Motif Pencurian yang Berakhir Pembunuhan Nenek Azizah

Kapolres Pariaman saat beri keterangan pers usai pembongaran makam nenek Azizah. Foto: Nanda
Pariaman - Polres Pariaman ungkap motif tindakan pencurian dengan kekerasan di Desa Sungai Rambai Kota Pariaman yang menyebabkan korban wanita lanjut usia bernama Azizah tewas.
       
Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi, tersangka mengakui seluruh perbuatannya kepada penyidik.
     
"Tersangka telah mengakui perbuatannya kepada penyidik, dan sangat kooperatif," terang Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan, Kamis (17/1), usai pembongkaran makam Azizah guna keperluan otopsi.
       
Dari pemeriksaan terhadap tersangka, diketahui tewasnya nenek Azizah akibat kehabisan nafas karena dibekap tersangka dengan bantal.
       
Kejadian berawal saat pelaku datang ke rumah korban untuk meminjam perhiasan dan uang. Kala itu korban menolak meminjami tersangka, lantaran hutang tersangka sebelumnya belum dilunasi.
      
"Ada kata tersebut dari korban yang akhirnya membuat tersangka naik pitam. Dari pengakuan tersangka, korban yang sedang duduk di kamar didorong ke belang dan mulutnya ditutupi dengan bantal," ulasnya.
      
Selain pengakuan dari tersangka, penyidik hari ini membongkar makam korban untuk dilakukan otopsi. Langkah ini dilakukan untuk mempertegas penyebab kematian korban. Pembongkaran makam juga telah mengantongi izim dari keluarga korban.

Dikabarkan sebelumnya, pihak kepolisian membongkar makam Azizah, Kamis pagi (17/1), korban pencurian dengan kekerasan. Ia ditemukan tewas oleh warga di rumahnya pada 18 Juli 2018 lalu di Dusun Sungai Rambai Hilia, Desa Sungai Rambai, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

Pembongkaran makam Azizah untuk keperluan otopsi yang dilakukan oleh tim forensik rumah sakit Bhayangkara Polda Sumbar. (Nanda)