Gelar Sapta Pesona, Objek Wisata Korong Lambeh Kian Menggema

Rombongan menuju kawasan Lambeh
Sungaigeringging -- Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padangpariaman gelar Aksi Sapta Pesona di kawasan wisata Korong Lambeh, Nagari Malai III Koto, Kecamatan Sungai Geringging, Padangpariaman, Kamis (27/7/2017) siang.

Wabup dan Ketua DPRD beserta pejabat dinas coba permainan tradisional Lambeh


Rangkaian aksi sapta pesona yang pertama kali digelar di Kabupaten Padangpariaman itu, untuk memperkenalkan lebih luas objek wisata baru yang berkembang di Provinsi Sumatera Barat. Dua objek wisata yanga ada di Korong Lambeh yaitu, Mountain View Bukit Siriah dan Air Terjun Basurek, makin dikenal.


Wabup tanam pohon di area wisata Korong Lambeh


Dalam rangkaian kegiatan itu, pengunjung dan undangan yang hadir disuguhi beragam kesenian khas Korong Lambeh Nagari Malai III Koto. Dimulai tari indang, atraksi silek kampuang, hingga tradisi bajamba ditampilkan menghibur tamu yang datang. 


Bantuan untuk masyarakat wisata Korong Lambeh


Dalam kegiatan itu juga, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pariwsiata Pemuda dan Olahraga Padangpariaman menyerahkan bantuan tempat sampah dan alat kebersihan kepada kelompok sadar wisata di Korong Lambeh.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Deviani, mengatakan, pemilihan Kabupaten Padangpariaman sebagai tempat gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona untuk mengorbitkan objek wisata baru di Kabupaten Padangpariaman.
Objek wisata Mountain View Bukit Siriah yang merupakan objek wisata tersembunyi harus diperkenalkan lebih luas melalui aksi sapta pesona itu.

“Melalui aksi ini, kita akan perkenalkan objek wisata Mountain View Bukit Siriah ini lebih luas lagi. Dengan aksi ini tentunya kita harapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke sini,” ujarnya.

Menurutnya, Padangpariaman memiliki peluang besar untuk menjadi kawasan destinasi wisata halal dan syariah yang saat ini gencar dipromosikan oleh Kemeterian Pariwisata RI. Peluang itu sebetulnya dapat dimanfaatkan dengan ikut melakukan promosi wisata halal yang dimiliki oleh Padangpariaman.

Meskipun dilakukan promosi yang intens, kata dia, Pemda setempat bersama kelompok sadar wisata diharapkan terus melakukan pembenahan-pembenahan dengan meningkatkan pelayanan kepada pengunjung ke lokasi objek wisata.

Belum adanya fasilitas umum, seperti toilet, musala, akan mengurangi kenyamanan pengunjung ketika berwisata di Mountain View Bukit Siriah.

“Beberapa fasilitas umum sepertinya memang harus dilengkapi oleh Pemda setempat, begitu juga dengan dukungan kelompok sadar wisatanya. Kita belum lihat adanya fasilitas musala dan toilet di sini,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padangpariaman Jon Kenedi, mengatakan, objek wisata Mountain View Bukit Siriah merupakan salah satu fokus Pemkab Padangpariaman dalam mengembangkan pariwisata.

Dikatakannya, setidaknya 56 ribu orang wisatawan telah berkunjung ke Mountain View Bukit Sirih selama 10 hari libur Idul Fitri 2017 silam. Kunjungan tersebut adalah kunjungan tertinggi sejak Mountain View Bukit Sirih dibuka, menjadi pendorong pemerintah untuk terus mengembangkan objek wisata yang dapat dicapai dengan menaiki 1.000 anak tangga itu.

Ke depan kata dia, pengembangan Mountain View Bukit Sirih dapat dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya. Melengkapi objek wisata dengan panggung atau pentas, penginapan, keragaman kuliner dengan harga yang murah akan dilakukan untuk membuat pengunjung betah datang berkali-kali ke lokasi wisata itu.

Selain Mountain View Bukit Siriah, Pemkab Padangpariaman juga mulai mengembangkan objek wisata Air Terjun Batu Basurek yang terletak tidak jauh dari Mountain View Bukit Siriah.

“Kita akan usulkan kepada pemerintah provinsi dan kementerian untuk dibantu pembangunan fisik. Saat ini jenjang ke puncak bukitnya belum cukup 1.000 tangga, sehingga bantuan ini memang diperlukan,” ulasnya.

Ia mengajak masyarakat dan pelaku wisata di Padangpariaman untuk mendukung langkah pemerintah mengembangkan pariwisata dengan menerapkan sapta pesona. Di beberapa objek wisata, kata dia, masih di terkendala prilaku oknum masyarakat yang melakukan main 'pakuak' harga kuliner dan parkir.

“Masih banyak laporan dari masyarakat adanya praktek main pakuak atau harga yang tidak menentu di objek wisata Padangpariaman. Hal ini dapat menghambat upaya pengembangan pariwisata di Padangpariaman," bebernya.

Selain objek wisata di Korong Lambeh, pemerintah setempat juga sedang mengembangkan beberapa objek wisata Rumah Putiah di Lubuk Bonta dan Kawasan Marina Bay di Batang Anai.

Komitmen mengembangkan pariwisata Padangpariaman juga disampaikan ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin. Ia menegaskan bahwa DPRD Padangpariaman akan mendukung langkah Pemkab mengembangkan pariwisata.

Dimulai dari pembuatan perangkat aturan Perda hingga dukungan anggaran pengembangan wisata akan dilakukan DPRD Padangpariaman.

"Kita dukung langkah untuk pengembangan pariwisata, kita dukung dari sisi aturannya hingga anggaran," komitnya. (Adv/Nanda)