Dukung Sagasaja, warga Kampung Apar kumpulkan minyak sisa penggorengan

Kampung Apar Center dan BSSA kumpulkan minyak jelantah. Foto: Desi

Pariaman - Kampung Apar Innovation Center (KAIC) dan Bank Sampah Sahabat Alam (BSSA) Desa Kampung Apar, Pariaman Selatan sumbangkan hasil penjualan minyak jelantah guna mendukung program satu keluarga satu sarjana (Sagsaja) Pemko Pariaman.

"Hasil penjualan minyak jelantah kami setorkan kepada Baznas Kota Pariaman selanjutnya buat membantu program Sagasaja," kata koordinator KAIC dan BSSA, Eko Kurniawan di Pariaman, Senin (17/1).

Minyak jelantah yang merupakan minyak sisa penggorengan rumah tangga dan industri rumahan ini dikumpulkan lembaga tersebut sejak November 2021 lalu.

Minyak goreng bekas dikumpulkan dari rumah tangga, rumah makan dan penjual gorengan. Program tersebut mereka kampanyekan dengan sebutan 'sedekah minyak jelantah'.

"Sebelumnya minyak goreng bekas ini menjadi limbah. Dibuang ke saluran got dan wc yang tentunya menjadi limbah yang mencemarkan lingkungan," kata dia.

Menurut dia, hingga saat ini pihaknya telah mengumpulkan minyak sisa penggorengan sekitar 20 kg. Minyak tersebut kemudian dijual kepada pengepul seharga Rp 8 ribu per kg.

Program sedekah minyak jelantah tersebut, kata dia telah mendapat dukungan dari Pertamina dan sejumlah lembaga lainnya. Seperti Jelantah4change - organisasi yang fokus pada edukasi dan pengelolaan jelantah - serta kolaborasi dengan Treasure Not Trash (TNT) - organisasi yang juga fokus pada isu-isu lingkungan hidup.

"Kita terus membuka diri untuk bekerjasama dengan berbagai pihak lainnya," imbuhnya.

Pihaknya berharap agar Pemko Pariaman ikut berperan aktif dalam kampanye programnya tersebut dengan memberikan imbauan bagi pengusaha rumah makan, rumah sakit dan rumah tangga supaya ikut menyumbangkan sisa minyak gorengnya ke lembaga tersebut.

"Agar niat kita untuk membantu program Sagasaja lebih cepat terwujud," kata dia. (Desi/OLP)