Gerakan memasak rendang sedunia, Genius: kelezatan rendang Pariaman tiada duanya

Ketua PKK Pariaman, Lucy Genius dan Ketua GOW Indriati Mardison sedang mengaduk rendang di halaman Rumah Tabuik Pasa di Karanaur. Foto: Dewi

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan rendang asal Pariaman terkenal lebih nikmat karena didukung beberapa hal. Selain dagingnya, juga karena kelapa berkualitas memang berasal dari Pariaman sehingga menjadikan rendang Pariaman lebih gurih.

"Dari dulu tradisi marandang Pariaman terkenal apik. Semua terbuat dari bahan pilihan. Mulai dari daging segar, bumbu, hingga buah kelapa. Kelezatan rendang daerah lain juga karena menggunakan kelapa Pariaman," kata Genius Umar pada acara memasak rendang sedunia yang dilaksanakan secara serentak di lima benua dan dibuka secara virtual oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sabtu (21/8).

Memasak rendang sedunia, kata Genius merupakan upaya negara untuk mematenkan masakan rendang sebagai warisan budaya Indonesia ke UNESCO. Karena rendang memang berasal dari Sumatra Barat dan telah beberapa kali terpilih sebagai masakan paling enak nomor 1 di dunia, negara perlu menjaga warisan tersebut agar nantinya tidak diklaim negara lain.

Saat membuka acara memasak rendang sedunia, Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga menekankan hal yang sama. Iriana menyebut dirinya sangat mendukung acara tersebut dan berharap masakan rendang terus mendunia dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Memasak rendang sedunia adalah sebuah gerakan bersama guna mendukung dan mensukseskan pendaftaran rendang sebagai warisan budaya Indonesia ke UNESCO," kata Iriana.

Ketua PKK Kota Pariaman, Lucyanel Arlym menyebut meskipun memasak rendang sedunia diadakan secara virtual, tapi sama sekali tidak mengurangi semangat peserta.

Bahkan menurut Lucy, Kota Pariaman sendiri memasak rendang dalam lima tungku besar terpisah dengan satu tungku bagi setiap peserta.

"Satu tungku rendang peserta PKK Pariaman dan 1 tungku PKK per kecamatan," kata Lucy.

Selain mendukung program pemerintah pusat mematenkan masakan rendang menjadi warisan budaya ke UNESCO, kata Lucy, gerakan memasak rendang sedunia diharapkannya bisa memotivasi UMKM Pariaman.

"Dengan memasarkannya dan menjadi oleh-oleh saat wisatawan berkunjung ke Pariaman. Juga bisa mengolah dan membuat bumbu siap saji agar wisatawan juga bisa memasaknya di rumah tanpa mengurangi cita rasa rendang Pariaman," kata Lucy yang juga seorang dokter dan master di bidang manajemen rumah sakit ini.

Untuk diketahui, kelezatan rendang tidak hanya terkenal di Indonesia saja. Menurut survei CNN Internasional pada 2011, rendang menduduki peringkat pertama dalam World’s 50 Delicious Food.

Dalam survei tersebut, rendang mengalahkan berbagai makanan dari negara-negara lain, seperti sushi dari Jepang, pad thai dari Thailand, peking duck dari China, dan masih banyak lagi. Prestasi ini menunjukkan bahwa kelezatan rendang ternyata pas untuk lidah semua orang.

Bahkan karena kelezatannya, banyak turis barat menjadikan rendang sebagai kuliner favoritnya hingga menciptakan lagu yang menggambarkan betapa lezatnya rendang. (Dewi/OLP)