Tajuk: Kontraktor Fokus Pungut Besi, Perobohan Pasar Pariaman Dinomorduakan

Separuh bangunan pasar masih berdiri karena kontraktor fokus pungut besi, Selasa malam (26/3). Foto: OLP
Pariaman - Pembangunan Pasar Pariaman belum bisa dimulai sebelum bangunan lama dirobohkan. Pasar Pariaman rencananya akan dibangun pada April mendatang. Tender senilai Rp120 miliar akan segera dilangsungkan. Dana tersebut bersumber dari Kementerian PUPR.

Dari pantauan di lapangan, baru dalam seminggu terakhir pemborong menggunakan tiga unit alat berat. sebelumnya hanya satu unit saja. Hal tersebut jelas memperlambat jadwal siapnya pengerjaan perobohan bangunan lama.

Pemborong perobohan Pasar Pariaman, Dahzulkifli mengaku ia tidak dibayar oleh Pemko Pariaman untuk merobohkan pasar tersebut. Namun sebagai imbalannya, ia mendapat pemasukan dari material bangunan pasar seperti besi, kayu, dll. 

Hal tersebut benar adanya karena bangunan pasar bukan aset milik Pemko Pariaman. Bangunan pasar merupakan hak milik dari pemilik kios sebagaimana tertera dalam kartu kuning kepemilikan kios. Sedangkan tanah, hak pakai dan milik nagari.

Secara hukum positif, selayaknya pemilik kartu kuning menerima kompensasi dari hasil penjualan material bangunan pasar. Hal ini perlu diuji di pengadilan. Ratusan juta rupiah dari penjualan besi dan material lainnya tidak sepenuhnya hak pihak kontraktor.

Lamanya proses perobohan pasar tidak saja karena minimnya alat berat yang dipasok kontraktor. Dalam pantauan kami, kontraktor lebih fokus memungut besi daripada lebih dulu meratakan bangunan. Pekerja yang didatangkan lebih sibuk memungut besi menggunanakan las.  (OLP)