Perlu Validasi Data, Penerima Bantuan Sosial Pariaman Itu ke Itu Saja Orangnya

Foto: Junaidi
Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar minta dinas terkait lakukan verifikasi data terhadap penerima bantuan sosial. Sebab, dari tahun ke tahun penerima bantuan itu ke itu saja orangnya.

"Agar bantuan yang diberikan merata dan tidak tumpang tindih," kata Genius di Pariaman, Selasa (26/2).

Genius berharap dengan adanya SLRT (Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu) mampu mengindentifikasi data sosial masyarakat Pariaman. Dengan layanan satu atap SLRT yang langsung menyasar masyarakat di desa, akan diketahui persoalan dan kebutuhan masyarakat miskin.

"Masyarakat miskin yang telah masuk dan terindefikasi di sistem ini akan kita prioritaskan menerima bantuan. Baik bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat, provinsi dan daerah," sambungnya.

Genius bilang saat ini program bantuan untuk masyarakat miskin sangat banyak. Penyaluran yang terarah akan berdampak pada pengentasan kemiskinan di suatu daerah.

SLRT nantinya akan menjadi acuan bagi Pemerintah Kota Pariaman dalam menyalurkan bantuan atau program untuk warga miskin.

SLRT merupakan kerjasama antara Pemko Pariaman dengan Kementerian Sosial. Melalui SLRT didapatkan pendataan yang tepat. SLRT akan mengidentifikasi kebutuhan dan keluhan masyarakat miskin dan rentan miskin, serta melakukan rujukan kepada pengelola program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang dikelola oleh pemerintah.

OPD terkait di kegiatan tersebut, perintah Genius, agar saling bersinergi dengan program yang ada di instansinya masing-masing.

"Kami bertekad untuk terus mendorong penurunan angka kemiskinan yang ada di Kota Pariaman. Dan SLRT akan mempercepat penanganan kemiskinan tersebut, selain berbagai program bantuan sosial yang selama ini sudah kita lakukan" katanya.

Selain itu, salah satu cara mengentaskan kemiskinan adalah dengan pendidikan. Saat ini Pemerintah Kota Pariaman dengan program Satu Rumah Satu Sarjana, juga memiliki tujuan memutus mata rantai kemiskinan keluarga melalui program tersebut.

Pemko Pariaman kata Genius, telah menjalin kerjasama dengan 3 Perguruan Tinggi Vokasi. 2018 lalu Pariaman telah berkerjasama dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) dan sudah ada 19 pelajar Pariaman kuliah di sana. 

"Akhir 2018 lalu kita meneken kerjasama dengan Politeknik Akademi Tekhnologi Industri Padang (ATIP). Dan terbaru, kita juga sudah menandatangani kerjasama dengan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang ada di Tiram," bebernya.

Melalui program tersebut - dengan bekal pendidikan - diharapkan pelajar Pariaman mudah meraih pekerjaan dan membuka pekerjaan bagi dirinya sendiri.

"Sehingga mereka dapat memenuhi kehidupannya yang akan mengangkat derajat keluarganya menjadi lebih baik," pungkasnya. (Juned/*)