Mardison Paparkan Konsep Wisata Waterfront City ke Perantau di Batam

Wakil Walikota Pariaman saat beri sambutan di acara Maulid Nabi Muhammad PKDP Kota Batam. Foto: Junaidi
Batam - Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin hadiri undangan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh PKDP di Kota Batam. Maulid digelar di Masjid Babussalam, Bengkong Indah II, Minggu (24/2), tersebut turut dihadiri oleh mantan MenPAN/RB Asman Abnur - yang memang merupakan - tokoh perantau Pariaman di Batam.

Pada kesempatan itu Mardison mengajak perantau Pariaman di Batam melirik Pariaman untuk berinvestasi. Tentu beralasan, karena menurut Mardison perkembangan pesat wisata Pariaman diikuti dengan tingkat kunjungan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Kunjungan wisata terus meningkat. Berbagai destinasi tematik telah kita bangun dan selalu ramai dikunjungi wisatawan," kata Mardison.

Tidak hanya menggarap sektor wisata bahari. Mardison bilang, di masa kepemimpinan Genius-Mardison, pihaknya mulai melebarkan sayap dengan menggarap sektor wisata agro dan wisata sungai dengan konsep waterfront city.

"Dengan kemajuan ini tentu kita perkuat sinergitas ranah dan rantau untuk membangun kampung halaman. Jalinan ranah dan rantau sangat diperlukan pemerintah guna kelancaran pembangunan," ungkapnya.

Asman Abnur mengatakan di Kota Batam, persatuan perantau Pariaman sangat erat. PKDP sebagai wadah organisasi paguyuban, terus menggalakkan azas kebersamaan dengan saling gotong royong dan saling bantu membantu.

"PKDP Kota Batam sangat solid, baik dalam keadaan baik dan susah sekalipun," kata politisi PAN itu.

Mesjid Babussalam sendiri merupakan masjid dengan jemaah terbesarnya warga perantau Pariaman. Kian banyaknya jemaah, Asman mengeluarkan wacana memperluas masjid tersebut menjadikannya tiga lantai.

"Masjid ini terasa besar pada tahun 1990-an. Tapi dengan semakin banyaknya warga Pariaman di Batam, masjid ini terasa kecil. Untuk itu perlu kita pikirkan bersama memperluas masjid ini," kata dia.

Maulid Nabi PKDP Batam dimulai sejak Sabtu malam (23/2) dengan menggelar bazikia (berzikir), salawat dulang dan pengajian. Pada Minggunya, digelar badantam yang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp90 juta. Tausiah agama dibabarkan oleh ustad Muhammad Arif Tuanku Bandaro Sati. (Juned/*)