Padang, pariamantoday - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menggelar rapat koordinasi khusus untuk membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Barat. Rapat berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat dan dihadiri kepala daerah dari wilayah terdampak, termasuk Wali Kota Pariaman Yota Balad, Selasa (14/1/2026).
Dalam arahannya, Tito menekankan pentingnya sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar proses pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat berjalan cepat dan terukur. Ia menyebutkan bahwa kerusakan akibat banjir dan tanah longsor telah berdampak luas, mulai dari akses jalan, jembatan, hingga jaringan listrik dan air bersih.
“Memang kita harus mulai dari masalah. Kita harus melihat peta. Semakin akurat kita memetakan persoalan, semakin baik strategi penanganan yang bisa kita susun,” kata Tito.
Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 16 dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat terdampak bencana hidrometeorologi. Meski demikian, berdasarkan pemantauan melalui dasbor kebencanaan nasional serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, aktivitas pemerintahan di wilayah terdampak secara umum telah kembali berjalan.
“Pemerintahan kabupaten dan kota di Sumbar sudah berangsur normal. Ini modal penting untuk masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya.
Tito juga menekankan pentingnya penyampaian data kerusakan secara rinci dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Menurutnya, detail titik kerusakan menjadi kunci agar kementerian teknis dapat segera bergerak.
“Kita ingin detail titik kerusakan disampaikan, sehingga bisa diteruskan ke kementerian terkait seperti Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, dan kementerian lainnya agar semua bergerak secara serempak,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad melaporkan bahwa langkah-langkah tanggap darurat yang dilakukan Pemerintah Kota Pariaman pascabencana telah menunjukkan hasil positif. Aktivitas publik, pasar, serta akses transportasi di Kota Pariaman saat ini berangsur pulih.
“Kami melaporkan kepada Mendagri bahwa berkat kerja keras tim di lapangan dan dukungan masyarakat, kondisi Kota Pariaman sudah mulai normal. Bantuan telah kami salurkan kepada warga terdampak, termasuk pedagang dan pelaku usaha,” kata Yota Balad.
Ia menegaskan bahwa fokus Pemko Pariaman kini beralih dari masa tanggap darurat menuju fase rekonstruksi permanen. Pemerintah kota juga telah menyerahkan dokumen R3P Kota Pariaman sebagai dasar perencanaan pemulihan jangka menengah dan panjang.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Barat. (*)