KB Pria Berhasil Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk Kota dan Kabupaten


Pariaman -- Komando Distrik Militer (Kodim) 0308/Pariaman gunakan sistem multi level marketing ajak pria di wilayahnya menjadi akseptor KB kesehatan pria. Melalui sistem yang dikenal dengan istilah MLM ini, akseptor pria menjadi agen untuk mengajak pria lainnya sebagai calon akseptor agar menjalani program KB.

Selain itu, petugas kader KB dan Babinsa TNI akan didorong optimal mencari calon akseptor baru KB pria.

“Kita jadikan bapak-bapak yang dulunya telah menjadi akseptor, mengajak dan mencari calon akseptor baru agar bersedia mengikuti program KB kesehatan ini,” ujar Komandan Kodim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah di Makodim Pariaman, saat kegiatan pencanangan kesehatan Bhakti TNI tingkat kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman, Kamis (3/8/2017) pagi.

Tidak hanya itu, imbuh Hermawansyah, kader KB yang mayoritas perempuan juga memiliki strategi khusus. Mensosialiasasikan manfaatkan KB pria kepada kaum ibu agar mengajak suami masing-masing untuk menjalani program KB kesehatan pria.

“Istri dari bapak-bapak yang sudah menjadi akseptor, juga kita dorong menceritakan kepada istri calon akseptor tentang manfaatkan mengikuti KB kesehatan bagi pria ini. Dengan berbagai pendekatan kita terus lakukan,” sambung dia.

Hermawansyah menargetkan setidaknya 70 orang akseptor baru menjalani program KB kesehatan pria menggunakan kontrasepsi mantap pria atau vasektomi itu. Ia berharap, dengan bertambahnya calon akspetor akan berbanding lurus dengan menurunnya laju pertumbuhan penduduk di wilayah Kodim 0308/Pariaman.

“Kita berharap tiap waktu akseptornya terus bertambah, kita butuh dukungan dari seluruh pihak,” harapnya.

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mendukung penuh program KB kesehatan yang dilakukan Kodim 0308/Pariaman. Menurutnya upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui program KB pria.

“Yang ber-KB itu bukan hanya ibu-ibu saja, bapak juga harus mendukung juga. Seluruh pihak harus mendukung,” ujar Mukhlis.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali jelas berdampak dan memicu terjadinya masalah kesejahteraan sosial masyarakat.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perlu pertumbuhan penduduk yang terkendali,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemko Pariaman akan mengalokasikan anggaran untuk mendukung program KB Kesehatan yang ditempatkan pada dinas terkait.

“Kita dukung melalui dinas terkait,” ujarnya singkat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Program KB kesehatan yang dilakukan Kodim 0308/Pariaman berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk di Padangpariaman.

“Di tahun 2015, laju pertumbuhan penduduk di Padangpariaman sebesar 0,7 persen dan tahun 2016 turun menjadi 0,5 persen. Ini salah satu berkat dukungan Kodim,” ujarnya singkat. (Nanda)