Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Buruh Bangunan Paruh Baya

21 Oktober 2012 | 21.10.12 WIB Last Updated 2012-10-21T00:21:22Z


Buruh bangunan paruh baya perbaiki trotoar di jalan jendral sudirman.
padang sabtu 20 oktober,sekelompok orang yang bekerja dijalan jendral sudirman  begitu sibuk dengan aktivitas nya,jumlanya pekerja sepuluh orang dan asyik dengan kegiataan masing masin.mengaduk aduk semen dengan lincah,padahal kalo dilihat dari sekian pekerja udah ada yang  paruh baya,saya melihat bapak bapak tersebut dari balik jalan raya tepatnya di depan bank MEGA,jalan raya yang padat dan suara bising membuat saya susah untuk mendekatinya,mencoba perlahan demi perlahan akhirnya saya pun sampai pada lokasi bapak tersebut bekerja.keadaan lokasi yang penuh dengan tumpukan material,batu batu yang amat besar.terlintas difikiran "apa semua ini sanggup bapak kerjakan,apa bapak sanggup mengangkat beban ini" saya makin mendekat kepadanya seorang buruh bangunan tersebut,dan menyapa nya "pak"


jawabnya "iya"


hari dah menunjukan jam 16.00,dimana cahaya matahari sudah mulai mengurangi penerangan


ya ke bumi.berati sebentar lagi akan datang malam.
saya bertanya"udah jam brapa ini pak,masih kerja juga"


dia menjawab dengan senyuman dengan raut wajah yang lelah..terasa bagi saya betapa sulit nya hari yang di lalui si bapak paruh baya itu..bekerja di bawah terik matahari dan di samping keramaian lalu lintas sore dimana pada saat jam pulang kerja .saya tetap berdiri  disana sambil melihat si bapak membersihkan perlatanya,,ini berati bentar lagi mereka mau selesai pekerjaanya,,


mata saya selalu tertuju pada bapak paruh baya itu,saya berusah lebih dekat denganya.karna saya berusaha menanyakan berapa upah bapak,tapi gak punya keberanian buat nanya terlalu dalam lagi sam bapak ituh,karna keliahatanya dia buru buru  mau untuk segera pulang,tak sabar bertemu dengan anak nya 


saya hanya bisa berdoa semoga si bapak paruh baya itu selalu sehat wlfiat,tetap semanggat jalani kehidupan ini karna dia adalah tumpuan keluarganya.tak lama teman saya memanggil dari kejauhan,membuat saya lupa sejenak terhadap paruh baya itu


Dicki Astrianto
×
Berita Terbaru Update