Dapat 10 Miliar Dana Pusat, Genius Akan Sulap Telaga Pauh Lebih Indah

Mutiara Cafe and Park salah satu destinasi yang dikelola warga di area wisata Telaga Pauh Pariaman. Foto: OLP
Pariaman - Walikota Pariaman, Genius Umar akan menata Telaga Pauh di Desa Pauh Barat menjadi destinasi wisata unggulan dengan menerapkan konsep waterfront city.

Tidak tanggung-tanggung, dana buat penataan area Telaga Pauh sekitar Rp10 miliar, bersumber dari Kementerian PUPR. Doktor lulusan IPB itu kembali sukses melorotkan dana pusat untuk pembangunan Kota Pariaman. Sebelumnya KemenPUPR juga telah mengalokasikan dana Rp102 miliar untuk revitalisasi Pasar Pariaman.

Konsep wisata waterfront city di Telaga Pauh yaitu dengan membuat jalan dan jembatan penyeberangan pedestrian di atas telaga tersebut. Wisatawan nantinya dengan mudah bisa menikmati keindahan Telaga Pauh langsung dari atas jalan yang dibangun.

"Pembangunannya direncanakan tahun 2019 ini. Selain di atas telaga, juga dibangun jalan setapak dipinggir telaga," ungkap Konsultan Perencana Kota Pariaman, Yofan Syarif di Pariaman, Rabu malam (22/5).

Dengan anggaran sebesar itu, imbuh Yofan, pihak Pemko Pariaman juga akan membuat beberapa unit gazebo, unit bangunan bagi pedagang dan menara pandang. Menara pandang berguna bagi wisatawan untuk menikmati keindahan telaga dan panorama laut dari ketinggian.

Yofan juga menyebutkan pembangunan di area Telaga Pauh tidak akan mengganggu keberadaan bangunan milik warga yang telah dibangun lebih dahulu di area tersebut. Jadi, warga Pauh Barat yang biasa berdagang di sana, tidak perlu resah.

"Tidak akan ada penggusuran bangunan pedagang milik warga. Justru akan ditambah bangunan lainnya buat pedagang dan penjual souvenir. Pemko hanya akan melakukan penataan, atau merapikan," sambungnya.

Orang dekat Genius Umar itu mengimbuhkan, selain Telaga Pauh, anggaran luar dari APBD Kota Pariaman untuk pembangunan Pariaman juga berasal dari bantuan Bank Dunia dalam program KOTAKU. Yofan menyebut, dana KOTAKU senilai Rp14 miliar.

"Juga berkonsep waterfront city yang dikembangkan Pemko Pariaman. Dana Rp14 miliar ini bersumber dari bantuan Bank Dunia. Proposalnya sudah disetujui dan menunggu pencairan," kata Yofan.

Dana tersebut untuk membangun jalan setapak dan penerangan di sepanjang bantaran kali dari arah Tugu Benteng menuju Bioskop Karya atau belakang PLN Pariaman.

"Tentu demi menunjang sarana prasarana pariwisata Kota Pariaman. Kali-kali (sungai) akan dibersihkan dan diberi penerangan sehingga akan mempercantik bantaran kali," pungkasnya. (OLP)