Sinyal Positif Bagi MRP, Tim Survey Oman Tiba di Padangpariaman




Impian Bupati Padangpariaman Ali Mukhni untuk membuatkan masyarakat mesjid termegah di masa kepemimpinannya, yang berlokasi di IKK Paritmalintang, kian terang setelah proposal yang dia serahkan kepada Kedubes Negara Oman, dijawab dengan datangnya dua orang tim survey dari Kedubes Oman ke lokasi pembangunan di Paritmalintang, Sabtu (3/12).

"Dua bulan yang lalu saya sendiri yang mengantarkan proposal ke Kedubes Oman. Dengan datangnya tim survey, sebuah pertanda baik yang sangat kita syukuri," ujar bupati Ali Mukhni.

Ali Mukhni menerangkan, setelah kedatangan tim survey ke Padangpariaman, mereka akan melaporkan hasilnya langsung ke Kedubes Oman. Bahkan, kata bupati, Kedubes sendiri yang nantinya akan mendatangi lokasi pembangunan Mesjid Raya Padangpariaman (MRP) untuk melihat secara langsung.

"Alhamdulillah sekitar bulan Januari atau Februari 2017, direncanakan Syekh (gelar Kedubes Oman untuk Indonesia) akan datang langsung ke Padangpariaman," sambungnya.

Bupati mengimbau kepada seluruh masyarakat Padangpariaman untuk mendoakan semoga apa yang dia usahakan tersebut berjalan mulus. MRP sendiri sudah dilakukan peletakan batu pertama pada tanggal 19 Oktober 2015.

Terpisah Kabag Humas Padangpariaman, Hendra Aswara, Minggu (4/12), menyatakan, dua orang tim survey dari Oman bahkan ditemani oleh seorang staf konsulat RI di Jeddah, Arab Saudi, Hiqam, yang sekaligus melihat peluang investasi bagi negara Timur Tengah di Padangpariaman.

Ia menerangkan, MRP akan dibangun dua lantai, berkapasitas 3000 jemaah. Selain tempat ibadah, di area mesjid juga dibangun sarana olahraga lapangan futsal dan lapangan tenis, disertai rest area atau tempat peristirahatan bagi penegendara yang melintasi jalan lingkar Duku-Sicincin.

"Mesjid Raya Padangpariaman, sesuai rencana anggaran bangunan (RAB) akan menghabiskan biaya sekitar Rp114 milyar," ujarnya.

Sebelumnya, ujar Hendra, negara Oman juga telah membangun 100 unit perumahan ditambah jembatan dan unit mobil ambulance di Nagari Sikucur Padangpariaman. Hibah sebesar Rp50 milyar tersebut diterima Padangpariaman secara bersih.

Negara Oman dalam membantu, sebut Hendra sampai tuntas, dalam artian bagi penerima hanya tinggal menerima kunci, atau dalam keadaan siap.

Sementara itu Staf Konjen Indonesia di Jeddah, Hiqam, menyatakan Padangpariaman dikarunia pemandangan yang indah dan subur. Dia melihat potensi wisata di Padangpariaman perlu pengembangan oleh investor, termasuk dari negara Timur Tengah.

"Padangpariaman bagai surga tersembunyi. Potensi seperti ini sangat disukai oleh investor Timur Tengah, apalagi masyarakat Muslim Padangpariaman yang taat beribadah, menjadi pertimbangan penting bagi mereka," ujarnya.

Ia menyebutkan, selama tahun 2016, negara Oman telah menggelontorkan 40 milyar Dinar ke Indonesia atau setara dengan Rp120 trilyun. Diantara dana tersebut ada yang berbentuk hibah, layaknya CSR.

OLP