Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Ketua DPW Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Sumatera Barat Firdaus Gani, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman Edy Oktafiadi, serta para guru, orang tua, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Mulyadi menegaskan bahwa pendidikan agama merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh siswa selama belajar di MDTA harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Pemerintah Kota Pariaman berharap para orang tua, guru MDTA, dan seluruh masyarakat bersama-sama mendorong anak-anak untuk terus belajar Al-Qur'an serta memakmurkan masjid dan musala, sehingga lahir generasi Qurani yang mencintai Al-Qur'an dan rumah ibadah," katanya.
Mulyadi menilai upaya mencetak generasi Qurani tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, FKDT, guru, dan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan global saat ini menuntut generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga memiliki adab, etika, dan karakter yang kuat.
Pada kesempatan itu, Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada para guru MDTA dan pengurus FKDT yang selama ini berkontribusi dalam pendidikan keagamaan anak-anak.
"Selamat kepada 203 murid yang diwisuda. Terima kasih kepada seluruh guru MDTA atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membentuk generasi yang berakhlak dan mencintai Al-Qur'an," ujarnya.
Mulyadi juga mendorong agar pelaksanaan wisuda MDTA pada tahun mendatang ditingkatkan menjadi skala Kota Pariaman. Ia bahkan menargetkan pelaksanaan Wisuda 1.000 Murid MDTA se-Kota Pariaman agar gaung pendidikan diniyah semakin luas dan menjadi kebanggaan daerah.
"Kalau bisa tahun depan kita laksanakan Wisuda 1.000 Murid MDTA se-Kota Pariaman. Tentu ini akan menjadi momentum besar bagi pendidikan keagamaan dan membawa nama baik Kota Pariaman," katanya. (*)