Demo mahasiswa Pariaman sampaikan 3 tuntutan

Foto: Erwin

Pariaman - Aksi demo mahasiswa di halaman Balaikota Pariaman berlangsung aman dan tertib, Senin (11/4). Puluhan mahasiswa HMI, Petarung Institute, Pemuda Relawan Pariaman, Lingkaran Mahasiswa Piaman dan X Jeruk Beraksi dalam orasinya, menyampaikan tiga tuntutan.

Tuntutan pertama mahasiswa meminta Mahkamah Agung segera menolak Undang-Undang tentang periodesasi dan penundaan Pemilu 2024. Memberantas mafia minyak goreng dan turunkan harga BBM dan minta Menteri ESDM dicopot.

Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Yota Balad menyempatkan diri menemui mahasiswa saat demo. Ia bahkan melakukan komunikasi dengan para mahasiswa bersama dengan Kapolres Pariaman.

"Demo berjalan damai dan adik-adik mahasiswa telah menyampaikan aspirasinya. Tidak ada aksi anarkis dalam aksi demo, semua berjalan aman," kata Yota Balad.

Alumni STPDN itu tidak mempermasalahkan penyampaian aspirasi melalui aksi demo asal dilakukan sesuai prosedur, tidak melanggar ketertiban umum, dan tidak anarkis.

"Karena suatu pemerintahan tidak bisa terlepaskan dari mahasiswa dan masyarakatnya," katanya.

Yota Balad bahkan menyebut apa yang menjadi tuntutan mahasiswa melalui aksi demo juga sebuah perjuangan.

"Mudah-mudahan perjuangan adik-adik dijabah Allah SWT. Ini adalah kemenangan kita bersama," pungkasnya.

Aksi demo dikawal langsung oleh Kapolres Pariaman AKBP, Abdul Azis bersama jajaran dan anggota TNI dari KODIM 0308 Pariaman. (Erwin/OLP)