Kampus Imambonjol Padang Butuh 70 Hektar Lahan di Tarok City


Padang -- Usaha Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menawarkan konsep Tarok City kepada lembaga pendidikan tinggi terus berlanjut. Ali Mukhni gencar melakukan roadshow ke tempat yang dia nilai memungkinkan.

Di depan wakil rektor I, II, ketua, beserta anggota Senat Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang (UIN IB --dahulu IAIN Imam Bonjol), Selasa (1/8/2017), orang nomor satu di Padangpariaman itu, mempresentasikan Tarok City dan perkembangan terakhirnya di aula Pascasarjana UIN IB Padang.

Presentasi di depan civitas academica itu merupakan lanjutan dari perbincangan pendahuluan antara Ali Mukhni dengan Rektor UIN IB Eka Putra Wirman, Kemenpan RB Asman Abnur dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno beberapa bulan sebelumnya.

Ali Mukhni memaparkan dan kembali mengaskan bahwa kawasan Tarok City merupakan tanah negara seluas 697 hektar yang peruntukan dan pemanfaatannya diserahkan kepada Bupati Padang Pariaman sesuai dengan RTRW.

Hal itu dinyatakan dalam Surat Keputusan Kepala BPN Nomor 25-V,B-2003, tanggal 3 September 2013. Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kata Ali Mukhni, pihaknya menjadikan hamparan luas itu sebagai kawasan pendidikan terpadu yang diberi nama 'Tarok City'.

Di lokasi saat ini telah dibuka jalan masuk selebar 70 meter dengan panjang 3 km, dan telah ditetapkan zonasi peruntukan sesuai kesepakatan (MoU )dengan berbagai pihak.

Masih menurutnya, saat ini sudah ada beberapa pendidikan tinggi di Sumatera Barat menyatakan keinginannya membangun kampus di Tarok City. Seperti UNP, Politeknik Negeri Padang, ISI Padang Panjang, diklat milik LAN dan Lemsaneg.

"Kepada UNP kami tawarkan lahan seluas 150 hektar, ISI Padang Panjang 40 hektar, Politeknik Negeri Padang 50 hektar, LAN 40 hektar dan Lemsaneg 40 hektar. Semuanya gratis bahkan sertifikatnya juga gratis," kata bupati peraih WTP empat kali berturut turut itu.

Kepada UIN ia menawarkan lahan seluas 40 hektar. Jika UIN meras kurang, pihaknya siap menambah luas lahan sesuai kebutuhan. Ia sekaligus mengajak rektor beserta anggota senat mengunjungi kawasan Tarok City untuk melihat kondisi lahan lebih dekat sekaligus teken MoU.

Wakil Rektor UIN Ikhwan menyatakan pihaknya menyambut baik tawaran bupati Padangpariaman tersebut. Ia menilai Ali Mukhni sangat rinci merepresentasikan kawasan Tarok City beserta progres masa depannya.

Dari penjelasan Ali Mukhni tersebut, sambungnya, pihaknya menangkap visi kepala daerah yang ingin menjadikan daerahnya sebagai pusat pendidikan masa depan di Sumatera Barat. Pihaknya mengakui pengembangan UIN saat ini memang terkendala lahan.

Ia menuturkan, Islamic Development Bank (IDB) berkomitmen membantu UIN IB mengembangkan UIN. Beberapa waktu yang lalu kata dia, IDB telah berkunjung ke kampus II di Lubuk Lintah dan Kampus III IAIN IB Padang di Sungai Bangek, Koto Tangah, Padang.

Poin penting dari komitmen IDB ungkap dia adalah, persetujuan IDB untuk menyalurkan bantuannya ke IAIN IB Padang sebagai bentuk pengembangan fisik dan pembangunan kampus di atas tanah seluas 63 hektare di Sungai Bangek.

Menyikapi paparan Bupati Padangpariaman, Ikhwan dan beberapa anggota senat lainnya menilai kawasan Tarok City sangat perspektif dan menyatakan tertarik untuk menyambut tawaran Bupati Padangpariaman dan meminta dilebihkan.

Kemudian tanpa pikir panjang, saat itu juga Bupati Ali Mukhni menjawab permintaan itu dengan mengatakan untuk UIN ia siap memberikan lahan seluas 70 hektar. (Tim/OLP)