[Advertorial] Pariaman Expo 2018 Targetkan Transaksi 4 Miliar dalam 10 Hari

Wakil Walikota Pariaman pukul bedug tanda mulai dibukanya Pariaman Expo 2018 di Pantai Gandoriah. (advertorial)
Pariaman ----- Pariaman Expo kembali digelar pada 11 hingga 19 Agustus 2018. Pariaman Expo 2018, terdapat 65 booth atau stand pameran dengan 105 orang pelaku Usaha Kecil dan Menangah (UKM) serta pedagang kreatif lapangan mamamerkan produknya.

Genius Umar didampingi Lucy Genius tinjau salah satu stand yang menampilkan kerajinan asli Pariaman. (advertorial)

      
"Target 20 ribu pengunjung datang pada acara expo kali ini, dengan perkiraan rata-rata 2 ribu pengunjung setiap harinya," ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Perindagkop UKM) Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit pada pembukaan Pariaman Expo 2018 di Pantai Gondoriah, Sabtu (11/8).

Ketua GOW Pariaman lepas balon Pariaman Expo 2018 disaksikan oleh Wakil Walikota dan segenap hadirin undangan. (advertorial)
 
        
Pemerintah Kota Pariaman, kata Gusniyetti, memprediksi transaksi pengunjung pada Pariaman Expo 2018, bisa menembus nilai Rp3 miliar hingga Rp4 miliar. Perkiraan tersebut meningkat dari nilai transaksi pada kegiatan yang sama di tahun 2017 dengan nilai transaksi mencapai Rp2 miliar.

Genius Umar tinjau sejumlah stand pada pameran pembangunan Pariaman Expo 2018. (advertorial)

      
Penyelenggaraan Pariaman Expo juga menargetkan pengunjung berasal dari luar daerah Kota Pariaman dan Provinsi Sumatera Barat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan pengunjung asal luar daerah, akan memberikan pengaruh meluasnya promosi produ UKM Kota Pariaman.
      
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pameran produk hasil UKM Kota Pariaman tahun ini, juga diikuti oleh Kementerian Perdagangan RI. Dari konsultasi dan peninjauan yang dilakukan Ditjen Pengembangan Ekspor Kemendag RI, produk yang ditampilkan pada Pariaman Expo sangat unik dan layak untuk ditampilkan pada pemeran internasional.
       
Menurut Gusniyetti, secara umum, produk UKM Kota Pariaman unggulan masih didominasi kerajinan sulaman, rajutan dan makanan. Ke depan pelaku UKM jenis produk lain, juga dapat mengikuti Pariaman Expo tahun berikutnya.
      
"Pada Pariaman Expo tahun 2018, kerajinan rumah panggung dari kayu kelapa cukup mendapatkan ketertarikan dari pasar. Sekarang produk lain, kita harapkan dapat menembus pasar nasional dan internasional," lanjutnya.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan, pelaku UKM dan Disperindagkop Pariaman dapat mengembangkan promosi dan pemasaran produk menggunakan e-commerce atau media internet, sehingga pangsa pasar produk lebih luas. Tidak hanya pasar lokal, namun mampu menembus pasar internasional.
       
"Pemasaran produk melalui e-commerce membuat pasar produk dari pelaku UKM kita lebih luas. Bukan hanya nasional, pasarnya bisa internasional," kata Genius.
        
Walikota Pariaman terpilih periode 2018-2023 ini berharap, selaras dengan Pariaman Expo yang mengangkat tema "Developing The Potential Tourism And Creative Industry", perkembangan pariwisata dan industri kreatif dapat berkembang secara seimbang. Satu sama lain saling mendukung, pariwisata membutuhkan produk UKM sebagai penunjang sektor wisata. Begitu pula sebalinya, pariwisata memberikan pasar bagi pelaku industri kreatif UKM di Kota Pariaman.
       
"Jika orang berkunjung ke Pariaman ada oleh-olehnya. Jika produknya unik, kualitasnya bagus, tentu akan sangat berkesan bagi wisatawan. Begitu pula sebaliknya, peningkatan kunjungan wisatawan ke Pariaman juga angin segar bagi pelaku UKM, karena akan banyak konsumen yang akan berbelanja," pungkasnya.
       
Pariaman Expo 2018 dilaksanakan selama 10 hari ke depan. Selain pameran dan penjualan produk UKM di Kota Pariaman, iven ini juga dimeriahkan dengan acara penunjang lain. Bagi pengunjung yang datang dapat menyaksikan beragam acara, yakni Fashion Parade, lomba memasak, lomba kesenian dan ditutup dengan jalan santai. (Advertorial)