Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tak perlu ladang luas, panen sayur juga bisa dari pekarangan rumah

25 September 2021 | 25.9.21 WIB Last Updated 2021-09-25T05:40:50Z

Walikota Pariaman, Genius Umar menyaksikan sendiri hasil panen tanaman pekarangan rumah Yusnidar di Desa Toboh Palabah. Foto: Phaik

Pariaman - Walikota Pariaman, Genius Umar berulang kali mengajak ibu rumah tangga memanfaatkan pekarangan rumah dengan tanaman produktif, seperti buah, tanaman obat dan aneka sayuran.

"Karena selain bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga juga bisa dijual dan menjadi nilai tambah untuk ekonomi keluarga," kata Genius Umar saat meninjau kelompok wanita tani (KWT) Desa Toboh Palabah, Pariaman Selatan, Sabtu (25/9).

Bahkan tidak jarang doktor lulusan IPB itu juga membagikan bibit tanaman buah dan sayur gratis untuk tiap rumah serta KWT yang ada di Kota Pariaman.

"Karena dengan memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan, akan menciptakan ketahananan pangan keluarga," ujarnya.

Sedangkan KWT Desa Toboh Palabah, kata dia, perlu dicontoh oleh KWT lainnya karena berhasil membina kelompok ibu-ibu hingga aktif menanam di pekarangan rumahnya masing-masing.

"Di sini ibu-ibunya aktif menanam berbagai jenis buah dan sayur bernilai ekonomi yang hasil panennya mampu menopang keuangan keluarga," kata dia.

Hingga saat ini, ujar dia, KWT Toboh Palabah berhasil mengembangkan berbagai jenis tanaman. Ia berjanji akan menambah jenis tanaman baru melalui pemberian bibit gratis dari dinas terkait.

Pada kesempatan itu, Genius melihat hasil panen pekarangan rumah Ketua KWT Toboh Palabah, Yusnidar yang menanam berbagai jenis sayur-sayuran dan tanaman obat.

"Ada tomat, jahe, cabai dan berbagai jenis sayuran. Selain untuk konsumsi keluarga, juga dibagikan kepada tetangga yang membutuhkan," kata dia.

Di samping itu, kata Yusnidar, tidak sedikit pula masyarakat yang membeli hasil panen sayuran pekarangan rumahnya.

"Ibu-ibu di sini mayoritas juga memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayur dan tanaman obat. Sayang tanah yang subur tidak dimanfaatkan. Kita juga mendapat pembinaan dari penyuluh pertanian," pungkasnya. (Phaik/OLP)

×
Berita Terbaru Update