Pedagang pakaian keluhkan untung tipis karena selalu dibandingkan harga online

Foto: istimewa/jawapos

Pariaman - Pedagang Pasar Pariaman dan sekitarnya mulai panen rejeki menjelang 10 hari lebaran ini. Mulai dari toko pakaian hingga kaki lima diserbu pembeli.

"Padahal beberapa pekan sebelumnya sepi pembeli. Kita kaget juga beberapa hari ini masyarakat mulai ramai belanja," kata Wan, salah seorang pedagang kaki lima musiman di Pariaman.

Menurut dia, dibandingkan tahun sebelumnya, masyarakat agak telat membelanjakan uangnya untuk beli pakaian lebaran. Dia juga berpikir, hal tersebut juga dipengaruhi makin akrabnya warga Pariaman belanja online.

"Jika dibandingkan lima tahun sebelumnya, pasti ada penurunan karena sebagian masyarakat mulai terbiasa belanja online. Itu tidak kita pungkiri karena sebagian pedagang juga memesan dagangannya melalui online marketplace," kata dia.

Tapi menurutnya ada yang tidak bisa tergantikan belanja secara online dan offline. Jika belanja langsung atau offline, calon pembeli bisa langsung melihat kualitas bahan, model dan langsung mencobanya.

"Ini masih menjadi hal positif bagi kita karena calon pembeli bisa langsung mencoba sebelum membeli, sedangkan belanja online tidak bisa, hanya mengandalkan ukuran umum," kata dia.

Pengaruh belanja online juga mempengaruhi persentase keuntungan para pedagang. Menurutnya, calon pembeli sering membandingkan harga yang mereka jual dengan di marketplace.

"Yah, kita hanya bisa ambil keuntungan tipis. Zaman sekarang, jual pakaian tidak bisa bikin orang kaya raya," celetuknya.

Sementara pengamat sosial, Muhammad Hasbi mengatakan mulai ramainya pembeli belanja pakaian lebaran karena sebagian PNS sudah ada yang telah menerima THR.

Ia memprediksi sepekan menjelang Lebaran pedagang pakaian akan kewalahan melayani pembeli.

"Karena seluruh pegawai, baik negeri dan swasta sudah menerima THR dan tunjangan. Mereka akan belanja, uang yang mereka belanjakan akan berputar ke sektor lainnya sehingga terjadi peningkatan ekonomi jelang lebaran," kata Ketua PPP Padangpariaman ini.

Dalam pantauan Pariamantoday.com di beberapa jasa pengiriman, ada ribuan barang menumpuk setiap hari siap kirim kepada pembeli di Kota Pariaman.

Menurut salah satu karyawan jasa pengiriman, barang yang datang hari ini tidak bisa dikirim semua ke alamat penerima karena keterbatasan karyawan.

"Peningkatannya sampai tiga kali lipat dari hari biasa sehingga tidak tercover oleh kurir pengantar. Sehingga, ada keterlambatan satu sampai dua hari dari hari biasa. Umumnya barang dari marketplace, persentasenya mungkin lebih dari 80 persen kali ya," ungkapnya.

Di Pariaman sendiri terdapat lima kantor jasa pengiriman yang semuanya hampir dipastikan sibuk jelang lebaran ini. Barang yang dikirim umumnya berasal dari sejumlah marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dll. (OLP)