Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dirgahayu Indonesia,Terima Kasih Sudah Membuat Kami Kaya-Raya Dari Korupsi

17 Agustus 2012 | 17.8.12 WIB Last Updated 2012-08-18T07:59:22Z

Kalau pas peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia,pejabat di negeri ini mulai dari tingkat rendah sampai yang tertinggi mengesankan seorang yang sangat mencintai Indonesia. Itu dibuktikan dengan segala atribut yang dipasang di pakaiannya pada waktu upacara bendera. Tanda penghargaan yang diperoleh oleh mereka menunjukkan bukti bahwa dirinya berjasa terhadap negeri ini. Nah,orang yang berjasa tentu mempunyai rasa kecintaan yang tinggi terhadap tanah airnya. Tanpa rasa cinta,mana mungkin mau membela dan berjuang untuk negeri ini,bukan…?

Perwujudan cinta adalah pengorbanan tanpa pamrih,itulah sebenarnya landasan seorang disebut sebagai Pahlawan. Tetapi makna itu ternyata tidak ada pada diri pejuang-2 yang berganti profesi menjadi seorang pejabat negeri ini dan masih hidup hingga sekarang atau pada waktu zaman Orba menikmati kedudukan dan kemudian sudah menjadi almarhum. Rata-2 mereka menyisakan kenangan yang tidak baik dengan segudang kasus yang hingga kini terus menjadi digunjingkan oleh banyak orang. 

Dari keterlibatan mereka atas kasus-2 korupsi yang merebak di instansi yang dipimpinnya sampai dengan kekayaan yang dimilikinya tidak sesuai dengan gaji yang diperolehnya. Ironis banget bila disandingkan dengan veteran-2 yang hidupnya tidak menjadi pejabat negeri ini,mereka hidup dalam kesederhanaan dan kemiskinan namun tetap tidak mempunyai pamrih menuntut sesuatu dari negeri ini.

Justru negara malah memperlakukan para pejuang yang penjadi pejabat korup terlalu berlebihan…! Selain kasusnya tidak pernah diungkap dengan jelas karena merasa “jasa” mereka lebih besar,juga mati pun masih dihormati bak pahlawan dengan hak istimewa dimakamkan di sebuah taman makam Pahlawan…! Apa kata Malaikat di akherat nanti…?

Para pejabat yang berdiri di upacara bendera seperti seolah paling berjasa atas negeri ini,mereka seharusnya bertanya “Apakah aku (tidak) cinta Indonesia…?” . Kalau cinta,kenapa koq korupsi? Lebih baik terus terang saja bahwa mereka tidak mencintai negeri ini,oleh karena itu mereka korupsi supaya hidup dan hari tua mereka tetap bisa senang-2 …! Kalau tidak cinta,kenapa harus bilang cinta….kata sebuah syair lagu…! Kemunafikan yang dijalankan dalam kehidupan agamawi mereka itulah yang menyebabkan hati nurani mereka sudah tidak ada lagi…!

Indonesia sebagai negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa ini menjadi biang kemunafikan para pejabatnya. Kepercayaan mereka terhadap Tuhan YME dalam kehidupan agamawi mereka itulah yang menjadi topeng kehidupan kesehariannya. Berpeci seperti orang alim,pergi ke tempat ibadah dan menjalankan ibadahnya sesuai dengan ajaran agamawi mereka akan menutupi “keberdosaan” mereka di depan publik dan lingkungannya. 

Hanya Tuhan yangboleh mengadili/menghakiminya,maka mereka tidak perlu merasa takut dengan masyarakat yang mencemooh perbuatan munafiknya. Tuhan YME dan ajaran agamawi mereka dijadikan ALAT ,bukan dirinya yang seharusnya menjadi alat Tuhan YME untuk menjadi teladan bagi Tuhan…!

Sungguh,kalau boleh sejujurnya aku mengatakan….”Aku tidak cinta Indonesia” (begitu kata para pejabat korup,sebab selama 67 tahun sebenarnya aku sudah menguras negeri ini untuk diriku sendiri,kelompok dan golonganku…!)

Dirgahayu Indonesia,terima kasih sudah membuat aku kaya raya dari hasil korupsi…!

Catatan Mania Telo freedom writers kompasianer
×
Berita Terbaru Update