Pariaman, Sumatera Barat - Sebanyak 102 santri SDIT Mutiara Pariaman mengikuti wisuda tahfidz dan akhirussanah generasi XII tahun 2026 yang digelar di Aula Balai Kota Pariaman, Sabtu.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi serta jajaran pemerintah daerah dan tenaga pendidik.
Dalam sambutannya, Mulyadi menyampaikan apresiasi terhadap capaian para siswa sekolah dasar yang dinilai mampu menghafal Al-Qur’an sejak usia dini. Menurut dia, kegiatan tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman “Satu Rumah Satu Hafiz”.
“Melihat 102 anak-anak kita diwisuda tahfidz hari ini adalah optimisme besar bagi masa depan Kota Pariaman. Mereka bukan hanya kebanggaan orang tua, tetapi juga aset berharga daerah,” kata Mulyadi.
Ia menilai pendidikan berbasis Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai spiritual yang kuat.
“Kota Pariaman tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia dan cinta Al-Qur’an,” ujarnya.
Mulyadi juga berpesan kepada para santri agar terus menjaga hafalan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher mengatakan SDIT Mutiara berhasil menggabungkan pencapaian akademik dengan pembentukan karakter religius melalui program tahfidz Al-Qur’an.
“Hari ini para santri telah membuktikan bahwa menjadi seorang hafiz dapat dicapai melalui kerja keras, kesabaran, dan bimbingan guru,” kata Hertati.
Ia juga mengapresiasi kontribusi para guru dalam membangun pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan di Kota Pariaman.
Menurut Hertati, pendidikan berbasis Al-Qur’an menjadi salah satu upaya memperkuat karakter generasi muda (*)