Banyak Nakes Cari Alasan Agar Tidak Divaksin, Genius: Saya Sendiri Telah Disuntik

Walikota Genius Umar ceritakan langsung pengalaman dirinya setelah disuntik vaksin Covid-19 kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Pauh. Foto: Desi

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar kembali menegaskan agar seluruh tenaga kesehatan (nakes) melakukan vaksinasi Covid-19. Hingga saat ini, kata Genius, masih ada nakes yang belum melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 dosis pertama.

"Jika tenaga kesehatannya tidak disuntik vaksin bagaimana dengan masyarakatnya. Tentu saja mereka juga tidak ingin disuntik vaksin, sementara kita (nakes) harus memberikan contoh yang baik kepada mereka," kata Genius saat meninjau Puskesmas Pauh di Desa Pauh Barat, Selasa (16/2).

Genius menuturkan, selaku walikota, dirinya telah menerima vaksinasi Covid-19 beberapa hari lalu untuk memberi contoh ke masyarakat tentang jaminan keamanan vaksin jenis Sinovac.

Sebagaimana diketahui, sambung Genius, tenaga kesehatan merupakan prioritas utama untuk disuntik vaksin covid-19. Sebagai garda terdepan, tenaga kesehatan mesti memiliki kekebalan tubuh terhadap inveksi Covid-19 dan satu-satunya cara adalah dengan divaksinasi.

“Saya sendiri berani disuntik vaksin. Selain untuk menjaga kekebalan tubuh, saya juga merasa bertambah bugar dan semangat dalam bekerja. Saya ingin begitu juga terhadap tenaga kesehatan, karena bapak-bapak dan ibu-ibu di sini bekerja melayani orang-orang sakit, dan kita tidak mengetahui apakan mereka terpapar Covid-19 atau tidak,” kata Genius.

Oleh sebab itu Genius meminta kepada pimpinan Puskesmas Pauh agar mengarahkan jajarannya untuk divaksin guna mengurangi risiko penularan Covid-19 di lingkungan puskesmas.

“Jangan usahakan untuk tidak divaksin dengan berbagai alasan. Vaksinasi demi kesehatan kita semua,” ujar suami dr Lucyanel itu.

Genius menegaskan vaksinasi merupakan syarat bagi tenaga kesehatan di setiap puskesmas. Semuanya harus divaksin tanpa terkecuali.

“Jika mereka tidak mau, sampaikan kepada saya secepatnya, apa alasan mereka tidak mau divaksin,” tandasnya.

Sebelumnya dinas kesehatan kota Pariaman menyatakan vaksin Covid-19 tahap pertama telah tersedia sebanyak 1.880 dosis sejak 27 Januari lalu. Namun hingga kini, baru 60 persen dari jumlah tersebut yang telah disuntikkan. (Desi/OLP)