Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Inilah Alasan Nazaruddin Pahlawan Demokrat

18 Februari 2013 | 18.2.13 WIB Last Updated 2013-02-18T13:45:34Z

Muhammad Nazaruddin,mantan Bendahara Umum Partai Demokrat dituding oleh Sutan Bhatoegana sebagai dalang penyebab elektabilitas PD terjun bebas. Barangkali sebagian besar pengurus PD menganggap Nazar adalah pengkhianat Partai. Tetapi barangkali pengurus PD yang anti korupsi dan rakyat yang merasa “terbohongi” dengan iklan PD selama ini akan menganggap Nazar itu pahlawan mereka,koq bisa?

Cobalah mengingat-ingat dengan baik,kalau seandainya Nazar tidak korupsi dan bercuap-cuap sejak melarikan diri hingga sekarang ini,mungkin orang akan berpikir bahwa di PD itu politisinya adalah mahkluk yang suci dan memang benar-2 anti korupsi,padahal ternyata petinggi-2 kader PD dijumpai doyan duit dan suka menyuap. Lihat saja Angelina”Angie” Sondakh,Andi Malaranggeng,kemudian Siti Hartati Murdaya sekarang menjadi pesakitan. Rakyat pun jadi tahu,ternyata banyak permainan kotor di DPR khususnya di Badan Anggaran yang menjadikan proyek-2 negara di “mark-up” sedemikian rupa. Rakyat pun juga menjadi tahu,bahwa PD sebagai partai politik cuman menggantungkan nasibnya pada satu orang,yaitu SBY ; Bukan partai kader yang memang mempunyai kader-2 hebat,tetapi kader-2 yang berlindung di ketiak Ketua Majelis Tinggi-nya.

Dengan kicauan Nazar orang menjadi menagih janji kampanye PD yang mengatakan “Katakan TIDAK pada korupsi” ….Tentu ini menjadi bukti bahwa didalam tubuh PD bisa jadi ada banyak lagi Nazar-2 yang lain namun sampai sekarang belum terungkap kasusnya. Oleh kicauan Nazar para politikus PD kini menjadi menahan diri untuk tidak korup (walau ada keinginan),dengan demikian rakyat diuntungkan akibat kasus Nazar terungkap. Bayangkan saja kalau seandainya kasus Nazar tidak terungkap,mungkin selama 5 tahun sejak 2009 bisa jadi negara ini ludes disedot para koruptor dari kader-2 PD dan parpol-2 lain yang juga merupakan kolaborator PD di DPR.

Saat ini Nazar belum menjadi “justice colaborator” , namun sepak terjangnya yang bisa jadi disebabkan karena emosional melihat rekan-2nya yang dulu menikmati korupsi sama-2 sekarang memojokkan dirinya,maka Nazar menggunakan strategi buka-2an. Ada yang mengatakan bahwa sasaran tembak Nazar adalah sasaran antara saja,sebab meriam yang sesungguhnya sebenarnya sedang diarahkan ke Cikeas. Elektabilitas PD turun drastis karena publik mempercayai bahwa kasus Nazar tidak mungkin berhenti sampai Anas Urbaningrum,tetapi sampai ke keluarga Cikeas,siapa lagi kalau bukan putra bungsu SBY yang diincar. Apalagi dengan hukuman pidana yang dijatuhkan ke Nazar begitu ringan,maka publik mempercayai bahwa ada “invisible hand” yang mengatur pengadilan itu agar Nazar dihukum ringan. Apalagi sampai sekarang SBY tidak berani menurunkan Anas Urbaningrum,itu bukan karena faktor dukungan politik ke Anas yang kuat,tetapi “ketakutan” SBY bila kasus ini menyeret Ibas Yudoyono,itulah pikiran publik melihat kasus Nazar dan PD.

Apapun yang dikatakan SBY dan para petinggi PD tentang Nazar,Anas,Ibas sekarang ini sulit dipercayai oleh publik. Opini yang sudah terbangun di publik sulit sekali untuk diperbaiki,kecuali orang-2 yang diduga oleh publik sebagai yang ikut menikmati uang korupsi bersama Nazar diciduk habis oleh KPK. Tetapi itu juga mengandung resiko jatuhnya imej keluarga Cikeas dalam menghadapi Pemilu 2014. Oleh karena itu perang urat syaraf Nazaruddin dengan Anas dan keluarga Cikeas tetap akan menjadi berita yang paling top sepanjang tahun 2013,kecuali mereka sudah ada “deal” tertentu dibawah kepiawaian OC Kaligis,dkk.

Muh.Nazaruddin bisa jadi memang “pahlawan”…..walau barangkali statusnya pahlawan kesiangan.


Catatan Mania Telo Freedom Writers Kompasianer
×
Berita Terbaru Update