Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ruas jalan tanpa anggaran ke-20 di Pariaman Utara sudah bisa dilalui

23 Februari 2023 | 23.2.23 WIB Last Updated 2023-02-23T13:08:45Z

 


Pariaman - Ruas jalan ke-20 yang dibangun secara swadaya, atau tanpa penggunaan anggaran formal pemerintah yang menghubungkan Desa Cubadak Air Utara dengan Desa Sungai Rambai di Kecamatan Pariaman Utara, sudah bisa dilewati.

"Jalan ini awalnya dibuka secara gotong-royong masyarakat pada dua hari pertama, kemudian kita kerahkan alat berat di hari ketiga. Di hari kedua belas ini jalan sudah bisa dilalui," ungkap Walikota Pariaman, Genius Umar saat meninjau ke lokasi, Kamis (23/2).

Pembangunan jalan tanpa menggunakan anggaran formal, kata Genius, dimulai sejak awal pandemi Covid-19. Hingga saat ini sudah 20 ruas jalan dengan panjang 40 kilometer telah dibuka lewat swadaya dan partisipasi masyarakat.

Di awal pandemi, kata Genius, banyak program pembangunan terkendala pendanaan karena pemerintah pusat sempat membatasi anggaran belanja ke daerah untuk penanganan Covid-19.

"Tapi kita menginginkan pembangunan tidak boleh terhenti karena alasan anggaran, dan kita akali dengan cara swadaya dan gotong royong," terang Genius.

Beruntungnya, kata Genius, idenya tersebut mendapatkan dukungan besar dari masyarakat yang dibuktikan dengan dihibahkannya tanah untuk pembukaan jalan.

"Dan jalan baru yang kita buka sangat bermanfaat bagi masyarakat. Aktivitas dan mobilitas warga menjadi lancar, juga berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi," ungkapnya.

Pembukaan jalan secara swadaya, kata dia, juga menunjukkan kekompakan dan partisipasi masyarakat membangun daerah.

Kepala Dinas PUPRP Kota Pariaman, Nopriyadi Syukri mengatakan ruas jalan yang dibuka menghubungkan dua desa di Pariaman Utara memiliki panjang 550 meter dengan lebar 8 meter.

Jalan tersebut, kata dia, telah mulai dibuka oleh masyarakat 2 sampai 3 hari pertama, kemudian dilanjutkan menggunakan alat berat. Selama 8 hari menggunakan alat berat,  jalan tersebut sudah bisa dilalui, walaupun belum pengerasan.

"Untuk tanahnya hibah 7 orang pemilik," kata Nono, ia biasa disapa. (Juned/OLP)

×
Berita Terbaru Update