KK Penerima PKH Kota Pariaman Naik Dua Kali Lipat


Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman, Afnil, menyebut tahun 2017 penerima program keluarga harapan (PKH) Kota Pariaman berjumlah 1.223 Kepala Keluarga (KK). Jumlah penerima tersebut bertambah dua kali lipat jika dibandingkan penerima dtahun tahun 2013-2016 yang hanya berjumlah 600 KK.

"Pada tahun 2017 jumlah penerima bantuan PKH bertambah sebanyak 623 KK, sehingga jika direkapitulasi 1223 KK penerima PKH," jelas Afnil usai sosialisasi PKH kepada keluarga penerima bantuan PKH, Selasa (21/3/2017).

Program PKH dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu, merupakan stimulan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program PKH di Kota Pariaman telah dimulai semenjak tahun 2013 dengan dua kecamatan sebagai objek sasaran PKH, namun ditahun 2016-2017 bantuan PKH meluas hingga menyentuh 4 kecamatan di Kota Pariaman

"Sekarang penerima bantuan PKH di Kota Pariaman tersebar di 4 kecamatan di Kota Pariaman dengan 1.223 KK penerima," jelasnya lagi.

Dikatakannya, program PKH merupakan program pemerintah pusat melalui Kemensos RI yang memiliki kewenangan penuh. Terkait dengan penetapan penerima program PKH, merupakan kewenangan penuh Kemensos melalui verifikasi kader PKH.

"Menerima atau tidaknya masyarakat program PKH merupakan kewenangan pusat dan tidak ada intervensi dari Pemko Pariaman," terangnya.

Penerimaan bantuan PKH secara langsung sebagai komponen penerima bantuan pemerintah lainnya, seperti KIS, KIP, KKS dan Raskin. Ditegaskannya, penerima bantuan KIS, KIP dan KKS ke depan harus memiliki kartu PKH.

Afnil merinci, penerima bantuan PKH setiap bulannya adalah adalah ibu hamil Rp1.000.000, bantuan tetap Rp300.000, anak umur 0 - 5 tahun, pelajar SD Rp500.000, SMP Rp750.000, SMA Rp1.000.000, dan lansia Rp200.000, serta disabilitas berat Rp300.000.

Ia berharap, Bantuan PKH jangan membuat masyarakat penerima bantuan malas dan mengandalkan bantuan sosial yang diperoleh.

"Penerima bantuan harus kreatif dan ulet dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga," harapnya.

Nanda