Atlet Impor Porprov Rusak Sistem Pembinaan Olahraga dan e-KTP di Sumbar


 



Kota Pariaman mengumpulkan 106 keping medali pada Porprov XIV Sumbar tahun 2016 di Padang. Dalam pesta olahraga dua tahunan di Sumatera Barat tersebut, Kota Pariaman mendapatkan 19 medali emas, 30 perak dan 57 perunggu.

Ketua Kontingen Kota Pariaman AKBP Ricko Junaldi mengatakan, medali yang diperoleh berasal dari atlit putra putri asli Pariaman, bukan atlit impor.

"Ini merupakan pembinaan kita yang dimulai dari bawah, sehingga kita mempunyai atlit yang betul-betul asli daerah," ujarnya.

Dengan kwalitas dan kwantitas perolehan medali yang didapat, imbuh dia, merupakan kebanggan tersendiri oleh pihaknya melihat atlit Pariaman mampu bersaing dengan atlit daerah lain yang didatangkan dari luar.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman juga memberi apresiasi kepada kontingen Kota Pariaman dengan capaian 106 medali.

"Ada bebera sistem yang rusak bila pakai atlit impor. Antara lain adalah sistem pembinaan atlit yang tidak benar, tidak didapat bibit yang diinginkan gubernur seperti yang disampaikannya dalam pantun acara pembukaan kemaren. Dan yang lebih parah adalah merusak sisten E KTP, berarti E KTP gagal," ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Kanderi, selaku wakil ketua kontingen yang mendampingi kontingen Kota Pariaman setiap hari mengatakan, raihan medali Kontingen Kota Pariaman dibanding perolehan medali pada Porprov XIII di Kabupaten Dharmasraya, lebih membaik.

Ditambahkannya, di beberapa cabang olahraga, Kontingen Kota Pariaman tampil sebagai juara umum seperti tarung derajat dan sepatu roda.

“Bahkan tim sepakbola Kota Pariaman yang tidak diunggulkan mampu tampil gemilang dengan capaian babak empat besar,” ujarnya.

Dalam portal resmi panitia pelaksana Porprov XIV, Kota Pariaman bertengger pada posisi 11, satu tingkat dibawah Kota Payakumbuh yang meraih 20 emas, 44 perak dan 50 perunggu.

TIM