Pariaman, Sumatera Barat - Sebanyak 89 santri SDIT Attin Sumbar mengikuti kegiatan akhirussanah dan wisuda tahfidz tahun 2026 yang digelar di Aula Balai Kota Pariaman, Sabtu.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Yota Balad mengapresiasi capaian para santri yang mampu menghafal Al-Qur’an sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman “Satu Rumah Satu Hafiz”.
“Anak-anak yang diwisuda hari ini merupakan investasi masa depan dan cahaya pembawa keberkahan bagi Kota Pariaman. Wisuda ini bukan akhir, tetapi awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Yota.
Ia mengatakan, para penghafal Al-Qur’an tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga diharapkan tumbuh menjadi generasi dengan akhlak yang baik dan menjadi aset berharga bagi daerah.
Menurut Yota, wisuda tahfidz tersebut menunjukkan bahwa SDIT Attin Sumbar tidak hanya fokus mencetak siswa yang unggul secara intelektual, tetapi juga membangun karakter religius melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Islam Attin Indonesia (IATI) dan SDIT Attin Sumbar yang telah mendidik anak-anak menjadi hafidz Al-Qur’an. Mudah-mudahan SDIT Attin Sumbar dapat terus berkontribusi dalam perkembangan pendidikan di Kota Pariaman,” katanya.
Yota juga berpesan kepada para santri yang telah diwisuda agar terus menjaga hafalan Al-Qur’an, memperbanyak murajaah, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kota Pariaman berharap sinergi dengan lembaga pendidikan berbasis keagamaan terus diperkuat guna melahirkan generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. (*)