PADANG, Pariamantoday - Penguatan fungsi DPRD dalam mendorong pembangunan daerah menjadi salah satu agenda utama pertemuan Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman Dr (c) Aprinaldi, S.Pd, M.Pd, AIFO, dengan mantan Ketua DPRD Sumatera Barat H. Leonardy Harmainy, S.IP, MH, Datuak Bandaro Basa, di kediaman Leonardy di Ulak Karang, Kota Padang, Selasa (22/9/2026).
Pertemuan tertutup yang berlangsung lebih dari tiga jam itu membahas sejumlah kebutuhan strategis Padang Pariaman, mulai dari inisiatif pembangunan sporthall representatif dan gedung olahraga beladiri, penguatan sinergi DPRD dengan bupati di luar produk Peraturan Daerah, hingga visi pembangunan pasar Padang Pariaman yang lebih sindikatif dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Berlangsung dalam suasana akrab, pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan diskusi antara dua generasi tokoh Sumatera Barat yang memiliki hubungan erat sejak awal 2000-an.
Leonardy merupakan figur dengan pengalaman panjang di legislatif Sumatera Barat. Ia memimpin DPRD Sumbar selama dua periode, 2004–2014, sebelum kemudian menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia mewakili Sumatera Barat selama periode 2014–2024. Leonardy adalah mantan Ketua Golkar Sumatera Barat dua periode yang melegenda.
Selama berada di lembaga legislatif, Leonardy turut menginisiasi sejumlah proyek infrastruktur strategis, di antaranya pembangunan flyover penghubung menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), normalisasi berbagai sungai di berbagai kabupaten/kota, pembangunan kompleks Asrama Haji dan Embarkasi Haji, serta pendirian Politeknik Pelayaran (Poltekpel) di Ulakan Tapakis, Padang Pariaman.
Dua dekade berada di lembaga legislatif, ditambah pengalaman memimpin organisasi kepemudaan, membentuk reputasi Leonardy sebagai salah satu tokoh senior yang memiliki pengalaman panjang dalam politik dan pembangunan Sumatera Barat.
Leonardy pernah memimpin Pemuda Pancasila Sumatera Barat. Dalam posisi itu, ia berinteraksi dengan banyak kader muda, termasuk Aprinaldi.
Hubungan keduanya bermula ketika Leonardy menjabat Ketua DPRD Sumbar sekaligus Ketua Pemuda Pancasila Sumbar. Saat itu, Aprinaldi yang menjabat Ketua BEM Universitas Negeri Padang (UNP) dipercaya memimpin Sapma Pemuda Pancasila Sumatera Barat.
Sejak itu, hubungan senior-junior tersebut berkembang menjadi proses mentoring yang berlangsung lebih dari dua dekade. Leonardy menjadi salah satu senior yang turut membentuk cara pandang Aprinaldi terhadap organisasi dan politik.
Kini, keduanya berada pada fase berbeda. Leonardy telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Anggota DPD RI pada 2024, sementara Aprinaldi sedang menjalankan mandat sebagai Ketua DPRD Padang Pariaman periode 2024–2029.
Meski tidak lagi berada dalam politik praktis, Leonardy masih menerima kunjungan pejabat daerah, tokoh politik dan kader-kader yang pernah berada dalam lingkungan organisasinya.
Dalam pertemuan tersebut, Leonardy memberikan sejumlah catatan mengenai bagaimana DPRD dapat memperluas perannya melalui inisiatif pembangunan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menyoroti kebutuhan Padang Pariaman terhadap sporthall representatif dan gedung olahraga beladiri. Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut mendukung pembinaan olahraga sekaligus menyediakan ruang aktivitas yang memadai bagi masyarakat.
Pembicaraan juga menyentuh pentingnya sinergi DPRD dengan bupati melalui inisiatif pembangunan konkret. Fungsi legislatif, dalam konteks tersebut, tidak hanya berhenti pada pembentukan Peraturan Daerah, tetapi juga bisa diwujudkan melalui gagasan dan pengawalan pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain itu, penataan pasar didorong tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat aktivitas perdagangan dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, diperlukan pendekatan yang lebih sindikatif agar memberikan dampak yang lebih luas.
"Setiap arahan Bang Leo selalu berpijak pada pengalaman panjang beliau di legislatif. Ini menjadi bekal berharga bagi saya dalam merumuskan program kerja DPRD Padang Pariaman ke depan," ujar Aprinaldi.
Aprinaldi sendiri memiliki pengalaman kepemimpinan yang dibangun sejak usia muda. Lahir pada 1983 dan berasal dari Kampung Dalam, ia pernah menjadi Ketua OSIS di tingkat SMP dan SMA, Ketua Dewan Kerja Cabang Pramuka Padang Pariaman, serta Ketua BEM UNP.
Pengalaman organisasi tersebut kemudian berlanjut ke dunia kepemudaan dan politik melalui Partai Amanat Nasional.
Sebelum menjadi Ketua DPRD, Aprinaldi menjabat Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman periode 2019-2024. Ia kemudian dilantik sebagai Ketua DPRD untuk periode 2024-2029.
Di luar politik, namanya lebih dahulu dikenal melalui dunia olahraga. Sebagai Ketua KONI Padang Pariaman, ia turut membawa daerahnya mencatat sejumlah prestasi, termasuk masuk tiga besar Pekan Olahraga Provinsi Sumbar, meraih medali emas cabang sepak bola, serta gelar juara nasional pada cabang panahan dan taekwondo.
Latar belakang itu diperkuat dengan pendidikan dan kompetensi di bidang olahraga. Aprinaldi memiliki gelar Magister Pendidikan dengan disiplin olahraga, sertifikasi AIFO, serta kini menjadi bagian dari pimpinan Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) Sumatera Barat.
Rangkaian pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Aprinaldi, yang juga dikenal memiliki reputasi pribadi yang bersih dalam perjalanan organisasi dan politiknya. Ia rutin menyantuni anak yatim serta mendukung biaya pendidikan keluarga kurang mampu.
Bagi seorang pimpinan DPRD, reputasi tersebut menjadi bagian penting dari kepercayaan yang melekat pada mandat publik yang dijalankannya.
Di tengah tanggung jawabnya sebagai Ketua DPRD, Aprinaldi kini menghadapi kebutuhan untuk menerjemahkan fungsi legislatif ke dalam agenda yang lebih konkret bagi Padang Pariaman. Karena itu, sejumlah catatan yang disampaikan Leonardy dalam pertemuan tersebut menyentuh langsung pada persoalan pembangunan daerah.
Sporthall dan gedung olahraga beladiri berkaitan dengan kebutuhan pembinaan olahraga. Pasar menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara sinergi dengan bupati berkaitan dengan bagaimana DPRD menjalankan fungsi representasi dan pengawasan sekaligus mendorong agenda pembangunan.
Bagi Leonardy, pengalaman panjang di lembaga legislatif menjadi dasar untuk memberikan pandangan kepada generasi yang kini berada dalam posisi pengambil keputusan di daerah.
Bagi Aprinaldi, hubungan yang telah dibangun sejak masa organisasi kepemudaan memberikan ruang untuk mendapatkan perspektif dari seorang senior yang telah melewati berbagai fase politik Sumatera Barat.
Pertemuan itu juga memperlihatkan kesinambungan hubungan keduanya. Leonardy yang dahulu menjadi senior bagi Aprinaldi ketika aktif di organisasi kepemudaan, kini menjadi tempat berkonsultasi ketika Aprinaldi memimpin lembaga legislatif daerah.
Dalam konteks politik Minangkabau, hubungan antara senior dan generasi berikutnya tidak semata berkaitan dengan struktur organisasi, tetapi juga proses belajar dan pewarisan pengalaman. Namun, pengalaman tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan oleh generasi berikutnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zamannya.
Kini tanggung jawab itu berada di tangan Aprinaldi sebagai Ketua DPRD Padang Pariaman.
Pertemuan lebih dari tiga jam di Ulak Karang tersebut pada akhirnya mempertemukan dua fase perjalanan politik Sumatera Barat. Leonardy dengan pengalaman panjangnya di legislatif, dan Aprinaldi dengan mandat serta tanggung jawabnya sebagai pimpinan DPRD generasi berikutnya.
Bagi Padang Pariaman, nilai terpenting dari pertemuan itu bukan hanya silaturahmi dua tokoh, melainkan bagaimana pengalaman politik lintas generasi diterjemahkan menjadi gagasan pembangunan yang relevan bagi masyarakat. (OLP)