Sinkronkan Program dengan Pemprov, Genius Paparkan Progres Wisata Pariaman ke Gubernur

Padang - Pembangunan di daerah harus sinkron dengan pembangunan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. 

Seyogyanya, perencanaan pembangunan yang ada di daerah merujuk pada perencanaan pembangunan yang ada di provinsi dan di pusat.

"Agar tercipta sinkronisasi yang berkesinambungan dengan perencanaan provinsi dan pusat," kata Walikota Pariaman Genius Umar, Kamis (7/2), di Padang pada rapat koordinasi (Rakor) perencanaan pembangunan kepala daerah se Sumatera Barat.

Genius Umar sendiri mengatakan pihaknya di Pariaman ada program wajib belajar 12 tahun yang sudah dimulai pada pemerintahan sebelumnya sejak 2013.

Namun karena urusan SMA sederajat talah diambil alih provinsi, pihaknya sedang membuat regulasi dan mekanisme agar program wajib belajar terus berlanjut dengan memberikan dana talangan kepada pihak provinsi yang diambil dari APBD Pariaman.

"Kami juga telah menjalin MoU dengan PNP dan Politeknik ATI Padang untuk menyekolahkan pelajar Pariaman tidak mampu. Ini masuk dalam program Satu Rumah Satu Sarjana, sesuai janji kami saat kampaye," sebutnya.

Pada 2018 ada 19 mahasiswa Pariaman yang biaya kuliahnya di Politeknik Negeri Padang (PNP). Pada 2019 ini, pihaknya berencana mengirim sebanyak 50 mahasiswa yang biaya hingga tamat kuliah dijamin oleh Pemko Pariaman.

Sedangkan bidang pembangunan fisik, Kota Pariaman telah mulai membangun konsep Water Front City sepanjang 500 meter di muaro Pariaman.

Ke depan pihaknya juga akan merevitalisasi seluruh sungai yang ada di Pariaman, dengan konsep tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Ia menambahkan, pada 2019  ini pihaknya menerima dana CSR dari PLN untuk membangun dan merevitalisasi sungai yang ada di belakang kantor PLN cabang Pariaman. 

Di samping itu, tingginya tingkat abrasi di sepanjang sungai batang Mangor diperlukan revitalisasi sesegera mungkin.

Pemko Pariaman, dalam pemaparan Genius, sedang memulai pembangunan Pariaman Youth Centre. Di sana akan dibangun sarana dan prasarana untuk kegiatan kepemudaan, baik di bidang olahraga, kesenian, kebudayaan, literasi dan keagamaan. 

Tahun 2019 ini pihaknya juga akan memulai proses pembangunan GOR untuk persiapan Kota Pariaman menjadi tuan rumah Porprov 2022 mendatang.

Untuk Pembangunan Pasar Pariaman sendiri telah mulai dengan diawali membuat pasar penampungan sementara. Pasar Pariaman ditargetkan selesai hingga penghujung 2019 dengan total pembiayaan sebesar Rp120 miliar, bersumber dari APBN.

Genius Umar juga memaparkan sektor kepariwisataan. Kata dia, pariwisata telah mampu mengangkat taraf ekonomi masyarakat.

"Untuk 2019 ini, Kota Pariaman mempunyai 46 iven pariwisata. Dari 46 iven tersebut, ada yang dibiayai APBD, ada yang swadaya oleh komunitas yang ada di Kota Pariaman," runutnya.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno memuji Genius Umar yang cekatan memimpin daerahnya.

"Genius Umar sesuai dengan namanya, Genius dalam mengkonsep daerahnya menjadi destinasi wisata favorit di Sumbar," kata dia.

Irwan Prayitno juga akan berusaha mengakomodir program daerah yang telah dipaparkan kepala daerahnya masing-masing. (Juned/OLP)