Nahkoda Baru KONI Kota Pariaman: Banyak Pekerjaan Rumah yang Harus Diselesaikan

Oleh Boedi Satria, SE --- Ketua Asosiasi Futsal Kota Pariaman


~ KONI Kota Pariaman pernah mengalami mati suri selama tiga tahun. Hal tersebut tidak boleh kembali terulang

~Ketua KONI Kota Pariaman dihadapkan sejumlah pekerjaan rumah besar dalam berbagai olahraga prestasi yang selama ini mengalami kemerosotan
 

Penyelenggaraan Musyawarah Olahraga Kota Pariaman (musorkot) dalam rangka pemilihan ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kota Pariaman periode 2017 - 2021 akan segera digelar pada hari Rabu, tanggal 29 November 2017.

Penyelenggaraan musorkot KONI ini diharapkan mampu membangkitkan dan menghidupkan kembali gairah organisasi semi pemerintahan itu untuk mengayomi puluhan cabang olahraga yang ada di Kota Pariaman agar bisa menjalankan roda pembinaan dan mampu berprestasi serta mengharumkan nama kota Pariaman baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Sebagaimana kita ketahui bersama sejak tahun 2014, KONI Kota Pariaman mengalami mati suri karena ketua umumnya diduga melakukan penyelewengan terhadap dana hibah yang diterima dari pemerintah. Akibatnya ketua umum tidak bisa memimpin organisasi lagi seperti biasa.

Di sisi lain, pengurus inti juga tidak berdaya mempertahankan organisasi agar bisa berjalan dengan baik sehingga KONI mati suri selama hampir 3 tahun belakangan. Untuk menyelamatkan pembinaan insan olahraga, maka Pemerintah Kota Pariaman langsung turun tangan mengambil alih seluruh kegiatan keolahragaan dan memerintahkan dinas pendidikan, pemuda dan olahraga untuk mengelola dana keolahragaan.

Dengan berakhirnya masa periode kepengurusan KONI Kota Pariaman pada tahun 2017, maka sudah saatnya kita fokus kepada suksesi pengantian ketua KONI Kota Pariaman ke depannya. Berharap ketua KONI terpilih nanti benar-benar mampu membangkitkan dan memajukan olahraga kota Pariaman.

Sampai saat ini sudah beberapa nama yang muncul untuk mengantikan ketua yang lama. Nama-nama tersebut sudah mulai berkampanye untuk meraih dukungan dari cabang olahraga yang mempunyai hak suara pada musorkot nanti.

Untuk menjadi ketua KONI ke depan---bukanlah pekerjaan yang mudah---banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terlebih dahulu, walaupun kepengurusan KONI terpilih nantinya tidak akan menanggung beban dosa pengurus yang lama dan tidak akan diperiksa oleh pihak terkait. Namun ketua terpilih terlebih dahulu menetapkan target kepengurusan sebagaimana keinginan sebagian besar masyarakat kota Pariaman agar olahraga bisa bangkit.

Berikut ini adalah beberapa tugas besar Ketua KONI Kota Pariaman terpilih mendatang

1. Target 5 besar pada Porprov 2018 di Padangpariaman

Melirik pada hasil klasemen akhir kota Pariaman pada Porprov tahun 2016 kemaren---dimana kota Pariaman hanya menduduki peringkat 16 dari 19 kontingen---tentu ini bukan prestasi yang dapat dibanggakan.

Dengan dana yang lumayan besar dan atlet-atlet yang potensial, seyogyanya kota Pariaman bisa berada di posisi 10 besar. Kita tidak perlu menyalahkan atau mencari kambing hitam kenapa gagal berada di posisi 10 besar, namun kita perlu mengevaluasi dan mencari solusi.
KONI Kota Pariaman kedepan perlu merumuskan langkah kongkrit untuk bisa lebih baik dari tahun 2016. Apalagi Porprov 2018 nanti akan diselenggarakan di kabupaten Padangpariaman, yang sebagian venuenya diselenggarakan di kota Pariaman.

Dari hasil evaluasi dan keuntungan sebagian venue porprov diselenggarakan di kota Pariaman, sudah selayaknya kota Pariaman menargetkan berada di posisi 5 besar pada Porprov 2018 nanti.

2 Jadi tuan rumah Porprov tahun 2022

Sudah 15 tahun kota Pariaman berdiri dan sudah 14 kali porprov diselenggarakan. Namun belum pernah sekalipun kota Pariaman menjadi tuan rumah porprov. Dan kalaupun pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1994, itu masih dibawah bendera kabupaten Padangpariaman, dimana kota Pariaman masih menjadi kota administratif (Kotif).

Dengan perkembangan pembangunan yang semakin pesat dari tahun ke tahun, maka tidaklah terlalu sombong kiranya jika pada tahun 2022 nanti KONI Kota Pariaman ikut bidding menjadi tuan rumah porprov ke-16. Cukup dengan membangun stadiun sepakbola dengan kapasitas 15.000 penonton dan arena renang dan loncat indah, Kota Pariaman sudah cukup representatif dan kondusif untuk jadi tuan rumah.

Sedang untuk cabang olahraga lain venuenya sudah ada di kota Pariaman, seperti bola voli, futsal, tenis, bela diri, bulu tangkis, dayung, dan lainnya. Dan kalaupun belum ada cabang yang belum ada venue, mungkin tidak butuh dana yang besar untuk membangunnya seperti arena panjat tebing. Maka dengan seluruh sarana, prasarana dan dukungan yang ada, maka pengurus KONI Kota Pariaman harus memberanikan diri untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Menang tidak mudah untuk mencapai rarget di atas. Maka untuk bisa mencapainya ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh pengurus KONI Kota Pariaman kedepan, antara lain;

    1 Penguatan struktur organisasi KONI

Ketua terpilih harus mampu membangun tim yang kuat dimana seluruh pengurus harus mempunyai visi dan misi yang sama untuk kemajuan olahraga. Put the right man in the right place wajib diterapkan.

Jangan sampai menempatkan pengurus yang tidak pada bidangnya atau karena balas budi. Selain perlu mencari sekretaris yang cakap administrasi dan bendahara yang menguasai manajemen keuangan daerah, ketua harus mampu menempatkan ketua bidang organisasi yang mampu mengayomi dan mengkoordinir seluruh cabang olahraga yang ada. Begitu juga dengan pengurus lainnya harus sesuai dengan keahliannya.

    2 Perbaikan struktur organisasi cabang olahraga

Belum semua cabang olahraga memiliki pengurus yang memang serius membangun olahraga, sebagian besar hanya menjalankan pembinaan pemain jika mendekati porprov saja.

Hal ini karena cabang olahraga tersebut terlalu bergantung dari dana hibah KONI. Dan tidak punya inisiatif atau mau berkorban untuk mencari sumber pembiayaan lainnya, baik dari diri pengurus sendiri maupun dari pihak lain. Ingat, olahraga tidak akan maju kalau hanya mengandalkan dana dari pemerintah atau minta sumbangan kepada pihak lain.

Oleh sebab itu ketua KONI terpilih kedepan harus duduk bersama dengan seluruh cabang olahraga dan meminta komitmen setiap cabang untuk mampu berprestasi dengan sumber dana yang ada. Dan jika dana yang tersedia tidak mencukupi, maka cabang olahraga harus mampu mencari solusinya.

Maka oleh sebab itu seyogyanya ketua cabang olahraga harus mampu langsung menjadi bapak angkat dari cabang olahraga yang dipimpinnya agar proses pembinaan pemain untuk meraih prestasi tidak terhenti.

    3 Perbaikan pengelolaan dana hibah

Pengelolaan dan pertanggungjawaban laporan keuangan menjadi salah satu kunci yang harus segera diperbaiki, kalau tidak ingin kejadian seperti kepengurusan periode kemaren terulang lagi. Dana hibah dari pemerintah kota harus dipergunakan sebagaimana mestinya dan laporan pertanggungjawaban harus dibuat sebaik mungkin dan sesuai dengan peraturan. 

Hal ini harus dimulai dari penyusuan RAB yang efisien dan efektif, dana yang digunakan harus sesuai dengan RAB dan bentuk laporannya harus juga sesuai dengan RAB. Dengan pengunaan dana yang efisien dan efektif, maka roda organisasi akan berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan bersama.

    4 Penambahan dan perbaikan sarana dan prasarana pertandingan

Dengan dibangunnya sport center di Karan Aur dan rencana pembangunan stadion sepak bola di Padusunan, membuktikan keseriusan pemerintah kota dalam mengembangkan olahraga.

Untuk kedepannya KONI Kota Pariaman harus terus mendukung pemerintah kota untuk terus mengembangankan sarana dan prasarana olahraga lain. Baik itu melalui dana APBD maupun APBN. Pengembangan ini harus merata di seluruh cabang olahraga dan seluruh wilayah kota Pariaman. Seperti pembangunan arena renang di pusat kota, lapangan voli dan lapangan futsal di setiap kecamatan, dan lainnya.

Sedangkan untuk Sport Hall Pauh, ketua KONI Kota Pariaman terpilih nantinya harus segera membuat perencanaan untuk perbaikan termasuk mungkin juga segera membenahi lapangan sepakbola di komplek GOR Rawang.

    5 Peningkatan kesejahteraan atlet

Ini yang sering dilupakan pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi. Penghargaan bagi atlet berprestasi tidak selalu harus dengan memberikan hadiah berupa uang saja, tapi juga penghargaan yang bisa bermanfaat untuk masa depan atlet. Seperti memberikan lapangan pekerjaan kepada atlet berprestasi atau beasiswa, sehingga atlet merasa lebih dihargai dan merasa bahwa olahraga dapat menjamin masa depan mereka.

Dari uraian di atas begitu banyak pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan. Oleh sebab itu kota Pariaman membutuh seorang ketua KONI yang benar-benar mempunyai kemampuan yang komplit untuk memimpin organisasi yang besar ini. Maka, di bawah ini bisa kita lihat beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh calon ketua KONI kedepan, seperti:

1 Insan olahraga

Ketua KONI Idealnya pernah menjadi pimpinan cabang olahraga. Minimal dengan pengalaman menjadi pimpinan cabang olahraga dapat dijadikan modal untuk memimpin organisasi yang lebih besar.

Selain itu ketua KONI yang berasal dari pimpinan cabang olahraga sudah terbiasa dengan atmosfir pertandingan seperti kejurda, porprov atau pertandingan lainnya. Hal ini tentu berguna untuk menyusun strategi pemenangan dan memahami bagaimana mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan.

Selain itu yang kita inginkan adalah pimpinan cabang olahraga yang secara rutin melakukan pembinaan pemain dan bukan pada saat porprov saja atau pimpinan cabang olahraga yang punya SK saja tapi tidak pernah melakukan pembinaan dan tidak pernah mengikuti porprov.
Terbayang bagi kita kalau ketua KONI tidak mempunyai pengalaman di bidang olahraga dan tidak memahami seluk beluk tentang olahraga, maka perahu KONI ini tidak akan dapat berlayar dengan baik dan akan berlayar tanpa arah yang jelas. Jangan sampai jabatan ketua KONI hanya untuk prestise belaka dan keuntungan pribadi saja.

2 Memahami pengelolaan dana hibah

Memang sulit mencari sosok ketua KONI yang cakap dalam mengelola keuangan dengan baik. Mungkin bisa dihitung dengan jari. Kecuali pejabat publik atau PNS diperbolehkan mencalon sebagai ketua KONI. Atau para pensiun PNS yang sudah dimakan usia dan tidak produktif lagi. Maka hal ini bisa teratasi.

Namun kita jangan berputus asa jika sulit menemui ketua KONI yang memahami tentang pengelolaan keuangan. ketua KONI terpilih nantinya bisa belajar mendalami tentang penyusunan anggaran dan bagaimana pelaporan pertanggungjawaban keuangan yang baik.
Atau sekurang-kurang mencari staf sekretariatan yang menguasai keuangan dana hibah dan bisa memberi laporan keuangan secara rutin.

3 Tidak untuk kepentingan politik

Biasanya setiap calon yang maju tentu punya target sendiri. Sangat disayangkan jika target yang ingin dicapainya adalah untuk meraih jabatan yang lebih tinggi terutama di bidang politik.

Banyak calon yang ingin menjadikan jabatan ketua KONI sebagai batu loncatan untuk maju menjadi walikota/wakil walikota atau sekurang-kurangnya anggota dewan. Hal ini tentu sangat merugikan organisasi (KONI) dimana calon yang orientasinya seperti di atas tidak akan fokus menjalankan roda organisasi bahkan dengan enaknya akan meninggalkan organisasi jika meraih jabatan yang lebih tinggi.

Contohnya jika ketua terpilih adalah pengurus partai atau calon legislatif, maka setelah terpilih menjadi anggota DPRD maka secara otomatis yang bersangkutan harus mengundurkan diri dari jabatan ketua KONI. Hal ini tentu merugikan KONI yang ditinggal oleh ketuanya.

Maka sebelum terlambat sebaiknya para bidder (peserta yang mempunyai hak suara) wajib mengetahui orientasi calon ketua KONI nantinya. Pilihlah ketua KONI yang benar-benar serius membangun olahraga kota Pariaman dari awal sampai akhir masa jabatan. 

 4 Dekat dengan stakeholder

Kedekatan dengan stakeholder seperti walikota, ketua DPRD, Kapolres, media dan yang lainnya tentu sangat menguntungkan terutama dalam urusan pendanaan. Tidak sedikit kita lihat banyak ketua organisasi terpilih yang tidak dekat dengan stakeholder atau bahkan tidak disukai oleh stakeholder lainnya. Akibatnya banyak program kerja yang tidak jalan karena tidak didukung oleh pendanaan yang kuat.

Hal ini tentu sangat merugikan organisasi. Oleh sebab itu sebelum menjadi ketua KONI maka calon wajib menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder. Dukungan dari stakeholder merupakan modal kuat untuk menjalankan program kerja sebagaimana yang kita inginkan.

5 Mempunyai tim yang kuat

Untuk menjadi ketua KONI tentu tidak bisa hanya mengandalkan diri sendiri. Namun harus didukung oleh tim yang kuat. Tim disusun berdasarkan kemampuan dan kebutuhan. Ada tim yang khusus melakukan lobby kepada stakeholder, ada tim yang khusus melakukan pendekatan kepada cabang olahraga, ada tim yang khusus menyiapkan segala administrasi pemilihan, bahkan ada tim yang khusus menyiapkan logistik.

Calon yang didukung oleh tim yang kuat akan lebih mudah menjalankan organisasi jika terpilih nanti karena sudah terbiasa berkerjasama dengan berbagai pihak. Berbeda dengan calon yang bekerja sendiri sendiri yang biasanya tidak akan mau menerima pendapat orang lain, hanya akan menjalan program yang menguntungkan dirinya sendiri. "Tibo di awak mato bapiciangan di paruik bakampihan" itu istilah urang awak.

Jadi untuk sukses menjalankan organisasi maka bangunlah tim yang hebat. Jangan sekali-kali bekerjasama dengan orang yang tidak menyukai kita. Karena akan menjadi duri dalam daging.

6 Muda dan energik

Muda energik dan inovatif merupakan syarat lainnya bagi ketua KONI Kota Pariaman ke depan. Kalangan muda yang punya visi, gigih, punya kemampuan terukur, merupakan agen perubahan yang akan memenuhi tantangan dunia olahraga ke depan.

Usia muda memang bukan jamin dari segala-galanya. Namun usia, menentukan semangat dan kreatifitas, khususnya dalam bidang olahraga.

Itulah sedikit tentang syarat yang harus dimiliki oleh calon ketua yang ingin memimpin KONI Kota Pariaman. Mungkin banyak lagi persyaratan lain yang harus dimiliki; namun saat ini penulis hanya menyampaikan persyaratan yang memang paling dianggap penting.

Demikian tulisan ini saya buat semoga bisa menjadi pencerahan bagi insan olahraga kota Pariaman dalam penyelenggaraan musorkot. Terakhir saya ucapkan selamat bermusyawarah kepada seluruh cabang olahraga. Semoga nantinya terpilih ketua yang benar-bebar kita inginkan untuk membawa kejayaan olahraga kota Pariaman baik ditingkat provinsi maupun nasional.

Salam olahraga !!!