Pariaman – Dua orang nelayan yang kapalnya terbalik akibat badai di perairan Pariaman, Sumatra Barat, berhasil diselamatkan pada Jumat malam setelah terombang-ambing selama beberapa jam di tengah cuaca buruk.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Bagindo Feri Ferdian, mengatakan kedua korban telah dievakuasi oleh nelayan setempat dan dibawa ke Pulau Ujung dalam kondisi selamat.
“Informasi terakhir, Dodi Andika dan Gilang sudah berhasil diselamatkan nelayan lain dan ditarik ke Pulau Ujung. Pihak keluarga juga telah kami informasikan,” kata Bagindo di Pariaman, Sabtu (3/1).
Insiden tersebut terjadi di perairan Gabuo Ketek, di belakang Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat (2/1/2026). Saat itu, wilayah perairan dilanda hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi.
Kapal tersebut diawaki dua nelayan, Dodi Andika dan Gilang, yang berangkat melaut dari Muaro Karan Aur pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Ketika hendak kembali ke darat pada Jumat dini hari, kapal mereka terbalik akibat cuaca ekstrem.
Sekitar pukul 07.00 WIB, Dodi sempat menghubungi ayahnya, Asrul Chan, melalui telepon seluler untuk melaporkan bahwa kapal mereka terbalik. Informasi itu kemudian diteruskan ke Satpolairud Polres Pariaman pada pukul 10.10 WIB.
Kepala Satpolairud Polres Pariaman, Iptu Catur Bambang, mengatakan pihaknya langsung mencatat laporan tersebut dan berkoordinasi dengan BPBD Kota Pariaman serta Basarnas untuk melakukan pemantauan dan pencarian.
“Proses pencarian melibatkan tim SAR dan nelayan setempat hingga akhirnya kedua korban berhasil ditemukan pada Jumat malam,” ujarnya.
Insiden ini terjadi di tengah kondisi cuaca yang masih labil di Sumatra Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah pesisir Sumatra Barat masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai angin kencang dan gelombang laut yang dapat meningkat sewaktu-waktu.
BMKG mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan peringatan cuaca sebelum melaut.
Hingga Sabtu, BPBD menyatakan tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan lanjutan akibat kejadian tersebut yang juga disertai robohnya bangunan semi permanen.(OLP)