Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wali Kota Yota Balad Temui Siswa SMPN 7 Terkait Video Perkelahian, Tegaskan Tidak Ada Toleransi

19 Januari 2026 | 19.1.26 WIB Last Updated 2026-01-19T11:17:32Z


Pariaman - Menanggapi beredarnya video perkelahian siswa-siswi SMP Negeri 7 Kota Pariaman yang terjadi usai jam pulang sekolah di lapangan bola belakang sekolah, Wali Kota Pariaman Yota Balad menemui langsung para siswa yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman Hertati Taher, perwakilan Polres Pariaman, Kodim 0308/Pariaman, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Yota Balad menggelar pertemuan tatap muka bersama siswa dan orang tua di SMPN 7 Kota Pariaman, Senin (19/1/2025) pagi.

Dalam arahannya, Yota Balad meminta para siswa untuk tidak mengulangi perbuatan serupa, baik kepada siswa yang terlibat langsung maupun seluruh pelajar di Kota Pariaman. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dapat mencoreng nama baik sekolah, orang tua, serta berdampak negatif terhadap masa depan siswa itu sendiri.

“Apalagi peristiwa ini direkam dan diunggah ke media sosial. Itu bukan hal yang patut dibanggakan. Anak-anak harus memahami bahwa perbuatan tersebut melanggar aturan hukum, tidak beretika, dan bertentangan dengan nilai-nilai agama,” ujar Yota Balad.

Ia mengajak para siswa untuk berjanji pada diri sendiri agar tidak mengulangi tindakan yang bertentangan dengan norma dan kaidah kehidupan bermasyarakat, serta mengalihkan energi ke kegiatan-kegiatan positif yang dapat membanggakan sekolah, keluarga, dan daerah melalui prestasi.

Pada kesempatan tersebut, dua siswa yang terlibat perkelahian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, saling memaafkan, serta menyatakan penyesalan atas perbuatannya. Mereka berjanji di hadapan Wali Kota, majelis guru, dan orang tua untuk tidak mengulangi kejadian serupa.

Yota Balad juga menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pariaman untuk melakukan evaluasi, pengawasan, dan monitoring terhadap aktivitas siswa setelah jam pulang sekolah. Pemerintah Kota Pariaman, kata dia, tidak akan memberikan toleransi kepada siswa yang masih berkeliaran mengenakan seragam sekolah di luar jam yang ditentukan.

Ia berharap peristiwa tersebut menjadi kejadian pertama dan terakhir, serta tidak terulang kembali di sekolah mana pun di Kota Pariaman.

“Jika masih ditemukan perkelahian, keonaran, atau perbuatan asusila lainnya, Pemerintah Kota Pariaman tidak akan memberikan toleransi dan akan menerapkan sanksi sesuai ketentuan. Kita berharap seluruh siswa di Kota Pariaman menjauhi perbuatan-perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” tutup Yota Balad. (*)


×
Berita Terbaru Update