Nakes Pariaman Disuntik Vaksin, Penerima Sebut Rasanya Biasa Saja meski Sedikit Pegal

Salah seorang nakes Pariaman lakukan cek kesehatan sebelum disuntik vaksin. Foto: istimewa

Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman mulai melakukan penyuntikan vaksin tahap awal vaksin Covid-19 jenis Sinovac bagi ratusan tenaga kesehatan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kota Pariaman, Kamis (28/1).

Dari 1.880 jumlah dosis yang diterima Kota Pariaman, sebanyak 992 dosis akan diberikan kepada tenaga kesehatan. Tiap individu akan menerima dua dosis vaksin tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah mengatakan, setelah pemberian vaksin kepada seluruh tenaga kesehatan, pemberian vaksin gelombang pertama dilanjutkan kepada unsur Forkopimda, ASN Pemko Pariaman, lintas sektoral dan masyarakat.

"Kota Pariaman menargetkan 70 persen warga Pariaman tervaksinasi dan untuk pemberian tahap awal bagi petugas kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah pusat," kata Nazifah.

Dari jumlah vaksin yang diterima sekarang, belum mencukupi memenuhi target 70 persen pemberian vaksin bagi seluruh warga Pariaman. Akan ada beberapa kali tahapan bagi kota Pariaman dalam menerima vaksin di sepanjang 2021.

Menurut Nazifah, pihaknya hingga saat ini terus melakukan sosialisasi kepada ASN dan masyarakat agar tidak takut divaksinasi. Ia mengakui memang ada sedikit isu menyesatkan beredar di masyarakat terkait keamanan vaksin.

"Kita terus sosialisasikan tentang keamanan vaksin. Vaksin yang sama bahkan juga telah disuntikkan kepada presiden, menteri dan pejabat tinggi negara. WHO, BPOM sudah nyatakan vaksin Sinovac aman, serta MUI juga telah mensertifikasi halal," ujarnya.

Salah seorang tenaga kesehatan penerima vaksin gelombang pertama bernama Rio Arisandi, mengaku tidak ada gejala setelah pemberian vaksin. Ia hanya merasakan seperti disuntuk biasa.
Sebelum pemberian dosis vaksin, ia juga telah melakukan cek kesehatan.

 
"Rasanya sedikit pegal saja saat disuntik. Tidak ada gejala, rasanya biasa-biasa saja," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, sehari sebelumnya Pemko Pariaman telah menerima 1.880 dosis vaksin jenis Sinovac dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar.

Vaksin yang ditaruh dalam peti pendingin dan dikawal oleh personil Brimob Polda Sumbar itu kemudian disimpan di gudang farmasi milik Dinas Kesehatan Kota Pariaman.

"Selama dalam penyimpanan vaksin tetap dalam peti pendingin untuk menjaga suhunya. Demi keamanan, selama vaksin disimpan akan terus dijaga ketat oleh personil Polres Pariaman," kata Walikota Pariaman, Genius Umar.

Setelah pemberian vaksin bagi seluruh tenaga kesehatan, kata Genius, vaksin akan diberikan bagi seluruh pejabat pemerintahan termasuk kepala daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, sektor pelayanan publik dan masyarakat.

"Tidak ada cara lain melawan pandemi Covid-19 selain vaksinasi," kata Genius. (Rafkiman/OLP)