PARIAMAN - Dua tahun lalu, kafilah Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Kota Pariaman berada di peringkat ke-12. Tahun ini, para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) itu membawa pulang capaian yang berbeda: lima besar Sumatera Barat.
Kota Pariaman menempati peringkat kelima pada PORSADIN ke-VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026 yang berlangsung di Kota Padang pada 4–6 September.
Lompatan tersebut menjadi salah satu capaian penting bagi pembinaan olahraga dan seni di lingkungan pendidikan diniyah Kota Pariaman. Pada Porsadin 2024, Pariaman hanya berada di peringkat ke-12 dari 19 kabupaten dan kota peserta.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Kabupaten Agam keluar sebagai juara umum, disusul Kota Padang di posisi kedua, Kabupaten Tanah Datar di peringkat ketiga, Kota Payakumbuh keempat dan Kota Pariaman kelima.
Hasil tersebut diumumkan di Halaman Masjid Agung Nurul Iman Kota Padang, Minggu (6/9) siang.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyambut capaian tersebut setelah menerima laporan hasil pertandingan pada Senin (7/9).
Yota memberikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang dinilai telah berupaya maksimal membawa nama Kota Pariaman dalam ajang tingkat provinsi tersebut.
“Hal ini menjadi sebuah prestasi dari dua tahun sebelumnya, dimana Kota Pariaman hanya menduduki peringkat ke-12,” kata Yota.
Menurutnya, peningkatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Pariaman dalam membentuk generasi muda yang Qurani sekaligus memiliki kesehatan fisik dan mental.
“Semoga ke depannya prestasi ini lebih meningkat lagi dan mampu menjadi dasar fundamental dalam pembentukan karakter generasi muda di Kota Pariaman yang hebat dan tangguh,” ujarnya.
Bagi para santri, Porsadin bukan hanya arena untuk mengejar peringkat. Kompetisi tersebut mempertemukan kemampuan akademik, seni, olahraga dan keterampilan keagamaan yang selama ini dibangun melalui pendidikan diniyah.
Pariaman menunjukkan kekuatannya melalui sejumlah cabang. Yasmin meraih juara pertama badminton putri, sementara Raihan menjadi juara pertama cabang shalawat putra.
Fajar meraih juara kedua badminton putra. Pada posisi ketiga, Naifa Attila Fadwa meraih prestasi pada cabang shalawat putri dan Vicko pada cabang pidato Bahasa Indonesia.
Sementara itu, Abdillah meraih peringkat harapan pertama pada cabang cerdas cermat dan tilawah putra. Rania memperoleh peringkat harapan ketiga pada cabang pidato Bahasa Indonesia putri.
Secara keseluruhan, kafilah Pariaman mengumpulkan 39 poin dan menempatkan daerah itu di posisi kelima klasemen akhir.
Yota juga menyampaikan penghargaan kepada pengurus DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Pariaman serta jajaran Kementerian Agama Kota Pariaman yang memberikan dukungan, pembinaan dan pendampingan selama pelaksanaan Porsadin.
Lompatan dari peringkat ke-12 ke posisi lima besar menunjukkan bahwa pembinaan tidak berhenti pada kemampuan memenangkan satu atau dua cabang. Ada proses panjang di baliknya: latihan, pendampingan, keberanian tampil dan kesempatan bagi para santri untuk menguji kemampuan di tingkat yang lebih tinggi.
Bagi Pariaman, lima besar tahun ini bukan sekadar angka dalam klasemen. Ia menjadi tanda bahwa pendidikan diniyah dapat melahirkan generasi yang tidak hanya dekat dengan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga berani berkompetisi, berprestasi dan membawa nama daerah ke panggung yang lebih luas. (*)