di luar Padang Pariaman, termasuk ke kawasan Malalak, salah satu daerah yang mengalami dampak berat akibat banjir bandang dan longsor.
Ketua IK Limkos Malaysia, Zaenal Zardin, serta Ketua Limkos Duri, Ameldi, turut terlibat langsung dalam penyaluran bantuan ke berbagai daerah terdampak, memperluas jangkauan bantuan hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Data pemerintah daerah menunjukkan status tanggap darurat sempat diberlakukan di Kabupaten Padang Pariaman menyusul bencana akhir November, dengan ribuan warga terdampak dan ratusan rumah rusak atau terendam.
Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.PD, M.PD, AIFO yang beberapa kali mendampingi langsung penyaluran bantuan, memberikan apresiasi atas peran aktif Limkos dalam membantu percepatan pemulihan di Padang Pariaman.
“Kami menyaksikan langsung bagaimana bantuan ini menjangkau warga di daerah-daerah yang paling parah terdampak dan sulit diakses. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, komunitas, dan paguyuban seperti Limkos sangat membantu mempercepat distribusi bantuan serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Aprinaldi.
Mantan Ketua KONI Padang Pariaman itu menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga terkait akan terus memfokuskan upaya pada rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk perbaikan infrastruktur, rumah, sekolah, serta pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak.
Kegiatan kemanusiaan yang dijalankan Limkos, kata suami dari Yona Ariska itu mencerminkan peran aktif masyarakat dalam memperkuat respons bencana di tengah upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang masih berlangsung di Sumatra Barat. (OLP)