Pemko Pariaman salurkan bantuan tunai langsung ke kampung korban erupsi Semeru

Foto: istimewa

Pariaman - Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman, M Rum, beserta rombongan kunjungi kampung pengungsian korban erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (10/1).

Pada kesempatan itu M Rum juga menyerahkan bantuan tunai Rp 100 juta bagi korban erupsi yang diterima Ketua Baznas Lumajang, M Khoyum.

"Semoga dengan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara kita yang menerima cobaan. Erupsi Semeru tidak hanya duka bagi Lumajang, kami juga ikut bisa merasakannya," kata M Rum.

Sebagai daerah yang pernah mengalamai gempa bumi dahsyat 2009, kata M Rum, warga Pariaman turut prihatin atas peristiwa yang menimpa masyarakat Lumajang.

"Kita juga pernah merasakan cobaan berat akibat gempa bumi hebat 2009. Selama satu minggu listrik padam, jalanan putus, ribuan rumah hancur dan ratusan keluarga kami menjadi korban. Belum lagi penderitaan traumatik pasca gempa, terutama bagi anak-anak yang orang tuanya meninggal," kata M Rum.

Oleh karena itu, beberapa saat setelah erupsi Semeru, pihaknya langsung menyampaikan rasa duka pada Desember lalu. Lalu menggalang dana dan langsung mengantarkannya ke Lumajang.

M Rum juga menyemangati petugas yang bekerja tak kenal lelah di kampung pengungsian erupsi Semeru. Ia meminta petugas agar tetap menjaga kesehatan dan diberi kekuatan dalam menjalani misi kemanusiaan.

Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Senin, 20 Desember 2021, pukul 05:56 WIB. Tinggi kolom abu teramati sekitar 1500 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf BMKG dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 433 detik.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan letusan Semeru mengakibatkan 58 orang meninggal dunia, 10.400 warga kehilangan tempat tinggal.

Sementara total rumah rusak mencapai 1.027 unit. Lalu, total warga mengungsi berjumlah 9.417 jiwa yang tersebar di 402 titik. Konsentrasi pengungsian terpusat di 3 kecamatan, yakni di Pasirian 15 titik 1.657 jiwa, Candipuro 22 titik 3.897 jiwa dan Pronojiwo 7 titik 1.136 jiwa.

Pengungsian di luar Kabupaten Lumajang berada di Kabupaten Malang 9 titik 341 jiwa, Probolinggo 1 titik 11 jiwa, Blitar 1 titik 3 jiwa dan Jember 3 titik 13 jiwa. Bencana alam ini mendapat respons dari sejumlah pihak. Banyak bantuan hingga relawan berdatangan. (OLP/*)