Pariaman - Komunitas seni kebanggaan Kota Pariaman, Darak Badarak, kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional setelah terpilih untuk tampil pada ajang SF JAPAC Peak Performance Final Night 2026 di Bali.
Ajang bergengsi tersebut merupakan konferensi tahunan Salesforce yang mempertemukan pelaku industri dari kawasan Jepang dan Asia Pasifik.
Keberangkatan rombongan Darak Badarak dilepas langsung oleh Yota Balad dalam kegiatan bertajuk “Darak Badarak Tour Sumatera Jawa Bali” di halaman Balaikota Pariaman, Rabu (6/5/2026).
Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan rasa bangga atas capaian komunitas seni tersebut yang semakin mendapat perhatian dari event organizer internasional.
“Pemerintah Kota Pariaman sangat bangga dan bahagia karena putra-putri terbaik Kota Pariaman yang tergabung dalam Darak Badarak semakin dilirik oleh EO internasional sehingga membuat nama Darak Badarak semakin dikenal,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada pimpinan sanggar, Ribut Anton Sujarwo, beserta seluruh personel agar menjaga profesionalisme sekaligus mempromosikan budaya Kota Pariaman di ajang internasional tersebut.
“Semoga tournya berjalan lancar dan sukses. Berikan penampilan terbaik agar mereka puas dan terkesan. Tolong jaga nama baik Kota Pariaman serta promosikan budaya dan keindahan daerah kita,” kata Yota Balad.
Selain itu, ia mengingatkan para personel untuk tetap rendah hati dan menjaga sikap selama perjalanan dan penampilan berlangsung.
“Selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan dan kembali ke Kota Pariaman membawa prestasi serta kabar membanggakan,” tambahnya.
Sementara itu, Ribut Anton Sujarwo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pariaman atas dukungan penuh yang diberikan kepada Darak Badarak untuk memenuhi undangan tampil di Bali.
“Kami berterima kasih kepada Wali Kota Pariaman yang telah memberikan fasilitas dan dukungan penuh kepada Darak Badarak. Balaikota ini terasa seperti rumah bagi kami dan wali kota menjadi sosok ayah bagi komunitas seni,” ujarnya.
Ribut juga berkomitmen mempromosikan seni dan budaya Kota Pariaman selama berada di Bali, termasuk memperkenalkan pakaian tradisional, budaya Tabuik, hingga souvenir khas daerah.
“Di Bali nanti kami akan mempromosikan budaya Kota Pariaman. Kami membawa souvenir khas daerah dan akan memperkenalkan seni tradisi Pariaman kepada peserta internasional,” katanya.
Ia berharap ke depan Kota Pariaman juga dapat menjadi lokasi penyelenggaraan event internasional karena dinilai memiliki potensi wisata dan budaya yang tidak kalah menarik dibanding Bali.
“Semoga Darak Badarak semakin sukses dan Kota Pariaman semakin maju,” tutupnya. (*)