Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Terjunkan BPS, Mardison: kami butuh data pertanian se akurat mungkin

4 Juni 2023 | 4.6.23 WIB Last Updated 2023-06-04T12:02:26Z

 


Pariaman - Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman, Yaliandri melepas petugas sensus pertanian (ST) 2023 untuk Kota Pariaman setelah upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Balaikota Pariaman, Kamis (1/6).

69 Petugas ST Pertanian terdiri dari 55 petugas pendata 55 orang, 12 orang pemeriksa lapangan sensus dan 2 orang koordinator sensus kecamatan yang akan mendata di empat kecamatan dan 71 desa/kelurahan yang ada di Kota Pariaman.

“Sensus pertanian memiliki peran penting dalam kehidupan banyak orang, dan untuk itu diperlukan data yang akurat agar kebijakan yang diambil memiliki akurasi yang baik. Oleh karena itu, kualitas dan manfaat dari hasil pendataan menjadi hal yang sangat penting,” kata Mardison.

Mardison mengtakan bahwa bidang pertanian memegang peran penting dan memberikan kontribusi sebesar 11.77 persen terhadap perekonomian Indonesia di Triwulan I 2023. Hal ini merupakan terbesar keempat setelah sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertambangan.

Mardison berharap pelaksanaan ST 2023 mampu memberikan gambaran komprehensif terkait kondisi pertanian di Indonesia, khususnya di Kota Pariaman dan data yang diperoleh mampu menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan strategis sektor pertanian dan menjadi tolok ukur perencanaan dan evaluasi selama 10 tahun ke depan.

Mardison juga meminta petugas sensus pertanian agar teliti dan tidak sembarangan dalam pengambilan data, sebab, kata dia, data yang dikumpulkan akan diolah dan dibandingkan dengan data lainnya. Penting bagi petugas untuk menghindari pengambilan data yang asal-asalan.

Kepala BPS Kota Pariaman, Yaliandri menuturkan tahun ini BPS menyelenggarakan sensus ketujuh, dengan tagline mencatat pertanian Indonesia untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

“Dalam menjalankan ST 2023 itu, BPS telah mengirimkan 69 petugas yang akan ditempatkan di lapangan sebagai pencacah, pendamping, dan koordinator, selanjutnya ada tujuh subsektor yang akan dicacah, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, dan jasa pertanian,” terangnya.

Dirinya juga menjelaskan pendataan ST 2023 ini juga untuk unit usaha yang dicakup meliputi Usaha Pertanian Perorangan (UTP), Usaha Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB), dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL).

Kegiatan ini akan dilakukan mulai 1 Juni hingga 31 Juli 2023 mendatang, dan petugas akan terjun langsung ke masyarakat akan mengumpulkan data se akurat mungkin. (Juned)

×
Berita Terbaru Update