Yang Diharapkan KPU dari Pemilih Milenial Pariaman di Pemilu 2019

Doni Kardinal. Foto: Nanda
Air Santok - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman dorong pemilih muda menjadi pemilih cerdas pada pemilu serentak 2019. Mewujudkan hal itu, pemilih muda dapat mempelajari rekam jejak kandidat peserta pemilu sebelum menentukan pilihan.

Melalui informasi tentang rekam jejak kandidat atau peserta pemilu 2019 itu, bisa menjadi bahan pertimbangan anak muda Kota Pariaman sebelum memutuskan memilih.

Kordiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Pariaman, Doni Kardinal, mengatakan jika pemilih muda bisa menelusuri rekam masing-masing calon atau kandidat melalui data daftar calon tetap (DCT), Sistem Informasi Pencalonan dan menelusuri melalui media sosial.

Selain menelusuri rekam jejak, kegiatan kampanye yang saat ini mulai dilakukan oleh para peserta pemilu di seluruh tingkatan, dapat diiikuti oleh pemilih muda. Visi dan misi yang digagas kandidat, juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan politik.

"KPU Kota Pariaman telah mengumumkan DCT dan Sistem Informasi Pencalonan. Dari sini pemilih muda sudah bisa membidik calon atau kandidat yang akan dipilih. Pemilih juga dapat menelusuri rekam jejak kandidat, paling tidak melalui media sosial. Nah, dalam kegiatan kampanye juga menjadi peluang untuk memahami visi dan misi calon yang semestinya menjadi pertimbangan bagi pemilih muda sebagai pemilih cerdas," katanya di Pariaman, Jumat (14/12).

Mantan anggota Panwascam Pariaman Timur ini meyakani jika anak muda Kota Pariaman merupakan kelompok pemilih yang rasional. Pilihan politik yang diberikan bukan bentuk respon terhadap unsur etnisitas, ikatan emosional kekeluargaan. Melainkan respon atas pertimbangan dan alasan rasional.

"Kita berharap pilihan politiknya dikarenakan alasan yang rasional. Lebih mempertimbangkan untung rugi sebelum menentukan pilihan, mengkaji sejauhmana tuntutan kelompok anak muda atau aspirasi umum dapat diakomodir oleh calon," kata dia.

Sikap pemilih cerdas lainnya, dapat dilakukan pemilih cerdas dengan penggunaan media sosial secara positif. Pemilih yang cerdas, tidak ikut-ikutan menyebar apalagi memproduksi informasi tidak benar dalam kegiatan kampanye. Praktik aksi dukung-mendukung kandidat meluas ke media sosial. Kadang konten kampanye juga mengandung unsur kampanye negatif.

“Pemilih muda milenial aktif menggunakan media sosial, kami berharap untuk menggunakannya secara cerdas. Pemilih dapat saling berbagi infomasi kepemiluan, diskusi dan membedah visi dan misi di media sosial. Ini sangat bermanfaat dibandingkan ikut menyebar konten negative campaign di media sosial," lanjutnya.

Pihaknya juga akan memaksimalkan kegiatan pendidikan pemilih sebagai bentuk komitmen KPU Kota Pariaman mewujudkan tagline "pemilih kuat negara berdaulat". Sosialisasi yang maksimal, diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan partisipasi pemilih pada pemilu 2019.

"Kita coba memaksimalkan kegiatan sosialisasi. Kemaren ada kursus kepemiluan, sosialisasi dengan stake holder, besok ini masih ada KPU Goes To Campus. Kita coba semaksimal mungkin sosialisasikan pemilu," pungkasnya. (Nanda)