Berita Terpopuler

Pages Pariaman News

Diberdayakan oleh Blogger.

Inilah Batu Sandungan Bagi Indra J Piliang Menuju Kursi Pariaman 1

Written By oyong liza on Rabu, 31 Oktober 2012 | 11.15


Dalam berbagai kesempatan saya acap ditanya seriuskah Indra Jaya Piliang (IJP) maju? ini membuat saya kadang terpikir apa hubungan saya dengan IJP sehingga pertanyaan itu dialamatkan. Namun setelah beberapa tulisan saya tentang majunya IJP Mengemuka dan dibaca ribuan orang dimedia ini, mereka sadar akan Independensi saya sebagai bagian dari warga Pariaman yang netral serta menyisihkan persahabatan dan kesukuan (marga) dalam memberikan pencerahan melalui tulisan ,siapa yang pantas menduduki kursi Pariaman 1.

Nama IJP semakin santer dibicarakan hampir setiap palanta dikota Pariaman ini, Pasca pendaftarannya menjadi Bakal Calon (Balon) Walikota Pariaman periode 2013-2018 melalui sistem penjaringan Partai Golkar. seriuskah ia? saya jawab sangat serius Sekali!

Keseriusan IJP dalam ihwal ini terjawab setelah saya baca beritanya disalah satu media online nasional. IJP berujar "Saya sudah cape cuap-cuap ditingkat Nasional , sementara Kampung halaman saya membutuhkan Perhatian lebih, serta perbuatan nyata. saya ingin pulang kampung untuk membenahi dan mewujudkan Pariaman yang lebih maju" begitulah kutipan yang saya baca, tanpa mengcopy Paste tulisan tersebut (mengingat).

Jika IJP maju, Serius, saya rasa dengan penuh jaminan dan siap adu argumentasi dengan siapapun, Peta Politik Pariaman akan berupah total!
belum sosialisasipun IJP sudah jadi bahan perbincangan sampai kepelosok desa, apalagi ia tampil dengan sosoknya menyambangi langsung masyarakat.

Saya pernah berujar bahwa IJP ketika Mubes alumni SMA 2 Pariaman , hanya menggunakan sendal jepit, pernah juga berujar bahwa IJP yang acap dibilang orang Ongeh sebelumnya ternyata sudah berevolusi jadi sosok anak baik.

Kesalahan IJP yang hingga hari ini dalam catatan saya adalah terlalu kental orientasi Politiknya, jika dibandingkan dengan Iwan Piliang. Iwan Piliang datang kePariaman dengan agenda Sosial sehingga ia sangat diapresiasif masyarakat dan pemuda diSumbar, berhati jernih dan apa adanya. perihal ini, IJP musti berguru pada Iwan Piliang dalam hal konsistensi.namun bukan berarti IJP tidak orang baik, saya menegaskan pada IJP, jika ingin berlaga diPariaman " Angku musti baca peta politik orang piaman yang terkenal cerdik, Politik Piaman adalah yang paling rumit Didunia."

tak ada yang meragukan kapasitas Intelektual IJP memimpin Kota Pariaman ini. apa yang kurang pada sosoknya? selain muda, IJP dikenal sosok yang cerdas,Inovatif, kreatif dan saya yakin ia punya terobosan yang diluar dugaan kita jika ia dipercaya nanti oleh Golkar jadi Calon.

tak ada yang akan bisa menduga Visi dan Misinya untuk Pariaman kedepan.

Tungkek Jan Sampai Mambao Rabah.
Pepatah tersebut saya alamatkan langsung bagi IJP, agar jangan sampai salah dalam memilih wakilnya nanti,IJP musti ditopang oleh wakil yang seidealisme dengannya, tak peduli dari kalangan manapun, baik dari internal Golkar maupun Umum dan lintas Parpol.

dengan Popularitas yang ia punya, tentu IJP sudah punya strategi untuk meningkatkan Elektabilitas. jangan sampai salah pilih "dayang-dayang" Ring 1. dalam hal ini IJP memang musti dibantu oleh sahabat-sahabatnya yang berfikiran Frontal, yang siap mengatakan kebenaran dan fakta pada IJP tentang kondisi Ril yang ada dilapangan, peta politik dan sekaligus berani menegur IJP jika dianggap salah dalam menyusun strategi.

IJP maju musti untuk menang, lawan yang akan dihadapi tidaklah seperti yang IJP bayangkan, Helmi Darlis, Mukhlis Rahman yang pasti duo Incumben yang siap menghadang langkah IJP menuju Pariaman 1.

catatan Oyong Liza Piliang

Kapolres : Sebuah Solusi Yang Manusiawi Untuk Angdes

Written By oyong liza on Selasa, 30 Oktober 2012 | 18.45


Barusan, dalam kemendungan senja sehabis diguyur hujan, Seorang Tokoh Masyarakat Pariaman Utara, Bakrizal, diseberang telpon berujar, "Yong! tadi saya lihat Kapolres turun langsung kesini mengajak Para Sopir agar menghentikan Mogok Nambang."

Terus, Ujar saya penasaran.. berhasilkah gumam saya dalam hati.

" Sopir Angdes sepertinya menuruti kata Kapolres, tanpa ada gejolak. dan kabarnya sekarang Angdes sudah menempati Terminal Muaro."

Apa alasannya? tanya saya

"justru itu, silahkan Oyong verifikasi langsung kepada Kapolres. terus terang saya baru kali ini melihat aksi Kapolres. benar adanya dia seperti pembicaraan orang selama ini dan pemberitaan media termasuk Pariamantoday.com." Ujar Bakrizal bersemangat.

Pagi tadi Bakrizal dipalanta, bersama tokoh Masyarakat lainnya menyayangkan keputusan Pemko, "Anak-anak dan keponakan Ambo taniayo sakolah dek keputusan ko, Angdes Mogok musti ado jalan kaluanyo" Ujarnya ditimpali kalimat berbau senada dari Tokoh Masyarakat lainnya.

Sementara itu Kapolres Pariaman Akbp , Bondan Witjaksono,Sh,Sik ketika saya verifikasi mengenai hal tersebut, dengan kerendah hatian berujar, " Meskipun Untuk kepindahan Keterminal Jati masih perlu pendalaman pengkajian dengan para Angdes bersama Dishub, namun saya melihat dari sisi kemanusiaannya. Akibat Mogok Nambang tersebut kasihan kita kepada Masyarakat dan pelajar yang pergi sekolah dll."

"namun mencari Solusi cepat, agar Angdes kita ini Nambang dulu seperti biasa, mengingat banyaknya masyarakat kita yang menggunakan transportasi ini,dan untuk Dishub Kota agar dapat sinergis dengan Dishub Kabupaten beserta pemilik Angdes, angkot untuk mencari titik temu untuk langkah selanjutnya" ujar Kapolres yang lama dinas di Ambon ini.

"kalau tidak cepat diredam, pemilik Angdes bisa marah,karena ini menyangkut masalah perut, maka dari itu saya melihat dari sisi kemanusiaan dan keamanan Kota Pariaman, wilayah Hukum Saya." Ujar Kapolres termuda dijajaran Polda Sumbar ini.

banyak sisi kemanusian yang diujarkan Kapolres kepada saya menyangkut hal ini, termasuk masalah ekonomi sekarang ini yang sulit, juga masalah mogoknya angdes " semua bisa diajak bicara asalkan dari hati kehati, berhubung Kota Pariaman belum macet, masih banyak solusi lain yang lebih memihak masyarakat kita." Ujar Kapolres yang dikenal tegas dan disiplin ini.

Iwan Piliang, dikala silahturahmi dengan Kapolres sebulan lalu pernah berkata pada saya diatas mobil,"Indonesia butuh Perwira-Perwira berkarakter semacam Pak Bondan ini" tanpa menjelaskan secara spesifik.

beberapa tokoh masyarakat yang sangat dikenal dipariaman ini yang tidak mau disebutkan namanya berujar kepada saya barusan ,"semoga pihak lain terkait (Dinas) dapat mencontoh apa yang dilakukan Kapolres dan Jajarannya , saya selaku wakil masyarakat sangat berterima kasih pada Pak Kapolres atas apa yang ia lakukan tadi. jika Angdes terus mogok nambang, yang teraniaya dunsanak dan keponakan kita juga, pedagang pasar sepi, pelajar yang tidak punya sarana transportasi sendiri kepariaman mau pakai apa?" ujarnya.

"Lain kali, Pemko musti mengkaji segala aspek sebelum mengambil keputusan. apa yang dikatakan Yulius Danil tentang kebijakan Keblinger (statemen Yulius Danil pada pemeberitaan sebelumnya) sudah tepat."ujarnya dengan tenang.

"Angdes,Pedagang Pasar Pariaman,Pelajar, Guru dll mulai besok kami harap berjalan seperti sedia kala, Angdes menambang, pedagang semoga laris dan proses belajar mengajar berjalan seperti sedia kala" ujarnya menghimbau dan menutup sesi wawancara, mengenai tak mau disebutkannya nama mereka, atas keinginan Narasumber sendiri yang memiliki hak veto.

Semoga besok tak ada lagi mogok ..

Catatan Oyong Liza Piliang

Dampak-Dampak Dan Fakta Akibat Salah Urus Terminal --Mogoknya Angdes Kami--

sekarang 30/10/2012 adalah hari kedua Mogoknya Angdes Pariaman bersebab Pemilik Angdes menolak dipindahkan ke Terminal Jati Kota Pariaman. Terminal tersebut dulu dibangun dimasa Era Kota dan Kab Pd Pariaman masih satu kesatuan Administratif, dan Bupati yang bertanggungjawab dalam pembangunan Terminal tersebut berakhir dibalik Jeruji Besi.

Kenapa Angdes Menolak dipindahkan Keterminal Tersebut? semua beralasan. Ketua KOPAR ,Rinaldi berujar sederhana, Apa urgensinya Pemindahan kesana yang nantinya meyengsarakan Sopir dan Masyarakat. biaya Operasional terlalu tinggi, jauh dari Pasar.masyarakat musti naik angkot lagi atau ojek untuk kepasar, berapa biaya yang harus dikeluarkan masyarakat kita, belum lagi masalah waktu..Ribet!

Jika Pemko tetap ngotot memindahkan Angdes keterminal tersebut, bisa dibayangkan Implikasinya pada pasar Pariaman, aktifitas Jualbeli akan berdampak besar, kemerosoton ekonomi Micro semacam Pedagang Ikan, sayur, Buah-buahan serta Pedagang Tradisional lainnya,.

jaminan pasti berdampak kepada roda Ekonomi masyarakat golongan Pedagang ini. uang sulit didapat, sementara pengeluaran sehari-hari, ditambah biaya sekolah,kesehatan dan lain-lain sulit terpenuhi bila aktifitas jual-beli mereka macet.. Aspek Sosial Ekonomi musti dipikirkan dan musti didahulukan, sebelum ketahap keputusan oleh Pemko.

Terminal Muaro , dekat Kopal , yang hanya berjarak sepelemparan batu dari pasar, kemudian terminal kp pondok, kosong adanya. implikasinya jelas bagi pedagang yang sudah menahun berdagang disana.pedagang terminal muaro saya dengar sudah angkat kaki dari sana bersebab terminal tersebut juga dikosongkan. lalu timbul pertanyaan, Apa maunya Pemko Pariaman ??

kenapa ngotot memindahkan Angdes kesana?  nyatanya ketika ditelusuri oleh Ketua Kopar Pariaman Rinaldi (42th) bertentangan dengan Peraturan Menteri Perhubungan no.35, yang berbunyi bahwa Angkot/Angdes Musti melalui Perumahan Penduduk. dan Terminal Musti dekat dengan Pasar. sebuah Argumentasi yang kuat oleh KOPAR ,Ketika ditanyakan kenapa mereka Mogok Nambang.

Saya berasumsi,Berpendapat, untuk saat ini, dimana Ekonomi masyarakat kita belum bangkit secara utuh sejak Pasca Gempa 2009, setiap Kebijakan Pemko musti dan harus memikirkan dampak sosial bagi Masyarakat, mengkaji berbagai terapan Ilmu, baik Ekonomi, Psikologi Massa, Dampak Sosial dll sebelum memutuskan sesuatu, dan itu Musti dan Harus Pro Rakyat dengan dampak yang bisa dirasakan langsung.


Catatan Oyong Liza Piliang

InvestigasiNews : Pengawas Takut Tegur Kontraktor Adik Ipar Wako

Written By oyong liza on Senin, 29 Oktober 2012 | 21.25

. 
Proyek Rp.1,2 M CV Alif Agung Bermasalah
 

PARIAMAN, Investigasi News—Persoalan proyek bernasalah sudah biasa terjadi di Kota Pariaman dan kalau mau jujur seluruh proyek fisik yang ada di Kota
"Sala Lauak" ini bisa dikatakan bermasalah. Dikarenakan dari proses awal proyek ini direncanakan saja sudah bermasalah, terbukti ada proyek yang naik di jalan karena merupakan titipan aspirasi fraksi di DPRDnya dan ada proyek yang memang sudah dikondisikan untuk orang-orang tertentu (keluarga Cikeas, istilahnya – red)


Proyek Irigasi Batang Kapau yang membelah jalan By Pass Jati contohnya salah satu dari sekian banyak proyek bermasalah yang dikerjakan oleh adik ipar orang nomor satu di Kota Pariaman.
Ketika Investigasi News mendapatkan laporan warga bahwa proyek ini bermasalah, Koran ini langsung melakukan investigasi ke lapangan dan dari hasl investigasi tersebut diperdapat masalah yang dilaporkan warga.

Dimana proyek senilai Rp. 1.031.747.000,- dengan kontrak Nomor: 024/ SPP/ DPU.PRM.2012 dengan waktu pelaksanaan 150 (seratus lima puluh hari kalender) dimulai 22 Juni 2012 dan berakhir 18 November 2012 yang diawasi langsung Dinas PU Kota Pariaman. Ternyata tidak terawasi oleh pengawas hal ini dbenarkan oleh tukang dan pekerja di lapangan bahwa pengawas jarang dan bahkan boleh dikatakan tidak pernah berada di lokasi proyek.

Pantas saja proyek pekerjaan dreinase yang memakai uang Negara milyaran rupiah tersebut terliht dikerjakan asal-asalan, mulai dari pengadukan semen dan pasir untuk pemasangan batu yang dipastikan tidak sesuai standar nasional sebagaimana petunjuk teknis yang ada pada kontrak maupun yang ada pada bungkus semen Padang itu sendiri. Begitupun dengan pemasangan yang asal jadi oleh tukang.
Karena meskipun pekerjaan proyek itu belun bisa dikatakan siap seluruhnya karena masih adanya batas waktu pekerjaan hingga 18 Nopember 2012 ternyata tembong irigasi setinggi 1,5 M dan dengan lebar lebih kurang 30 Cm tersebut sudah ada yang bolong dibagian bawahnya. Ketika ditanyakan pada salah seorang tukang yang tidak bersedia menyebutkan namanya mengakui bahwa bagian bawah pasangan batu koporannya hanya setelah 15 Cm.

Padahal seharusnya untuk koporan tersebut harus lebih tebal dan bahkan ada beberapa titik temuan Investigasi News pada pasangan irigasi tersebut yang tidak memakai koporan. Akibatnya setelah terjadinya hujan dan permukaan air tinggi dan deras maka pinggiran pasangan batu dinding irigasi sudah pada berlobang (keropos) di bawahnya. Dan ini akan berakibat pasangan dinding irigasi akan mudah terban seperti yang terjadi pada salah satu proyek irigasi yang berada di tengah Kota Pariaman beberapa waktu lalu.

Miungkin karena tidak adanya pengawasan dari Pengawas DPU Kota Pariaman sehingga sebagian tukang bekerja dengan keinginan dan pengetahuannya saja. Seperti pelobangan pada dinding pasangan batu yang semestinya dibuatkan agar ada rembesan air dari pinggiran tebing ke sungai. Ternyata di beberapa tempat tidak terlihat adanya pembuatan lobang-lobang air pada dinding pasangan batu irgasi tersebut.

Menurut kontraktor yang pernah mengerjakan proyek irigasi seharusnya dinding pasangan bat irigasi tersebut dibuatkan lobang-lobang air guna sebagai tempat rembesan air ke suangai jika terjadi hujan yang lebat. Karena jika tidak dibuatkan maka air ujan yang merembes di tanah akan mencari tempat rendah dan menggali tanah dibawah pasangan batu dinding irigasi tersebut.

Jika lama-kelamaan maka akan terjadi lobang di bawah pasanga batu, apalagi jika koporannya tidak tebal sehingga mudah berlubang di bawah pasanga batu itu. Dan akibatnya dinding pasangan batu penahan tebing irigasi tersebut akan mudah rebah. Karena tidak ada lagi penahan di bawahnya akibat digali oleh air yang merembes itu.

Pekerjaan pembangunan irigasi yang dikerjakan oleh CV. Alif ini diprediksi tidak akan dapat bertahan lama, dikarenakan banyak terjadi penguranan volume dalam pengerjaannya. Diprediksi kontraktor hanya mengutamakan keuntungan semata dan tidak mengutamakan mutu pekerjaan. Karenanya selayaknya penegak hukum melakukan pemeriksaan atas proyek tersebut, ungkap salah seorang petani setempat.
Sementara ujar Bakrizal, Konsultan Kontruksi Investigasi News mengungkapkan bahwa milayaran rupiah uang Negara akan terbuang percuma dikarenakan pekerjaan pembangunan irigasi yang asal-asalan. Maka petani dan masyarakat yang memamfaatkan saluran irigasi tersebut tidak akan dapat lebih lama menikmati saluran irigasi ini. Diduga DPU Kota Pariaman hilang nyalinya karena berhadapan dengan adik Ipar Walikota Pariaman Mukhlis Rahman. 
Investigasi Ferry Nugrah,Sh /Zal/SS

Jokowi Effect


Gaya Gubernur Jokowi dalam memimpin Jakarta selama 13 hari ini menjadi “trending topics” di semua kalangan,di warung-2 Jakarta juga banyak diomongin oleh rakyat kecil,berita tentang teroris yang ditangkap Densus 88 pun kalah dengan berita blusukan kampung Gubernur Jokowi. Semuanya mengelu-elukan cara turba (= turun kebawah) model Jokowi yang beda banget dengan gaya turba pejabat-2 zaman Orba yang seperti “pahlawan kesiangan” dan cenderung dipamerkan seolah “sok” perhatian sama rakyat kecil,padahal habis turba tidak ada tindak lanjutnya apapun.

Gaya Gubernur Jokowi dalam memperhatikan rakyat kecil Jakarta,khususnya wilayah-2 kumuh dan banjir serta dalam memetakan masalah yang akan menjadi prioritas kerjanya patut diacungin jempol. Musuh politiknya paling satu-dua menyerang dirinya,sepertinya mereka juga sedang menunggu apakah gaya Jokowi ini akan berhasil atau tidak menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta. Tentu kalau sampai 100 hari kedepan ternyata tidak ada yang beres dalam turba-nya Jokowi,maka musuh-2 politiknya akan menyerang habis-2an. 

Tim sukses Jokowi-Ahok pun dipastikan sudah memetakan siapa saja Walikota-Camat-Lurah dan Kepala Dinas yang mendukung/tidak mendukung langkah-2 konkrit Jokowi-Ahok,bisa saja bila sampai 100 hari tidak ada perbaikan,mereka yang tidak mendukung dipastikan diganti / digeser. Memang itu langkah terakhir yang harus dilakukan Jokowi-Ahok bila program-2 nya tidak dilaksanakan dengan baik oleh sub ordinatnya. Daripada dijegal,maka lebih baik memang harus diganti…! Tetapi,dilihat dari sepak terjang Jokowi-Ahok,sebagian besar pejabat dan pegawai di DKI Jakarta selama ini terlihat positip,yang negatip tentu saja ada….namun itu bisa diatasi dengan penggantian / mutasi jabatan nantinya.

Nah,gaya ini kemudian menjadi perbincangan hangat di media,warung kopi,dsb….! Para Kepala Daerah diharapkan mampu seperti Jokowi-Ahok dalam memimpin daerahnya. Sekarang ini sudah mulai bermunculan para calon kepala daerah turun ke lapangan seperti Jokowi-Ahok pada musim Pilkada. Namun,karena mereka masih didominasi oleh politikus tulen yang latar belakangnya bukan pengusaha dari bawah,maka kebanyakan yang dilakukan adalah untuk pencitraan belaka. Gaya meniru mereka lebih dipaksakan,bukan karena memang timbul dari niat yang baik dan berlatar belakang mencintai rakyat dengan mensejahterakan mereka,tetapi niatnya adalah untuk meraih kekuasaan untuk mensejahterakan dirinya sendiri.

Kepribadian yang “all-out” untuk rakyat masih sulit ditemukan pada diri para peniru gaya Jokowi-Ahok ini. Sekarang sedang bermunculan calon-2 pemimpin daerah yang mempunyai latar belakang bagus,salah satunya adalah Wagub Jawa Tengah yang tengah digadang-gadang untuk maju sebagai Calon Gubernur Jawa Tengah,khabarnya yang bersangkutan juga mempunyai “track record” sangat bagus waktu menjabat sebagai Bupati Kebumen. Demikian pula si “Oneng” dan tokoh LSM anti korupsi yang sedang berebut tempat menjadi Cagub-cawagub Jawa Barat,dengan “track record” mereka diharapkan dapat meraih kepercayaan rakyat Jawa Barat. Tentu saja hal ini akan menggembirakan buat rakyat jelata,harapannya nasib mereka betul-2 bisa berubah dengan kepemimpinan mereka kelak. Rakyat bukan lagi jadi komoditas politik yang diperlukan pada waktu Pilkada,tetapi kemudian dilupakan dan nasib tidak berubah dari tahun ke tahun, namun rakyat benar-2 bisa mendapatkan perubahan untuk sesuatu yang baru. Seperti slogan Jokowi-Ahok waktu itu “Jakarta Baru”…..

Meniru memang gampang,tetapi pada dasarnya meniru itu bisa sukses bila si peniru berkepribadian kurang lebih sama dengan Jokowi-Ahok….! Jika tidak,maka mereka hanya melakukan pencitraan saja…!

Catatan Mania Telo Freedom Writers Kompasianer

Mogoknya Angdes Pariaman Dan Solusi Yang Keblinger

                                                     nasib kaum marjinal

lama saya tercenung setelah menerima telpon dari Dazal, tokoh masyarakat Pariaman utara " Yong ! sedari pagi seluruh Angdes Mogok Menambang" ujarnya. hujan semakin lebat, suara diponsel terputus-putus.

beberapa waktu kemudian , Ketua KOPAR Rinaldi (42th) terhubung dengan saya by phone.
"Pemkot Pariaman hendak memindahkan kami ke Terminal Jati, biaya operasional terlalu tinggi dan Pemkot musti baca Kepmen Perhubungan no.35 bahwa oplet/angdes/angkot musti melewati jalur pemukiman penduduk serta berdampingan dengan pasar. coba kita pikirkan, berapa biaya yang musti dikeluarkan masyarakat dari Terminal Jati kepasar ?" ujar Rinaldi dengan nada kecewa Kepada Pemko Pariaman yang dikomandani oleh Mukhlis Rahman.

Yulius Danil, Anggota DPRD Kota Pariaman (Mantan Ketua DPRD PD Pariaman) sangat menyayangkan sikap Pemko yang tak memikirkan dampak dari mogoknya Angdes, "yang jelas ekonomi pedagang dipasar kena imbas, anak-anak sekolah terlantar, juga para guru yang mengajar. Sebagai Anggota Dewan , Ini jadi catatan saya, besok akan kami bicarakan di DPRD. Namun sebagai bagian dari masyarakat, saya menghimbau Agar Pemko Pariaman dan Kab Pd Pariaman duduk semeja untuk mencarikan solusi terbaik. yang jelas saya tak setuju Angdes tersebut dipindahkan Keterminal Jati, sebab Terminal yang dekat Muara Pariaman yang menghabiskan dana Milyaran, kenapa tidak dipergunakan?"

menurut Rinaldi seluruh Angdes Mogok Nambang sedari Subuh tadi, ada ditiga titik
-Batas Kota Pariaman Utara,menumpuk  Angdes tambangan Sei.Limau, Sei Geringging, Padang Alai
-Simpang Apar
-Kuraitaji

"Style kepemimpinan dibawah Komando yang sekarang ini memang tak jelas arahnya (Keblinger), mereka harusnya mengalah demi masyarakat untuk sekarang ini dan jangan membuat keputusan yang buru-buru, Terminal musti dekat dengan Pasar, dan Saya perhatikan Terminal Oplet yang baru dibangun dekat Muaro dibiarkan kosong. Saya siap Memediasi Pihak KOPAR dengan Pemko dan Pemkab untuk mencari solusi terbaik. kebijakan musti pro rakyat! Terminal Jati musti dibenahi dulu agar dapat diterima Pedagang dan Pemilik Angdes beserta Supir." ujar Yulius Danil dengan tegas menahan geram diseberang telpon.

Catatan Oyong Liza Piliang

Ahmad Yani,SE,MM Siap Menuju Pariaman 1


Hari ini, Senin 29/10/2012 pukul 11.00 Wib bertempat dikantor DPD Partai Golkar Pariaman yang terletak di Jl Jenderal Sudirman Kota Pariaman, Ahmad Yani, SE,MM ,tokoh Intelektual muda Pariaman, pendiri sebuah Yayasan yang bergerak dibidang Pendidikan, secara Resmi mendaftarkan diri jadi Bakal Calon (balon) Walikota - wakil Walikota Pariaman Periode 2013-2018 melalui Penjaringan Partai Golkar. Ia disambut Langsung oleh Ketua Panitia Pendaftaran Syafinal SK beserta pengurus lainnya. 


Ahmad Yani beserta para pendukungnya yang terdiri dari berbagai elemen , Tokoh Pemuda, Niniak Mamak, dan para pemuka masyarakat diantaranya, Pak Dahlan,Da Oyong, Bang Sol, Da An, Ajo Lempa hingga tokoh Muda Ir, Syafinal Akbar,MT (Developer Muda -- Pengusaha Rumah Makan) dan Sulastri,SH (Lawyer wanita handal Pariaman) serta beberapa Pimpinan Partai pendukung yang jika diprosentasekan 16,24% dan Para simpatisan Lainnya memenuhi Ruangan Tempat pendaftaran tersebut, halaman Parkir Partai Golkar yang tergolong luas penuh sesak oleh Mobil Ahmad Yani dan Rombongan. tak bisa dipungkiri, A Yani, yang dikenal sosok cerdas dan ramah, Wakil Ketua DPD GOLKAR SUMBAR , selain Tokoh Muda, Wajib diperhitungkan kans nya untuk Lolos dari Penjaringan Partai beringin ini jadi calon yang akan diusung.konon mantan Paspampres juga ikut serta dalam rombongan A Yani .



Dalam sesi pembukaan Jumpa Pers A Yani berujar " berkat apresiasif tokoh masyarakat yang menghendaki saya maju memimpin Kota ini, sejak 2003 dikala saya masih bujangan, hari inilah jawabannya, saya sudah berumah tangga,diruangan ini, dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahim saya memantapkan diri mendaftarkan diri menjadi calon Walikota Pariaman periode 2013-2018." ujar Yani diiringi tepuk tangan seisi ruangan. Drs,Mardison Mahyudin,MM Ketua DPD GOLKAR KOTA PARIAMAN tidak terlihat dalam ruangan tersebut.

"Ada tiga pilar yang akan saya optimalkan untuk membawa Kota Pariaman ini, Pendidikan,Kesehatan dan Ekonomi yang Pro Rakyat kecil. dengan mengoptimalkan tiga pilar ini, nantinya Kota Pariaman akan menjadi kota pusat tujuan di SUMBAR.dalam artian, Pendidikan, berobat dan berInvestasi." ujar Yani ketika ditanya Jurnalis tentang program yang akan diusungnya untuk membawa Kota Pariaman kearah yang lebih maju.

"Kita akan jadikan Kota ini ibarat Gula yang nantinya akan dikerubungi semut, dengan jalan apa? tentu dengan mengoptimalkan tiga pilar tadi, untuk VISI MISI lengkap, nanti akan saya jabarkan setelah Partai Golkar menetapkan saya sebagai calon tetap" ujar Yani Mantap.

"memimpin mustilah dimulai dari hati,(sembari menunjuk dada) dengan kejernihan hati dalam memenej pemerintahan , kita akan menularkan semangat idealisme bersama kepada seluruh jajaran, semangat Anti KKN mustilah dari diri kita dulu mengawalinya agar jadi semangat seluruh jajaran pemerintahan.. memimpin dengan kejernihan hati, demi masyarakat kota Pariaman yang lebih baik dan Sejahtera itulah Motto saya dalam memimpin nantinya" ujar  Yani yang diamini tepuk tangan seisi ruangan.

"membangun sebuah Peradaban Maju mustilah bersama-sama, seluruh elemen masyarakat harus dilibatkan dalam hal ini dalam merumuskan kerangka satu haluan, demi kemajuan Kota Pariaman Ini,. Mustahil Kota ini akan maju bila mengabaikan aspirasi masyarakat, seluruhnya musti kita rangkul, optimalkan ,diberdayakan dan yang terpenting saling bahu membahu antara seluruh unsur dan elemen yang ada demi satu tujuan.. yaitu demi kemajuan kita bersama." ujar A Yani dengan semangat.

"sebagaimana kita ketahui bersama, pecah kongsi kepala daerah adalah isu yang musti kita pikirkan dan antisipasi dari sekarang,jika saya digariskan Tuhan mengemban amanah itu nantinya, hal tersebut sudah saya matangkan dengan sadar akan TUPOKSI Tugas Pokok dan Fungsi yang sudah diamanahkan UU Kepada kepala daerah, demi memperkuat hal tersebut, saya siap meneken kontrak Politik dengan Parpol maupun dengan Masyarakat, sebab pecah kongsinya kepala daerah sangat merugikan masyarakat,regulasi roda pemerintahan niscaya akan berjalan seperti yang diharapkan." ujar A Yani yang disambut tepuk tangan seisi ruangan.



Sementara itu Faisal Arifin, tokoh masyarakat yang juga Ketua DPD GOLKAR PD PARIAMAN berujar," saya sangat mengapresiasif dengan mendaftarnya Ahmad Yani melalui penjaringan Golkar jadi Balon Walikota. tidak ada yang meragukan loyalitas Yani kepada partai, ia adalah salah satu kader terbaik Partai Golkar yang kami punya.seandainya ia lolos dalam penjaringan dan resmi diusung Golkar, saya menghimbau agar tokoh Golkar dan balon lainnya mendukung Yani, satukan kekuatan guna merebut kursi Pariaman 1. begitu juga sebaliknya. saya juga menghimbau agar seluruh tokoh dan Kader Golkar merapatkan barisan untuk menyongsong Pilwako nanti. dengan semangat kebersamaan  untuk menggapai satu tujuan , demi mewujudkan Kota Pariaman yang lebih maju nantinya, kami ingin kader terbaik kami yang duduk dikursi Pariaman 1, mekanisme penjaringan nantinya saya yakin akan menelurkan Kader terbaiknya untuk dicalonkan , baik secara Integritas maupun moralitas. dan tentunya kami meminta dukungan penuh dari segenap masyarakat Kota Pariaman." ujar keponakan Alm Kol Anas Malik ini dengan tersenyum penuh semangat.



hal senada diamini oleh tokoh masyarakat, A Latif yang juga senior dipartai beringin ini,"apa yang dikatakan Faisal Arifin adalah harapan partai. saya menghimbau seluruh basis massa pendukung balon nantinya agar menyatukan kekuatan untuk mendukung calon yang diusung Partai Golkar, jika Pilihan Partai jatuh ke sosok A Yani, kita akan bulatkan suara,militansi terhadap partai, begitu juga sebaliknya.." ujar A Latif dengan serius.

catatan Oyong Liza Piliang

Inilah Fakta Penyelenggaraan Haji Di Indonesia

Written By oyong liza on Sabtu, 27 Oktober 2012 | 14.00

13510588781614458884
Seminggu menjelang wuquf di Arofah, hanya pesawat Saudi Arabian Airlines yang boleh mendarat di bandara King Abdul Aziz Jeddah. Karena itu ada travel biro yang beralasan mereka salah meng-order tiket pesawat Etihad. Sebuah alasan yang konyol dan mengada-ada (foto : haji.tempo.co)


“2500 calon jamaah haji plus gagal berangkat tahun ini” itu bunyi kalimat yang tertera pada running text yang ditayangkan oleh TV One semalam. Sepekan terakhir, hampir semua stasiun TV memberitakan sejumlah calon jamaah haji yang terlantar berhari-hari di bandara dalam kondisi siap berangkat haji – lengkap dengan pakaian seragam dan koper bertuliskan nama travel biro penyelenggara haji plus – namun akhirnya terpaksa pulang kembali ke rumah karena gagal berangkat. Alasan yang diberikan pihak travel umumnya visanya tak keluar dari Kedutaan Arab Saudi. Ada pula yang beralasana travel salah membeli tiket pesawat. Sungguh suatu alasan yang sangat konyol dan bodoh!

Dari beberapa kali tayangan wawancara dengan para CJH yang gagal berangkat itu, umumnya mereka mengaku sudah menyetor uang sebesar lebih dari Rp 70 juta hingga Rp 80 juta per orang sebagai uang muka. Beberapa travel biro berjanji akan mengembalikan uang 100% atau  jika mereka bersedia menunggu, maka dijanjikan pasti akan berangkat tahun depan dan mendapat bonus umroh gratis usai musim haji ini. Sungguh tawaran yang menggiurkan : uang kembali 100%, tahun depan berhaji, masih ditambah umroh gratis pula sekitar bulan Januari besok. Tapi apakah semua itu menyelesaikan masalah? Cukupkah kekecewaan CJH terobati dengan cara seperti itu?

————————————————————
Sejak sebelum krisis moneter melanda Indonesia pada tahun 1997 lalu, animo ummat Islam Indonesia untuk berhaji sangatlah besar yang mengakibatkan antrian untuk pergi berhaji menumpuk sampai beberapa tahun. Banyaknya CJH yang masuk daftar tunggu (waiting list) ini karena setiap tahun negara-negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam) mendapatkan kuota/batasan jumlah CJH yang bisa berhaji ke tanah suci. Sementara peminat yang telah membayarkan setoran awall ONH setiap tahun jumlahnya melebihi kuota yang ada. Saat itu setoran awal ONH kalau tak salah hanya sekitar Rp 6 jutaan saja.

Ketika krisis moneter melanda Asia Tenggara dan membuat rupiah terhempas dari semula kursnya terhadap dolar AS = Rp 2.400,-/USD melambung tak terkendali, maka setoran awal ONH pun ikut melonjak naik. Hal ini karena hampir semua komponen perjalanan haji dihitung dalam US dolar, seperti tiket pesawat PP dan biaya penginapan. Seiring dengan itu, kemampuan ekonomi bangsa Indonesia pun ikut terpuruk akibat krisis ekonomi yang cukup berat. Akibatnya, jumlah pendaftar haji pun melorot drastis dan sedikit demi sedikit antrian daftar tunggu haji pun berkurang bahkan akhirnya habis. Karena sebelum krisis daftar tunggu memang baru mencapai sekitar 3 tahunan saja.

1351059378762566153
Fenomena yang marak akhir-akhir ini : jamaah haji plus terlantar berhari-hari di bandara (m.tempo.co)
Kondisi ekonomi sedikit demi sedikit makin stabil dan masyarakat sudah mulai menyesuaikan diri dengan kurs dolar yang stagnan di kisaran angka mendekati Rp. 10.000,-/USD. Setoran awal ONH yang dipatok di angka Rp. 20 juta/orang pun mulai bisa dijangkau sebagian umat Islam. Maka, mulai lagi antrian daftar tunggu haji memanjang. Sekitar 4 tahun lalau kalau tak salah ingat, Pemerintah menaikkan setoran awal ONH menjadi Rp. 25 juta/orang. Tapi jumlah inipun tak membuat pendaftar haji menurun, bahkan kecenderungannya makin tahun makin meningkat.

Kalau begitu, ummat Islam Indonesia banyak yang sudah mampu dong? Ternyata tak semuanya mendaftar dengan uang pribadi. Maraknya bermunculan unit-unit syariah dari bank-bank konvensional, membuat persaingan antar bank konvensional makin ketat. Mereka berlomba-lomba menawarkan program menarik kepada nasabah agar mau membuka tabungan haji. Muncullah program “dana talangan haji” yang semula hanya ada di bank Muamalat, kini hampir setiap bank syariah punya program semacam ini.

Anda tak perlu punya uang Rp 25 juta untuk bisa mendapatkan SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji). Cukup dengan tabungan awal Rp 5 juta saja, lalu ikut program dana talangan, maka pihak bank yang akan melunasi sisa Rp 20 juta-nya. Pinjaman sebesar Rp. 20 juta itu akan langsung dikreditkan pada tabungan anda, lalu berbekal print out buku tabungan yang tertera angka Rp. 25 juta, anda bisa segera berfoto di Depag dan mendapatkan selembar SPPH. Dengan SPPH ini anda kembali ke bank dan pihak bank akan langsung men-debet saldo rekening anda yang Rp. 25 juta itu ke rekening Menteri Agama c/q Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, lalu otomatis akan keluar “nomor porsi” yang tercetak pada bukti setoran BPIH anda. Dengan nomor itu bisa langsung diperkirakan tahun berapa anda akan berangkat haji, dibandingkan dengan jumlah kuota.

Pendaftaran haji dibuka sepanjang tahun di semua bank yang terdaftar sebagai BPS BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji) yang sudah online dengan SISKOHAT. Sayangnya, banyak orang awam yang tak mengerti sehingga mereka menyetorkan uang mereka kepada travel biro penyelenggara haji dan mempercayakan mereka untuk melakukan pendaftaran. Ini kesalahan terbesar! Sebab, jika travel bironya nakal, maka uang CJH tak akan disetorkan atau setidaknya tak segera disetorkan ke bank, sehingga tak bisa segera mendapatkan bukti setoran BPIH dan SPPH. 

Padahal, dengan model pendaftaran yang buka sepanjang tahun, maka mereka yang mendaftar pada trimester awal tahun masehi dengan yang mendaftar pada trimester akhir tahun, bisa jadi nomor porsinya sudah sangat jauh jaraknya dan tahun keberangkatannya pun akan berbeda pula. Misalnya seseorang yang mendaftar pada Januari 2012 diperkirakan berangkat tahun 2020, sedangkan yang mendaftar pada Oktober 2012 berangkatnya tahun 2022.

13510595371717350723
Terkadang calon haji plus sampai menduduki kantor travel biro yang berjanji memberangkatkan mereka (news.liputan6.com)
Ini sangat bisa terjadi, karena sepanjang tahun animo ummat Islam untuk berhaji tak pernah surut, peserta program dana talangan makin banyak bahkan pada bulan-bulan Ramadhan – Syawal, banyak yang berbondong-bondong mendaftar haji. Tak heran jika pada daerah tertentu yang animo ummat Islamnya untuk berhaji sangat tinggi, antrian daftar tunggu sudah mencapai 12 – 13 tahun.

Dari sisi finansial, program dana talangan ini memang tidak memberatkan. Katakanlah anda meminjam uang Rp. 20 juta kepada bank dengan jangka waktu pelunasan 5 tahun, maka perbulan anda kira-kira hanya perlu mengangsur Rp 400 ribuan saja. Sama dengan cicilan kredit motor bukan? Toh jika keberangkatan anda masih 8 – 10 tahun lagi, anda masih punya banyak waktu untuk kembali menabung untuk biaya pelunasan ONH pada saat tahun keberangkatan.

Belakangan ada yang mengusulkan agar setoran awal ONH dinaikkan menjadi Rp 30 juta per orang. Saya pribadi tak berpikir langkah ini akan efektif. Ketika setoran awal dinaikkan dari Rp 20 juta, saat itu kondisi dafar tunggu untuk CJH Surabaya contohnya, hanya 2-3 tahun saja. Kini, meski sudah naik jadi Rp 25 juta, daftar tunggunya mencapai 10-11 tahunan. Justru kenaikan setoran awal akan makin melariskan program dana talangan. Karena itu banyak pula yang mengusulkan agar program dana talangan dilarang. Usulan yang ekstrim adalah : moratorium sementara pendaftaran haji, sampai kondisi daftar tunggu berkurang.

Bayangkan, anda sudah menyetorkan uang anda sekarang, tapi baru bisa berangkat 10, 11, 12, bahkan 13 tahun lagi! Sudah berapa usia anda saat tiba waktu berangkat kelak? Adakah yang menjamin anda akan tetap sehat walafiat dan siap berangkat bila saatnya tiba? Sementara setoran awal itu tak mendapatkan bunga/bagi hasil. Tak heran jika saat ini Dana Abadi Umat mencapai Rp. 44,5 triliun, sehingga akhirnya Pemerintah menunjuk Anggito Abimanyu untuk menjadi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kemenag, agar dana itu bisa dikelola secara lebih profesional oleh Mantan “calon” Wakil Menteri Keuangan ini.

1351059737382479415
CJH Plus yang masih menunggu kejelasan pemberangkatan (tempo.co)
Kini, dengan makin panjangnya daftar tunggu, sebagian orang yang cukup punya uang dan tak sabar menunggu, memilih beralih ke biro penyelenggara haji plus. Memang biayanya membengkak bisa lebih dari 2x lipat. Jika ONH reguler hanya sekitar Rp 35 jutaan, maka ONH plus umumnya dipatok di angka Rp. 75 jutaan. Hanya saja, karena banyak orang berpindah ke haji plus sementara jatah untuk haji plus hanya 17.000 orang setiap tahunnya, maka 2-3 tahun belakangan ini jamaah haji plus pun harus masuk daftar tunggu. 

Dari dialog di Global TV tadi pagi, wakil dari asosiasi perjalanan haji menyebut di beberapa daerah bahkan daftar tunggu haji plus mencapai 4 tahun.

Sayangnya, sebagian besar travel biro penyelenggara haji plus ini tidak transaparan kepada CJH. Mereka tak mau menyampaikan bahwa haji plus pun masuk daftar tunggu. Bahkan seolah memanfaatkan CJH yang “kebelet” pergi haji, mereka malah menjanjikan kepastian berangkat tahun ini atau tahun depan. Padahal semua itu sifatnya masih berupa usulan kepada Kemenag, yang bisa saja disetujui bisa pula ditolak! Akibatnya, terjadilah fenomena seperti yang ramai dibincangkan sepekan terakhir ini : CJH batal berangkat meski sudah menginap berhari-hari di hotel kelas melati sekitar bandara. Alasan visa belum keluar sebenarnya sudah bisa diprediksi. Jelas Kedubes Saudi Arabia tak akan mengeluarkan visa haji, sebab memang jatahnya sudah habis.

Parahnya, setelah di cek ke SISKOHAT Kemenag, CJH tersebut belum terdaftar bahkan lebih parah lagi uang setoran CHJ belum disetorkan ke bank oleh travel biro. Jadi, bagaimana mau berangkat kalau terdaftar saja belum? Bagaimana mau terdaftar kalau uang saja belum disetorkan? Padahal, jumlah setoran awal tak sedikit. Jika sepasang pasutri menyetor Rp. 75 juta per orang, maka uang Rp 150 juta kalau dibungakan 1% saja per bulan, dalam setahun bisa mencapai Rp. 18 juta. Pundi-pundi travel biro dalam sekejap penuh, kalau mereka bisa menjaring 50 orang CJH saja. 

Jadi, kalau mereka menjanjikan kompensasi umroh gratis asal CJH mau menunggu untuk diberangkatkan tahun depan, sebenarnya travel biro sama sekali tidak rugi, sebab uang CJH akan “menginap” selama 2 tahun! Biaya umroh reguler hanya Rp 20 jutaan saja bahkan ada yang hanya Rp 16 jutaan.

Di negara-negara non Anggota OKI, yaitu negara yang penduduk Muslimnya minoritas sehingga pemerintahnya tak mengurusi perjalanan haji warganya, setiap muslim yang berkeingan beribadah haji mengurus sendiri keperluannya pada travel biro yang direkomendasikan organisasi Islam setempat. Di Amerika Serikat misalnya, biaya perjalanan haji yang harus dibayar hanya sekitar US $ 6500,- atau sekitar tak sampai Rp 65 jutaan. Dan itu sudah bisa langsung berangkat, karena yang bukan anggota OKI tak dikenai kuota.
1351059849230020380
CJH Plus yang batal berangkat sampai ada yang pingsan dan menangis histeris segala (syamsudinnoorairport.com)

Sulit, rumit dan pelik memang. Jika dilakukan moratorium pendaftaran haji, bisa jadi sebagian ummat Islam akan marah karena dianggap menghalangi hak mereka untuk mendaftar haji. Jika terus dibiarkan, maka dafatr tunggu akan makin panjang dan peluang untuk melakukan bisnis kotor bagi travel biro nakal akan makin besar. Di akhir tulisan ini, saya hanya ingin mengutip himbauan dari wakil asosiasi penyelenggara haji yang saya dengar melalui dialog di TV kemarin siang : jika ada travel biro haji plus yang menjanjikan anda bisa langsung  berangkat tahun depan, jangan langsung percaya begitu saja! Sebab semua itu masih dalam tahap usulan. Konon katanya, ada travel biro yang berani “membeli” visa haji sampai US $ 3.000,-kepada oknum. Tak heran jika ada travel biro yang menarik biaya haji plus sampai Rp. 100 juta per orang! Sebab yang Rp 30 juta-nya untuk “membeli” visa itu.

Anggito Abimanyu pun berulang kali menekankan bahwa pastikan anda membayar biaya perjalanan haji ke bank penerima setoran BPIH, bukan kepada travel biro. Berhaji sendiri adalah rukun Islam ke-5 yang diwajibkan bagi mereka yang mampu. Hendaknya mereka yang sudah mampu jangan menunda-nunda untuk mendaftar, agar panggilan Allah segera datang. Bagaimana akan dipanggil jika mendaftar saja belum, bukan? 

Analoginya : kalau kita mau berobat ke dokter, tentu harus mendaftar dulu dan nama kita tercatat sebagai pasien.Baru nanti pada gilirannya akan dipanggiloleh dokter. Bisa jadi panggilan itu lebih cepat dari pada daftar yang seharusnya, tapi yang jelas, panggilan itu tak akan ditujukan pada yang tak pernah mendaftar.

Jangan sampai karena terlalu lama menunda-nunda dengan alasan toh masih banyak waktu, Tapi begitu tahu antrian panjang, akhirnya malah tak sabar menunggu dan ujung-ujungnya ngoyo sampai harus menyuap agar bisa diprioritaskan berangkat. Bukankah yang menerima suap dan yang menyuap sama-sama dilaknat Allah? Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca yang keluarganya, kerabtanya atau tetangganya ingin berhaji, terutama yang memilih program haji plus, agar jangan sampai tertipu. Uang melayang, impian berhaji terbang menghilang..

catatan Ira Oemar Freedom Writers Kompasianer

Suap Dan Kongkalingkong


Beberapa kali kasus penyuapan terhadap pejabat negara di ekspos oleh media,yang heboh adalah kasus Siti Hartati Murdaya yang dituduh menyuap Bupati Buol. Sebenarnya penyuapan kepada aparat / pegawai negeri atau pejabat negara sudah umum terjadi di negeri ini. Hal ini meniru apa yang terjadi di Swasta,dimana segala sesuatu yang terkait dengan hubungan bisnis dan menguntungkan kedua belah pihak,sudah biasa diberikan imbalan sebagai pengucapan terima kasih. Umumnya orang menyebut sebagai gratifikasi

Dalam Wikipedia,Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Dan di dunia Bisnis Swasta hal-2 seperti itu sudah dianggap biasa karena umumnya memang ‘hadiah’ dipakai untuk menambah semangat seseorang yang mempunyai keterkaitan dengan bisnisnya supaya berjalan lancar.

Gratifikasi akan menjadi negatip bilamana disertai unsur kongkalikong yang merugikan salah satu pihak,misal diberikan hadiah dengan tujuan agar tetap diberi “order” walau harga yang diberikan kemahalan,dsb….!

Untuk pegawai negeri/aparat negara/pejabat negara,gratifikasi diatur dengan Undang-Undang ;
Walaupun batas minimum belum ada, namun ada usulan pemerintah melalui Menkominfo pada tahun 2005 bahwa pemberian dibawah Rp. 250.000,- supaya tidak dimasukkan ke dalam kelompok gratifikasi. Namun hal ini belum diputuskan dan masih dalam wacana diskusi. Dilain pihak masyarakat sebagai pelapor dan melaporkan gratifikasi di atas Rp. 250.000,- wajib dilindungi sesuai PP71/2000.
Landasan hukum tindak gratifikasi diatur dalam UU 31/1999 dan UU 20/2001 Pasal 12 dimana ancamannya adalah dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Pada UU 20/2001 setiap gratifikasi yang diperoleh pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap suap, namun ketentuan yang sama tidak berlaku apabila penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) yang wajib dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima (sumber dikutip dari Wikipedia)

Nah,karena wacana-2 tersebut,maka jangan heran kalau pemberian-2 yang diberikan oleh masyarakat kepada aparat negara/pegawai negeri yang ada di jajaran operasional paling bawah tidak pernah terkena tindakan apapun,sebab rata-2 pemberian masyarakat yang mengurus ijin ini-itu,membereskan persoalan/pelanggaran ditempat “hanya” di bawah Rp.250.000,- saja. Namun jangan lupa,bahwa pemberian tersebut dikalikan dengan jumlah orang yang mengurus ijin ini-itu dan yang membereskan persoalan/pelanggaran ditempat…! Jadi,tetap saja yang menerima “pemberian” itu bisa jumlahnya puluhan/ratusan juta atau bahkan kalau dikumpulkan dalam setahun bisa miliar-an rupiah. Oleh karena itu,jangan heran bila seorang pegawai negeri/aparat negara walau berpangkat rendah bisa mempunyai rumah atau fasilitas “wah” yang tidak sesuai dengan gajinya…! 

Tentu “pemberian” ke aparat negara/pegawai negeri “golongan atas” yang jumlahnya bisa bernilai puluhan/ratusan juta bahkan miliar-an rupiah dilakukan tidak setiap hari,beda sama yang di pangkat rendahan yang bisa menerima “pemberian” dari masyarakat tiap hari kerja…! Sudah bukan rahasia umum juga,bahwa yang berpangkat rendah juga pakai sistem “setoran” keatas agar dirinya tidak dipindah-tugaskan ke tempat yang “kering” atau untuk sama-2 menjaga kerahasiaan pemberian tersebut ke atasannya. Unsur-2 manipulatif dan merugikan negara umumnya nampak sekali dalam pemberian-2 masyarakat tersebut,contohnya adalah pendirian bangunan yang menyalahi peraturan dibiarkan saja, ketidak-tertiban berlalu-lintas (suap dipinggir jalan) menjadi hal yang rutin terjadi dan semakin parah saja, rumah-2 kumuh / PKL berdiri dimana saja karena diijinkan / ditarik retribusi oleh aparat kelurahan, dsb….

Masyarakat Indonesia menjadi terbiasa dengan pemberian-2 tersebut, karena bila tidak “memberi” maka urusan jadi tidak lancar. Maka hati nurani mereka pun mengatakan bahwa itu bukan suap…! Masyarakat kecil lebih mengatakan menyuap itu bila jumlahnya besar sekali,seperti yang dilakukan oleh Pengusaha Siti Hartati Murdaya kepada Bupati Buol…..untuk pemberian-2 yang nilainya kecil,masyarakat bawah lebih mengatakan ini “uang jasa” yang “cincai” diberikan …….ikhlas,seikhlas-ikhlasnya diberikan….!

So,memberi = menyuap hanya berlaku untuk masyarakat atas atau pegawai negeri/aparat negara yang menerima duit puluhan/ratusan juta atau miliar-an rupiah saja ya….?

Catatan Mania Telo Freedom Writers Kompasianer

Dua Langkah Strategis Mendobrak Paham Primordial Masyarakat Piaman


Dalam tatatan karakter budaya lokal Minangkabau dikenal Istilah "Baurang Banyak" dalam artian kata subjek atau seseorang yang disebutkan adalah punya keluarga Banyak (dalam jalur darah temurun ), kuat secara Matriakat Maupun Patriakat (garis keturunan keluarga garis Ibu Maupun Ayah ). dalam dunia Politik , kekuatan ini acap menyatu (Primordial) jika kekerabatan tersebut terbina dengan Harmonis. dan kian membesar jumlahnya jika tali menali dengan Kesukuan ( Marga ) yang diturunkan dari garis Ibu ( Matriakat).

Di Pariaman, Paradigma tersebut sulit diubah bersebab kentalnya budaya kekerabatan, saling bantu membantu baik secara Material dan Lainnya adalah penyebab Paham ini sangat susah dirobohkan dalam Politik. mereka tidak peduli jika kerabatnya (atau yang diusung)secara Integritas dan Kapasitas sangat belum pantas menduduki suatu jabatan Publik, baik itu Kepala Desa, Wali Nagari hingga Anggota Dewan dan Kepala Daerah.

Dunsanak dikampung yang acap dibantu secara finansial dari kerabat mereka dirantau maupun di Ranah ,hampir dipastikan akan menuruti kehendak Politik yang "mensubsidi" mereka tersebut karena takut kehilangan jatah. ini sudah lama jadi bahan catatan saya sebenarnya, dikampung Istri, terang-terangan suatu ketika seorang tetangga mengatakan hal tersebut dalam pemilihan Wali Nagari, juga ketika Pemilihan Anggota Legislatif.

Pafam demikian ada baik dan buruknya. sisi baiknya adalah jika Aktor utama dibalik kekuatan Politik tersebut adalah manusia cerdas yang tidak menyelatkan kepentingannya dalam Perlagaan Politik serta dilandasi dengan sebuah Idealisme, Ia menyigi Calon yang akan berlaga baik secara Track Record maupun Integritas, tentulah ini sangat baik untuk Masyarakat kampungnya, keluarga besarnya dan Idealismenya sendiri. namun Jika ini dilandasi oleh sebuah perjanjian yang bila Subjek yang ia Jagokan menang untuk mendapat umpan balik, inilah Marabahaya yang tak terkirakan.. Ujung-ujungnya adalah KKN, yang notabene Penghancur Peradaban yang sesungguhnya.

KKN Musti ditumpas karena mengangkangi UUD 1945. KKN berakibat kemerosotan peradaban dinegara ini baik skala Nasional maupun Daerah.

bagaimana cara menembus paham dan Paradigma tersebut ditengah masyarakat kita yang Homogen ini? tentu itu sebuah pertanyaan yang acap ada dibenak kita yang musti terjawab.

Jika saya menjawab hal tersebut ada dua Fase yang musti dilalui

1. Pendidikan Politik yang sehat dengan Program yang dilakukan langsung oleh yang bersangkutan. terjun kemasyarakat Marjinal dengan sebuah Solusi yang memihak kepada mereka , dengan bahasa yang tentunya mudah mereka mengerti. yang bersangkutan mustilah orang yang sangat paham dengan Ilmu Psikologi Massa dan komunikatif, berpenampilan Humanis yang Ril, bukan Polesan. masyarakat dengan kecerdasan hatinya dengan seketika bisa membedakan mana yang Emas dan Mana Yang Tembaga berlakon emas sepuhan. disini saya menjamin paham Primordial yang kokoh akan Punah oleh kekuatan Karakter orang tersebut.

2.Doktrin Positif kepada Tokoh-tokoh yang mengaktori pemilih yang berpaham demikian. untuk melakukan hal tersebut orang yang punya kepentingan politik ini mustilah orang yang berwawasan luas, rendah hati, punya kharisma yang tinggi serta punya Track record bersih, hal ini bisa dilihat dari ketika ia berbicara dan mimik wajahnya.orang ongeh tidak akan mampu melakukan hal ini bersebab ongeh adalah penyakit secara ilmu Psikologis yang dapat menimbulkan penolakan dari hati orang yang mereka doktrin, meskipun didepannya orang meng ia-ia kan. Orang yang jernih hatinya dengan kharisma yang ia punya dengan seketika dapat menjalin hubungan yang erat berbuah militansi.

Kedua Fase tersebut tidak boleh hanya satu dijalankan bila Anda menginginkan Jabatan Publik.Silahkan dicoba semoga Manjur..

Catatan Oyong Liza Piliang

Kepemimpinan Ala Irwan Prayitno

Written By oyong liza on Jumat, 26 Oktober 2012 | 20.42



                                               image source padangekspres.co.id


John Maxwell yang seorang pakar psikologi kepemimpinan mengatakan bahwa Leadership is Influence, Nothing more, nothing less. Bagi Maxwell, katanya kepemimpinan yang efektif itu pasti akan memberi pengaruh terhadap siapa yang dipimpin. Pemimpin dalam sebuah sistem adalah sebagai pemicu  (trigger) atau pemain aktiv agar sistem tersebut berjalan dengan baik. Ketika kepemimpinan yang efektif itu digunakan sebagai pemicu dari sebuah sistem politik dan pemerintahan, maka saat itu otomatis sistem yang ada telah menjadi suatu kesatuan yang hidup disetiap institusi dan organisasi (yang awalnya terpisah) tersebut karena kepemipinan yang efektif itu menghubungkan secara bersama masing-masing institusi dan organisasi (sub-sistem) sehingga memudahkan aliran informasi, materi atau energi menjalankan fungsi dan perannya. Konsistennya sistem itu menjalankan tugas hanya bisa di dapat dari seorang pemimpin dengan kepemimpinan yang efektif bukan dari pemimpin yang pasif terhadap lembaga, institusi, dan organisasi politik lain yang ia pimpin.

Nah, bagaimana dengan kepemimpinan seorang Irwan Prayitno ketika dibedah dengan teori ini ? Terkait gaya kepemimpinan Irwan Prayitno (IP), pernah suatu kali dalam diskusi dengan beberapa perantau yang mana kemudian saya melontarkan pendapat lebih kurang begini. Kalau kita ibaratkan IP dan kabinetnya adalah sebuah kereta api dengan analogi IP adalah lokomotif dan kabinetnya adalah gerbong kereta. Maka, tipe atau jenis kereta yang digunakan IP adalah kereta api diesel yang melintasi jalur Padang-Pariaman-Padang hari ini. Kereta itu hanya berlokomotif satu dan itupun kalah maju dari teknologi kereta mutakhir hari ini. Kesimpulannya, “kereta api” di Sumbar hari ini menggunakan lokomotif yang bukan teknologi mutakhir  sehingga wajar ketika berjalan sangat lambat karena lokomotif mencoba menarik gerbong yang berat dan ditambah lagi gerbong yang digunakan bukan dari rancangan teknologi yang aero dinamis.

Nah, begitu juga dengan gaya kepemimpinan IP hari ini lebih kurangnya. Ia bagaikan sebuah kereta diesel yang memang ada di Padang hari ini dan sedang menarik gerbong yang banyak karena struktur kabinetnya masih gemuk. Untuk diketahui, struktur kabinet ini saya ibaratkan dengan jumlah gerbong si kereta api diesel itu.

Struktur kabinet hari ini idealnya harus dirampingkan lagi agar lebih lincah dan mudah dikontrol. Masing-masing gerbong atau aktor dari kabinet IP juga harus terus berinisiatif melengkapi kemampuan yang lebih baik agar bisa mendukung lokomotif dapat melaju dengan cepat sampai ke tujuan. Istilah gerbong aerodinamis di atas saya ibaratkan dengan aktor kabinet ( Kepala dan SKPD) kepemimpinan IP yang mau belajar dan terus meningkatkan skill dengan kata lain gerbong yang tidak mau meningkatkan skill itu saya ibaratkan dengan gerbong usang yang menjadi beban berat lokomotif karena tidak desainnya tidak aerodinamis. Jadi, dengan kata lain gerbong tidak hanya berharap pada daya tarik dari lokomotif agar mereka dapat berjalan lebih cepat.

Analogi di atas memang masih mengunakan sistem kereta api kuno. Lebih tepatnya memang seperti itu. Padahal, teknologi kereta mutakhir hari ini adalah teknologi kereta yang sudah mampu berjalan dengan kecepatan yang lebih cepat atau dikenal dengan istilah kereta peluru (bullet train) dimana lokomotifnya tidak hanya satu tapi dua. Kedua lokomotif ada di setiap ujungnya. Ujung depan sebagai penarik, maka ujung belakang sebagai lokomotif pendorong. Selain itu, cara kerja kereta api yang super cepat itu dengan memanfaatkan teknologi elektromagnetik dan di setiap komponennya seperti gerbong, rel, dan lokomotif sama-sama dilengkapi dengan teknologi yang mendukung kereta dapat berjalan lebih cepat.

Saya melihat bahwa realita hari ini yang dihadapi IP adalah tidak ditemukannya bawahan yang seimbang dengan gaya kepemimpin beliau. Selain itu, aksi single show IP pun juga terlihat dari gaya kepemimpinannya. IP yang tampaknya tidak sejalan lagi dengan lokomotif kedua (wakil gubernur) hari ini juga menjadi pemicu terjadinya pelambatan laju kereta. Lokomotif kedua ternyata ditinggalkan di stasiun. Ia tidak mengikuti lokomotif pertama dalam membawa gerbong ke stasiun selanjutnya. Lokomotif kedua yang harusnya saling mendukung Lokomotif pertama tampaknya sekarang telah menjadi rivalitas bukan sebagai tim partner lagi. Dan isu ini memang sudah lama tersiar. 

Irwan Prayitno yang kita kenal sebagai salah satu pengusaha handal hari ini belum mampu di ikuti gaya kepemimpinannya oleh jajaran SKPD yang beliau pimpin karena sepertinya masih penuh dalam gaya kepemimpinan yang birokratis. Inilah asumsi saya menjelaskan mengapa sebabnya Irwan Prayitno belum mampu melaju lebih cepat ke stasiun selanjutnya daripada apa yang seharusnya kita harapkan. 

Dalam konsep kepemimpinan yang efektif berdasarkan analisis Maxwell di atas, sebagai pemimpin, IP bisa saja mengganti dengan segera ketika melihat bahwa bawahannya tidak seirama dengan gaya kepemimpinannya. Dan dalam pandangan saya, IP tidak harus menunggu lama dalam bertindak seperti itu bila memang dibutuhkan karena rakyat Sumbar juga tidak banyak waktu untuk menunggu lama. APBD 2012 yang jumlahnya mencapai Rp2,917 triliun harus lebih tepat digunakan sebagai katalisator percepatan pembangunan ekonomi di Sumbar.

Hari ini, masing-masing daerah di Indonesia dalam semangat yang saling berkejar-kejaran untuk memicu kinerja. Impian masing-masing kepala daerah bukan cuma untuk mendapatkan promosi jabatan atau terpilih lagi dalam pemilu berikutnya, namun saya pikir lebih kepada ingin meninggalkan nama yang baik dalam masa kepemimpinannya. Sistem pemerintahan dan kepemimpinan yang baik tidak butuh “supermen”, tapi “super team”. Oleh karena itu, indahnya bila kepemimpnan seorang pemimpin dalam sistem pemerintahan merupakan “super team” yang tangguh untuk menjalankan sistem pemerintahan di Sumatera Barat. 


Oleh : Azizul Mendra
Ketua Peneliti pada Bino Media Research, Jakarta dan Pengusaha Mudah Ranah Minang


Mari Menulis Sebelum Pikun Dan Ngomong Sebelum Ompong !


Jika anda ingin menulis, maka tulislah.. demikian kata wartawan senior Tempo kepada Iwan Piliang suatu ketika. hal itu juga berlaku untuk siapapun, baik anda maupun saya. ada beberapa kerancuan dan kekeliruan bagi sebagian kalangan antara Reportase dan Opini. Reportase ialah sebuah pemberitaan yang disajikan melalui fakta pendukung, bukti, serta cek dan ricek, agar bertemu pada kesatuan yang utuh semacam Puzle yang berserakan disatukan menjadi sebuah wujud, maka dari itulah diperlukan kegigihan dalam memverifikasi dari berbagai Narasumber yang berkompeten.

Sedangkan Opini adalah bagian dari berpendapat. kebebasan berpendapat selain dilindungi UUD 1945 juga diatur dengan jelas dan tegas dalam Perpu no II Tahun 1998 tentang kebebasan berpendapat dan ber ekspresi. berpendapat bisa secara lisan dan juga tulisan. secara lisan terkadang kita acap mendengar dalam diskusi-2 tingkat palanta disini (Pariaman) bahkan hingga yang dimediasi diTivi dan Radio dengan mengundang Pakar yang ahli dibidangnya sesuai topic yang dibahas.

sedangkan pendapat yang dituangkan dalam bentuk tulisan namanya adalah Opini. juga perlu wadah tentunya, bisa melalui surat kabar yang menyediakan kolom khusus, hingga keranah Sosial Media yang kian hari kian marak penggunanya semacam facebook, Twitter , Blogger dll. Opini yang sangat spesifik dan punya premis sangatlah memerlukan sarana pendukung untuk menampung, untuk hal tersebut memang media online semacam blog dan website lah yang paling tepat mewadahinya seperti www.pariamantoday.com ini.

Opini mustilah bisa dipertanggungjawabkan oleh penulisnya. baik argumentasi maupun dasar kerangka fakta yang mendukungnya. disinilah sang penulis sangat dituntut memiliki pengetahuan yang luas dan punya banyak bahan referensi agar tulisannya punya premis dan alamat dan bermuatan Ilmu yang mencerdaskan.

Beropini sama dengan berpendapat secara lisan, bedanya yang satu disampaikan dengan langsung melalui mulut, sedangkan yang kedua melalui pena atau papan ketik komputer. keduanya sama-sama berlindung dalam satu payung Hukum Yang saya sebutkan diatas, konstitusi negara kita sangat menjamin hal itu...!

lalu kenapa takut menyatakan kebenaran disaat anda tau? lalu kenapa takut menulis jika anda punya data? disinilah diperlukan sebuah idealisme yang melatar belakanginya. Mari ngomong sebelum Ompong ! dan mari menulis sebelum Pikun.

*Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin Dari Saya dan Keluarga Juga Iwan Piliang Dan Keluarga buat semua Pembaca Dimanapun Berada*

catatan Oyong Liza Piliang

Apa Kiprah Indra J Piliang Untuk Kota Pariaman ?

Written By oyong liza on Kamis, 25 Oktober 2012 | 13.15


Suhu Politik dikota Pariaman menjelang Pilkada Tahun depan mulai memanas, seterik mentari siang ini yang dapat mengeringkan jaket parasut dengan seketika. Pemicunya adalah dengan mendaftarnya Indra J Piliang (IJP) melalui penjaringan balon Walikota melalui Partai Golkar. dalam 3 hari terakhir nama IJP acap jadi topic diskusi-diskusi dipalanta kedai kopi Pariaman ini, begitupun juga diranah Sosial media semacam Twitter dan Facebook. komentar beragam setelah saya memblowup Opini ihwal IJP menuju Pariaman 1 , dimedia ini, opini saya pun ditanggapi oleh opini lainnya yg dikirimkan ke email pariaman.news@yahoo.co.id dan saya headlinekan pula.

dipalanta juga demikian. sebagian tokoh masyarakat ada yang menyambut positif hal tersebut dengan terang-terangan mendukung IJP (bahkan yang bergelar datuak) langsung datang kerumah saya, mereka tau saya punya hubungan baik dengan IJP. namun, barusan, dengan tegas saya katakan bahwa saya Independent dalam hal ini, tak memihak kepada siapapun, termasuk IJP. dalam argumen, saya terangkan bahwa pertemanan bukan berarti dukungan, namun setiap balon yang berlaga kelak saya punya kewajiban moral untuk memaparkan kondisi Pariaman dalam berbagai aspek yang saya ketahui, dan mampukah mereka memberikan solusi konkrit terhadap persoalan tersebut? siapapun balonnya, baik IJP, Mardison , Helmi Darlis, A Yani, Yulius Danil, M Saban bahkan nama-nama baru yang mulai mengapung semacam Zulbahri , Bagindo Jamohor dll melalui sebuah forum berbadan Hukum.

diranah sosial media twitter dan facebook juga demikian, seorang senior dari desa Kp Baru kota Pariaman, mengomentari tulisan saya, ketika dishare ke facebook " Apasih yang diperbuat IJP untuk Kota Pariaman?" dan mancaragam komentar lainnya. pertanyaan tersebut saya jawab dengan enteng, sayapun tidak tau.. hanya IJP yang bisa menjawabnya, ujar saya.

menurut hemat saya , semakin banyak kandidat yang hendak berlaga nantinya, semakin baik buat kita menentukan pilihan semacam Pilgub DKI tempo hari, balon yang tidak mengena dihati masyarakat dimasa sosialisasi akan tereliminasi dengan sendirinya, apalagi langgamnya tak cocok dengan alam Pariaman.

saya dekat dengan Yulius Danil, Mardison, A Yani, Bgd Jamohor, bahkan untuk dua nama pertama sudah semacam kakak buat saya, begitu juga dengan Zulbahri yang mendaftar ke Golkar siang kepetang. dalam Pilkada, secara profesional, saya memposisikan diri pada tempatnya dengan tidak memihak pada satu balon, namun akan mencoba memberikan pencerahan Positif baik lisan maupun tulisan tentang kriteria Pemimpin yang akan membawa Kota ini pada perubahan Positif agar bertemu jua dengan kemajuan, dan yang perlu digaris bawahi saya tak akan pernah mengarahkan untuk menggiring opini pada salah satu nama calon yang akan berlaga nanti.

Peta politik yang dalam seketika berobah pasca pendaftaran IJP , tentu menjadi kajian serius bagi pesaing-pesaing mereka nanti. IJP musti sedari kini mengantisipasi hal itu seandainya memang serius untuk maju, serangan bisa datang kepasangannya (wakil) jika punya kasus atau masalalu yang tak elok dikonsumsi Publik atau kepada subjektifitas kepribadian IJP sendiri.. yang jelas medan menuju Pariaman 1 tak semudah yang kita bayangkan, anda akan bertemu pemilih-pemilih yang punya karakter paling unik di Indonesia ini yaitu perpaduan masyarakat yang dikenal Homogen,Primordial dan kecerdikan.. itulah Karakter asli Orang Pariaman.

catatan Oyong Liza Piliang

Inilah Alasan Jokowi Sidak

Written By oyong liza on Rabu, 24 Oktober 2012 | 20.51


Sidak Gubernur Jokowi ke 2 kantor Kelurahan dan Kecamatan di Jakarta Pusat sebenarnya membuktikan apa yang selama ini dikeluhkan oleh publik atas pelayanan para pejabat birokrat yang ada di sebagian besar Kelurahan dan Kecamatan yang ada di DKI Jakarta dan barangkali di seluruh Indonesia. Mereka bekerja dengan digaji oleh uang rakyat,tetapi cara memberikan pelayanan kepada rakyat yang menggajinya tidak sesuai dengan norma profesionalitas sebagai pejabat publik.

Setiap kali ada keluhan terhadap pelayanan yang ada,selalu saja mereka melakukan pembelaan diri sebagaimana yang dilakukan terhadap Gubernur Jokowi. Walaupun sudah ketahuan bahwa terjadi ketidak-beresan,seperti Lurah atau Camat yang tidak datang ke kantor tepat waktu,masih saja mereka mencari 1001 alasan untuk menjelaskan ketidak-beradaan diri mereka. Demikian pula dengan alasan-2 yang diberikan “kenapa loket tidak dibuka…?” dan lain-lain. Komentar sinis dari masyarakat terhadap Lurah & Camat yang kantornya kemarin disidak oleh Gubernur Jokowi bisa dibaca dari semua situs berita online . 

Hampir semua tidak ada yang positip membela Lurah dan Camat serta pegawai Kelurahan/Kecamatan tersebut.

Masyarakat sering menjumpai para pejabat atau pegawai Pemda berseragam dinas keluyuran di lapangan bukan untuk bekerja,tetapi mereka seperti orang sedang pelesiran saja ,belanja di mal atau “trade center” atau makan di restoran berlama-lama. Para pejabat dan pegawai Pemda dari mulai yang ada di Kelurahan sampai Kotamadya bukannya tidak tahu persoalan yang ada di wilayahnya masing-2. Mereka sangat tahu dan paham apa yang terjadi di wilayahnya,tetapi mereka sengaja membiarkan dan justru memelihara persoalan-2 itu untuk keuntungan dirinya sendiri. Contohnya bisa dilihat secara nyata bagaimana mereka membiarkan adanya pemukiman liar di kolong jembatan layang/jalan tol di wilayah kerjanya,bahkan malah ada listrik yang mengalir ke pemukiman liar tersebut dan bahkan ada cerita mereka mempunyai KTP pula….aneh bukan? 

Pedagang liar yang berjualan di pinggir-pinggir jalan dan membuat kemacetan dipungut retribusi oleh oknum-2 Pemda (Kelurahan/Kecamatan?) . Maka tidak heran,ketika mereka ditertibkan oleh Satpol PP terjadi perlawanan dan keributan serta melawan petugas,karena mereka merasa sudah diijinkan oleh “Pemerintah Daerah” setempat.

Cerita pegawai-2 Pemda di Kelurahan / Kecamatan / Kotamadya yang nakal tentunya pasti diketahui oleh Lurah/Camat/Walikota ….Tetapi tindakan “kenakalan” mereka terus saja terjadi dan terjadi,apa sebabnya? Sebab para pejabat di Kelurahan/Kecamatan/Kotamadya yang dimulai dari pucuk pimpinannya (Lurah/Camat dan Walikotanya) tidak memberikan contoh dan teladan yang baik. Jadi,jangan heran mereka seperti pegang “kartu truf” atasannya masing-2 & membela atasannya seperti sidak Gubernur Jokowi kemarin sebenarnya juga membela dirinya sendiri (ketika nanti melakukan hal yang sama sebagaimana yang dilakukan oleh Lurah dan Camatnya)

Seorang atasan akan sungkan memberikan tindakan kepada bawahannya bila dirinya sendiri juga melakukan apa yang tidak baik di mata bawahannya…! Itulah yang terjadi pada birokrasi pemerintahan daerah sampai ke tingkat Pusat…!

Gubernur Jokowi sudah memberikan pelajaran berharga kepada kita semua,bahwa betapa bobroknya mentalitas para pejabat dan pegawai birokrasi yang ada di Kelurahan dan Kecamatan (sebagai sampel tentu Kelurahan dan Kecamatan yang kemarin di sidak). Maka tidak heran segala persoalan dan masalah yang ada di DKI Jakarta seperti rusun Marunda yang ditinggal penghuninya dan kampung-2 kumuh serta bantaran kali yang jorok dan bau itu terjadi. Rakyat bukannya tidak bisa ditertibkan, justru sebenarnya para Pejabat itulah yang mungkin perlu ditertibkan terlebih dahulu. Karena mereka sebenarnya biang keladi segala masalah itu muncul…! Tidak adanya keteladanan dalam menjalankan tugas sebagai pejabat dan pegawai abdi masyarakat menyebabkan semua masalah di DKI Jakarta bertumpuk jadi satu tidak karuan.

Membereskan DKI Jakarta harus dimulai dari “pelayan” masyarakatnya dulu….! Keteladanan yang dimulai dari para pegawai dan pejabat Lurah/Camat/Walikotadi di seluruh DKI Jakarta akan membereskan sebagian besar masalah di DKI Jakarta. Tanpa keteladanan dari mereka,jangan harap rakyat bisa ditertibkan….!

Kiranya pembelajaran dari Gubernur Jokowi akan membuahkan hasil….!

catatan Mania Telo Freedom Writers Kompasianer

Topik Terhangat

Paling Banyak Dibaca

postingan terdahulu