Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman akan menggelar Kejuaraan Sepatu Roda Piala Wali Kota bertajuk “Pariaman Open 2026” pada 2–5 Juli 2026 di Arena Sepatu Roda Pantai Cermin. Ajang tingkat terbuka tersebut diposisikan sebagai bagian dari strategi penguatan sport tourism sekaligus wadah pembinaan atlet berprestasi.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan Pemko Pariaman ingin menjadikan olahraga sebagai instrumen promosi daerah dan penggerak ekonomi kemasyarakatan.
“Pariaman Open 2026 bukan hanya kompetisi. Ini adalah event sport tourism yang kami rancang untuk menarik atlet dan wisatawan datang ke Pariaman. Arena Pantai Cermin adalah aset strategis yang harus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Yota Balad di Pariaman, Selasa (3/3).
Menurut suami dr. Yosnelly Balad itu, keberhasilan pembinaan sepatu roda selama ini menjadi fondasi kuat penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
"Atlet sepatu roda Pariaman telah mencatat prestasi internasional dengan meraih medali emas pada kejuaraan di Malaysia, serta menyumbangkan medali perak dan perunggu pada PON Sumut-Aceh 2024," kata Yota Balad.
Ketua KONI Kota Pariaman, Edison TRD, SH, MH, menyebut capaian tersebut menunjukkan konsistensi pembinaan atlet di Pariaman.
“Prestasi di Malaysia dan PON 2024 menjadi bukti bahwa atlet kita mampu bersaing di level tinggi. Melalui kejuaraan ini, kami ingin memperluas jam terbang atlet sekaligus membuka peluang lahirnya bibit baru,” kata Edison.
Sementara itu, Ketua Perserosi Kota Pariaman, M Taufik, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sistem pertandingan sesuai standar nasional Perserosi agar ajang tersebut kredibel dan kompetitif.
“Kami menyiapkan regulasi lomba, perangkat wasit bersertifikat, serta koordinasi dengan klub-klub dari berbagai provinsi. Target kami, Pariaman Open yang sudah menjadi menjadi kalender tetap diperhitungkan secara nasional,” ujarnya.
Dari sisi teknis penyelenggaraan, penanggung jawab event, Azral Malvinas, mengatakan panitia telah memulai persiapan sejak awal tahun. Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain pengecekan dan peningkatan kualitas lintasan di Arena Pantai Cermin, penataan area penonton, sistem registrasi digital peserta, serta koordinasi pengamanan dan layanan kesehatan selama pertandingan berlangsung.
“Kami ingin memastikan standar keselamatan dan kenyamanan terpenuhi. Karena ini membawa nama kota, maka penyelenggaraannya harus profesional,” kata Azral.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pariaman, Hertati Taher, menambahkan pihaknya mendukung penuh kegiatan tersebut melalui sinergi pembinaan di sekolah dan klub.
“Dikpora mendorong partisipasi pelajar dan klub binaan untuk ikut serta. Kami juga melakukan pemantauan latihan serta pembinaan berkelanjutan agar atlet tidak hanya siap bertanding, tetapi juga bermental juara,” ujar Hertati.
Pemko Pariaman berharap kejuaraan yang berlangsung selama empat hari itu dapat menarik peserta dari berbagai daerah di Sumatera maupun luar pulau. Selain mengejar prestasi, ajang ini diharapkan memperkuat citra Pariaman sebagai kota yang aktif mengembangkan olahraga sekaligus destinasi sport tourism di wilayah pantai barat Indonesia. (OLP)